Anda di halaman 1dari 12

BAB III

PEMELIHARAAN DAN PENGOPRASIAN GENERATOR PADA KERETA API

3.1 Generator
3.1.1

Pengertian Generator
Genset atau Generator-set adalah seperangkat pesawat pembangkit
tenaga listrik adalah seperangkat peesawat pembangkit tenaga listrik yang
merupakan gabunggan atau pasangan antara mesin penggerak dengan
mesin kerja (generator).
Generator

adalah

salah

satu

jenis

mesin

listrik

yang

apabila

digerak/diputar dapat menghasilkan gaya gerak listrik. Adapun untuk


menggerakan generator perlu mesin penggerak yaitu sebuah mesin yang
dapat menghasilkan gaya gerak pada poros daya. Antara mesin penggerak
dengan generator dipasang atau terdapat sebuah penghubung yang biasa
disebut coopling .dalam hal menghubungkan (mengkopel) antara kedua
mesin tersebut dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.
Dikatakan pengkopelan secara langsung jika poros daya mesin penggerak
langsung dihubungkan dengan poros generato (rotor generator) dalam
halinidikopel dengan bantuan coupling gesek. Dandikatakan secara tidak
langsung jika poros daya mesin penggerak dan poros generator masingmasing dipasang sebuah pulley yang berbeda diameternya kemudian
kedua pulley tersebut dihubungkan sabuk (belt).
Pesawat genset yang digunakan pada rankaian KA berbeda dengan
pesawat genset yangdigunakan pada PLTU PLTG maupun PLTA sifat
perbedaanya terletak pada pengoprasianya jika pada PLN maka genset
yang digunakan adalah stasioner, dimana mesin penggeraknya dipilih :
mesin turbin, sedangkan pada rangkaian KA karna sifat operasinya yang
selalu berpindah maka mesin penggerak genset dipilih ,motor disel,
Genset yang dipasang pada kereta pembangkit dipakai untukmelayani

beban listrik rangkaian kereta api dengan kapasitas bermacam-macam


diantaranya: 15 KVA, 17 KVA, 37 KVA, 50 KVA, 80 KVA, 100 KVA, 150
KVA, 250 KVA 300 KVA, 500 KVA. Penggunaannya disesuaikan dengan
beban listrik yang dilayanui pemakaian generator pada kereta api juga
mempunyai keuntungan dan kerugian sendiri untuk pemakaiannya.
3.1.2. Motor Disel
Motor disel sebagai mesin penggerak generator yang dipasang pada kereta
: BP, KP3 P maupun pada KM 3 P secara sederhana dapat dijelaskan
sebagai berikut :
1. jenis langkah : 4takt, artinya motor yang proses kerjanya terdiri 4
langkah torak atau 2x putaran poros engkol menghasilkan 1x proses usaha,
merk yang digunakan pada motor disel biasanya YANMAR type TS/TSC
Daya maksimum 25Pk putaran 2200ppm.
2 . bahan bakar : minyak disel solar jenis HSD (High Speed disel oil)
3. pemasukan bahan bakar : menggunakan pompa injeksi dikabutkan oleh
nozzle
4. Pengatur putaran/ beban mesin: menggunakan governor mekanik
5. Sistem pelumasnan : Minyak pelumas didistribusikan kebagian mesin
dengan bantuan pompa pelumas jenis trokoida.
6. Pendinginan mesin : ada yang menggunakan radiator ada yang
menggunnakan tangki.
Untuk menstart awal motor diselpada genset yang berada di KP 3 maupun
di KM 3 P menggunakan engkol starter akan tetapi untuk menstart awal
motor disel pada

genset yang berada

di BP (untuk rangkaian KA

Esekutif) menggunakan motor starter dimana motor starter ini mendapat


arus dari batrey.
3.1.3. Keuntungan penggunaan genset
Penggunaan genset sebagai sumber tenaga listrik pada rangkaian kereta
mempunyai beberapa keuntungan antara lain :
1. pemeliharaan instalasi maupun perawatan listrik sederhana karna di setiap
kereta tidak memerlukan battrey, alternator, invertor, reftifier.

