Anda di halaman 1dari 25

Lampiran 1.

Tabel Tolok Ukur Keberhasilan Variabel


1

Variabel
MASUKAN
A. Tenaga
1. Dokter
2. Perawat
3. Koordinator P2M
4. Petugas laboratorium
5. Petugas kesehatan lingkungan
6. Petugas administrasi
7. Jumantik
B. Dana
Diperoleh dari APBD tingkat II
C. Sarana
1. Medis
a. Poliklinik set :
- Stetoskop
- Timbangan berat badan
- Termometer
- Tensimeter
- Senter
b. Alat pemeriksaan darah
lengkap
c. Obat-obatan simptomatis
untuk DBD (analgetik dan
antipiretik)
2. Non medis
a. Ruang tunggu
b. Ruang administrasi
c. Ruang periksa
d. Ruang tindakan
e. Ruang laboratorium
f. Apotek
g. Perlengkapan administrasi
h. Alat penyuluhan kesehatan
masyarakat
i. Formulir laporan
- Formulir KD/RS-DBD
- Formulir DP-DBD
- Formulir K-DBD
- Formulir W2-DBD
- Formulir WI

Tolok Ukur Keberhasilan

1 orang
1 orang
1 orang
1 orang
1 orang
1 orang
1 orang/desa

Cukup

1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 set
Cukup

1 ruang
1 ruang
1 ruang
1 ruang
1 ruang
1 ruang
Cukup
Cukup

j. Buku petunjuk program DBD


k. Bagan penatalaksanaan kasus
DBD
l. Larvasida (Abate)
D. Metode
Terdapat metode untuk :
1. Penemuan tersangka penderita
DBD

2. Rujukan tersangka penderita DBD

3. Penemuan kasus penderita pasti


DBD
4. Surveilans kasus DBD

Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Ada
Ada
Cukup

Penemuan tersangka penderita DBD


dilakukan secara passive case finding,
yaitu dari pasien yang datang berobat ke
Puskesmas yang menunjukkan gejala
sebagai berikut :
Demam tinggi mendadak, tanpa sebab
yang jelas, berlangsung terus menerus
selama 2-7 hari disertai manifestasi
perdarahan (sekurang-kurangnya uji
Tourniquet positif) dan/atau
trombositopenia (jumlah trombosit
100.000/l).
Semua tersangka penderita DBD yang
ditemukan di Puskesmas langsung di
rujuk ke rumah sakit
Penemuan kasus penderita pasti DBD
didapatkan berdasarkan laporan rumah
sakit rujukan

5. Surveilans vektor DBD


a. Pemeriksaan Jentik Berkala
(PJB)

Dilakukan oleh petugas puskesmas yang


telah dilatih dengan penyelidikan
epidemiologi (PE), yang merupakan
tindak lanjut dari penemuan kasus DBD
berupa kunjungan rumah kasus DBD dan
rumah sekitarnya sekurang-kurangnya
radius 100 m (sebanyak 20 rumah). Bila

penderita adalah siswa, maka dilakukan


juga di sekolah siswa yang bersangkutan.
b. House Index (HI)

c. Angka Bebas Jentik (ABJ)

6. Pemberantasan vektor DBD


a. Pemberantasan nyamuk
dewasa

b. Pemberantasan jentik
Kegiatan 3M

Abatisasi

7. Penyuluhan kesehatan
Perorangan / individu

PJB dilakukan oleh petugas puskesmas


dengan mengunjungi 100 sampel
rumah/bangunan yang dipilih secara acak
per desa untuk diperiksa tempat
penampungan air yang menjadi tempat
perindukan jentik nyamuk vektor DBD
(bak mandi, vas bunga, drum, kaleng
bekas, kontainer).
HI didapatkan dengan menghitung
presentase jumlah rumah/bangunan yang
ditemukan jentik dibandingkan dengan
jumlah rumah/bangunan yang diperiksa.
ABJ didapatkan dengan menghitung
presentase jumlah rumah/bangunan yang
tidak ditemukan jentik dibandingkan
dengan jumlah rumah/bangunan yang
diperiksa.

Fogging fokus : pengasapan dengan


insektisida di rumah penderita DBD dan
rumah/bangunan sekitarnya dalam radius
200 meter, 2 siklus dengan interval 1
minggu.
-

Kelompok

Menguras dan menyikat tempattempat penampungan air, seperti bak


mandi/wc, drum dan lain-lain
seminggu sekali (M1)
Menutup
rapat-rapat
tempat
penampungan air, seperti gentong
air/tempayan, dan lain-lain (M2)
Mengubur
atau
menyingkirkan
barang-barang bekas yang dapat
menampung air hujan (M3).

8. Pelatihan jumantik

9. Pencatatan dan pelaporan

Pemberian bubuk abate sebanyak 10 gram


( 1 sendok makan rata) untuk tiap 100
liter air pada tempat penampungan air.

