Anda di halaman 1dari 24

BUKU REFLEKSI

BLOCK 3.1. BIOETHICS AND


HUMANITIES

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

2015
IDENTITAS

Foto 4x6

Nama
NIM

: Sesar Rahmat Hidayat


: G1A014056

Tempat/Tanggal Lahir : Bangkalan, 5 Januari 1996


Alamat
Bangkalan
No. Telp/Mobile
E-mail

Dusun

Jatrebung,

Desa

Paseseh,

: 085730493457
: sesarrahmathidayat@yahoo.co.id

TARGET BELAJAR
Yang ingin saya capai dalam mengikuti blok Bioethics &
Humanities
selama
3
minggu
dari
tanggal.s/d..adalah:
1. Saya ingin memahami materi yang saya dapatkan diperkuliahan dengan baik
serta menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari
2. Saya ingin mengambil hikmah dari setiap perkara yang saya dapati selama
mengikuti agenda perkuliahan
3. Saya ingin memahami makna dari bioetik secara mendasar dan mendalam
serta mampu mengaplikasikannya
4. Saya ingin mampu menjadi role model bagi orang disekitar saya karena saya
memiliki ilmu yang berkaitan dengan etika
5. Saya ingin mampu berhubungan dengan orang lain secara halus, sopan,
ramah, dan menerima kelebihan maupun kekurangan dari orang lain
6. Saya ingin keilmuan yang saya peroleh menjadi berkah dan saya dapat
mengamalkannya kepada orang lain terutama orang-orang terdekat dalam
kehidupan saya
7. Saya ingin memperoleh nilai yang bagus, tetapi bukan berarti nilai kepuasan
semata. Melainkan suatu nilai yang didapatkan dari orang lain bahwasannya
saya merupakan salah satu manusia yang dapat diandalkan. Terutama dalam
bersikap maupun menentukan pilihan tepat.
8. Saya ingin hubungan pribadi saya dengan teman maupun orang disekitar saya
menjadi lebih harmonis karena saya telah belajar ilmunya bagaimana cara kita
mengolah pikir dan bertindak atas suatu hal dalam melukan pendekatan
terhadap orang lain. Salah satunya dengan cara berempati, belas kasih, dan
hasrat untuk berbuat baik terhadap orang lain.
9. Saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik daripada hari-hari sebelumnya
ketika saya belum belajar mengenai hal ini semua.
10. Dan saya ingin terbentuk hubungan yang baik serta proses timbal balik yang
positif di dalam atmosfer di sekitar saya. Baik dalam lingkup pertemanan
maupun keluarga

I.
COMMUNITY SERVICE:

Apa yang terjadi dalam kegiatan ini:


1. Saya mengunjungi sebuah panti asuhan bernama Panti Asuhan Harapan
Mulia letaknya di daerah Mersi Purwokerto.
2. Saya diintruksikan untuk mengikuti seluruh kegiatan atau aktivitas panti yang
biasa dilakukan secra rutin. Agenda ini dilakukan mulai tanggal 7-9 September
2015 dan rutinitas dimulai dari pukul 5 sore sampai pukul 9 malam.
3. Disitu saya beserta teman sekolompok saya bekerjasama dengan sebuah
organisasi lain yaitu Sahabat Panti yang merupakan organisasi sukarelawan
untuk mengajar di beberapa panti di Purwokerto akhirnya berkolaborasi pada
malam itu untuk menjadi staf pengajar sementara di panti tersebut.
4. Selain kita belajar bersama mereka, kita juga melakukan game, mentoring
kesehatan, sharing pengalaman, latihan beladiri capoeira Brazil, dan memotivasi
mereka untuk teguh terhadap cita-citanya.
5. Pada hari terakhir sebelum penutupan, kita juga menampilkan tari saman dan
game yang seru. Pada akhirnya kita berfoto bersama anak panti dan setelah itu
pemberian bingkisan hadiah.

Apa yang saya rasakan ketika mengikuti kegiatan ini:


1. Saya senang karena bisa belajar bersama dan sharing bersama anak-anak
panti asuhan tentang banyak hal. Mulai dari kehidupan sehari-hari, cerita ketika
di sekolah, mengerjakan PR, menjalani aktivitas rutin, dan sholat berjemaah.
2. Saya merasa bangga terhadap mereka, karena meskipun mereka hidup di
panti asuhan, tetapi mereka tetap semangat untuk sekolah. Apalagi ketika saya
bertanya tentang cita-cita mereka, mereka menjawab pertanyaan mereka
dengan polosnya yang membuat hati saya tersentuh.
3. Saya kagum terhadap mereka karena mereka memiliki rutinitas yang cukup
menarik dan mengingatkan saya ketika saya waktu masih kecil. Mereka
membaca Al Quran setiap maghrib yang mana hal itu sudah jarang dilakukan
oleh anak modern zaman sekarang. Apalagi mereka giat melakukan latihan
beladiri Capoeira yang memiliki filosofi yang sangat menarik menurut saya dan
hal itu dapat menunjang fisik merekauntuk beroalah raga teratur.
4. Saya merasa terharu karena mereka mampu tetap tegar dan tersenyum cerah
meskipun mereka tidak memiliki fasilitas yang cukup di panti asuhan. Tetapi
mereka dapat menerima semua kekurangan itu dengan lapang dada. Terlebih

