Anda di halaman 1dari 6

PANDUAN

PRAKTIK
KLINIS

INFEKSI SALURAN KEMIH

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
1/6

Tanggal terbit

Ditetapkan
Direktur Utama

dr. Hj. Rasyidah, M.Kes


NIP. 197001302000122001
1

Pengertian
(definisi)

Anamnesis

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah keadaan adanya infeksi (ada


perkembangbiakan bakteri) dalam saluran kemih, meliputi infeksi di
parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih dengan jumlah
bakteriuria yang bermakna. Bakteriuria bermakna adalah bila ditemukan
pada biakan urin pertumbuhan bakteri sejumlah > 100.000 per ml urin
segar (yang diperoleh dengan cara pengambilan yang steril atau tanpa
kontaminasi). Konsensus 2010 Infection Disease Society of America (IDSA)
memberikan batasan hasil positif kultur urine pada wanita adalah 10 3-104
organisme/ml urine yang diambil secara midstream. Faktor risiko:
kerusakan atau kelainan anatomi saluran kemih berupa obstruksi internal
oleh jaringan parut, pemasangan kateter urin yang lama, endapan obat
intratubular, refluks, instrumentasi saluran kemih, konstriksi arteri-vena,
hipertensi, analgetik, ginjal polikistik, kehamilan, DM, atau pengaruh obatobat estrogen.
ISK sederhana/ tak berkomplikasi
ISK yang terjadi tidak terdapat disfungsi struktural ataupun ginjal
ISK berkomplikasi
ISK yang berlokasi selain di vesika urinaria, ISK pada anak-anak, laki-laki,
atau ibu hamil
ISK pada wanita hamil
Bakteriuria asimtomatik: ditemukan minimal 105/ml bakteri spesimen urin
steril pada 2 kali pemeriksaan berturut-turut
ISK oleh karena jamur
Kebanyakan oleh karena infeksi oportunistik. Penyebab tersering funguria
adalah spesies Candida
ISK bawah frekuensi, disuria terminal, polakisuria, nyeri suprapubik
ISK atas nyeri pinggang, demam, menggigil, mual dan muntah,
hematuria
ISK pada wanita hamil faktor risiko wanita usia tua, paritas tinggi,
status sosial ekonomi rendah, riwayat ISK sebelumnya, abnormalitas
fungsi dan anatomi, memiliki penyakit diabetes mellitus atau sickle cell
ISK jamur penderita dapat tanpa gejala, disuria dan frekuensi.
Adanya faktor risiko: imunosupresan, diabetes, penggunaan antibiotika
jangka panjang atau kortikosteroid jangka panjang, penggunaan
kateter urin jangka panjang

PANDUAN
PRAKTIK
KLINIS

INFEKSI SALURAN KEMIH

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
2/6

Tanggal terbit

Ditetapkan
Direktur Utama

dr. Hj. Rasyidah, M.Kes


NIP. 197001302000122001
3

Pemeriksaan
Fisik

Pemeriksaan
Penunjang

Kriteria
Diagnosis

Diagnosis
Banding

Febris
Nyeri tekan suprapubik
Nyeri ketok sudut kostovertebra
Darah lengkap, tes resistensi kuman, tes fungsi ginjal, gula darah
Urinalisis dan kultur urine (+): bakteriuria > 105/ml urin. Ulangi
pemeriksaan setelah 2 minggu untuk melihat eradikasi bakteri
Foto BNO-IVP bila perlu (pada ISK jamur didapatkan fungal ball)
USG ginjal bila perlu
Anamnesis
Gejala klinis
Pemeriksaan penunjang : laboratorium, USG kepala, EEG
Keganasan kandung kemih
Sistitis non bakterial
Sistitis interstisial
Pelvic inflammatory disease
Pyelonefritis akut
Uretritis
Vaginitis

PANDUAN
PRAKTIK
KLINIS

INFEKSI SALURAN KEMIH

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
3/6

Tanggal terbit

Ditetapkan
Direktur Utama

dr. Hj. Rasyidah, M.Kes


NIP. 197001302000122001

Pendekatan pada diagnosis infeksi saluran kemih

PANDUAN
PRAKTIK
KLINIS

INFEKSI SALURAN KEMIH

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
4/6

Tanggal terbit

Ditetapkan
Direktur Utama

dr. Hj. Rasyidah, M.Kes


NIP. 197001302000122001
7

Terapi

Nonfarmakologis
- Banyak minum bila fungsi ginjal masih baik
- Menjaga higiene genetalia eksterna
Farmakologis
- Antimikroba berdasarkan pola kuman yang ada; Bila hasil tes
resistensi kuman sudah ada, pemberian antimikroba disesuaikan
- ISK jamur sederhana stop antibiotik yang biasa digunakan, lepas
kateter urin. Bila cara ini tidak berhasil maka lakukan irigasi saluran
kemih dengan Amphoterisin B (50 mg/ L sebanyak 42 ml/jam
- ISK jamur berkomplikasi terapi utama ISK jamur adalah
Amphoterisin B intravena. Untuk mengurangi efek sistemik seperti
menggigil, demam, dan kaku yang berhubungan dengan terapi, maka
berikan premedikasi steroid, meperidine, ibuprofen, dan dantrolene.
Jika terdapat fungal ball; ambil secara perkutaneus lanjutkan dengan
irigasi pelvis renalis dengan amphoterisin B
Tabel 1. Antimikroba pada ISK Bawah tak berkomplikasi
Antimikroba
Dosis
Lama Terapi
Trimetoprim-Sulfametoksazol
2x160/800 mg
3 hari
Trimetoprim
2x100 mg
3 hari
Siprofloksasin
2x100-250 mg
3 hari
Levofloksasin
2x250 mg
3 hari
Sefiksim
1x400 mg
3 hari
Sefpodoksim proksetil
2x100 mg
3 hari
Nitrofurantoin makrokristal
4x50 mg
7 hari
Nitrofurantoin
monohidrat 2x100 mg
7 hari
makrokristal
Amoksisilin/ klavulanat
2x500 mg
7 hari
Tabel 2. Obat parenteral pada ISK atas akur berkomplikasi
Antimikroba
Dosis
Sefepim
2x1 gram
Siprofloksasin
2x400 mg
Levofloksasin
1x500 mg
Ofloksasin
2x400 mg
Gentamisin (+ampisilin)
1x3-5 mg/kgBB
3x1 mg/kgBB
Ampisilin (+gentamisin)
4x1-2 gram
Tikarsilin-klavulanat
3x3,2 gram

