Anda di halaman 1dari 100

MENGUDAR MIMPI MENGGAPAI

CINTA
dr. Mohammad Baharuddin SpOG,
MAR

Kisah seorang ibu muda

(reviewer

case #701)
Seorang ibu muda, X, hamil 8 bulan. Di rumah ibu X mengalami sesak
nafas, dan ia menemui bidan yang kemudian memberinya obat-obatan.
Selanjutnya, ibu masih mengalami sesak nafas dan bahkan bertambah
berat, lalu 5 hari setelah keluhan ini muncul ibu X pergi ke Rumah Sakit.
Ibu X harus berkeliling ke RS#1 dan RS#2 sebelum akhirnya
diterima di RS#3 pada hari Sabtu jam 23:15.
Ketika tiba di RS#3 kondisi ibu X telah amat sakit. KU somnolen, dengan
tekanan darah 190/90, pernafasannya 32/min, dengan denyut jantungnya
mencapai 120/min, tidak terdapat demam. Ketika itu denyut jantung
janinnya sudah tdk terdeteksi. Rencana di RS adalah segera melakukan
operasi Cesar utk melahirkan bayi. Namun, operasi ditunda hingga 2x
oleh anestesi, pertama karena kondisi pasien belum stabil, dan kedua
karena ingin dokter spesialis penyakit dalam memeriksa pasien terlebih
dahulu, akan tetapi dokter Peny Dalam tidak dapat dihubungi. Operasi
akhirnya dikerjakan di hari Senin, sekitar 35 jam setelah admisi. Bayi
lahir telah maserasi.
Beberapa jam kemudian di hari yang sama, ibu X mengalami perburukan
demam dengan suhu mencapai 38.6, dan membutuhkan suport ventilator.
Setelah 2 hari dirawat, pada hari Rabu, ibu X meninggal dunia.

Kadang-kadang saya tidak tahu kapan harus


mencari pertolongan dan saya terlambat tiba di
tempat pelayananan kesehatan.

42% dari kasus (28/67)


terlihat keterlambatan
pasien/keluarga dalam
mengenali bahwa ada
masalah medis/kegawat
daruratan
Kemudian, 41% kasus
(32/79) terlihat
keterlambatan dalam
mencari pertolongan

Contoh kasus
Ibu A 32th dirujuk bidan ke
RS karena partus lama. Di
rumah ibu A sudah 3
hari merasakan demam,
dan mengatakan bahwa
gerakan bayinya
berkurang sejak 2 hari ini.
Ibu B, 20th sudah sejak 4
minggu ini mengeluh sulit
bicara dan mendengar yg
bertambah berat, dan
demam selama 10 hari.
Ibu C, 37th menolak rawat
utk tekanan darah tinggi.
# hari yg lalu ibu
mengalami sesak nafas
dan peningkatan tekanan
darah. Menolak berobat

sudah terlalu parah

42% (42/99) ibu tiba di


RS dalam keadaan
hampir meninggal
Sekita 10% datang
dengan tekanan darah
sangat rendah (<90
palpable) dan sekitar
10% lainnya datang
dengan tekanan darah
sangat tingqi (BP
>180/100)
49% (42/86) kasus
datang ke RS tanpa
upaya stabilisasi pra
rujukan

Contoh kasus
Ibu XX, 40 th hamil 28
minggu. Ia dibawa ke RS
oleh keluarga karena
kejang. Ketika tiba di RS
keadaan umumnya
koma dengan tekanan
darah 220/120. Ibu XX
meninggal 2.5 jam
setelah tiba di RS

Di RS saya tidak mendapatkan pelayanan berkualitas


sesuai dengan kebutuhan saya, cukup cepat, yang dapat
menyelamatkan saya
79% (82/104) ibu yang datang tidak
dievaluasi oleh dokter SpOG dalam waktu
yang wajar sesuai dengan kondisi pasien
42% (41/98) pengambilan keputusan klinik
terlalu lambat
76% (67/88) menunjukkan koordinasi yang
adekuat di antara petugas kesehatan
Hanya 9% yang disertai dengan ketiadaan
sarana dan 15% (15/98) tidak tersedia
sarana lain seperti IVU ketika dibutuhkan

