Anda di halaman 1dari 7

PEMBINAAN MENTAL KEROHANIAN ( KE SH AN)

FALSAFAH PSHT :
MANUSIA DAPAT DI HANCURKAN
MANUSIA DAPAT DI MATIKAN

AKAN TETAPI

MANUSIA TIDAK DAPAT DI KALAHKAN

SELAMA

MANUSIA ITU MASIH SETIA PADA HATINYA SENDIRI


(MASIH BER SH PADA HATINYA SENDIRI)
BERANI KARENA BENAR TAKUT KARENA SALAH
SEPIRO GEDINING SENGSORO YEN TINOMPO AMUNG DADI COBO
SURO DIRO JOYODININGRAT LEBUR DINING PANGASTUTI
BERBAKTI DAN BERTAQWALAH KEPADA TUHANMU
BERBAKTI KEPADA IBU BAPAKMU
BERBAKTI KEPADA GURU/PELATIHMU

SEJARAH PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE


Untuk mengetahui apa yang terjadi atau mungkin yang akan terjadi nanti alangkah bijaksananya kita mau
mempelajari dan mengerti apa yang sekarang yang sedang berlangsung, ada baiknya apabila kita mau
mempelajari kejadian kejadian yang tidak baru saja berlangsung, akan tetapi juga kejadian yang sudah
silam. Demikian juga apabila kita ingin menulis SEJARAH PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE,yang
mencakup satu masa yang lamanya lebih daripada setengah abat, dapatlah dipertang gung jawabkan
sepenuhnya apabila yang menengok jauh ke belakang lagi daripada masa yang ingin kita teropong itu,
yaitu jaman dari: KI NGABEHI SURO DIWIRYO YANG MERUPAKAN guru dari KI HAJAR HARJO
UTOMO pediri PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE.

RIWAYAT HIDUP KI NGABEHI SURODIWIRYO


Ki Ngabehi Suro Diwiryo semasa kecil beliau bernama MAS MUHAMAD MASDAN lahir pada hari
Sabtu Pahing thn 1869 di Gresik Jawa Timur, putra sulung dari Ki Ngabehi Suromihardjo seorang mantri
CACAR Ngimbang Kab. Jombang Jawa Timur,dan mempunyai adik 4 orang antara lain:
(1) NOTO (GUNARI)
(2) ADI (SURADI)
(3) WONGSOHARDJO
(4) KARTOWIDIRYO
Kakek dari Ki Ngabehi Surodiwiryo adalah seorang Bupati di Gresik.

Menurut silsilah Ki Ngabehi Surodiwiryo menarik garis keturunanya sampai keturunan BATORO KATONG
putra BRAWIJAYA 5 Raja terakir dari kerajaan MAJAPAHIT. Karena Ayah beliau mempunyai saudara bernama MAS
NGABEHI SUROMIPRODJO, semula seorang Wedono di Wonokromo kemudi an menjadi Wedono di Sedayu
daerah Gresik. Mas Ngabehi Suromiprodjo adalah saudara sepupu (anak dulur) dari Raden A.A.
KOESOEMODINOTO Bupati di Kediri.Bupati Kediri adalah keturunan Bupati Gresik. Sewaktu Ki Ngabehi
Soerodiwiryo di Padang Sumatra Barat, Beliau menikah dengan gadis putri seorang penduduk yang mengerti
tentang ahli KEBATINAN yg berdasarkan ke ISLAMan
Setelah beliau kembali dari perantauan dan menetap di Betawi sekarang Jakarta, sebelum pin dah ke
Bandung, pernikahanya putus dan tidak mempunyai keturunan.
Pada tahun 1905 di Surabaya untuk kedua kalinya beliau menikah dengan seorang wanita bernama
SARIJATI. Pada waktu itu beliau berusia 36 thn. Dari pernikahan ini beliau di karuniai 5 orang anak 3 putra dan 2
putri. Ke 5 putra putrinya tidak ada yang berusia panjang ( meninggal).
Ki Ngabehi Surodiwiryo kerahmatulloh pada hari Jumat Legi tgl 10 November 1944 di Ds. WINONGO
MADIUN dalam usia 75 thnsetelah menderita sakit asma beberapa thn, dan di makamkan di pemakaman WINONGO
sebelah barat daya kodya Madiun. Ibu Sarijati setelah meninggal dunia makamnya di samping Ki Ngabehi
Surodiwiryo, rumah dan pekarangan beliau di waqofkan seluruhnya kepada SETIA HATI, setelah ada persetujuan
dari adik adiknya.

