Anda di halaman 1dari 196

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN

BLENDED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR


MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS 8 DI SMPN 37
JAKARTA
Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Disusun oleh :
SITI ALFI SYAHRIN
NIM: 1111015000050

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2015

ABSTRAK
Siti Alfi Syahrin (1111015000050), Pengaruh Model Pembelajaran Blended
Learning Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Siswa Di SMPN 37
Jakarta. Skripsi, Program Studi Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan
Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah Jakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran
blended learning terhadap hasil belajar IPS di SMPN 37 Jakarta. Metode
penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan sampel sebanyak 66
orang yang terbagi menjadi dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kontrol.
Intrumen yang digunakan adalah tes berbentuk pilihan ganda dan lembar
observasi guru. Sebelum instrument tes digunakan, instrument ini telah diuji
validitas dan reabilitas soal. Melalui validitas 50 soal, diambil 37 soal yang valid
namun hanya 30 soal yang digunakan sebagai bahan tes karena untuk
memudahkan dalam perhitungan dan soal tersebut sudah mewakili setiap
indikator. Hasil dari tes tersebut dilakukan uji statistik menggunakan uji t
berdasarkan perhitungan diperoleh nilai thitung sebesar 2,171 dan ttabel sebesar 2,036
sehingga thitung >ttabel ini berarti Ho ditolak pada taraf signifikan = 0,05. Maka
dapat disimpulkan bahwa Ha yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara
model pembelajaran blended learning terhadap hasil belajar IPS. Hal ini
menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa.
Kata Kunci : Model pembelajaran; blended learning; hasil belajar; IPS

ABSTRACT
Siti Alfi Syahrin (1111015000050), The Influence Of Blended Learning Model
On Students Of Social Studies Achievement At 37 Junior High School Jakarta.
Thesis, Economic Education Studies Program, Departement Of Social Studies
Education, Faculty Of Tarbiyah And Teaching Sciences.
The porpuse of this research is to know the influence of blended learning model
to social studies achievement at 37 Junior High School Jakarta. The methods of
research uses quasi experiments, samples taken as many as 66 students and
divided into two classes, namely experiment class and control class. Research
instrument which is used are test and teacher abservation sheet. Before instrument
are used, the instrument has in validity tst of 50 question test, as many as 37 valid
questions but only 30 questions were used as the test material because to ease in
calculation and the questions has been representing each indicator. The result of
test were conducted using a statistica t-test base on calculating tcount of 2,171 and
2,036 ttabel so tcount > ttabel it means Ho is rejected at the level of significance =
0,05. It can be concluded that Ha stating that there is influence on blended
learning model on students of social studies achievement.
Keywords : learning models; blended learning; learning achievement; social
studies

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dan
ridho-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad
SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya.
Skripsi ini disusun sebagai upaya untuk mendapatkan gelar sarjana
pendidikan. Skripsi ini tidak akan selesai tepat pada waktunya tanpa adanya
bantuan dari pihak lain yang telah memberikan dorongan, baik secara moril
maupun materil. Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1.

Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2.

Bapak Dr. Iwan Purwanto, M.Pd., Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu


Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.

3.

Bapak Dr. Iwan Purwanto, M.Pd, dosen pembimbing yang senantiasa


memberikan waktu, tenaga dan pikiran serta motivasi kepada penulis baik
dalam penelitian maupun menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya.

4.

Ibu Neng Sri Nuraeni, M.Pd, selaku dosen pembimbing Praktik Profesi
Keguruan Terpadu yang telah banyak memberikan motivasi kepada penulis.

5.

Bapak Drs. Rusdi, M.Pd, Kepala Sekolah SMP Negeri 37 Jakarta tempat
penulis melakukan penelitian skripsi.

6.

