Anda di halaman 1dari 28

MODUL I TIPE DATA, OPERATOR, KONDISI DAN PENGULANGAN

1.1

Tujuan

Tujuan modul I ini, adalah:

Praktikan bisa membuat program sederhana berdasarkan algoritma.

Praktikan dapat membiasakan diri untuk membuat program secara terstruktur.

Praktikan memahami penggunaan tipe data dan operator dalam algoritma dan

bahasa C.

Praktikan dapat memahami algoritma kondisi dan pengulangan serta

mengimplementasikannya dalam bahasa pemrograman C.

1.2

Teori

1.2.1

Tipe Data

Dalam bahasa C terdapat lima tipe data dasar, yaitu: char, int, float, double, dan void.

Tabel 1.1 Tipe Data Dasar Berdasarkan bahasa C

No

Tipe

Ukuran

 

Range

Format

Keterangan

Data

(Jangkauan)

1.

Char

1

byte

-

128 s/d 127

%c

Karakter/string

2.

Int

2

byte

- 32768 s/d 32767 %i

%d

Integer/bilangan bulat

3.

Float

4

byte

-

3.4E-38 s/d

%f

Float/bilangan pecahan

 

3.4E+38

4.

Double

8

byte

- 1.7E-308 s/d

%lf

Pecahan presisi ganda

   

1.7+308

5.

Void

0

byte

 

-

-

Tidak bertipe

I-1

I-2

1)

Tipe Bilangan Bulat

Tipe data ini digunakan untuk data-data angka yang tidak mengandung angka

di belakang koma (Int).

2)

Tipe Bilangan Riil

Tipe ini adalah tipe yang merepresentasikan data-data bilangan yang

mengandung angka di belakang koma. Tipe data yang termasuk ke dalam

kategori ini adalah: float, double.

Contoh Algoritma 1:

Algoritma variable {Program perbedaan output variable}

Deklarasi

A

: integer

B

: real

C

: char

X

: double

Deskripsi

A

= 10

/* variabel A diisi dengan 10 */

B

= 5.45

/* variabel B diisi dengan 5.45 */

C

= 'C'

/* variabel C diisi dengan karakter "C" */

X

= 2.35E+10

Write("Nilai A adalah : ", A) Write("Nilai B adalah : ", B) Write("Nilai C adalah : ", C)

Write("Nilai X adalah : ", X)

/* variabel X diisi dengan 2.35E+20 */ /* Menampilkan isi variabel A */ /* Menampilkan isi variabel B */ /* Menampilkan isi variabel C */

/* Menampilkan isi variabel X */

Program Algoritma 1:

//Program perbedaan output variable #include <stdio.h>

main() { int A; float B; char C; double X;

A = 10;

B = 5.45;

/* variabel A diisi dengan 10 */

/* variabel B diisi dengan 5.45 */

I-3

 

C = 'C'; X = 2.35E+10;

/* variabel C diisi dengan karakter "C" */ /* variabel X diisi dengan 2.35E+20 */

printf("Nilai A adalah : %i\n", A); printf("Nilai B adalah : %f\n", B); printf("Nilai C adalah : %c\n", C); printf("Nilai X adalah : %lf\n", X);

/* Menampilkan isi variabel A */ /* Menampilkan isi variabel B */ /* Menampilkan isi variabel C */ /* Menampilkan isi variabel X */

}

3)

Tipe Logika

Tipe ini adalah tipe yang merepresentasikan data-data yang mengandung dua

buah nilai, yaitu nilai logika (boolean) – true dan false.

4)

Tipe Karakter/String

Tipe character merupakan kumpulan bermacam-macam character (set of

character) yang terdiri dari alfabet.

Alfabet bilangan desimal (decimal digits):0,1,2…9

Alfabet huruf latin (Capital letter):A,B,…Z

Alfabet huruf latin kecil (common letter)a z

Tipe ini hanya terdiri dari 1 karakter. Dalam program konstanta bertipe char

ditulis diantara tanda petik misalnya ‘A’ ‘,’ ‘4’

1.2.2 Tipe Data Bentukan

Tipe data bentukan adalah tipe data yang dibuat sendiri sesuai kebutuhan

dalam program yang akan kita buat (disebut juga user defined types). Adapun

yang termasuk ke dalam tipe bentukan adalah:

1) Struktur

Struktur adalah tipe data bentukan yang menyimpan lebih dari satu variabel

bertipe sama maupun berbeda. Untuk mumbuat tipe data struktur dalam C,

menggunakan kata kunci struct. Bentuk umum pendeklarasian tipe:

Struct nama struktur { Tipe_data variabel1; Tipe_data variabel2;

}

2)

I-4

Enumerasi

Tipe Enumerasi adalah tipe data yang nilainya terbatas pada nilao-nilai yang

telah didefinisikan saja. Tipe ini digunakan untuk membentuk tipe data yang

nilainya bersifat pasti. Misalnya nama hari, jenis kelamin dan seterusnya.