PANDUAN
PRAKTIK
KLINIS

INFEKSI SALURAN KEMIH

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
5/6

Tanggal terbit

Ditetapkan
Direktur Utama

dr. Hj. Rasyidah, M.Kes


NIP. 197001302000122001
Piperasilin-tazobaktam
Imipenem-silastatin

3-12x3,375 gram
3-4x250-500 mg

Tabel 3. Terapi antibiotika pada wanita hamil dengan ISK


Terapi Dosis Tunggal
Amoksisilin 3 g
Ampicillin 2 g
Cephalosporin 2 g
Nitrofurantoin 200 mg
TMP-sulfamethoxazole 320/ 160 mg
Terapi 3 Hari
Amoksisilin 3x500 mg/hari
Ampicillin 4x250 mg/hari
Cephalosporin 4x250 mg/hari
Levofloxacin 1x250 mg/hari
Nitrofurantoin 4x50-100 mg; 2x100 mg/hari
TMP-sulfamethoxazole 2x160/ 800 mg
Terapi Lainnya
Nitrofurantoin 4x100 mg/hari untuk 10 hari
Nitrofurantoin 100 mg pada waktu tidur malam selama 10 hari
Bila Terapi Gagal
Nitrofurantoin 4x100 mg/hari selama 21 hari
Bakteri Persisten atau Kambuh
Nitrofurantoin, 100 mg pada waktu tidur malam selama sisa waktu
kehamilan

Komplikasi

Prognosis

Batu saluran kemih, obstruksi saluran kemih, sepsis, infeksi kuman yang
multiresisten, gangguan fungsi ginjal
ISK tanpa kelainan anatomis mempunyai prognosis lebih baik bila
dilakukan pengobatan pada fase akut yang adekuat dan disertai
pengawasan terhadap kemungkinan infeksi berulang. Prognosis jangka
panjang pada sebagian besar penderita dengan kelainan anatomis
umumnya kurang memuaskan meskipun telah diberikan pengobatan yang
adekuat dan dilakukan koreksi bedah. Hal ini terjadi terutama pada
penderita dengan nefropati refluks. Deteksi dini terhadap adanya kelainan
anatomis, pengobatan yang segera pada fase akut, kerjasama yang baik

PANDUAN
PRAKTIK
KLINIS

INFEKSI SALURAN KEMIH

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
6/6

Tanggal terbit

Ditetapkan
Direktur Utama

dr. Hj. Rasyidah, M.Kes


NIP. 197001302000122001

1
0

Penelaah
Kritis

1
1
1
2
1
3

Unit yang
menangani
Unit terkait

antara dokter dan pasien sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya


perburukan yang mengarah ke fase terminal gagal ginjal kronis.
dr. Arman Dwi Dharma, Sp.PD
dr. Suhastinah, Sp.PD
dr. Dewi Fitri Rahma, Sp.PD
Bagian Penyakit Dalam
Bagian Bedah

Kepustakaan 1. Infeksi Saluran Kemih. In: Sudoyo A, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata


M, Setiati S, editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam. 5th Ed. Jakarta;
Pusat Informasi dan Penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI,
2009:2009-5.
2. Infection of the Urinay Track. Dalam: Wein et al. Campbell-Waish
Urology 9th Ed. Saunders.
3. Mehnert-Kay SA. Diagnosis and Management of Uncomplicated Urinary
Tract Infections. American Family Physician [serial online]. August 1,
2005;27/No.3:1-9. Accessed September 22, 2010. Available at
http://www.aafp.org/afp/20050801/451.html.
4. Urinary tract infections. Pyelonephritis, ad Prostatitis. In: Fauci A,
Kasper D, Longo D, Braunwald E, Hauser S, Jameson J, Loscalzo J,
editors. Harrisons principles of internal medicine.18th Ed. United
States of America; The McGraw-Hill Companies, 2012:2911-39.
5. Urinary tract infection. Copyrights2012@MAyoclinic. Diunduh dari
http://www.mayo clinic.com/health/urinary-tract-infection/DS00286.
6. Renal and urinary tract disorders. Dalam: Cunningham, Gary F et al.
William Obstetric 22nd Ed. The McGraw-Hill Companies.
7. Hickey, Kimberly. Renal Complications. Dalam: Evans, Arthur T. Manual
of Obstetric. Lippincott Williams & Wilkins, 2007.
8. Urology. Dalam: Brunicandi, Charles F. Schwartzs Principle of Surgery
8th Ed. The McGraw-Hill Companies. 2007.