Anda di halaman 1dari 15

Saham Preferen adalah suatu campuran, saham ini mirip obligasi di beberapa hal dan

dengan saham biasa dibeberapa hal lainnya.


Investor saham preferen lebih berisiko daripada
obligasi :
1. Klaim pemegang saham preferen berada dibawah klain obligasi
2. Pemegang obligasi kemungkinan besar akan tetap terus menerima pendapatan
selama masa sulit.

Jenis saham preferen


1. Saham preferen dengan tingkat bunga yang dapat disesuaikan adalah saham
preferen yang dividenya dikaitkan dengan tingkat bunga dari sekuritas
pemerintah.
2. Saham preferen lelang pasar/pasar uang adalah sekuritas dengan masa tujuh
minggu, berisiko rendah, hampir tidak kena pajak yang dapat dijual di antara
tanggal-tanggal lelang mendekati nilai parinya.
Keuntungan dan kerugian saham preferen
Keuntungan saham Preferen :
1. Berbeda dengan obligasi, kewajiban untuk membayar dividen preferen tidak
tercantum dalam kontrak, dan melewatkan pembayaran dividen preferen tidak
menggangu keuangan perusahaan.
2.Dengan mene bitkan saham preferen, perusahaan terhindar dari dilusi saham biasa
yang terjadi ketika saham di jual.

Kerugian saham preferen


1. Dividen saham preferen bukanlah pengurang pajak bagi emiten saham, sehingga
biaya saham preferen setelah pajak umumnya lebih tinggi dari biaya utang
setelah pajak.
2. Meskipun dividen saham preferen dapat dilewatkan, walau investor berharap
dividen tetap dibayar.

Saham preferen (bahasa Inggris: 'Preferred stock') adalah bagian saham yang memiliki
tambahan hak melebihi saham biasa. Ada beberapa jenis saham preferen, antara lain:
1. Saham preferen partisipasi; saham preferen yang membagikan dividen kepada
pemegangnya; pemilik saham ini setelah menerima deviden tetap mempunyai hak
untuk membagi keuntungan yang dinyatakan sebagai dividen kepada pemegang
saham biasa (participating preference shares).
2. Saham preferen nonkumulatif; saham preferen yang tidak mempunyai hak untuk
memdapatkan dividen yang belum dibayarkan pada tahun-tahun yang lalu secara
kumulatif (noncummulative preferred stock).

Perbedaan saham preferen dan saham biasa

1.

2.

1.
2.

Saham preferen adalah saham yang pemiliknya akan memiliki hak lebih
dibanding hak pemilik saham biasa. Pemegang saham preferen akan mendapat
dividen lebih dulu dan juga memiliki hak suara lebih dibanding pemegang
saham biasa seperti hak suara dalam pemilihan direksi sehingga jajaran
manajemen akan berusahan sekuat tenaga untuk membayar ketepatan
pembayaran dividen preferen agar tidak lengser.Ada beberapa jenis saham
preferen, antara lain:
Saham preferen partisipasi; saham preferen yang membagikan dividen kepada
pemegangnya; pemilik saham ini setelah menerima deviden tetap mempunyai
hak untuk membagi keuntungan yang dinyatakan sebagai dividen kepada
pemegang saham biasa (participating preference shares).
Saham preferen nonkumulatif; saham preferen yang tidak mempunyai hak untuk
memdapatkan dividen yang belum dibayarkan pada tahun-tahun yang lalu
secara kumulatif (noncummulative preferred stock).
Saham Biasa adalah suatu sertifikat atau piagam yang memiliki fungsi sebagai
bukti pemilikan suatu perusahaan dengan berbagai aspek-aspek penting bagi
perusahaan. Pemilik saham akan mendapatkan hak untuk menerima sebagaian
pendapatan tetap / deviden dari perusahaan serta kewajiban menanggung resiko
kerugian yang diderita perusahaan.
Perbedaan utama dari saham biasa dan saham preferen adalah hak dan
kewajibannya. Biasanya saham preferen diterbitkan secara terbatas.
Jadi dapat disimpulkan perbedaan antara saham preferen dengan saham biasa:
Pada saham biasa mendapatkan hak untuk memilih direksi dan kebijakan
tertentu, sedangkan preferen tidak (kecuali dalam situasi tertentu).
Deviden pada saham biasa tergantung kinerja perusahaan, kalau baik mereka
akan medapatkan keuntungan setimpal, bigitupun sebaliknya. Tapi untuk saham
preferen sudah ditetapkan devidennya.

3. Jika perusahaan gulung tikar atau dilikuidasi, dalam hal pengembalian investasi,
pemegang saham preferenlah yang diutamakan dibandingkan dengan pemegang
saham biasa.
4. Pada pemegang saham biasa diberi hak untuk memesan kembali, sehingga dapat
memelihara proporsi kepemilikan perusahaan, kalau preferen tidak.