Bentuk Umum : enum nama_tipe (nilai1, nilai2, nilai3,

Contoh: enum jenis_kelami(pria, wanita)

enum hari (minggu, senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu)

)

//Membuat tipe enum dengan namahari #include <stdio.h>

main() { enum Namahari{Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat,Sabtu};

printf("%d, ", Minggu); printf("%d, ", Senin); printf("%d, ", Selasa); printf("%d, ", Rabu); printf("%d, ", Kamis); printf("%d, ", Jumat); printf("%d, ", Sabtu);

}

Contoh Algoritma 2:

Algoritma Menampilkan nama siswa

{Membuat tipe struktur dengan nama siswa}

Deklarasi Type Siswa <NIS[8], Nama[25], Alamat[20], Kota[15] : string> :

A : Siswa

Deskripsi Read(A.NIS) Read(A.Nama) Read(A.Alamat) Read(A.Kota) Write(A.NIS, ’ – ’, A.Nama, ’ –’, A.Alamat, ’ –’,A.Kota)

Program Algoritma 2:

I-5

//Membuat tipe struktur dengan nama siswa #include <stdio.h>

main() { typedef struct { char NIS[8],Nama[25],Alamat[20],Kota[15];} Siswa ; Siswa A;

printf("NIS : ");scanf("%s",A.NIS); printf("Nama : ");scanf("%s",A.Nama); printf("Alamat : ");scanf("%s",A.Alamat); printf("Kota : ");scanf("%s",A.Kota);

printf("%s - %s - %s - %s",A.NIS,A.Nama,A.Alamat,A.Kota);

}

1.2.3 Operator

Operator

digunakan

untuk

menyatakan

suatu

perhitungan/operasi.

Operator dapat terbagi atas: Operator penugasan, Operator aritmatika, Operator

hubungan (perbandingan), Operator logika, Operator bitwise dan operator unary.

Operator Penugasan

Operator Penugasan (Assignment operator) dalam bahasa C berupa tanda

sama dengan (“=”). Contoh operator penugasan: nilai = 50; z = x * y;. Artinya:

variabel “nilai” diisi oleh 50 dan variabel “z” diisi oleh hasil perkalian x dan y

Operator Aritmatika

Dalam bahasa C disediakan lima operator aritmatika, yaitu:

: untuk perkalian

: untuk pembagian

: untuk sisa pembagian (modulus)

: untuk pertambahan

: untuk pengurangan

*

/

%

+

-

I-6

Catatan: operator % digunakan untuk mencari sisa pembagian antara dua

bilangan, misalnya : 9 % 2 = 1.

//program penggunaan operator aritmetika:

#include "stdio.h" #include "conio.h" main()

{

}

printf("Nilai 9 + 4 = %i\n", 9 + 4); printf("Nilai 9 - 4 = %i\n", 9 - 4); printf("Nilai 9 * 4 = %i\n", 9 * 4); printf("Nilai 9 / 4 = %i\n", 9 / 4); printf("Nilai 9 % 4 = %i", 9 % 4);

/* mencetak hasil 9 % 4 */

Operator Hubungan (Perbandingan)

Operator Hubungan digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua

buah operand (sebuah nilai atau variabel). Operator-operator hubungan

dalam bahasa C adalah sebagai berikut:

Tabel 1.4 Operator-operator Perbandinngan

Operator

Arti

 

Contoh

<

Kurang dari

x

< y

Apakah x kurang dari y

<=

Kurang dari sama dengan

x

<= y

Apakah x kurang dari sama dengan y

>

Lebih dari

x

> y

Apakah x lebih dari y

>=

Lebih dari sama dengan

x

>= y

Apakah x lebih dari sama dengan

 

y

= =

Sama dengan

x

= = y

Apakah x sama dengan y

!=

Tidak sama dengan

x

!= y

Apakah x tidak sama dengan y

//program penggunaan operator hubungan (perbandingan):

#include “stdio.h” #include “conio.h” void main()

{printf(“Nilai 10 + 3 = %i”, 10 + 3); printf(“Nilai 10 - 3 = %i”, 10 - 3); printf(“Nilai 10 * 3 = %i”, 10 * 3); printf(“Nilai 10 / 3 = %i”, 10 / 3); printf(“Nilai 10 % 3 = %i”, 10 % 3);

}

/* mencetak hasil 10 + 3 */ /* mencetak hasil 10 - 3 */ /* mencetak hasil 10 * 3 */ /* mencetak hasil 10 / 3 */ /* mencetak hasil 10 % 3 */

Operator Logika

I-7

Jika operator hubungan membandingkan hubungan antara dua buah

operand, maka operator logika digunakan untuk membandingkan logika

hasil dari operator-operator hubungan. Operator logika ada tiga macam,

yaitu :

a)

&& : Logika AND (dan)

b)

||

: Logika OR (atau)

c)

!

: Logika NOT (ingkaran)

Operator Bitwise

Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi bit-bit dari nilai data yang

ada di memori.

