Anda di halaman 1dari 2

Idul Adha 24 September 2015

SWOT
Strength
-

Kepanitiaan siap H-1 bulan (divisi, koor + staf)


estimasi jumlah qurban memenuhi target (yang awalnya target minimal 2
sapi + 5 kambing menjadi 4 sapi + 12 kambing)
Sholat id berjalan lancar dan tepat waktu, beserta idul adha kali ini bisa
sholat berjemaah dan bahu-membahu dengan mahasiswa KU-KG
Daging qurban tersebar habis sesuai target ke beberapa orang dan daerah
yang telah ditentukan (Civitas KU-KG, baturraden, kalibagor, puteran,
shohibul qurban, dan masyarakat sekitar rsud margono/kampus)
Estimasi mulainya acara penyembelihan dan pemotongan hewan qurban
sesuai target dan selesai tepat waktu
Partisipasi angkatan-angkatan yang cukup banyak masanya sehingga
qurban kali ini bisa dibilang meriah dan ramai (menambah SDM)

Weakness
-

Sebagian Koor divisi kurang bisa mengkoordinir anggotanya (terutama


perkap, humas, dan transport)
Koor terkadang telat menyampaikan info penting dan slow respon saat
dihubungi (hampir semua koor)
anggota perdivisi kerjanya pasif (kurang bisa bergerak inisiatif),
sebagian staf per divisi juga sult dihubungi dan tiba-tiba muncul saat hari
H yang menyebabkan miskom
dan sebagian pengurus HMMK yang lain (non panitia inti) yang seharusnya
ikut serta membantu idul adha kali ini justru kurang berpartisipasi
SDM yang kurang karena sebagian pengurus HMMK terfokus pada proker
lain yang telah maupun akan berlanjut
Terjadi beberapa miskomunikasi yang cukup ironis (antara humas dengan
shohibul qurban/donatur, penyediaan konsumsi air minum saat
penyembelihan/pemotongan, ketersediaan alat, dan tenaga ahli untuk
prosesi penyembelihan)

Opportunity :
-

Threat
-

Idul adha kali ini sebagai ajang silaturahmi antar angkatang FK KU-KG
maupun beserta civitas akademikanya
Idul adha selain terdapat nilai ibadah bagi kaum muslimin, tetapi juga
sebagai penguat tali persaudaraan dan keharmonisan antar ummat (yang
datang waktu itu bukan hanya pengurus HMMK saja, tetapi juga civitas,
warga sekitar, dan non muslim)
Idul adha menjadi ladang dakwah bagi kaum muslimin yang
mengharapkan ridho Allah dan juga barokahnya
:
Komunikasi yang kurang efisien menggunakan via line dan telpon
(mungkin lain kali pakai HT ya)

Keterbatasan alat transportasi (pickup)


Keterbatasan alat penunjang (pisau potong yang gede dan jumlah
timbangan yang digunakan)
Tidak hadir saat rapat guna persiapan idul adha, sementara ingin
memberikan masukan ketika hari H (hal ini justru menimbulkan
miskomunikasi ketika hari H)
Sebagian pengurus HMMK pada saat itu terfokus pada proker lain yang
telah maupun sedang menunggu