Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Telinga merupakan salah satu organ penting dalam menunjang kualitas hidup
manusia. Telinga berfungsi sebagai reciever gelombang suara sehingga manusia dapat
mendengar dalam frekuensi tertentu, sehingga sangat penting fungsinya dalam
percakapan sehari-hari. Salah satu bagian dari telinga yang sangat penting adalah
membran timpani atau gendang telinga.
Membran timpani adalah suatu membran atau selaput yang terletak diantara
telinga luar dan telinga tengah yang berfungsi meneruskan impuls suara dari telinga
luar ke tulang-tulang pendengaran. Membran timpani ini sangat tipis dan rapuh
sehingga sangat mudah rusak akibat trauma maupun penyakit tertentu yang
menyerang membran timpani. Kelainan yang terjadi pada membran timpani akan
mengakibatkan terjadinya gangguan dalam pendengaran, salah satu penyakit yang
sering terjadi pada membran timpani, yaitu meringitis.1
Miringitis akut adalah suatu inflamasi membran timpani yang terjadi sendiri
atau dihubungkan dengan otitis eksterna maupun otitis media. Miringitis Bulosa (BM)
merupakan suatu keadaan nyeri akut pada telinga yang disebabkan oleh pembentukan
bula pada membrane timpani.8,9 Pada sebuah penelitian di Amerika Serikat,
didapatkan sekitar 8% anak berusia 6 bulan sampai 12 tahun dengan otitis media juga
mengalami meringitis bulosa akut.11
Gejala utama meringitis bulosa, yaitu nyeri telinga yang cukup berat biasanya
bersifat berdenyut pada bagian telinga dalam dan menyebar ke ujung astoid.
Tatalaksana yang biasa diberikan pada pasien meringitis bulosa, meliputi
timpanosintesis, miringotomi, irigasi liang telinga, dan lain sebagainya. 8,9 Hal inilah
yang membuat penulis tertarik membuat tulisan mengenai Diagnosis dan
Penatalaksana Miringitis Bulosa.

1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana cara menegakkan diagnosis miringitis bulosa?
2. Bagaimana penatalaksanaa miringitis bulosa?

1.3

Tujuan
Tujuan dari penulisan tinjauan pustaka ini adalah:
1. Mengetahui cara mendiagnosis miringitis bulosa.
2. Mengetahui penatalaksanaan miringitis bulosa.

1.4

Manfaat
Manfaat dari penulisan ini ialah dapat dijadikan informasi dan rujukan untuk
melakukan penelitian atau pemaparan tinjauan pustaka selanjutnya. Selain itu,
tinjauan pustaka ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman
penulis dan pembaca mengenai diagnosis dan penatalaksana miringitis bulosa.

DAFTAR PUSTAKA:
1. Schweinfurth J. Middle ear, tympanic membran, infections. [online]. 2009. [cited
2011 October 15]. Available from URL: http://www.emedicine.com