Anda di halaman 1dari 26

KELOMPOK 2

DEFISIENSI MAGNESIUM
TERHADAP HIPOPLASIA
ENAMEL
Drg.Didit Aspriyanto

NAMA ANGGOTA :

Iswatun Hasanah
I1D113207
Rahma Zakia
I1D113208
Dana Chitra Maida
I1D113209
Fitriani
I1D113210
Wahdi Habibi
I1D113211
Diny Novita Putri
I1D113212

DEFINISI MAGNESIUM
Magnesium merupakan kation terbanyak
ke empat di dalam tubuh dan kation
terbanyak kedua di dalam intraseluler
setelah potasium. Magnesium (Mg)
mempunyai peranan penting dalam
struktur dan fungsi tubuh manusia.

(Murray PT, Corbrige T. 2000. Pharmacotherapy of acute asthma. In: Hall JB,
Corbrige TC, Rodrigo C, Rodrigo GJ eds. Acute asthma assessment and
management. Singapore : McGraw-Hill. Pp. 139-53.)

LANJUTAN

Jumlah minimum magnesium yang direkomendasikan


setiap hari tersedia untuk orang dewasa adalah 0,25 mmol
(6 mg)/kg berat badan (Sclingmann et al. 2004). Distribusi
magnesium dalam tubuh diperkirakan 66% di dalam
tulang, 33% di dalam otot dan jaringan lunak, dan kurang
lebih 1% dalam darah. Di dalam darah 55% magnesium
dalam keadaan bebas (dalam bentuk ion) dan secara
fisiologi aktif, 30% berikatan dengan protein (terutama
albumin), dan 15% dalam bentuk anion kompleks.

(Fox C, Ramsoomair D, Carter C. 2001. Magnesium: its proven and potential


clinical significance. South Med J. 94:1195-201.)

PERANAN MAGNESIUM
Magnesium juga mempunyai fungsi untuk
mencegah kerusakan gigi dengan cara
menahan kalsium di email gigi.

(Iriyani, Surya. Hubungan antara indeks massa tubuh dengan erupsi gigi molar
pertama permanen rahang atas dan rahang bawah anak umur 6 7 tahun di
SD Inpres Perumnas II Makassar tahun 2009. Media Kesehatan Gigi 2010 Mei:
(1):24-27.0

DEFINISI HIPOPLASIA ENAMEL


Hipoplasia enamel adalah pembentukan matriks email
organik yang tidak sempurna atau cacat pada gigi susu
atau permanen akibat faktor-faktor yang berpengaruh
pada fungsi ameloblas. Ada 2 jenis: satu yangdisebabkan
oleh faktor lingkungan, yang lainnya disebabkan oleh
faktor herediter yang disebut amelogenesis imperfekta.

(Langlais, et al.2014.Atlas Berwarna: Lesi Mulut yang Sering Ditemukan.Buku


Kedokteran EGC.Jakarta.Vol.4. Hal.48)

ETIOLOGI HIPOPLASIA ENAMEL


Etiologi hipoplasia enamel dibagi menjadi 4 faktor penyebab, yaitu :

Faktor Prenatal
Faktor prenatal yang menyebabkan kelainan struktur email pada gigi
sulung adalah faktor maternal (faktor ibu), yaitu adanya infeksi kronik, infeksi
berat, gangguan metabolic,malnutrisi, sedangkan faktor perinatal adalah
anak lahir prematur, low birth weight.

Malnutrisi
Secara umum nutrisi penting untuk pertumbuhan struktur tubuh termasuk
struktur oral.Pembentukan gigi dipengaruhi oleh faktor nutrisi yang optimal
dan fungsi endokrin normal baik pada saat prenatal maupun pescanatal.
McDonald dan Avery (1994) menerangkan bahwa malnutrisi dapat
mempengaruhi aktivasi ameloblas dan mengakibatkan kerusakan email yang
menetap.
(Syarif,Willyanti.2011.Rencana Perawatan Defek Email Gigi Sulung Pada Anak
Kecil Masa Kehamilan Berdasarkan Prediksi Keparahannya.Jurnal FKG
Universitas Padjadjaran.Bandung.Hal.2-3)

LANJUTAN

Penyakit Ibu Selama Hamil


Adanya faktor maternal (ibu) seperti, infeksi sifilis, Torch, penyakit
gangguan metabolic seperti diabetes, gangguan hepar, gangguan
defisiensi nutrisi (defisiensi Ca,vitamin A, C, D), gastroenteritis,
pneumonia,
TBC,
sitomegalovirus,maternal
alcoholism,hipertensi,
preeklamsia anemia dan pemakaian obat-obatan yang berkepanjangan
dapat menyebabkan hipoplasia
Faktor Perinatal dan Neonatal
Anak dengan kelahiran prematur (lahir dengan usia kehamilan < 37
minggu), berat badan lahir rendah (berat lahir < 2.500 gram), kehamilan
kembar atau multipel,hipokalsemia neonatal, hipoksia neonatal,
gangguan neurologic, biperbilirubinemia,infeksi neonatal yang berat,
diare neonatal yang berkepanjangan, dan demam yang tinggi,dapat
menyebabkan hipoplasia email gigi sulung.