Saham Preferen
Sering disebut sebagai surat berharga hybrid karena :
v Serupa dengan saham biasa dalam hal : tidak memiliki tanggal jatuh tempo,dividen yang
tidak dibayarkan tidak menyebabkan kebangkrutan,dividen tidak dapat mengurangi
pembayaran pajak.
v Serupa dengan obligasi dalam hal jumlah dividen yang dibayarkan memiliki batas tertentu.

Ciri dan karakteristik saham preferen :


1. Terdiri dari berbagai golongan/seri/kelas yang masing-masing mempunyai
karakteristik yang berbeda.
2. Klaim atas aset dan penghasilan : mendapat prioritas lebih dahulu atas aset dan
penghasilan sewaktu terjadi kebangkrutan.
3. Sifat Kumulatif : pemenuhan atas dividen yang belum dibayarkan sebelumnya harus
diselesaikan sebelum dividen saham biasa diumumkan.
4. Ketentuan-ketentuan perlindungan : melindungi kepentingan investor dengan
memberikan hak voting pada saat dividen tidak dibayar,perusahaan memiliki
kesulitan keuangan,pembatasan pembayaran dividen saham biasa,tidak dipenuhinya
pembayaran sinking fund.
5. Dapat diubah/dikonversi menjadi saham biasa.
6. Tarif yang dapat disesuaikan : tujuannya untuk melindungi investor atas fluktuasi
tingkat bunga yang berpengaruh pada dividen yang dibayarkan.
7. Sifat Partisipasi : pemegang saham dimungkinkan untuk memperoleh
penghasilan/mengambil bagian melebihi pembayaran dividen yang ditentukan.
8. Payment in Kind : investor tidak menerima dividen di muka namun mendapatkan
saham preferen yang lebih banyak yang pada gilirannya mendapatkan dividen saham
yang besar.

9. Sifat Penghentian : saham preferen dapat ditarik yang memungkinkan untuk dibeli
kembali saham preferennya dari pemegang saham dengan harga dan jangka waktu
yang telah ditentukan yang mana memerlukan persyaratan adanaya dana simpanan
untuk penghentian saham preferen tersebut (sinking fund provision).
Penilaian Saham Preferen :
D
Vps =
kps

Vps
D

= penilaian saham preferen


= dividen tahunan

kps

= tarif pengembalian yang diharapkan

Saham Biasa
Merupakan wujud perwakilan kepemilikan suatu korporasi.Saham biasa tidak mempunyai
tanggal jatuh tempo dan tetap ada sepanjang perusahaan masih ada,tidak ada batasan atas
pembayaran dividen.
Ciri dan karakteristik saham biasa :
1. Klaim terhadap penghasilan setelah kewajiban atas kreditur (pemegang obligasi) dan
pemegang saham preferen dibayarkan.
2. Klaim atas aset setelah kewajiban atas kreditur (pemegang obligasi) dan pemegang
saham preferen dibayarkan.
3. Hak suara dalam memilih dewan direksi,memberikan persetujuan terhadap anggaran
dasar perusahaan.
4. Hak didahulukan : hak untuk mempertahankan proporsi saham dalam kepemilikan
perusahaan yang mana ketika saham baru diterbitkan,pemegang saham biasa
didahulukan untuk membeli saham yang baru tersebut.
5. Tanggung jawab terbatas : bila terjadi kebangkrutan tanggung jawab pemegang saham
biasa dibatasi sampai jumlah modal yang disetor.

Penilaian Saham Biasa :

Penilaian Saham Biasa Single Holding Period

D1
Vcs =

P1
+
(1+ kcs)

Vcs

(1+ kcs)

= penilaian saham biasa

D1

= nilai sekarang dari dividen yang diterima pada 1 tahun

P1

= nilai sekarang dari harga pasar yang diterima pada 1 tahun

kcs

= tarif pengembalian yang diharapkan

Penilaian Saham Biasa Multiple Holding Period

D1
Vcs =
kcs g

Vcs

= penilaian saham biasa

D1

= dividen tahun kesatu

kps

= tarif pengembalian yang diharapkan

= tingkat pertumbuhan

Tingkat Pengembalian yang Diharapkan oleh Pemegang Saham


Tingkat pengembalian atas saham preferen/saham biasa tergantung dari kebijakan manajer
keuangan,karena manajer lebih mengetahui ekspektasi dari investor yang nantinya dapat
mempengaruhi pembiayaan atas proyek baru.
Tingkat pengembalian yang diharapkan Saham Preferen :

_
kps =

P0
_
kps

= tingkat pengembalian yang diharapkan saham preferen

= dividen tahunan

P0

= harga pasar

Tingkat pengembalian yang diharapkan Saham Biasa :


