Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH BIOLOGI

KIMIA KEHIDUPAN

DOSEN
Dr. Ir. Badruzsaufari, M.Sc
Prof. Dr. Supramono, M.Pd

OLEH
KHAIRUNNISA

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT


MAGISTER KEGURUAN IPA
2015

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di dalam tubuh manusia terdiri atas ribuan bahkan jutaan sel. Sel-sel itu
sendiri seluruhnya terdiri dari unsur-unsur kimia yang banyak jenis atau
macamnya. Unsur-unsur kimia tersebut berkelompok-kelompok menjadi satu,
bercampur, dan bereaksi serta berinteraksi antara unsur yang satu dengan unsur
yang lain, yang membentuk suatu susunan yang rumit tetapi terorganisasi dengan
rapi. Kombinasi yang demikian itu banyak jumlahnya dan beraneka ragam
macamnya. Kita mungkin mengira organisme yang ada di bumi ini memiliki
keragaman molekul yang sangat banyak. Hal ini dilandasi dari betapa kompleknya
kehidupan di bumi. Akan tetapi molekul-molekul penting bagi semua organisme
dari organisme terkecil sampai organisme yang besar tergolong dalam empat kelas
utama saja.
Di dalam tubuh kita sendiri ataupun makhluk hidup yang lain terdapat
unsur-unsur penyusun, yakni unsur makro dan unsur mikro yang dimana unsurunsur tersebut telah memiliki persentase dan fungsinya masing-masing dalam
tubuh organisme tersebut. Oleh karena itu unsur-unsur kimialah yang sebenarnya
merupakan bangunan dasar dalam tubuh kita dan makhluk hidup lain. Semua
organisme yang ada di bumi tersusun oleh suatu materi yaitu segala sesuatu yang
memiliki massa dan menempati ruang. Begitupun dengan makhluk hidup tersusun
oleh suatu materi dasar yang sangat mempengaruhi semua komponen kehidupan
di bumi.
Air merupakan medium universal bagi kehidupan di bumi, organisme
hidup misalnya tumbuhan dan kumbang triolobita yang tersusun atas zat-zat kimia
yang sebagian besar didasari oleh unsur karbon. Karbon memasuki biosfer
melalui kerja tumbuhan yang menggunakan energy surya untuk mengubah
karbondioksida di atmosfer menjadi molekul-molekul kehidupan. Molekulmolekul ini diteruskan ke hewan yang memakan tumbuhan. Hal inilah yang
membuat molekul begitu penting dalam ranah kehidupan. Diantara semua unsur
kimiawi, karbon tidak tersaingi kemampuannya dalam membentuk molekulmolekul yang besar, kompleks, dan beranekaragam.