MASA PERANTAUAN KI NGABEHI SURODIWIRYO


Pada thn 1883 dalam usia 14thn, Ki Ngabehi Surodiwiryo lulus sekolah rakyat 5 thn dan di ambil putra
uwaknya MAS NGABEHI SUROMIPRODJO.
Thn 1884 beliau bekerja magang sebagai juru tulis di kantor KONTROLIR di Jombang, sore harinya beliau
mengaji di pondok pesantren TEBU IRENG Jombang. Sebagaimana lazimnyapada masa itu, selain mempelajari
dengan tekun agama Islam, beliau dengan teman temanya belajar pula PENCAK SILAT, dari beberapa guru, dan
sejak waktu itu timbulah kegemaran beliau terhadap salah satu cabang dari kebudayaan kita pada masa itu yaitu
PENCAK SILAT.
Thn 1885 beliau pindah ke Bandung,beliau berkesempatan menambah kepandaianya tentang ilmu pencak
silat dari beberapa pendekar Pariyangan, di karnakan bakat dan kemauan keras serta kecepatan berpikir, dalam
waktu 1 thn beliau mampu menghimpun beberapa macam langkah gerak permainan
diantaranya;CIMANDE,CIKALONG,CIPETIT,CIBEDUYUT dan sebagainya.
Tahun 1886, beliau ikut pindah dengan sepupunya di bengkulu kurang lebih enam bulan kemudian
dipindahkan kepadang ( tetap kerja di kontroleran ). Di kampung amuang atau alai, kecamatan pauh dekat kota
padang ada tiga sauddara yang terkenal menjadi guru pencak silat, yaitu : DATUK PANGHULU, setelah meninggal
dunia digantikan oleh adiknya yang bernama DATUK RADJO BATUO yang merupakan guru pencak silat yang
terbesar pada waktu itu. Dari Datuk Radjo Batuo lah beliau memperolah pelajaran pencak silat yang sangat tinggi,
karena beliau sangat dicintai oleh gurunya, telah beberapa beliau menyampaikan pakaian hitam kepada gurunya
tersebut seperti lazimnya orang berguru pada waktu itu, tetapi justru gurunya sangat cinta kepada beliau lantaran
kepandaian yang telah dicapai beliau yang sangat tinggi itu.
Hampir 10 th Ki Ngabehi Surodiwiryo mempelajari aliran pencak silat di daerah sumatra barat sambil
menjelajah daerah itu dari tengah ke utara ( minang kabau hilir dan barat ), hingga boleh dikatakan beliau mengenal
benar beberapa jenis atau poko pokok permainan tersebut, misalnya permainan permainan padang Bungus
( sebelah selatan pelabuhan teluk bayur di kota padang pariaman, paya kumbuh, limbuk, sakaping, kota gadang,
maninjau, dan permainan strerlaks).
Di padang Ki Ngabehi Surudiwiryo berjumpa dengan seorang tokoh dlm ilmu kebatinan yaitu NYOMAN
IDE GEMPOL seorang punggawa besar dari bali yang pada waktu itu dibuang oleh pemerintah kolonial belanda ke
padang, dan terkenal dalam kalangan penduduk sebagai RAJA KENANGA MANGGA TENGAH dan telah lama
pulang Ki ngabehi surodiwiryo menjadi murid terkasih masa ini amat penting dlm perikehidupan Ki ngabehi
surodiwiryo apa yang di dapat dlm masa ini menjadi pedoman atau dasar hidup dari Ki ngabehi surodiwiryo dan
PSHT.

