Anda di halaman 1dari 8

BAB IV

PERENCANAAN SALURAN
Menurut fungsinya saluran irigasi dapat dibedakan :
1. Saluran pembawa
Q1
Q

Q2

Q = Q1 + Q2
Gambar 3.Saluran pembawa
2. Saluran pembuang
Q1
Q

Q2

Q1 + Q2 = Q
Gambar 4.Saluran pembuang

4.1. Saluran pembawa


Saluran pembawa yang dimulai dari bangunan pengambilan, mengalirkan air untuk
diberikan ke petak-petak sawah berturut-turut sebagai saluran primer, sekunder, tersier dan
kuarter.
Saluran irigasi ada beberapa macam yaitu:
1.Saluran tanah tanpa pasangan
2.Saluran pasangan
3.Terowongan dan saluran tertutup.
4.2. Pembuang
Pada prinsipnya saluran pembuang adalah untuk membuang air setelah dipergunakan.
Saluran pembuang dimulai dari saluran yang paling kecil menampung langsung air yang
terpakai di sawah disalurkan dan bertemu dengan yang lain membentuk saluran yang lebih
besar lagi.
1.

Jaringan saluran pembuang tersier


a.

Saluran pembuang kuarter terletak di dalam satu petak tersier, menampung air
langsung dari sawah dan membuang air tersebut kedalam saluran pembuang tersier.

b.

Saluran pembuang tersier terletak di dan antara petak-petak tersier yang termasuk
dalam unit irigasi sekunder yang sama dan menampung air baik dari pembuang kuarter
maupun dari sawah-sawah. Air tersebut dibuang kedalam jaringan pembuang
sekunder.

2.

Jaringan saluran pembuang utama


a.

Saluran pembuang sekunder menampung air dari jaringan pembuang tersier dan
membuang air tersebut ke pembuang primer atau langsung ke jaringan pembuang
alamiah dan keluar daerah irigasi

b.

Saluran pembuang primer mengalirkan air lebih dari saluran pembuang sekunder
ke luar daerah irigasi. Pembuang primer sering berupa saluran pembuang alamiah
yang mengalirkan kelebihan air tersebut ke sungai, anak sungai atau ke laut

Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan saluran pembawa dan pembuang, dapat dilihat
pada denah berikut :

+ 90
Saluran Pembawa
+ 80
DAERAH IRIGASI
+ 70

Saluran Pembuang

+ 60

Gambar 5.Denah saluran pembawa dan pembuang

4.3. Mendimensi saluran


Ada beberapa metode yang digunakan dalam mendimensi saluran irigasi, yaitu :
A. Saluran tanah tanpa pasangan
1. Metode Strickler
Rumus-rumus :
V k R 2/3 I1/2

A
P

A (b mh)h

P b 2h m 2 1

dengan :
V = kecepatan aliran (m/dt)
A = potongan melintang aliran (m2)
R = jari-jari hidrolis (m)
P

= keliling basah (m)

= lebar dasar (m)

= tinggi air (m)

= kemiringan saluran

= koefisien Strickler, m1/2/dt

m = kemiringan talud (1 vertikal : m horisontal)

M.A.N
1

Gambar 6.Contoh penampang saluran


Tabel 7. Harga-harga kekasaran koefisien strickler (k)
Untuk saluran-saluran irigasi tanah
Debit Rencana (m3/dt)
Q > 10

k (m 1/2 / dt)
45

I < Q < 10

42,5

I<Q<5

40

Q < I dansalurantersier
Dirjen Pengairan, KP-03 : 1986

35

2. Metode Manning
Rumu saliran Manning hamper sama dengan Rumus Strickler, hanya saja angka
kekasaran Manning (n) mempunyai harga bilangan 1 dibag idengan k.
V = n . R 2/3 . I 1/2
3. Metode De Chezy

V C R I
dengan :
V = kecepatan air rata-rata
C = koefisien kekasaran Chezy
= (R / n)1/6
R = jari-jari hidrolis
I