Dilakukan dalam kegiatan Pemeriksaan


Jentik Berkala saat mengunjungi rumah
untuk memeriksa tempat penampungan
air dalam bentuk penejelasan dan anjuran
untuk melaksanakan PSN DBD.
Penyuluhan secara kelompok dalam
bentuk pertemuan Jumantik, maupun
secara massal dalam bentuk ceramah
agama, pertemuan musyawarah desa, atau
menggunakan poster.
Dilakukan dalam bentuk ceramah di
Puskesmas untuk meningkatkan
pengetahuan Jumantik dalam hal penyakit
DBD dan nyamuk penularnya sehingga
mampu memberikan informasi dan
memotivasi masyarakat untuk
melaksanakan PSN DBD.
1. Pencatatan kasus dilakukan setiap
hari bila ada laporan tersangka dan
penderita DBD yang diterima oleh
Puskesmas.
2. Pencatatan hasil kegiatan PSN, PJB,
dan PE dilakukan setiap kegiatan
selesai dilaksanakan.
3. Pelaporan kegiatan dalam bentuk
laporan :
- 1x24 jam, berupa laporan penemuan
penderita dan hasil penyelidikan
epidemiologis.
- Mingguan berupa laporan penderita
dan hasil kegiatan PSN.
- Bulanan, berupa laporan penderita.

PROSES
A. Perencanaan
1. Penemuan tersangka penderita DBD

2. Rujukan tersangka penderita DBD

3. Penemuan kasus penderita pasti DBD

4. Surveilans kasus DBD


5. Surveilans vektor DBD
Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB)
House Index (HI) dan Angka Bebas
Jentik (ABJ)
6. Pemberantasan vektor DBD
Pemberantasan nyamuk dewasa

Tribulanan, berupa laporan kegiatan


PJB yang merupakan hasil
perhitungan Angka Bebas Jentik
(ABJ).
Tahunan, berupa rekapitulasi hasil
kegiatan selama setahun.

Penemuan tersangka penderita DBD akan


dilaksanakan pada setiap hari kerja dan
jam kerja di Balai Pengobatan Umum dan
IGD.
Rujukan tersangka penderita DBD akan
dilaksanakan pada setiap hari kerja dan
jam kerja di Balai Pengobatan Umum dan
IGD.
Penemuan kasus penderita pasti DBD
didapatkan berdasarkan laporan rumah
sakit rujukan.
Dilakukan setiap hari kerja, pada pukul
08.00-14.00 WIB

Dilakukan setiap 3 bulan oleh petugas


puskesmas
Dihitung setelah dilakukan kegiatan
Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB).

Fogging fokus akan dilaksanakan dalam 2


siklus dengan interval 1 minggu di daerah
terjangkit bila Penyelidikan
Epidemiologis (PE) (+), yaitu bila dalam
radius 100 meter dari tempat tinggal
penderita ditemukan satu atau lebih
penderita DBD lainnya, atau tiga atau

Pemberantasan jentik
- Kegiatan 3M
-

lebih tersangka DBD, dan ditemukan


jentik (5%) dari rumah/bangunan yang
diperiksa.

Abatisasi

7. Penyuluhan kesehatan
- Perorangan / individu

Dilaksanakan 1 kali/minggu selama 30


menit oleh masyarakat
Pemberian bubuk abate akan
dilaksanakan setiap 3 bulan sekali

Kelompok

8. Pelatihan jumantik
9. Pencatatan dan pelaporan

Dilakukan seminggu sekali oleh petugas


jumantik dan petugas kesehatan saat
melakukan PJB.
Penyuluhan kepada masyarakat luas
dilakukan 1x/bulan
Dilaksanakan 1x/tahun di Puskesmas

B. Organisasi
Terdapat struktur tertulis dan pembagian
tugas yang teratur dalam melaksanakan
program pemberantasan DBD
C. Pelaksanaan
1. Penemuan tersangka penderita DBD

Pencatatan kasus akan dilaksanakan


setiap hari kerja dan jam kerja di
Puskesmas, sementara pencatatan hasil
kegiatan akan dilakukan setiap kegiatan
selesai dilaksanakan. Pelaporan akan
dilaksanakan dalam 1x24 jam setelah
diagnosis ditegakkan, serta dalam laporan
kegiatan mingguan, tribulanan, dan
tahunan.

Tersedia
2. Rujukan tersangka penderita DBD

3. Penemuan kasus penderita pasti DBD

Dilaksanakan setiap hari Senin sampai


Sabtu jam 8.00-14.00, kecuali hari libur,

di Balai Pengobatan Umum dan setiap


hari 24 jam di IGD.
4. Surveilans kasus DBD

5. Surveilans vektor DBD


Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB)

House Index (HI) dan Angka Bebas


Jentik (ABJ)
6. Pemberantasan vektor DBD
Pemberantasan nyamuk dewasa

Dilaksanakan setiap hari Senin sampai


Sabtu jam 8.00-14.00, kecuali hari libur,
di Balai Pengobatan Umum dan setiap
hari 24 jam di IGD.
Laporan rumah sakit rujukan diterima
setiap hari Senin sampai Sabtu jam 8.0014.00, kecuali hari libur.
Dilakukan setiap hari kerja, pada pukul
08.00-14.00 WIB setelah menerima
laporan kasus dalam waktu maksimal
1x24 jam.