Th 1898 Ki ngabehi surodiwiryo menikah dengan wanita padang, beliau minta berhenti dari jabatanya,
melanjutkan perantauanya ke Aceh disini beliau mempelajari pencak silat dari seorang guru yang bernama
TENGKU AHMAD MULJA IBRAHIM dan permainan lainya yang dipelajari ialah : LANGSA, SIMPANGAN,
KUCINGAN, BINJAI ( sumatra utara ) dan terutung.
Th 1900 Ki ngabehi surodiwiryo kembali ke jakarta lalu pindah ke kota bandung.pd bulan puasa thn 1902 Ki
ngabehi surodiwiryo pulang ke surabaya mendapat pekerjaan sebagai anggota polisi ( POLITIE DIENAAR ) didistrik
wonokromo. Sebagai petugas kepolisian sering terlibat dlm perkelahian yg tdk terelakkan lagi, antara lain :
penangkapan penjudi , penentraman orang" kelahi, penggerebekan sarang judi dalam tindakan mana beliau tak
segan dan tak banyak berfikir selalu dalam garis depan tidak jarang pula dalm tugasnya menentramkan
daerahnya.beliau harus melawan pelaut pelaut Belanda dan Bangsa lainya.dalam hal ini beliau tidak pernah gentar
bahkan dengan semangat yang bernyala nyala dan penuh dengan kegembiraan, beliau menyambut setiap
perkelahian dengan mereka ini.
SEJARAH PERSAUDARAAN SETIA HATI
Pada tahun 1903, bertempat di kampung TAMBAK GRINSUNG surabaya Ki Ngabehi Surodiwiryo
membentuk persaudaraan yang anggota keluarganya disebut SEDULUR TUNGGAL KECER sedang permainan
silatnya disebut JOYO GENDILO .
Thn 1912, Ki Ngabehi Surodiwiryo berhenti bekerja karena merasa kecewa disebabkan sering kali atasanya
tidak menenpati janji.selain itu suasana mulai tidak menyenangkan karena pemeritah hindia belanda menaruh curiga,
mingingat beliau pernah melempar seorang pelaut belanda ke sungai, dan beliau membentuk perkumpulan pencak
silat sebagai alat pembela diri ditambah pula beliau adalah seorang pemberani. Belanda mulai khawatir beliau akan
mampu membentuk kekuatan bangsa indonesia dan menentang mereka.setelah keluar dari pekerjaanya, beliau
pergi ke tegal jawa tengah.
Thn 1914, Ki Ngabehi Surodiwiryo kembali ke surabaya dan bekerja di jawatan kereta api kalima surabaya,
dan tahun 1915 pindah ke jawatan kereta api madiun, disini beliau mengaktifkan kembali persaudaraan yang telah
dibentuk di surabaya,yaitu SEDULUR TUNGGAL KECER hanya pencak silatnya sekarang disebut JOYO
GENDILO CIPTO MULYO . Sedangkan pd thn 1917 nama nama tersebut disesuaikan dengan keadaan zaman,
kemudian diganti menjadi PERSAUDARAAN SETIA HATI .
KI HAJAR HARJO UTOMO
Salah seorang murid Ki Ngabehi Suro Diwiryo yang militan dan cukup tangguh dan disegani, yaitu bpk Ki
hajar Harjo Utomo mempunyai pendapat perlunya suatu organisasi untuk mengatur dan menertibkan personil
maupun materi pelajaran SH, untuk itu beliau mohon doa restu kepada KI NGABEHI SURODIWIRYO. KI NGABEHI
SURODIWIRYO memberi doa restu atas maksud tersebut, karena menurut pendapat beliau hal-hal seperti itu
adalah tugas dan kewajiban anak muridnya, sedangakan tugas beliau hanyalah menurunkan ILMU SH (SETIA
HATI). Selain itu KI NGABEHI SURODIWIRYO berpesan kepada KI HADJAR HARDJO OETOMO agar jangan
memakai nama SH dahulu.
Setelah mendapat ijin dari KI NGABEHI SURODIWIRYO, Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada tahun 1922
mengembangkan ILMU SH dengan nama PENCAK SILAT CLUB (P.S.C).
Karena KI HADJAR HARDJO OETOMO adalah orang SH, dan ilmu yang di ajarkan adalah ILMU SH, maka
lama kelamaan beliau menjadi sreg (mantep) mengembangkan ILMU SH dengan memakai nama lain, bukan nama
SH kembali beliau menghadap KI NGABEHI SURODIWIRYO menyampaikan uneg-unegnya (hasratnya) tersebut
dan sekalian mohon untuk di perkenankan memakai nama SH dalam perguruannya. Oleh KI NGABEHI
SURODIWIRYO maksud beliau di setujui/direstui, dengan pesan jangan memakai nama SH saja, agar ada bedanya.
Maka PENCAK SILAT CLUB oleh KI HADJAR HARDJO OETOMO diganti dengan nama SETIA HATI MUDA
(S.H.M).