_

D1

kcs =

+g
P0

_
kcs

= tingkat pengembalian yang diharapkan saham biasa

D1

= dividen pada tahun kesatu

P0

= harga pasar

= tingkat pertumbuhan

Saham preferen merupakan saham yang memiliki banyak keutamaan dibandingkan dengan
saham biasa. Saham preferen biasa disebut juga dengan saham campuran. Ada banyak
kelebihan yang dimiliki oleh saham preferen dibandingkan dengan saham biasa, namun
secara karakteristik saham campuran sama seperti saham biasa. Saham biasa umumnya hanya
diberikan secara terbatas sesuai dengan jumlah yang diberikan. Saham preferen prinsipnya
sama dengan saham biasa dimana saham jenis ini juga sebagai instrumen finansial dari
sebuah kepemilikan perusahaan yang menerbitkan sahamnya.
Dengan penerbitan saham preferen, perusahaan bisa mendapatkan dana berupa uang tunai
untuk pendanaan jangka panjang perusahaan tersebut. Hal ini bisa meningkatkan modal
bisnis suatu perusahaan disamping menerbitkan obligasi. Biasanya saham preferen juga
dijual seperti saham biasa dan penjualannya meliputi 2 tipe pasar seperti berikut :

Pasar primer
Pasar sekunder

Saham preferen Jenis jenis saham preferen

Saham preferen sama halnya seperti saham biasa yang memiliki ciri khas tersendiri. Berikut
adalah ciri khasnya :
1. Mempunyai tingkatan atau level, saham preferen bisa diterbitkan dengan
ciri khas tertentu.
2. Memiliki tunggakan dari penghasilan dan aktiva, untuk urusan pendapatan
deviden saham preferen memiliki prioritasnya tersendiri.
3. Dividen yang didapat sifatnya stack/kolektif, artinya saham jenis ini bisa
mendapatkan dividen yang menumpuk jika sebelumnya tidak
mendapatkan dividen sama sekali.
4. Saham preferen umumnya bisa dijadikan kembali menjadi saham biasa
dengan persyaratan persetujuan dari pihak penerbit saham dan
pemegang saham.
Saham preferen Sifat saham biasa

Berbeda sedikit dengan saham preferen, saham biasa umumnya memiliki ciri seperti
berikut :
1. Pemegang saham dapat memilih komisaris perusahaan.
2. Bila penerbit saham menerbitkan saham baru maka hak bisa diutamakan.
3. Tanggung jawab terhadap saham hanya yang diberikan saja.

A. Saham Biasa
Saham Biasa adalah suatu sertifikat atau piagam yang memiliki
fungsi sebagai bukti pemilikan suatu perusahaan dengan berbagai
aspek-aspek penting bagi perusahaan. Pemilik saham akan
mendapatkan hak untuk menerima sebagaian pendapatan tetap /
deviden dari perusahaan serta kewajiban menanggung resiko
kerugian yang diderita perusahaan.
Orang yang memiliki saham suatu perusahaan memiliki hak untuk
ambil bagian dalam mengelola perusahaan sesuai dengan hak
suara yang dimilikinya berdasarkan besar kecil saham yang
dipunyai. Semakin banyak prosentase saham yang dimiliki maka
semakin besar hak suara yang dimiliki untuk mengontrol
operasional perusahaan.
B. Saham Preferen
Saham preferen adalah saham yang pemiliknya akan memiliki hak
lebih dibanding hak pemilik saham biasa. Pemegang saham
preferen akan mendapat dividen lebih dulu dan juga memiliki hak
suara lebih dibanding pemegang saham biasa seperti hak suara
dalam pemilihan direksi sehingga jajaran manajemen akan

berusahan sekuat tenaga untuk membayar ketepatan pembayaran


dividen preferen agar tidak lengser.
C. Pemilik Saham Individu / Perorangan dan Organisasi / Perusahaan
Pemilik saham individu adalah orang perorangan non badan usaha
yang menanamkan sejumlah uang ang dimilikinya ke pasar modal
dengan ekspektasi mendapatkan laba keuntungan yang lebih tinggi
daripada menabung di bank. Sedangkan pemilik saham organisasi,
instansi atau perusahaan adalah badan usaha yang mengelola
sebagian atau sekuluh modal yang dimilikinya untuk dikelola di
pasar modal untuk mendapatkan keuntungan yang besar secara
profesional.

Contoh Kongkrit :
Seremoni Pencatatan Perdana Saham PT Binakarya Jaya Abadi Tbk
(BIKA) tanggal 14 Juli 2015
14-Jul-2015

