Anda di halaman 1dari 6

KLASIFIKASI DATA

Data Subjektif (DS)


- Klien mengatakan selalu buang
sekret
- Klien mengeluh nafsu makan
menurun
- Klien mengatakan badan lemah
dan mudah lelah
- Klien mengatakan batuk
- Klien mengeluh batuk berdarah
- Klien mengatakan berkeringat
dingin dan banyak pada malam
hari
- Klien mengeluh tidak mampu
mencerna makanan
- Merasa cepat kenyang
- Klien mengeluh sesak nafas dan
nyeri pada dada

Data Objektif (DO)


- Klien tampak sakit sedang
- Klien tampak lemas
- Konjungtiva pucat
- Keperluan klien dibantu oleh
keluarga
- Batuk darah positif
- Batuk dahak warna hijau
- Klien Kekurangan makanan
- Klien Menolak untuk makan
- Jantung/tekanan darah klien
tidak normal
- Penurunan suara nafas
- Klien kesulitan berbicara
- Batuk tidak efektif
- Klien tampak gelisah
- Sputum berlebihan

DAFTAR PUSTAKA

Musadad,Pengaruh Lingkungan PerumahanTerhadap Penularan TB Paru.Skripsi: Tanggerang.


2002.14.
Supriyadi,Faktor-Faktor yang MempengaruhiPenyakitTuberkulosisParu.Skripsi:Bandar
Lampung. 2013
Soeparman, SarwonoWaspadji, 1998, IlmuPenyakitDalam, Jilid II, Penerbit FKUI, Jakarta
Brooker, Christine. 2001. KamusSakuKeperawatan. EGC : Jakarta.
Wilkinson, Judith M. 2006. BukuSaku Diagnosis Keperawatan, edisi 7. EGC : Jakarta.

ANALISA DATA

NO
DATA
1
Ds : klien mengatakan
selalu buang secret
Do : klien tanpak sakit
sedang

PENYEBAB
Mycobacterium TB

MASALAH
Bersihan jalan nafas
tidak efektif

Saluran nafas
Masuk ke paru-paru
Terjadi reaksi imunitas
Muncul reaksi peradangan
Terjadi pengeluaran sekret
Akumulasi sekret pada jalan
nafas

Ds : Pasien mengatakan
nafsu makan menurun, mual
muntah.
Do : pasien tampak lemah,
bibir tampak kering

Hipoksia
merangsang otak terjadi mual
muntah

Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan

mual muntah
Hilang nafsu makan

Ds : klien mengatakan
badan lemah, merasa mudah
lelah
Do : klien tanpak lemah,
keperluan klien di bantu
oleh keluarga dan perawat

Terjadi peningkatan
metabolisme tubuh
Kebutuhan nutrisi sel meningkat
Cadangan nutrisi jaringan
berkurang
Kelemahan fisik
Keterbatasan aktivitas

Mobilitas fisik

Ds : - Klien mengatakan
berkeringat dingin dan
banyak pada malam hari
- Klien mengatakan
batuk
Do : -konjungtiva pucat
-klien menolak untuk
makan
- batuk darah positif

Muncul reaksi peradangan


Merangsang hipotalamus
Perubahan pada thermostat otak

Hipertermia

NO

DIAGNOSA
KEPERAWATAN

PERENCANAAN
TUJUAN
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan
selama 1-2 jam
bersihan nafas pasien
menjadi efektif.

INTERVENSI
RASIONAL
1. Catat
kemampuan
untuk
1. Pengeluaran sulit bila
mengeluarkan dahak/batuk efektif
sekret kental
2. Atur posisi semi fowler
2. Memaksimalkan
3. Anjurkan
pasien
untuk
batuk
ekspansi paru
efetif/nafas dalan
3. Ventilasi
maksimal
4. Kolaborasi pemberian
obat agen
membuka aktelektasis
mukolitik
dan
meningkatkan
gerakan kedalam jalan
nafas
besar
untuk
dikeluarkan
4. Menurunkan
kekentalan sekret

Bersihan jalan nafas tak


efektif berhubungan
dengan sekret kental atau
berlebihan
Ditandai dengan :
Ds : klien mengatakan
selalu buang secret
Do : klien tanpak sakit
sedang

Ketidakseimbangan nutrisi
kurang dari kebutuhan
tubuh berhubungan dengan
mual muntah
Ditandai dengan :
Ds :Klien mengatakan
nafsu makan menurun.
Do : Klien tampak lemah,
bibir tampak kering

Setelah dilakukan
tindakan
keperawatan selama
1x24 jam gangguan
pemenuhan nutrisi tubuh
dapat terpenuhi.

1. Beri penjelasan pasien tentang kebutuhan


nutrisi bagi tubuh.
2. Hidangkan makanan selagi hangat.
3. Dorong makan sedikit tapi sering

1. Agar pasien mengerti


kebutuhan nutrisi bagi
tubuh.
2. Merangsang nafsu makan.
3. Memaksimalkan masukan
nutrisi bagi tubuh.

Hambatan mobilitas fisik


berhubungan dengan

Setelah dilakukan
tindakan keperawatan

1. Kaji mobilitas yang ada dan


observasi peningkatan kerusakan

1. Mengetahui
tingkat
kemampuan klien dalam

kelemahan fisik.
Ditandai dengan :
Ds : klien mengatakan
badan lemah, merasa
mudah lelah
Do : klien tanpak lemah,
keperluan klien di bantu
oleh keluarga dan perawat

2x24 jam Klien dapat


melakukan mobilisasi
fisik secara optimal

Hipertermia berhubungan
dengan perubahan
thermostat otak.
Ditandai dengan :
Ds :- Klien mengatakan
berkeringat dingin dan
banyak pada malam hari
- Klien mengatakan
batuk
Do : -konjungtiva pucat
-klien menolak untuk
makan
- batuk darah positif

Setelah dilakukan
tindakan keperawatan
selam 1x24 jam klien
dapat mempertahankan
suhu badan normal

2. Obesrvasi tanda-tanda vital


3. Atur posisi senyaman mungkin
4. Mempertahankan postur tubuh
yang baik dan latihan pernafasan

melakukan aktivitas
2. Mengetahui
keadaan
umum klien
3. Memberikan rasa nyaman
pada pasien
4. Untuk
meningkatkan
kapasitas pernapasan

1. Pertahankan masukan cairan yang


adekuat (sedikitnya 2500ml)
2. Anjurkan klien memakai pakaian tipis
dan menyerap keringat
3. Berikan kompres dingin
4. Kolaborasi antipiretik

1. Untuk
menggantikan
cairan yang hilang akibat
peningkatan suhu tubuh
2. Memberikan rasa nyaman
pada pasien
3. Bisa
membantu
menurunkansuhu
tubuh
dengan efek vasekontriksi
4. Menurunkan suhu tubuh
dengan agen farmakologi