Anda di halaman 1dari 18

PAPER

GIZI PADA BAYI

OLEH
KELOMPOK 3
ADMIN PRAING

(1307011058)

ARI PATOLA

(1307012103)

BELLAVISTA Th. KILA

(1307011033)

CHRISTINE LEO

(1307012157)

CINDI DAIRU

(1307013289)

HADISAH HASAN

(1307011009)

MARSELINA LEPAN

(1307012185)

MONA SEUBELAN

(1307013293)

NURMIYANTI

(1307011024)

PUTRI LOINENAK

(1307012134)

STEFIN BANIK

(1307012120)

WULAN I. LUDJI

(1307011086)

YANDI LENDE

(1307011029)

YUNIATI KOLIHAR

(1307012099)

JURUSAN GIZI KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2015

GIZI PADA BAYI


1. PENGERTIAN BAYI

Bayi (usia 0-12 bulan) merupakan periode emas sekaligus periode kritis karena
pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat yang mencapai
puncaknya pada usia 24 bulan(Goi, n.d.).
Menurut Soetjiningsih (2004), bayi adalah usia 0 bulan hingga 1 tahun dengan
pembagian sebagai berikut :
a. Masa neonatal, yaitu 0-28 hari. Dalam masa neonatal dibagi menjadi dua yaitu
masa neonatal dini , yaitu usia 0-7 hari, dan masa neonatal lanjut yaitu usia 8-28
hari.
b. Masa pasca neonatal, yaitu usia 29 hari sampai 1 tahun.
Menurut Who, bayi yaitu lahir cukup umur (cukup bulan) dengan umur
kehamilan 37-38 minggu dengan berat badan lahir 2500 gram. Bayi adalah masa
tahapan pertama kehidupan seorang manusia setelah terlahir dari rahim seorang ibu.
bayi baru lahir adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggusampai 42
minggu, memiliki berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram. Berikut ini ciri-ciri bayi
baru lahir sehat:
Berat badan 2500 4000 gram
Panjang badan 48 52 cm
Lingkar dada 30 38 cm
Lingkar kepala 33 35 cm
Frekuensi jantung 120 160 kali/menit
Pernafasan 60 - 40 kali/menit
Genitalia, pada bayi perempuan labia mayora sudah menutupi labia minora
sedangkan pada bayi laki-laki testis sudah turun dan skrotum sudah ada
Memiliki 3 gerak reflek bayi yaitu : reflek hisap dan menelan, reflek
morrow tau gerak memeluk bila dikagetkan dan reflek graps atau
menggenggam.
2. KEBUTUHAN DAN PERAN GIZI PADA BAYI

Masa Bayi merupakan masa penentuan pertumbuhan dan perkembangan manusia


kedepannya sehingga memerlukan gizi yang cukup dan seimbang. Kebutuhan gizi
untuk bayi ditaksir berdasarkan dua hal yaitu :
1) Intake bayi sehat dengan tumbuh kembang yang memuaskan
2) Sumber gizi bayi utama sampai usia 0-6 bulan adalah ASI

Seperti halnya orang dewasa, bayi juga memerlukan zat gizi yang berguna untuk
mempertahankan kelangsungan hidup kedepan. Zat gizi tersebut antara lain :
A. Energi
Intake energi pada bayi usia 0-2 bulan rata-rata 110-120 kkal/kg/hri,
kemudian menurun menjadi 85 kkal/kg/hri sampai usia 6 bulan dan pada usia
6-12 bulan kebutuhan energi naik sampai kurang lebih 105 kkal/kg/hri.
Energi yang masuk ke tubuh bayi digunakan untuk :
50% energi untuk metabolisme basal
25% aktivitas
25 % untuk pertumbuhan (5-7 kkal/hari)
Intake energi yang berlebihan akan menyebabkan pertambahan berat
badan menjadi cepat yang menyebabkan terjadinya penyakit obesitas
sedangkan intake energi yang kurang apalagi kronis menyebabkan berat badan
bayi turun yang berkembang menjadi KEP.
Studi oleh Mc. Keith, bayi yang berat badannya lebih dari 12 Kg pada usia
satu tahun ( atau pertambahan berat badan lebih dari 3,5 Kg/6bln) cenderung
tumbuh menjadi remaja atau dewasa obesitas dibanding bayi yang berat
badannya lebih rendah.
B. Protein
Pada tahun pertama usia bayi, protein dalam tubuh meningkat dari 11%
sampai 14,6% dan berat badan bertmbah menjadi 7 Kg.Jumlah protein
minimal pada tubuh bayi dan bisa untuk bertahan hidup yaitu 2,2 g/kg/hri saat
lahir, dan menurun menjadi 1,5g pada usia 6 bulan kemudian 1,4g pada usia 1
tahun.
Angka kecukupan yang telah mencakup batas aman, adalah 2,2 kg/hri
pada 6 bulan pertama dan menurun jadi 2,0 g sampai usia 1 tahun.Sumber
protein untuk bayi harus mengandung asam amino (a.a) esensial histidin.
Defisiensi protein dapat berakibat pada tubuh maupun otak. Ditemukan
bahwa penderita yang terbebas dari dampak defisiensi tidak bisa pulih secara
total, tetapi mengalami hambatan pada keterampilan membaca, menulis, dan
menangkap pengetahuan.
C. Karbohidrat
Jenis karbohidrat dalam ASI (Air Susu Ibu) yaitu laktosa, bermanfaat
untuk bayi karena :
Membantu absorpsi protein, Ca, Mg.