Pada 14 Juli 2015, saham PT Binakarya Jaya Abadi Tbk dicatatkan pada Papan
Pengembangan Bursa Efek Indonesia sebagai emiten ke-11 di tahun 2015 dengan kode
BIKA.
Keterangan gambar:
Direktur Utama PT Binakarya Jaya Abadi Tbk dan Direktur BEI Samsul Hidayat (kanan)
pada saat acara seremonial pencatatan perdana saham PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA)
Sebelum menjelaskan perbedaanya , saya akan memberikan masing-masing pengertiannya
dahulu. Perlu diketahui pemegang saham biasa (common stock) dari suatu PT dapat disebut
sebagai pemilik sesungguhnya perusahaan tersebut. Kalau kenerja perusahaan buruk, maka
pemegang saham ini lah yang akan mengalami damak langsungnya, yaitu mereka sebagai
investor akan kehilangan sebagian atau seluruh investasinya karena sebelum mereka
mendapatkan deviden harus didahulukan menyelesaikan kewajiban terhadap pihak lain
(seperti kreditur, karyawan, pemerintah, pemegang saham preferen), jika semua itu telah
terpenuhi barulah pemegang saham biasa bisa mendapatkan pembagian kasnya. Coba
bayangkan apabila kinerja perusahaan baik, maka pemegang saham biasa dapat memperoleh
keuntungan karena mereka memiliki seluruh aktiva perusahaan tentunya setelah dipotong
seluruh kewajiban yang harus dipenuhi.

Pemegang saham biasa tentunya memiliki resiko yang lebih besar, namun mereka juga dapat
memperoleh pengembalian yang lebih tinggi pula dari investasi mereka. Diluar batasan yang
ada dalam anggaran dasar perusahaan, ada hak2 dasar tertentu yang dimiliki setiap pemegang
saham biasa. Hak2 tersebut adalah sebagai berikut :
1. Memberikan suara dalam pemilihan direksi dan menentukan kebijakan tertentu suatu
perusahaan.
2. Memelihara proporsi kepemilikan saham dalam perusahaan melalui pembelian saham
tambahan jika dan ketika saham tambahan tersebut diterbitkan. Hak tersebut adalah
hak memesan terlebih dahulu (preemptive right).
Contoh penjurnalan saham biasa :
Kas.........................................XXX
Saham biasa (common stock)..................XXX
Tambahan Modal Disetor (Agio saham).........XXX

Sekarang kita beralih ke saham preferen (preferred stock), istilah saham preferen sering kali
disalahartikan karena memberi kesan saham preferen lebih baik daripada saham biasa. Saham
preferen tidaklah lebih baik, tetapi hanya berbeda dari saham biasa. Dalam kenyataanya, cara
terbaik untuk memandang saham preferen adalah bahwa pemegang saham preferen
melepaskan berbagai hak kepemilikan guna mendapatkan beberapa perlindungan yang
biasanya dinikmati oleh kreditur.
Hak kepemilikan yang dilepas oleh pemegang saham preferen adalah :

Hak suara. dalam banyak kasus, pemegang saham tidak memiliki hak untuk memilih
direksi, tetapi hak suara dapat diberikan untuk situasi tertentu. Misalnya, beberapa
pemegang saham preferen diberikan hak suara dalam perusahaan jika perusahaan
tidak dapat membayar deviden.
Pembagian keuntungan (deviden). Deviden yang diterima oleh pemegang saham
preferen biasanya tetap jumlahnya. Oleh karena itu jika kinerja perushaan baik, yah
sayang sekali mereka tidak bisa ikut menikmati hasil yang baik itu.
Jika perusahaan dilikuidasi, pemegang saham preferen didahulukan dalam hal
pengembalian investasinya.

Jadi dapat disimpulkan perbedaan antara saham preferen dengan saham biasa:
1. Pada saham biasa mendapatkan hak untuk memilih direksi dan kebijakan tertentu,
sedangkan preferen tidak (kecuali dalam situasi tertentu).
2. Deviden pada saham biasa tergantung kinerja perusahaan, kalau baik mereka akan
medapatkan keuntungan setimpal, bigitupun sebaliknya. Tapi untuk saham preferen
sudah ditetapkan devidennya.
3. Jika perusahaan gulung tikar atau dilikuidasi, dalam hal pengembalian investasi,
pemegang saham preferenlah yang diutamakan dibandingkan dengan pemegang
saham biasa.
4. Pada pemegang saham biasa diberi hak untuk memesan kembali, sehingga dapat
memelihara proporsi kepemilikan perusahaan, kalau preferen tidak.

sumber :
https://diploma4stan.wordpress.com/2012/02/16/manajemen-keuangan/

http://pureliefde.wordpress.com/2010/01/27/perbedaan-saham-preferenpreferred-stock-dengan-saham-biasa-common-stock/
http://forex.marketiva-id.com/tag/perbedaan-utama-dari-saham-biasa-dansaham-preferen
http://organisasi.org/pengertian-arti-definisi-saham-biasa-dan-saham-preferenilmu-pengetahuan-dasar-investasi-ekonomi-keuangan
http://financeroll.co.id/uncategorized/saham-preferen/
http://www.organisasi.org/1970/01/pengertian-arti-definisi-saham-biasa-dansaham-preferen-ilmu-pengetahuan-dasar-investasi-ekonomi-keuangan.html
https://pureliefde.wordpress.com/2010/01/27/perbedaan-saham-preferenpreferred-stock-dengan-saham-biasa-common-stock/