1.2 Rumusan Masalah


Permasalahan dalam makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1) Bagaimana konteks kimiawi dalam kehidupan?
2) Bagaimana polaritas molekul air menghasilkan ikatan hydrogen?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini secara umum untuk mengetahui bagaimana
kimia dalam kehidupan. Tujuan umum ini dapat dijabarkan sebagai berikut:
1) Untuk mengetahui bagaimana konteks kimiawi dalam kehidupan.
2) Untuk mengetahui bagaimana polaritas molekul air menghasilkan ikatan
hydrogen.
1.4 Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah dengan cara
studi kepustakaan, yaitu dengan mempelajari buku-buku yang dijadikan
referensi dalam pengumpulan informasi dan data yang ada kaitannya dengan
masalah yang dibahas serta pencarian informasi melalui jalur internet.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Konteks Kimia dalam Kehidupan
2.1.1 Materi terdiri atas unsur-unsur kimia
Beberapa filosof Yunani kuno percaya bahwa materi yang beragam itu
terdiri atas empat unsur, yaitu tanah, api, air, dan udara. Sekalipun para filosof
tempo dulu ini keliru, namun gagasan dasar mereka benar. Organisme yang ada di
bumi tersusun atas materi dalam berbagai bentuk. Batuan, logam, kayu, kaca,
minyak, gas, hanyalah sedikit contoh dari materi yang ragamnya tidak terhitung
(Campbell, 2002:24). Materi terdiri atas unsur-unsur, dimana usnur (element)
adalah zat yang tidak dapat dipecah lagi menjadi zat lain oleh reaksi kimia. Saat
ini diketahui jumlah unsur yang ada di alam sebanyak 92 buah. Contoh dari
unsure adalah oksigen, hydrogen, helium, karbon, emas, tembaga. Setiap unsur
memiliki lambang, biasanya huruf pertama atau dua huruf dari unsur tersebut.
Sebagian lambang diturunkan dari bahasa Latin atau Jerman (Campbell, 2002:25).
Senyawa (Compound) adalah zat yang terdiri dari dua atau lebih unsur
berbeda yang berkombinasi dalam rasio tetap. Garam dapur atau natrium klorida
(NaCl) merupakan senyawa yang tersusun dari unsur natrium (Na) dan klorida
(Cl) dengan rasio 1:1. Natrium murni adalah logam sedangkan klorin murni
adalah gas beracun, akan tetapi ketika terkombinasi secara kimia natrium dan
klorin membentuk senyawa yang dapat dimakan.
2.1.2 Sifat unsur bergantung pada struktur atomnya
Setiap unsur terdiri dari atom jenis tertentu yang berbeda dari atom-atom
unsur lain. Atom adalah unit terkecil materi yang masih mempertahankan sifat
suatu unsur. Atom sedemikian kecil sehingga untuk menyamai lebar titik di ujung
kalimat ini diperlukan jejeran sekitar sejuta atom. Atom diberikan symbol dengan
singkatan yang sama dengan yang digunakan untuk unsur yang tersusun dari
atom-atom ini. Misalnya, simbol C berarti unsur karbon maupun satu atom karbon
tunggal.
Walaupun atom adalah unit terkecil yang memiliki sifat unsur, bagian materi
yang sangat kecil ini tersusun dari bagian yang lebih kecil lagi disebut partikel
subatom. Para ahli fisika telah menguraikan atom menjadi lebih dari 100 macam

partikel, namun hanya 3 jenis partikel yang relevan dalam pembahasan ini yaitu
neutron, proton, dan elektron. Proton dan elektron bermuatan listrik. Setiap proton
memiliki satu unit muatan positif, sementara setiap elektron memiliki satu unit
muatan negatif. Neutron, seperti yang ditunjukkan oleh namanya bersifat netral.
Atom dan pertikel subatom (dan juga molekul) menggunakan satuan
besaran yang disebut Dalton, sebagai penghormatan terhadap John Dalton, ilmuan
inggris yang membantu mengembangkan teori atom sekitar tahun 1800 (Dalton
sama dengan satuan massa atom atau sma). Atom dari berbagai unsur berbeda
dalam jumlah partikel subatomnya. Semua atom dari unsur tertentu memiliki
jumlah atom yang sama dalam nukleusnya. Jumlah proton ini, yang hanya di
miliki oleh unsur tersebut di sebut nomor atom dan di tulis sebagai subskrip di
sebelah kiri simbol unsur. Misalnya 2He menunjukkan bahwa atom unsur Helium
memiliki 2 proton dalam nukleusnya. Atom di katakan bersifat netral apabila
dalam atom jumlah proton sama dengan jumlah electron.
Sedangkan untuk nomor massa (Mass Number) merupakan penjumlahan
proton dan neutron dalam nukleus atom. Nomor massa di tulis sebagai super
skrip di sebelah kiri simbol unsur. Misalnya 42He karena nomor atom
mengindikasikan jumlah proton, kita dapat menentukan jumlah neutron dengan
mengurangi nomor massa dengan nomor atom. Dapat di tuliskan rumusnya:
A
z

x
Keterangan : X = Lambang unsur
A = Nomor massa unsur
Z = nomor atom unsure
Maka untuk menentukan jumlah neutron digunakan rumus n = A-Z
Misalnya 23 11 Na artinya unsur Na mempunyai Z=11, A=23, dan n=2311= 12
dan p = 11 serta e = 11.
Ketika dua atom saling mendekat dalam reaksi kimia, nukleus kedua atom
tidak menjadi cukup dekat untuk bisa berinteraksi. Dari tiga macam partikel
subatom yang telah kita bahas, hanya elektron yang terlibat langsung dalam reaksi
kimia diantara atom-atom. Jumlah energi yang dimiliki elektron-elektron suatu
atom dapat bervariasi. Elektron-elektron suatu atom memiliki energi potensial
karena susunan terhadap nukleus. Elektron yang bermuatan negatif ditarik ke
nukleus yang bermuatan positif. Diperlukan kerja untuk menggerakkan elektron

