Anda di halaman 1dari 12

Laporan Praktikum Elektronika II

Modul Praktikum :
Digital ICs: Encoder dan Decoder
Nama

: Fista Mariza Astrofa

NPM

: 1306365253

Rekan Kerja

: Fitriyani Mustika Ruslita

Kelompok

:4

Hari

: Senin

Tanggal Percobaan

: 17 Maret 2014

Modul ke

: IV

Laboratorium Elektronika
Departemen Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Indonesia
2015

Modul 4

Encoder dan Decoder


A. Tujuan
Mempelajari line encoder 8 ke 3 dan line decoder 3 ke 8
B. Teori Dasar
1. Encoder
Encoder adalah rangkaian yang memiliki fungsi berkebalikan dengan
decoder. Encoder berfungsi sebagai rangakain untuk mengkodekan data input
mejadi data bilangan dengan format tertentu. Encoder dalam rangkaian digital
adalah rangkaian kombinasi gerbang digital yang memiliki input banyak dalam
bentuk line input dan memiliki output sedikit dalam format bilangan biner.
Encoder akan mengkodekan setiap jalur input yang aktif menjadi kode bilangan
biner. Dalam teori digital banyak ditemukan istilah encoder seperti Desimal to
BCD Encoder yang berarti rangkaian digital yang berfungsi untuk mengkodekan
line input dengan jumlah line input desimal (0-9) menjadi kode bilangan biner 4
bit BCD (Binary Coded Decimal). Atau 8 line to 3 line encoder yang berarti
rangkaian encoder dengan input 8 line dan output 3 line (3 bit BCD).

Gambar 4-1. Blok diagram encoder


Pada encoder dikenal priority encoder. Sebuah Priority Encoder adalah
rangkaian Encoder yang mempunyai fungsi prioritas. Operasi dari rangkaian
Priority Encoder adalah sebagai berikut : Jika ada dua atau lebih input bernilai
1 pada saat yang sama, maka input yang mempunyai prioritas tertinggi yang
akan diambil.

Dalam mendesain rangkaian encoder desimal ke BCD langkah pertama


adalah menentukan tabel kebenaran encoder kemudian membuat persamaan logika
kemudian mengimplementasikan dalam gerbang logika digital seperti berikut.
D0

U9
X

D1
OR4
U1

D2

D3
OR4
U2
Z
D4
OR4

D5
D6
D7

Gambar 4-2. Encoder

Tabel 4-1. Tabel kebenaran Encoder


Persamaan logika output encoder Desimal (10 Line) ke BCD
Y3 = X8 + X9
Y2 = X4 + X5 + X6 + X7
Y1 = X2 + X3 + X6 + X7
Y0 = X1 + X3 + X5 + X7 + X9

2. Decoder

Decoder adalah alat yang di gunakan untuk dapat mengembalikan proses


encoding sehingga kita dapat melihat atau menerima informasi aslinya. Pengertian
decoder juga dapat di artikan sebagai rangkaian logika yang di tugaskan untuk
menerima input input biner dan mengaktifkan salah satu outputnya sesuai dengan
urutan biner tersebut.
Fungsi decoder adalah untuk memudahkan kita dalam menyalakan seven
segmen. Itulah sebabnya kita menggunakan decoder agar dapat dengan cepat
menyalakan seven segmen. Output dari decoder maksimum adalah 2n. Jadi dapat kita
bentuk n-to-2n decoder. Jika kita ingin merangkaian decoder dapat kita buat dengan
3-to-8 decoder menggunakan 2-to-4 decoder. Sehingga kita dapat membuat 4-to-16
decoder dengan menggunakan dua buah 3-to-8 decoder.
Beberapa rangkaian decoder yang sering kita jumpai saat ini adalah decoder
jenis 3 x 8 (3 bit input dan 8 output line), decoder jenis 4 x 16, decoder jenis BCD to
Decimal (4 bit input dan 10 output line) dan decoder jenis BCD to 7 segmen (4 bit
input dan 8 output line). Khusus untuk pengertian decoder jenis BCD to 7 segmen
mempunyai prinsip kerja yang berbeda dengan decoder decoder lainnya, di mana
kombinasi setiap inputnya dapat mengaktifkan beberapa output linenya.
Salah satu jenis IC decoder yang umum di pakai adalah 74138, karena IC ini
mempunyai 3 input biner dan 8 output line, di mana nilai output adalah 1 untuk salah
satu dari ke 8 jenis kombinasi inputnya. Jika kita perhatikan, pengertian decoder
sangat mirip dengan demultiplexer dengan pengecualian yaitu decoder yang satu ini
tidak mempunyai data input. Sehingga input hanya di gunakan sebagai data control.
Pengertian decoder dapat di bentuk dari susunan gerbang logika dasar atau
menggunakan IC yang banyak jual di pasaran, seperti decoder 74LS48, 74LS154,
74LS138, 74LS155 dan sebagainya. Dengan menggunakan IC, kita dapat merancang
sebuah decoder dengan jumlah bit dan keluaran yang di inginkan. Contohnya adalah
dengan merancang sebuah decoder 32 saluran keluar dengan IC decoder 8 saluran
keluaran.