MAKALAH SAHAM
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH Berbicara tentang malah ekonomi kita tidak akan lepas
dari pasar saham atau pasar modal. Di Indonesia sendiri pasar saham suad menajadi bisnis
yang beasr di kalangan peara pengusaha-pengusaha sukses yang bergerak di bidang pasar
saham. Perdangan saham menjadi hal pokok yang di perjualan belikan leh pengusahapengusaha besar karena orientasi dari pasar saham sangat menguntungkan. Hal ini sudah
tidak asing lagi terdengar di telinga kita dari media olektronik tetapi, saat kita mungkin belum
mengetahui apakah yang dimmaksud dengan saham yang sebenarnya. Saat ini kita belum
terlalu memahami mekanisme perdagangan saham di pasar modal, itu di karenakan kita
seakan acuh tak acuh untuk ingin mencari tahu tentang saham. Tetapi dalam makalah ini akan
dibahas sedikit menganai saham.
Apa defeinisi saham itu?
Saham merupakan salah satu sekuritas atau efek atau surat berharga yang diperdagangkan di
pasar modal yang bersifat kepemilikan.
Artinya siapapun yang membeli saham berarti ikut memiliki berapa persen bagian dari
perusahaan tertentu atau perusahaan yang menerbitkan saham.
Pendek kata, saham merupakan bukti kepemilikan seseorang atau instansi terhadap suatu
perusahaan yang menerbitkan saham.
Lalu mengapa perusahaan menerbitkan saham dan mengapa juga mereka membeli saham.
Aktivitas jual beli saham memang salah satu aktivitas yang selalu terjadi di bursa efek.

Tujuan perusahaan menerbitkan saham adalah : untuk menambah modal sedangkan tujuan
mereka atau kita membeli saham adalah untuk mendapatkan keuntungan baik keuntungan
jangka pendek maupun keuntungan jangka panjang.
Mengetahui mengapa berinvestasi di bidang saham merupakan investasi yang menjanjikan.
Karena saham memiliki salah satu ciri yaitu high risk high return, yaitu meski memiliki
tingkat risiko yang lumayan tinggi namun keuntungan yang akan didapat dengan bermainmain di dunia saham bisa berlipat-lipat. Keuntungan tersebut yang membuat para pelaku
bisnis yang bergerak di bidang jual beli saham menjadi tertarik.untuk menekuninya. Kita bisa
mendapatkan untung yang besar hanya dalam waktu beberapa jam saja, namun demikian kita
juga bisa mengalami kerugian yang tidak sedikit bila tidak cermat.
Saham sering diartikan sebagai:
Tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan (Fakhruddin
dan Hadianto, 2001: 6).
Suatu surat berharga yang menunjukkan adanya kepemilikan seseorang atau badan hukum
terhadap perusahaan penerbit saham (Darmadji dan Fakhruddin,2001: 5).

Jenis-Jenis Saham Berdasarkan hak kepemilikannya, maka saham dapat dibagi 2 jenis
(Fakhruddin dan Hadianto, 2001: 12),
Saham Biasa (common stocks) - Merupakan saham yang menempatkan pemiliknya paling
yunior dalam hal pembagian dividen dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila
perusahaan tersebut dilikuidasi. Saham biasa ini merupakan saham yang paling
banyakdikenal dan diperdagangkan di pasar.
pemegang saham biasanya memiliki hak yaitu:
Hak Kontrol - Pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memilih dewan direksi. Hal ini
berarti bahwa pemegang saham mempunyai hak untuk mengontrol siapa saja yang akan
memimpin perusahaannya.
Pemegang saham dapat melakukan hak kontrolnya dalam bentuk memveto dalam pemilihan
direksi di rapat tahunan pemegang saham atau tindakan-tindakan yang membutuhkan
persetujuan pemegang saham.
Hak menerima Pembagian Keuntungan - Sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham biasa
berhak mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan. Tidak semua laba dibagikan, tetapi
sebagian laba akan ditanamkan kembali ke dalam perusahaan. Laba yang ditahan ini (retained
earning) merupakan sumber dana intern perusahaan sedangkan laba yang tidak ditahan
diberikan kepada pemilik saham dalam bentuk dividen.
Hak Preemtive - Hak preemtive (preetive right) merupakan hak untuk mendapatkan
persentase kepemilikan yang sama jika perusahaan mengeluarkan tambahan lembar saham.
Jika perusahaan mengeluarkan tambahan lembar saham yang beredar akan lebih banyak dan
akibatnya persentase kepemilikan saham yang lama akan turun. Hak preemtive memberi
prioritas kepada pemegang saham lama untuk membeli tambahan saham baru, sehingga
persentase kepemilikan tidak berubah.