Operator bitwise dalam bahasa C :

<<

: Pergeseran bit ke kiri

>>

: Pergeseran bit ke kanan

&

: Bitwise AND

^

: Bitwise XOR (exclusive OR)

|

: Bitwise OR

~

: Bitwise NOT

Operator Unary

Operator Unary merupakan operator yang hanya membutuhkan satu operand

saja. Dalam bahasa C terdapat beberapa operator unary yang sering

digunakan, yaitu :

Tabel 1.5 Beberapa Operator Unary

Operator

Arti/Maksud

Letak

Contoh

Equivalen

-

Unary minus

Sebelum operator

A+-B*C

A

+ (-B)*C

++

Peningkatan dengan penambahan nilai 1

Sebelum dan

A++

A

= A + 1

sesudah

 

--

Penurunan dengan pengurangan nilai 1

Sebelum dan

A--

A

= A - 1

sesudah

 

Sizeof

Ukuran dari operand dalam byte

Sebelum

Sizeof(l)

-

I-8

Pada operator peningkatan ‘++’ dan penurunan ‘--' jika diletakkan sebelum atau sesudah operand akan terdapat perbedaan. Perhatikan contoh berikut:

/* Perbedaan operator peningkatan ++ yang diletakkan di depan dan dibelakang operand */ #include <stdio.h> #include <conio.h> void main() { int X, Nilai; X = 5; Y = 10;

}

Nilai = ++X;

printf("Nilai = %d, X = %d\n", Nilai, X);

nilai = x++;

printf("Nilai = %d, X = %d\n", Nilai, X);

nilai = --Y;

printf("Nilai = %d, Y = %d\n", Nilai, Y);

nilai = Y--;

printf("Nilai = %d, Y = %d\n", Nilai, Y);

/* berarti X = X + 1; Nilai = X; */

/* berarti Nilai = X; Nilai = X + 1; */

/* berarti Y = Y - 1; Nilai = Y; */

/* berarti Nilai = Y; Y = Y - 1; */

1.2.4 Input dan Output

a. Memasukkan Data Dalam bahasa C proses pemasukkan data bisa menggunakan beberapa fungsi yang sudah tersedia di dalam program bahasa C (fungsi pustaka). Beberapa fungsi pustaka yang bisa digunakan adalah:

1. scanf() Fungsi ini digunakan untuk menginput data berupa data numerik, karakter dan string secara terformat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian fungsi scanf() :

a. Fungsi scanf() memakai penentu format

b. Fungsi scanf() memberi pergantian baris secara otomatis

c. Fungsi scanf() tidak memerlukan penentu lebar field

d. Variabelnya harus menggunakan operator alamat &

Kode penentu format :

%c : Membaca sebuah karakter %s : Membaca sebuah string %i, %d : Membaca sebuah bilangan bulat (integer) %f, %e : Membaca sebuah bilangan pecahan (real)

2. gets()

I-9

%o : membaca sebuah bilangan octal %x : Membaca sebuah bilangan heksadesimal %u Membaca sebuah bilangan tak bertanda

Fungsi gets() digunakan untuk memasukkan data bertipe karakter dan

tidak dapat digunakan untuk memasukkan data numerik.

3. getchar()

Fungsi getchar() digunakan untuk membaca data yang bertipe karakter

4. getch() dan getche()

Fungsi getch() dan getche() digunakan untuk membaca data karakter.

Contoh Program :

#include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { char Huruf1, Huruf2;

}

printf(“Masukkan sebuah karakter : “);

Huruf1 = getche();

printf(“\nKarakter yang Anda masukkan adalah %c\n”, Huruf1); printf(“\nMasukkan sebuah karakter lagi : “);

Huruf2 = getch();

printf(“\nKarakter yang Anda masukkan adalah : %c, Huruf2);

getch();

// karakter yang dimasukkan akan terlihat di layar

// karakter yang dimasukkan tidak terlihat di layar

b. Menampilkan Data

Menampilkan Data ke Layar Monitor

Menggunakan fungsi printf() digunakan untuk menampilkan semua

jenis data (numerik dan karakter). Fungsi puts() digunakan untuk

menampilkan data string dan secara otomatis akan diakhiri dengan

perpindahan baris. Fungsi putchar() digunakan untuk menampilkan

sebuah karakter. Mengatur tampilan bilangan pecahan (float).

I-10

Bentuk umum : printf(“%m.nf”, argument);

Keterangan:

m

: menyatakan panjang range

n

: menyatakan jumlah digit di belakang koma.

argument

: nilai atau variabel yang akan ditampilkan.

Contoh: printf(“%5.2f”, nilai); artinya variabel nilai akan ditampilkan

sebanyak 5 digit dengan 2 digit di belakang koma.