tertentu agar menjauhi nukleus, sehingga semakin jauh elektron dari nukleus,
semakin besar pula energi potensialnya. Tidak seperti aliran air yang terus
menerus menuruni bukit, perubahan energi potensial elektron hanya dapat terjadi
dalam langkah-langkah berjumlah tetap.
Tingkat energi suatu elektron berkolerasi dengan jarak rata-ratanya dari
nukleus. Elektron ditemukan pada kulit-kulit elektron (electron shell) yang
berbeda, masing-masing dengan jarak rata-rata dan tingkat energi yang khas.
Berdasarkan teori atom Bohr, elektron yang berada disekitar inti atom yang
mempunyai energi tertentu yang disebut kulit atom. Setiap kulit dinyatakan
dengan lambang berturut-turut, dimulai dengan yang terdekat inti atom, yaitu kulit
K (ke-1), kulit L (ke-2), kulit M (ke-3), dan seterusnya. Kulit menunjukkan
tingkat energi elektron, kulit K memiliki tingkat energi terendah. Makin jauh dari
inti atom, makin tinggi tingkat energi elektron.
Suatu elektron dapat berpindah ke kulit energi yang lain, dengan cara
menyerap atau melepaskan sejumlah energi yang setara dengan perbedaan energi
potensial antara posisi dikulit lama dan psis dikulit baru. Ketika menyerap energi,
elektron berpindah ke kulit yang lebih jauh dari nukleus. Misalnya, Energi cahaya
dapat mengetitasi elektron ketingakat energi yang lebih tinggi. Bahkan inilah
langka pertama yang di ambil tumbuuhan ketika menangkap cahaya matahari
untuk

proses

potosintesis,

Proses

yang

menghasilkan

makanan

dari

karbondioksida dan air. Prilaku kimiawi atom ditentukan oleh distribusi elektron
dalam kulit-kulit elektron atom dan jumlah elektron pada kulit terluarnya.
2.1.3. Pembentukan dan fungsi molekul bergantung pada ikatan kimia antar
atom
Setelah mempelajari struktur atom, sekarang kita dapat bergerak melihat
bagaimana atom berkombinasi unrtuk membentuk molekul dan senyawa ionik.
Atom dengan kulit valensi tak lengkap dapat berinteraksi dengan atom lain
tertentu sedemikian rupa sehingga masing-masing mempunyai kulit valensi yang
lengkap. Atom-atom tersebut menggunakan bersama atau mentransfer elektron
valensi. Interaksi ini biasanya mengakibatkan atom-atom menjadi tetap
berdekatan, ditahan oleh gaya tarik menarik yang disebut ikatan kimia. Jenis-jenis
ikatan kimia terkuat adalah ikatan kovalen dan ionik.

a. Ikatan Kovalen
Ikatan Kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat penggunaan bersama
pasangan elekton oleh dua atom. Dalam menggambarkan ikatan kovalen dengan
titik (.) atau silang kecil (x). Setiap atom yang dapat berbagi elektron valensi
memiliki kapasitas pengikatan yang sesuai dengan jumlah ikatan kovalen yang
dapat dibentuk oleh atom ini. Ketika ikatan tersebut terbentuk, elektron pada kulit
valensi atompun menjadi lengkap. Kapasitas pengikatan ini disebut valensi atom.
Gaya tarik atom jenis tertentu terhadap elektron-elektron terhadap elektronelektron pada satu ikatan kovalen disebut elektronegativitas. Semakin
elektronegatif suatu atom, semakin kuat pula atom ini menarik elektron-elektron
yang digunakan bersama kearah dirinya sendiri.
b. Ikatan Ionik
Ikatan Ionik adalah ikatan yang terbentuk akibat gaya elektrostatis antar ion
yang berlawanan muatan (ion positif dengan ion negatif) sebagai akibat serah
terima elektron dari suatu atom ke atom lain. Ikatan atom dapat terbentuk antara
unsur yang mudah melepaskan elektron (unsur logam) dengan unsur yangmudah
menerima elektron (unsur nonlogam).
c. Bentuk dan Fungsi Molekul
Suatu molekul memiliki ukuran dan bentuk yang khas. Bentuk tepat dari
suatu molekul biasanya sangat penting bagi fungsi dalam sel hidup. Molekul yang
terdiri atas dua atom, misalnya H2 atau O2 seluruh linear.
2.1.4. Reaksi kimia membentuk dan memutus ikatan kimia
Pembentukan dan pemutusan ikatan kimia, yang menyebabkan perubahan
komposisi materi, disebut reaksi kimia. Salah satu contohnya adalah reaksi antara
hidrogen dan oksigen yang membentuk air :
2H2 + O2
Reaktan