Apa yang telah saya ketahui/laksanakan dengan baik:


1. Saya selalu datang dan pulang tepat waktu ketika hendak memulai agenda
yang akan saya lakukan di panti asuhan. Bahkan saya datang 15-20 menit lebih
awal dari yang telah dijadwalkan.
2. Saya selalu meminta izin kepada pengurus panti ketika hendak melakukan
sesuatu atau walau hanya untuk meminta anak-anak di panti untuk ikut
berpartisipasi dalam agenda kita semua.
3. Sebelum dan sesudah agenda yang telah atau akan kita mulai, kita selalu
meminta izin terlebih dahulu dan kita juga selalu menanyakan dengan ramah
dan sopan kepada pengurus panti apakah hal ini diperkenankan atau tidak.
4. Kita selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anak panti dan
memberikan materi sesuai yang diminta oleh anak-anak panti maupun pengurus
panti. Misal seperti pelajaran sekolah, sejarah, dan mentoring kesehatan.
5. Kita juga menyediakan makan malam untuk anak panti dan pengurus panti
serta selalu berdoa bersama dengan mereka ketika hendak makan dan sholat
berjemaah.
6. Kita juga menyediakan game yang menarik, bertukar pengalaman, dan
memberikan
hadiah saya
yang menarik
serta dapat digunakan
padabaik:
saat sekolah.
Apa
yang belum
ketahui/laksanakan
dengan
1. Saya sebagai ketua kelompok kurang bisa mengkoordinir teman-teman
dengan maksimal, meskipun semua acara berjalan baik-baik saja dan lancar.
2. Persiapan yang dilakukan kurang maksimal karena waktu yang cukup singkat

Apa
yang
sayaalat
rasakan
ketika mengikuti
kegiatan:kita selalu berusaha
untuk
persiapan
dan hadiah-hadiah,
tetapi alhamdulillah
melakukan yang terbaik dan tidak melakukan suatu kesalahan yang cukup fatal
dan masih bisa dibilang lancar-lancar saja dalam setiap agendanya.

Pelajaran (lesson learned) yang saya peroleh dari kegiatan ini:


1. Saya mendapatkan pelajaran baru bahwa memiliki suatu keterbatasan bukan
suatu hal yang terlalu buruk apabila kita bisa menyikapinya dengan tepat.
2. Saya belajar bersyukur karena telah memiliki karunia yang cukup yang telah
dianugrahkan kepada saya sejak saya lahir hingga saat ini.
3. Saya belajar berkelompok dan bekerjasama dengan teman sejawat bahkan
dengan orang-orang yang baru saya kenal sekalipun seperti sahabat panti yang
kebetulan menjadi staf pengajar pada waktu itu. Meskipun hal itu awalnya agak
canggung, tetapi hal itu menarik.
4. Saya belajar menghargai satu sama lain dan rasa persaudaraan serta saling
berbagi antar sesama sebagaimana yang telah dilakukan oleh anak-anak panti
asuhan itu.
5. Saya menjadi semakin termotivasi untuk mengejar cita-cita saya menjadi
dokter untuk lebih giat lagi dalam belajar dan tidak menyia-nyiakan kesempatan
yang saya miliki.
6. Saya belajar banyak hal dari mereka, terutama dalam hal kepekaan terhadap
teman-teman mereka, sharing bersama, serta berbagi pengalaman. Hal ini
menjadi semakin menarik ketika ada seorang anak yang cukup kritis dan

Apa yang saya rencanakan (terkait dengan lesson learned)pada


masa yang akan datang?
1. Saya akan belajar lebih giat untuk mengejar cita-cita saya.

2. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang saya miliki karena saya
telah berkesempatan untuk belajar di kedokteran dan tdiak semua orang
Apa
yang
saya rasakan
ketika
mengikuti
kegiatan:
memiliki
kesempatan
yang sama
degan
saya.
3. Saya akan belajar untuk lebih menerima terhadap segala kondisi yang saya
miliki entah itu memuaskan bagi saya atau tidak, tetapi saya akan senantuasa
berusaha bersyukur dan tetap dapat tersenyum cerah sebagaimana anak-anak
panti yang saya temui.
4. Saya akan belajar untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar saya dan
melatih diri saya untuk rela menolong orang yang membutuhkan serta rela
berbagi terhadap satu sama lain.
5. Saya akan berusaha memperbaiki diri saya menjadi pribadi yang lebih baik
lagi dan menjadikan pelajaran yang saya peroleh di panti asuhan sebagai
pengalaman berharga yaitu merupakan salah satu guru terbaik yang menjadi
bekal hidup dunia akhirat saya dan bermanfaat untuk kedepannya. Sehingga
6

UMPAN BALIK TUTOR:

II.

