Anda di halaman 1dari 39

VSAT Technology

Teknologi VSAT dan Instalasinya


Ahmad Muzayyin, 19th November 2015

Daftar Isi
Pendahuluan
Definisi
Sistem VSAT
Sub Sistem VSAT

Konfigurasi VSAT
Pengaturan Frekuensi
Teknik Modulasi
Teknik Multiple Akses
Hubungan Satelit

Daftar Isi
Analisis Perancangan Satelit
Parameter Planning
Redaman Lintasan
Parameter Uplink
Parameter Downlink
Parameter Uplink & Downlink

Interferensi Intra Satelit


Interferensi antar kanal
Interferensi Sistem

Daftar Isi
Instalasi VSAT
Pemasangan Antenna
Pemasangan Konektor
Konfigurasi Modem
Antenna Pointing
Ranging
Verifikasi Link
Hal yang wajib di perhatikan

Pendahuluan
Definisi, Teknologi dan Implementasi

Pendahuluan
Definisi
Teknologi VSAT atau Very Small Aperture Terminal adalah teknologi sistem komunikasi satelit
yang mempunyai stasiun bumi dengan antena relatif kecil (0,6 - 2,4) meter, mudah
dipindahkan, dan mudah di instalasi.
VSAT bekerja melalui perantara sebuah stasiun bumi HUB yang mempunyai ukuran fisik dan
diameter antena yang lebih besar daripada stasiun bumi pelanggannya.
Sistem VSAT mampu mencakup daerah yang sangat luas dalam pelayanan informasi dan
komunikasi dua arah.
Sistem VSAT memiliki keuntungan yang lebih baik dibandingkan dengan sistem komunikasi
melalui jaringan teresterial.

Pendahuluan
Sistem VSAT
Teknologi VSAT memanfaatkan sistem satelit
komunikasi geostasioner.
Di Indonesia menggunakan satelit Palapa Yang
bekerja pada pita frekuensi C yaitu 3,7- 4,2
GHz untuk frekuensi downlink dan 5,925 GHz
untuk frekuensi uplink.
Satelit memiliki 24 transponder, 12
transponder berpolarisasi vertikal, dan 12
transponder 36 MHz. Gambar 2.1 berikut ini
menunjukkan konfigurasi fisik sistem VSAT.

Pendahuluan
Sub Sistem VSAT
Stasiun pengendali utama (master control
station) atau disebut stasiun HUB (HUB
remote). Stasiun pengendali utama
dihubungkan dengan host processor. Berfungsi
sebagai penghubung antar stasiun antar
stasiun bumi menerima data dari stasiun bumi
dan memancarkan kembali data tersebut ke
stasiun tujuan.
Stasiun bumi pelanggan (remote station).
Stasiun bumi inilah yang menggunakan
teknologi VSAT dan dalam keadaan diam,
karena pengarahan antena VSAT terhadap
satelit bersifat tetap.

Pendahuluan
Sub Sistem VSAT
Host processor melakukan pengaturan jalannya informasi, pemakaian dan pengelolaan
hubungan, pusat pengolahan data dan pengontrolan hubungan komunikasi antara terminal VSAT
yang satu dengan lainnya.
Indooor/Outdoor Unit berfungsi untuk untuk mengontrol dan sebagai tempat masuk dan
keluarnya informasi yang dikirimkan.
Front End Processor (FEP) berfungsi untuik melayani semua
informasi sebelum dikirimkan pada komputer utama.

komunikasi dan pengolahan

Konfigurasi VSAT
Konfigurasi jaringan sistem VSAT berbentuk
bintang dengan Hub sebagai master.
Jalur dari stasiun Hub ke Terminal pelanggan
disebut outbond/outlink. Sedangkan jalur
sebaliknya disebut inbound/returnlink.
Komunikasi dari stasiun bumi ke stasiun
pengendali utama disebut komunikasi single
hop, sedangkan komunikasi dari stasiun bumi
ke stasiun pengendali utama, kemudian
ditransmisikan lagi ke stasiun bumi tujuan
disebut komunikasi double hop.