2H2O
Produk

Reaksi ini memutus ikatan kovalen antara H2 dan O2 serta membentuk ikatan
baru pada H2O. Saat kita menuliskan suatu reaksi kimia, kita menggunakan anak
panah untuk menunjukan perubahan materi awal, disebut reaktan, menjadi
produk. Fotosintesis yang berlangsung dalam sel-sel dari jaringan tumbuhan hijau,

adalah contoh yang sangat penting mengenai bagaimana reaksi kimia menyusun
ulang

materi.

Manusia

dan

hewan

lain

pada

dasarnya

bergantung

pada fotosintesis untuk memperoleh makanan dan oksigen, dan proses ini
merupakan pondasi hampir semua ekosistem.
2.2 Air dan Kecocokan Lingkungan Bagi Kehidupan
2.2.1 Polaritas Molekul Air Menghasilkan Ikatan Hidrogen
Air ada dimana-mana sehingga mudah sekali untuk melihat fakta bahwa air
merupakan zat istimewa dengan banyak sifat yang luar biasa. Dengan mengikuti
tema sifat emergen (sifat yang muncul). Kita dapat meruntut perilaku unik air ke
struktur dan interaksi molekul-molekulnya. Molekul air tampak sederhana,
bentuknya seperti V lebar , dengan dua atom hydrogen yang digabungkan kesatu
atom oksigen oleh ikatan kovalen tunggal.
Sifat anomaly air timbul dari tarik-menarik antara molekul-molekul
polarnya.Hidrogen yang agak positif pada satu molekul tertarik oleh oksigen yang
agak negative pada molekul yang berdekatan. Iktan hydrogen terbentuk, putus,
dan trbentuk dengan frekuensi tinggi. Setiap ikatan hydrogen bertahan hanya
beberapa pertrilliun detik, namun molekul-molekul it uterus-menerus membentuk
iktan hydrogen nun baru dengan molekul lain.
2.2.2

Empat Sifat Emergen Air Berkontribusi Dalam Kecocokan Bumi Bagi

Kehidupan
a. Kohesi
Molekul-molekul ini tetap saling berdekatan akibat ikatan hydrogen. Tautan
ini menjadikan air lebih terstruktur daripada sebagian besar cairan yang lain.
Secara kolektif, ikatan-ikatan hydrogen tersebut mempertahankan keutuhan air,
fenoma ini disebut dengan kohesi. Kohesi akibat ikatan hidrogen berkontribusi
dalam pengangkutan air dan nutrient terlarut melawan gravitasi dalam tumbuhan.
Air dan akar mencapai daun melalui jejaring sel-sel pengangkut air. Ketika air
menguap dari daun, ikatan hydrogen menyebabkan molekul air yang
meninggalkan pena menarik molekul-molekul yang terletak lebih kebawah, dan
tarikan keatas diteruskan ini melalui sel-sel pengangkutan air sampai keakar.
Tegangan permukaan yang terkait dengan kohesi, adalah ukuran seberapa
sulit merenggangkan atau menguraikan permukaan cairan. Ini menjadikan air