Permasalahan dengan akses terhadap dokter


spesialis dan penatalaksanaan yg tepat waktu
(reviewer case #5502)
Ibu Y, 31 th hamil cukup bulan. Ia dikirim dari RS lain
karena Preeklampsia Berat dengan tekanan darah hingga
230/140. Ia dirujuk karena perlu dilakukan SC untuk
melahirkan bayinya.
Ketika ibu Y masuk RS, tekanan darahnya masih sangat
tinggi 187/120. Keadaan umumnya somnolent. Tidak
ada demam, dan denyut jantung bayi 60-100.
Saat itu Sabtu tengah malam. Staf berusaha
menghubungi OB#1 tdk ada jawaban, OB#2
menyarankan utk memasukkan pasien ke ICU. Minggu
pagi bunyi jantung janin melambat hingga 70/min.
Kembali diputuskan untuk melakukan SC tetapi harus
menunggu persetujuan (?).
Hari Senin ibu Y mengalami febris hingga 39.6. SC
dilaksanakan hari Selasa, kondisi bayi setelah lahir
tidak dijelaskan dalam rekam medis. Suhu ibu terus
meningkat hingga 40-41.8 dan ibu meninggal 2 hari

Masalah dengan infrastruktur

(reviewer case

#5502)
Ibu N 24 th, hamil anak ketiga. Ia bersalin ditolong dukun. Pasca
persalinan ibu mengalami perdarahan dan pergi ke Puskesmas
untuk meminta pertolongan. Tidak diketahui berapa lama waktu
yang dibutuhkan utk pergi ke Puskesmas hingga RS.
Di Puskesmas bidan segera memberikan IVFD dan mulai
memberikan cairan juga oksitosin karena kontraksi uterus juga
kurang pada waktu itu. Selanjutnya ibu dirujuk ke RS dan tiba
di RS 5 jam setelah melahirkan.
Di RS tekanan darahnya sgt rendah , hanya 70/palpasi. Ternyata
dari pemeriksaan diduga ada sisa plasenta. Dilakukan evakuasi
dari sisa plasenta dan petugas kesehatan merencanakan untuk
pemberian transfusi darah.
Bank darah tidak ada di RS, sehingga keluarga harus pergi
ke Bank Darah Kabupaten yg letaknya lebih dari 1 jam dari RS.
Tidak ada perencanaan operasi. Ibu meninggal sebelum
keluarga tiba dari bank darah

Masalah dengan Kemampuan,


Pengambilan Keputusan Klinis dan
Inisiasi Terapi
Ibu 27 th melahirkan di klinik bidan. Terjadi
HPP. Bidan mencoba mengatasi keadaan
ibu dg memberikan infus hingga 10
plabot sebelum kemudian merujuk ke RS.
Tiba di RS kondisi ibu sudah buruk, dg Hb 3.9
Transfusi dapat diberikan tetapi perdarahan
terus berlangsung. Dalam pemeriksaan
didapatkan sisa plasenta dan robekan jalan
lahir . Kondisi di IGD sangat buruk gagal
nafas dokter jaga tdk dapat melakukan
intubasi. Pasien meninggal di IGD.
Ibu dirujuk bidan ke RS dg riwayat penyakit
ginjal dan sesak nafas. Analisis Gas Darah
menunjukkan keadaan asidosis dengan kadar
creatinin >9.0. Didiskusikan untuk
hemodialisis tetapi tidak pernah terjadi.

Mengerjakan Yang Benar Dengan Cara Yang


Benar

PO
K N

The Right Things To Do and Doing It Right

AP
N

R es
PMK si usitaCT
U
Ne
ona
s
tu

Upaya Menurunkan AKI & AKB

Telah
berbagai
upaya
dilakukan

Telah
sekian
banyak
dana
dialokasik
an

Telah
sekian
projek
berlangsu
ng

dumilah ayuningtyas

Telah
sekian
metode
diterapka
n

12

Apakah
Tujuan
Telah
tercapai?

