Anda di halaman 1dari 8

KERANGKA ACUAN KERJA

DIREKTORAT RUMAH KHUSUS DAN RUMAH NEGARA

PENYUSUNAN RENCANA TAPAK


DAN DED RUMAH KHUSUS di PAPUA V
(DRK15-27)

TAHUN ANGGARAN 2015

DIREKTORAT RUMAH KHUSUS DAN NEGARA

DIREKTORAT JENDRAL PENYEDIAAN PERUMAHAN


KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
1

KONTRAKTUAL
KERANGKA ACUAN KERJA (TERM OF REFERENCE)
PENYUSUNAN RENCANA TAPAK DAN DED RUMAH KHUSUS
KEMENTERIAN NEGARA / LEMBAGA

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;

UNIT ESELON I

Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan;

PROGRAM

Pengembangan Perumahan;

HASIL

Tersusunnya Rencana Tapak dan DED Rumah Khusus;

UNIT ESELON II/SATKER

Direktorat Rumah Khusus;

KEGIATAN

Penyusunan Rencana Tapak dan DED Rumah Khusus;

INDIKATOR KINERJA KEGIATAN

Jumlah Laporan Penyusunan Rencana Tapak dan DED


Rumah Khusus;

SATUAN UKUR

Dokumen Laporan Akhir Penyusunan Rencana Tapak


dan DED Rumah Khusus;

VOLUME

1 (satu) buah Dokumen.

A.
1.

Latar Belakang
Dasar Hukum, Tugas dan Fungsi/Kebijakan
-

Undang-Undang RI No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;

Undang-Undang RI No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;

Undang-Undang RI No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan


Permukiman;

Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UndangUndang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 88


Penyelenggaraan Perumahan dan kawasan Permukiman;

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 06 / 2006, tentang Pedoman Umum Tata
Bangunan dan Lingkungan;

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26 / 2007, tentang Tim Ahli


Gedung;

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 45 / 2007, tentang Pedoman Teknis


Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

Tahun

2014

tentang

Bangunan

2. Gambaran Umum Singkat


Sebagaimana diamanatkan dalam pasal 28-h UUD 1945, rumah merupakan hak dasar
manusia selain sandang dan pangan, serta merupakan pencerminan jati diri manusia, baik
secara perorangan maupun dalam satu kesatuan dan kebersamaan dengan lingkungan
alamnya. Perumahan juga mempunyai peranan yang sangat strategis dalam pembentukan
watak dan kepribadian bangsa, sehingga perlu terus dibina dan dikembangkan demi
kelangsungan, peningkatan kehidupan, serta penghidupan masyarakat.
Negara bertanggung jawab melindungi segenap bangsa Indonesia melalui
penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman agar masyarakat mampu bertempat
2

tinggal serta menghuni rumah yang layak dan terjangkau di dalam perumahan yang sehat,
aman, harmonis, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Pertumbuhan dan
pembangunan wilayah yang kurang memperhatikan keseimbangan bagi kepentingan
masyarakat berpenghasilan rendah mengakibatkan kesulitan masyarakat untuk memperoleh
rumah yang layak dan terjangkau.
Mengacu pada UU 1 tahun 2011 tentang Perumahan Kawasan Permukiman pemerintah
perlu lebih berperan dalam menyediakan dan memberikan kemudahan serta bantuan
perumahan. Untuk itu dalam rangka menyediakan hunian atau tempat tinggal yang layak huni
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
menyelenggarakan Rumah Khusus. Rumah Khusus adalah rumah yang diselenggarakan
oleh pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan khusus, termasuk di dalamnya rumah
bagi pejabat dan/atau pegawai negeri dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas.
Perencanaan Rumah Khusus seyogianya tidak hanya merencanakan bangunan rumah
dan besaran kavlingnya saja tapi mengikutsertakan perencanaan tapak dan kawasannya
sehingga selain desain rumah juga perletakan bangunannya satu sama lain dapat terintegrasi
dengan lingkungannya termasuk prasarana, sarana, dan utilitas umum, seperti listrik,
drainase, air bersih, pembuangan sampah, ruang terbuka, ruang komunal, dan transportasi
yang merupakan bagian dari kehidupan penghuninya.
Oleh karena itu dalam program Rencana Tapak dan DED Rumah Khusus ini
mempertimbangkan aspek berikut.