Dilakukan setiap 3 bulan sekali oleh


petugas Puskesmas

Pemberantasan jentik
- Kegiatan 3M

Abatisasi

7. Penyuluhan kesehatan
- Perorangan / individu

Dihitung setelah dilakukan kegiatan


Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB).

Fogging fokus akan dilaksanakan dalam 2


siklus dengan interval 1 minggu di daerah
terjangkit bila Penyelidikan
Epidemiologis (PE) (+), pada pagi hari
jam 8.00-10.00 dan sore hari jam 16.0018.00

Kelompok
Dilaksanakan setiap hari Jumat jam 9.009.30 oleh masyarakat

8. Pelatihan jumantik

Pemberian bubuk abate akan


dilaksanakan setiap 3 bulan sekali

9. Pencatatan dan pelaporan

Dilakukan seminggu sekali oleh petugas


jumantik dan petugas kesehatan saat
Pemeriksaan Jentik Berkala

D. Pengawasan dan Pengendalian


1. Adanya pelaporan yang lengkap
mengenai hasil kegiatan PSN
2. Adanya pelaporan yang lengkap
mengenai kasus DBD
3. Adanya pelaporan yang lengkap
mengenai hasil kegiatan PJB
4. Penilaian mengenai seluruh hasil
kegiatan yang diadakan setiap akhir
tahun untuk menentukan program
pada tahun berikutnya.
5. Supervisi oleh kepala Puskesmas.

Penyuluhan kepada masyarakat luas


dilakukan 1x/bulan melalui pertemuan,
ceramah, musyawarah desa, dan lain
sebagainya.
Dilaksanakan 1x/tahun di Puskesmas
Pencatatan kasus akan dilaksanakan
setiap hari Senin sampai Sabtu jam 8.0014.00 di Puskesmas, sementara
pencatatan hasil kegiatan PSN dan PJB
akan dilakukan setiap kegiatan selesai
dilaksanakan. Pelaporan akan
dilaksanakan dalam 1x24 jam setelah
diagnosis ditegakkan, serta dalam laporan
kegiatan mingguan, tribulanan, dan
tahunan.

1x/minggu
1x/bulan
3 bulan sekali
1x/tahun

1x/tahun
3

KELUARAN
1. Penemuan tersangka penderita DBD

2. Rujukan tersangka penderita DBD

Semua tersangka dirujuk atau 100%

3. Penemuan kasus penderita pasti

4. Surveilans kasus DBD

100 %

5. Surveilans vektor DBD


Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB)
House Index (HI)
Angka Bebas Jentik (ABJ)

4x/tahun
HI < 6%
ABJ 95%

6. Pemberantasan vektor DBD


Pemberantasan nyamuk dewasa
Pemberantasan jentik
Kegiatan 3M
Abatisasi
7. Penyuluhan kesehatan
Perorangan
Kelompok
8. Pelatihan jumantik
9. Pencatatan dan pelaporan

Fogging focus 100% bila PE(+) sesuai


syarat
Dilakukan di setiap rumah dan bangunan
di wilayah setempat = 100%
4x/tahun

52x/tahun
12x/tahun
1x/tahun
100%

LINGKUNGAN
A. Lingkungan fisik
Geografi
Curah hujan
Kepadatan penduduk
B. Lingkungan non-fisik
Budaya atau kebiasaan
Pendidikan

UMPAN BALIK
1. Laporan
- Laporan penderita
- Laporan mingguan
- Laporan bulanan

Bukan merupakan penghambat program


Bukan merupakan penghambat program
Bukan merupakan penghambat program

Bukan merupakan penghambat program


Bukan merupakan penghambat program

Setiap ditemukan penderita DBD


1x/minggu
1x/bulan

Laporan tribulanan
Laporan tahunan

2. Pertemuan
6

DAMPAK
A. Langsung
B. Tidak langsung

4x/tahun
1x/tahun
1 bulan sekali
Penurunan angka morbiditas dan
mortalitas kasus DBD.
Peningkatan derajat kesehatan masyarakat
sehingga DBD tidak lagi menjadi masalah
kesehatan.

Lampiran II
Gambar 1. Desa Wilayah Kerja Puskesmas Kutawaluya

Tabel 1. Jumlah Penduduk Per Desa di Wilayah Kerja Puskesmas Kutawaluya 2012
No
1
2
3
4
5
6
7

Nama Desa
Waluya
Sampalan
Sindangsari
Sindangmulya
Sindangkarya
Sindangmukti
Mulyajaya
Jumlah

Jumlah
RT/RW
12/4
24/6
18/5
9/3
12/3
12/4
9/3
96/28

KK
1.168
1.168
1.962
1.557
1.291
1.037
1.373
8.867

Jumlah Penduduk
L
1.738
3.027
2.716
1.949
1.696
2.043
1.432
14.911

L+P
P
1.669
3.133
2.800
1.930
1.618
2.146
1.252
13.428

3.407
6.160
5.516
3.879
3.314
4.189
2.684
28.339

Sumber: Data Monografi wilayah kerja UPTD Puskesmas Kutawaluya tahun 2012

Tabel 2. Klasifikasi Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Wilayah Kerja