JAWABAN YANG SERING


MUNCUL.

Keterbatasan Dana
Keterbatasan SDM
Keterbatasan Sarana Prasarana
Tak/kurang adanya
dukungan/komitmen Pemda
Kebijakan DepKes/Departemen Lain
Apa lagi

Respectful Care at
Birth

Dr. Mohammad Baharuddin, SpOG, MARS

Mendengar dengan hati

Dialogue is intense, high level, high quality


communications, listening, and sharing
requires the free and creative exploration of
subtle issues, a deep listening to one another
and the suspending of ones own views
(Dialog adalah komunikasi yang mendalam dan
berkualitas tinggi sekaligus mencakup
kemampuan untuk mendengarkan serta saling
berbagi pandangan. Ini menuntut kemampuan
untuk secara bebas dan kreatif memahami isu-isu
yang peka, juga kemampuan untuk saling
menyimak secara seksama pendapat pihak lain
yang berbeda, serta menunda untuk cepat
memberikan pendapat kita sendiri)

Dialog merefleksikan proses belajar


mendalam sebagai bagian dari wilayah
perubahan abadi, artinya semangat belajar
(learning) dan kesediaan untuk berubah atau
melahirkan tindakan.
Dapat pula dikatakan, dialog merupakan ruh
dari learning organisation dan hakekat dari
wilayah perubahan baik pada skala individu
dan kemudian organisasi serta komunitas.
Dialog merupakan sebuah keahlian dan
kemampuan yang akan
melahirkankepekaan-kesadaran, dan pada
gilirannya menumbuhkan sikap-keyakinan
melahirkan tindakan bersama (collective
action).

Tidak peduli betapa inginnya


seseorang untuk berdialog, kita tidak
bisa memaksakan dialog terjadi.
Kata Dialogue berasal dari bahasa
Latin:
Dia melalui atau orang lain
dan Logos kata, arti, memang
kerap diartikan sebagai Meaning
flowing through.

Dialog merefleksikan proses belajar


mendalam sebagai bagian dari wilayah
perubahan abadi, artinya semangat belajar
(learning) dan kesediaan untuk berubah atau
melahirkan tindakan.
Dapat pula dikatakan, dialog merupakan ruh
dari learning organisation dan hakekat dari
wilayah perubahan baik pada skala individu
dan kemudian organisasi serta komunitas.
Dialog merupakan sebuah keahlian dan
kemampuan yang akan
melahirkankepekaan-kesadaran, dan pada
gilirannya menumbuhkan sikap-keyakinan
melahirkan tindakan bersama (collective
action).

Adalah tentang perilaku


Dr Panco

Tema Sistem

Budaya Peduli
Kalau bukan kita, siapa lagi ?
(aku peduli)

MENGUDAR MIMPI
MELAYANI MAKHLUK ALLAH
BERSAMA ALLAH
MERENTANG IMAN
MENINGGALKAN ZONA NYAMAN
(HIJRAH)
JANGAN TERTEGUN SEKARANG
MELUASKAN CAKRAWALA

APPROACH INTERVENTION
FRAMEWORK
Governance dan
Performance
Indicator & LO

Input
Process :
Dialog and
Action

Output :
managemen
t

Outcome

impact

Actor

Health
Instituti
on

tim

Policy

Program
Governance and
Performance
indicator to be done

Field Actors
implement GCG
and Performance
Indicator
Following
SPM
standard

High
Quality
Services

Shake
holde
rs

Monitoring
and
Evaluation

Reduce
MMR

ETC

Level

Central
Provinc
eCentral
District
Provinc
eDistrict
Sub
District
-Public

PENDEKATAN VANGUARD

EMAS: Menurunkan Kematian Ibu


dan Neonatus
Meningkatkan
cakupan intervensi
maternal neonatal emergensi
Meningkatkan
Kualitas
Meningkatkan
Pelayanan
efisiensi dan
Emergensi
efektifitas sistem
Maternal&Neonat
rujukan
al
High-impact, lifesaving intervensi
klinis yang
diimplementasikan
melalui tata kelola
klinik yang kuat

