Anda di halaman 1dari 2

(Maha suci Allah yang petir

bertasbih kepada-Nya). Lalu


mengatakan,
Sesungguhnya
petir adalah malaikat yang
meneriaki (membentak) untuk
mengatur hujan sebagaimana
pengembala ternak membentak
hewannya. ( Lihat Adabul
Mufrod no.722.Syaikh Albani
mengatakan bahwa hadits ini
hasan.)
Keenam : Mengambil Berkah
dari Air Hujan
Ketujuh :Dianjurkan Berwudhu
dengan Air Hujan
Kedelapan : Tidak Boleh
Mencela Hujan
Kesembilan : Berdoa Setelah
Turunnya Hujan
Muthirnaa
bi
fadhlillaahi wa rohmatihi ( Kita
diberi Hujan karena Karunia dan
Rahmat Allah)..(HR. Bukhari no.
846)

Hujan adalah sebuah anugrah


yang patut disyukuri. Namanya
syukur adalah dengan meyakini
nikmat dalam hati, mengucapkan
dalam
lisan
dan
mengaplikasikannya
pada
anggota badan.
Semoga Buletin ini bisa
menjadi
pemandu
dalam
membina
keimanan
kita,
membimbing
kita
dalam
beribadah dan memahami hukum
islam,
Innahu samiun qoriibummujibud
daawaat. Alhamdulillahilladzi bi
nimatihi tatimmush sholihaat,
wa shallallahu ala nabiyyina
Muhammad wa ala alihi wa
shohbihi wa sallam.
Sumber : Panduan Amal Shalih di
Musim Hujan
karya Muhammad Abduh Tuasikal.

Edisi 01
Tahun I Safar 1437
H

AMALAN DI MUSIM HUJAN


Negeri Kita adalah negeri
dengan iklim tropis, sehingga
banyak mendapatkan karunia
hujan, terlebih-lebih pada musim
penghujan. Setiap kali Allah Taala
menurunkan nikmat-Nya, berupa
air hujan, berbagai reaksi dan
perasaan dapat dan anda baca
dari raut wajah masyarakat. Dan
bahkan tidak jarang, mereka
menuangkan perasaannya dalam
bentuk kata-kata.
Allah
menurunkan
hujan
tidaklah sia-sia. Hujan yang Allah
turunkan
memiliki
beberapa
hikmah,
diantaranya
adalah
sebagai berikut:
1. Wujud Nyata dari rahmat
Allah untuk seluruh makhluk, Alllah
Taala berfirman,

Dan Dialah Yang menurunkan


hujan sesudah mereka berputus asa
dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan
Dialah Yang Maha Pelindung lagi
Maha Terpuji. (QS. Asy Syuura: 28 )
2. Rizki bagi seluruh makhluk
Allah Taala berfirman,
Dan di langit terdapat rezekimu
dan terdapat (pula) apa yang
dijanjikan kepadamu. (QS. Adz
Dzariyat: 22)
3. Pemisalan akan kekuasaan
Allah dalam menghidupkan kembali
makhluk, kelak pada hari kiamat.
Hal ini dapat kita saksikan pada ayat
berikut.
Dan Dialah yang meniupkan angin
sebagai pembawa berita gembira
sebelum kedatangan rahmat-Nya
(hujan); hingga apabila angin itu

telah membawa awan mendung,


kami halau ke suatu daerah yang
tandus, lalu kami turunkan hujan di
daerah itu, maka Kami keluarkan
dengan sebab hujan itu pelbagai
macam buah-buahan. Seperti itulah
Kami membangkitkan orang-orang
yang telah mati, mudah-mudahan
kamu mengambil pelajaran. (QS. Al
Arof: 57)
Ada beberapa hal keimanan
yang mesti diyakini seorang muslim
berkaitan dengan hujan, yaitu:
Pertama : Tidak ada yang mampu
menurunkan hujan melainkan Allah
Taala.
Kedua : Diturunkannya hujan
termasuk kunci ilmu ghoib dan hanya
Allah yang tahu kapan turunnya.
Ketiga : Ada malaikat yang
bertugas menurunkan hujan.
Keempat : Turunnya hujan telah
ditulis di Lauhul Mahfuzh
Kelima : Suara petir adalah
malaikat yang membawa api,
Ada tiga istilah untuk kilatan
petir dan gledek yaitu ar rodu, ash
showaiq dan al barq. Ar rodu adalah
istilah untuk suara petir atau gledek.

