Anda di halaman 1dari 4

PEMERIKSAAN DARAH

Uji laboratorium merupakan suatu alat yang berguna bagi ahli bedah. Dalam
hubungannya dengan riwayat medis dan pemeriksaan fisik, uji laboratorium dapat
ditambahkan kedalam suatu diagnosa dari berbagai penyakit dan memungkinkan
penanganan prabedah dan pasca bedah yang tepat bagi pasien-pasien dengan
kelainan sistemik.
Hemoglobin
Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari hitung darah lengkap.
Konsentrasi Hb adalah pengukuran jumlah total Hb dalam darah perifer. Hb
berperan dalam transport O2 dan CO2. nilai normal bervariasi menurut jenis
kelamin dan usia. Konsentrasi Hb meningkat pada penyakit jantung kongenital,
polisitemia vera, penyakit paru obstruktif khronis, gagal jantung kongestif, luka
bakar parah, dan dehidrasi. Hb rendah terdapat pada anemia, perdarahan hebat,
hemolisis, hemoglobinopati, penyakit hodkin, kanker, defisiensi nutrisi, limfoma,
perdarahan khronis, penyakit ginjal, splenomegali, lupus eritematosus sistemik,
sicle cell anemia.
Nilai normal pada ; (Pagana, 1995)
Laki-laki 14-18 g/dl
Wanita 12-16 g/dl (kehamilan > 11 g/dl
Anak-anak 11-16 g/dl
Bayi 10-15 g/dl
Leukosit
Leukosit merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh, yang akan bereaksi
terhadap benda asing yang masuk dan membuat mekanisme pertahanan (feedback
mechanism). Peningkatan jumlah leukosit (leukositosis) biasanya terjadi pada
infeksi akut, nekrosis jaringan, leukemia, penyakit kolagen, anemia hemolitik dan
stres. Beberapa obat-obatan seperti aspirin, antibiotik (ampisilin, eritromisin,
tetrasiklin, streptomisin, kanamisin), alupurinol, sulfonamid, heparin dan
epineprin) dapat menyebabkan meningkatnya jumlah leukosit. Penurunan leukosit
(leukopenia) biasanya terjadi pada penyakit hematopoetik (anemia aplastik,
anemia pernisiosa, hipersplenism), infeksi virus, malaria, agranulositosis,
alkoholik, SLE, artritis reumatoid, dan beberapa obat-obatan seperti
kloramphenikol, asetaminofen, barbiturat, agen terapi kanker, diazepam, diuretik,
metildopa, fenotiazin.
Nilai normal pada : (Pagana,1995)
Dewasa : 4500-10000/mm3
Anak-anak 2 tahun : 6000-17000/mm3
Bayi baru lahir : 9000-30000/mm3

Laju Endap Darah

Pemeriksaan ini mengukur kecepatan sel darah merah mengendapkan darah yang
tidak membeku dalam milimeter per jam. Pemeriksaan ini tidak spesifik.
Penurunan kadar LED bisa terlihat pada penyakit polisitemia vera, gagal jantung
kongestif, anemia sel sabit, infeksi mononukleosis, defisiensi fektor V, artritis
degeneratif, angina pektoris dan pemakaian obat-obatan (etambutol, aspirin,
golongan kortison). Peningkatan kadar LED dapat terlihat pada keadaan penyakit
artritis reumatoid, demam, infark myokard akut, kanker (payudara, kolon, ginjal,
hepar) penyakit hodkins, multipel mieloma, limfosarkoma, infeksi bakteri,
penyakit
radang pelvis akut, SLE , kehamilan trimester kedua dan ketiga, operasi, luka
bakar, dan obat-obatan seperti metildopa, teofilin, dan dekstrans.
Nilai normal pada : (Pagana,1995)
Dewasa :
metode western : < 50 thn; pria 0-10 mm/jam; wanita 0-20mm/jam
> 50 thn; pria 0-20 mm/jam; wanita 0-30mm/jam
metode wintrobe; pria 0-7 mm/jam; wanita 0-15 mm/jam
Anak; bayi baru lahir 0-20mm/jam; 4-14thn 0-20 mm/jam
Trombosit
Trombosit merupakan elemen dasar dalam darah yang meningkatkan koagulasi.
Uji ini perlu dilakukan karena trombositopenia merupakan kelainan hemostasis
yang paling sering ditemukan pada pasien bedah. Hitung trombosit normal pada
dewasa adalah 150.000-400.000/mm3. bila nilai dibawah 100.000/mm3
menunjukkan trombositopenia yang dapat disebabkan oleh produksi trombosit
yang berkurang, destruksi akselerasi trombosit, konsumsi trombosit (sekunder
karena DIC), hilangnya trombosit karena perdarahan. Jika nilai diatas
400.000/mm3 menunjukkan trombositosis yang dapat terjadi karena kelainan
polisitemia vera, leukemia, sindroma postsplenektomi dan penyakit keganasan.
Perdarahan spontan merupakan bahaya yang serius dan biasanya terjadipada
jumlah trombosit kurang dari 50.000/mm3.
Nilai normal pada ; (Pagana,1995)
Dewasa atau anak 150.000-400.000/mm3
Bayi 200.000-475.000/mm3
Neonatus 150.000-300.000/mm3
Hematokrit
Hematokrit merupakan pengukuran persentase sel darah merah dan volume darah
total. Hematokrit sangat mencerminkan nilai Hb dan sel darah merah. Biasanya
nilai hematokrit kira-kira 3 kali konsentrasi Hb jika sel darah merah dalam ukuran
normal dan memiliki jumlah Hb normal. Nilai hematokrit meningkat pada
eritositosis, eklamsia, shock, dehidrasi,