Berfungsinya Sistem
Rujukan yang optimal
dan adil/equitabel

Memperkuat akuntabilitas dalam Pemerintahan,


komunitas dan Sistem Kesehatan bagi kebijakan dan
tatakelola sumber daya
yang suportif

Berangkat dari Visi besar


Mengudar Mimpi
Menggapai Cinta

Memenuhi Janji Proklamasi


-Tujuan projek & beyond
-Mengudar Mimpi, Menggapai Cinta
demi generasi baru yang lebih baik

Tranformasi
Melakukan Perubahan :
Menjadi Inisiator &
Pendamping Perubahan

Simulasi kesiapan menghadapi


perubahan

Theres Nothing Permanent


Except Change.

dumilah ayuningtyas

31

Perubahan yang diharapkan


Goals

Mencegah kecelakaan pasien saat pelayanan


Safe

DOING THE RIGHT THING

Mencegah keterlambatan pelayanan.


(EVIDENCE BASED CARE)

Effective

Patient

Centered

Timely

Mencegah pengobatan understandard atau


berlebihan.
FOR EVERY PATIENT

(EQUAL CARE)
Mencegah penggunaan
alat , bahan dan tenaga
berlebihan.

Efficient

Pelayanan sesuai kebutuhan


pasien secara
EVERY TIME
individu.
(CONSISTENCE CARE)

:::::

Pelayanan yang berkeadilan

Equitable

TRANSFORMASI BUDAYA
5 Budaya
Utama

10 Perilaku
Kompeten, bertanggung jawab

1. PROFESIONALISME
1. PROFESIONALISME
2. INTEGRITAS
2. INTEGRITAS

dan memberikan yang terbaik

Jujur, Disiplin dan Konsisten


Menjunjung tinggi moral, etika dan kemanusiaan

3. KEPEDULIAN
3. KEPEDULIAN
4. PENYEMPURNAAN
4.BERKESINAMBUNGAN
PENYEMPURNAAN
BERKESINAMBUNGAN

Proaktif, peka dan tanggap


Ramah dan Bersahabat
Saling menghargai dan bekerjasama

Kreatif dan Inovatif


Terbuka terhadap perubahan

Belajar berkesinambungan
5. PEMBELAJARAN
Mendidik dengan santun
5. PEMBELAJARAN
& PENGAJARAN
& PENGAJARAN

Safe Culture

Blame Free
Trust

Cu
Team
Work

e
r
ltu

Leadershi
p

Communication

Commitment

What is an indicator
result
????
A quantitative measure (proportion, rate, ratio)
untuk menilai kualitas pelayanan kesehatan.
Pelayanan kesehatan adalah tindakan yang
diberikan kepada pasien sesuai kebutuhan
pasien.
Pelayanan kesehatan adalah sesuatu yang
dapat diukur dan dirubah untuk hasil yang
lebih baik.

IF YOU DO NOT MEASURE


IT,

YOU CANNOT IMPROVE IT!

PERUBAHAN PERBAIKAN YANG TERUS


MENERUS TARGET MAKSIMAL
1.
2.
3.
4.
5.
6.