DISKUSI NARASUMBER

Pendapat saya mengenai pengobatan tradisional:


(tugas dikerjakan sebelum diskusi dan dikumpulkan
kepada tutor saat diskusi)
1. Menurut saya pengobatan tradisional adalah pengobatan yang dibuat dengan
cara meracik lalu mengemas tumbuh-tumbuhan yang dipercaya mengandung
obat tertentu untuk meringankan atau bahkan menyembuhkan penyakit
tertentu.
2. Pengobatan tradisional memerlukan keahlian khusus selain dapat meracik
obat dari tanaman tertentu, tetapi juga memahami kekebalan tubuh seseorang
yang akan diberi obat. Entah dengan memahami ciri fisik maupun psikis dari
pasiennya ataupun gejala penyakitnya.
3. Biasanya orang-orang yang ahli dalam bidang ini disebut tabib atau pada
sebagian daerah bisa dibilang dukun.
4. Orang-orang yang mempelajari pengobatan tradisional ini pada beberapa
daerah terutama di Indonesia biasanya umumnya mendapatkan ilmu tentang
pengobatan ini secara turun temerun. Bisa saja dari orang tua, kakek-nenek
ataupun keluarga tertentu (suku tertentu). Namun pada modern ini pengobatan
tradisional dapat dipelajari dari bangku sekolah, pelatihan khusus, dan membaca
dari buku-buku dan internet.

Informasi apa yang saya peroleh dalam kegiatan ini:


(tugas dikerjakan setelah diskusi)
1. Saya berdiskusi dengan salah satu tokoh praktisi bekam (Pak Syukron) yang
berpengalaman dan saling bertukar ilmu bahwa seharusnya terjadi keselarasan
antara pengobatan tradisional dengan konvensional.
2. Bekam merupakan pengobatan tradisional sejak sebelum zaman Rasul SAW
dan disunnahkan oleh beliau. Bekam sendiri ada jenis kering dan basah. Jenis
kering yaitu bekam dengan menggunakan kop saja untuk membuang angin
dalam tubuh, sedangkan bekam basah yaitu menggunakan pisau pisturi dan kop
untuk mengeluarkan racun dalam tubuh melalui pengeluaran darah.
3. Dari beberapa pengalaman yang diceritakan pembicara ternyata sebagian
besar orang yang memilih pengobatan tradisional sebagai jalur alternatif
dikarenakan kendala finansial atau ketidak puasan pasien terhadap pelayanan
rumah sakit.
8

Bagaimana perasaan saya ketika mengikuti kegiatan ini:


1. Saya senang karena saya bisa belajar dan berbagi ilmu dengan salah satu
praktisi bekam.
2. Awalnya saya heran apakah metode yang digunakan seperti bekam itu dapat
meringankan suatu penyakit misalnya kolesterol yang tinggi ataupun hipertensi.
Lalu praktisi menjelaskan hal tersebut secara ilmiahnya bagaimana bisa
demikian walau dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti oleh orang awam.
3. Setelah itu saya merasa kagum dengan hal tersebut karena ternyata untuk
meringankan penyakit tertentu itu tidak harus dengan mengkonsumsi banyak
obat, bahkan dengan menggunakan metode bekam ini ataupun metode
pengobatan tradisional yang lain seperti akupuntur dan herbal merupakan terapi
yang cukup unik meringankan suatu penyakit tertentu.
4. Saya pribadi pun merasa terharu karena metode tersebut telah ada sejak
ratusan tahun yang lalu yang telah disunnahkan oleh Rasul SAW sementara
dunia kedokteran modern baru melirik hal tersebut dewasa ini.
5. Di satu sisi saya sedih karena pengobatan tradisonal ini di Indonesia belum
memiliki perlindungan hukum yang mutlak dan beberapa negara di dunia,

Informasi apa yang sesuai dengan pengetahuan saya


sebelumnya:
1. Informasi yang selaras dengan pemikiran saya sebelumnya yaitu

mengenai
beberapa contoh pengobatan tradisional seperti bekam, jamu, herbal, dan
akupuntur.
2. Lalu tentang bagaimana cara pemerosesan hal tersebut ataupun terapinya
mengenai pengobatan tradisional dan bagaimana cara meraciknya serta bahanbahan yang dpilih merupakan tumbuhan-tumbuhan yang telah diketahui dan
dipercaya khasiatnya sejak turun-temurun.
3. Orang yang ahli dalam bidang pengobatan tradisional biasanya disebut tabib
ataupun dukun pada daerah tertentu.
4. Untuk di Indonesia sendiri biasanya tabib kerajaan ataupun orang yang meiliki
keahlian dalam pengobatan tradisional seperti jamu dan sebagainya itu diajarkan
secara turun-temurun dari leluhurnya.
5. Seorang tabib atau dukun biasanya telah memahami tentang gejala ataupun
tanda-tanda dari pasiennya yang sedang sakit sehingga ia dapat menterapinya
dengan pengobatan tradisional sesuai bidang yang dikuasainya.

Informasi apa yang baru saya ketahui atau bertolak belakang


dengan pengetahuan saya sebelumnya:
1. Awalnya saya mengira dalam pengobatan tradisional hanya cukup dengan
memahami gejala atau tanda fisik dari pasiennya, ternyata seorang tabib juga
harus melakukan wawancara komplit terlebih dahulu atau anamnesis sebelum
tindakan.