Membantu pengadaan galaktosida untuk pembentukan sel-sel otak dan


saraf.
Bersifat laksafit.
Dapat mencegah hypoglikemia dan ketosis pada bayi baru lahir.
Laktosa dalam air susu ibu 7g/100ml.
D. Lemak
Kecukupan lemak bayi menyumbang 35-55% total kebutuhan energi
sebanyak 4-4g/100kkal..Lemak berperan penting dalam prose tumbuh
kembang sel-sel saraf otak untu kecerdasan anak. Lemak yang diperlukan
adalah asam lemak esensial (asam linoleat/omega 6, asam linolenat/omega 3)
serta asam lemak non-esensial (asam oleat/omega 9, EPA, DHA, AA).
E. Vitamin
Vitamin A
Vitamin A pada air susu ibu sering rendah karena asupan dari
plasenta terbatas, sehingga simpanan yang ada di hati terbatas. Untuk
bayi jumlah konsumsi air susu ibu 750ml/hri (=325 RE/hri) dan
memenuhi kebutuhan tetapi angka kecukupan yang direkomendasikan
untuk bayi usia 0-6 bulan = 375 ug RE/hri, bayi usia 7-11 bulan = 400

ug RE/hri (WKNPG,2004).
Vitamin C
Dalam air susu ibu kurang lebih 22 mg/750 ml//hri atau dengan
kata lain intake vitamin c pada bayi dipengaruhi oleh konsumsi vitamin
C ibu, Maka disarankan intake vitamin c bayi usia 0-6 bulan 40 mg/hri,
dan bayi pada usia 7-11 bulan 50 mg/hri.Berfungsi untuk pembentukan
kolagen (tulang rawan), meningkatkan daya tahan tubuh, dan menyerap
kalsium yang diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi yang kuat.

Vitamin E
Diperlukan karena berdasarkan fungsinya vitamin E sebagai
antioksidan dan mampu mencegah terjadinya perosidasi lemak PUFA.
Angka kecukupan vitamin E pada bayi ditetapkan dari ketersediaannya
dalam air susu ibu dengan status vitamin E yang normal, yaitu

(WKNPG 2004) ;
a. Bayi 0-6 bulan = 4 mg/hri
b. Bayi 7-11 bulan = 5 mg/hri
Vitamin K

Diperlukan karena berdasarkan fungsinya vitamin K sebagai


koenzim dalam sintesis sejumlah protein yang berperan dalam
koagulasi darah dan metabolisme tulang. Defisiensi vitamin K pada
bayi baru lahir mengakibatkan hemorrhage disease atau vitamin K
deficiency bleeding .
Angka kecukupan vitamin K pada bayi untuk usia 0-6 bulan yaitu
5 ug/hari dan, pada bayi usia 7-11 bulan yaitu 10ug/hri.
F. Mineral
Zat Besi (Fe)
Anjuran angka kecukupan zat besi untuk bayi adalah (WKNPG,
2004) adalah
- Bayi usia 0-6 bulan = 0,5 mg/hri
- Bayi usia 7-11 bulan = 7,0 mg/hri
Dasar anjuran :
- Bayi usia 0-6 bulan = asupan zat besi dari air susu ibu 750
ml/hri 0,27mg/hri , dengan asumsi zat besi cukup untuk

enam bulan pertama kehidupan bayi.