NIAT
JUJUR
TELITI
BENAR
PANTANG MENYERAH
SALING MENGINGATKAN

Tahu Paham Amalkan Sebarkan

Mulailah dari diri sendiri , dari


yang paling mudah, dan dari
sekarang

Beruntunglah orang yang hari


ini lebih baik dari kemarin
Merugilah orang yang hari ini
sama dengan kemarin
Celakalah orang yang hari ini
lebih buruk dari kemarin
Orang yang paling baik adalah
orang yang bermamfaat bagi
orang lain

Pembentukan komitmen dan


konsistensi
Pembentukan komitmen

Pengetahuan dan
kepedulian

Perubaha
n prilaku

berkelanjutan

Buday
a

Konflik kepentingan

Mencari Daya Ungkit Untuk


Mewujudkan Visi Besar

dumilah ayuningtyas
40

MENGUDAR MIMPI
MELAYANI MAKHLUK ALLAH
BERSAMA ALLAH
MERENTANG IMAN
MENINGGALKAN ZONA NYAMAN
(HIJRAH)
JANGAN TERTEGUN SEKARANG
MELUASKAN CAKRAWALA

Tanyakan pada suami


Bumil
Berapa angka kematian
yang dinginkan?

DAT

42

Terima
Terima
kasih
kasih

Tanyakan pada mereka

Berapa angka kematian ibu saat melahirkan ?


12/19/15

Dumilah ayuningtyas

44

Tanyakan pada mereka

12/19/15

Dumilah ayuningtyas

45

Belajar dari Papa paling Hebat didunia

TERIMA KASIH

Empat Kunci Pengembangan


Institusi

Learning Organization
Strategic leadership
Good Corporate Governance
Good Clinical Governance

SE
SU
I _K
AN

BERKASIH SAYANG
M
E_
SE
LA
RA
S_
KA
N
PERTUMBUHAN
YANG
CEPAT

ME
_

BERUBAH
MENJADI
MAKIN
BAIK

K
I
J
A
B
_
L
A
M
A
_
R
BERSEDEKAH
BE

GOOD PRODUCT

ME
_

SE
SU
I _K
AN

M
E_
Private Financing
GOOD C.G.
SE
LA
Institutional Financing
RA
S_
KA
N
PERTUMBUHAN
YANG
CEPAT
K
I
J
A
B
_
L BRAND
A
M
A
_
R
Public
Financing
E
B

Star Guide
Framework

The STAR
Framework

Value Adding Service Activities

Critical to the success of the organization


Explicit strategies developed for each
Component must be coordinated and work
in concert
Role and responsible of Strategic leaders
and managers for developing and
managing the strategic plan to ensure the
compatibility of pre-service,point of
service,and after service strategies

Value Adding Service Delivery Strategies LKBK

Pre service
Point Of service
After -service

Falsafah Budi Kemuliaan


Kami, warga Budi Kemuliaan berkeyakinan bahwa:

Masyarakat suatu bangsa hanya


akan tumbuh dan berkembang
menjadi bangsa yang bermartabat
apabila bangsa tersebut sehat,
cerdas, dan berakhlak mulia
Mencerdaskan dan menyehatkan
perempuan, sebagai bagian dari
keluarga, mutlak diperlukan dan
berperan besar untuk
mendapatkan generasi baru yang
lebih berkualitas
Adalah sebuah kehormatan,
kebaikan, dan bagian dari ibadah,
terlibat aktif dalam upaya

Falsafah Budi Kemuliaan


Warga Budi Kemuliaan dan setiap
pihak yang berhubungan dengan
Budi Kemuliaan adalah insan yang
bermartabat
Semangat kekeluargaan
merupakan modal dasar untuk
maju dan bertumbuh-kembang
bersama
BK adalah wahana untuk
melakukan kebajikan guna
membangun keluarga yang sehat,

Moto
Kami, melayani
insan bermartabat
secara
bermartabat
Paradigma
Wanita (Januari 1901)
Saya yakin wanita berpengaruh besar
terhadap masyarakat.penjelmaan
khayalanku tentang wanita,
hendaknya perpaduan budi-pekerti
yang luhur serta intelektual yang
tinggi dilengkapi sifat kewanitaan
yang abadi

Memuliakan perempuan
yang diberi amanah
oleh Allah SWT untuk
melahirkan generasi
berikut.