menyesuaikan dengan kondisi alam dan kondisi budaya adat istiadat setempat
termasuk kearifan lokal di dalamnya

memperhatikan topografi dan kondisi lahan

menggali potensi-potensi lokal dan memberi suatu yang innovative sifatnya

menggunakan teknologi sesuai dengan kondisi setempat serta ramah lingkungan

yang ditargetkan bukan hanya rumah dan lingkungan sebagai output, tapi juga bisa
meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat penghuni dan sekitarnya
sebagai outcome dari kegiatan ini

3. Alasan kegiatan dilaksanakan


Untuk memperoleh lingkungan perumahan yang layak huni, sehat, harmonis dan teratur serta
mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat penghuni yang mempertimbangkan kualitas
dan daya dukung lingkungan serta memperhatikan tata ruang wilayah, dan kearifan lokal
setempat, maka perlu disusun suatu Rencana Tapak dan DED Rumah Khusus yang
mencakup penyusunan Site Plan, Block Plan, dan pembuatan DED Prasarana, Sarana,
Utilitas.
4. Kegiatan yang dilaksanakan
1) Pelaksanaan Kegiatan, dengan tahapan sebagai berikut.
a) Tahap Persiapan meliputi kegiatan pemahaman Kerangka Acuan Kerja (TOR) dan
penyusunan rencana pelaksanaan, pembahasan laporan pendahuluan;
b) Tahap Pelaksanaan meliputi kegiatan survei ke lapangan untuk memperoleh data dan
informasi, focus group discussion, penyusunan DED dan pembahasan konsep
laporan akhir, penyusunan laporan akhir.
2) Batasan Kegiatan
Kegiatan ini dibatasi oleh rapat pembahasan untuk menjaring masukan teknis hanya halhal yang terkait dengan penyusunan Rencana Tapak dan DED Rumah Khusus yang
meliputi Site Plan, Block Plan, serta DED Prasarana Sarana dan Utilitas agar sesuai
dengan daya dukung lingkungan. Persyaratan lingkungan yang sehat, aman, dan
nyaman.

3) Maksud dan Tujuan


a. Maksud kegiatan ini adalah penyusunan Rencana Tapak dan DED Rumah Khusus
yang dapat menjadi acuan bagi penerima manfaat sebagai penghuni rumah khusus
dan Pemerintah Daerah atau instansi pemohon bantuan sebagai pengelola Rusus.
b. Tujuan Kegiatan, yaitu terwujudnya Rencana Tapak dan DED Rumah Khusus yang
layak huni, sehat, harmonis dan teratur serta mampu menunjang pelaksanaan tugas
yang mempertimbangkan kualitas dan daya dukung lingkungan serta memperhatikan
tata ruang wilayah, dan kearifan lokal setempat.
5. Indikator Keluaran
a. Indikator Keluaran (kualitatif)
Terselenggaranya kegiatan penyusunan Rencana Tapak dan DED Rumah Khusus.
b. Keluaran (kuantitatif)
Laporan pelaksanaan kegiatan yang disertai dengan:
1. Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan harus diserahkan 1 (satu) minggu setelah masa penugasan,
sebanyak 10 eksemplar, yang sekurang-kurangnya memuat pemahaman terhadap
KAK, metodologi pelaksanaan pekerjaan, struktur organisasi pelaksanaan pekerjaan,
jadwal rencana penugasan, dan jadwal pelaksanaan pekerjaan.
2. Konsep Laporan Akhir
Konsep Laporan Akhir harus diserahkan 6 (enam) minggu setelah masa penugasan,
dengan jumlah sebanyak 10 eksemplar, yang sekurang-kurangnya memuat hasil
analisis data beserta konsep kesimpulan, masukan, rekomendasi selama
pelaksanaan kegiatan serta DED Prasarana, Sarana, dan Utilitas Lingkungan.
3. Laporan Akhir
Laporan Akhir harus diserahkan pada akhir pelaksanaan pekerjaaan dengan jumlah
sebanyak 10 eksemplar dalam format A3. Selain Laporan Akhir, juga diserahkan
Ringkasan Eksekutif (executif summary) sebanyak 15 eksemplar dan 3D Konsep,
dokumen DED, Laporan Pengukuran Lahan, serta prosiding pelaksanaan kegiatan.
Keseluruhan Laporan selanjutnya disimpan dalam bentuk softcopy, dalam CD
(compact disk), dan diserahkan bersamaan waktunya dengan penyerahan laporan
akhir. Dalam hal ini, dokumen data/literatur dan softcopy serta album dokumentasi,
wajib diserahkan dan menjadi milik pemberi tugas.
6. Hasil yang diharapkan
Hasil dari kegiatan ini antara lain,