PERANAN KI HADJAR HARDJO OETOMO SEBAGAI PERINTIS KEMERDEKAAN


Ki Hardjar Hardjo Oetomo mengembangkan ILMU SH di beberapa perguruan yang ada pada waktu itu
antara lain PERGURUAN TAMAN SISWA dan PERGURUAN BOEDI OETOMO dan lain sebagainya. Dalam
mengajarkan ilmu SH beliau diantaranya adalah menanamkan suatu sikap hidup ialah KITA TIDAK MAU
MENINDAS ORANG LAIN DAN TIDAK MAU DITINDAS ORANG LAIN walaupun pd waktu itu setiap mengadakan
latihan tdk bs lancar, karena apabila patroli belanda lewat mereka segera bersembunyi, tetapi dengan dasar sikap
hidup tersebut murid murid SH. Murid murid beliau akhirnya menjadi pendekar pendekar yang gagah berani
dan menentang penjajah kolonialisme belanda. Dibandingkan latihan masa lalu yang berbeda dengan latihan saat
ini, seharusnya murid murid SH saat ini lebih baik muttu dan segalanya daripada murid murid yang lalu. Melihat
sepak terjang murid murid ki Hajar Harjo Utomo bersama beberapa orang muridnya.dan selanjutnya dipandang
cukup membahayakan maka belanda segera menangkap bpk Ki Hajar Harjo Utomo bersama beberapa orang
muridnya,dan selanjutnya dibuang ke DIGUL IRIAN BARAT yang sekarang Irian Jaya. Pembuangan Ki Hajar Harjo
Utomo ke Digul berlangsung sampai dua kali, karena tidak jera jeranya beliau mengobarkan semangat perlawanan
menentang penjajah Belanda.
Selain membuang Ki Hajar Harjo utomo ke digul, pemerintah hindia belanda yang terkenal dengan caranya
yang licik telah berusaha memolotisir SH MUDA dengan menjuluki SHM bukan SH Muda, melainkan SH MERAH
Merah disini maksudnya adalah komunis.dengan demikian pemerintah belanda menyudutkan SH dg harapan SH
ditakuti dan dibenci oleh masyarakat dan bangsa indonesia.menanggapi sikap penjajah belanda yang memolitisir
nama SH muda dengan SH Merah, maka KI Hajar Harjo Utomo segera merubah SH Muda menjadi
PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE hingga sampai sekarang ini.
melihat jasa jasa ki hajar harjo utomo tersebut, maka pemerintah republik indonesia mengakui beliau
sebagai pahlawan perintis kemerdekaan dan memberikan hak pensiun setiap bulan sebesar Rp 50.000.- yang
diterimakan kepada istri beliau semasa masih hidup.
Setelah meninggal dunia beliau dimakamkan di makam pilang Bango yang terletak disebelah timur kota
madya madiun.dari terminal madiun menuju kearah timur. Beliau mempunyai 2 orang putra , yaitu seorang putri yang
diperistri oleh bpk Gunawan dan seorang putra yang bernama bpk Harsono sekarang berkediaman di jl pemuda
no.17 surabaya. Ibu harjo utomo meninggal pd bulan september 1986 ditempat kediaman di desa Pilang Bango
Madiun.
Rumah beliau, oleh bpk Harsono dihibahkan kepada PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE pada akhir
tahun 1987 dengan harga Rp 12,5 Jt.rencana pengurus pusat, bekas rumah kediaman pendiri PERSAUDARAAN
SETIA HATI TERATE tersebut akan dipagar sebagai museum SHT agar generasi penerus bisa menyaksikan
peninggalan pendahulu pendahulu kita sejak berdiri sampai dengan perkembangan saat ini.
Akhir kata, sebelum menutup sejarah pendiri PSHT dan SH sebagai rasa hormat dan rasa kasih kita
terhadap beliau berdua, marilah kita berdoa dlm bahasa kita masing masing.
PENDITO WESI KUNING
Siapakah pendito wesi kining ini? Dialah RM. KUSUPANGAT penerus dan yang mempopulerkan
PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE hingga sekarang ini. Ia dikenal sebagai seorang yang berdedikasi tinggi
dalam kamus hhidupnya tdk ada kata menyerah dlm menghadapi tantangan. Pola hidupnya sangat sederhana
meskipun ia sendiri dilahirkan dari keluarga yang bermartabat. Kiatnya adalah Sepiro gedene sengsoro yen tinompo
among dadi cobo. Dan kiat itu dihayatinya dijabarkan dlm lakunya sampai akhir hayatnya, beliau teguh dalam
pendirianya yakni mengabdi kpd sesama. Mka orang orang pun memberi julukan PENDITO WESI KUNING konon
julukan ini mengacu pada warna dari wesi kuning sebagai senjata ( KADEWATAN ) yang melambangkan
KETEGARAN, KESAKTIAN, KEWIBAWAAN sekaligus KELUHURAN.
Ketika beliau ditanya siapakah orang yang paling ia cintai di Dunia ini, ia akan menjawab dengan tegas
IBU.dan ketika ia ditanya organisasi apakah yang paling ia cintai selama di dunia ini, ia pun mengatakan :
PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE.