Bayi usia 7-11 bulan = 7,2mg/hri , dengan dasar asupan zat

besi ASI dan MP-ASI.


Kalsium (Ca)
Dasar penetapan kecukupan kalsium adalah rata-rata kalsium
bayi yang mendapat air susu ibu. Air susu ibu merupakan sumber zat
gizi utama untuk bayi usia 0-11 bulan, bahkan satu-satunya sumber gizi
bayi 0-6 bulan.
Kadar kalsium air susu ibu rata-rata 260mg/L, asumsi rata-rata air
susu ibu 750ml/hri untuk enam bulan pertama dan 600ml/hri untuk
enam bulan kedua.
Jika 80% asupan kalsium berasal dari air susu ibu, penyerapan
61%, kalsium yang dari makanan tidak berpengaruh negatif terhadap
biovailabilitas kalsium air susu ibu, dan kemudian retensi kalsium bayi
yang didasarkan pada kehilangan kalsium diperhitungkan 68mg/hri,
sehingga :
-

Pertambahan kalsium untuk bayi 0-4 bulan = 30-35mg/hri


Pertambahan kalsium untuk bayi 5-11 bulan = 5055mg/hri

G. Air dan Elektrolit


Air dan elektrolit berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam dan basa.
Air terdapat didalam sel dan diluar sel, didalam pembuluh darah maupun
diluar pembuluh darah, dan menghasilkan cairan interstitial. Air tidak dapat

dipisahkan dari elektrolit Natrium (Na), Kalium (K), Klor (Cl), sesuai
fungsinya natrium dan klor terdapat di cairan ekstraseluler, sedangkan kalium
terutama terdapat di dalam sel tepatnya pada cairan interseluler.
a. Air
Berfungsi untuk :
- Pelarut dan pengangkut zat-zat gizi, hormon ke selsel, dan hasil metabolisme (CO2 dan Urea) ke organ
pembuangan.
- Katalisator reaksi-reaksi dalam sel, serta dalam
saluran pencernaan.
- Pelumas sendi.
- Mengatur suhu tubuh.
Kekurangan dan kelebihan cairan juga dapat menimbulkan
masalah yang serius. Bila cairan berkurang, maka volume cairan
ekstraseluler akan menurun dan volume intraseluler akan meningkat
(terjadi bila natrium banyak keluar dari urin dan kalium konstan),
sehingga dapat terjadi dehidrasi.
Bila asupan air berlebihan, maka kadar natrium menurun dan air
akan masuk ke sel, kalium akan keluar sel, dan mengakibatkan edema
sel yang akan ditandai dengan rasa lelah, kejang otot, pengkakan otak,
sehingga

mengakibatkan

kejang-kejang.

Bila

konsentrasi

air

bertambah, maka kadar natrium meningkat, sehingga ginjal dapat


mengeluarkan air lewat urine lebih banyak dn lebih sering dan
membuat kadar natrium cairan tubuh kembali pada keadaan basal.
b. Natrium
Natrium berfungsi sebagai kation, yakni :
- Mempertahankan volume cairan

ekstraseluler

dengan

mengatur osmose cairan, maka kadar natrium dan klor dapat


diatur dan dengan bantuan kerja hormon-hormon renin,
anglotensin dan aldosteron akan tercapai homeostatis.
- Mengatur keseimbangan asam dan basa.
- Mengatur tekanan darah.
Bila kadar natrium cairan ekstraseluler menurun, air akan
diekskresi ginjal, sehingga kadar natrium dan klor kembali pada
keadaan basal.Bila kadar natrium dan klor meningkat, akan terjadi
reabsorpsi air oleh ginjal dan jumlah urin akan turun, sehingga nadar
natrium dan klor kembali ke keadaan basal.

Kekurangan dan kelebihan natrium akan membuat perubahanperubahan air pada tubuh.Bila kekurangan cairan akan mengakibatkan
hiperglikemia, diare, dan membuat orang mengonsumsi air lebih
banyak dari biasanya.Bila kelebihan cairan akan mengakibatkan diare,
diuresis berlebihan, dan keringat akan bertambah banyak lebih dari
biasanya.Angka kecukupan natrium pada bayi usia 0-6 bulan adalah
0,12g/hri , dan pada bayi usia 7-12 bulan adalah 0,37g/hri.
c. Kalium
Kalium berfungi untuk mempertahankan tekanan osmose dalam
cairan sel, hingga setara dengan tekanan osmose dalam cairan
ekstraseluler ; kadar kalium serum normal adalah 3,1-4,5mg/L.Bila
kadar kalium dlam sel menurun maka, fungsi eksitasi sel menurun,
irama jantung abnormal, otot lemah, dan gangguan saraf.Bila kadar
kalium