Apa yang saya rasakan ketika mengikuti kegiatan:

2. Tadinya saya mengira bahwa pada saat menentukan titik refleksi maupun
bekam itu merupakan murni intuisi dari seorang tabib dan tidak ada
hubungannya dengan susunan saraf manusia, ternyata memang benar
berhubungan karena dalam menentukan titik tersebut seorang tabib harus
memahami betul tentang sendi, persarafan, dan otot untuk melakukan tindakan
dan hal tersebut sudah ada rujukannya sendiri.
3. Sebelumnya saya mengira jika pengobatan tradisional merupakan metode
yang tidak ilmiah dalam menyembuhkan suatu penyakit, namun setelah diteliti
lebih lanjut dan melalui penjelasan narasumber dan tutor saya menjembatani hal
itu bahwa ada kesinergisan antara pengobatan tradisional dan konvensional.
Dimana bila diuji empiris dan klinis maka akan terlihat hasilnya dan faktor apa
saja yang mempengaruhi atau berpotensi dalam meringankan suatu penyakit
maupun penyembuhan dengan pengobatan tradisional.
10

Pelajaran (lesson learned) yang saya peroleh dari kegiatan ini:


1. Saya belajar bagaimana kita menyikapi persoalan yang bisa dibilang tabu
dalam logika kita mengenai pengobatan tradisional tidaklah menjadi masalah
bila kita mengetahui ilmunya dan dapat menyelaraskan logika da pengetahuan
kita.
2. Saya sharing pengalaman dan perpaduan antara pengobatan tradisional dan
konvensional yang keduanya memiliki potensi untuk saling melengkapi dan
keterkaitan satu sama lain dalam dunia kedokteran.
3. Saya mengetahui bahwa ternyata pengobatan tradisional baik di Indonesia
maupun di dunia bila diteliti lebih lanjut dan dikembangkan maka dapat memiliki
andil yang cukup besar untuk membantu mensejahterakan rakyat terutama
dalam bidang kesehatan. Setidaknya hal itu dapat mengurangi ketergantungan
terhadap negara lain dengan teknologinya yang canggih dan memaksimalkan
pemanfaatan sumber daya seperti tanaman obat dan budi dayanya.
4. Saya sadar bahwa apa yang dibilang orang yang anti terhadap pengobatan
tradisional mengenai pengobatan tradisional itu sendiri tidaklah akan lagi
berpikiran buruk setelah mengetahui ilmunya.
5. Biar bagaimanapun setiap tindakan tetap mengandung risiko walaupun
sedikit. Pengobatan tradisional juga bisa justru berbahaya bila menyalah

Bagaimana sikap saya terhadap pengobatan tradisional pada


masa yang akan datang?

1. Saya akan mempelajari lebih lanjut mengenai beberapa pengobatan


tradisional di Indonesia.
2. Saya akan belajar bagaimana cara meraciknya maupun terapi yang digunakan

Apa
yang
sayakasus
rasakan
mengikuti
kegiatan:
dalam
beberapa
dalamketika
penggunaan
pengobatan
tradisional.

3. Saya akan mencari referensi ataupun konsultasi kepada teman sejawat


maupun orang yang ahli dalam bidang ini untuk menelaah pengobatan
tradisional misalnya seperti jamu dan herbal serta kandungan apa saja di
dalamnya.
4. Saya akan lebih mengharagai perbedaan pendapat bila bertemu dengan
seseorang yang pro maupun anti terhadap pengobatan tradisional serta akan
saling sharing ilmu dengannya.
5. Saya akan lebih peka terhadap hal itu dan dapat menjembatani pihak
keduanya supaya saya dapat mengambil hikmah dan berbagi manfaat bagi
orang lain.

11

UMPAN BALIK TUTOR:


III.
IV.

12

III.

FILM 1: PATCH ADAMS

Informasi apa yang saya peroleh dalam kegiatan ini (resume film):
1. Saya menonton film ini yang tokoh utamanya adalah hunter (patch) adam
yang awalnya merupakan orang yang bisa dibilang nasibnya kurang beruntung.
Ia berada di rumah sakit jiwa dan bertemu dengan sekumpulan orang yang
berperilaku tidak wajar. Namun, ia dapat beradaptasi dengan baik bahkan ia
dapat mengambil hikmah dari orang-orang disana. Diapun berinisiatif untuk
menjadi dokter dengan berdalih i wanna bea doctor with all my heart. Hingga
akhirnyapun ia sekolah di salah satu universitas kedokteran. Disinilah kisahnya
yang lebih menarik dimulai.
2. Ia mudah mendapat kenalan baru dan cepat akrab dengan orang lain. Cara
belajarnya dan interaksinya yang beberbeda dari yang lain, membuatnya
menjadi seolah diasingkan. Namun hal itu tidak masalah. Ia bisa menyikapinya
dengan baik dan mampu menghiasi atmosfer sekitarnya. Ia humoris dan ramah,
apalagi terhadap pasien dan petugas rumah sakit meski hal itu jarang dilakukan
oleh dokter seniornya. Ia percaya bahwa pendekatan terhadap pasien membuat
pasien merasa nyaman dan meningkatkan kualitas hidup. Karena cara yang ia
terapkan cukup unik, ia pun sering kali bermasalah dengan dokter senior. Hingga
suatu saat ia diancam dikeluakan dari universitas dan disidang. Beruntung dia
memenangkan
sidang itu saya
dan iaketika
pun berhasil
menjadifilm
dokter
Bagaimana
perasaan
menonton
ini:yang berprestasi,
1. Saya senang ketika menyaksikan tingkah laku hunter yang konyol dan
menarik. Ia memasang hidung merah seperti badut lalu ia menghibur anak-anak
kecil. Ia juga membantu orang yang sedang sakit parah di rumah sakit dengan
caranya yang unik. Kadang ia menyerupai badut, bernyanyi, bercanda bahkan ia
berdandan seperti malaikat bersayap untuk berinteraksi dengan pasien.
2. Namun disisi lain saya sedih karena saya melihat dirinya sedang bermasalah
dengan dokter seniornya, padahal apa yang dilakukannya dan niatannya itu baik
tetapi hal itu bertentangan dengan aturan. Apalagi disaat ia disidang dan
terancam keluar dari universitas maka hal itu membuat saya sangat sedih.
Ditambah lagi ia harus kehilangan orang yang dikaguminya Carin. Seandainya
saya berada diposisi sama sepertinya mungkin saya akan menyerah pada
keadaan, namun ternyata ia tidak. Ia segera bangkit dan menyikapinya dengan
baik.
3. Dan yang membuat saya terharu saat ia dipersidangan lantas ia tidak
melakukan pembelaan diri yang frontal, ia hanya mengatakan apa yang ada
dalam hatinya. Tentang menolong pasien dengan menghiburnya, lalu
meningkatkan kualitas hidup dan bukan hanya mencegah kematian. Terutama