Saham Preferen (preferred stocks) - Saham ini mempunyai karakteristik gabungan antara
obligasi dan saham biasa karena bisa menghasilkan pendapatan tetap, tetapi bisa juga
mendatangkan hasil seperti yang dikehendaki investor. Ada dua hal penyebab saham preferen
serupa dengan saham biasa yaitu mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal
jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut dan membayar dividen. Perbedaan
saham preferen dengan obligasi terletak pada tiga hal yaitu klaim atas laba dan aktiva,
dividen tetap selama masa berlaku dari saham, mewakili hak tebus dan dapat ditukar dengan
saham biasa. Bebarapa karakteristik saham preferen adalah sebagai berikut: Preferen terhadap
dividen. Pemegang saham preferen mempunyai hak untuk menerima dividen terlebih dahulu
dibandingkan pemegang saham biasa. Saham preferen umumnya memberikan hak dividen
kumulatif, yaitu memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima dividen tahun-tahun
sebelumnya yang belum dibayarkan, dan dibayarkan sebelum pemegang saham biasa
menerima dividennya. Preferen pada waktu likuidasi Saham preferen mempunyai hak
terlebih dahulu atas aktiva perusahaan dibandingkan dengan hak yang dimiliki oleh saham
biasa pada saat terjadi likuidasi. Besarnya hak atas aktiva adalah sebesar nilai nominal saham
preferennya termasuk semua dividen yang belum dibayarkan jika bersifat kumulatif.
Pengertian Harga Saham. Harga saham (Hartono, 1998: 69) adalah harga yang terjadi di pasar
bursa pada waktu tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar yaitu permintaan dan penawaran
pasar.
Harga saham dipengaruhi oleh 4 aspek yaitu: pendapatan, dividen, aliran kas, dan
pertumbuhan. Pada penelitian ini yang akan dibahas adalah pengaruh dividen dengan harga
saham, dimana harga saham dianggapsebagai nilai sekarang dari seluruh dividen yang
diharapkan di masa mendatang. Nilai-Nilai Saham.
Ada dua pendekatan untuk melakukan analisis investasi yang berkaitan dengan harga saham
(Husnan, 1996: 315) yaitu: Analisis Fundamental - Analisis ini beranggapan bahwa setiap
investor adalah makhluk rasional, karena itu analisis ini mencoba mempelajari hubungan
antara harga saham dengankondisi perubahaan yang tercermin pada nilai kekayaan bersih
perusahaan itu. Analisis Teknikal - Analisis ini beranggapan bahwa penawaran dan
permintaan menentukan harga saham. Para analis teknikal lebih banyak menggunakan
informasi yang timbul dari luar perusahaan yang memiliki dampak terhadap perusahaan dari
pada informasi intern perusahaan. Tiga jenis penilaian saham.
Ada tiga jenis penilaian saham (Hartono, 2000: 79), yaitu:
a. Nilai buku.
Nilai buku ialah nilai asset yang tersisa setelah dikurangi kewajiban perusahaan jika
dibagikan. Nilai buku hanya mencerminkan berapa besar jaminan atau seberapa besar aktiva
bersih untuk saham yang dimiliki investor. Beberapa nilai yang berkaitan dengan nilai buku
(Hartono, 2000: 80-82):
Nilai nominal, ialah nilai yang ditetapkan oleh emiten. Agio saham, ialah selisih harga yang
diperoleh dari yang dibayarkan investor kepada emiten dikurangi harga nominalnya. Nilai
modal disetor, ialah total yang dibayar oleh pemegang saham kepada perusahaan emiten,
yaitu jumlah nilai nominal ditambah agio saham. Laba ditahan, ialah laba yang tidak
dibagikan kepada pemegang saham dan diinvestasikan kembali ke perusahaan dan
merupakan sumber dana internal.
b. Nilai pasar