Puskesmas Kutawaluya 2012.
No
1

Tingkat Pendidikan
SD / MI

Jumlah
11.434

%
40,34722

2
3
4
5

SMP / MTs
SMA / Aliyah
Sarjana
Belum tamat SD
Jumlah

5.598
7.961
479
2.867
28.339

19,7537
28,09203
1,69025
10,1168
100

Sumber : Profil Desa di Kecamatan Kutawaluya, 2012


Catatan : Tingkat Pendidikan

Tinggi : Tamat D III, Sarjana


Sedang : Tamat SLTA
Rendah : Tidak tamat SD, SD sampai SLTP

Tabel 3. Klasifikasi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian penduduk di Wilayah Kerja


Puskesmas Kutawaluya 2012.
No

Mata Pencaharian

Jumlah

Petani

2.804

29,34

Buruh

702

7,35

Karyawan swasta / pabrik

1.121

11,73

Pedagang

1.402

14,67

Pegawai Negri Sipil ( PNS)

702

7,35

pensiunan

281

2,94

Lain-lain

2.545

26,63

32.300

100 %

6
Jumlah

Sumber: Profil desa di Kecamatan Kutawaluya tahun 2012

Tabel 5. Jenis Sarana Kesehatan di Kecamatan Kutawaluya Tahun 2012


No
1
2
3
4
5

Jenis Sarana Kesehatan


Puskesmas UPTD
Puskesmas Pembantu (Pustu)
Puskesmas Keliling
Klinik 24 jam
Dokter Praktek Swasta

Jumlah
2
2
1
1
1

6
7
8
9
10
11

Balai Pengobatan Swasta


Bidan Desa
Toko Obat
Pengobatan Tradisional
Posyandu
Kader Posyandu

14
16
1
1
39
195

Sumber: Data Monografi wilayah kerja UPTD Puskesmas Kutawaluya tahun 2012
Tabel 6. Jumlah Penderita DBD per Desa di Wilayah Kerja Puskesmas Kutawaluya periode
Januari 2012-Desember 2012
Bula Waluy Sampala Sindan Sindan Sindan Sindan Mulyajay Tota
n
a
n
g Sari
g
g
g
a
l
Mulya Karya Mukti
Jan
0
0
1
0
0
0
1
2
Feb
0
0
0
0
0
0
0
0
Mar
0
1
0
0
0
0
0
1
Apr
0
0
0
0
0
0
0
0
Mei
0
0
0
0
0
0
0
0
Jun
0
0
0
0
0
0
0
0
Jul
0
0
0
0
0
0
0
0
Ag
0
0
0
0
0
0
0
0
Sep
0
0
0
0
0
0
0
0
Okt
0
0
0
0
0
0
0
0
Nov
0
0
0
0
1
0
0
1
Des
0
0
0
0
0
0
0
0
Total 0
1
1
0
1
0
1
4
Sumber : Puskesmas Kecamatan Kutawaluya

Insidens Rate DBD

Jumlah kasus baru DBD


Jumlah penduduk

4
= 28339

x 100.000

x 100.000

= 14 / 100.000 penduduk

Tabel 7. Data Surveilans Vektor DBD per Desa di Wilayah Kerja Puskesmas Kutawaluya periode
Januari 2012-Desember 2012
Desa
Waluya

Triwulan I
HI
ABJ
68
32

Triwulan II
HI
ABJ
66
34

Triwulan III
HI
ABJ
65
35

Triwulan IV
HI
ABJ
73
27

Sampalan
64
36
67
33
Sindang Sari
63
37
66
34
Sindang Mulya
71
29
69
31
Sindang Karya
75
25
71
29
Sindang Mukti
68
32
68
32
Mulyajaya
76
24
66
34
Sumber : Puskesmas Kecamatan Kutawaluya

63
64
72
61
59
60

37
36
28
39
41
40

78
72
79
77
80
72

22
28
21
23
20
28

Dari tabel 7 didapatkan House Index (HI) dan Angka Bebas Jentik (ABJ) per tahun
HI =
=

Jumlah rumah/bangunan yang ditemukan jentik


x 100
Jumlah rumah/bangunan yang diperiksa
1932
x 100
2800

= 69%
ABJ =
=

Jumlah rumah/bangunan yang bebas jentik


x 100
Jumlah rumah/bangunan yang diperiksa
868
x 100
2800

= 31 %
Tabel 8. Data Rekapitulasi Rumah Tangga yang Ikut dalam Program PSN
Desa
Jumlah Rumah Tangga Memberantas Jentik di Rumah
Waluya
1123
128
Sampalan
2004
1563
Sindangsari
1120
336
Sindangmulya
1291
678
Sindangkarya
824
530
Sindangmukti
1223
489
Mulyajaya
697
244
Total
8282
3968
Sumber : Data Rekapitulasi Pendataan PHBS di Instititusi Rumah Tangga di Wilayah Kerja
Puskesmas Kutawaluya periode 2012
Cakupan Program Pemberantasan Sarang Nyamuk di tatanan rumah tangga
Jumlah rumahtangga yang memberantas jentik
x 100
=
Jumlahrumah tangga yang diperiksa