13

Pelajaran (lesson learned) yang saya peroleh dari film ini:


1. Film ini memotivasi saya untuk terus belajar, bukan hanya belajar akademik
(ilmu kedokteran) semata tetapi bagaimana menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari dan mengahargai serta memperlakukan orang lain dengan nyaman.
2. Dalam film ini nampak jelas empati dan simpati yang ditunjukkan oleh Hunter
dan teman-temannya. Dimana seorang dokter tidak hanya mengobati saja,
tetapi juga menjadi pendengar aktif dan memberi solusi terhadap problematika
yang ada.
3. Saya juga megambil pelajaran dari film ini bahwa setiap tindakan yang kita
lakukan dapat menimbulkan risiko, entah seberapa besar risikonya. Yang jelas
kita tetap berusaha mencari solusi dan jalan terbaik untuk menyelesaikan setiap
persoalan yang kita hadapi. Lari dari masalah tidaklah menyelesaikan masalah
itu, tetapi justru mempersulit keadaan.
4. Satu hal lagi pelajaran yang sangat menarik dalam film ini, dont focus on the
problem, you cant find the solution, look at me beyound the fingers and you see
that. Saya belajar bahwa permasalahan itu menjadi rumit karena kita terlalu
fokus pada masalah itu sendiri, bukan justru mencari solusinya. Padahal yang
lebih penting disitu adalah melihat peluang yang ada dan temukan solusinya.

Berdasarkan lesson learned yang saya peroleh, bagaimana sikap


saya pada masa yang akan datang?
1. Saya akan berusaha memperbaiki diri saya dan menerapkan ilmu atau
pelajaran yang saya peroleh dalam film tersebut
2. Saya juga akan memberi tahu teman saya akan pentingnya memahami
karena kita.
Bersikap ramah, sopan santun, dan beretika.

Apa
yang orang
saya lain
rasakan
ketika mengikuti
perasaan
dan membuat
orang lain kegiatan:
merasa nyaman

3. Saya akan belajar lebih giat lagi dan terus berusaha yang terbaik serta
mempedulikan perasaan orang lain di sekitar saya sebagaimana yang diterapkan
oleh tokoh dalam film tersebut.
4. Saya akui memang tidak mudah untuk meneladani seutuhnya apalagi sampai
mirip dengan hal yang dilakukan oleh Hunter, tetapi saya pribadi akan tetap
berusaha untuk mencontoh hal positif dalam fil tersebut atau pesan tersirat
maupun tersuratnya.
5. Saya akan berusaha lebih sopan dan ramah terhadap orang lain sebagaimana
yang dicontohkan dalam film ini bagaimana seorang dokter seharusnya
melakukan hal serupa.
14

UMPAN BALIK TUTOR:

15

IV.

FILM 2: 12 ANGRY MEN

Informasi apa yang saya peroleh dalam kegiatan ini (resume film):
1. Saya melihat suatu keadaan dimana terdapat suatu kasus pembunuhan yang
dilakukan oleh seorang anak 18 tahun. Anak tersebut terdakwa pelaku
pembunuhan ayahnya sendiri lantaran hubungan yang tidak harmonis dengan
ayahnya. Hingga akhirnya anak itu masuk ke dalam persidangan dan akan
dikenakan hukuman apabila ia ditetapkan bersalah.
2. Nasib anak ini ditentutakan oleh 12 orang juri yang ditunjuk dari latar
belakang yang berbeda dan dipanggil untuk mendiskusikan hal ini. Keputusan
mutlak dan dikatan sah adalah apabila 12 orang juri tersebut satu suara penuh.
Perbandingannya harus 12-0, apabila ada 1 suara saja yang tidak sama suaranya
maka hasilnya tidak sah.
3. Jelas saja tidak mudah melakukan hal ini. Tiap kali voting hasilnya selalu ada
pihak yang berbeda. Mereka saling berdebat dan beradu argumen dalam
menentukan keputusan dan berada di posisi mana ia duduk. Sampai akhirnya
hampir setiap orang terbawa emosi lantaran keputusan berubah-ubah dan
memang ada sebagian orang hanya mementingkan keinginannya sendiri tanpa
memperhitungkan atau mempedulikan nasib dan perasaan orang lain.

