Anda di halaman 1dari 2

PERBANDINGAN TPS LAMA DAN TPS BARU

HAL YANG DITINJAU


A. Sumber Sampah
Pemilahan dan
Pewadahan

Pengumpulan

B. TPS
Jenis TPS (SNI 32422008)
Luas Lahan

Fasilitas

KONDISI EKSISTING

SETELAH PERENCANAAN

50-75% warga telah


melakukan pemilahan antara
sampah kering dan basah
menggunakan plastik.

Setiap rumah diberikan


fasilitas pemilahan berupa tas
kapasitas 2L sebanyak 3 buah:
sampah mudah membusuk,
kertas dan kardus, serta
anorganik non kertas dan
kardus
5 Triseda (3 x 1,25 x 1,345)m3
1 Kontainer (1,4 x 1,5 x 1,2)m3

15 Gerobak (1,5 x 1,2 x 0,5)m3


2 Triseda (3 x 1,25 x 1,345)m3
1 Kontainer (1,4 x 1,5 x 1,2)m3
TPS tipe II

TPS 3R

(12 x 5) m2

(18 x 20) + (11,5 x 10) m2


Dengan melakukan
pembebasan lahan di samping
dan belakang TPS (taman dan
lahan kosong), serta
penambahan lantai kerja ke
lantai 2
Kontainer (1,4 x 1,5 x 1,2)m3
Alat Pengumpul: 5 Triseda
Kendaraan Pengangkut: 1 Truk
Pekerja: 11 orang
Atap, penerangan, ventilasi
Area parkir gerobak
Tempat istirahat
Conveyor belt untuk pemilahan
sampah anorganik non kertas
Ruang pencacah kertas (berikut
mesin pencacahnya)
Fasilitas composting
menggunakan teknologi
windrow
Kantor
Toilet

- Kontainer (1,4 x 1,5 x 1,2)m3 - Alat Pengumpul: 15 Gerobak & 2 Triseda


- Kendaraan Pengangkut: 1 Truk - Pekerja: 30 orang
- Atap, penerangan, ventilasi
- Area pemilahan sampah (hanya untuk yang bernilai
ekonomis, contoh: botol
plastik) berikut area
penyimpanannya
- Area parkir gerobak
- Tempat istirahat
-

Dari perbandingan yang telah dijabarkan dalam tabel, manfaat yang diperoleh dari hasil
perencanaan yang dilakukan antara lain:

Memberlakukan sistem pemilahan yang baik dari sebelumnya tidak dilakukan rekayasa
sistem pemilahan apapun. Sehingga saat masuk ke TPS sampah lebih mudah diolah
karena sudah terpilah dari sumbernya.
Efisiensi pekerja dan fasilitas pengumpul yang digunakan. Dari semula berjumlah 30
orang dengan 15 Gerobak dan 2 Triseda kini dapat ditekan hingga 11 orang dengan 5
buah Triseda. Hal ini dapat mengurangi pengeluaran untuk gaji pekerja dan pengadaan
serta perbaikan fasilitas pengumpul.
Meninjau fasilitas tambahan yang direncanakan, dan flowchart alur daur ulang yang
diterapkan (Gambar x.1.), dapat disimpulkan bahwa presentase recycle berdasarkan
komposisi sampah yang masuk bisa mencapai 95,46% (residu yang terbawa ke TPS
sekitar 4,54%) menandakan bahwa perencanaan TPS yang dilakukan bisa mengurangi
jumlah sampah yang masuk ke TPA hingga mencapai 95,46% sampah yang ada.
Penambahan fasilitas kantor dan toilet juga meningkatkan pelayanan bagi pekerja
sehingga kesehatan pekerja dapat lebih terjaga.
Kertas dan Kardus
(35,51%)

Mesin Pencacah

Produk Tekstil
(7,97%)

Pihak Ketiga
Pemanfaat Tekstil

Plastik (15,17%)

Pihak Ketiga Daur


Ulang Plastik
menjadi Pelet

Makanan, Tanah,
Kayu dan Tanaman
(36,79%)

Area Komposting

Dipilah di TPS

Limbah Padat
masuk TPS (100%)

Residu (4,54%)

TPA

Gambar x.1. Flowchart presentasi daur ulang dari TPS Ambon yang direncanakan

Pemanfaat Daur
Ulang Kertas

Pemasaran