Anda di halaman 1dari 2

I.

TUJUAN PERCOBAAN
- Menentukan Rf masing-masing noda yang mucul pada Kromtografi
-

II.

Lapis Tipis
Menentukan Rf masing-masing zat pewarna makanan

PEMBAHASAN
- Isolasi Kurkumin dari Kunyit
Pada isolasi kurkumin dari kunyit, langkah awal yang dilakukan
yaitu merefluks 20 gram kunyit kering dalam 50ml diklorometana
selama 1 jam. Pemilihan diklorometana sebagai pelarut bertujuan
untuk melarutkan senyawa-senyawa organik pada kunyit yang
cenderung bersifat nonpolar. Seperti yang telah kita ketahui,
diklorometana juga bersifat nonpolar, sehingga senyawa-senyawa
organik tersebut dapat larut dalam diklorometana sesuai dengan
prinsip like dissolve like. Refluks adalah salah satu metode dalam
ilmu kimia untuk mensintesis suatu senyawa, baik organik maupun
anorganik. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak kurkumin yang
ada pada kunyit. Pada saat refluks, suhu larutan sebaiknya tidak
terlalu tinggi karena akan menghambat proses ekstrasi sehingga
tidak semua kurkumin dapat diekstrak. Selanjutnya campuran ini
disaring dengan penyaringan vakum. Filtrasi atau penyaringan
vakum adalah teknik untuk memisahkan produk yang solid dari
campuran reaksi pelarut atau cair. Campuran padat dan cair
dituangkan melalui kertas filter dalam corong Buchner. Padat yang
terperangkap oleh filter dan cairan tersebut ditarik melalui corong
ke dalam labu di bawah ini, dengan ruang hampa. Proses
pemisahan dengan teknik ini sangat tepat dilakukan,
jumlah

partikel

cairannya

dan

pengumpulan

padatnya
ukuran

lebih

hasil

besar

terbilang

endapan-endapan

kristal

dibandingkan
relatif
atau

besar,
penyaring

karena
dengan
bukan
steril.

Penyaring vakum kontinu dapat menangani beban kotoran yang


tinggi dan pada suatu basis volume, dalam hal biaya cairan yang
disaring per galon murah. Dalam mengerjakan system penyaring

drum kontinu, vakum dipakai untuk drum (tong) tersebut, dan


cairan mengalir melalui lajur kontinu. Zat padat dikumpulkan pada
akhir lajur tersebut.
Setelah campuran disaring dengan saringan vakum, didapatkan
larutan kuning, residu dibuang. Selanjutnya dilakukan distilasi
sederhana pada penangas 50C. Distilasi sederhana bertujuan
untuk memurnikan distilat yang masih mengandung diklorometana.
Pemilihan metode menggunakan distilasi sederhana didasarkan
oleh perbedaan titik didih kurkumin dan diklorometana yang relatif
besar (>75C; titik didih diklorometana = 40C, titik didih kurkumin
= 183C). Dari distilasi sederhana tersebut dihasilkan residu kuning
kemerahan. Dalam residu kuning kemerahan ini belum didapatkan
kurkumin murni. Selanjutnya ditambahkan 20 ml n-heksana. Karena
bentuk

kurkumin

di

alam

yaitu

gel,

maka

diperlukan

zat

pengganggu, dalam percobaan ini yaitu n-heksana, agar dapat


diperoleh

kurkumin

pengganggu

murni.

dikarenakan

Pemilihan
n-heksana

n-heksana
sangat

sebagai
suka

zat

dengan

diklorometana. Mekanismenya diklorometana diikat dengan nheksana, diklorometana dan n-heksana mempunyai titik didih yang
rendah

sehingga

dengan

menguapkannya

dengan

penguapan, kedua zat tersebut hilang dari kurkumin.

cawan