Anda di halaman 1dari 32

Perhitungan CCT (Critical Clearing Time)

Berdasarkan Metode Trajektori Kritis untuk


Memperbaiki Metode BCU Shadowing

Oleh
Lalu Arya Repatmaja
2213 105 054

Dosen Pembimbing :
Dr. Eng Ardyono Priyadi, ST., M.Eng.
Ir. Sjamsul Anam, MT.

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Pendahuluan

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Background
Terjadi Gangguan Didalam Sistem
Tenaga
CB (Circuit Breaker) Bekerja Untuk
Mengisolir Daerah Yang Terganggu
Gangguan Hilang Tetapi Tidak
Menjamin Sistem Kembali Stabil
Adanya Waktu Pemutusan Kritis (CCT)
Pada Sistem Tenaga

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Tujuan
Menghitung CCT berdasarkan metode
trajektori kritis untuk memperbaiki
metode BCU Shadowing

Waktu Pemutusan Kritis


Menentukan nilai CUEP dari metode
trajektori kritis ditiap titik gangguan

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Exit Point dan Controlling UEP


Exit Point

Berdasarkan C.D. Hasio : exit point is a point from which a given fault-on trajectory exits the stability boundary of the
post-fault system
CUEP (Controlling Unstable Equillibrium Point)
Berdasarkan Ribbens Pavella : related that the CUEP to the machine (or group of machines) which first go out of
synchronism if the fault is sustained
Berdasarkan Fouad : associated that the CUEP with the mode of instability of machines

w(rad/s)

50

l (+)
Konstan
Stabil
Tidak Stabil

UEP

l(-)
d(rad)

: zero eigenvalues
: real eigenvalues is negative
: real eigenvalues is positive

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Klasifikasi Kestabilan
KESTABILAN
SISTEM TENAGA

KESTABILAN SUDUT
ROTOR

KESTABILAN SUDUT
ROTOR AKIBAT
GANGGUAN KECIL

KESTABILAN TEGANGAN

KESTABILAN FREKUENSI

KESTABILAN
TEGANGAN AKIBAT
GANGGUAN BESAR

KESTABILAN
TRANSIEN

JANGKA PENDEK

JANGKA LAMA

JANGKA LAMA

Sumber : IEEE/CIGRE Joint Task Force On


Stability Terms and Definiton

KESTABILAN
TEGANGAN AKIBAT
GANGGUAN KECIL

JANGKA PENDEK

JANGKA PENDEK

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Teori Penunjang

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Simulation Method
Mendapatkan CCT di
Simulation Method

Keunggulan :
Akurasi dalam menentukan CCT

Tentukan Range Waktu


Stabil Tidak Stabil

Diimplementasikan pada software


ETAP.

Integrasi Numerikal Di
Selesaikan Dengan Runge
Kutta 4th
CCT Antara Batas Range
Stabil Dan Range Tidak
Stabil

Kekurangan :
CCT dalam batas range stabil
tidak stabil.
Waktu simulasi tidak efisien.

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

BCU Shadowing
Keunggulan :
Mengatasi masalah dalam perhitungan exit
point pada metode BCU.
CCT dihasilkan secara langsung
Waktu simulasi yang efisien

Shadowing 1
0
Shadowing 2
1
Shadowing 3
2

Kekurangan :

Hanya dapat digunakan pada


model sistem tenaga yang terbatas
Pada beberapa kasus memiliki
kemungkinan gagal.

n-shadowing
3

( )

( )

Ilustrasi Metode BCU Shadowing

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Metode Yang Diusulkan

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

w (rad)/s

TrajektoriTrajektori
Kritis (Critical
KritisTrajectory)
Modifikasi Persamaan
Trapezoidal
Xo
4

1
3

SEP

Xm+1

Ilustrasi Metode Trajektori Kritis


(Critical Trajectory)

d (rad)

Selesaikan perumusan
minimalisasi yang
menggambarkan kondisi
kritis saat CUEP
(Controlling Unstable
Equillibrium Point)

Hitung energi kritis saat


CUEP
CCT (Critical Clearing
Time)