PENGGUNAAN VENTILATOR
KASUS

2012

2013

PEB+UDEM PARU

EKLAMPSI

HPP

SEPSIS

LAIN2
(GBS,PANKREATITIS,CV)

11(10,0 %)

7 (11,6%)

109

60

JUMLAH
JUMLAH KASUS
KOMPLIKASI

KORTIKOSTEROID ANTENATAL

24-34 MINGGU

PERSALINAN

2011

2012

2013

400

363

336

7948

7097

4468

Revenue to growth strategy:


To increase fee-for-service
revenues by aggresively
increasing market share

Financi
al

Profit
Growth

S
D
Patien
t

S
A

Productivity
To improve Strategy
Efficiency throgh staf
competency and technology

Preserviceawareness :
Reputation
and image
creation

Productivit
y
Point of
service :
Prompt
service
Continuum of
care
Courteous
provider

After
service :
Follow up
Billing
Follow on

Organization Culture - Caring


Organization Structure Matrix,
Flexible
Strategic ResourcesAtractive Facilities-State- of
-the Art Tehchnology

Intern
Marketin
Efficienc
al
Quality
g
proces
Theme
y Theme
Theme
Learni
s
ng &
Workforce
Technology
Strategic
Growt
Development
Infrastructure
Thinking
h
Source : Adapted from Robert S. Kaplan and David P. Norton, Having Trouble with Your Strategy?
Then Map it,

Good Clinical Governance


Clinical governance is a powerful, new and
comprehensive mechanism for ensuring that
high standards of clinical care are maintained
throughout the Hospital and the quality of
service is continuously improved.

Health System

Health System
Failure
TOO
HIERARCHICAL
Rigid Barriers
Kept Profesionall
group separate and
isolated

Inflexible

Quality Of Service
exhausting and Unworkable

Cultur Unfit

Non-blaming culture
Support by leader
Self-hearted driven

Kami bersedia berbuat apapun,


memberikan diri kami, menerima luka
hati. Air mata darah akan mengalirbanyak, amat banyak, tapi tidak mengapa.
Semua itu akan menuju kemenangan
bangsa.
Tak ada cahaya yang tidak diawali gelap
gulita.
Fajar akan lahir dari malam.
(Surat kepada Eddi A-17 Agustus 1902)
Tahukah kau semboyanku ?
Saya Mau ! dua patah kata yang pendek ini sudah
beberapa kali mendukung saya menembus kesulitan
bergunung-gunung.
Boleh dan mau ! Gabungan yang lebih indah, tidak
akan terjadi. Dan sanggup haruslah melengkapi
menjadi tiga serangkai.
(Surat kepada Stella-12 Januari1900 & Surat kepada ny. Abendanon-1
November 1900)

Sadar Diri
Tarekah

Syariah

Merdeka

Sadar
Diri

Salam
Senyum
Sapa
Sopan
Santun

Hakikah

Bertind
ak

Pikiran

Sadar
Fasilitas

Sadar
peran

3A

Kebiasaa
n

Gabung
peran diri
& org. lain

Baik
Buruk

Makrifat
Allah

Akhlak

Silaturahi
m

Menyenan
gkan
orang lain

14 Hakekat Pemimpin (mampu menjadi


damai)
Corporate Sufi ( Azim Jamal ) :

Tahu
Tujua
n

Pantang
Menyera
h
Bera
ni
Beda

Hidup
Perca
dgn
ya
prinsip
Yang
Taat
Ghaib
azas
Belaj
ar
tiada
henti

Arti
hidup
&
mati

Nikmati
perjalan
an

Hidup
seimbang

Jadi
Pemim
pin

Menjina
k
kan ego
Jaga
sikap
positif

Bangun
spirituali
sme

Merasak
an
kehadira
n Allah

TERIMA KASIH
Insya Allah
Wallahualam bissawab

Dari si kecil pun kita belajar

dumilah ayuningtyas

161

BELAJAR DARI ELANG

Pengorbanan mencapainya..