menurun

menjadi

kurang

dari

3meq/L

maka

akan

mengakibatkan gangguan jantung.Bila kadar kalium meningkat


menjadi 7-8meq/L maka otot jantung tidak bekerja dengan baik,
sehingga mengakibatkan gagal jantung.
d. Klor
Klor merupakan anion yang tersebar diseluruh tubuh.Dalam
lambung, untuk menjaga keasaman lambung dan aktifitas-aktifitas
enzim dalam lambung, serta bersama-sama unsur-unsur yang bersifat
asam sehingga menjaga keseimbangan asam dan basa cairan tubuh.
Klor dijumpai selalu terikat dengan elemen-elemen lain, terutama
natrium dan kalium.Bila klor dalam keadaan bebas, maka akan
merupakan zat beracun.Angka kecukupan klor untuk bayi pada usia 06 bulan adalah 0,18g/hri , dan pada bayi usia 7-12 bulan adalah
0,57g/hri.
3. PEMENUHAN GIZI BAYI

Kebutuhan zat gizi bayi dapat dipenuhi melalui :


A. ASI
Makanan terbaik bagi bayi adalah ASI. Namun, dengan bertambahnya
umur bayi dan tumbuh kembang, bayi memerlukan energy dan zat-zat gizi
yang melebihi jumlah ASI.Banyaknya ASI yang dihasilkan ibu tergantung
dari status gizi ibu, makanan tambahan sewaktu hamil/menyusui, stress
mental dan sebagainya.

Pemberian ASI selalu diakui sebagai cara yang optimal untuk


memberi makan bayi. ASI eksklusif adalah suatu keadaan dimana bayi
hanya menerima ASI saja tanpa makanan lainnya baik berupa cairan
maupun makanan padat, bahkan air sekalipun, dengan pengecualian drops
atau sirup yang terdiri dari vitamin, suplemen mineral atau obat-obatan
(WHO, 2003).
Komposisi ASI
Komposisi ASI tidak sama dari waktu ke waktu, hal ini
berdasarkan pada stadium laktasi. Komposisi ASI dibedakan menjadi
3 macam yaitu:
Kolostrum : ASI yang dihasilkan pada hari pertama sampai hari
ketiga setelah bayi lahir.
ASI transisi : ASI yang dihasilkan mulai hari keempat sampai
hari ke sepuluh.
ASI mature : ASI yang dihasilkan mulai hari kesepuluh sampai

dengan seterusnya.
Peranan dan pentingnya pemberian ASI
Air susu ibu (ASI) adalah makanan ideal yang tiada bandingnya
untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi karena mengandung
nutrient yang dibutuhkan untuk membangun dan penyediaan energi,
pengaruh biologis dan emosional antara ibu dan bayi, serta
meningkatkan sistem kekebalan pada bayi (Hanson, 2003)
Pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada bayi sangat bermanfaat
dalam memenuhi kecukupan gizi anak balita. ASI merupakan
sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena kandungan gizinya lengkap
dan seimbang, selain itu komposisinya sangat ideal bagi proses
tumbuh kembang anak.
ASI memiliki unsur-unsur yang memenuhi semua kebutuhan
bayi akan nutrien selama periode 6 bulan, kecuali jika ibu
mengalami keadaan gizi kurang yang berat. Komposisi ASI akan
berubah sejalan dengan kebutuhan bayi. Kolostrum adalah cairan
yang pertama kali keluar dari payudara setelah bayi dilahirkan.
Meski jumlahnya sedikit, namun kolostrum mengandung lemak dan
karbohidrat

Menurut Worthington (1991), ASI dapat menurunkan infeksi


pada bayi karena:
ASI bersih dan bebas bakteria, sehingga tidak membuat
sakit.
ASI mengandung antibodi immunoglobulin terhadap
bakteri
ASI

mengandung

leukosit

hidup

yang

membantu

memerangi infeksi
ASI mengandung faktor bifidus yang membantu bakteria
khusus, yaitu lactobacillus bifidus, tumbuh dalam usus
halus bayi. Lactobacillus bifidus mencegah bakteria
berbahaya lainnya tumbuh dan menyebabkan diare.
ASI mengandung laktoferin yang mengikat zat besi. Hal ini
mencegah pertumbuhan beberapa bakteria berbahaya yang
memerlukan zat besi.
ASI mengandung enzim khusus (lipase) yang mencerna
lemak. ASI lebih cepat dan mudah dicerna dan bayi yang
diberi ASI mungkin ingin makan lagi lebih cepat daripada
bayi yang diberi makanan buatan.
ASI selalu siap untuk diberikan pada bayi dan tidak
memerlukan persiapan. ASI tidak pernah basi atau jelek
dalam payudara, walau ibu tidak menyusu bayinya dalam
beberapa hari.