(Syarif,Willyanti.2011.Rencana Perawatan Defek Email Gigi Sulung Pada Anak Kecil


Masa Kehamilan Berdasarkan Prediksi Keparahannya.Jurnal FKG Universitas
Padjadjaran.Bandung.Hal.2-3)

MEKANISME HIPOPLASIA ENAMEL


Walaupun sejumlah keadaan dapat mengakibatkan hypoplasia enamel
yang dibarengi dengan keporusan email, yang paling umum dan yang
paling mengganggu adalah fluorosis endemic. Defek hypoplasia ini akan
menyebabkan noda superficial dengan derajat dan warna yang bervariasi.
Adapun mekanisme perubahan warna asupan fluor dalam jumlah
banyak selama periode pembentukan gigi akan mengganggu ameloblas
dan menyebabkan email yang sedang terbentuk menjadi hypoplasia.
Setelah gigi erupsi, email yang porus itu secara perlahan akan
berubahwarna. Perubahan warnanya bias bervariasi, mulai dari putih
seperti kapur sampai ke kuning muda dan coklat sampai hitam, bergantung
pada derajat fluorosisnya (keporusan email) dan macam pewarna kimianya.

(Walton Richard E, Torabinejad M . 2008 .Prinsip dan Praktik Ilmu


Endodonsiaedisi 3. Hal : 466-468)

GAMBARAN HISTOLOGI

(Schlingmann KP, Konrad M, Seyberth HW. 2004. Genetics of


hereditary disorders of magnesium homeostasis. Pediatr Nephrol.

DIAGNOSA
Pada hypoplasia dapat ditemukan gambaran klinis berupa :

Perubahan warna pada enamel gigi


Mahkota gigi berwarna kuning sampai coklat.Perubahan warna gigi yang
menjadi kuning pada hipoplasia enamel disebabkan karena lapisan dentin
yang tidak ditutupi atau sedikit ditutupi oleh enamel sehingga terjadi warna
kuning akibat pancaran dari warna dentin yang selanjutnya pada daerah ini
terjadi penyerapan stein dan akan berubah menjadi kecoklatan.
Pembentukan groove yang dalam dan pit pada permukaan gigi
Perubahan kedalaman groove dan pit disebabkan karena terlepasnya
atau hilangnya enamel dari permukaan gigi

(Delong, Lesly & Nancy W Buckhart. 2009. GENERAL AND ORAL PATHOLOGY. United
States : Library of Congress Cataloging.)

LANJUTAN
Timbul rasa ngilu pada gigi dan rentan karies

Enamel merupakan jaringan yang kuat dan paling keras yang


melindungi gigi terhadap rangsangan pengunyahan seperti rangsangan
termis, mekanis dan kimiawi. Pada hypoplasia enamel, ditemukan lapisan
enamel yang tipis bahkan tidak ada enamel yang melapisi dentin.
Akibatnya, dentin tidak lagi memiliki lapisan pelindung sehingga ketika
mendapatkan rangsangan pengunyahan seperti panas dan dingin gigi
akanmerasa ngilu.Gigi yang mengalami hypoplasia enamel lebih rentan
terhadap terjadinya karies karena permukaan gigi yang mengalami
hypoplasia enamel tidak rata sehingga memudahkan melekatnya
makanan, dan dengan OH yang buruk mempermudah terjadinya karies.
Hipoplasia enamel dapat terjadi pada gigi sulung dan gigi permanen
namun insidensi terbesar pada gigi permanen

(Delong,

Lesly & Nancy W Buckhart. 2009. GENERAL AND ORAL PATHOLOGY. United
States : Library of Congress Cataloging.)