Sedangkan ash showaiq dan al


barq adalah istilah untuk kilatan
petir, yaitu cahaya yang muncul
beberapa saat sebelum adanya
suara petir.
Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah
mengatakan, Dalam hadits marfu
(sampai kepada Nabi Shallallahu
alaihi wasallam, pen) pada riwayat
At Tirmidzi dan selainnya, Nabi
Shallallahu alaihi wasallam ditanya
tentang ar rodu, lalu beliau
Shallallahu
alaihi
wasallam
menjawab,
Ar rodu adalah malaikat yang
diberi tugas mengurus awan dan
bersamanya pengoyak dari api
yang memindahkan awan sesuai
dengan kehendak Allah. ( HR.
Tirmidzi no. 3117 )

Amalan Ketika Turun Hujan


Berikut adalah beberapa amalan
yang dapat diamalkan ketika turun
Hujan.
Pertama : Takut Datangnya
Adzab Ketika Mendung.
Kedua : Berdoa Ketiak turun
Hujan sebagai rasa syukur kepada

Allah.
Nabi
shallallahualaihi
wasallam ketika melihat turunnya
hujan,
beliau
mengucapkan,
Allahumma shoyyiban naafian
[Ya Allah turunkanlah pada kami
hujan yang bermanfaat]. ( HR.
Bukhari)
Ketiga : Turunnya Hujan,
Kesempatan
Terbaik
untuk
memanjatkan Doa.
Ibnu Qudamah dalam Al Mughni
(2/294) mengatakan, Dianjurkan
untuk berdoa ketika turunnya
hujan sebagaimana diriwayatkan
bahwa Nabi Shallallahu alaihi
wasallam bersabda,
Carilah doa yang mustajab
pada tiga keadaan : [1] Bertemunya
dua pasukan, [2] Menjelang shalat
dilaksanakan, dan [3] Saat hujan
turun. (Dikeluarkan oleh Imam
Syafii dalam Umm dan Al Baihaqi
dalam Al Marifah dari Makhul
secara mursal. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini
shahih. Lihat Shohihul Jaami
no.1026.
Keempat : Berdoa Ketika

terjadi angin kencang


Dianjurkan bagi seorang muslim
ketika terjadi angin kencang untuk
membaca doa berikut sebagaimana
yang disebutkan dalam hadits dari
Aisyah radhiyallahu anhu Rasulullah
shallallahu
alaihi
wasallam
mengucapkan ketika itu,
Allahumma
inni
as-aluka
khoirohaa wa khoiro maa fiiha wa
khoiro maa ursilat bihi, wa audzu
bika min syarrihaa wa syarri maa fiiha
wa syarri maa ursilat bihi ( Ya Allah,
Aku memohon kepada-Mu baiknya
angin ini dan kebaikan yang ada
padanya, dan aku memohon
kebaikan dari yang diutus dengannya.
Aku berlindung kepada-Mu dari
buruknya angin ini, dan keburukan
yang ada padanya dan aku berlindung
dari
keburukan
yang
diutus
dengannya ( HR. Muslim no. 899)
Kelima : Berdoa Ketika Mendengar
Suara Petir.
Dari
Ikramah
mengatakan
bahwasanya Ibnu Abbas radhiyallahu
anhuma tatkala mendengar suara
petir, beliau mengucapkan,
Subhaanalladzi sabbahat lahu