10

Pengaturan Frekuensi
Penggunaan spektrum frekuensi diatur oleh ITU (Internasional Telecommunication Union) dan
CCIR (Commite Communication International Radio), satelit Palapa beroperasi pada lokasi
frekuensi C- Band. Frekuensi yang dipakai yaitu:
Frekuensi uplink dari 5,925 GHz sampai 6,425 GHz.
Frekuensi downlink dari 3,7 GHz sampai 4,2 GHz.

Lebar pita frekuensi total dibagi menjadi beberapa pita frekuensi yang lebih kecil dengan lebar
36 MHz, disebut Transponder. Transponder berfungsi sebagai penerima sinyal dari stasiun bumi
pemancar, memperkuat sinyal tersebut, lalu memancarkan sinyal kembali ke stasiun bumi
penerima. Untuk menggambarkan spektrum frekuensi satelit palapa

11

Pengaturan Frekuensi
Pengaturan Frekuensi Palapa C
Spektrum Frekuensi Satelit 500 KHz

36 MHz

Transponder 1

Carrier 1

120 KHz

Transponder 2

Transponder 24

Carrier 2

Carrier m

120 KHz

120 KHz

Jarak antar carrier 120 KHz

12

Teknik Modulasi
Modulasi adalah proses pengubahan sinyal informasi yang ditumpangkan pada gelombang
pembawa (carier) untuk disampaikan ke tempat tujuan.
Dalam sistem komunikasi data ada dua macam teknik modulasi, yaitu:
Modulasi analog, terdiri dari:
Modulasi Amplitudo (Contoh Radio AM)
Modulasi Frekuensi (Contoh Radio FM)
Modulasi Fasa (Contoh Radio PM)

Modulasi digital, terdiri dari:


ASK (Amplitudo Shift Keying)
FSK (Frekuensi Shift Keying)
PSK (Phase Shift Keying)

13

Teknik Multiple Access


Teknik Multiple Acces adalah suatu sistem yang dapat melayani
pelanggan dengan cara saling membagi akses ke pelanggan.
Tujuannya adalah untuk memberikan pemanfaatan kanal yang
lebih efisien, sehingga jumlah pelanggan yang dapat mengakses
kanal tunggal menjadi lebih banyak.
Teknik Multiple akses dapat dibedakan menjadi tiga teknik:
FDMA (Frequency Division Multiple Acces)
TDMA (Time Division Multiple Acces)
CDMA (Code Division Multiple Acces)
14

Hubungan Satelit
Hubungan Uplink antara stasiun bumi dengan
satelit dan hubungan downlink dari satelit ke
stasiun bumi menentukan kualitas transmisi
komunikasi satelit.
Beberapa parameter yang mempengaruhi
hubungan satelit, antara lain:
EIRP (Efektif Isotropically Radiated Power)
Gain Antena
Perbandingan Daya Sinyal Pembawa Terhadap Daya
Derau (C/N)
Flux Density
Noise Temperatur
Perbandingan Gain Antena Penerima (Gr) terhadap
Temperatur Noise (Tsys)
15

Analisis Perencanaan VSAT


Parameter Planning
Parameter utama penentu kualitas transmisi SISKOMSAT a.l:
Effective Isotropically Radiated Power (EIRP)
Besaran yang menunjukkkan unjuk kerja sistem pada sistem pemancar atau daya yang dipancarkan oleh antena (Pt)
dikalikan dengan perolehan daya isotropis antena (Gr).

Carrier to Noise Ratio (C/N)


Perbandingan daya sinyal pembawa (carier) terhadap daya derau (noise). Daya carier pada stasiun bumi penerima
bergantung pada EIRP pada satelit, gain antena stasiun bumi, rugi-rugi lintasan dan rugi-rugi saluran. Daya noise
yang terbentuk pada sistem penerima bergantung pada suhu noise sistem yang dihasilkan, dinyatakan Tsys.

Figure of merit (Gr/Tsys)


Parameter yang menunjukkan unjuk kerja dari satelit ke stasiun bumi penerima. Semakin besar nilai (Gr/Tsys) dari
stasiun bumi maka kemampuan menerima sinyal akan semakin baik.