3968
x
100%
8282

= 47,91 %
Tabel 8. Data Rekapitulasi Sekolah yang Ikut dalam Program PSN
No
Nama Institusi Pendidikan
Memberantas Jentik Nyamuk

1
SDN Sampalan I

2
SDN Sampalan II
x
3
SDN Waluya I

4
SDN Waluya II

5
SDN Sindangmulya I

6
SDN Sindangmulya II

7
SDN Sindangsari I

8
SDN Sindangsari II

9
SDN Sindangsari III

10
SDN Mulyajaya I

11
SDN Mulyajaya II
x
12
SDN Sindangmukti I

13
SDN Sindangmukti II

14
MIS Nurul Huda (Sindangmulya )
x
15
MIS AL-Hidayah ( Sindangmukti)

16
MIS Mabdaul Falah (Sindangsari)

17
MIS Tarbiatussibyan( Sindangsari )

18
MIS Nurul Falah ( Sindangkarya )
x
19
MTSN Nurul Falah ( Sindangkarya )

20
RA Usswatun Hasanah ( Sampalan )

21
SMPN Kutawaluya I

22
SMK Nurul Falah (Kutawaluya)
x
23
DTA DARURROHMAN(Waluya)
x
24
DTA Nurusaadah(Waluya)

25
DTA Tarbiyatul Huda

26
Madrasah Hijratusa'adah

27
DTA Nurul Hikmah (Mlya Jaya)
21
Total
Sumber : Data Rekapitulasi Pendataan PHBS di Instititusi Pendidikan di Wilayah Kerja
Puskesmas Kutawaluya periode 2012
Cakupan Program Pemberantasan Sarang Nyamuk di tatanan sekolah
Jumlah sekolah yang memberantas jentik
x 100
=
Jumlah sekolah yang diperiksa

21
x
27

100%

= 77,78 %
Lampiran III. Tabel Pembahasan
1

Variabel
KELUARAN
1. Penemuan tersangka penderita DBD
2.

Rujukan tersangka penderita DBD

3.

Penemuan kasus penderita pasti

4.

Surveilans kasus DBD

5.

Surveilans vektor DBD


Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB)
House Index (HI)
Angka Bebas Jentik (ABJ)

6.

Pemberantasan vektor DBD


Pemberantasan nyamuk dewasa
Pemberantasan jentik
Kegiatan 3M

7.

Tolok Ukur Keberhasilan


0

(+)

0
100 %

100%

(-)

4x/tahun
HI < 6%
ABJ 95%

4x/tahun
69%
31%

(-)
(+)
(+)

Fogging focus 100% bila PE(+)


sesuai syarat

Tidak dilakukan

(-)

Dilakukan di setiap rumah dan


bangunan di wilayah setempat =
100%

Rumah 47,91%
Sekolah 77,78%
Tatanan lain
tidak ada data

(+)
(+)

100%

Abatisasi

Penyuluhan kesehatan
Perorangan
Kelompok

9.

52x/tahun
12x/tahun

MASUKAN
A. Tenaga
1. Dokter
2. Perawat
3. Koordinator P2M

(+)

(+)

3x/tahun, hanya
saat
penanggulangan
fokus
Tidak ada data
tertulis
4x/tahun

(+)
(+)

1x/tahun

(+)

(+)

Pelatihan jumantik

10. Pencatatan dan pelaporan

Masalah

Tidak ada data


tertulis
Tidak ada data
tertulis
4 orang

4x/tahun
8.

Cakupan

(+)

100%

Tidak ada data


tertulis
90%

1 orang
1 orang

3 orang
17 orang

(-)
(-)

4.

Petugas laboratorium

5.

Petugas kesehatan
lingkungan
Petugas administrasi
Jumantik

6.
7.

B. Dana
Diperoleh dari APBD tingkat II
C. Sarana
1. Medis
a. Poliklinik set :
- Stetoskop
- Timbangan berat
badan
- Termometer
- Tensimeter
- Senter
b. Alat pemeriksaan darah
lengkap
c. Obat-obatan simptomatis
untuk DBD (analgetik
dan antipiretik)
2.