164

PERJUANGAN MENJADI MASTER


Belajar dari semangat seekor
ELANG
Menuju
KEHIDUPAN BARU

Eagles enjoy the longest life expectency among bird species

They can live up to 70 years

In order to survive, they have to make a critical decision at the age of 40

When eagles turn 40, their claws


weaken and is hard for them to
catch preys
Their beaks are growing long &
curved almost touching their
chest
Their wings are heavier due to
thick & long feathers

They have 2 Choices :


Dying,
OR
Undergoing a painful transformation

They have to fly to the


top
Built their home there
And REST
150 days of perseverance &
steadfastness...

They have to hit their beaks against the rock


till them fall off
And wait patiently for the new beaks to grow
They will use their new
beaks to pull out their nails

With their newly grown


nails, they will then clean
off their old feathers
5 months later, the eagles will fly
again with their new feathers
They renew their strength for another 30 years!

Sometimes we have to make difficult


decisions in life

In order to embark on a new journey


Let go your old habits and traditions, And let yourself
fly again

like

EAGLE

If we put down our old self,


eagerly pick up new skills,
we are able to explore the
undiscovered talents in us

Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum sampai


masing-masing mereka merubah nasibnya dirinya sendiri
(Ar Raadu 13)

Practices make perfects

Karena Hanya sekali kita mati


(Soekanto SA)
Buat hidup menjadi penuh arti...

Proses Pendampingan

EMAS:

Menurunkan Kematian Ibu


Meningkatkan cakupan intervensi
dan Neonatus
maternal
neonatal emergensi yg
efektif

Meningkatkan Kualitas
pelayanan KIA

Meningkatkan efisiensi
dan efektifitas dari
Sistem Rujukan

*Clinical Performance
Standards
*Behavioral Interventions
*SIPPP (SMS learning)
*Death and Near Miss Audits
*Service Charter
*Sigapku (SMS citizen
feedback)
*Dashboards
*Staf from puskesmas
complete rotations in
hospitals

*Referral Performance
Standards
*Network MOUs
*Sijari EMAS (referral
exchange)
*Maternal Perinatal Audit
at District Level (pathway
audit)
*Equitable access/social
insurance

*National Advocacy with Professional Associations, MOH, other


stakeholders
*Pokja multi-sector TWG
*Civic Forum community members *Civic Engagement
*Citizen Feedback (e.g. Sigapku, CRC)

Jejaring Vanguard
Peran RS Vertikal +
Nasional + Organisasi
Profesi

FASILITAS KESEHATAN

Enabling Environment
PEMDA: Bupati, CSO
Forum
Masyaraka
t

Referral
exchange
(Sijari
EMAS)

Multisector
Working
Group

Standard
Rujukan

KABUPATEN

Mekanism
e Umpen
balik
masyarak
at

Standard
Kinerja

Maklumat
Pelayanan

Perjanjian
Kerjasama
dlm jejaring

Standard
Clinical
governance

Umpan balik
masyarakat
(SIGAPKU)

Learning
Reinforcem
ent
(SIPPP)

Support Mechanism & Enabling Enviroment


ENABLING ENVIROMENT

Pregnant
Women
Env. 1

Referral
Process
Env. 2

Health
Facilities

(EMAS
Target &
Scale up)
Env. 3

Obstetric
Social
Civic
Pediatric
Social

Forum, MCH Motivator, Interfaith group


Policy Advocacy
Env. 4

reating Enabling Environment to Strengthen Referral System and Better Services


EMAS
Objective I

Objective II
Kick off Program
1. Working Group Established (1st
Month)

Assesment (Facility
(P1)+Referral+Civicus Index)

EMAS Planning Workshop

EMAS Technical Assistance


2. Civic Forum(established in Quarterly
First)

Facilities
4. Service Charter in each facility as tools
oversight by citizen to improve (2nd
Quarterly) discuss on service standard
coincide with P-2/clinical TA
5. Monitoring Public Service and Feedback
Management based on service charter
(Quarterly 3-4)