Redaman lintasan
Sistem komunikasi satelit media berupa ruang bebas, yang dalam perambatannya gelombang radio akan mengalami
peredaman.
16

Analisis Perencanaan VSAT


Redaman Lintasan
Atmospheric absorption
Dipengaruhi oleh kepadatan partikel uap air dan oksigen di atmosferm, sebab uap air dan gas O2
merupakan gas yang paling menyerap gelombang elektromagnetik pada frekuensi tertentu.

Fading
Penurunan level sinyal selain disebabkan oleh redaman lintasan, juga diakibatkan oleh pengaruh hujan
dan gejala sintilasi atmosfer.

17

Analisis Perencanaan VSAT


Parameter Uplink
Parameter yang dicari adalah (C/N) uplink dipengaruhi oleh:
Penguatan antena

Gr = df
c

Bila ditulis dalam dB:


Gr=20 log + 20 log d + 20 log f-20 log c + 10 log n

Gr = Penguatan antena (dB)


= efisiensi antena
d = Diameter antena parabola (m)
f = Frekuensi kerja (Hz)
c = cepat rambat cahaya (3. 108 m/s)
18

Analisis Perencanaan VSAT


Parameter Uplink
EIRP stasiun bumi

Redaman ruang bebas uplink

EIRPsb = Pt .Gt

Lfs = (4Df)2

Dalam satuan dB :

Dalam dB dapat ditulis:

EIRP=10 log Pt + 10log Gt

Lfs= 20 log 4 + 20 log D +20 log f-20 log c

Pt = daya pemancar (watt)

Lfs = redaman ruang bebas (dB)

Gt= penguatan antena pemancar

D = jarak yang ditempuh (m)


f = frekuensi carier (Hz)
c = cepat rambat cahaya (3.108 m/s)

19

Analisis Perencanaan VSAT


Parameter Uplink
Carier to Noise Ratio (C/N) uplink
(C/N)up = EIRPsb - Lfs - L + (G/T)sat - k B
EIRPsb

= daya pancar isotropik efektif stasiun bumi (dBW)

Lfs

= rugi ruang bebas (dB)

= rugi-rugi atmosfer dan antena pointing eror (dB)

(G/T)sat = figure of merit (dBK-1)


k

= konstanta Boltzman, = 1,38.10-23 JK-1 = -228,6 dBWK-1

= lebar bidang frekuensi (Hz)

20

Analisis Perencanaan VSAT


Parameter Downlink
Perhitungan pada hubungan downlink menggunakan frekuensi downlink.
(C/N)dw = EIRPsat -Lfs - L + (G/T)sb - k B
EIRPsb

= daya pancar isotropik efektif stasiun bumi (dBW)

Lfs

= rugi ruang bebas (dB)

= rugi-rugi atmosfer dan antena pointing eror (dB)

(G/T)sat= figure of merit (dBK-1)


k

= konstanta Boltzman, = 1,38.10-23 JK-1 = -228,6 dBWK-1

= lebar bidang frekuensi (Hz)

21

Analisis Perencanaan VSAT


Parameter Uplink & Downlink
Setelah diperoleh nilai (C/N) uplink dan (C/N) downlink maka akan diketahui nilai (C/N) total
yang diperoleh melalui perhitungan sebagai berikut:

C
C
C
= +
N tot N up N dw

22

Interferensi intra Satelit


Interferensi yaitu gangguan sinyal yang
disebabkan tidak diinginkan pada suatu
sistem yang disebabkan oleh energi yang
datang dari sumber luar Interferensi antara
sistem satelit.
Interferensi ini disebabkan karena berkas
utama (main lobe) dari sistem antena
pengirim terlalu lebar atau berkas sisi (side
lobe) terlalu besar, sehingga sinyal tersebut
tidak hanya diterima oleh satelit tujuan
tetapi juga diterima oleh satelit tetangganya
dan mengganggu penerimaan normalnya.

23

Interferensi antar kanal


Besar pengaruh interferensi pada satelit diberikan oleh persamaan sebagai berikut: carrier-tointerfernce ratio (C/I) :
1
1

C
C
C


= +
I I up I dw

(C/I) adalah perbandingan daya sinyal pembawa terhadap sinyal interferensi yang timbul pada
hubungan satelit (dB).

