Anda di halaman 1dari 6

Manajemen Proyek 2015

Analisa SWOT Pertambangan Pasir Besi di Kulon Progo

a. Pendahuluan
Analisis SWOT adalah suatu bentuk analisis di dalam manajemen perusahaan atau
di dalam organisasi yang secara sistematis dapat membantu dalam usaha penyusunan
suatu rencana yang matang untuk mencapai tujuan, baik itu tujuan jangka pendek maupun
tujuan jangkan panjang.
Mengutip dari wikipedia, analisis SWOT adalah : Merupakan metode
perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths),
kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu
proyek bisnis/perusahaan atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang
membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Teknik
ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin suatu proyek riset pada Universitas
Stanford tepatnya dasawarsa 1960 an dan 1970 an dengan menggunakan data dari
perusahaan-perusahaan Fortune 500.
Atau definisi analisis SWOT yang lainnya yaitu sebuah bentuk analisa situasi dan
juga kondisi yang bersifat deskriptif (memberi suatu gambaran). Analisa ini
menempatkan situasi dan juga kondisi sebagai sebagai faktor masukan, lalu kemudian
dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang perlu diingat baikbaik oleh para pengguna analisa ini, bahwa analisa SWOT ini semata-mata sebagai suatu
sebuah analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi, dan
bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang bagi
permasalahan yang sedang dihadapi. SWOT adalah singkatan dari :
Strength (Kekuatan)

Kelebihan apa yang dimiliki oleh organsiasi ?


Apa yang membuat organisasi lebih baik dari organisasi lainnya?
Keunikan apa yang dimiliki oleh organisasi ?
Apa yang menyebabkan kita mendapatkan penjualan ?
Apa yang dilihat atau dirasakan oleh konsumen kita sebagai suatu kelebihan ?

Weakness (Kelemahan)

Apa yang dapat ditingkatkan dalam organisasi ?


Apa yang harus dihindari oleh organisasi ?
Faktorapa yang menyebabkan kehilangan penjualan ?
Apa yang dilihat atau dirasakan oleh konsumen kita sebagai suatu kelemahan
organisasi kita ?
Apa yang dilakukan oleh pesaing sehingga mereka dapat lebih baik dari
organisasi kita ?

Nama : Fikri Azhar Novianto


NIM
: 111.130.162
Kelas : A

Manajemen Proyek 2015

Opportunities (Peluang)

Kesempatan apa yang dapat kita lihat ?


Perkembangan tren apa yang sejalan dengan organisasi kita ?

Threats (Ancaman)

Hambatan apa yang kita hadapi sekarang ?


Apa yang dilakukan oleh pesaing organisasi ?
Perkembangan Teknologiapa yang menyebabkan ancaman bagi organisasi ?
Adakah perubahan peraturan pemerintah yang akan mengancam
perkembangan organisasi ?

Penjelasan mengenai 4 (empat) komponen analisis SWOT, yaitu :


Strenght (S) yaitu analisis kekuatan, situasi ataupun kondisi yang merupakan
kekuatan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Yang perlu di lakukan di
dalam analisis ini adalah setiap perusahaan atau organisasi perlu menilai kekuatankekuatan dan kelemahan di bandingkan dengan para pesaingnya. Misalnya jika kekuatan
perusahaan tersebut unggul di dalam teknologinya, maka keunggulan itu dapat di
manfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan juga
kualitas yang lebih maju.
Weaknesses (W) yaitu analisi kelemahan, situasi ataupun kondisi yang merupakan
kelemahan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Merupakan cara
menganalisis kelemahan di dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi yang menjadi
kendala yang serius dalam kemajuan suatu perusahaan atau organisasi.
Opportunity (O) yaitu analisis peluang, situasi atau kondisi yang merupakan
peluang diluar suatu organisasi atau perusahaan dan memberikan peluang berkembang
bagi organisasi dimasa depan. Cara ini adalah untuk mencari peluang ataupun terobosan
yang memungkinkan suatu perusahaan ataupun organisasi bisa berkembang di masa yang
akan depan atau masa yang akan datang.
Threats (T) yaitu analisis ancaman, cara menganalisis tantangan atau ancaman
yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan ataupun organisasi untuk menghadapi
berbagai macam faktor lingkungan yang tidak menguntungkan pada suatu perusahaan
atau organisasi yang menyebabkan kemunduran. Jika tidak segera di atasi, ancaman
tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu usaha yang bersangkutan baik di masa
sekarang maupun masa yang akan datang.
Metode analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yangg paling dasar,
yang bermanfaat untuk melihat suatu topik ataupun suatu permasalahan dari 4 empat sisi
yang berbeda. Hasil dari analisa biasanya berupa arahan ataupun rekomendasi untuk
mempertahankan kekuatan dan untuk menambah keuntungan dari segi peluang yang ada,
Nama : Fikri Azhar Novianto
NIM
: 111.130.162
Kelas : A

