Anda di halaman 1dari 5

Rasulullah Is My Doctor

3 Komentar

Ketika kita sakit, apakah dan siapakah yang diingat? Jujur saja, apakah
kita langsung ingat pada Allah yang Maha Penyembuh? atau pada
dokter yang akan memberikan kita obat?
Dewasa ini sebagian besar penduduk dunia mengkonsumsi makanan
dan obat-obatan yang telah dicampur oleh zat-zat sintetis.
Kenyataannya zat seperti antibiotik, fluoride, thimerosal, merkuri,
ammoniak, serta beragam diagnosa dengan radiasi telah membuat
sebagian besar penduduk dunia menjadi sangat tidak sehat. Manusia
saat ini mudah menjadi sakit dan ketika harus sakit pun masih akan
mengalami penderitaan mulai dari mahalnya beban biaya kesehatan,
penggunaan obat dan tindakan medis yang tidak perlu dan terkesan
dipaksakan. Orang miskin saat ini seolah dilarang sakit karena harus
menghadapi kenyataan pahit dalam pengobatan.
Dengan kenyataan yang ada, maka sudah selayaknya bagi umat Islam
kembali kepada Din. Al-Quran dan Hadits adalah sumber informasi
yang sangat informatif dalam menemukan obat untuk berbagai
penyakit. Obat Ala Nabi dan obat alami adalah solusi untuk kesehatan
yang baik. Oleh sebab itu layak jika disebut Rasulullah SAW adalah
dokter bagi umat. Karena pengobatan yang beliau wariskan adalah
pengobatan yang rasional dan sangat jauh dari efek samping yang
membahayakan.
Yang paling utama dan mendasar yang perlu dibangun baik untuk
penyembuhan penyakit maupun untuk melaksanakan aktivitas seharihari adalah keyakinan kita bahwa Allah Maha Kuasa atas segalanya.
Allah Maha Penyembuh dan Allah telah menurunkan wakil tebaiknya
yang patut menjadi teladan yaitu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam
dan taruhlah keyakinan 100% kepada apa yang Allah dan RasulNya
turunkan.
Ditengah munculnya beragam penyakit dan berbagai macam bahan
pangan dan masakan yang tidak sehat Buku Rasulullah is My Doctor
menjadi Buku Panduan Wajib bagi setiap keluarga. Buku ini ditulis
dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, sehingga enak
untuk dibaca. Dalam buku ini kita pun akan menemukan cara-cara

pengobatan untuk berbagai macam penyakit tanpa menggunakan


obat-obat kimia dan menggunakan berbagai ramuan dan bahan
makanan yang mudah ditemui.
Berbeda dengan beragam buku tentang ramuan tradisional dan herbal,
buku ini selain aplikatif berisi berbagai pengetahuan yang sangat
bermanfaat. Dan yang terpenting dari buku ini adalah menyadarkan
kita untuk selalu menyerahkan segalaNya pada Allah Swt. Segala
macam pengobatan tidak akan berhasil jika kita tidak yakin pada
Allah .
Buku Rasulullah is My Doctor bukan sekedar panduan tentang gaya
hidup sehat ala Rasulullah, obat-obatan yang digunakan oleh
Rasulullah dengan berbagai herbal, tumbuh-tumbuhan dan buahbuahan, tetapi yang paling mendasar adalah menyadarkan kembali
akan makna Tauhid.
Buku Rasulullah is My Doctor terdiri dari tiga bagian;
Bagian satu: Kedokteran Nabi
Pada bagian ini terdiri dari bahasan mengenai; Menyadari dan
Mempercayai, Doa: Obat yang Dibutuhkan, Habbatussauda, Bekam

Bagian Dua: Ramuan Alami dan Saran-Saran


Pada bagian ini terdiri dari bahasan mengenai;Tajamkan Pandangan
Anda Secara Alami, Ramuan dari Pasar

Bagian Tiga: Berbahaya Bagi Kesehatan Anda


Pada bagian ini terdiri dari bahasan tentang Kekacauan Medis
(antara lain obat modern justru membunuh, sistem yang rusak,
mabuk, pengobatan modern adalah sebab dari hampir semua
penyakit) dan Kebenaran Yang Menakutkan Mengenai Vaksin
(meliputi thimerosal dan Merkuri serta vaksin cacar berbahaya
untuk kesehatan Anda)
Buku Ini diterbitkan oleh Sinergi Publishing, Gema Insani Press dan
menjadi salah satu buku Best-Seller dengan penjualan yang cukup
signifikan di toko buku-toko buku ternama maupun toko buku Online.
Salah satu kutipan dari Jerry D. Gray dalam bukunya Rasulullah is My
DoctorJangan lupa bahwa apa yang terjadi atau tidak terjadi di bumi
atau di akhirat tidak dapat terjadi tanpa kehendak dan pengetahuan
Allah SWT. Ini adalah hal yang sangat penting yang tidak boleh Anda
lupa.