Action Plan and report

3. Facilitation the MoU amongst facilities


(Mou must be signed in first quarterly)

Feedback and result

coordination

MANAJEMEN DAN KONSE


PENDAMPINGAN

199

Berorientasi pada HAMBATAN,


TERBATAS

Results
(Vision)

MODEL

Pendekatan
PERUBAHAN

Actio
n

Knowledg
e

Informatio
n

Data

Mendorong
pembelajara
n dari
dokumentasi
&
mendapatka
n
pengetahua
n baru

201

Kerangka pendekatan Pendampingan


Input
Proses :
Dialog
dan Aksi
Output :
manajem
en
Outcome

impact

Strategic Leadership - Learning


Organization &
Clinical Governance
Aktor

Institusi
kesehat
an

tim

Kebijakan

Stake
holde
rs

Program Tata Kelola


dan indikator
kinerja diterapkan

Petugas kesehatan
mengimplementasi
kan GCG dan
indikator kinerja

Monitoring
dan Evaluasi

Kualitas

turunnya
yang bermutu MMR

Bekerja sesuai pelayanan


Standar

dll

Level

PusatProvinsi
Kabupat
en
PusatProvinsi
Kabupat
en
Kecamata
nMasyarak
at

LAKSANAAN PENDAMPINGA

203

Skema Langkah-langkah Kegiatan Pendampingan


Siklus Peningkatan
Kualitas
Penyamaan VISI

Unsur Pemerintahan
Daerah
Instansi terkait
DPRD
Organisasi Profesi
Forum Masyarakat
POKJA

Persiapan menjadi
model &
Pendamping
Klinik

Pengorganisasian Tim Peningkatan Kualitas


EmMN
Siapa yg
Siapa yg
MEMAKSA??
Pengorganisasian Tim EMAS RSUD
Direktur?
Staf yg representatif:
1. Struktural
: Dir. Yanmed
Dinas Kesehatan?
2. Fungsional : Ka SMF (Kebidanan, Anak, Profesi?
Anastesi)
Tugas Utama:
Kementrian
1. Inisiasi
Tim Inti penggerak SLLO dan GCG : Kesehatan?
Implementasi
Sp. Emergensi
Karu UGD
Sp. Kebidanan Fungsi Karu KB
Klinikal
Karu
Nifas
Leader
Sp. Anak
Karu Perina
Sp. Anastesi
Karu OK

Sistem Penunjang untuk


keberlanjutan:
1. Legal aspect : SK Tim
2. Role of Detail Authority : SK Jobdesc
3. Equipment : Sarana dan Prasarana

Sistem EMAS
2. Mengawal
Implementasi
Sistem EMAS
3. Memastikan
dilaksanakan
nya Sistem
EMAS

206

207

208

Tantangan Terbesar
Clinical governance adalah ide besar yang telah
terbukti dapat mempertahankan dan meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan.
Untuk melakukannya diperlukan kebersamaan dari
kalangan profesional dan komitmen dari manajemen
guna menyusun suatu rencana aksi yang terpadu
dalam organisasi pelayanan kesehatan. Hal ini
membutuhkan kepemimpinan dan kreatifitas.

Merubah konsep ini menjadi


realitas

Jika semua tantangan dapat dijawab maka


keuntungan yang didapat adalah bagi rumah sakit,
profesional dan pasien/klien.

Bangunan Clinical Governance


Pengorganisasi
an tempat
kerja
SOP
Ceklis
Job aids
Dasboard
Klinik
AUDIT
SMS learning
SiJari EMAS

AUDIT
Dashboard
SiJARi EMAS
SIGAPKU

Asesmen
Ketrampilan
Update
Klinis/Teknis
Magang petugas
kesh
Peningkatan Peran
SMF

Audit Medik/Near
miss
Utilisasi Dashboard

DATA
KEPEMILIK
Adapted from Clinical Governance Model, National Clinical Governance
AN?
Support Team
?