Kendala yang menghalangi keberhasilan pemberian ASI


Masalah dijumpai pada ibu
Masalah lazim yang dijumpai pada ibu dan berpotensi
mengganggu proses menyusui antara lain:
a. ASI terasa tidak cukup
Banyak ibu yang merasa ASI-nya tidak keluar
atau tidak cukup karena tidak mengetahui bahwa
kolostrum yang berjumlah sedikit sebenarnya sudah
memenuhi kebutuhan bayi. Ketidaktahuan atau

ketidakpercayaan diri ini menyebabkan tiga hari


pertama saat ASI matang belum keluar menjadi
waktu dimana asupan pre lakteal seringkali diberikan
kepada bayi.
b. Puting lecet
Kadangkala seorang ibu, terutama yang baru
pertama kali melahirkan anak, mengeluh putingnya
sakit. Hal ini biasa terjadi dan akan hilang dengan
sendirinya (La Leche League International, 1997).
Namun dalam banyak kasus, ibu mengeluhkan
putting sakit karena lecet. Putting lecet seringkali
dipicu teknik pelekatan (menempelnya mulut bayi
pada payudara ibu) yang salah (WHO, 1993).
c. Payudara bengkak, penyumbatan saluran ASI dan

infeksi payudara (mastitis) Penggunaan pakaian dalam


yang ketat pada payudara juga dapat menyebabkan
penyumbatan saluran ASI, karena itu ibu menyusui
disarankan untuk menggunakan pakaian dalam yang
longgar (La Leche League International, 1997).

d. Ukuran payudara dan bentuk putting


Putting datar dan masuk kedalam (inverted) adalah
beberapa bentuk putting yang sering dikhawatirkan
oleh ibu. Beberapa ibu juga khawatir bahwa benuk
payudara akan berubah sehingga ragu-ragu untuk
menyusui bayinya (La Leche League International,
1997).
e. Ibu sakit
Ada ibu yang menghentikan proses menyusui ketika
dirinya sakit karena khawatir anaknya akan tertular.
Umumnya tindakanini tidak diperlukan, terutama bila
ibu hanya menderita penyakitringan saja seperti batuk,
pilek atau flu. Kuman-kuman penyakit tersebut tidak
ditularkan melalui ASI.

Masalah pada bayi

Masalah lazim yang dijumpai pada bayi dan berpotensi


mengganggu proses menyusui antara lain:
a. Bayi sakit

Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif


memang terbukti lebih sehat, namun bukan
berarti tidak akan pernah sakit sama sekali.
Mereka juga bisa saja terkena batuk, pilek,
diare dan sebagainya. Keadaan ini biasanya
mengkhawatirkan bagi ibu sehingga kadang
ibu merasa perlu untuk memberikan asupan
non ASI bagi bayi sebelum usianya 6 bulan
yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.
b. Bingung putting
Bingung putting adalah kondisi dimana bayi
kebingungan setelah menggunakan putting
buatan atau dot, karena menyusui pada dot
memerlukan teknik yang berbeda (La Leche
League International, 1997).
B. Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan atau
minuman yang mengandung gizi diberikan pada bayi atau anak yang
berumur 6 24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizinya (Depkes,
2006).Saat bayi berusia 6 bulan atau lebih, sistem pencernaannya sudah
relatif sempurna dan siap menerima MP-ASI. Beberapa enzim pemecah
protein seperti asam lambung, pepsin, lipase, amilase baru akan
diproduksi sempurna. Saat bayi berusia kurang dari 6 bulan, sel-sel
disekitar usus belum siap menerima kandungan makanan, sehingga
makanan yang masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadilah
alergi.
Jenis Jenis MP-ASI
Jenis makanan pendamping ASI (MP-ASI) baik tekstur,
frekuensi, dan porsi makan harus disesuaikan dengan tahap
perkembangan dan pertumbuhan bayi. MP-ASI pertama sebaiknya

adalah golongan beras dan serealia, karena berdaya alergi rendah.