Manajemen Proyek 2015

sambil mengurangi kekurangan dan juga menghindari ancaman. Jika digunakan dengan
benar, analisis ini akan membantu untuk melihat sisi-sisi yang terlupakan atau tidak
terlihat selama ini. Dari pembahasan diatas tadi, analisis SWOT merupakan instrumen
yang bermanfaat dalam melakukan analisis strategi. Analisis ini berperan sebagai alat
untuk meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam suatu perusahaan atau organisasi
serta menekan dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi.
Metode analisis SWOT merupakan alat yang tepat untuk menemukan masalah dari
4 (empat) sisi yang berbeda, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths)
mampu mengambil keuntungan dari sebuah peluang (opportunities) yang ada, kemudian
bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan,
selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang
ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu
membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.
Dengan saling berhubungannya 4 faktor tersebut, maka membuat analisis ini
memberikan kemudahan untuk mewujudkan visi dan misi suatu perusahaan. Untuk
menyempurnakan atau melengkapi pemahaman tentang analisis SWOT, maka saya akan
memberikan bagaimana contoh analisis SWOT suatu perusahaan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keempat komponen dasar Analisis SWOT
diantaranya adalah :
Faktor Internal (Strength dan Weakness)

Sumber daya yang dimiliki


Keuangan atau Finansial
Kelebihan atau kelemahan internal organisasi
Pengalaman-pengalaman organisasi sebelumnya (baik yang berhasil maupun
yang gagal)

Faktor Eksternal (Opportunities dan Threats)

Tren
Budaya, Sosial Politik, Ideologi, perekonomian
Sumber-sumber permodalan
Peraturan Pemerintah
Perkembangan Teknologi
Peristiwa-peristiwa yang terjadi
Lingkungan

Nama : Fikri Azhar Novianto


NIM
: 111.130.162
Kelas : A

Manajemen Proyek 2015

b. Proyek Tambang Pasir Besi di Kulon Progo


Kabupaten Kulon Progo memiliki banyak potensi kekayaan sumber daya alam.
Oleh sebab itu, pemerintah Kabupaten Kulon Progo melakukan konsep Pengembangan
Ekonomi Lokal (PEL) sebagai usaha memajukan perekonomiannya dengan
mengembangkan potensi yang ada di Kulon Progo, yaitu pertambangan pasir besi.
Pertambangan dan pengolahan pasir besi ditujukan untuk meningkatkan ekonomi lokal
Kabupaten Kulon Progo. Lokasi penambangan akan dilakukan di wilayah pesisir pantai
yang selama ini merupakan lahan pertanian masyarakat dan telah menjadi penyokong
hidup mereka selama puluhan tahun.
Rencana proyek penambangan pasir besi sampai kedalaman 14,5 meter dengan
bentang atau sepanjang 22 kilometer serta lebar 1,8 kilometer. Potensi pasir besi di pesisir
selatan Kulon Progo cukup besar dan diperkirakan memiliki deposit sekitar 300 juta ton.
Pasir besi yang terdapat di sepanjang pesisir pantai Kulon Progo bukan hanya pasir besi
biasa yang hanya mengandung titanium, tetapi juga mengandung vanadium. Di dunia ini,
pasir besi yang memiliki kandungan vanadium dengan kualitas baik hanya di Meksiko
dan Indonesia yaitu di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penambangan akan dilakukan
oleh PT. Jogja Magasa Iron (JMI). Oleh pemerintah dalam perjanjian kontrak, PT. JMI
hanya diberi izin untuk melakukan penambangan dan menghasilkan bahan baku besi
berupa pig iron atau lonjoran besi. Rencananya, kawasan yang akan ditambang melintasi
empat wilayah kecamatan yaitu Galur, Panjatan, Temon dan Wates, di sepuluh desa yakni
Banaran, Karangasem, Garongan, Pleret, Bugel, Glagah, Palian, Sindutan, Jangkaran dan
Karangwuni.

c. Profil PT. Jogja Magasa Iron (JMI)