Bagaimana perasaan saya ketika menonton film ini:


1. Awalnya saya bingung dengan film ini karena film ini tidak menceritakan
kronologinya dengan jelas, tetapi bagaimanapun menurut saya film ini menarik
karena membutuhkan kematangan pola pikir untuk memahaminya dan saya
menyukai hal itu.
2. Saya senang dan terheran-heran ketika melihat tokoh-tokoh dalam film
tersebut beradu argumen mengenai suatu perkara yang menurut saya cukup
rumit. Bagaimana tidak? Seorang yang sudah terbukti bersalah dengan
dihadirkannya beberapa saksi dan barang bukti, namun ia bisa dinyatakan tiak
bersalah. Sementara alasan kuat yang mendasari seorang ini tidak bersalah
awalya dimulai dari rasa empati seseorang yang seandainya dirinyalah berada di
posisi anak 18 tahun yang akan dikenai hukuman itu nasibnya ditentukan oleh
beberapa juri yang sama sekali tidak ia kenal sebelumnya dan dalam waktu
singkat dapat menentukan nasibnya. Hal ini terkesan tidak manusiawi. Dan pada
akhirnya dengan serangkaian argumen yang kuat oleh Davis membuat semua
orang berubah pikiran dan menyatakan bahwa anak tersebut tidak bersalah,
padahal sebeumnya semua sepakat bawha anak tersebut bersalah kecuali Davis.
3. Disisi lain saya terharu karena film ini juga mengandung unsur belas kasih

16

Pelajaran (lesson learned) yang saya peroleh dari film ini:


1. Saya mendapatkan pelajaran baru dari film ini tentang bagaimana cara kita
menilai sesuatu tidak hanya dalam satu sudut pandang.
2. Saya mengerti bahwa terkadang ketika kita mendahulukan ego dan ambisi kita
maka hal itu dapat membuat diri kita sendiri jatuh.
3. Saya memahami empati yang dicontohkan oleh tokoh bernama Davis yang
bejuang dengan sebisa mungkin untuk meyakinkan para juri yang lain supaya
mereka semua menyepakati bahwa anak itu tidak bersalah.
4. Saya belajar untuk menyelesaikan permasalahan yang amat rumit apalagi
berkelompok maka kita sama sekali tidak diperbolehkan mendahulukan ego
pribadi dan terlalu tergesa-gesa dalam menentukan pilihan.
5. Saya menjadi tahu bahwa setiap mahluk memiliki haknya tersendiri, entah itu
penajahat atau bukan. Banyak hal yang berkaitan dengan moral, etika, dan hak
asasi manusia disinggung dalam hal ini. Hal inilah yang membuat film ini menjadi
menarik., meurut saya.
6. Saya belajar untuk menjadi pribadi yang bijaksana sebagaimana yang
diperankan oleh aktor yang dipanggil Davis meskipun tindakan yang ia ambil
adalah beresiko tinggi.

Berdasarkan lesson learned yang saya peroleh, bagaimana sikap


saya pada masa yang akan datang?
1. Saya akan berusaha lebih sabar dan menjadi seorang pendengar aktif. Karena
apabila kita tidak ingin mendengarkan pendapat orang lain maka itu akan
membuat diri kita terjebak dalam ruang egoisme semata.

Apa
yang
saya
rasakan rasa
ketika
mengikuti
kegiatan:
2. Saya
akan
meningkatkan
kepedulian
saya terhadap
orang lain dan
menlong orang lain yang sedang dalam kesusahan. Namun saya juga
mempertimbangkan risiko yang akan saya terima, karena setiap tindakan yag
kita piih tentu mengandung risiko.
3. Saya akan meningkatkan kecenderugan motivasi untuk berbuat baik dan
memposisikan diri saya seolah berada di posisi orang lain ketika melihat orang
yang sedang membutuhkan bantuan. Sehingga hal itu membuat hati saya
tergerak untuk menolongnya.
4. Saya akan melakukan hal terbaik saya bisa untuk tetap menjaga hati nurani
saya dan tidak berlandaskan egoisme yang tinggi.
5. Saya akan sharing dengan teman saya mengenai hal yang sepatutnya perlu
didiskusikan secara matang sebagaimana yang telah dicontohkan dalam film.
17

UMPAN BALIK TUTOR:

18

V.

FILM 3: PHILADELPHIA

Informasi apa yang saya peroleh dalam kegiatan ini (resume film):
1. Ada seorang pengacara muda yang berbakat bernama Andrew. Dia baru saja
naik pangkat di perusahaan dan merupakan salah satu orang yang dapat
diandalkan leh bosnya. Suatu saat ia mengalami luka dan tak kunjung sembuh. Si
bos menyadari hal itu namun dirasa tidak apa-apa.
2. Suatu saat Andrew memeriksakan dirinya ke dokter, lalu ia melakukan cek up.
Setelah ditelusuri dan ditemukan hasilnya ternyata ia terkena AIDS. Lambat laun
penyakitnya semakin memburuk dan akhirnya bosnya menyadari hal tersebut
bahwa Andrew si anak emasnya terkena AIDS.
3. Suatu ketika Andrew diberikan tugas untuk mngurus sebuah kasus atau proyek
dan telah di deadline dalam waktu singkat. Alhasil dengan jerih payah ia berhasil
menyelesaikannya tepat waktu. Ironisnya ketika laporan tugas tersebut hendak
dikumpulkan, ternyata tugas tersebut seolah hilang. Ia yakin telah membuat hard
copy dan menyimpan soft copy nya di kantor.Ia mencarinya kemana mana
namun tidak ditemukan, ternyata berkas tersebut telah berada di ruang tempat
penyimpanan arsip yang telah lalu. Akhirnya ia dipecat dari perusahaan dengan
alasan tidak dapat bekerja dengan baik, tetapi ia yakin bukan itu alasannya. Ia
menyadari hal ini adalah sabotase dan menjadi alibi mengapa ia dipecat.