/* Program untuk menampilkan data berupa bilangan pecahan */ #include “stdio.h” #include “conio.h” void main()

{

float Nilai1,Nilai2; clrscr(); puts(“Masukkan nilai pertama : ); scanf(“%f”, &Nilai1); puts(“Masukkan nilai kedua : ); scanf(“%f”, &Nilai2); printf(“Nilai pertama anda adalah %5.2f”, Nilai1); printf(“Nilai kedua anda adalah %6.4f ?”, Nilai2);

}

/* Program untuk menampilkan data bilangan integer dan string */ #include “stdio.h” #include “conio.h” void main()

{

int Umur; char Nama[20]; clrscr(); puts(“Masukkan nama Anda : ); gets(Nama);

puts(“Masukkan umur Anda : “); scanf(“%d”, &Umur);

printf(“Nama Anda : %s \n”, Nama); printf(“Umur Anda : %d \n”, Umur);

//tipe data string

}

Menampilkan data ke printer

Untuk menampilkan data ke printer dapat menggunakan fungsi fprintf(),

fputs() dan fputc().

o Fungsi fprintf(): digunakan untuk mencetak semua jenis tipe data ke

printer dan secara otomatis memberikan efek perpindahan baris.

I-11

 

o

Fungsi fputs(): digunakan untuk mencetak tipe data string ke printer

o

Fungsi fputc(): digunakan untuk mencetak tipe data karakter ke

 

printer

 

1.2.5 Kondisi

 

a.

IF

THEN

,

IF

THEN

ELSE

dan IF Bersarang (Nested IF)

Struktur IF, kita dapat membuat algoritma-algoritma yang melakukan perintah

berdasarkan kondisi tertentu. Perintah akan dilakukan jika hanya jika ekspresi

boolean bernilai true (jika ekspresi boolean bernilai false maka perintah tidak

akan dikerjakan).

 

IF

THEN

 

IF <ekspresi boolean> then Perintah

Endif

.

 

IF

THEN

ELSE

 

IF <ekspresi boolean> then

 

Perintah_1

Else

 

Perintah_2

Endif

IF Bersarang (Nested IF)

IF <ekspresi boolean 1> then Perintah 1 Else if <ekspresi boolean 2> then Perintah 2 Else if <ekspresi boolean n> then Perintah n

Else

Perintah n+1

Endif

Contoh Algoritma 3:

I-12

Algoritma Bilangan_Genap_Ganjil {Mencetak pesan ‘bilangan genap’ jika sebuah bilangan bulat yang dibaca dari piranti masukan merupakan bilangan genap dan sebaliknya}

Deklarasi Bil : integer

Deskripsi Read(Bil) If Bil mod 2 = 0 then Write(‘bilangan genap’)

Else

Write(‘bilangan ganjil’)

Endif

Program Algoritma 3:

//Algoritma Bilangan_Genap_Ganjil #include <stdio.h>

main() {

int Bil;

printf("masukan bilangan : ");scanf("%d",&Bil); if (Bil % 2 == 0)

{

printf("bilangan genap");}

else

{

printf("bilangan ganjil");}

}

Contoh Algoritma 4:

Algoritma Maksimum {Menentukan bilangan terbesar dari tiga buah bilangan bulat}

Deklarasi A,B,C,Maks : integer

Dekripsi Read(A, B, C) If (A>B) and (A>C) then Maks A Else if (B>A) and (B>C) then

I-13

Maks B

Else

Maks C

Endif Write(’bilangan terbesar adalah, Maks)

Program Algoritma 4:

//Algoritma Maksimum #include <stdio.h>

main() { int A, B, C,Maks;

printf("A : ");scanf("%d",&A); printf("B : ");scanf("%d",&B); printf("C : ");scanf("%d",&C); if ((A>B) && (A>C)) maks = A; else if ((B>A) && (B>C)) maks = B;

else

maks = C; printf("bilangan terbesar adalah %d", Maks);

}

Contoh Algoritma 5:

Algoritma Jumlah_Hari {Menentukan jumlah hari dalam satu bulan}

Deklarasi AngkaBulan : integer Tahun : integer JumlahHari : integer

Deklarasi AngkaBulan : integer Tahun : integer JumlahHari : integer

{1 12}

{>0}

Deskripsi Read(AngkaBulan,Tahun) Case (AngkaBulan) AngkaBulan = [1,3,5,7,8,10,12] : JumlahHari 31 AngkaBulan = [4,6,9,11] : JumlahHari 30 AngkaBulan = 2: if Tahun mod 4 = 0 then JumlahHari 29

Else

JumlahHari 28

I-14

Endif

Endcase

Write(JumlahHari)

Program Algoritma 5:

//Algoritma Jumlah_Hari #include <stdio.h>

main() { int AngkaBulan,Tahun, JumlahHari;

printf("Angka Bulan : ");scanf("%d",&AngkaBulan); printf("Tahun : ");scanf("%d",&Tahun); switch (AngkaBulan) { case 1:

case 3:

case 5:

case 7:

case 8:

case 10:

case 12: JumlahHari = 31;break; case 4:

case 6:

case 9:

case 11 : JumlahHari = 30;break; case 2 : if (Tahun % 4 == 0) JumlahHari = 29; else JumlahHari = 28;break;