2. voltage dan arus yang ditimbulkan oleh genset hanya satu macam voltage
dan arus bolak balik sehingga tidak mungkin terjadi kesalahan terhadap
tegangan.
3. jika terjadi gangguan listrik akan segera mudah diatasi karna instalasinya
memang cukup sederhana
Kerugian penggunaan genset
Kerugiaan penggunaan genset sebagai sumber gerak listrik yang memusat
diantaranya adalah :
1. Bila salah satu kabel coupler antara kereta ada yang putus maka kereta
yang terpisah akan padam.
2. jika terjadi gangguan mekanik kereta BP/KP 3/ KM 3 P yang mana
kereta tersebut harus ditahan untuk perbaikan (contoh kerusakan
mekanik adalah : roda los, rem macet) maka walupun pesawat genset
tiad gangguan maka rangkaian kereta akan menjadi padam.
3.2 Komponen Generator
Kereta bagasi dan pembangkit listrik dilengkapi dengan 2 set pembangkit
tenaga listrik (genset) yang masing-masing mempunyai kapasitas 500KVA
dengan tegangan 380V, 3phasa serta frekuensi 50Hz. Pembangkit tenaga
listrik tersebut merupakan satu unit antara motor disel dan alternator yang
dihubungkan melalui kopling otomatis. Berikut adalah gambar dari
generator yang digunakan pada kereta api

Gambar
1.1 Generator
pada kereta api
Untuk
mengenal
fungsi

lebih

darigenerator sebaiknya kita tahu dahulu komponen pada generator


tersebut

Gambar 1.2 Komponen generator pada kereta api


Keterangan Gambar :
1. Engine assy
2. Alternator assy
3. AC/DC Control Panel assy
4. Base frame
5. Radiator
Fungsi dari masing masing bagian genset :
1. Engine assy : Suatu komponen yang mempunyai beberapa sistem: cooling
system, fuel system, air system, dan lubicarting system, antara masing masing
system saling mendukung, fuel akan diinjeksikan keruaang bakar setelah udara
dikomperasikan agar menjadi proses pembakaran yang menghasilkan tenaga
thermis, selanjutnya dengan mekanisme crankshat akan dirubah menjadi tenaga
mekanis. Untuk mempertahankan agar temperatur engine selalu dalamrange kerja
maka air pendingin akan disirkulasi melalui cooling system sedankan lubicartin
system akan melumasi semua bagian komponen yang bergerak sehingga
tidakterjadi keausan,
2. Alternator assy : gabungan kutub magnet yang dinamakan Rotor.
Gulungan kawat magnet yang dinamakan stator.
Rangkaian dioda yang dinamakan rectifier.
Alat pengatur voltase yang dinamakan regulator.

Dua kipas dalam ( internal Fan) untuk menghasilkan


sirkulasi udara.
menghasilkan arus bolakbalik adalah alternator (AC generator), PLN dan lain lain.
3. . AC/DC Control Panel assy : Alternating Current (Arus bolak balik) adalah
arus yang mengalir dalam arah yang berubah - ubah. Dimana masing - masing
terminal polaritasnya selalu berubah - ubah. Pada selang waktu
Direct current (Arus searah) adalah arus yang mengalir dengan arah yang
tetap (konstan), dimana masing - masing terminal selalu tetap polaritasnya.
Misalkan sebagai kutub (+) selalu menghasilkan polaritas positif dan pada kutub
(-) akan selalu menghasilkan polaritas negatif.
4. Base Frame : dengan generator listrik dalam satu dudukan ( base frame) yang
kokoh dan terinstal dengan baik sehingga dapat dioperasikan dengan baik
5. Radiator : sebagai pendingin sebuah mesin atau lebih tepatnya lagi untuk
menstabilkan suhu mesin agar selalu dalam keadaan normal. Dengan adanya
radiator , panas berlebih pada mesin dapat dikurangi sehingga beban kerja mesin
menjadi lebih ringan dan terhindar dari masalah engine overheat yang dapat
membuat mesin berhenti seketika.
3.2.1. Sistem pendukung genset
Dalam pengoprasianya suatu instalasi genset memerlukan sistem pendukung agar
pendukung agar dapat bekerja dengan baik dan tanpa mengalami gangguan.
Secara umum sistem-sistem pendukung tersebut dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Sistem Pelumasan
2. Sistem Bahan Bakar
3. Sistem Pendinginan
3.3.2. Sistem Pelumasan
Untuk mengurangi getaran antara bagian-bagian yang bergerak dan untuk
membuang panas, maka semua bearing dan dinding dalam dari tabung-tabung
silinder diberi minyak pelumas.