Tersusunnya Buku Rencana tapak dan DED Rumah Khusus yang berisi penjelasan
teknis tentang ketentuan-ketentuan, persyaratan-persyaratan, standar dimensi, dan
standar kualitas yang memberikan arahan bagi terselenggara dan terbangunnya
kawasan rumah khusus, baik yang menyangkut keterpaduan tata ruang dari aspekaspek transportasi, tata air, sosial-ekonomi, lingkungan, bangunan, prasarana,
sarana, dan utilitas, mau pun lingkungannya sehingga sesuai dengan RTRW yang
telah digariskan (bila ada), serta mengetahui daya dukung atau kemampuan kawasan
dalam mewadahi aktivitas yang ada dalam kawasan secara berkelanjutan.

Secara khusus yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah:


1. Materi yang memuat:
a. Rumusan tujuan, sasaran, dan visi kawasan
b. Analisis rona awal wilayah perancangan
4

c.

Kriteria perancangan
Rencana Tapak harus memperhatikan kriteria-kriteria pokok yang
berkaitan dengan upaya memperoleh kualitas lingkungan hidup yang
terpadu dan berkelanjutan, mementingkan hal keselamatan,
kesehatan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat

d. Prinsip perancangan
Perumusan prinsip perancangan dengan memperhatikan beberapa
hal berikut. Keterpaduan moda, intensitas bangunan, kesesuaian dan
keserasian, efisiensi, effektif, daya dukung, estetis, dan inovatif
e. Komponen perancangan
Memuat beberapa hal:

Peruntukan lahan

Intensitas pemanfaatan lahan

Tata bangunan

Sistem sirkulasi, jalur penghubung, dan parkir

Sistem tata air

Sistem ruang terbuka dan tata hijau

2. Elemen-elemen, antara lain;


a. Tata guna lahan (land use), tata guna lahan yang mewadahi aktivitas
kegiatan dalam kawasan termasuk kepadatan penduduk
b. Bentuk dan massa bangunan yang meliputi intensitas bangunan
(KDB, KLB, dan ketinggian bangunan)
c.

Moda transportasi makro dan mikro

d. Sirkulasi kendaraan dan parkir


e. Ruang terbuka dan pola tata hijau
f.

Jalur pejalan kaki termasuk difabel

g. Sarana penunjang lingkungan, seperti masjid, gereja, MCK, pusat


belanja, ruang komunal
B. Penerima Manfaat
Penerima manfaat dari hasil kegiatan ini adalah seluruh pemangku kepentingan terkait
dengan penyusunan Rencana Tapak dan DED Rumah Khusus.
C. Strategi Pencapaian Keluaran
Strategi pencapaian kegiatan adalah sebagai berikut:
1. Sistematika Pelaksanaan
Sistematika pelaksanaan kegiatan berupa:
a. pembahasan rapat pendahuluan,
b. pembahasan rencana pelaksanaan kegiatan (pengumpulan data dan analisis data
awal)
c.

pembahasan pelaksanaan kegiatan (FGD)