Dua jawaban atas pertanyaan yang mengacu pada kedalam rasa itu, telah dibuktikan tdk hanya diucapkan
atau dengan ucapan belaka,tapi dengan kerja nyata hampir sepanjang hidupnya, waktu, tenaga, pikiran dan jiwanya
dipersembahkan demi baktinya kpd kedua pengertian itu. Yakni IBU, seorang yang telah berjasa atas keberadaanya
di Dunia ini.
Dan PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE, sebuah organisasi tempat ia menemukan jati diri
sekaligus sebagai AJANG DHARMA BAKTINYA dlm rangka mengabdi kpd sesama.
Dialah, RM IMAM KUSUPANGAT, putra ketiga dari pendowo limo yang lahir dari GUWO GARBO Raden
Ayu kusmiatun dengan RM kussensi, bertepatan pd hari JUMAT PAHING tanggal 18 november 1938. Kakek beliau
kanjeng pangeran Ronggo Ario Kusno Diningrat adah bupati Madiun VI dan neneknya, DJUMITO RADEN AJENG
PANGERAN RONGGO ARIO KUSNO DININGRAT merupakan figur wanita yang disegani pada jamanya.
Menurut keterangan dari pihak keluarganya, TRAH KANJENG PANGERAN RONGGO ARIO KUSNO
DININGRAT,selain dikenal sebagai bangsawan yang suka BERTOPO BROTO satu laku untuk mencari HAKIKAT
HIDUP dengan jalan meninggalkan larangan larangan TUHAN AZZA WAJALLA serta membentengi diri dari
pengaruh keduniawian.
Bakat alam yang mengalir dalam daerah kakeknya ini, dikemudian hari MENITIS kedalam jiwa RM IMAM
KUSUPANGAT dan mengantarkanya menjadi seorang pendekar yang punya KHARISMA, dan disegani smpai ia
sendiri dijuluki / digelar PENDITO WESI KUNING .
MASA KECIL

