Anda di halaman 1dari 5

2.3.

a) Umum

b) Pertimbangan ekonomi

Pemilihan tipe simpang


c) Perilaku lalu-lintas

d) Pertimbangan keselamatan lalulintas

2.3.3 Pemilihan tipe simpang


a) Umum
Pada umumnya simpang tak-bersinyal dengan pengaturan hak
jalan( prioritas dari sebelah kiri) digunakan di daerah
permukiman perkotaan dan daerah pedalaman untuk
persimpangan antara jalan lokal dengan arus lalu-lintas rendah.
Untuk persimpangan dengan kelas dan/atau fungsi jalan yang
berbeda, lalu-lintas pada jalan minor harus diatur dengan tanda
"yield" atau "stop".
Simpang tak-bersinyal paling efektif apabila ukurannya kecil
dan daerah konflik lalu-lintasnya ditentukan dengan baik.
Karena itu simpang ini sangat sesuai untuk persimpangan
antara jalan dua lajur tak-terbagi.

b) Pertimbangan ekonomi
Tipe simpang yang paling ekonomis (simpang bersinyal, simpang tak
bersinyal atau bundaran) yang berdasarkan analisa biaya siklus hidup (BSH).
Untuk daerah luar kota biaya pembebasan tanah lebih rendah sehingga
memungkinkan pembuatan simpang yang lebih besar, tetapi kecepatan
rencana biasanya tinggi sehingga diperlukan ruang yang lebih luas untuk
tipe simpang yang sama sesuai dengan panduan standar Bina Marga.
c) Perilaku lalu-lintas
Dalam analisa perencanaan dan operasional (untuk meningkatkan) simpang
takbersinyal yang sudah ada, tujuannya untuk membuat perbaikan kecil pada
geometri simpang agar dapat mempertahankan perilaku lalu-lintas yang
diinginkan, sepanjang rute atau jaringan jalan

d) Pertimbangan keselamatan lalu-lintas


Tingkat kecelakaan lalu-lintas pada simpang tak-bersinyal empat-lengan diperkirakan
sebesar 0,60 kecelakaan/juta kendaraan, dibandingkan dengan 0,43 pada simpang
bersinyal dan 0,30 pada bundaran.
DAMPAK DENAH SIMPANG

Simpang tiga lengan bentuk T mempunyai tingkat kecelakaan 40 % lebih rendah dari
pada simpang empat lengan.

Simpang Y mempunyai tingkat kecelakaan 15-50 % lebih tinggi dari simpang T.

DAMPAK PERENCANAAN GEOMETRIK

Median pada jalan utama sedikit mengurangi kecelakaan.

DAMPAK PENGATURAN SIMPANG

Pengaturan tanda "Yield" mengurangi tingkat kecelakaan 60 % bila dibandingkan


dengan prioritas dari kiri (tidak diatur).

Pengaturan tanda "Stop" mengurangi tingkat kecelakaan 40 % lebih bila


dibandingkan dengan tanda "Yield".

Pengaturan sinyal lalu-lintas mengurangi tingkat kecelakaan sebesar 20-50 % bila


dibandingkan dengan tanpa sinyal.

2.3.
2.3.4 Perencanaan rinci
4
Saran umum berikut dapat diberikan berkaitan dengan

perencanaan rinci simpang tak-bersinyal:


- Sudut simpang sebaiknya mendekati 90 derajat, dan
sudut yang lain dihindari untuk keselamatan lalu-lintas.
- Fasilitas sebaiknya disediakan agar gerakan belok kiri
dapat dilewatkan dengan konflik minimum terhadap
gerakan kendaraan yang lain
- dll