Decoder merupakan bentuk spesial dari sebuah demultiplexer tanpa input


line. Input hanya digunakan sebagai data control. Sebuah Decoder adalah
rangkaian logika yang menerima input-input biner dan mengaktifkan salah satu
output-nya sesuai dengan urutan biner input-nya.

Gambar 4-3. Bentuk dari line decoders


Beberapa rangkaian Decoder yang sering dijumpai adalah decoder 3x8 ( 3 bit
input dan 8 output line), decoder 4x16, decoder BCD to Decimal (4 bit input dan
10 output line), decoder BCD to 7 segment (4 bit input dan 8 output line). Khusus
untuk BCD to 7 segment mempunyai prinsip kerja yang berbeda dengan decoderdecoder yang lain, di mana kombinasi dari setiap inputnya dapat mengaktifkan
beberapa output line-nya (bukan salah satu line). Salah satu jenis IC Decoder
adalah 74138. IC ini mempunyai 3 input biner dan 8 output, dimana nilai output
adalah 1 untuk salah satu dari ke 8 jenis kombinasi inputnya.
A

U1
NOT

U2
NOT

U3
U4

NOT

D0
U5
AND3
D1
U6
AND3
D2
U7
AND3
D3
U8
AND3
D4
U9
AND3
D5
U10
AND3
D6
U11
AND3
D7
AND3

Gambar 4-4. Rangkaian Decoder

Tabel 4-2. Tabel kebenaran decoder

C. Alat
1. Power supply
2. Multimeter digital
3. Ics: 7432 2 input gerbang OR (2), 7411 3 input gerbang AND (3), 7404
inverter (1)
4. SPDT switch
D. Prosedur Percobaan
1. Encoder
a. Membuat rangkaian seperti pada Gambar 4-2.
b. Menghubungkan +5V ke pin 14 dan ground ke pin 7 dari IC 7432
c. Menghubungkan input 1 (+5V atau 0V) ke rangkaian encoder seperti
pada Gambar 4-2.
d. Menyalakan rangkaian dan mengamati 3 outputnya
e. Mengulang langkah c-d untuk kombinasi input yang lain
f. Memeriksa tabel kebenaran
2.
Decoder
a. Membuat rangkaian seperti pada Gambar 4-4.
b. Menghubungkan +5V ke pin 14 dan ground ke pin 7 dari IC 7404
dan 7411
c. Menghubungkan input 1 (+5V atau 0V) ke rangkaian encoder seperti
pada Gambar 4-4.
d. Menyalakan rangkaian dan mengamati 8 outputnya
e. Mengulang langkah c-d untuk kombinasi input yang lain
f. Memeriksa tabel kebenaran
D. Simulasi Multisim
Encoder