Nilai pasar merupakan harga yang dibentuk oleh permintaan dan penawaran saham di pasar
modal atau disebut juga dengan harga pasar sekunder. Nilai pasar tidak lagi dipengaruhi oleh
emiten atau pihak pinjaman emisi, sehingga boleh jadi harga inilah yang sebenarnya
mewakili nilai suatu perusahaan.
c. Nilai intrinsik.
Nilai intrinsik adalah nilai saham yang menentukan harga wajar suatu saham agar saham
tersebut mencerminkan nilai saham yang sebenarnya sehingga tidak terlalu mahal.
Perhitungan nilai intrinsik ini adalah mencari nilai sekarang dari semua aliran kas di masa
mendatang baik yang berasal dari dividen maupun capital gain (Sulistyastuti, 2002). 2. Cara
bertaransaksi saham Bertransaksi saham sebenarnya sederhana, layaknya para pedagang
bertransaksi di pasar-pasar tradisional.
Bagaimana cara bertransaksi saham?
Bertransaksi saham sebenarnya sederhana, layaknya para pedagang bertransaksi di pasarpasar tradisional. Saat membeli baju atau sayuran di pasar, harga yang tercapai berdasarkan
hasil kesepakatan penjual dan pembeli. Di pasar tradisional, selain ada pedagang atau
penjual, ada mandor pasar yang mengurus lokasi pasar dan tentu saja pembeli. Sama halnya
dengan transaksi saham di lantai bursa.
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), kita mengenal broker, bursa efek dan investor. Investor
(pembeli) melakukan jual atau beli sahamnya lewat broker melalui system di bursa efek.
Dengan siapa investor bertransaksi? Jika di pasar tradisional, pembeli membeli barang dari
pedagang, lain halnya dengan transaksi saham di bursa. Sejatinya, investor saham
bertransaksi dengan investor lainnya. Investor tersebut bisa berupa individu maupun investor
institusi. Mekanisme transaksinya mirip dengan ketika kita mencari rumah (property) via
agen. Bila kita ingin beli rumah, langkah pertama adalah menghubungi agen properti untuk
melakukan pesanan dengan order jenis/spefikasi yang dicari dan kisaran harga beli. Lalu
broker tersebut mencari daftar rumah yang dijual atau mencari ke teman sesama agen properti
untuk memenuhi order tersebut. Barang yang dijual adalah barang dari investor lain. Tentu
saja investor lain tersebut sudah memberikan order terlebih dahulu. Hal sama juga berlaku
saat transksi saham.
Investor yang ingin membeli saham, harus memasukan order terlebih dahulu melalui broker,
lalu order itu dicarikan lawannya dengan order investor jual lewat sebuah sistem.
Dimana lokasi transaksi saham? Sebenarnya ada lokasi transaksi saham. Tapi itu dulu.
Namanya dikenal sebagai Bursa Efek Indonesia (BEI). Disanalah order tersebut
dipertemuakan sehingga terjadi transaksi (done). Di awal-awal perdagangan bursa, order
ditulis dipapan tulis dan ketika ada yang ketemu atau done dicatat. Apakah kita perlu ke
tempat tersebut untuk bertransaksi? Seiring perkembangan teknologi, order tersebut di
masukan keserver dan setiap broker mengirim orangnya untuk memasukan order di terminalterminal. Karena perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi, sekarang order itu
bisa dikirim langsung dari kantor broker ke server di bursa efek lewat teknologi remote
trading.
Apakah perbedaan remote trading dengan online trading? Remote trading berbeda dengan
online trading. Remote trading memfasilitasi perdanganan dari broker-broker ke server di
bursa efek. Transaksi antar broker dilakukan melalui sistem bursa. Sedangkan online trading
adalah sistem broker yang digunakan investor untuk memasukan oder mereka. Jadi setiap
nasabah dapat memasukan order jual atau beli mereka melalui sistem online trading ke server
broker, lalu order-order tersebut diteruskan ke bursa efek lewat sistem remote trading.

Bagaimana memulai transaksi? Untuk memulai transaksi, nasabah harus memilih broker
terlebih dahulu. Setelah memilih broker, kita mengisi formulir pembukaan rekening di kantor
broker (kadang formulir bisa diantar dan dijemput). Sesudah terbuka rekening efek, kita harus
menyetor deposit awal untuk menjadi modal transaksi. Sesudah itu baru kita bisa melakukan
transaksi efek. Namun perlu dipahami bahwa dalamproses transaksi saham juga diatur dalam
sistem perundang-undangan.
Resiko berinvestasi saham Keuntungan dan kerugian dalam investasi saham Pada dasarnya
ada 2 keuntungan yang diperoleh pemodal dengan membei atau memiliki saham, yaitu:
Dividen Yaitu pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut
atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan, deviden diberikan setelah mendapat persetujuan
dari pemegang saham dalam RUPS. Deviden yang dibagikan perusahaan dapat berupa devien
tunai artinya kepada setiap pemegang saham diberikan deviden berupa uang tunai dalam
jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham atau dapat pula berupa deviden stock yang artinya
setiap pemegang saham diberikan deviden sejumlah saham sehingga sejumlah saham yang
dimiliki investor bertambah dengan adanya pembagian di=eviden stock tersebut.
Capital Gain Capital gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual, dimana harga
jual lebih tinggi dari harga beli, capital gain terbentuk dengan adanya aktifitas perdagangan di
pasar sekunder. Misalnya seorang pemodal membeli saham BUMI dengan harga per lembar
Rp.5000 kemudian menjualnya dengan harga Rp.5500 per lembarnya, yang berarti pemodal
tersebut telah mendapatkan capital gain sebesar Rp.500 untuk setiap saham yang dijualnya.
Umumnya pemodal dengan orientasi jangka pendek untuk mengejar keuntungan melalui
capital gain.
Disamping 2 keuntungan tersebut, maka pemegang saham juga di mungkinkan untuk
mendapatkan: Saham Bonus Saham bonus (jika ada) yaitu saham yang dibagikan
perusahaan kepada pemegang saham yang diambil dari agio saham, agio saham adalah selisih
antara harga jual terhadap harga nominal saham tersebut pada saat perusahaan melakukan
penawaran umum dipasar perdana, misalnya setiap saham dengan nilai nominal Rp.500 dijual
dengan harga Rp.800 maka setiap saham akan memberikan agio kepada perusahaan sebesar
Rp.300 setiap sahamnya.
Sedangkan kerugian yang bisa terjadi dalam investasi di saham, yaitu:
Tidak mendapat deviden Perusahaan akan membagikan deviden jika operasi perusahaan
menghasilkan keuntungan. Dengan demikian perusahaan tidak dapat membagikan deviden
jika perusahaan tersebut mengalami kerugian. Dengan demikian potensi keuntungan pemodal
untukmendapatkan deviden ditentukan oleh kinerja perusahaan tersebut.
Capital Loss Dalam aktifitas perdagangan saham, tidak selalu pemodal mendapatkan
capital gain atau keuntungan atas saham yang dijualnya. Ada kalanya investor menjual
sahamnya lebih rendah harganya dari harga belinya, dengan demikian investor mengalami
capital loss. Misalnya seorang investor membeli saham BUMI pada harga Rp.5000 per
lembarnya, namun beberapa waktu kemudian dijual dengan harga Rp.4500 per lembarnya,
berarti investor tersebut mengalami kerugian sebesar Rp.500 per lembarnya, kerugian
tersebut yang disebut capital loss. Dalam jual beli saham, terkadang seorang investor untuk
menghindari potensi kerugian yang makin besar seiring dengan terus menurunnya harga
saham, maka investor tersebut rela menjual sahamnya dengan harga lebih rendah dari harga
belinya, istilah ini dikenal dengan Cut Loss.