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Modifikasi Persamaan Trapezoidal


Persamaan dinamis sistem setelah gangguan :
x0

x0 ~ xm+1: Trajektori Kritis


x1

Persamaan trapezoidal konvensional :


1
+1

d=
= 2 +1 + +1

d
xk

Kemudian waktu t ditransformasi dalam domain jarak, sehingga :

+1
Setiap titik saling terhubung
dengan pers.trapezoida
SEP

xm
d
xm+1

2
+1 +

Hasil modifikasi pers.trapezoidal dalam domain jarak menjadi :

UEP

+1

+1
+1

d=0

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Power System Model

= ()

( )

=
Dimana :
Pmi
= daya input mekanis-i;
Pei
= daya elektris i-th
i
= kecepatan sudut rotor generator-i;
i
= sudut rotor generator-i;
Mi
= moment inertia generator-i;
Di
= konstanta damping-i;

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Perumusan Minimalisasi

0
+1
,,
, ,

=0

Dimana :
Pers. Trapezoidal
Sistem

:
:

+1

+1
+1

= 0, ,

x0

= ( )

x0 ~ xm+1: Trajektori Kritis


x1

d
xk

Setiap titik saling terhubung


dengan pers.trapezoida

Batasan Kondisi
Kondisi Awal
Kondisi Akhir

SEP

: = (
:

+1

xm
d
xm+1
UEP

Untuk menentukan nilai Exit Point dan CCT

= dimana

=0

Untuk mendapatkan nilai CUEP

10

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Simulasi dan Analisa

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Sistem 3 Generator 9 Bus


8
2

Generator
Bus

9
G

Generator
Bus

G2

G3

F
5

6
D

E
4

A
1

G1

Slack/
Swing

13

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Grafik Saat Gangguan


Gangguan di titik H
A
C

Saat terjadi gangguan, Pe turun akibat pembebanan yang hilang.


Putaran generator semakin cepat akibat beban yang ditanggung
sedikit. Energi kinetik generator tidak mampu dikonversi
sepenuhnya oleh beban, kondisi ini dikatakan tidak stabil.
8
16 200

200 200
120
Gen
Gen1 1 Gen 1
Gen
Gen2 2 Gen 2
Gen
Gen3 3 Gen 3

100

Gen
1 1
Gen
Gen 1
Gen
2 2
Gen
Gen 2
Gen
3 3
Gen
Gen 3

14

6
150 150
80

12 150

10

delta(derajat)
delta(derajat)
delta(derajat)

omega(rad/s)
omega(rad/s)
delta(derajat)

60
100 100

8 100

40

6 2

20

50 50

50

0
2

-20
0

-40

-50 -50
-60
00 0

-2

-2

0.05 0.05 0.05

0.1

0.1

0.10.15

0.15
0.15 0.2

0.2
0.25 0.2

t(second)
t(second)
t(second)

0.30.25

0.25 0.35

0.3

0.30.4

0.35
0.35 0.45

0.40.5

0.4

-4 -4-50
0 00

0.05
0.05 0.05

0.1 0.1 0.1

0.15

0.150.15 0.2

0.25
0.20.2

t(second)
t(second)
t(second)

0.3
0.25
0.25

0.35 0.3
0.3

0.4

0.35
0.35

0.45

0.4 0.5
0.4

14

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Nilai Controlling UEP


Trajektori
Trajektorikritis
kritisuntuk
untukgangguan
gangguandidititik
titikHC
A

12 6
12

10
10

exit point
exitexit
point
point

88

delta 22 [rad]
[rad]
delta
delta 2 [rad]

66

44

2
2
2

CUEP

1
0
0

-2 0
-20 0.2
0

CUEP

CUEP
0.4

0.5
0.5

0.6

0.8 1

1.5 1.2
1.5

delta
1 [rad]
delta
1 [rad]
delta 1 [rad]

1.4

1.6

1.82.5

2.5

3 2.2
3

15

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Hasil Perbandingan CCT

50

Konvergensi : <
Max error = 5,2 %

Fouad dan Anderson 3 Generator 9 Bus

16

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Sistem 6 Generator 30 Bus


25

23

14

24

15

18

19

16

Generator
Bus

20

21

22

27

28

17

G5
G6
12
13

Swing
Bus

26

10

11

30

29

Generator
Bus

G1

1
A

B
G

Generator
Bus

C
2

G4

Generator
Bus

F
D

G2

Generator
Bus

G3

17

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Grafik Saat Gangguan


Gangguan di titik JE
A

Saat terjadi gangguan, Pe turun akibat pembebanan yang hilang.