Bapak Mukhlis dan Ibu Munawaroh selaku kedua orangtua penulis yang
selalu memberikan doa, motivasi, dan semangat kepada penulis untuk
menyelesaikan penelitian ini serta M. Hafiz Abdu, Nurul Amalia, Intan
Wulan Asri, Ilham Hudori, Syifa, Diva dan Kanaya yang selalu memberikan
semangat dalam menyeselaikan skripsi serta menjadi pelipur lara penulis di
rumah.

7.

Kepada Ahmad Novel yang telah memberikan semangat, motivasi dan doa
kepada penulis.
i

8.

Untuk sahabat-sahabat penulis Yusnia Pratiwi, Satria Mandala, Tuti Anisa,


Annisa Fitria, Ika Nurjanah, Fuzi Noviyanti, AH. Asif Putra, Sigit
Rahmadinur, Aprian Syarif, Silvia Arafah, Dody Frans, Amelia Susanti, Tina
Novasari, Ulfa Rahmatania, Endah Sri Rahayu Dan Regiani Yunistika yang
telah memberikan motivasi, semangat dan tempat berbagi cerita suka dan
duka selama proses penulisan skripsi.

9.

Rekan-rekan mahasiswa/i Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial


Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
angkatan 2011 khususnya prodi ekonomi.

10. Siswa-siswi SMP Negeri 37 Jakarta kelas VIII.C, VIII.D, dan VIII.E yang
senantiasa memberikan dukungan dan kerjasama yang baik.
11. Dan semua pihak yang terlibat dalam penulisan skripsi ini.

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih
jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran
yang dapat menambah kesempurnaan dari skripsi ini dan sebagai pelajaran bagi
penulis dalam pembuatan karya tulis yang berikutnya. Semoga skripsi ini dapat
memberikan manfaat kelak. Aamiin.

Jakarta, Agustus 2015

Penulis

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
ABSTRAK

Halaman

ABSTRACT
KATA PENGANTAR .................................................................................................................. i
DAFTAR ISI .............................................................................................................................. iii
DAFTAR TABEL ....................................................................................................................... v
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................................................. vi
DAFTAR GAMBAR .................................................................................................................. vii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................................................. 1
B. Identifikasi Masalah ..................................................................................................... 7
C. Batasan Masalah............................................................................................................ 7
D. Rumusan Masalah ......................................................................................................... 7
E. Tujuan Penelitian .......................................................................................................... 7
F. Kegunaan Penelitian ..................................................................................................... 8

BAB II LANDASAN TEORITIS DAN HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN


A. Hakikat Belajar.............................................................................................................. 9
B. Model Pembelajaran ................................................................................................... 14
C. Kajian Tentang IPS ..................................................................................................... 17
D. Kajian Blended Learning ........................................................................................... 21
E. Kajian Tentang Edmodo ............................................................................................. 27
F. Langkah-langkah Pelaksanaan Blended Learning ...................................................... 36
G. Kajian Tentang Hasil Belajar ...................................................................................... 36
H. Hasil Penelitian Yang Relevan ................................................................................... 40
I. Kerangka Berpikir ...................................................................................................... 42
J. Hipotesis Penelitian .................................................................................................... 43
iii

BAB III METODELOGI PENELITIAN


A. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................................... 43
B. Metode Penelitian Dan Desain Penelitian .................................................................. 43
C. Populasi Dan Sampel Penelitian ................................................................................. 45
D. Teknik Pengambilan Sampel ...................................................................................... 46
E. Prosedur Penelitian...................................................................................................... 46
F. Instrumen Penelitian.................................................................................................... 48
G. Variabel Penelitain ...................................................................................................... 51
H. Teknik Analisis Data ................................................................................................... 52
I. Uji Coba Instrumen Penelitian Tes Hasil Belajar ...................................................... 53
J. Teknik Analisis Data ................................................................................................... 59
K. Hipotesis Statistik ....................................................................................................... 62

BAB IV HASIL PENELITIAN


A. Profil Sekolah .............................................................................................................. 63
B. Hasil Penelitian ........................................................................................................... 76
C. Pembahasan ................................................................................................................. 83