Perusahaan bangkrut dan dilikuidasi Jika suatu perusahaan bangkrut, maka tentu saja akan
berdampak secara langsung kepada pemegang saham perusahaan tersebut. Sesuai dengan
peraturan pencatatan saham di bursa efek. Dalam kondisi perusahaan dilikuidasi, maka
pemeganng saham akan mendapat posisi lebih rendah dibandingkan kreditor atau pemegang
obligasi, dan jika masih terdapat sisa baru akan dibagikan kepada pemegang saham.
Saham di delist dari bursa (delisting) Resiko lain yang di hadapi oleh para investor adalah
jika saham perusahaan dikeluarkan dari pencatatan bursa efek (delist). Suatu saham
perusahaan di delist di bursa umumnya karena kinerja perusahaan yang buruk, misalnya
dalam kurun waktu tertentu tidak pernah diperdagangkan, mengalami kerugian beberapa
tahun, tidak membagikan deviden secara berturut-turut selama beberapa tahun dan berbagai
kondisi lainnya sesuai dengan peraturan pencatatan di bursa. Adapula perusahaan yang di
delist keluar dari bursa dengan tujuan Go Private, perusahan yang melakukan Go Private
tidak merugikan investor karena perusahaan penerbit saham tersebut melakukan Buy Back
terhadap saham yg diterbitkan.
Saham di Suspend Jika suatu saham di suspend atau diberhentikan perdagangannya oleh
otoritas bursa efek. Dengan demikian pemodal tidak dapat menjual sahamnya hingga saham
yang di suspend tersebut dicabut dari status suspend. Suspend biasanya berlangsung dalam
waktu singkat misalnya dalam 1 sesi perdagangan, 1 hari perdagangan namun dapat pula
berlangsung dalam kurun waktu beberapa hari perdagangan. Hal yang menyebabkan saham
di suspend yaitu suatu saham mengalami lonjakan harga yang luar biasa, suatu perusahaan
dipailitkan oleh kreditornya, atau berbagai kondisi lainnya yang mengharuskan otoritas bursa
menghentikan sementara perdagangan saham tersebut untuk kemudian diminta konfirmasi
lainnya. Sedemikian hingga informasi yang belum jelas tersebut tidak menjadi ajang
spekulasi, jika setelah didapatkan suatu informasi yang jelas, maka status suspend atas saham
tersebut dapat dicabut oleh bursa dan saham dapat diperdagangkan lagi seperti semula. BAB
III PENUTUP A. KESIMPULAN Dari pemeparan materi ditas maka dapat disimpulkan
bahwa dalam brinvestasi saham sangatlah menguntungkan, karena dengan invesasi yang
sedikit dapat menjadi beberapa kali lipat. Namun sebelum melakukan investasi saham kita
mesti cakap dalam konteks dunia saham. B. SARAN Sebagai penutup dalam pembahasan ini
penulis menyarankan kepada para pembaca agar meperbanyak referensi mengenai saham
karna tak dapat dinafikan sebagai mahasiswa manajemen kita memsti paham betul dengan
ilmu yang seperti ini dan sebagai modal awal ntuk nantinya bisa bersaing di dunia kerja.
DAFTAR PUSTAKA coki002.wordpress.com emiten.net/index.php?pg=26&tp=1&pid=50
www.republika.co.id www.main-saham.com/ www.pans.co.id yuksharav.blogspot.com
www.sarjanaku.com www.kajianpustaka.com bisnisdaninvestasi.com www.google.com
www.wikipedia.com