polisitemia vera, dan penyakit jantung kongenital. Nilai hematokrit menurun pada
anemia, penyakit hodkins, kegagalan sumsum tulang, hipertiroid, sirosis, reaksi
hemolitik, perdarahan, leukemia, malnutrisi, multipel mieloma, dan reumatoid
artritis (Pagana,1995).
Nilai normal pada :
Pria : 42-52%
Wanita : 37-47% (kehamilan > 33%)
Anak : 31-43%
Bayi : 30-40%
Waktu perdarahan dan waktu pembekuan
Waktu perdarahan memberikan suatu penilaian interaksi antara trombosit dan
pembuluh darah yang rusak dan pembentukan sumbatan trombosit. Waktu
perdarahan normal adalah 1-9 menit (metode Ivy). Waktu perdarahan dapat
abnormal pada pasien dengan trombositopenia, gangguan trombosit kulitatif,
penyakit von Willenbran, dan pasien dengan defisiensi faktor V atau
hipofibrinemia. Waktu perdarahan memenjang ditemukan pada pasien dengan
hitung trombosit rendah, pasien dengan DIC yang disebabkan adanya konsumsi
trombosit, pasien uremia karena trombosit berkurang dalam jumlah dan fungsi,
pasien dengan waktu protrombin memanjang, meningkatnya fragilitas kapiler,
penyakit chusing, dan obat-obat anti inflamasi seperti aspirin, endometason.
Kecepatan dan lamanya proses pembekuan, menunjukkan apakah fungsi dan
jumlah trombosit adekuat atau tidak. Waktu pembekuan akan memanjang bila
kadar fibrinogen kurang dari 100 mg/dl atau bila fungsi fibrinogen tidak
normal.Waktu pembekuan normal adalah 4-8 menit.

Gula darah

Uji glukosa serum membantu dalam mendiagnosa beberapa penyakit metabolik.


Glukosa darah yang meninggi (hiperglikemi) umumnya menunjukkan diabetes
mellitus. Sebaliknya hipoglikemi umumnya disebabkan karena dosis insulin
berlebihan pada pasien diabetes mellitus. Kadar glukosa serum meningkat pada
keadaan diabetes mellitus, respon stres akut, penyakit Chusing, hiperparatiroid,
adenoma pankreas, pankreatitis, terapi diuresis, terapi kortikosteroid. Kadar
glukosa menurun pada keadaan insulinoma, hipoparatiroid, hipopituitarism,
penyakit adison, dan penyakit hepar yang berat. Uji gula darah puasa minimal 8
jam. Makanan berperan sebagai glukosa yang akan mengalami metabolisme
dalam tubuh. Pada pasien normal, insulin diekskresi segera setelah makan sebagai
respon terhadap glukosa darah yang meningkat, menyebabkan kadar glukosa
kembali normal dalam waktu 2jam.
Nilai normal. (Pagana,1995)
glukosa puasa anak > 2 tahun-dewasa 70-105 mg/dl
anak < 2 tahun 60-100 mg/dl

bayi 40-90 mg/dl


glukosa darah 2 jam setelah makan
0-50 tahun 70-140 mg/dl
50-60 tahun 70-150 mg/dl

Pagana K.D. & Pagana T.J., 1995, Diagnostic and Laboratory Tast Reference.
2nd ed., St Louis : Mosby Year Book.