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan ................................................................................................................. 87
B. Saran ............................................................................................................................ 88

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................. 89

iv

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Nonequivalent Control Group Desain ............................................................. 45


Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Penelitian Hasil Belajar Siswa .......................................... 50
Tabel 3.3 Teknik Pengumpulan Data ................................................................................ 52
Tabel 3.4 Interpretasi Validitas ......................................................................................... 55
Tabel 3.5 Interpretasi Reliabilitas .................................................................................... 56
Tabel 3.6 Klasifikasi Indeks Kesukaran Soal ................................................................... 57
Tabel 3.7 Klasifikasi Daya Pembeda ................................................................................ 58
Tabel 4.1 Tabel Keadaa Guru di SMP Negeri 37 Jakarta ................................................. 65
Tabel 4.2 Daftar Nama Guru SMP Negeri 37 Jakarta ..................................................... 66
Tabel 4.3 Rincian data siswa per kelas di SMPN 37 Jakarta Tahun 2014/2015 ............... 69
Tabel 4.4 Keadaan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 37 Jakarta ................................... 70
Tabel 4.5 Prestasi Akademik dan Non-Akademik ............................................................ 73
Tabel 4.6 Pembagian Tugas Ekstrakulikuler .................................................................... 73
Tabel 4. 7Rekapitulasi Data Hasil Pretest-Posttest Kelompok Eksperimen dan
Kontrol .............................................................................................................. 77
Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas Data Pretest-Posttest Kelompok Eksperimen dan
Kontrol ............................................................................................................. 79
Tabel 4.9 Hasil Uji Homogenitas Data Pretest-Posttest ................................................... 80
Tabel 4.10 Hasil Uji Hipotesis .......................................................................................... 81
Tabel 4.11 Uji Kesamaan Dua Rata-rata Gain .................................................................. 82

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Silabus
Lampiran 2 RPP Kelas Kontrol
Lampiran 3 RPP Kelas Eksperimen
Lampiran 4 Nilai Semester Ganjil
Lampiran 5 Kisi-kisi Soal
Lampiran 6 Soal Uji Coba
Lampiran 7 Nilai Hasil Pretest Dan Posttest
Lampiran 8 Hasil Uji Validitas
Lampiran 9 Hasil Uji Reliabilitas
Lampiran 10 Hasil Uji Daya Beda
Lampiran 11 Perhitungan Pemusatan Dan Penyebaran Data
Kelas Kontrol Dan Eksperimen
Lampiran 12 Hasil Perhitungan Normalitas
Lampiran 13 Hasil Perhitungan Homogenitas
Lampiran 14 Hasil Perhitungan Uji Hipotesis
Lampiran 15 Hasil Perhitungan N-gain
Lampiran 16 Hasil Observasi
Lampiran 17 Foto Kegiatan Pembelajaran Blended Learning

vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Tampilan Awal Edmodo ............................................................................... 28


Gambar 2.2 Taampilan Edmodo Untuk Guru ................................................................... 32
Gambar 2.3 Tampilan Registrasi Edmodo ........................................................................ 32
Gambar 2.4 Menu Tab Teacher ........................................................................................ 33
Gambar 2.5 Pengisian Identitas Akun ............................................................................... 33
Gambar 2.6 Menu Aktivasi Akun ..................................................................................... 33
Gambar 2.7 Halaman Regustrasi Akun ............................................................................. 34
Gambar 2.8 Form Akun Siswa .......................................................................................... 34
Gambar 2.9 Menu Quiz .................................................................................................... 35
Gambar 2.10 Halaman Creat Quiz ................................................................................... 35
Gambar 2.11 Kerangka Berpikiir ..................................................................................... 42
Gambar 3.1 Langkah-langkah proses penelitian .............................................................. 48
Gambar 4.1 Histrogram Data Hasil Pretes Kelas Eksperimen Dan Kontrol .................... 78
Gambar 4.2 Histrogram Data Hasil Posttes Kelas Eksperimen Dan Kontrol ................... 78