Putaran generator semakin cepat akibat beban yang ditanggung
sedikit. Energi kinetik generator tidak mampu dikonversi
sepenuhnya oleh beban, kondisi ini dikatakan tidak stabil.

80
180
150

63

GenGen
1Gen1 1
GenGen
2Gen2 2
GenGen
3Gen3 3
GenGen
4Gen4 4
GenGen
5Gen5 5
GenGen
6Gen6 6

60
160

40 100
140

52
4

-4060

-6040

omega(rad/s)

omega(rad/s)

delta(derajat)
delta(derajat)
delta(derajat)

20
120

-2080

Gen1 1Gen 1
Gen
Gen2 2Gen 2
Gen
Gen3 3Gen 3
Gen
Gen4 4Gen 4
Gen
Gen5 5Gen 5
Gen
Gen6 6Gen 6
Gen

1
4

0 50
100

-1

-2

1
-3

-1

-2

-8020 -50
0
-4

-3

-1000

-20-100
-120
00 0

0.2
0.2
0.1

0.2

0.4
0.4

0.3

0.6
0.6

0.4

0.8
0.8
0.5

t(second)
t(second)

0.6 1 1

0.7

1.2
1.2

0.8

1.41.40.9

-5
-1
00

-4

0.2
0.1
0.2

0.2 0.4
0.4

0.3

0.6
0.6

0.4

0.8
0.8 0.5

0.611

0.7

1.2
1.2

0.8

1.4
1.4 0.9

t(second)
t(second)
t(second)

18

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Nilai Controlling UEP


Trajektori
kritis
untuk
gangguan
didititik
HE
Trajektori
kritis
untuk
gangguan
titik
Trajektori kritis untuk gangguan di titik A

4.55
2.5

exit point
exit point

4.5
4

exit point

4
3.5

delta
delta22
2[rad]
[rad]
delta
[rad]

3.5
3
1.5
3
2.5

2.5
1
2

1.5
0.5
1.5
1
1

CUEP

0.5
0.5

CUEP
00
-0.5-0.2
-0.5
0

0.20

0.2

0.4
0.5
0.4

0.6 0.61

0.8

0.81.5 1

delta
[rad]
[rad]
delta111[rad]
delta

1.21 2

1.4

1.22.5

1.6

1.83
1.4

19

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Hasil Perbandingan CCT

50

Konvergensi : <
Max error = 4,46 %

IEEE 6 Generator 30 Bus

20

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Kesimpulan

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Kesimpulan
8
2

9
G

C
G3

F
5

Nilai CCT yang paling kecil 0,2100 detik

6
E

50

50

G2

Metode yang diusulkan bisa diaplikasikan ke


dalam metode BCU, dibuktikan dengan metode
yang diusulkan mampu untuk menentukan nilai
CUEP disemua titik gangguan

Error maksimal diperoleh 5,2 %

A
1

G1

Fouad dan Anderson 3 Generator 9 Bus

21

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Kesimpulan
25

23

14

26

24

15

18

19

16

20

21

22

27

Metode yang diusulkan bisa diaplikasikan ke


dalam metode BCU, dibuktikan dengan metode
yang diusulkan mampu untuk menentukan nilai
CUEP disemua titik gangguan

28

17

G5
G6
12
13

10

11

30

Nilai CCT yang paling kecil 0,7350 detik

29

G1

1
A

50

50

Error maksimal diperoleh 4,46 %


H

B
G
C
2

G4

F
D

G2

G3

IEEE 6 Generator 30 Bus

21

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Lampiran

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Gen.Sinkron
Sudut rotor

50

Rotor diberi kumparan yang dialiri arus dc (medan


magnet) dan diputar oleh penggerak utama (prime mover
/ motor cranking) kemudian medan rotor (Nr) akan
memotong kumparan utama di stator (Ns) sehingga
timbul tegangan induksi pada kumparan stator yang
gelombang tegangannya berbentuk sinusoidal.