Fungsi dari system pelumasan :


1. memperkecil gaya gesek akibat hubungan bagian-bagian mesin yang bergerak.
2. memperkecil keausan.
3. mencegah karat.
4. sebagai pembersih
5. mencegah merembesnya sel pembakaran.
6. sebagai pendingin bagian-bagian mesin sebelah dalam supaya mesin tetap awet
Cara Kerja Sistem Pelumasan
Minyak tersebut dihisap dari bak minyak 1 oleh pompa minyak 2 dan disalurkan dengan
tekanan ke saluran-saluran pembagi setelah terlebih dahulu melewati sistem pendingin
dan saringan minyak pelumas. Dari saluran-saluran pembagi ini, minyak pelumas
tersebut disalurkan sampai pada tempat kedudukan bearing-bearing dari poros engkol,
poros jungkat dan ayunan-ayunan. Saluran yang lain memberi minyak pelumas kepada
sprayer atau nozzle penyemperot yang menyemprotkannya ke dinding dalam dari piston
sebagai pendingin. Minyak pelumas yang memercik dari bearing utama dan bearing
ujung besar (bearing putar) melumasi dinding dalam dari tabung- tabung silinder.
Minyak pelumas yang mengalir dari tempat-tempat pelumasan kemudian kembali
kedalam bak minyak lagi melalui saluran kembali dan kemudian dihisap oleh pompa
minyak untuk disalurkan kembali dan begitu seterusnya.

Gambar 3.3 Sistem Pelumasan

Keterangan
1.Bak minyak
2. Pompa pelumas
3. Pompa minyak pendingin
4. Pipa hisap
5. Pendingin minyak pelumas
6. Bypass-untuk pendingin
7. Saringan minyak pelumas
8. Katup by-pass untuk saringan
9. Pipa pembagi
10. Bearing poros engkol (lager duduk)
11. Bearing ujung besar (lager putar)
12. Bearing poros-bubungan
13. Sprayer atau nozzle penyemprot untuk pendinginan piston
14. Piston
15. Pengetuk tangkai
16. Tangkai penolak
17. Ayunan
18. Pemadat udara (sistem Turbine gas)
19. Pipa ke pipa penyemprot
20. Saluran pengembalian
3.3.3

Sistem bahan bakar


Masuknya air kedalam bahan bakar mungkin terjadi selama transpotasi
penyimpanan atau pada saat dalam tangki kususnya dalam kelemababan tinggi
fluktuasi temperature yang mencolok. Kandungan air yang tinggi menyebabkan
korosi yang

menumpuk jika dikombinasi

dengan produk korosi dan

sediment.dengan demikian mengarah pada masalah-masalah berbahaya dalam


filter bahan bakar dan system injeksi. Pembentukan uap dan fluktasi tekanan
dalam system tekanan rendah mungkin juga dibutuhkan. Dalam hal air laut
terhadap tambahan pengaruh berbahaya dari garam yang tidak dapat dibuang
dengan sempurna.
Cara kerja system Bahan Bakar
Ketika keran bahan bakar diputar ke posisi membuka maka bahan bakar akan mengalir
ke pompa injeksi dengan melalui saringan bahan bakar terlebih dahulu. Saat mesin
mulai berputar, pompa injeksi

juga turut bekerja atau memompakan bahan bakar ke

injector

melalui

pipa

tekanan

tinggi.

Tekanan bahan bahan bakar yang tinggi mengakibatkan pegas penahan katup nozzle di
dalam injector terdesak (membuka nozzle) dan bahan bakar terinjeksikan ke dalam
ruang bakar . Setelah proses injeksi bahan bakar selesai, maka katup nozzle akan
menutup kembali karena adanya tekanan pegas pengembali.

Gambar 3.4 sistem bahan bakar


Keterangan :
1. Pompa penyemperot bahan bakar
2. Pompa bahan bakar
3. Pompa tangan untuk bahan bakar
4. Saringan bahar/bakar penyarinnan pendahuluan
5. Saringan bahan bakar/penyaringan akhir
6. Penutup bahan bakar otomatis
7. Injektor
8. Tanki
9. Pipa pengembalian bahan bakar
10. Pipa bahan bakar tekanan tinggi
11. Pipa peluap.
3.3.4