vii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin
menuntut perkembangan sumber daya manusia agar mampu mengikuti
persaingan yang semakin kompetitif di era globalisasi saat ini. Tidak
dipungkiri lagi, bahwa pendidikan menjadi salah satu sarana strategis dalam
mengembangkan sumber daya manusia, termasuk juga sumber daya manusia
Indonesia yang nantinya mampu mendorong kemajuan pembangunan
nasional.
Tujuan dan fungsi pendidikan tertuang dalam Pasal 3 Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, yakni:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang dekmokratis serta
bertanggung jawab.1
Apabila fungsi pendidikan di atas dapat terwujud, maka outcome dari
pendidikan tersebut dipastikan dapat memiliki daya juang dan daya saing yang
tinggi serta memiliki kemampuan yang diperlukan pada era globalisasi saat
ini.
Tidak hanya itu, outcome dari pendidikan juga dapat dijadikan sebagai
suatu tolok ukur yang tinggi pada peradaban suatu bangsa karena dari sistem
dan proses pendidikanlah maju mundurnya suatu bangsa dapat dinilai. Dengan
kata lain, pendidikan merupakan salah satu investasi untuk meletakkan dasar
bagi kejayaan bangsa pada masa depan.

Undang-Undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal

3, h.3

Sejalan dengan hal tersebut, sekolah sebagai lembaga pelaksana


pendidikan formal, merupakan salah satu ujung tombak dalam pencapaian
tujuan pendidikan. Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah salah satu
lembaga pendidikan formal yang bertanggung jawab dalam mengembangkan
sumber daya manusia dan termasuk jenjang wajib belajar di Indonesia. Sesuai
dengan yang ada dalam Pasal 17 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan
dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk
lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah
tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain yang sederajat..2
Tujuan penyelenggaraan pendidikan SMP sesuai dengan yang tertulis
dalam kurikulum SMP yang dikeluarkan oleh Depdiknas (sekarang
Kemdikbud), yaitu meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian,
akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut3.
Melalui usaha sinergis yang terintegrasi dalam teoritis dan praktis,
setiap lulusan SMP diharapkan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang
yang lebih tinggi, memiliki keterampilan untuk hidup dan memiliki
kepribadian sesuai dengan tujuan pendidikan dasar Indonesia.
Mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS), merupakan salah satu
mata pelajaran yang terdapat di SMP. Mata pelajaran ini merupakan mata
pelajaran yang mengintegrasikan keseluruhan mata pelajaran dari disiplin
ilmu sosial seperti : ekonomi, sosiologi, geografi, politik, hukum dan sejarah.
Pelajaran Ilmu pengetahuan sosial berdasarkan realitas dan fenomena yang
terjadi masyarakat yang dikemas menjadi satu mata pelajaran melalui
pendekatan interdisipliner.
Penyampaian materi ajar IPS sangat berkaitan dengan teknologi,
karena guru dapat memberikan contoh secara faktual kepada peserta didik.
Selain itu, guru juga dapat memberikan tugas melalui teknologi sebagai
2
3

Ibid., h.6
Lampiran peraturan mentri pendidikan nasional nomer 23 tahun 2006 tanggal 23 Mei 2006 h. 342