Secara berangsur-angsur, diperkenalkan sayuran yang dikukus dan
dihaluskan, buah yang dihaluskan, kecuali pisang dan alpukat matang
dan yang harus diingat adalah jangan berikan buah atau sayuran
mentah. Setelah bayi dapat menerima beras atau sereal, sayur dan
buah dengan baik, berikan sumber protein (tahu, tempe, daging ayam,
hati ayam, dan daging sapi) yang dikukus dan dihaluskan. Setelah
bayi mampu mengkoordinasikan lidahnya dengan lebih baik, secara
bertahap bubur dibuat lebih kental (kurangi campuran air), kemudian
menjadi lebih kasar (disaring kemudian cincang halus), lalu menjadi
kasar (cincang kasar), dan akhirnya bayi siap menerima makanan
yang dikonsumsi keluarga. Menyapih anak harus bertahap, dilakukan
tidak secara tiba-tiba. Kurangi frekuensi pemberian ASI sedikit demi
sedikit (Depkes dan Kessos, 2000)

Tujuan Pemberian MP-ASI

Tujuan dalam pemberian makanan pendamping ASI menurut


sholihin (1999):
a.
b.
c.
d.

Untuk menambah energi


Membantu dalam proses pertumbuhan pada bayi.
Sebagai makanan pelengkap.
Mengembangkan kemampuan bayi untuk mengunyah,
mencium, dan menelan serta melakukan adaptasi pada

makanan yang mengandung energi tinggi.


e. Guna melengkapi zat-zat gizi yang belum di penuhi oleh ASI

guna menunjang proses pertumbuhan supaya tetap optimal.


Manfaat Pemberian MP-ASI
Setelah usia 6 bulan, ASI hanya memenuhi sekitar 60-70%

kebutuhan gizi bayi. Sehingga bayi mulai membutuhkan makanan


pendamping ASI (MP-ASI). Pemberian makanan padat pertama ini
harus memperhatikan kesiapan bayi, antara lain keterampilan
motorik, keterampilan mengecap, dan mengunyah serta penerimaan
terhadap rasa dan bau. Untuk itu pemberian makanan pada pertama
perlu dilakukan secara bertahap. Misalnya, untuk melatih indera
pengecap, berikan bubur susu satu rasa dahulu, baru kemudian dicoba
dengan multirasa (Depkes, 2000).

Tahap Pemberian MP-ASI


Menurut Depkes, 2009 dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak,
pemberian makanan pada bayi yang baik dan benar adalah sebagai
berikut:
1. Umur 0 6 bulan
a. Berikan ASI yang pertama keluar dan berwarna
kekuningan (kolostrum)
b. Berikan hanya ASI (ASI eksklusif)
c. Jangan berikan makanan/minuman selain ASI
d. Susui bayi sesering mungkin
e. Susui setiap bayi menginkann, paling sedikit 8 kali
sehari
f. Jika bayi tidur lebih dari 3 jam, bangunkan, lalu susui
g. Susui dengan payudara kanan dan kiri secara
bergantian
h. Susui sampai payudara terasa kosong, lalu pindah ke
payudara sisi lainnya.
2. Umur 6 9 bulan
a. Terus berikan ASI
b. Mulai berikan makanan pendamping ASI (MP-ASI).
Contohnya bubur susu dan bubur tim yang dilumat
c. Berikan MP-ASI secara bertahap sesuai umur
3. Umur 9 12 bulan
a. Terus berikan ASI
b. Berikan MP-ASI yang lebih padat. Contohnya bubur
nasi, nasi tim, dan nasi lembek

Masalah-masalah dalam Pemberian MP-ASI


Masalah dalam pemberian MP-ASI pada bayi/ anak umur 0
24 bulan menurut Depkes, 2000 adalah sebagai berikut:
1. Pemberian makanan prelaktal (Makanan sebelum ASI keluar)
2. Kolostrum dibuang
3. Pemberian MP-ASI terlalu dini atau terlambat
4. MP-ASI yang diberikan tidak cukup