Bagaimana perasaan saya ketika menonton film ini:

1. Perasaan saya sedih dan hati saya tersentuh karena hal ini. Bagaimana
mungkin seseorang melakukan diskriminasi terhadap orang sakit, padahal untuk
menjadi sakit itu bukan suatu pilihan.
2. Saya juga malu terhadap diri saya sendiri setelah menonton film ini, saya
hanya membayangkan seandainya saya yang mengalami sakit tersebut. Saya
pasti akan sangat bersedih dan bimbang bila harus mengetahui penyakit saya
sulit untuk disembuhkan dan saya harus didiskriminasi oleh lingkungan sekitar.
Saya merasa masih kurang bersyukur atas nikmat sehat yang diberian kepada
saya.
3. Di satu sisi saya menjadi termotivasi untuk tergerak melakukan hal hal terbaik
yang saya lakukan dimasa hidup saya dan akan menjauhi perbuatan yang dapat
membahayakan diri saya sendiri maupun orang lain. Misalnya seperti dalam film,
Andrew itu merupakan seorang gay yang beberapa kali bergonta-ganti pasangan
dan oleh karena itu ia tertular AIDS.
4. Di sisi lain saya senang karena dalam film tersebut akhirnya keadilan dapat
ditegakkan. Tidak boleh ada lagi diskriminasi terhadap seseorang yang sakit dan

19

Pelajaran (lesson learned) yang saya peroleh dari film ini:


1. Saya memperoleh pelajaran baru dari film tersebut bahwa hukum merupakan
suatu aturan yang berlaku pada siapapun dan setiap orang meiliki hak yang
sama. Entah itu orang kaya, miskin, sehat, sakit maka semuanya berhak untuk
diperlakukan secara adil dan dilindungi haknya.
2. Saya mengetahui bahwa melakukan tindakan diskrimanasi merupakan salah
satu bentuk pelanggaran hukum. Karena apabila kita melakukan hal tersebut
maka itu berarti kita telah melanggar hukum dan menzalimi orang lain. Dan pada
akhirnya kita akan mendapatkan balasannya, terlebih dari itu hal tersebut dapat
merusak hubungan baik pelaku diskriminasi maupun orang yang terdiskriminasi.
3. Diskriminasi membuat orang menjadi tidak nyaman terhadap kita dan akan
menimbulkan kebencian. Oleh karena itu kita sangat dilarang keras untuk
melakukan diskriminasi.
4. Selain itu apabila kita melakukan diskriminasi terhadap orang sakit justru
membuat keadaannya memburuk. Ia menjadi tidak bersemangat dan merasa
dirinya tidak dibutuhkan oleh orang lain.
5. Pesan moral dalam film tersebut juga menghimbau kita semua untuk berlaku
adil terhadap siapapun dan tidak membeda-bedakan orang berdasarkan satu

Berdasarkan lesson learned yang saya peroleh, bagaimana sikap


saya pada masa yang akan datang?
1. Saya akan lebih mensyukuri nikmat yang saya peroleh dan saya akan lebih
mengahargai kehidupan.
2. Saya

akan

berusaha lebih

giat

lagi

untuk

mempelajari

bioetik dan
orang lain
dengan tidak benar seperti yang telah dilakukan oleh beberapa orang terhadap
Andrew dalam film tersebut.

Apa
yang sayamanusia.
rasakanKarena
ketikasaya
mengikuti
kegiatan:
memanusiakan
tidak ingin
memperlakukan

3. Saya akan melatih kepekaan saya untuk menolong sesamahidup dengan tidak
membeda-bedakan orang lain berdasarkan kategori tertentu sebab hal itu bila
kita melakukan diskriminasi hanya akan membawa dampak yang buruk terhadap
diri kita sendiri maupun orang lain.
4. Saya akan menghormati setiap orang yang saya temui dan saya akan
memperlakukannya dengan ramah sebagaimana saya memperlakukan teman
baik saya atau orang yang saya hormati.
5. Saya akan membuat list pantangan apa saja yang harus saya hindari dan
aturan mana saja yang harus saya taati agar saya tidak menyakiti hati orang lain
20

UMPAN BALIK TUTOR:

21

VI.