Non medis
a. Ruang tunggu
b. Ruang administrasi
c. Ruang periksa
d. Ruang tindakan
e. Ruang laboratorium
f. Apotek
g. Perlengkapan
administrasi
h. Alat penyuluhan
kesehatan masyarakat
i. Formulir laporan
- Formulir KD/RSDBD
- Formulir DP-DBD
- Formulir K-DBD
- Formulir W2-DBD
- Formulir WI
j. Buku petunjuk program
DBD
k. Bagan penatalaksanaan
kasus DBD
l. Larvasida (Abate)

D. Metode
Terdapat metode untuk :
1. Penemuan tersangka
penderita DBD

1 orang
1 orang

(-)
(+)

1 orang

1 orang
1 orang, tetapi
tidak selalu ada
di tempat
1 orang

1 orang
1 orang/desa

1 orang
7 orang/ 7 desa

(-)
(-)

Cukup

Cukup

(-)

1 buah
1 buah

2 buah
1 buah

(-)
(-)

1 buah
1 buah
1 buah
1 set

2 buah
2 buah
1 buah
1 set

(-)
(-)
(-)
(-)

Cukup

Cukup

(-)

1 ruang
1 ruang
1 ruang
1 ruang
1 ruang
1 ruang
Cukup

1 ruang
1 ruang
1 ruang
1 ruang
1 ruang
1 ruang
Cukup

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

Cukup

Cukup

(-)

Cukup

Cukup

(-)

Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Ada

Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Ada

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

Ada

Ada

(-)

(-)

2.

Rujukan tersangka penderita


DBD

3.

Penemuan kasus penderita


pasti DBD

4.

Surveilans kasus DBD

5.

Surveilans vektor DBD


Pemeriksaan Jentik Berkala
(PJB)

Cukup

Cukup

(-)

Penemuan tersangka penderita


DBD dilakukan secara passive
case finding, yaitu dari pasien
yang datang berobat ke
Puskesmas yang menunjukkan
gejala sebagai berikut :
Demam tinggi mendadak, tanpa
sebab yang jelas, berlangsung
terus menerus selama 2-7 hari
disertai manifestasi perdarahan
(sekurang-kurangnya uji
Tourniquet positif) dan/atau
trombositopenia (jumlah
trombosit 100.000/l).

Sesuai tolok
ukur

(-)

Semua tersangka penderita DBD


yang ditemukan di Puskesmas
langsung di rujuk ke rumah sakit

Sesuai tolok
ukur

(-)

Penemuan kasus penderita pasti


DBD didapatkan berdasarkan
laporan rumah sakit rujukan

Sesuai tolok
ukur

(-)

Dilakukan oleh petugas


puskesmas yang telah dilatih
dengan penyelidikan
epidemiologi (PE), yang
merupakan tindak lanjut dari
penemuan kasus DBD berupa
kunjungan rumah kasus DBD dan
rumah sekitarnya sekurangkurangnya radius 100 m
(sebanyak 20 rumah). Bila
penderita adalah siswa, maka
dilakukan juga di sekolah siswa
yang bersangkutan.

Sesuai tolok
ukur

(-)

PJB dilakukan oleh petugas


puskesmas dengan mengunjungi
100 sampel rumah/bangunan yang
dipilih secara acak per desa untuk
diperiksa tempat penampungan
air yang menjadi tempat

Sesuai tolok
ukur

(-)

(-)

House Index (HI)

Angka Bebas Jentik (ABJ)

6.

Pemberantasan vektor DBD


c. Pemberantasan nyamuk
dewasa

d.

Pemberantasan jentik
Kegiatan 3M

Abatisasi

7.

Penyuluhan kesehatan
Perorangan / individu

8.

Kelompok

perindukan jentik nyamuk vektor


DBD (bak mandi, vas bunga,
drum, kaleng bekas, kontainer).
HI didapatkan dengan
menghitung presentase jumlah
rumah/bangunan yang ditemukan
jentik dibandingkan dengan
jumlah rumah/bangunan yang
diperiksa.
ABJ didapatkan dengan
menghitung presentase jumlah
rumah/bangunan yang tidak
ditemukan jentik dibandingkan
dengan jumlah rumah/bangunan
yang diperiksa.

Sesuai tolok
ukur

Fogging fokus : pengasapan


dengan insektisida di rumah
penderita DBD dan rumah /
bangunan sekitarnya dalam radius
200 meter, 2 siklus dengan
interval 1 minggu.

Sesuai tolok
ukur

(-)

- Menguras dan menyikat tempattempat


penampungan
air,
seperti bak mandi/wc, drum dan
lain-lain seminggu sekali (M1)
- Menutup
rapat-rapat
tempat
penampungan
air,
seperti
gentong air/tempayan, dan lainlain (M2)
- Mengubur atau menyingkirkan
barang-barang bekas yang
dapat menampung air hujan
(M3).

Sesuai tolok
ukur

(-)

Pemberian bubuk abate sebanyak


10 gram ( 1 sendok makan rata)
untuk tiap 100 liter air pada
tempat penampungan air.

Sesuai tolok
ukur

(-)

Dilakukan dalam kegiatan


Pemeriksaan Jentik Berkala saat
mengunjungi rumah untuk
memeriksa tempat penampungan

Sesuai tolok
ukur

(-)

Pelatihan jumantik

air dalam bentuk penejelasan dan


anjuran untuk melaksanakan PSN
DBD.

9.

Pencatatan dan pelaporan

Penyuluhan secara kelompok


dalam bentuk pertemuan
Jumantik, maupun secara massal
dalam bentuk ceramah agama,
pertemuan musyawarah desa, atau
menggunakan poster.

