Anda di halaman 1dari 3

Nama : Pramudya Widyantoro

Nim

: 1452500174

TVRO (TELEVISION RECEIVE ONLY)


TVRO atau singkatan dari Television Receive Only adalah sebuah alat yang
berfungsi untuk menangkap sinyal yang dipancarkan oleh satelit. TVRO tersusun
dari: Parabola, LNB, dan Satellite Receiver.Banyak yang orang mengira jika TVRO
adalah Parabola karena apabila kita lihat, komponen yang paling mudah terlihat
adalah parabola nya. Dan banyak pula pertanyaan mengenai, menapa untuk
meneriama siaran tv harus menggunakan parabola. hal ini di karenakan sinyal
yang berasal dari satelit yang sampai di bumi sangatlah lemah, sehingga perlu
antena yang besar untuk menangkapnya. Antena TVRO yang digunakan di stasiun
Indovision berdiameter 4,5 meter. Penguatan sinyal dapat berbeda-beda tergantung
pada proses pabrikasi dan saat instalasi.

Antena parabola didesain sedemikian rupa sehingga sinyal yang ditangkap


dipantulkan oleh piringan berbentuk parabola, untuk kemudian dikumpulkan ke satu
titik yang disebut titik api. Di titik api kemudian sinyal yang lemah itu dikumpulkan
sehingga daya nya menjadi lebih kuat. Prinsip kerja dari antena parabola untuk
pemancar (up-link) maupun untuk penerima (down-link) adalah sama. Antena
parabola untuk pemancar pasti bisa digunakan sebagai penerima. Tetapi tidak
sebaliknya, Antena penerima TVRO, tidak boleh digunakan untuk antena pemancar,
karena design dan konstruksinya berbeda. Antena untuk pemancar tidak boleh

dibuat sembarangan. Antena pemancar harus di design secara presisi, dengan


bahan berkualitas tinggi, konstruksinya juga harus kuat / kokoh dan spesifikasi dari
radiasi gelombang yang dipancarkanya harus mengikuti standar yang telah
ditetapkan.
Sebagai antena penerima, makin besar diameter piringan parabola akan semakin
banyak sinyal yang bisa ditangkap,bisa dikatakan, makin besar diameter parabola
antena itu akan makin sensitif pula dalam menerima sinyal-sinyal yang lemah.
Sebaliknya untuk antena pemancar, makin besar diameter parabola semakin
banyak pula sinyal yang bisa dipancarkan ke satu arah tententu.

Sumber digram stasiun relay tv :www.2wijaya.com


Satelit Receiver
Satelit Receiver merupakan sebuah perangkat yang digunakan dalam proses
downlink yang berfungsi untuk menerima sinyal L-band dan mendemodulasikan dan
memberikan keluaran sinyal audio/video dalam bentuk analog maupun digital.
Dalam pengoperasian receiver ini perlu dilakukan suatu penyesuaian frekuensi
terlebih dahulu. Antena dan LNB merupakan alat yang bersentuhan langsung
dengan sinyal-sinyal yang diterima. Karena sinyal ini sangat lemah, maka noise
yang dihasilkan juga kecil,namun betapapun noise yang dihasilkan tetap akan
mempengaruhi / mengganggu penerimaan sinyal.
LNA ( Low Noise Amplifier )
Sinyal-sinyal yang dikumpulkan oleh antena parabola pada masih cukup
lemah, sehingga perlu diperkuat lagi oleh sebuah amplifier/penguat. Sinyal yang
akan diperkuat ini masih sangat lemah (ordenya sekitar 1 pico watt atau sepuluh
pangkat minus 12), maka amplifier yang digunakan harus memiliki noise yang
sangat rendah. Amplifier dengan noise yang sangat rendah ini disebut Low Noise
Amplifier (LNA). Digunakan Low Noise karena hampir setiap amplifier disusun dari
rangkaian penguat yang bertingkat-tingkat. Di setiap tingkat akan selalu muncul
noise yang berasal dari dalam penguat itu sendiri. Noise yang muncul di tingkat
pertama akan diperkuat oleh penguat kedua, lalu diperkuat lagi dan seterusnya. Jadi

makin besar noise yang dihasilkan dari dalam penguat itu sendiri akan makin besar
pula noise yang dihasilkan di tingkat paling akhir. Selanjutnya setelah sinyal dari
satelit yang lemah tadi diperkuat oleh LNA, maka sinyal menjadi cukup kuat untuk
kemudian di geser frekuensinya.
LNB (Low Noise Blok Amplifier)
Penggeseran frekuensi tersebut dilakukan di dalam satu perangkat LNA
berikut rangkaian penggeser frekuensi ini disebut dengan Low Noise Blok Amplifier
(disingkat menjadi LNB). Penggeseran atau penurunan frekuensi dari C-Band ke LBand ini dimaksudkan agar sinyal tersebut mendapat redaman yang lebih rendah
ketika disalurkan melalui kabel coaxial yang panjang. Pada perangkat TVRO,
perangkat LNB diletakkan di luar ruangan tepatnya dipasang di dekat titik api
antena parabola. Sinyal yang ditangkap oleh parabola sangatlah lemah (sekitar 1
pico watt). Jika sinyal yang sangat lemah ini kemudian langsung diredam oleh kabel
coaxial. Pasti sinyal akan semakin melemah. Maka ketika diperkuat oleh LNB, noise
dari kabel coaxial ini akan bertambah besar. Akibatnya perbandingan antara
kekuatan sinyal terhadap noise menjadi sangat rendah, bahkan nilainya bisa minus.
Jika hal ini terjadi,maka yang terjadi sama sekali tidak menerima (informasi) apaapa. Inilah sebabnya LNB diletakkan dekat dengan titik api parabola sehingga sinyal
yang diperkuatnya tidak mendapat banyak redaman dan tidak mendapat tambahan
noise, kecuali noise dari LNB itu sendiri.