FILM SICKO

Informasi apa yang saya peroleh dalam kegiatan ini (resume film):
1. Film ini merupakan film dokumenter yang menceritakan tentang sistem
asuransi di beberapa negara beserta permasalahan maupun benefitnya.
2. Di Amerika dalam beberapa periode lalu meskipun termasuk dalam kategori
negara maju, tetapi mengalami kegagalan dalam pelayanan kesehatan dan
sistem asuransinya bila dibandingkan dengan negara maju lainnya seperti di
Inggris dan Perancis yang jauh lebih baik dalam hal ini.
3. Banyak dari sekian warga Amerika yang tidak memiliki jaminan kesehatan,
sementara orang yang telah memiliki asuransi kesehatan ketika mereka
membutuhkan biaya untuk pengobatan justru permohonan mereka ditolak oleh
pihak perusahaan asuransinya.
4. Oleh sebab itu banyak orang Amaerika yang mengeluh akan hal itu dan
merasa kecewa, mereka merasa dipermainkan oleh sistem layanan kesehatan
disana.
5. Beberapa perusahaan penyelenggara layanan kesehatan tidak bersih. Mereka
menyuap para petinggi untuk bungkam dan menuruti kebijakan yang mereka
kelola atas keinginan
perusahaan.
Bagaimana
perasaan
saya ketika menonton film ini:
1. Saya merasa sedih karena mengetahui keadaan yang terjadi di Amerika.
Padahal negara tersebut merupakan negara adikuasa sekaligus Pemimpin PBB
yang seharusnya merupakan teladan bagi negara-negara di dunia.
2. Saya merasa sangat prihatin dengan hal tersebut, bahkan seorang kakek rela
bekerja di suatu perusahaan hingga seumur hidupnya agar ia tidak dupusingkan
untuk mencari dana pengobatan atau layanan kesehatan lainnya karena hal itu
sudah ditanggung oleh perusahaannya. Padahal untuk sekelas negara maju
seperti di Inggris dan Francis semua itu merupakan hak setiap warganya dan
telah ditanggung negaranya serta fasilitasnya pun gratis.
3. Dan yang membuat hati saya menjadi miris yaitu ketika ada seorang separuh
baya yang menjahit lukanya sendiri karena alasan dia tidak meiliki asuransi
kesehatan dan biaya pelayanan medisnya mahal, padahal orang tersebut bukan
praktisi medis. Bagaimana seandainya bila terjadi infeksi.
4. Ironisnya bahkan warga Amerika sendiri ada yang rela menjadi warga negara
asing karena pelayan dan jaminan hidup di luar Amerika lebih tinggi.
5. Di satu sisi saya senang karena masih ada beberapa perusahaan asuransi

22

Pelajaran (lesson learned) yang saya peroleh dari film ini:


1. Dari film ini saya mendapat pelajaran bahwa sehat itu mahal. Sebagian besar
orang masih berorientasi kepada harta benda yang melimpah, kejayaan, dan
sanjungan dari orang lain. Tetapi pada saat kita sedang sakit parah, semua itu
tidak ada artinya. Terkadang kita lupa bahwa nikmat sehat merupakan karunia
Tuhan yang paling berharga dan lali dalam bersyukur. Karena diluar sana masih
banyak orang yang berjuang keras untuk mendapatkan pelayanan kesehatan
dan tetap sehat.
2. Saya menyadari bahwa untuk memperoleh kesehatan seperti sedia kala pada
saat kita sedang sakit parah tidaklah mudah. Apalagi jaman yang moderen ini
penduduknya lebih cenderung individualis dan keterikatan dengan sistem rumit
yang dibuatnya. Hingga secara tidak langsung telah membatasi hubungan
interpersonal sesama manusia sebagai mahluk sosial.
3. Oleh karena itu banyak korban atau pasien yang tidak sempat tertolong bukan
karena kegagalan medis (perawatan dan penanganan) dari pihak rumah sakit
atau praktisi kesehatan (dokter/perawat) tetapi karena kendala finansialnya yang
membuat permohonan perawatannya ditolak.
4. Hal ini membuat diri saya tergugah dan membuat saya berpikir, sampai kapan
hal ini akan terjadi dan siapakah yang akan memulai perbaikan? Hati nurani saya

Berdasarkan lesson learned yang saya peroleh, bagaimana sikap


saya pada masa yang akan datang?
1. Saya akan lebih mensyukuri nikmat sehat yang dianugrahkan oleh Tuhan
semesta alam kepada saya. Karena dari film tersebut saya menyadari banyak
orang yang berjuang keras untuk sehat.

Apa
yang
saya
rasakan
mengikuti
2. Saya
akan
lebih
menjagaketika
kesehatan
dan lebihkegiatan:
mengontrol

pola hidup saya


sehingga saya lebih waspada terhadap bahaya atau ancaman kedepannya.
3. Saya akan lebih peka terhadap orang lingkungan saya yang membutuhkan
pertolongan dan oleh karena itu saya akan belajar lebih serius dalam ilmu
kedokteran supaya saya bisa menolong orang yang membutuhkan pertolongan
terutama dalam medis dengan baik dan tulus.
4. Saya akan lebih menghargai kondisi orang lain yang sedang tertimpa musibah
ataupun yang sedang sakit apalagi bila saya mengetahui bahwa dia adalah
seorang social inferior sehingga saya lebih berempati dan meluruskan niat untuk
menolongnya apabila saya berkesempatan dan mampu.
5. Saya akan berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam hal ini dan semoga
saja saya tidak terpengaruh oleh politik dan hati nurani saya tidak tercemari oleh

UMPAN BALIK TUTOR:

23

24