}

printf("Jumlah hari %d",JumlahHari);

}

Contoh Algoritma 6:

Algoritma Kalkulator {Mensimulasikan kalkulator sederhana. Menghitung hasil operasi aritmetika bila dibaca operand1, operator dan operand2.}

Deklarasi Op1, Op2, Pilih : integer Hasil : float

Deskripsi Read(Op1,Op2, Pilih) Case (Pilih)

{operand} {hasil ’+’,’-’,’*’,’/’}

I-15

Pilih = 1 : Hasil Op2 + Op2 Pilih = 2 : Hasil Op2 - Op2 Pilih = 3 : Hasil Op2 * Op2 Pilih = 4 : if Op2 0 : hasil Op1/Op2 else write(’error’)

Endcase

Read(Hasil)

Program Algoritma 6:

//Algoritma Bilangan_Genap_Ganjil #include <stdio.h>

main() { int Op1, Op2, Pilih; float Hasil;

printf("Operand 1: ");scanf("%d",&Op1); printf("Operand 2: ");scanf("%d",&Op2); printf("1. Operator +\n"); printf("2. Operator -\n"); printf("3. Operator *\n"); printf("4. Operator /\n"); printf("Pilih Operator : ");scanf("%d",&Pilih); switch (Pilih) { case 1 : {Hasil = Op1 + Op2; break;} case 2 : {Hasil = Op1 - Op2; break;} case 3 : {Hasil = Op1 * Op2; break;} case 4 : {if (Op2 != 0) printf("%d",Op1/Op2); else

printf("error");break;}

}

printf("Hasil dari perhitungan tersebut adalah %f",Hasil);

}

1.2.6

Pengulangan

Struktur pengulangan secara umum terdiri dari dua bagian:

1. Kondisi pengulangan, yaitu ekspresi boolean yang harus dipenuhi untuk

melaksanakan pengulangan.

2. badan (body) pengulangan, yaitu bagian algoritma yang diulang.

a. Struktur FOR

I-16

Struktur ini digunakan untuk menghasilkan pengulangan sejumlah kali yang

dispesifikasikan. Jumlah pengulangan diketahui atau dapat ditentukan sebelum

eksekusi.

For Menaik

For Menurun

For pencacah awal to akhir do Aksi Endfor

For pencacahakhir downto awal do Aksi endfor

Contoh Algoritma 7:

Algoritma Penjumlahan_Deret {Menjumlahan deret: 1+2+3+

yang dibaca dari piranti masukan jumlah deret dicetak ke piranti keluaran}

dengan N adalah bilangan bulat positif

+N

Deklarasi

N

: integer

{banyaknya suku deret}

K

: integer

{suku deret}

Jumlah : integer

{Jumlah deret}

Deskripsi

Read(N) Jumlah 0 For k 1 to N

{banyaknya suku deret} {Inisialisasi jumlah deret} {ulangi sebanyak N kali}

Jumlah Jumlah + k

Endfor

Write(Jumlah)

Program Algoritma 7:

//Algoritma Penjumlahan_Deret #include <stdio.h>

main() { int N, K, Jumlah;

printf("banyaknya suku deret : ");scanf("%d",&N); Jumlah = 0; for (K=1; K<=N; K++) { Jumlah = Jumlah + K; } printf("%d",Jumlah);

}

Contoh Algoritma 8:

I-17

Algoritma Hitung_Mundur {hitung mundur peluncuran roket}

Deklarasi K : integer

Deskripsi For K 10 downto 0 do Write(K) Endfor Write(’Go’)

Program Algoritma 8:

//Algoritma Hitung_Mundur #include <stdio.h>

main() {

int K;

for (K=10;K>=0;K--) { printf("%d ",K); } printf("Go");

}

b.

Struktur While

Bentuk umum:

While kondisi do Aksi Endwhile

Aksi akan dilaksanakan berulangkali selama kondisi bernilai true. Jika kondisi

bernilai false badan pengulangan tidak akan dilaksanakan, yang berarti

pengulangan selesai. Yang harus diperhatikan adalah pengulangan harus

berhenti. Pengulangan yang tidak pernah berhenti menandakan bahwa logika

algoritma tersebut salah.