Sesuai tolok
ukur

(-)

Dilakukan dalam bentuk ceramah


di Puskesmas untuk
meningkatkan pengetahuan
Jumantik dalam hal penyakit
DBD dan nyamuk penularnya
sehingga mampu memberikan
informasi dan memotivasi
masyarakat untuk melaksanakan
PSN DBD.

Sesuai tolok
ukur

(-)

1.

Sesuai tolok
ukur

(-)

2.

3.
-

Pencatatan kasus dilakukan


setiap hari bila ada laporan
tersangka dan penderita DBD
yang diterima oleh
Puskesmas.
Pencatatan hasil kegiatan
PSN, PJB, dan PE dilakukan
setiap kegiatan selesai
dilaksanakan.
Pelaporan kegiatan dalam
bentuk laporan :
1x24 jam, berupa laporan
penemuan penderita dan
hasil penyelidikan
epidemiologis.
Mingguan berupa laporan
penderita dan hasil kegiatan
PSN.
Bulanan, berupa laporan
penderita.
Tribulanan, berupa laporan
kegiatan PJB yang
merupakan hasil
perhitungan Angka Bebas
Jentik (ABJ).
Tahunan, berupa
rekapitulasi hasil kegiatan
selama setahun.

PROSES
A. Perencanaan
1. Penemuan tersangka penderita
DBD

2.

Rujukan tersangka penderita


DBD

3.

Penemuan kasus penderita pasti


DBD

4.
5.

6.

Surveilans kasus DBD


Surveilans vektor DBD
Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB)

Sesuai tolok
ukur

(-)

Rujukan tersangka penderita


DBD akan dilaksanakan pada
setiap hari kerja dan jam kerja di
Balai Pengobatan Umum dan
IGD.

Sesuai tolok
ukur

(-)

Sesuai tolok
ukur

(-)

Sesuai tolok
ukur

(-)

Sesuai tolok
ukur

(-)

Sesuai tolok
ukur

(-)

Sesuai tolok
ukur

(-)

Sesuai tolok
ukur

(-)

Sesuai tolok
ukur

(-)

Sesuai tolok

(-)

Penemuan kasus penderita pasti


DBD didapatkan berdasarkan
laporan rumah sakit rujukan.
Dilakukan setiap hari kerja, pada
pukul 08.00-14.00 WIB

House Index (HI) dan Angka


Bebas Jentik (ABJ)

Dilakukan setiap 3 bulan oleh


petugas puskesmas

Pemberantasan vektor DBD


Pemberantasan nyamuk dewasa

Dihitung setelah dilakukan


kegiatan Pemeriksaan Jentik
Berkala (PJB).

Pemberantasan jentik
- Kegiatan 3M
7.

Penemuan tersangka penderita


DBD akan dilaksanakan pada
setiap hari kerja dan jam kerja di
Balai Pengobatan Umum dan
IGD.

Abatisasi

Penyuluhan kesehatan
- Perorangan / individu

Kelompok

Fogging fokus akan dilaksanakan


dalam 2 siklus dengan interval 1
minggu di daerah terjangkit bila
Penyelidikan Epidemiologis (PE)
(+), yaitu bila dalam radius 100
meter dari tempat tinggal
penderita ditemukan satu atau
lebih penderita DBD lainnya, atau
tiga atau lebih tersangka DBD,
dan ditemukan jentik (5%) dari
rumah/bangunan yang diperiksa.
Dilaksanakan 1 kali/minggu
selama 30 menit oleh masyarakat
Pemberian bubuk abate akan
dilaksanakan setiap 3 bulan sekali

8.

Pelatihan jumantik

9.

Pencatatan dan pelaporan

Dilakukan seminggu sekali oleh


petugas jumantik dan petugas
kesehatan saat melakukan PJB.
Penyuluhan kepada masyarakat
luas dilakukan 1x/bulan
Dilaksanakan 1x/tahun di
Puskesmas

B. Organisasi
Terdapat struktur tertulis dan
pembagian tugas yang teratur dalam
melaksanakan program
pemberantasan DBD
C. Pelaksanaan
1. Penemuan tersangka penderita
DBD

Pencatatan kasus akan


dilaksanakan setiap hari kerja dan
jam kerja di Puskesmas,
sementara pencatatan hasil
kegiatan akan dilakukan setiap
kegiatan selesai dilaksanakan.
Pelaporan akan dilaksanakan
dalam 1x24 jam setelah diagnosis
ditegakkan, serta dalam laporan
kegiatan mingguan, tribulanan,
dan tahunan.

ukur

Sesuai tolok
ukur

(-)

Sesuai tolok
ukur

(-)

Sesuai tolok
ukur

(-)

(-)
Tersedia

2.

3.

Rujukan tersangka penderita


DBD

Penemuan kasus penderita pasti


DBD

4.

Surveilans kasus DBD

5.