5. Pemberian MP-ASI sebelum ASI


6. Frekuensi pemberian MP-ASI kurang
7. Pemberian ASI terhenti karena ibu kembali bekerja
8.

Kebersihan kurang

9. Prioritas gizi yang salah pada keluarga.


4. TANDA GIZI BAIK PADA BAYI

Bayi mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat sehingga perlu
didukung oleh intake zat gizi yang cukup. Dengan pemenuhan zat gizi yang cukup
maka bayi dapat bertumbuh dengan baik. berikut adalah tanda tanda gizi yang baik
pada bayi :
Pertambahan berat badan dan tinggi badan berlangsung normal
Anak yang sehat bias dilihat dari tinggi badan dan berat badan yang tumbuh
secara seimbang sesuai umurnya.Tidak terlalu gemuk juga tidak terlalu kurus.
Juga tidak pendek terus. Kecukupan nutrisi makro (4 sehat 5 sempurna)

mendukung ketersediaan karbohidrat ,lemak dan protein.


Tubuhnya kencang dan berisi, matanya jernih dan bersinar, pipi dan kuku
kemerahan.
Jika anak mengalami gangguan pada kuku dan kulit berarti anak kekurangan
vitamin A, vitamin C, dan vitamin E. vitamin- vitamin ini ada pada ikan,
kuning telur, sayuran dan buah- buahan berwarna kunimg dan jingga.
Termasuk didalamnya terdapat betakaroten sebagai zat intiokisdan (anti

penuaan dini)
Saat bangun gembira dan aktif.
Fungsi motorik anak yang sehat bias dilhat jika di bergerak aktif sesuai
umurnya.

Bergerak

lincah

dan

bermain,

berbicara

lancar

sesuai

umurnya.Untuk mendapatkan kondisi sehat seperti ini anak harus cukup


asupan nutrisi makro, zat besi, seng(zinc), vitamin B dan yodium. Selain itu,
mineral kalsium juga sangat dibutuhkan. Kalsium berperan penting untuk
elastisitas dan kekuatan otot polos dan otot rangka, syaraf otak dan sinyal
syaraf (neuron transmitter), menghaluskan gerak motorik. Badan sakit dan

pegal adalah salah satu tanda jika anak kekurangan kalsium.


Tidurnya nyenyak dan tidak gelisah.
Kecukupan nutrisi makro dan mikro menjamin sel-sel tubuh tumbuh dengan
baik, otak dan syaraf tumbuh sehat, dan metabolisme tubuh dapat berjalan
dengan baik. Kondisi ideal ini berpengaruh langsung terhadap tidur yang

berkualitas.Tidur merupakan waktu yang ideal untuk bertumbuhnya tubuh dan

sel- sel otak.


Nafsu makan baik dan Pembuangannya baik dan lancar
Sekali saja anak terpapar penyedap rasa (monosodium glutamate) yang banyak
terdapat dalam jajanan dan mie instan, maka banyak resiko yang harus
ditanggung yaitu gangguan pada kelenjar tiroid (amandel dan gondok),
melemahnya system kekebalan tubuh, dan beresiko menderita diabetes
diwaktu yang akan datang. Selain itu, fungsi pengecap rasanya pun akan
terganggu. Selain itu, masalah serap, nafsu makan dan BAB teratur berkaitan
dengan kecukupan mineral Zinc dan kalsium. Kalsium tidak hanya untuk
pertumbuhan tulang dan gigi, kalsium juga berperan penting untuk menjaga
kesehatan pencernaan. Yaitu menjaga kehidupan bakteri positif di usus dan
tetap menjaga otot- otot usus tetap aktif bergerak mengolah makanan dan
mengeluarkan kotoran sisa metabolisme. Kandungann nutrisi pada Spirulina

Capsules juga mengalahkan berbagai jenis sayuran.


Penuh perhatian dan bereaksi aktif
Anak cerdas memiliki sikap penuh perhatian, rasa ingin tahu, berinteraksi baik
dengan sekitar, bereaksi aktif dan berprestasi.Kondisi ini juga dapat dicapai
jika mendapatkan kecukupan asupan nutrisi makro dan mikro terutama

yodium, zat besi, seng, asam lemak omega-3 dan omega-6.


Gigi bersih dan gusi merah muda
Anak bergizi baik memiliki gigi kuat, utuh dan bersih. Gusi berwarna merah
muda berkilat. Jadi, tidak diselubungi warna putih, tidak pucat apalagi
berdarah. Anak juga memiliki lidah yang bersih dan segar. Kondisi sehat ini
berhubungan dengan kecukupan asupan niasin, asam folat, riboflavin, dan
vitamin B12.