Sistem pendingin

Hanya sebagian dari energi yang terkandung dalam bahan bakar yang diberikan pada
mesin dapat diubah menjadi tenaga mekanik sedang sebagian lagi tersisa sebagai panas.
Panas yang tersisa tersebut akan diserap oleh bahan pendingin yang ada pada dindingdinding bagian tabung silinder yang membentuk ruang pembakaran, demikian pula
bagian-bagian dari kepala silinder didinginkan dengan air. Sedangkan untuk piston
didinginkan dengan minyak pelumas dan panas yang diresap oleh minyak pendingin itu

kemudian disalurkan melewati alat pendingin minyak, dimana panas tersebut diresap oleh
pendingin.
Pada mesin diesel dengan pemadat udara tekanan tinggi, udara yang telah dipadatken
oleh turbocharger tersebut kemudian didinginkan oleh air didalam pendingin udara
(intercooler), Pendinginan sirkulasi dengan radiator bersirip dan kipas (pendinginan
sirkuit)
Cara Kerja Sistem Pendingin
Pompa-pompa air 1 dan 2 memompa air kebagian-bagian mesin yarg memerlukan
pendinginan dan kealat pendingin udara (intercooler) 3. Dari situ air pendingin kemudian
melewati radiator dan kembali kepada pompa-pompa 1 dan 2. Didalam radiator terjadi
pemindahan panas dari air pendingin ke udara yang melewati celah-celah radiator oleh
dorongan kipas angin. Pada saat Genset baru dijalankan dan suhu dari bahan pendingin
masih terlalu rendah, maka oleh thermostat 5, air pendingin tersebut dipaksa melalui jalan
potong atau bypass 6 kembali kepompa. Dengan demikian maka air akan lebih cepat
mencapai suhu yang diperlukan untuk operasi. Bila suhu tersebut telah tercapai maka air
pendingin

akan

melalui

jalan

sirkulasi

yang

sebenarnya

Gambar 3.5 Sistem Pendingin


Keterangan

secara

otomatis.

1. Pompa air untuk pendingin mesin


2. Pompa air untuk pendinginan intercooler
3. Inter cooler (Alat pendingin udara yang telah dipanaskan)
4. Radiator
5. Thermostat
6. Bypass (jalan potong)
7. Saluran pengembalian lewat radiator
8. Kipas.
3.3 Perawatan pada Generator
3.3.2. Sistem pengamanan mesin.
Sistem pengamanan mesin akan bekerja secara otomatis mematikan mesin
apabila terjadi hal seperti berikut :
1. Tekanan pelumas kurang dari 1,5bar
2. Suhu pendingin mencapai 105C
3. Air dari radiator kurang dari batas minimum
4. fan radiator tidak bekerja
5. tegangan alternator terlalu tinggi
6. suhu ruang genset terlalu tinggi
Pada saat terjadi mesin mati dengan sendirinya perhatikan lampu indikator yang
menyalapada panel kontrolmesin maupun panel genset. Hal ini untuk memudahkan
penyebab gangguan mesin.
Pemeliharaan Mesin
Pemeriksaan awal / inspeksi :
1. Ganti minyak pelumas dan saringanya.
2. Periksa koreksi ketinggian air pendinginpada radiator.

3. Periksa, koreksi kadaranti karat pada air pendingin.


4. Stel klep pada tiap-tiap silinder.
5. Periksa kondisi V-Belt kencangkan kembali.
6. Periksa ketinggian minyak pelumas pada oil bath filter
7. Periksa kekedapan dan kondisi dari saluran bahan bakar dan mnyak peluma,
saluran masuk antara saringan udara dan mesin.
8. Periksa kekerasan ikatan mur dan baut exhaust flange dan manifold
9. Stelpemasangan karet mesin.
Pemeliharan setiap 300 jam operasi :
1. Ganti baru minyak lumas dan saringannya.
Pemeliharaan setiap 900 jam operasi :
1. Ganti baru minyak lumas dan saringannya
2. Periksa ketinggian air pendingin pada radiator
3. Periksa kadar anti karat pada air pendingin
4. periksa kondisi v-belt dan kencangkan kembali
5. Ganti baru minyak pelumas oil bath air filter bersihkan saringanya
6. Periksa kekedapan dan kondisi dari radiator, pipa dan slang air prndingin saluran
bahan bakar dan minyak pelumas saluran masukantara saringan udara dan mesin
7. Periksa batre dan hubungan-hubungan kabelnya
8. Bersihkan elemen pada saringan pendahuluan bahan bakar
9. Ganti baru saringan bahan bakar
Pekerjaan tambahan setiap tahun :
1. Beri gemuk pelumas pada roda gigi
2. Ganti baru pendingin.
3.

Check Sheet

Pemeliharaan berkala
kereta

Berkala