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Data Sistem
Fouad dan Anderson 3 Generator 9 Bus
Bus
dituju

No. Bus P Generator (MW)

Half Line Charging


Susceptance (p.u)

0,0000

0,0576

0,0000

0,0000

0,0625

0,0000

0,0000

0,0586

0,0000

0,0100

0,0850

0,0880

0,0170

0,0920

0,0790

0,0320

0,1610

0,1530

0,0390

0,1700

0,1790

0,0085

0,0720

0,0745

0,0119

0,1008

0,1045

50

No.

Bus
asal

Q Generator
(MVAR)

P Beban (MW)

Q Beban
(MVAR)

0,00

0,00

0,00

0,00

163,00

0,00

0,00

0,00

85,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

125,00

50,00

0,00

0,00

90,00

30,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

100,00

35,00

0,00

0,00

0,00

0,00

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Data Sistem
IEEE 6 Generator 30 Bus
Bus asal

Bus dituju

Half Line Charging


Susceptance (p.u)

No. Bus

P Generator (MW)

Q Generator (MVAR)

P Beban (MW)

Q Beban (MVAR)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41

1
1
2
3
2
2
4
5
6
6
6
6
9
4
12
12
12
12
14
16
15
18
19
10
10
10
10
21
15
22
23
24
25
25
27
27
27
29
8
6
9

2
3
4
4
5
6
6
7
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
15
17
18
19
20
20
17
21
22
22
23
24
24
25
26
27
28
29
30
30
28
28
10

0,0192
0,0452
0,0570
0,0132
0,0472
0,0581
0,0119
0,0460
0,0267
0,0120
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,1231
0,0662
0,0945
0,2210
0,0824
0,1070
0,0639
0,0340
0,0936
0,0324
0,0348
0,0727
0,0116
0,1000
0,1150
0,1320
0,1885
0,2544
0,1093
0,0000
0,2198
0,3202
0,2399
0,0636
0,0169
0,0000

0,0575
0,1852
0,1737
0,0379
0,1983
0,1763
0,0414
0,1160
0,0820
0,0420
0,2080
0,5560
0,2080
0,2560
0,1400
0,2559
0,1304
0,1987
0,1997
0,1923
0,2185
0,1292
0,0680
0,2090
0,0845
0,0749
0,1499
0,0236
0,2020
0,1790
0,2700
0,3292
0,3800
0,2087
0,3960
0,4153
0,6027
0,4533
0,2000
0,0599
0,1100

0,0264
0,0204
0,0184
0,0042
0,0209
0,0187
0,0045
0,0102
0,0085
0,0045
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0214
0,0065
0,0000

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29

0,00
50,00
0,00
0,00
105,00
0,00
0,00
50,00
0,00
0,00
20,00
0,00
20,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

0,00
21,70
2,40
7,60
94,20
0,00
22,80
30,00
0,00
5,80
0,00
11,20
0,00
6,20
8,20
3,50
9,00
3,20
9,50
2,20
17,50
0,00
3,20
8,70
0,00
3,50
0,00
0,00
2,40

0,00
12,70
1,20
1,60
19,00
0,00
10,90
30,00
0,00
2,00
0,00
7,50
0,00
1,60
2,50
1,80
5,80
0,90
3,40
0,70
11,20
0,00
1,60
6,70
0,00
2,30
0,00
0,00
0,90

30

0,00

0,00

10,60

1,90

50

No.

Seminar Tugas Akhir 112


Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro
FTI - ITS

Batas Sudut Rotor Generator

P
(pu)

Pe

50

Pm

SEP

UEP

d (rad)