DIAGNOSA BANDING

Amelogenesis imperfecta adalah kelompok kelainan yang diturunkan yang ditandai


oleh cacat padasatu dari tiga tahapan pembentukan email (pembentukan matriks,
mineralisasi, dan pematangan).Dapat terjadi pada gigi sulung maupun permanen.
Kondisi ini dapat dibagi menjadi 4 tipe utama:
(hipoplastik,hipomaturasi,hipokalsifikasi,dan hipoplasia dengan
taurodontisme)
Amelogenesis imperfecta hipoplasia :
Bentuk yang paling umum, terjadi akibat cacat pada matriks email tahap pertama
pada pembentukan email. Email yang terbentuk tipis, mineralisasi terbentuk
dengan baik, dan tidak gumpil.
Amelogenesis imperfecta hipomaturasi
Mempunyai email dalam jumlah normal, tetapi matriksnya tidak matang, sehingga
emailnya lunak, berubah warna, dan mineralisasi terjadi dengan buruk, jadi
eksplorer gigi jika digunakan dengan sedikit tekanan akan bisa membuat
permukaan email berceruk.
(Langlais, et al.2014.Atlas Berwarna: Lesi Mulut yang Sering Ditemukan.Buku
Kedokteran EGC.Jakarta.Vol.4. Hal.48)

Amelogenesis imperfecta hipokalsifikasi


Mempuyai matriks email yang normal, tetapi mengalami mineralisasi
yang tidak signifikan, sehingga terjadi cacat yang hebat pada
kalsifikasi.
Amelogenesis imperfecta hipoplastik dengan taurodontisme
Pada gigi geligi tampak bercak kuning atau opak, mempunyai ceruk
bukal, atrisi, dan taurodontisme.

(Langlais, et al.2014.Atlas Berwarna: Lesi Mulut yang Sering


Ditemukan.Buku Kedokteran EGC.Jakarta.Vol.4. Hal.48-49)

TERAPI

Penampilan semua perubahan warna ini bisa diperbaiki dengan


pemutihan atau dengan cara lain, beberapa bahkan member hasil
yang dramatis. Walaupun serangkaian teknik dengan berbagai zat
kimia dan prosedur telah dicoba teknik yang paling efektif adalah
teknik abrasi dengan pumis HCL yang terkontrol teknik ini bukan
teknik pemutihan (oksidasi) yang sejati namun adalah suatu
pendekalsifikasian danpenghilangan selapis tipis email yang berubah
warna. Teknik ini telah sedikit dimodifikasi sejak diperkenalkan di
pertengahan tahun 80-an.
Teknik pumis asam.Prosedurnya adalah sebagai berikut :
Gigi yang akan dirawat difoto untuk digunakan sebagai arsip dan
bahan pembanding.
Gingiva dilindungi dan gigi di isolasi dengan hati-hati dengan isolator
karet dan diikat. Isolator karetnya diluaskan sampai ke hidung pasien.
Wajah pasien yang terbuka dan matanya ditutup dengan kain atau
handuk agar terlindungi dari cipratan asam.
(Walton Richard E, Torabinejad M . 2008 .Prinsip dan Praktik Ilmu
Endodonsiaedisi 3. Hal : 466-468)

LANJUTAN

Larutan HCI 36% dicampur dengan air suling yang sama banyak sehingga
terbentuk larutan HCI 18% bubuhkan bubuk pumis halus sehingga
menjadi pasta kental. Pada cawan dappen lain, campurkan natrium
bikarbonat dan air sampai menjadi pasta kental, yang akan digunakan
kemudian sebagai penetral asam. Preparat siap pakai juga sudah tersedia.
Pasta pumis HCI diaplikasikan pada email dengan spatel kayu (untuk
lidah) dengan tekanan yang cukup pasta diputar-putar pada permukaan
email selama 5 detik permukaan email kemudian dicuci dengan air
selama 10 detik .
Pasta diaplikasikan lagi sampai warna yang dikehendaki dicapai.
Permukaan gigi dinetralkan dengan campuran Na-bikarbonat-air. Isolator
dibuka, dan gigi dipumis dengan pasta profilaktik halus untuk
menghaluskan permukaan yang terabrasi itu. Biasanya, warna gigi yang
diinginkan diperolehhanya dengan kunjungantunggal. Jika tidak,
perubahan warnanya mungkin terlalu dalam dan tidak bisa ditanggulangi
dengan metode ini.
(Walton Richard E, Torabinejad M . 2008 .Prinsip dan Praktik Ilmu Endodonsiaedisi 3.
Hal : 466-468)

EVALUASI
Teknik pumis asam relative permanen
jika
pemutihan inisil telah diperoleh. Pemantauan
yang dilakukan pada banyak pasien dalam
jangka waktu yang cukup lama menunjukkan
bahwa perubahan warna tidak timbul kembali.