1.
VCC

VCC

5V

S1

5V

U9

U3
+

0.000

Key = Space
Key = Space S3

S2

OR4
U1

DC 10MOhm
U4
+

0.000

S4
Key = Space
Key = Space
S5

OR4
U2

0.000

S6
Key = Space
Key =S7
Space

OR4

U3
0.000

Key = Space
Key = Space S3

S2

OR4
U1

0.000

Key = Space
Key = Space
S5

OR4
U2

S6
Key = Space
Key =S7
Space

OR4

D0=1

DC 10MOhm

S8
Key = Space

Key = Space

DC 10MOhm
U5
5.000

DC 10MOhm

DC 10MOhm
U4

S4

S8
Key = Space

U9
+

DC 10MOhm
U5
+

S1

Key = Space

D1=1

VCC
5V

S1

U9

U3
+

0.000

Key = Space
Key = Space S3

S2

OR4
U1

DC 10MOhm
U4
+

5.000

S4
Key = Space
Key = Space
S5

OR4
U2

0.000

Key = Space
Key =S7
Space

OR4

DC 10MOhm
U5
+

S6

DC 10MOhm

S8
Key = Space
Key = Space

D2=1
VCC
5V

S1

U9

U3
+

0.000

Key = Space
Key = Space S3

S2

OR4
U1

DC 10MOhm
U4
+

5.000

S4
Key = Space
Key = Space
S5

OR4
U2

5.000

Key = Space
Key =S7
Space

OR4

DC 10MOhm
U5
+

S6

DC 10MOhm

S8
Key = Space
Key = Space

D3=1
VCC
5V

S1

U9

U3
+

5.000

Key = Space
Key = Space S3

S2

OR4
U1

DC 10MOhm
U4
+

0.000

S4
Key = Space
Key = Space
S5

OR4
U2

0.000

Key = Space
Key =S7
Space
S8
Key = Space
Key = Space

OR4

DC 10MOhm
U5
+

S6

DC 10MOhm

VCC
5V

S1

U9

U3
V

5.000

Key = Space
Key = Space S3

S2

OR4
U1

DC 10MOhm
U4
V

0.000

S4
Key = Space
Key = Space
S5

OR4
U2

DC 10MOhm
U5
V

5.000

S6

OR4

Key = Space
Key =S7
Space

DC 10MOhm

S8
Key = Space

D5=1

Key = Space

VCC
5V

S1

U9

U3
+

5.000

Key = Space
Key = Space S3

S2

DC 10MOhm
U4

OR4
U1

5.000

S4
Key = Space
Key = Space
S5

0.000

DC 10MOhm

OR4

Key = Space
Key =S7
Space

DC 10MOhm
U5

OR4
U2

S6

S8
Key = Space
Key = Space

D6=1
VCC
5V

S1

U9

U3
+

5.000

Key = Space
Key = Space S3

S2

OR4
U1

DC 10MOhm
U4
+

5.000

S4
Key = Space
Key = Space
S5

OR4
U2

5.000

Key = Space
Key =S7
Space

OR4

DC 10MOhm
U5
+

S6

DC 10MOhm

S8
Key = Space
Key = Space

Tabel Kebenaran Encoder

D7=1

D0
5V
0V
0V
0V
0V
0V
0V
0V

D1
0V
5V
0V
0V
0V
0V
0V
0V

D2
0V
0V
5V
0V
0V
0V
0V
0V

D3
0V
0V
0V
5V
0V
0V
0V
0V

D4
0V
0V
0V
0V
5
0V
0V
0V

D5
0V
0V
0V
0V
0V
5V
0V
0V

D6
0V
0V
0V
0V
0V
0V
5V
0V

D7
0V
0V
0V
0V
0V
0V
0V
5V

X
0V
0V
0V
0V
5V
5V
5V
5V

Y
0V
0V
5V
5V
0V
0V
5V
5V

Z
0V
5V
0V
5V
0V
5V
0V
5V

2. Decoder
S3

VCC

S2

5V

Key = Space

S1

U2
NOT

U3
NOT

U12

U4
+

5.000

U1NOT
Key = Space Key = Space

U13
DC
+ 10MOhm

U6
AND3

U14
DC
+ 10MOhm

U7
AND3

U15
DC
+ 10MOhm

U8
AND3

U16
DC
+ 10MOhm

U9
AND3

U17
DC
+ 10MOhm

U10
AND3

U18
DC
+ 10MOhm

U11
AND3

U19
DC
+ 10MOhm

AND3

DC 10MOhm

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

(000)