medianya. Sehingga memudahkan peserta didik untuk memahami materi ajar


sebab IPS merupakan mata pelajaran penting yang mengajarkan kepada
peserta didik tentang cara hidup berinteraksi, berkomunikasi, berhubungan
dengan sekitar dan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Melalui
mata pelajaran IPS, peserta didik SMP diharapkan dapat memiliki sikap
perduli terhadap keadaan sekitar, mampu bertindak secara rasional dan
bertanggungjawab terhadap masalah sosial yang dihadapinya.
Bagi sebagian peserta didik, mata pelajaran IPS dirasa sangat
menyulitkan dan membosankan terutama dalam menghafal materi, IPS
memang erat kaitannya dengan materi hafalan. Dalam pengamatan penulis di
SMP Negeri 37 Jakarta selama proses kegiatan belajar banyak peserta didik
yang bosan karena guru tidak melibatkan peserta didik selama kegiatan
belajar, banyak peserta didik yang berbicara dengan teman sebangku sehingga
suasana kelas tidak kondusif, peserta didik menundukan kepala ke meja dan
kehilangan konsentrasi hal tersebut terjadi karena guru hanya menggunakan
ceramah sebagai model pembelajaran dan meringkas materi sebagai
penugasan. Minimnya penggunaan media pembelajaran membuat peserta
didik menjadi tidak antusias dalam belajar, tidak heran jika banyak peserta
didik yang mengatakan bahwa IPS adalah mata pelajaran yang membosankan
dan menjenuhkan karena tugas yang diberikan guru terlalu banyak dan kurang
efektif. Kurangnya keahlian guru dalam menggunakan media pembelajaran
yang berbasis teknologi menjadi penghambat proses pembelajaran, guru
seolah hanya menyampaikan materi tanpa memperhatikan peserta didik
menerima atau tidak materi yang diajarkan. Sesuai dengan data dari perolehan
nilai mata pelajaran IPS peserta didik SMPN 37 Jakarta pada semester I
terdapat 55 peserta didik dari 163 jumlah keseluruhan yang mendapatkan nilai
dibawah KKM. (lampiran 4 nilai kelas VIII E-I)
Berdasarkan hasil wawancara informal yang dilakukan oleh peneliti
dengan beberapa peserta didik di SMPN 37 Jakarta mengenai kesulitan utama
dalam mempelajari IPS, sebagian besar peserta didik berpendapat bahwa
kesulitan utamanya adalah pada pemahaman istilah dalam IPS yang begitu

banyak meteri yang harus dihafal, pada umumnya peserta didik malas untuk
membaca dan juga minimnya ketersediaan buku materi sehingga banyak dari
peserta didik harus bergantian menggunakan buku dengan teman sebangku
serta cara penyampaian guru dalam setiap materi. Pendapat ini juga
dibenarkan oleh guru IPS di sekolah tersebut, Siti Fatimah, S.Pd., yang
berpendapat bahwa peserta didik sangat sulit untuk memahami mata pelajaran
IPS terutama materi sejarah, keterbatasan guru dalam menggunakan teknologi
sehingga kegiatan pembelajaran masih bersifat konvensional. Menurut
observasi peneliti, untuk pemahaman konsep teori, peserta didikhanya
mengandalkan modul pelajaran yang disediakan sekolah. Sementara itu, dalam
pelaksanaan peserta didik tidak dilibatkan selama proses kegiatan belajar.
Perolehan nilai dan hasil observasi yang telah dipaparkan sebelumnya,
menjadi bukti nyata bahwa penguasaan materi dan ulangan harian merupakan
hal yang cukup sulit bagi sebagian peserta didik. Menurut Mulyasa, faktor
yang menyebabkan rendahnya kualitas pembelajaran di antaranya adalah
belum dimanfaatkannya sumber belajar secara maksimal, baik oleh guru
maupun siswa.4 Sumber belajar yang digunakan harus dapat memberikan
rangsangan untuk belajar atau mempercepat pemahaman dan penguasaan
bidang ilmu yang dipelajari sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi
tertentu.
Standar Kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah
mempelajari IPS adalah mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan
kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki
kehidupan bermasyarakat yang dinamis.5 Untuk mencapai kompetensi dalam
pembelajaran IPS, tidak cukup bagi peserta didik jika hanya mengandalkan
pembelajaran di sekolah. Peserta didik juga harus belajar dan berlatih di
rumah dan tetap terkoneksi dengan guru meskipun tidak melakukan tatap
muka.

Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik, dan Implementasi, (Bandung:


Remaja Rosdakarya, 2005), h. 47.
5
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor.24 Tahun 2006 h. 582

Pembelajaran tidak tatap muka merupakan salah satu alternatif yang


dapat digunakan guru untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda
kepada peserta didik. Salah satu cara yang dapat dilakukan seorang guru
adalah memanfaatkan perkembangan zaman yang dikenal dengan Information,
Comunication and Technologi (ICT). Perkembangan ICT menjadi salah satu
media dalam proses pembelajaran yang dapat dipilih guru untuk membuat
pembelajaran lebih terasa menarik. Dengan perkembangan ICT muncul
banyak definisi tentang pembelajaran yang menggunakan internet sebagai
medianya seperti, online learning, distance learning, web-base learning, elearning, Pembelajaran Bauran (blended learning).
Dengan menggunakan ICT sebagai media pembelajaran akan merubah
pola pembelajaran dari konvensional menjadi modern. Guru dapat
berkomunikasi tanpa harus bertatap muka, dengan memanfatkan teknologi
kegiatan belajar akan semakin mudah pembelajaran lebih menarik bagi para
peserta didik sehingga memunculkan semangat dan motivasi peserta didik
untuk belajar. Dengan kecangihan internet muncul pembelajaran bauran atau
yang

lebih

dikenal

dengan

blended

learning.

Pembelajaran

ini

mengkombinasikan antara tatap muka dan jarak jauh. Penulis menggunakan


edmodo, email dan blog sebagai aplikasi pembelajaran jarak jauh.
Hasil penelitian tentang model pembelajaran sudah banyak dilakukan
oleh para penulis salah satu model pembelajaran yang menggunakan model
pembelajaran blended learning dan internet sebagai medianya juga telah
dibahas, baik dalam penulisan skripsi, jurnal ataupun buku termasuk penelitan
tentang metode pembelajaran untuk pembelajaran IPS yang menggunakan
berbagai metode. Penelitian tersebut menjelaskan tentang keberhasilan
pembelajaran dengan berbasis online dapat merubah hasil belajar peserta didik
dengan melalukan penelitian kelas eksperimen salah satunya jurnal yang
ditulis oleh Hasan AKBAYIN (2012) The research results revealed that
the blended learning model contributed more to the students biology
achievement than traditional teaching methods did and that the students

attitudes towards the Internet developed statistically significantly.6 Dari


penelitian tersebut menjelaskan bahwa blended learning memberikan
kontribusinya untuk peserta didik baik segi prestasinya dibandingkan metode
tradisional.
Senada dengan penelitian di atas, penelitian yang dilakukan oleh
Izzudin Syarif Terdapat perbedaan prestasi belajar secara signifikan
antara kelas yang menggunakan model face to face learning dengan kelas
yang menggunakan model blended learning.7
Dari penjabaran di atas, maka media pembelajaran e-learning dalam
dunia pendidikan memberikan efek yang nyata sehingga bahan kajian dalam
penelitian yang akan dilakukan terhadap pemanfaatan model pembelajaran
blended learning dengan pendekatan e-learning untuk tingkat Sekolah
Menengah Pertama (SMP) sebagai objeknya serta untuk melihat sejauh mana
pengaruh model pembelajaran blended learning terhadap hasil belajar peserta
didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMPN 37 Jakarta.
SMPN 37 Jakarta adalah sekolah negeri yang memiliki sarana
pembelajaran berbasis teknologi dan mampu menunjang model pembelajaran
blended learning. Seluruh ruang kelas dilengkapi dengan proyektor sebagai
media pembelajaran dan fasilitas internet yang dapat diakses peserta didik
selama berada di gedung sekolah, namun tidak semua guru memanfaatkan
media tersebut untuk kegiatan pembelajaran termasuk guru IPS. Oleh karena
itu, peneliti memilih SMPN 37 Jakarta sebagai objek penelitian untuk melihat
pengaruh model pembalajaran blended learning terhadap hasil belajar peserta
didik. Peserta didik dapat melakukan kegiatan belajar kapan saja dan dimana
saja, sehingga peserta didik tidak hanya mampu mencapai KKM sebesar 75,