24

Interferensi Sistem
Dalam sistem komunikasi, derau yang timbul
biasanya direpresentasikan sebagai derau
putih atau AWGN (Additive White Gaussian
Noise) yang mempunyai kerapatan spektral
daya yang seragam sepanjang lebar pita
frekuensi. Baik derau maupun sinyal interensi
diasumsikan mempunyai distribusi yang acak.

Carrier to noise ratio untuk uplink :


C 1 C 1
C
= +
U N U I U

Carrier to noise ratio untuk downlink :


C

d

Jika derau dan daya sinyal interferensi


ditambahkan pada persamaan uplink dasar,
maka kita daaptkan carrier to noise plus
interference ratio yaitu :

C 1 C 1
= +
N d N d

Carrier to noise ratio untuk sistem :


C
C

=
N T

25

C
+
D

Instalasi VSAT
Prosedur dan Pelaksanaan

26

Instalasi VSAT
Pemasangan Antenna
Pekerjaan Persiapan :
Memeriksa kelengkapan pendukung
reflector/dish antenna , seperti Pedestal, bautbaut, feedhorn dan LNB. Periksa apakah
reflector ada cacat yang disebabkan oleh proses
pengiriman barang.
Apakah di lokasi tersebut berupa tanah maka
buatlah pondasi sesuai ukuran pedestal yang
telah ditetapkan.
Menggunakan peralatan safety standard seperti
helm, sarung tangan, dll.

27

Instalasi VSAT
Pemasangan Antenna
Pembuatan pondasi ukuran 2.5m x 2.5m dengan tebal 20 cm. Pembuatan
tinggi pondasi dan material pondasi tergantung jenis tanah dilokasi.
Merakit bagian dasar antenna, yaitu tiang antenna beserta keempat kaki
pedestal
Pengaturan level pedestal untuk mendapatkan posisi boom/tiang yang
tegak lurus dengan bantuan waterpass .
Pemasangan Canister, tuas azimut dan tuas elevasi pada boom/tiang
antenna.
Pemasangan back frame dish (landasan dish) pada canister.
Pemasangan dish antena pada landasan dish.
Pemasangan feed support untuk feedhorn.
Pemasangan feedhorn pada feed support.
Pemasangan LNB dan BUC pada feedhorn.
Pointing antena ke arah satelit yang digunakan.

28

Instalasi VSAT
Pemasangan Connector Kabel
Masukkan mur, cincin logam dan karet ke dalam kabel lalu potong jaket
kabel sekitar 0,4cm.
Sisir jalinan kabel serabut dan rapikan keatas
Tarik kabel serabut meruncing ke pusat inner lalu masukkan besi
penjepit ke jalinan kabel dan dorong menuju karet. permukaan besi
penjepit di kikir terlebih dahulu sehingga solderan mudah menempel.
Lipat kabel serabut kebelakang dan potong sejajar dengan bagian
belakang besi penjepit. Solder kabel serabut ke besi penjepit dilanjutkan
dengan penyolderan konektor inner ke besi induktor kabel. Besi induktor
dikikir terlebih dahulu supaya timah solderan mudah menempel dan
Bersihkan sisa-sisa timah hasil solder sehingga tidak terjadi short.
Masukkan plug body kedalam inner lalu kencangkan. Pastikan inner
terpasang dengan kuat dan tidak miring. Ujung inner sejajar dengan
permukaan plug body. Tekan ibu jari kearah permukaan konektor, akan
muncul bekas lingkaran dan titik pada pusat lingkaran jika konektor
sejajar dengan permukaan plug body.

29

Instalasi VSAT
Konfigurasi Modem (Hughes HX50)
1. Mengaktifkan fitur telnet pada notebook
dengan cara , control panel uninstall
program turn windows features on or off
klik pilihan telnet client dan telnet
server.
2. Lakukan telnet ke IP Default :
3. telnet 192.168.0.1
4. Masuk ke Main menu, dan lakukan
konfigurasi sesuai dengan parameter yang
sudah ada.