U5
AND3

S3

VCC

S2

5V

U3

Key = Space

S1

U2
NOT

U12

U4

NOT

5.000

U1NOT
Key = Space Key = Space

U5
AND3

U13
DC
+ 10MOhm

U6
AND3

U14
DC
+ 10MOhm

U7
AND3

U15
DC
+ 10MOhm

U8
AND3

U16
DC
+ 10MOhm

U9
AND3

U17
DC
+ 10MOhm

U10
AND3

U18
DC
+ 10MOhm

U11
AND3

U19
DC
+ 10MOhm

AND3

DC 10MOhm

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

(001)
S3

VCC

S2

5V

U3

Key = Space

S1

U2
NOT

U12

U4

NOT

0.000

U1NOT
Key = Space Key = Space

U5
AND3

U13
DC
+ 10MOhm

U6
AND3

U14
DC
+ 10MOhm

U7
AND3

U15
DC
+ 10MOhm

U8
AND3

U16
DC
+ 10MOhm

U9
AND3

U17
DC
+ 10MOhm

U10
AND3

U18
DC
+ 10MOhm

U11
AND3

U19
DC
+ 10MOhm

AND3

DC 10MOhm

0.000

5.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

(010)
S3

VCC

S2

5V

Key = Space

S1

U2
NOT

U3
NOT

Key = Space Key = Space

U12

U4
+

0.000

U1NOT

U5
AND3

U13
DC
+ 10MOhm

U6
AND3

U14
DC
+ 10MOhm

U7
AND3

U15
DC
+ 10MOhm

U8
AND3

U16
DC
+ 10MOhm

U9
AND3

U17
DC
+ 10MOhm

U10
AND3

U18
DC
+ 10MOhm

U11
AND3

U19
DC
+ 10MOhm

AND3

DC 10MOhm

0.000

0.000

5.000

0.000

0.000

0.000

0.000

(011)

S3

VCC

S2

5V

U3

Key = Space

S1

U2
NOT

U12

U4

NOT

0.000

U1NOT
Key = Space Key = Space

U5
AND3

U13
DC
+ 10MOhm

U6
AND3

U14
DC
+ 10MOhm

U7
AND3

U15
DC
+ 10MOhm

U8
AND3

U16
DC
+ 10MOhm

U9
AND3

U17
DC
+ 10MOhm

U10
AND3

U18
DC
+ 10MOhm

U11
AND3

U19
DC
+ 10MOhm

AND3

DC 10MOhm

0.000

0.000

0.000

5.000

0.000

0.000

0.000

(100)
S3

VCC

S2

5V

U3

Key = Space

S1

U2
NOT

U12

U4

NOT

0.000

U1NOT
Key = Space Key = Space

U5
AND3

U13
DC
+ 10MOhm

U6
AND3

U14
DC
+ 10MOhm

U7
AND3

U15
DC
+ 10MOhm

U8
AND3

U16
DC
+ 10MOhm

U9
AND3

U17
DC
+ 10MOhm

U10
AND3

U18
DC
+ 10MOhm

U11
AND3

U19
DC
+ 10MOhm

AND3

DC 10MOhm

0.000

0.000

0.000

0.000

5.000

0.000

0.000

(101)
S3

VCC

S2

5V

Key = Space

S1

U2
NOT

U3
NOT

Key = Space Key = Space

U12

U4
+

0.000

U1NOT

U5
AND3

U13
DC
+ 10MOhm

U6
AND3

U14
DC
+ 10MOhm

U7
AND3

U15
DC
+ 10MOhm

U8
AND3

U16
DC
+ 10MOhm

U9
AND3

U17
DC
+ 10MOhm

U10
AND3

U18
DC
+ 10MOhm

U11
AND3

U19
DC
+ 10MOhm

AND3

DC 10MOhm

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

5.000

0.000

(110)

S3

VCC

S2

5V

U3

Key = Space

S1

U2
NOT

U12

U4

NOT

0.000

U1NOT
Key = Space Key = Space

U5
AND3

U13
DC
+ 10MOhm

U6
AND3

U14
DC
+ 10MOhm

U7
AND3

U15
DC
+ 10MOhm

U8
AND3

U16
DC
+ 10MOhm

U9
AND3

U17
DC
+ 10MOhm

U10
AND3

U18
DC
+ 10MOhm

U11
AND3

U19
DC
+ 10MOhm

AND3

DC 10MOhm

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

5.000

(111)
Tabel Kebenaran Decoder

X
0V
0V
0V
0V
5V
5V
5V
5V

Y
0V
0V
5V
5V
0V
0V
5V
5V

Z
0V
5V
0V
5V
0V
5V
0V
5V

D0
5V
0V
0V
0V
0V
0V
0V
0V

D1
0V
5V
0V
0V
0V
0V
0V
0V

D2
0V
0V
5V
0V
0V
0V
0V
0V

D3
0V
0V
0V
5V
0V
0V
0V
0V

D4
0V
0V
0V
0V
5V
0V
0V
0V

D5
0V
0V
0V
0V
0V
5V
0V
0V

D6
0V
0V
0V
0V
0V
0V
5V
0V

D7
0V
0V
0V
0V
0V
0V
0V
5V