Contoh Algoritma 9:

I-18

Algoritma Menghitung_Rata_Rata

{Menghitung rata-rata N buah bilangan bulat yang dibaca dari piranti masukan. N >0}

Deklarasi

N ,X , K, Jumlah : integer

Rerata : real

Deskripsi

Read(N)

Jumlah 0

K 1

While K N do

Read(X) Jumlah Jumlah + X

K

K+1

Endwhile

{K>N}

Rerata Jumlah/N

write(Rerata)

Program Algoritma 9:

//Algoritma Menghitung_Rata_Rata #include <stdio.h>

main() { int N , X, K, Jumlah; float Rerata;

printf("Masukan banyaknya data : ");scanf("%d",&N); Jumlah = 0;

K =1;

while (K <= N) {

printf("Data ke-%d : ",K);scanf("%d",&X); Jumlah = Jumlah + X;

K = K+1;

}

Rerata = Jumlah/N; printf("Rata-rata : %f",Rerata);

}

I-19

c. Struktur do while

sama saja dengan struktur

while, hanya saja pada proses perulangan dengan while, seleksi berada di

while yang letaknya di atas kemudian proses baru akan dijalankan, sementara

pada perulangan do

kemudian, seleksi while dilakukan. Jadi dengan menggunakan struktur

proses akan dilakukan terlebih dahulu baru

Pada dasarnya struktur perulangan do

while

while,

do…while sekurang-kurangnya akan terjadi satu kali perulangan.

Bentuk Umum:

Do

While

Aksi

Contoh Algoritma 10:

Algoritma Sandi_Lewat {Memvalidasi sandi-lewat yang dimasukkan oleh pengguna. Sandi-lewat yang benar disimpan sebagai konstanta. Jika sandi-lewat yang dimasukkan benar, sistem boleh dimasuki, tetapi jika salah, ulangi lagi}

Deklarasi Const Password = ’abc123’ Sandilewat : string Sah : boolean

Deskripsi Sah false do

Read(Sandilewat) If Sandilewat = Password then Sah true Endif while Sah=false Write(’OK’)

Program Algoritma 10:

//Algoritma Sandi_Lewat #include <stdio.h>

main() { #define Password "abc123";

I-20

   

char Sandilewat;

bool Sah;

Sah = false; do

{

printf("Masukan kata sandi : ");scanf("%c",Sandilewat); If (Sandilewat = Password) Sah = true;

}

while (Sah == false);

printf("OK");

}

1.3

Kasus

1.3.1

Kasus 1

Jika kita berbelanja di pasar swalayan/supemarket, nilai total belanja kita

seringkali bukan kelipatan pecahan rupiah yang berlaku. Misalnya nilai total

belanja sebesar Rp. 19.212. andaikan saat ini pecahan rupiah yang berlaku paling

kecil Rp. 25. selain i

tu, juga ada pecahan Rp. 50 dan Rp. 100. umumnya kasir pasar swalayan

membulatkan nilai belanja ke pecahan yan g terbesar jadi Rp. 19.212 dibulatkan

menjadi Rp. 19.225. hal ini jels merugikan konsumen. Misalkan anda memiliki

pasar swalayan yang jujur dan tidak merugikan pembeli, sehingga jika ada nilai

belanja yang bukan kelipatan pecahan yang ada, maka nilai belanja itu dibulatkan

ke pecahan terendah. Jadi Rp. 19.212 dibulatkan menjadi Rp. 19.200. tuliskan

algoritma dan program serta cantumkan output/hasilnya yang membaca nilai

belanja (integer) lalu membulatkannya ke nilai uang dengan pecahan terendah.

1.3.2 Kasus 2

Seseorang mempunyai tabungan di sebuah bank. Ia dapat menyetor dan

mengambil uangnya sendiri di bank tersebut, namun jumlah saldo minimum yang

harus disisakan di dalam adalah Rp. 10.000. ini artinya, jika saldonya Rp. 10.000,

ia tidak dapat mengambil uang lagi. Kode transaksi untuk menyetor adalah 0 dan

I-21

kode transaksi untuk mengambil adalah 1. Buatlah algoritma yang mensimulasikan transaksi yang dilakukan orang tersebut. Algoritma menerima masukan berupa kode transaksi dan jumlah uang yang disetor/diambil. Rancanglah algoritma tersebut sehingga memungkinkan penabung dapat melakukan transaksi berulangkali sampai saldo yang tersisa Rp. 10,000 atau jumlah uang yang diambil lebih besar dari saldonya. Catatan nilai uang yang diambil selalu merupakan kelipatan 20.000. Dari algoritma tersebut, buatlah program dan cantumkan output/hasilnya.

1.4 Tugas – tugas Pendahuluan Tugas pendahuluan akan dikerjakan selama 30 menit di awal jam

praktikum dengan menggunakan software Self Assessment

1.5

Latihan Praktikum I dan II

1.5.1

Latihan Praktikum I (Pertemuan Pertama) Buatlah program berdasarkan algoritma-algoritma di bawah ini:

Algoritma 1:

Algoritma Hitung_Biaya_Percakapan {Menghitung biaya percakapan telpon dengan menghitung berapa detik seseorang bicara kemudian menghitung biayanya dengan mengkalikan jumlah detik dengan biaya percakapan perdetiknya. Waktu percakapan harus dikonversi ke detik.}

Deklarasi Const Biaya_perdetik : 100 Type Waktu <Jam, Menit, Detik : integer> Var Awal, Akhir : Waktu Detik_awal, Detik_akhir, Lama_bicara, Tdetik1, Tdetik2 : integer Biaya : real