Jerry seorang mualaf yang lahir di pada 1960 di Wiesbaden, Jerman


dan kemudian bermigrasi ke Amerika Serikat dan menghabiskan
sebagian waktunya di Amerika dengan bergabung pada Angkatan
Udara AS. Ia menjadi mualaf pada tahun 1984 di Arab Saudi dan mulai
mendalami penngobatan ala Nabi melalui hadist-hadist. Buku yang
ditulisnya ini bukan hanya berdasarkan hadist dan sumber-sumber
ilmiah, namun ia pun mempraktekan dan telah merasakan khasiatnya,
karena ia menaruh kepercayaannya kepada Allah dan Rasulullah SAW.
Jadi segeralah pesan buku ini di Plaza Eramuslim dan dapatkan diskon
20% untuk 50 pemesan pertama!
Penulis : Jerry D. Gray
Penerbit : Sinergi Publishing,GIP
Cetakan Pertama : Dzulqadah 1431/ Oktober 2010
Tebal : 268 hlm, 21 cm, Soft Cover

Bila kita membaca buku ini akan terbuka tabir yang selama ini menutupi keagungan
ajaran Islam. Misalnya bagaimana Islam menganjurkan ummatnya untuk rajin berpuasa,
rajin berbekam, makan habbatussaudah (jintan hitam), minum madu, dsb.
Semakin kita mendalami maka semakin terlihatlah bahwa ajaran islam memang ajaran
atau wahyu dari Allah SWT. Nabi Muhammad Saw yang hidup 14 abad lampau dan tidak
pernah belajar di fakultas kedokteran modern ternyata ajarannya tentang ilmu kesehatan
sangatlah tinggi nilainya.
Diceritakan, dahulu kala terkenal seorang dokter di kalangan Arab bernama Syarmadel
bin Qubats Al-Kabi, yang tinggal di daerah Najran. Ketika ia tahu Rasulullah memiliki
pengetahuan tentang kedokteran, ia bergegas mendatanginya, kemudian mengujinya
dengan mengajukan berbagai pertanyaan tentang penyakit dan cara pengobatannya.
Rasulullah SAW pun mampu menjawab semua pertanyaan. Namun, saat rasul balik
bertanya tentang satu penyakit, Syarmadel terkejut karena tak bisa menjawabnya. Lalu, ia
berkata, Wahai Rasulullah, Demi Bapak dan Ibuku, aku adalah seorang dukun dan tabib
di kalangan kaumku, apa yang harus aku lakukan? Lalu Rasul menjawab, bedahlah
uratnya, tusuklah jika terpaksa dan gunakanlah sana (sejenis tumbuhan) dan janganlah
engkau mengobati seseorang sebelum mengetahui jenis penyakitnya.
Hingga tahun 1996, ilmu kedokteran modern masih menyatakan jumlah sendi 340.
Namun, setelah diteliti lagi ternyata ada susunan sendi yang menyatu, jika dipisah-pisah

lagi, jumlahnya menjadi 360, sesuai dengan hadist nabi.