= kemiringan dasa rsaluran

= koefisien kekasaran Manning


Tabel 8.Kemiringan minimum talud untuk berbagai bahan tanah
Bahan Tanah

Simbol

Batu
Gambut kenyal
Lempung kenyal, geluh, tanahlus
Lempung pasiran, tanah pasiran, kohesif
Pasir lanauan
Gambut lunak
Dirjen Pengairan, KP-03 : 1986

Pt
CL, CH, MH
SC, SM
SM
Pt

Kisaran
kemiringan
< 0,25
12
12
1,5 2,5
23
34

Tabel 9.Kemiringan talud minimum untuk saluran timbunan


Yang dipadatkan dengan baik
Kadalaman air + tinggi jagaan
D (m)
D 1,0
1,0 < D 2,0
D > 2,0

Kemiringan minimum talud


1:1
1 : 1,5
1:2

Dirjen Pengairan, KP-03 : 1986


B. Salura nPasangan
Saluran pasangan dimaksudkan untuk:
-

Mencegah kehilangan air akibat rembesan

Mencegah gerusan dan erosi

Mencegah merajalelanya tumbuhan air

Mengurangi biaya pemeliharaan

Memberi kelonggaran untuk lengkung yang lebih besar

Tanah yang dibebaskan lebih kecil

Besarnya rembesan yang terjadi pada saluran pasangan dapat dihitung dengan rumus Moritz
(USBR)

S 0,035C Q/v
dimana:
S

= kehilangan akibat rembesan, m3/dt per km panjang saluran

= debit, m3/dt

= kecepatan, m/dt

= koefisien tanah rembesan , m/hari

0,035 = factor konstanta, m/km


Tabel 10.Harga harga koefisien tanah rembesan C
Jenis tanah
Kerikil sementasi dan lapisan penahan (hardpan)
dengan geluh pasiran
Lempung dan geluh lempungan
Geluh pasiran
Abu vulkanik
Pasir dan abu vulkanik atau lempung
Lempung pasiran dengan batu
Batu pasiran dan kerikilan
Dirjen Pengairan, KP-03 : 1986

Harga C, m/hari
0,10
0,12
0,20
0,21
0,37
0,51
0,67

Jenis-jenis pasangan yang dianjurkan pemakaiannya di Indonesia:


-

Pasangan batu

Beton

Tanah

Pasangan campuran (kombinasi)

Kecepatan-kecepatan maksimum untuk aliran subkritis berikut ini dianjurkan pemakaiannya.


-

Pasangan batu

: 2 m/dt

Pasangan beton

: 3 m/dt

Pasangan tanah

: kecepatanmaksimum yang diijinkan

Koefisien kekasaran Strickler k (m 1/2 /dt) yang dianjurkan pemakainnya adalah:


-

Pasangan batu

: 60

Pasangan beton

: 70

Pasangan tanah

: 35 45

Tabel 11.Harga harga kemiringan talut untuk saluran pasangan


Jenistanah
h < 0,75 m
Lempung pasiran, tanah
pasiran kohesif
1
Tanah pasiran lepas
1
Geluh pasiran, lempung
berpori
1
Tanah gambut lunak
1,25
Dirjen Pengairan, KP-03 : 1986

0,75 m < h < 1,5


1
1
1,5
1,5

Tinggi jagaan minimum adalah seperti yang disajikan tabel di bawah ini sesuai dengan nilai
yang diambil dari USBR. Tabel ini juga menjukkan tinggi jagaan tanggul tanah yang sama
dengan tanggul saluran tanah tanpa pasangan.

Tabel 12. Jagaan minimum saluran pasangan


Debit (m3/dt)
Tanggul (F) (m)
< 0,5
0,40
0,5 1,5
0,50
1,5 5,0
0,60
0,5 10,0
0,75
10,0 15,0
0,85
> 15,0
1
Dirjen Pengairan, KP-03 : 1986

Pasangan (F1) (m)


0,20
0,20
0,25
0,30
0,40
0,50

Contoh soal :
Sebuah saluran akan direncanakan dengan pasangan batu dimana debit rencana 2 m3/dt.
Kemiringan dasar saluran 0,0001. Kemiringan talud 1 : 1. Lebar dasar saluran
direncanakan 2 kali tinggi air di saluran. Tentukan dimensi saluran tersebut dan gambar.

Anda mungkin juga menyukai