Masa kecil RM I KUSUPANGAT dilaluinya dengan suka dan duka. Ia seperti halnya saudara saudara
kandungnya Rm I kussunarto dan Imam Kussenenihardjo, kakak serta Rm Kuskartono dan Rm Abdullah Kusno
Widjojo adik, hidup dalam asuhan kedua orang tuanya, menempati rumah peninggalan kakeknya, dilingkungan
kabupaten.menurut sumber Terate semasa kecilnya RM I Kusupangat belum menunjukkan kelebuhan yang cukup
berarti. Disekolahnya ( SR latihan baru satu : sekarang SDN INDRA KILLA MADIUN ). Ia bukan terggolong siswa
yang paling menonjol salah satu nilai lebih yang dimilikinya, barang kali hanya karena keberaniaanya, selain ia
sendiri semenjak kecil sudah dikenal sebagai seorang bocah yang jujur dan suka membela dan menolong teman
teman sepermainanya.
Ketika umurnya berkisar 13 th, semasih ia haus damba dan kasih sayang dari Ayah handanya, nasib
berbicara lain, RM AMBAR KUSSENSI Ayahanda tercinta dipanggil kehadirat tuhan yang maha kuasa.tepatnya pada
tanggal 12 Maret 1951. Semasih ia duduk di kls 5 Sr RM I Kusupangat kecilpun seperti tercerabut dari dunia kanak
kanaknya. Kematian orang yang dicintainya itu sempat menggetarkan jiwanya, Melucut untuk menerima kenyataan
yang tak pernah terlintas dalam anganya.
Namun kematian, tetap bernama kematian. Tidak seorang pun mampu menolak kehadiranya. Begitu pula
yang terjadi pada dir RM AMBAR KUSSENSI hari hari berikutnya RM I KUSUPANGAT diasuh langsung oleh
Ibunda RA KUSMIATUN AMBAR KUSSENSI.
Diwaktu waktu senggang, Ibunda sering kali mendongeng tentang pahlawan pahlawan yang
dikenalnya.dari kakeh moyangnya sampai almarhum suaminya, yang ia kenal sebagai seorang bangssawan berpola
hidup sederhana. Kalau tdk mendongeng, ibunda tdk lupa memberi petuah hidup kepada anak anaknya.berawal
dari TOTO KROMO,UNGGAH UNGGUH ATAU ETIKA PERGAULAN,TOTO KROMO MANEBAH yaitu Bertaqwa
kepada tuhan yang maha esa sampai merambah kepada pengertian BUDI LUHUR dan MESUBROTO.

MASUK KE PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE ( PSHT )