30

Instalasi VSAT
Konfigurasi Modem (Hughes HX50)
Pada saat mengisi parameter VSAT Longitude degrees dan VSAT Latitude degrees harus
disesuaikan lokasi kota tempat instalasi antenna (misal di kota Jakarta dimana longitude dan
latitudenya adalah 106 dan 6).
Parameter VSAT Longitude degrees dan VSAT Latitude degrees harus diisi dengan posisi satelit
space segment yang akan digunakan. (pada contoh dimisalkan satekit yang digunakan adalah
satelit TELKOM PALAPA B4 118E, Yang mana memiliki longitude 118 dan latitude East).
Untuk mengetahui lokasi bisa menggunakan aplikasi satfinder.
Dengan aplikasi tersebut teknisi juga dapat mengetahui posisi
longitude dan latitude dari satelit yang digunakan.

31

Instalasi VSAT
Konfigurasi Modem (Hughes HX50)
Untuk parameter Satellite Channel Frequency diisi sesuai dengan frekuensi kerja hub yang
digunakan. (pada contoh diatas menggunakan frekuensi kerja hub bogor yaitu 10671 Hz).
Parameter IP LAN dan IP Management Address dapat diisi setelah teknisi mengirimkan info
mengenai keseluruhan nomor serial perangkat antenna (BUC,LNB,modem,adaptor) kepada NOC
(Network Operator Control). Kemudian NOC akan memberikan IP LAN dan dan IP Management
address kepada teknisi.
Untuk pengisian parameter selanjutnya yang tidak dijelaskan, dapat diisi sesuai dengan default
modem atau dengan menekan tombol enter.

32

Instalasi VSAT
Antenna Pointing
Pointing adalah mengarahkan antenna dari
lokasi penginstallan ke arah satelit
komunikasi yang digunakan. Pengarahan
tersebut melibatkan 3 hal yaitu sudut
elevasi, sudut azimuth dan polarisasi
feedhorn.
Pada main menu modem HX50 terdapat menu
yang dapat membantu teknisi pada proses
pointing atau mengarahkan sudut elevasi,
sudut azimuth dan polarisasi feedhorn
dengan memilih menu i. installation

33

Instalasi VSAT
Antenna Pointing
Setelah itu pilihlah menu b yaitu Antenna
Pointing Transmitter, automatic. Dan akan
muncul hasil dari pointing antenna dari lokasi
penginstallan kearah satelit komunikasi (space
segment) yang digunakan.
Setelah teknisi melakukan pointing dan hasilnya
Maksimal, Hasil maksimal (range : 81-95) dapat
dilihat pada level SQF yang berada di pojok kiri
bawah, teknisi dapat melakukan crosspole.
Crospole adalah proses untuk mengidentifikasi
bahwa sebuah antenna bekerja pada polarisasi
vertical atau horizontal agar tidak terjadi
interferensi dari antenna lain

34

Instalasi VSAT
Ranging
Setelah Crosspole berhasil dan remote sudah
di normalkan kembali,Masuk ke Main Menu
seperti gambar di bawah ini kemudian
lakukan Ranging pada menu i (Installation)
Kemudian pilih menu d (force and verify
ranging) untuk melakukan ranging.
Setelah Berhasil Ranging, maka dilakukan
software Download

35

Instalasi VSAT
Verifikasi Link
Setelah download complete kita dapat
melihat lagi konfigurasi modem dengan
mengetik b
Langkah terakhir dalam proses konfigurasi
modem HX50 untuk instalasi antenna 1.8m
sebagai remote dengan teknologi VSAT IP
adalah melakukan test ping ke perangkat

36

Instalasi VSAT
Hal yang harus di perhatikan saat instalasi
Tegangan listrik harus stabil (220 Volt)
Tegangan Neutral dengan Grounding harus di bawah 1 Volt AC
Penempatan Antena pada permukaan yang datar (tiang antena harus vertikal/tegak lurus)
Arah Antena ke Satelit tidak boleh terhalang apapun
Antena harus di hubungkan ke grounding
Modem harus ditempatkan pada suhu ruangan yang sejuk tidak boleh panas.
Selalu koordinasi dengan NOC padasaat Pemasangan.

37

Quiz :
1. Pertanyaan 1
2. Pertanyaan 2
3. Pertanyaan 3
4. Pertanyaan 4
5. Pertanyaan 5
6. Pertanyaan 6
7. Pertanyaan 7

38

Terima kasih

39