berprilaku seolah-olah diselubungi oleh lapisan yang tak terlihat. Dalam contoh
biologi yang lebih jelas, beberapa hewan dapat berdiri, berjalan,atau berlari di
atas air tanpa menguraikan permukaan. Contoh lainnya adalah penguapan dari
daun menarik air dari akar ke atas melalui tabung-tabung mikroskopik yang
disebut pembuluh xilem, yang berada pada batang pohon. Kohesi akibat adanya
ikatan hidrogen membuat air dalam suatu pembuluh tetap bersatu. Adhesi air
dalam pembuluh juga membantu melawan tarikan ke bawah akibat gravitasi.
b. Moderasi Suhu
Air memoderasi suhu (mengurangi perubahan suhu yang ekstrim) udara
dengan cara menyerap panas dari udara yang lebih hangat dan melepaskan panas
yang tersimpan keudara yang lebih sejuk. Air merupakan penampung panas yang
efektif karena dapat menyerap atau melepaskan panas dalam jumlah yang relative
besar dengan hanya mengalami sedikit perubahan suhu.
Apapun yang bergerak memiliki energi kinetik, yaitu energi gerak. Atom dan
molekul memiliki energi kinetik karena selalu bergerak, walaupun tidak harus
dengan arah tertentu. Semakin cepat molekul bergerak, semakin besar pula energi
kinetiknya. Setiap kali dua benda bersuhu berbeda di dekatkan, panas berpindah
dari benda yang lebih hangat kebenda yang lebih dingin sampai suhu keduanya
sama. Molekul-molekul pada benda yang lebih dingin menjadi lebih cepat berkat
energy kinetik dari benda yang lebih hangat. Es batu yang mendinginkan
minuman bukan karna menambah dingin kecairan, namun menyerap panas dari
cairan ketika es itu mencair.
Kemampuan air untuk menstabilkan suhu berasal dari panas jenisnya yang
relative tingggi. Panas jenis disebut juga kalor jenis, atau panas spesifik. Suatu zat
didefinisikan sebagai jumlah panas yang harus diserap atau dilepaskan agar satu G
air mengalami perubahan suhu sebesar 1 derajat C. Molekul-molekul cairan
apapun tetap berdekatan karena tarik-menarik satu sama lain. Molekul yang
bergerak cukup cepat untuk mengatasi tarik-menarik ini dapat meninggalkan
cairan dan memasuki udara sebagai gas.
Panas penguapan disebut juga kalor penguapan adalah kuantititas panas
yang harus diserap satu G cairan agar berubah dari wujud cairan menjadi gas.
Jumlah energy besar yang dibutuhkan untuk menguapkan air memiliki banyak

efek. Misalnya, pada skala global, hal tersebut membantu memoderasi iklim bumi.
Ketika cairan menguap, permukaan cairan yang tersisa akan mendingin.
Pendinginan evaporative atau pendinginan akibat penguapan ini terjadi karena
molekul-molekul terpanas, yang memiliki energy kinetic tertinggi, yang paling
mungkin terlepas sebagai gas.
c. Insulasi Badan Air oleh Es yang Mengapung
Air adalah satu dari sedikit zat yang mempunyai densitas (kerapatan) lebih
rendah saat berwujud padatan daripada zat berwujud cairan. Saat es menyerap
panas yang cukup sehingga suhunya naik diatas 0 derajat C, ikatan hydrogen
diantara molekul-molekul terganggu. Ketika Kristal runtuh, es akan mencair,dan
molekul-molekul manjadi bebas untuk saling mendekat. Kemampuan es untuk
mengapung akibat pemuaian air ketika mamadat merupakan factor penting dalam
kecocokan lingkungan bagi kehidupan. Jika es tenggelam maka pada akhirnya
semua kolam, danau, bahkan samudra akan membeku, sehingga kehidupan seperti
yang kita ketahui di Bumi pun semakin mustahil.
d. Pelarut Kehiduapan
Sebongkah gula batu yang ditempatkan dalam segelas air akan terlarut. Gelas
akan mengandung campuran seragam gula dan air. Konsentrasi gula terlarut akan
sama disetiap bagian cairan. Cairan yang sepenuhnya merupakan campuran
homogeny dari dua zat atau lebih disebut sebagai larutan. Agen yang melarutkan
dalam suatu larutan disebut pelarut, sedangkan zat yang dilarutkan disebut zat
terlarut. Larutan berpelarut air adalah larutan dengan air sebagai pelarut. Molekulmolekul air yang mengelilingi setiap ion terlarut akan membentuk suatu bulatan
disebut kulit hidrasi.Air yang bekerja kearah dalam dari permukaan setiap keristal
garam, akhirnya akan melarutkan semua ion.
Hasil yang diperoleh adalah larutan yang terdiri dari 2 zat terlarut, kation
natrium dan anion klorida, yang bercampur secara homogen dengan air, yang
nerupakan pelarut. Senyawa ionik juga larut dalam air. Air laut, misalnya
mengandung berbagai macam ion terlarut, demikian pula dengan sel-sel hidup.
e. Zat Hidrofilix dan Zat Hidrofobig
Zat apapun yang memiliki apinitas terhadap air disebut hidropilik. pada
beberapa kasus, zat dapat bersifat hidropilik tanpa benar-benar larut. Misalnya,
beberapa molekul dalam sel sedemikian besar sehingga tidak dapat larut. Sebagai
gantinya, molekul-molekul itu tetap tersuspensi dalam cairan berpelarut air dalm