Deskripsi Read(Awal.Jam, Awal.Menit, Awal.Detik) Read(Akhir.Jam, Akhir.Menit, Akhir.Detik) Tdetik1 Akhir.Jam * 3600 + Akhir.Menit * 60 + Akhir.Detik Tdetik2 Awal.Jam * 3600 + Awal.Menit * 60 + Awal.Detik Lama_bicara Tdetik2 – Tdetik1 If Lama_bicara > = 0 then Biaya Lama_bicara * Biaya_perdetik

I-22

Write(’Biaya yang harus dibayar’, Biaya, ’rupiah’)

Endif

Algoritma 2:

Algoritma Pecahan_Uang {Membaca nilai uang (rupiah) dalam kelipatan 25-an, lalu menentukan berapa nilai tukar pecahan. Pecahan yang tersedia adalah Rp. 1000, Rp. 500, Rp. 100, dan Rp. 50. Jika terakhir masih ada sisa, beri saja Permen (Plus Senyum manis)}

Deklarasi Uang : integer Satuan, Puluhan, Ratusan, Limaratusan, Ribuan, Sisa : integer

Deskripsi

Read(Uang)

Ribuan Uang div 1000 Sisa Ribuan mod 1000 If Sisa <> 0 then Limaratusan Sisa div 500 Sisa Limaratusan mod 500

Endif If Sisa <> 0 then Ratusan Sisa div 100 Sisa Ratusan mod 100

Endif If Sisa <> 0 then Puluhan Sisa div 50 Sisa Puluhan mod 50

Endif If Sisa <> 0 then Satuan ’beri permen plus senyum’

Endif Write(Ribuan, ’buah ribuan ’, Limaratusan, ’ buah lima ratusan ’, Ratusan, ’ buah seratusan ’, Puluhan, ’ buah puluhan ’, Sisa , Satuan)

Algoritma 3:

Algoritma Angka_mutu_mahasiswa {Nilai_akhir ditentukan dari nilai_tugas, UTS dan UAS dengan formula nilai_akhir 20% Nilai_Tugas + 30% UTS + 50% UAS. Angka mutu (A, B, C, D, E) ditentukan oleh nilai_akhir mahasiswa. Setelah itu menentukan angka mutu dengan formula: nilai_akhir >= 80 ’A’, 60 <= nilai_akhir < 80 ’B’, 40 <= nilai_akhir < 60 ’C’, 20 <= nilai_akhir < 40 ’D’, nilai_akhir < 20 ’E}

I-23

Deklarasi Nama : string Nilai_tugas, UTS, UAS : integer Nilai_akhir : real Angka_mutu : char

Deskripsi Read(Nama, Nilai_tugas, UTS, UAS)

Nilai_akhir 0.2 * Nilai_tugas + 0.3 * UTS + 0.5 * UAS If Nilai_akhir >= 80 then Angka_mutu ’A’

Else if Nilai_akhir >= 60 then

Angka_mutu ’B’

Else if Nilai_akhir >= 40 then

Angka_mutu ’C’

Else if Nilai_akhir >= 20 then

Angka_mutu ’D’

Else

Angka_mutu ’E’

Endif Write(Nama, ’nilai akhir: ’, Nilai_akhir, ’ angka mutu: ’, Angka_mutu)

Algoritma 4:

Algoritma Empat_Persegi_Panjang {Algoritma untuk menampilkan menu perhitungan empat persegi panjang, memilih menu dan melakukan proses perhitungan} Deklarasi NoMenu : integer Panjang, Lebar : real Luas, Keliling, Diagonal : real

Deskripsi

{cetak menu}

write (’

Menu Empat Persegi Panjang

’)

write(’

1. Hitung Luas

’)

write(’

2. Hitung Keliling

’)

write(’

3. Hitung Panjang Diagonal

’)

write(’

4. Keluar Program

’)

write(’

Masukan pilihan anda(1/2/3/4)?

’)

read(NoMenu) case (NoMenu) NoMenu = 1 : read(Panjang, Lebar) Luas Panjang * Lebar Write(Luas)

I-24

NoMenu = 2 : read(Panjang, Lebar)

Keliling (Panjang + Lebar) * 2 Write(Keliling) NoMenu = 3 : read(Panjang, Lebar) Diagonal (Panjang * Panjang + Lebar * Lebar) Write(Diagonal)

NoMenu = 4 : write(’Keluar program Endcase

sampai

jumpa’)

Algoritma 5:

Algoritma Upah_Karyawan {Menghitung upah mingguan karyawan. Masukan yang dibaca dari piranti masukan adalah nama karyawan, golongan dan jumlah jam kerja. Nama karyawan dan upahnya dicetak ke piranti keluaran}