d. pembahasan analisis hasil pelaksanaan


e. penyusunan laporan

2. Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan kegiatan dibatasi selama 2 (dua) bulan kalender terhitung sejak
dikeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja oleh Satuan Kerja Pengembangan Rumah
Khusus dan Negara.
Tempat Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Jakarta dan survei pada daerah yang
tertuang di dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disepakati di dalam
kontrak
3. Lokasi Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan di Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat
4. Pelaksana dan Penanggung Jawab Kegiatan
a. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pihak ketiga
yang dipilih oleh Satuan Kerja Pengembangan Rumah Khusus dan Negara melalui
mekanisme pelelangan, dengan kebutuhan layanan keahlian dan pendidikan sebagai
berikut.
1) Ketua Tim (Team Leader)
Ketua Tim disyaratkan seorang Magister atau Sarjana Teknik (S1-S2) Jurusan
Arsitektur/Perancangan Kota lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta yang
telah terakreditasi, berpengalaman dalam perancangan dan pengawasan
pelaksanaaan pekerjaan penyelenggaraan perumahan dan PSU sekurangkurangnya 7 (tujuh) tahun untuk S2 dan 10 (sepuluh) tahun untuk S1. Bertugas
memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim kerja sampai kegiatan
selesai dan dapat diterima oleh pengguna jasa.
2) Tenaga Ahli Arsitektur
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah seorang Magister atau Sarjana Teknik (S1S2) jurusan Arsitektur lulusan Pergururan Tinggi Negeri atau Swasta yang telah
terakreditasi yang berpengalaman di bidangnya minimum 5 (lima) tahun untuk S2
dan minimum 7 (tujuh) tahun untuk S1.
3) Tenaga Ahli Sipil/Struktur
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah seorang Magister atau Sarjana Teknik (S1S2) jurusan Teknik Sipil lulusan Pergururan Tinggi Negeri atau Swasta yang telah
terakreditasi yang berpengalaman di bidangnya minimum 5 (lima) tahun untuk S2
dan minimum 7 (tujuh) tahun untuk S1.
4) Tenaga Ahli Tata Ruang
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah seorang Magister atau Sarjana Teknik (S1S2) jurusan Perencanaan Wilayah (Tata Ruang) lulusan Pergururan Tinggi Negeri
atau Swasta yang telah terakreditasi yang berpengalaman di bidangnya minimum
5 (lima) tahun untuk S2 dan minimum 7 (tujuh) tahun untuk S1.
5) Tenaga Ahli Kuantitas Biaya
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah seorang Magister atau Sarjana Teknik (S1S2) jurusan Teknik Sipil lulusan Pergururan Tinggi Negeri atau Swasta yang telah
yang berpengalaman di bidangnya minimum 5 (lima) tahun untuk S2 dan minimum
7 (tujuh) tahun untuk S1.
6

6) Asisten Tenaga Ahli Arsitektur


adalah seorang Sarjana dengan kualifikasi pendidikan sekurang-kurangnya S1
jurusan Teknik Arsitektur lulusan Pergururan Tinggi Negeri atau Swasta yang telah
terakreditasi.
7) Asisten Tenaga Ahli Teknik Sipil/Struktur
adalah seorang Sarjana dengan kualifikasi pendidikan sekurang-kurangnya S1
jurusan Teknik Lingkungan lulusan Pergururan Tinggi Negeri atau Swasta yang
telah terakreditasi.
8) Asisten Tenaga Ahli Kuantitas Biaya
adalah seorang Sarjana dengan kualifikasi pendidikan sekurang-kurangnya S1
jurusan Teknik Sipil lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta yang telah
terakreditasi.
9) Asisten Tenaga Ahli Tata Ruang
adalah seorang Sarjana dengan kualifikasi pendidikan sekurang-kurangnya S1
jurusan Tata Ruang lulusan Pergururan Tinggi Negeri atau Swasta yang telah
terakreditasi.
dalam pekerjaan ini juga dibutuhkan tenaga penunjang/ pendukung, seperti:
10)

Surveyor

11)

Operator Komputer/CAD

12)

Sekretaris/Tata Usaha; dan

13)

Office boy sesuai dengan kebutuhannya.

D. Waktu Pencapaian Keluaran


Waktu yang disediakan untuk pencapaian sasaran kegiatan adalah selama enam puluh hari
kalender terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja oleh Satker
Pengembangan Rumah Khusus dan Negara.
E. Jadwal Pelaksanaan
Kegiatan Penyusunan Rencana Tapak dan DED Rumah Khusus TA 2015 mulai dari tahap
persiapan sampai dengan penyusunan laporan kegiatan memerlukan waktu selama enam
puluh hari kalender terhitung mulai ditandatanganinya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK),
dan maksimum pada akhir bulan Desember Tahun 2015.

MATRIKS PELAKSANAAN KEGIATAN


BULAN 1
No

BULAN 2

Uraian Kegiatan
1

1.

Persiapan pelaksanaan, penyusunan


Laporan Pendahuluan

2.

Studi literatur, pengumpulan data-data dan


survei lapangan

3.

Penyusunan Konsep Laporan Akhir


Analisis, FGD

4.

DED

5.

Penyusunan Laporan Akhir

F. Biaya Yang Diperlukan


Total Biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Rencana Tapak dan
DED Rumah Khusus ini sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah sebesar
Rp850.000.000,00 (delapan ratus lima puluh juta rupiah) yang bersumber dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2015.