(Walton Richard E, Torabinejad M . 2008 .Prinsip dan Praktik Ilmu


Endodonsiaedisi 3. Hal : 466-468)

PERAWATAN

Pada hipoplasia ringan yaitu defek berupa pit,alur


yang dangkal terlokalisir, kasus ini dapat direstorasi
dengan komposit, glasionomer. Apabila kehilangan
email
luas
maka
dapat
direstorasi
dengan
veneer,mahkota seluloid, mahkota porselen,bridge.
Bila terjadi pada kerusakan luas pada gigi posterior,
penanggulangan bervariasi dari pembuatan restorasi
sederhana,mahkota logam, inlay, onlay, bahkan
extraksi gigi sulung.Restorasi gigi posterior bervariasi
dapat berupa onlay, inlay, mahkota stainless steel.
(Syarif,Willyanti.2011.Rencana Perawatan Defek Email Gigi Sulung Pada
Anak Kecil Masa Kehamilan Berdasarkan Prediksi Keparahannya.Jurnal
FKG Universitas Padjadjaran.Bandung.Hal.6.)

LANJUTAN

Pada kasus dimana hipoplasia menyeluruh maka dapat mengakibatkan atrisi gigi
menyeluruh dan ini dapat ditanggulangi dengan penggunaan overdentur epada
anak.
Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut harus ditingkatkan terutama apabila
telah dilakukan perawatan baik untuk kasus defek ringan maupun defek
berat.Disarankan jugapemeriksaan gigi secara berkala dengan interval 2 bulan.
Menurut ADA (Australian Dental Association) beberapa alternative restorasi
disarankan untuk menanggulangi defek email yaitu; Veneer, komposit, Crown
and bridge, mahkota jaket .Pada kasus hipoplasia berat dengan kerusakan gigi
yang luas dan estetik yang buruk maka disarankan untuk diextraksi dan harus
diikuti denganpembuatan gigi tiruan sebagian pada anak untuk stimulasi
pertumbuhan dan perkembangan rahang anak.

(Syarif,Willyanti.2011.Rencana Perawatan Defek Email Gigi Sulung Pada Anak Kecil Masa
Kehamilan Berdasarkan Prediksi Keparahannya.Jurnal FKG Universitas
Padjadjaran.Bandung.Hal.6.

LANJUTAN

Pada hipoplasia enamel, dental Fluorosis awalnya ditandai adanya


bercak-bercak pada email sampai dengan terjadinya lubang-lubang
didataran labial, yang umumnya disertai dengan perubahan warna.
Karena itu penanggulangannya juga harus disesuaikan dengan
keparahan keadaannya, dan sering juga disertai perbaikan warna
terlebih dahulu.Goldstein dan Feiman menganjurkan pemutihan yang
dimulai dengan etsa asam fosfat 35% selama 5-10 menit, dan
diulang beberapa kali. Selanjutnya permukaan email diasah dengan
disk halus, dan pengulasan superoksol lagi serta pemanasan dengan
lampu pemutih selama 5 menit sejauh 13 inci dari gigi.

(Syarif,Willyanti.2011.Rencana Perawatan Defek Email Gigi Sulung Pada Anak


Kecil Masa Kehamilan Berdasarkan Prediksi Keparahannya.Jurnal FKG
Universitas Padjadjaran.Bandung.Hal.7.)

DAFTAR PUSTAKA

Langlais, et al.2014.Atlas Berwarna: Lesi Mulut yang Sering Ditemukan.Buku


Kedokteran EGC.Jakarta.Vol.4. Hal.48.
Syarif,Willyanti.2011.Rencana Perawatan Defek Email Gigi Sulung Pada Anak Kecil
Masa Kehamilan Berdasarkan Prediksi Keparahannya.Jurnal FKG Universitas
Padjadjaran.Bandung.
Hal.2-3.
Walton Richard E, Torabinejad M . 2008 .Prinsip dan Praktik Ilmu Endodonsiaedisi 3.
Hal : 466-468.
Fox C, Ramsoomair D, Carter C. 2001. Magnesium: its proven and potential clinical
significance. South Med J. 94:1195-201.
Murray PT, Corbrige T. 2000. Pharmacotherapy of acute asthma. In: Hall JB, Corbrige
TC, Rodrigo C, Rodrigo GJ eds. Acute asthma assessment and management.
Singapore : McGraw-Hill. Pp. 139-53.
Iriyani, Surya. Hubungan antara indeks massa tubuh dengan erupsi gigi molar
pertama permanen rahang atas dan rahang bawah anak umur 6 7 tahun di SD
Inpres Perumnas II Makassar tahun 2009. Media Kesehatan Gigi 2010 Mei:(1):24-27.
Schlingmann KP, Konrad M, Seyberth HW. 2004. Genetics of hereditary disorders of
magnesium homeostasis. Pediatr Nephrol. 19:13-25.

TH
A

NK

YO
U

ADA
PERTANYA
AN ???