Surveilans vektor DBD


Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB)

House Index (HI) dan Angka


Bebas Jentik (ABJ)

Dilaksanakan setiap hari Senin


sampai Sabtu jam 8.00-14.00,
kecuali hari libur, di Balai
Pengobatan Umum dan setiap hari
24 jam di IGD.
Dilaksanakan setiap hari Senin
sampai Sabtu jam 8.00-14.00,
kecuali hari libur, di Balai
Pengobatan Umum dan setiap hari
24 jam di IGD.
Laporan rumah sakit rujukan
diterima setiap hari Senin sampai
Sabtu jam 8.00-14.00, kecuali
hari libur.
Dilakukan setiap hari kerja, pada
pukul 08.00-14.00 WIB setelah
menerima laporan kasus dalam

Dilaksanakan,
tetapi petugas
laboratorium
tidak selalu ada.

(+)

Sesuai tolok
ukur

(-)

Sesuai tolok
ukur

(-)

Sesuai tolok
ukur

(-)

6.

Pemberantasan vektor DBD


Pemberantasan nyamuk dewasa

waktu maksimal 1x24 jam.

Dilakukan setiap 3 bulan sekali


oleh petugas Puskesmas

Pemberantasan jentik
- Kegiatan 3M

7.

Abatisasi

Penyuluhan kesehatan
- Perorangan / individu

Kelompok

Dihitung setelah dilakukan


kegiatan Pemeriksaan Jentik
Berkala (PJB).

Fogging fokus akan dilaksanakan


dalam 2 siklus dengan interval 1
minggu di daerah terjangkit bila
Penyelidikan Epidemiologis (PE)
(+), pada pagi hari jam 8.00-10.00
dan sore hari jam 16.00-18.00

Dilaksanakan setiap hari Jumat


jam 9.00-9.30 oleh masyarakat
Pemberian bubuk abate akan
dilaksanakan setiap 3 bulan sekali

8.

Pelatihan jumantik

9.

Pencatatan dan pelaporan

Dilakukan seminggu sekali oleh


petugas jumantik dan petugas
kesehatan saat Pemeriksaan Jentik
Berkala
Penyuluhan kepada masyarakat
luas dilakukan 1x/bulan melalui
pertemuan, ceramah, musyawarah
desa, dan lain sebagainya.

D. Pengawasan dan Pengendalian


1. Adanya pelaporan yang lengkap
mengenai hasil kegiatan PSN
2. Adanya pelaporan yang lengkap
mengenai kasus DBD
3. Adanya pelaporan yang lengkap
mengenai hasil kegiatan PJB
4. Penilaian mengenai seluruh hasil
kegiatan yang diadakan setiap
akhir tahun untuk menentukan
program pada tahun berikutnya.
5. Supervisi oleh kepala Puskesmas.

Dilaksanakan 1x/tahun di
Puskesmas
Pencatatan kasus akan
dilaksanakan setiap hari Senin
sampai Sabtu jam 8.00-14.00 di
Puskesmas, sementara pencatatan
hasil kegiatan PSN dan PJB akan
dilakukan setiap kegiatan selesai
dilaksanakan. Pelaporan akan
dilaksanakan dalam 1x24 jam
setelah diagnosis ditegakkan,

Sesuai tolok
ukur

(-)

Sesuai tolok
ukur

(-)

Sesuai tolok
ukur

(-)

Sesuai tolok
ukur

(-)

Hanya saat
penanggulangan
fokus

(+)

Tidak ada data


tertulis

(+)

Hanya saat
penanggulangan
fokus

(+)

Tidak ada data


tertulis

(+)

Sesuai tolok
ukur

(-)

serta dalam laporan kegiatan


mingguan, tribulanan, dan
tahunan.
Sesuai tolok
ukur

(-)

Bukan merupakan penghambat


program
Bukan merupakan penghambat
program
Bukan merupakan penghambat
program

Sesuai tolok
ukur
Belum ada data

(-)

Sesuai tolok
ukur

(-)

Bukan merupakan penghambat


program
Bukan merupakan penghambat
program

Menghambat
program
Menghambat
program

(+)

5. UMPAN BALIK
1. Laporan
- Laporan penderita
- Laporan mingguan
- Laporan bulanan
- Laporan tribulanan
- Laporan tahunan

Setiap ditemukan penderita DBD


1x/minggu
1x/bulan
4x/tahun
1x/tahun

Sesuai tolok
ukur

(-)

2. Pertemuan

1 bulan sekali

Sesuai tolok
ukur

(-)

Penurunan angka morbiditas dan


mortalitas kasus DBD

Belum dapat
dinilai

Peningkatan derajat kesehatan


masyarakat sehingga DBD tidak
lagi menjadi masalah kesehatan.

Belum dapat
dinilai

1x/minggu
1x/bulan
3 bulan sekali
1x/tahun

1x/tahun
4

LINGKUNGAN
C. Lingkungan fisik
Geografi
Curah hujan
Kepadatan penduduk
D. Lingkungan non-fisik
Budaya atau kebiasaan
Pendidikan

DAMPAK
A. Langsung
B. Tidak langsung
.

(+)

(+)

Lampiran