benih luhur yang ditanamkan ibunda lambat laun ternyata mampu mengedap dan mengakar di dlm jiwa
RM I KUSUPANGAT. Ia yang semula dikenal sebagai si KECIL ARIO, begitu panggilan akrabya, bertambah usia,
tumbuh berkembang menjadi seorang remaja, berpostur tinggi berhidung mancung dan berwajah tampan.
Perhatiaanya pada nilai nilai budi luhur yang ditanamkan ibundanya pun kian mekar, bagaikan bunga Terate
tumbuh ditengah telaga.
Terlebih lagi dibawah bimbingan ibundanya langsung. Yang semenjak mudanya memang telah akrab
dengan LELONO BROTO, MESU BUDI dan hal hal yang berbau MITA FISIS,perkembangan jiwa ananda pun cepat
matang. Disamping RM I KUSUPANGAT sendiri, demikian menurut sumber terate, semenjak kecilnya memang
sudah menyukai LAKU TIRAKAT, seperti puasa, puasa mutih dll.
Sejalan dengan sikapnya mulai berubah.ia bisa membawa diri, menempatkan perasaan, serta menyadari
keberadaanya. Gambaran seorang ario kecil atau sebagai bocah ingusan, sedikit demi sedikit ditinggalkanya.senada
dengan itu, pula pikiranya pun mulai berkembang luas. Keingin tahuan terhadap berbagai pengetahuan terutama
ilmu kanuragan dan kebatinan yang menjadi idaman semenjak kecil. Kian hari semakin membakar semangatnya.
Melecut jiwanya untuk segera menemukan jawabanya. Barang kali karena terdorong oleh keinginanya itulah, ketika
umurnya berjalan 16 th RM I KUSUPANGAT mulai mewujudkan impianya.disela sela kesibukanya sebagai siswa
SMP 2 MADIUN, ia mulai belajar pencak silat dibawah panji panji PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE.
Kebetulan yang melatih saat itu adalah mas IRSAD murid Ki Hajar Harjo Utomo. Selang 5 tahun kemudian ( 1959 )
setelah tamat dari SMA NASIONAL MADIUN.ia berhasil, menyelesaikan pelajaranya di PSHT dan berhak
menyandang GELAR PENDEKAR TINGKAT I.sepenggal jawaban atas rasa keingin tahuanya terhadap ilu kanuragan
telah di dapat.itu berarti babakan baru dlm kehidupanya mulai dilaluinya.lalu apa yang akan ia perbuat? Melainkan
meneruskan dan mengembangkan ilmu SHT.semenjak tahun 1962 RM I KUSUPANGAT sampai tahun 1987 beliau
aktif mengasuh SHT, menjadi pimpinan pusat sejak tahun 1963. RM I KUSUPANGAT meninggal dunia pd hari Senin
pagi pukul 06.45 di RSUD DR SUDONO MADIUN dlm usia 49 thn.dimasa hidupnya ( telah lulus dari SMA ) RM I
KUSUPANGAT telah menjadi pegawai negeri sipil pada TNI ANGKATAN UDARA MAOS PATI
( MADIUN ).kemudian sejak tahun 1967 beliau keluar dan akhirnya membuka praktek pengobatan secara tradisional.
RIWAYAT SINGKAT PENDIRINYA PERSAUDARAAN SETIA HATI (PSH)
DAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (P.S.H.T)
Persaudaraan setia hati didirikan oleh KI NGABEHI SURIDIWIRYO pada tahun 1903 di surabaya.
Sedangkan persaudaraan setia hati terate didirikan pada tahun 1922 dimadiun oleh bapak KI HADJAR HARDJO
OETOMO selaku murid beliau yang tertua di kota madiun. Sedangkan simbol persaudaraan setia hati terate di
ciptakan oleh bapak KI HADJAR HARDJO OETOMO pada tahun 1917.
Ki Ngabehi Surodiwiryo di lahirkan di GRESIK jawa timur pada hari sabtu pahing tahun 1969. Kemudian
berkelana atau melanglang buana dimana-mana tempat dan berbagai tempat dan berbagai macam pulau hingga
sampai kedaratan asia antara lain, negeri tiongkok, kemudian kemalaka dan akhirnya menyeberang ke pulau andals
(sumatera). Dipulau inilah beliau banyak mendapatkan ILMU BELADIRI dan ILMU KEROHANIAN atau ILMU
KEBATHINAN dari berbagai kota yang ada di sumatera, setelah di anggap cukup penuntutan ilmu dari sumatera lalu
beliau melanjutkan perjalanannya menuju ke puau bagian barat yang di mulai dari banten, cirebon, dan lain
sebagainya.
Didalam pengembaraanya selama lebih kurang 10 tahun lalu beliau kembali ke surabaya disini lah KI
NGABEHI SURODIWIRYO mulai merintis sebuah perkumpulan atau mulai mambuka ilmunya. Sebuah perkumpulan
pencak silat yang semula-mula diberi nama SEDULUR TUNGGAL KECER (STK). Istilah KECER di ambil dari
wujudnya AIR KECER yang diberikan kepada saudara-saudara yang baru.
Pada waktu itu KI NGABEHI SURODIWIRYO bertempat tinggal di TAMBAK GRISING SURABAYA dan
beliau baru mempunyai 8 warga. 8 sedulur tunggal kecer pada tahun 1912 pada waktu itu sedang ramai-ramainya
PERGERAKAN SERIKAT ISLAM (SI) di surabaya terkenalah KI NGABEHI SURODIWIRYO di kalangan masyarakat
dan pelajar-pelajar. Karna pada waktu itu masih dalam keadaan jaman penjajahan belanda , maka polisi belanda

menaruh curiga terhadap KI NGABEHI SURODIWIRYO. Berhubung dicurigai itulah lalu merasa tidak aman (tentram)
maka beliau minta berhenti dari dinas kepolisiannya. Setelah 2 tahun KI NGABEHI SURODIWIRYO pindah tempat
ke kota TEGAL JAWA TENGAH. Atas petunjuk saudara tunggal kecer yaitu Mr.Aju dan beliau mendapatkan surat
dari sedulur tunggal kecernya pada tahun 1914 bahwa KI NGABEHI SURODIWIRYO disuruh kembali ke surabaya
dan mendapat pekerjaan pada jawatan kereta api di madiun pada tahun 1915. Pada tahun itulah KI NGABEHI
SURODIWIRYO di pindahkan ke madiun, di kota inilah beliau bertampat tinggal di desa keprajuritan. KI NGABEHI
SURODIWIRYO tinggal di desa keprajuritan ini tidak begitu lama. Dalam permainan pencak silat, belia hanya
mengajak kepada orang-orang yang menginginkan saja.