Deklarasi Const JamNormal = 48 Const UpahLembur = 3000

{jumlah jam kerja normal per minggu} {upah per jam lembur Rp. 3000}

Nama

: string

Gol

: char

{’A’,’B’,’C’,’D’}

JJK

: integer

{jumlah jam kerja}

JamLembur

: integer

UpahPerJam

: real

{upah per jam}

UpahTotal

: real

Deskripsi Read(Nama, Gol, JJK) Case (Gol) Gol = ’A’ : UpahPerJam 4000.0 Gol = ’B’ : UpahPerJam 5000.0 Gol = ’C’ : UpahPerJam 6000.0 Gol = ’D’ : UpahPerJam 7000.0 Endcase If JJK JamNormal then UpahTotal JJK * UpahPerJam Else JamLembur JJK – JamNormal UpahTotal JamNormal * UpahPerJam + JamLembur * UpahLembur Endif Write(Nama,UpahTotal)

I-25

1.5.2 Latihan Praktikum II (Pertemuan Kedua)

Buatlah program berdasarkan algoritma di bawah ini

Algoritma 1:

Algoritma Perpangkatan {Menghitung perpangkatan an dengan n bilangan bulat sembarang > 0. nilai a dan n dibaca dari piranti masukan. Nilai perpangkatan dicetak ke piranti

keluaran}

Deklarasi

A : real

N, M : integer {pemangkat}

Hasil : real

K : integer

{bilangan yang dipangkatkan}

{hasil perpangkatan}

{pencatatan pengulangan}

Deskripsi

Read(A, N)

If N<0 then

M -N {positifkan pangkatnya}

else {N 0}

M

N

endif

{hitung perpangkatan} Hasil 1 for K 1 to M do Hasil Hasil * A

endfor

{tuliskan hasil perpangkatan, bergantung pada n}

if N < 0 then

write(1/Hasil)

else

write(Hasil)

endif

Algoritma 2:

Algoritma Konversi_Desimal_Ke_Biner {Mengkonversi bilangan bulat tidak negatif dalam sistem desimal menjadi bilangan dalam sistem biner}

Deklarasi

X, Biner : integer

I-26

Deskripsi

 

Read(X)

Biner ’’

do

 

Sisa X mod 2

X

X div 2

Case (Sisa)

 

0

: Biner ’0’ + Biner

1

: Biner ’1’ + Biner

 

endcase

while X 0 write(Biner)

Algoritma 3:

 

Algoritma Hitung_Rata_Rata {Menghitung nilai rata-rata data integer (9999). Data dibaca dari piranti masukan. Pembacaan data diakhiri dengan 999. nilai rata-rata dicetak ke piranti masukan}

Deklarasi

Ndata : integer

{pencatat jumlah pembacaan data}

X : integer

Jumlah : real

U : real

{data yang dibaca} {jumlah nilai data yang dibaca}

{rata-rata data integer}

Deskripsi

Jumlah 0 Ndata 0 Read(X) While X 9999 do

Ndata Ndata +1 Jumlah Jumlah + X Read(X) Endwhile {X = 9999}

If Ndata 0 then

{inisialisasi pencatat pembacaan}

{naikan pencatat jumlah pembacaan data}

{baca data integer selanjutnya}

U

Else

Jumlah/Ndata

{rata-rata data bilangan bulat}

Write(’data tidak ada’)

Endif

Algoritma 4:

I-27

Algoritma Data_Minimum {Menentukan bilangan terkecil dari N data integer yang dibaca dari piranti masukan. Nilai N ditentukan terlebih dahulu (N>0)}

Deklarasi

N

: integer

{banyaknya data masukan, > 0}

X

: integer

{data yang dibaca}

Min : integer {data terkecil/minimum}

K : integer

{pencacah pengulangan}

Deskripsi

Read(N) Read(X) Min X

For k 2 to N do Read(X) If X < Min then Min X Endif

Endfor

Write(Min)

{baca data pertama} {asumsikan min adalah data pertama}

Algoritma 5:

Algoritma Upah_Karyawan {Menentukan upah mingguang sejumlah karyawan. Data yang diperlukan adalah nama karyawan dan jumlah jam kerja. Perhitungan upah karyawan diulangi untuk karyawan lain sampai tidak ada lagi karyawan yang dihitung upahnya}

Deklarasi

Const JamKerjaNormal = 48 Const UpahPerJam = 2000 Const UpahLembur = 3000 Namakar : string JumlahJamKerja : integer JumlahJamLembur : integer UpahTotal : real Jawab : char Stop : boolean

Deskripsi

I-28

Stop false

While not Stop do Read(Namakar, JumlahJamKerja) If JumlahJamKerja JamKerjaNormal then Upah JumlahJamKerja * UpahPerjam

Else

{jumlah jam kerja > 48} JumlahJamLembur JumlahJamKerja – 48 Upahtotal JamKerjaNormal * 2000 + JumlahJamLembur * 3000

Endif Write(UpahTotal) Write(’ulangi untuk karyawan lainnya ? (y/t) : ’) Read(Jawab) If Jawab=’t’ or Jawab=’T’ then Stop true Endif Endwhile {Jawab = ’t’ or T}