PT. Jogja Magasa Iron (JMI) merupakan perusahaan yang ditunjuk oleh pemerintah
Indonesia untuk melakukan ekslporasi, penambangan, pengolahan, dan pemurnian pasir
besi serta memproduksi pig iron sebagai bahan baku industri baja di wilayah Kontrak
Karya yang terletak di kawasan pesisir selatan Kulon Progo. Berawal dari keinginan dua
Raja Sri Sultan Hamengku Buwono IX dari Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan
Paduka Paku Alam VIII dari Puro Pakualaman untuk mengembangkan Yogyakarta dan
memakmurkan rakyatnya, beliau melihat potensi pasir besi di daerah pesisir pantai
selatan yang merupakan tanah Sultan dan Paku Alam atau lebih dikenal dengan sebutan
Sultan Ground dan Pakualaman Ground.
Tahun 1970 dilakukan penelitian pertama tentang pasir besi namun belum ada
investor yang serius untuk mengembangkan potensi pasir besi karena tuntutan dari dua
Raja tersebut yang mengharuskan didirikannya industri pengolahan pasir besi bukan
hanya penambangan. Pada tanggal 6 Oktober 2005 dibentuk PT. Jogja Magasa Mining
oleh Lutfi Heyder, GBPH Joyokusumo, GKR Pembayun, BRMH Hario Seno dan Imam
Syafi, yang diikuti dengan kerjasama manajemen dengan AKD (Australian Kimberly
Diamond Limited) untuk melakukan penelitian awal potensi pasir besi.
Nama : Fikri Azhar Novianto
NIM
: 111.130.162
Kelas : A

Manajemen Proyek 2015

Pada tanggal 12 Oktober 2005 diterima Kuasa Pertambangan No.


008/KPTS/EKPL/X/2005 dengan lokasi pertambangan terletak di sepanjang pantai antara
sungai Progo dan sungai Bogowonto, Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta yang merupakan lahan Pakualaman, dengan luas area pertambangan 4.076,7
Ha. Pada tanggal 9 September 2008, berdiri PT. Jogja Magasa Iron yang merupakan
perusahaan join venture antara PT. JMM (Jogja Magasa Mining) dan Indomines Ltd dari
Australia, status Kuasa Pertambangan meningkat menjadi Kontrak Karya pada tanggal 4
November 2008, dengan luas area 2.987,79 Ha yang terletak di sepanjang pantai antara
sungai Progo dan sungai Serang (jmi.co.id). Namun kini kepemilikan saham PT. JMI
telah diakuisisi oleh Rajawali Group sebesar 57,12% saham perusahaan tambang yang
terdaftar di bursa saham Australia.

d. Analisa SWOT
Strength
Beberapa kekuatan yang mendukung pertambangan pasir besi di Kulon Progo
adalah adanya fakta bahwa cadangan pasir besi yang sangat melimpah, sehingga
cadangan ini menjadi prospek dan sangat bermanfaat jika dieksploitasi guna
kemaslahatan masyarakat Kulon Progo. Beberapa sisi kelebihan dari adanya tambang
besi ini adalah dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar dan dijadikan
sebagai suatu wadah yang mengatur dan menjamin kehidupan masyaratak sekitar.
Weakness
Kelemahan dari pertambangan pasir besi ini adalah masih terdapat adanya sengketa
dan ketidaksepahaman antara warga masyarakat pesisir Kulon Progo dengan perusahaan
tambang yang berdiri dan juga dengan pemerintah daerah yang menerbitkan peraturan
tambang di pesisir Kulon Progo. Kecemasan warga beralasan karena takut akan terjadi
ketidakseimbangan dengan alam yang akan berdampak pada bencana yang mungkin saja
terjadi. Kesalahfahaman ini tentu saja harus segera dibenahi karena pemerintah dan
perusahaan terkait tentu sudah memikirkan semua dampak yang akan terjadi selama
eksploitasi pasir besi dan sudah menentukan langkah mitigasi jika terjadi suatu bahaya.
Opportunities
Kesempatan akan mendapat pekerjaan bagi warga sekitar berbanding lurus dengan
cadangan pasir besi yang melimpah sehingga akan membuat perusahaan melakukan
eksploitasi dengan jangka waktu yang cukup panjang.
Threat

Nama : Fikri Azhar Novianto


NIM
: 111.130.162
Kelas : A

Manajemen Proyek 2015

Ancaman bagi pertambangan besi ini adalah adanya kesalahfahaman yang


berkelarutan antara pemerintah dan warga sekitar, jika dilakukan sosialisasi dan
pendekatan tentunya akan terjadi satu kata mufakat bagi kebaikan bersama kedepannya.

Nama : Fikri Azhar Novianto


NIM
: 111.130.162
Kelas : A