Dari kisah inilah, tak bisa disangkal bahwa nabi Muhammad saw adalah seorang dokter.
Meski tak ada satu kisah pun yang menceritakan dari mana nabi belajar medis. Tentu saja,
sebagai utusan Allah, nabi memiliki ilmu mukasyafah, yang bersifat batiniah. Hanya
Allahlah yang mengajarkan ilmu ini. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan kitab
dan hikmah kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui.
Karunia Allah sangat besar atasmu. (QS. An-Nisa: 113)
Cara hidup nabi yang sehat sudah banyak diulas. Seperti diungkapkan oleh Anas ra,
Rasulullah saw berkulit cerah, seakan-akan keringatnya adalah mutiara, jalannya tegap,
tidak pernah menyentuh sutera, dan tidak ada yang lebih lembut dari telapak tangan nabi
saw. Aku tidak pernah mencium minyak wangi misik dan ambar yang lebih wangi dari
aroma beliau (Musnad Ahmad).
Dalam berbagai hadist, nabi mengulas soal kebersihan sangat detail, baik kebersihan
fisik, maupun lingkungan. Ia mengajarkan kepada umatnya, mulai memotong kuku,
membersihkan ruas jari, mencabut bulu ketiak, bersiwaq hingga bagaimana cara beliau
makan. Bahkan, untuk soal makan saja, nabi merincinya, karena nabi berkata pada
istrinya, wahai Aisyah menahan diri adalah obat, perut adalah sarang penyakit, dan
biasakan setiap anggota badan sesuai kemampuannya. Beberapa anjuran dalam soal
makan dan supaya terhindar dari penyakit, misalnya melarang meniup makanan atau
bernapas dalam gelas, tidak pernah tidur dengan tangan masih ada bekas makanan dan
gigi ada bekas makanan, tidak makan kecuali setelah lapar dan berhenti makan sebelum
kenyang, mengkonsumsi buah-buahan dan biji-bijian serta madu, berpuasa dan
berolahraga.
Fakta-fakta di atas menunjukkan betapa Rasululloh ternyata juga mengerti dan paham
soal kesehatan. Islam sebagai sebuah pedoman hidup yang paripurna ternyata tidak hanya
mengatur persoalan nilai-nilai saja, namun ternyata juga memberikan panduan yang rinci
bagi umatnya dalam menyelesaikan problem kesehatannya.
Di zaman Rasulullah ada Syarmadel bin Qubats Al-Kabi. Kini ada Jerry D.Gray, dalam
bukunya itu disebutkan mengonsumsi madu, habbatassauda (jintan hitam), dan bawang
putih adalah cara Rasulullah saw menyehatkan diri. Ada pula ruqyah dan hijama (bekam)
yang masuk dalam pengobatan ala Nabi Muhammad SAW. Pengobatan-pengobatan ini
memberikan efek luar biasa pada manusia. Jerry D.Gray mengkombinasikan pengobatan
Nabi dengan resep-resep yang ia dapat dari pengalaman dan telusurannya.
Dari berbagai hadits diketahui bahwa Rasulullah biasa berbekam. Dan Rasulullah boleh
dikata tidak pernah sakit kecuali ketika sakarotul maut, diriwayatkan beliau semasa hidup
hanya mengalami tiga kali sakit dan tidak pernah sakit perut. Dari Ibnu Abbas ra bahwa
Nabi SAW pernah berbekam dalam keadaan ihram dan pernah berbekam sewaktu
berpuasa ( Riwayat Bukhari). Hadis riwayat Ibnu Buhainah ra.: Bahwa Nabi saw. pernah
membekam tengah kepalanya ketika beliau berada di jalan menuju kota Mekah ketika
beliau dalam keadaan ihram. (Shahih Muslim No.2088). Hadis riwayat Anas bin Malik
ra.: Nabi bersabda: Sebaik-baik obat yang kamu gunakan adalah berbekam, atau:
Berbekam adalah obat yang paling baik bagimu (Shahih Muslim No.2952).
Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra.: Dari Ashim bin Umar bin Qatadah bahwa Jabir bin
Abdullah menjenguk Muqanna`, kemudian berkata: Aku tidak akan pulang sebelum
engkau mau berbekam sebab saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:
Sesungguhnya di dalam berbekam itu terdapat pengobatan (Shahih Muslim No.4085).

Selain bekam, Nabi juga biasa meminum madu untuk menjaga stamina dan kesehatan.
Madu kalorinya sangat tinggi sehingga menjadikan tubuh kita kuat dan berenergi. Selain
itu madu juga bisa untuk menyembuhkan luka baik di luar tubuh mau pun di dalam.
Kakak ipar saya pernah ambeien hingga mengeluarkan darah dari anusnya. Akhirnya dia
minum madu 3 kali sehari dan alhamdulillah sembuh.
Dalam pengobatan herbal, sering kita dengar tentang Propolis, apa itu propolis? ternyata
propolis itu adalah air liur yang terdapat pada lebah. Propolis dikumpulkan oleh lebah
dari bahan-bahan bunga, daun muda dan kulit tumbuhan. Lalu dicampur dengan air liur
dan lilin lebah. Berfungsi untuk menambal lubang dalam sarang lebah dan sebagai
pelindung populasi lebah dari serangan luar dan menjaga sarang lebah agar tetap steril
dari serangan Virus Bakteri dan Jamur. Maha Besar Allah dengan segala ciptaannya.