sel. Campuran semacam itu merupakan contoh koloid. Suspensis stabil partikelpartikel halus dalam cairan cantoh lain zat hidropilik yang tidak larut adalah
katun, sejenis produk tumbuhan. Dengan demikian, handuk katun bagus sekali
untuk mengeringkan tubuh, namun tidak larut ketika dicuci.
f. Konsentrasi zat terlarut dalam larutan berpelarut air
Keuntungan praktis mengukur kuantitas zat kimia dalam mol adalah bahwa 1
mol suatu zat memiliki jumlah molekul yang sama dengan satu mol zat apapun.
Jika massa molekul zat A adalah 342 Dalton dan massa molekul zat B adalah 10
Dalton, maka 342 gram zat A akan memiliki jumlah molekul yang sama dengan
10 gram zat B. Mengukur dalam satu mol mempermudah ilmuan yang bekerja di
laboratorium untuk mengkombinasikan zat-zat dalam rasio molekul yang tetap.
g. Ancaman Terhadap Kualitas Air di Bumi
Mengingat ketergantungan semua kehidupan pada air, pencemaran sungai,
danau, laut, dan hujan merupakan masalah lingkungan yang serius. Banyak
ancaman terhadap kualitas air diakibatkan oleh aktivitas manusia. Misalnya,
pembakaran bakar vosil (batu bara, minyak bumi, dan gas). Praktek ini, yang
semakin meningkat revolusi industri pada tahun 1800, melepaskan senyawasenyawa gas ke atmosfer, termasuk banyak sekali CO 2. Pembakaran bahan bakar
fosil adalah sumber utama sulfur oksida dan dinitrogen oksida. Senyawa-senyawa
ini bereaksi dengan air di udara untuk membentuk asam kuat, yang turun ke bumi
bersama hujan atau salju. Presipitasi asam adalah sebutan untuk hujan, salju atau
kabut dengan pH yang lebih rendah. Presipitasi asam dapat merusak kehidupan di
danau dan di sungai. Selain itu, presipitasi asam yang turun yang datang memberi
pengaruh buruk pada kimia tanah dan telah memakan korban beberapa hutan di
Amerika Utara dan Eropa.

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan
1 Setiap organisme tersusun atas materi (matter) yaitu segala sesuatu yang
menempati ruang dan memiliki massa. Materi terdapat dalam berbagai
bentuk, misalnya batu, logam, minyak, dan gas. Materi terdiri atas unsurunsur kimia dalam bentuk murni maupun kombinasi yang disebut senyawa.
2

Dan sifat suatu unsur bergantung pada struktur atom-atomnya.


Ikatan Hidrogen terbentuk ketika oksigen yang bermuatan agak negatif pada
suatu molekul air ditarik ke hidrogen yang bermuatan positif pada molekul
didekatnya. Ikatan hidrogen pada molekul-molekul air merupakan dasar dari
berbagai sifat air yang tidak biasa.

DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Reece, Mitchell. 2002. Biologi (Biologi (Edisi Kelima-Jilid 1).
Jakarta:Erlangga

Noorhidayati dan Arsyad, St.Wahidah. 2013. Bahan Ajar Biologi. Banjarmasin:


Universitas Lambung Mangkurat

Poedjiadi, Anna. 2006. Dasar-dasar biokimia. Jakarta: Universitas Indonesia