5. MASALAH GIZI PADA BAYI

Masalah gizi pada bayi terjadi jika intake zat gizi tidak sesuai dengan kebutuhan
bayi. Masalah masalah tersebut antara lain :
Muntah muntah, disebabkan karena asam lambung yang berbalik diusus

lambung
Kolik yaitu sakit lambung yang akut
Diare, ditandai dengan buang air besar dengan frekuensi sering, dan
kotorannya encer tidak berbentuk
Gizi buruk
Gizi buruk adalah keadaan kekurangan energi dan protein tingkat berat akibat
kurang mengkonsumsi makanan yang bergizi dan atau menderita sakit dalam

waktu lama. Itu ditandai dengan status gizi sangat kurus ( menurut BB
terhadap TB ) dan atau hasil pemeriksaan klinis menunjukkan gejala
marasmus , kwashiorkor atau marasmik kwashiorkor.
Penyebab Gizi Buruk
a. Bayi tidak mendapat makanan pendanping ASI (MP-ASI) pada
umur 6 bulan atau lebih.
b. Bayi tidakmendapat ASI ekslusif (ASI saja) atau sudah mendapat
makanan selain ASI sebelum umur 6 bulan.
c. Bayi tidakmendapat makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada
umur 6 bulan atau lebih.
d. MP-ASI kurang dan tidak bergizi.
e. Setelah umur 6 bulan balita jarang disusui.
f. Balita menderita sakit dalam waktu lama, seperti diare, campak,
TBC, batuk pilek.
Kebersihan diri kurang dan lingkungan kotor.
Tipe Dan Tanda Gizi Buruk
a. MARASMUS
- Anak sangat kurus
- Wajah seperti orang tua
- Cengeng dan rewel
- Rambut tipis,jarang,dan kusam
- Kulit keriput
g.

- Tulang Iga tampak jelas


- Pantat kendur
- Perut cekung
- Sering disertai diare kronik atau konstipasi/susah buang air,serta
penyakit kronik.
- Tekanan darah,detak jantung dan pernafasan berkurang.
b. KWASHIOKOR
- Edema umumnya diseluruh tubuh dan terutama pada kaki
( dorsumpedis)
- Wajah membulat dan sembab
- Otot-otot mengecil,lebih mengecil,lebih nyata apabila diperiksa
pada posisi berdiri dan duduk,anak berbaring terus menerus.
- Perubahan status menta; cengeng.rewel,kadang apatis
- Anak sering menolak segala jenis makanan (Anoreksia)
- Pembesaran hati
- Rambut berwarna kusam dan mudah dicabut

- Gangguan kulit berupa bercak merah yang meluas dan berubah


menjadi hitam terkelupas ( crazy pavement dermatosis)
- Pandangan mata anak nampak sayu
c. MARASMUS-KWASHIOKOR
- Tanda-tanda marasmus kwasiokor merupakan gabungan tandatanda kedua jenis KEP di atas.
Akibat Gizi Buruk
- Menyebabkan kematian bila tidak segera ditanggulanginoleh
tenaga keseha\tan.
- Kurang cerdas.
- Berat dan tinggi badan pada umur dewasa lebih rendah dari normal
- Sering sakit infeksi seperti batuk,pilek,diare,TBC,dan lain-lain.
Penanganan gizi buruk dapat dilakukan dengan pemberian makanan
secara teratur, bertahap, porsi kecil, sering dan mudah diserap.
Di beberapa wilayah di indonesia terdapat kebiasaan dimana bayi diberi makan
makanan yang terlebih dahulu dikunyah oleh yang memberi makan yaitu nenek atau
ibu sehingga bukan Cuma makanan saja yang dimakan bayi tetapi mungkin juga ada
bibit penyakit yang ikut berpindah. Selain itu kebiasaan memberi makanan pada bayi
yang kurang seimbang gizinya misalnya hanya memberi makan bayi bubur biasa
tanpa ditambah dengan sumber zat gizi lain seperti wortel. Kebiasaan- kebiasaan
diatas dapat menyebabkan terjadinya masalah gizi pada bayi sehingga pertumbuhan
dan perkembangan bayi terganggu.

DAFTAR PUSTAKA

Goi, Misrawatie.Gizi Bayi. Gorontalo


UNICEF Indonesia. Ringkasan Kajian Gizi Ibu dan Anak.2012
Bardosono, S.(2009). Masalah Gizi di Indonesia. Majalah Kedokteran Di
Indonesia vol.59.(1).491-494