Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN

NUTRISI PADA
PENYAKIT
METABOLIK:
Prof.DR.Dr. Suryani
Asad,M.Sc.,Sp.GK.
Diabetes
Mellitus

PENDAHULUAN
DM terdiri dari :
DM tipe 1;
DM tipe 2;
DM tipe lain;
DM gestasional.
Terapi nutrisi medik merupakan bagian
integral dalam penatalaksanaan DM.

TUJUAN PENATALAKSANAAN

Mencapai & memelihara kondisi


metabolik yang optimal
Mencegah & mengobati komplikasi DM
Meningkatkan derajat kesehatan
Pemberian saran nutrisi dengan
mempertimbangkan kebiasaan &
budaya setempat.

SUBYEKTIF

1. Anamnesis
Identitas Pasien
Riwayat Penyakit Umum
Riwayat Gizi
Keluhan khas :
3P : polifagi, polidipsi, poliuri
Penurunan BB drastis
Keluhan tidak khas :
Kesemutan, gatal daerah genital, keputihan,
infeksi sulit sembuh, bisul hilang-timbul,
penglihatan kabur, cepat lelah, mudah
mengantuk.

OBYEKTIF
2. Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum
Tanda-tanda

klinis defisiensi nutrien (lihat

lampiran)

3. Antropometrik

Tinggi badan
Berat badan
Indeks Massa Tubuh (IMT)
Lingkar perut; Lingkar panggul

OBYEKTIF
4. Laboratorium
Kadar GDP dan GD2PP
HB A1c
Trigliserid, kolesterol-LDL, kolesterol-HDL
SGPT, SGOT, GGT
Ureum, Kreatinin, Asam urat
Urin rutin
Keton (bila glukosa darah > 250 mg%)
UUN (bila proteinuri)

OBYEKTIF
5. Pemeriksaan Fungsional

6.

Dilakukan sesuai kondisi fisik pasien

Analisis Asupan
Dietary Assessment
24-h

food recalls
Diatery history
Jumlah dan jenis

Toleransi asupan nutrien

7. Pemeriksaan Penunjang
Foto

rontgen toraks

ASSESSMENT

Diagnosis Kerja
DM BB normal, DM BB kurang, DM BB
berlebih
Status Gizi Antropometrik
Obesitas/Normal/Malnutrisi :
ringan/sedang/berat.
Status Metabolik
DM terkontrol
DM tidak terkontrol : terkompensasi atau
tidak terkompensasi (tak ada atau ada
keton urin).

PLANNIN
G
Penatalaksanaan Terapi Nutrisi
Komposisi Nutrisi
Cairan
Energi
Untuk mencapai & mempertahankan
BB normal.
Penambahan energi dari karbohidrat
diperlukan pada ekstra kegiatan
terutama untuk DM tipe 1
Pengurangan energi diperlukan DM
tipe 2 dengan obesitas

Makronutr
Protein
ien
15-20% total energi (tingkat asupan

pada umumnya).
Diabetes tidak terkontrol, kebutuhan
protein agak meningkat, tetapi tidak
lebih besar dari tingkat asupan pada
umumnya.
Lemak
Lemak jenuh <10%, kolesterol <300
mg/hari.
Minimalkan lemak trans.
Disarankan minimal 2-3 kali konsumsi

Makronutrien
Karbohidrat
Utamakan karbohidrat yang berserat : biji-bijian,
buah, sayuran.
Total KH lebih penting dari sumber dan tipenya.
Pemberian KH harus konsisten sesuai dengan
dosis obat terutama penderita dengan terapi
insulin intensif.
Sebagian KH pada DM tipe 2 sebaiknya diganti
dengan lemak tak jenuh tunggal (expert
consensus total 60-70% total energi )

PLANNIN
G
Mikronutrien
Sampai

saat ini suplemen vitamin dan mineral


belum terbukti manfaatnya.
Non-nutrien (farmakoterapi)
Pemanis buatan dapat dikonsumsi dalam
jumlah aman.
Metoda Pemberian Nutrisi
Cara pemberian :
Nutrisi oral
Bentuk Nutrisi
Bentuk makanan per oral
Makanan padat, makanan sesuai kebiasaan

Monitoring &
Evaluasi
Monitoring

Sesuai dengan jalur pemberian nutrisi & kondisi


pasien

Evaluasi
Penilaian

Keadaan Umum
Penampilan fisik
Tekanan darah, nadi
Analisis Asupan
Pola makan : 24-h food recalls serial
Pola aktivitas fisik
Penilaian Status Gizi
Perubahan berat badan, lingkar perut
Penilaian Status Metabolik
Lab : Glukosa darah, HbA1c, trigliserid, LDL,

Edukasi

Perubahan pola hidup : pola makan, pola


aktivitas, perawatan diri.
Penyuluhan diet DM.