Hasan AKBAYIN, The Effect Of Blended Learning Model On High School Student;s Biology
Achievment And On Their Attitudes Towards The Internet, The Turkish Online Journal of Educationa
Technology, volume 11, 2012, h.235
7

Izzudin Syarif, Pengaruh Model Blended Learning Terhadap Motivasi Dan Prestasi Belajar Siswa
SMK, Jurnal Pendidikan Vokasi, volume 2, nomor 2, 2012, h. 247

tetapi juga dapat mencapai standar kompetensi yang menunjukkan kinerja


yang baik dalam mata pelajaran IPS.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas maka dapat
didentifikasi permasalahan yang akan diteliti yaitu :
1. Hasil belajar pada mata pelajaran IPS masih rendah.
2. Kurangnya pemanfaatan teknologi dalam penyampaian materi yang
digunakan guru.
3. Kegiatan pembelajaran masih bersifat konvensional.

C. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah, maka
masalah ini dibatasi pada masalah Pengaruh Model Pembelajaran Blended
Learning Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Kelas 8 Di SMPN 37
Jakarta Blended Learning yang dimaksud adalah kegiatan belajar yang
memadukan face to face dengan e-learning yang dilakukan peserta didik baik
di rumah maupun di sekolah. Dengan pemberian tugas maupun pemberian
materi ajar.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang telah diungkapkan, penelitian ini
dirumuskan untuk mengetahui Bagaimana pengaruh model blended learning
terhadap hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan
Sosial di SMPN 37 Jakarta?

E. Tujuan Penelitian
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi
yang jelas mengenai pengaruh model blended learning untuk meningkatkan
hasil belajar peserta didik dan peranannya dalam proses pembelajaran
khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.

F. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Secara teoritis, peserta didik dapatkan pengalaman dalam kegiatan
pembelajaran melalui model blended learning serta menimbulkan
semangat dalam kegiatan belajar mengajar. Serta dijadikan referensi bagi
guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang inovatif.
2.

Manfaat Praktis
Secara

praktis,

penelitian

ini

diharapkan

dapat

menjadi

pembahasan dalam mengembangkan model blended learning yang dapat


diterapkan untuk menganalisis permasalahan dalam kegiatan pembelajaran
guna meningkatkan hasil belajar peserta didik

BAB II
LANDASAN TEORITIS DAN HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN

A. Hakikat Belajar
1. Pengertian Belajar
Menurut Gagne, Belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses di
mana suatu organisasi berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman yang
telah dialami.1
Menurut Gagne dan Berliner, belajar adalah suatu proses perubahan
tingkah laku yang muncul karena pengalaman. Sedangkan Hilgard menegaskan
bahwa belajar dapat dirumuskan sebagai perubahan perilaku yang relative
permanen, yang terjadi karena pengalaman.2
Witherington menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan dalam
kepribadian, perubahan itu dimanifestasikan sebagai respons yang baru yang
berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan individu
tersebut. Sependapat dengan Witherington. Crow menyatakan bahwa Belajar
didapatkan dengan kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru.3
Kemudian, Cronbach menyatakan bahwa Belajar adalah ditunjukan
dengan perubahan sikap sebagai hasil dari pengalaman. Senada dengan
Cronbach, McGeoh berpendapat bahwa Belajar adalah perubahan dalam
tingkah laku sebagai hasil dari praktek si pelajar.4
Sedangkan menurut Walker, belajar adalah suatu perubahan dalam
pelaksanaan tugas yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman dan tidak ada
sangkut pautnya dengan kematangan rohaniah, kelelahan, motivasi, perubahan
dalam situasi stimulus atau faktor-faktor samar-samar lainnya yang tidak
berhubungan langsung dengan kegiatan belajar dalam situasi stimulus atau

Ratna Wilis Dahar, Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Erlangga, 2011), h.

2.
2

Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: PT


Remaja Rosdakarya, 2007), Cet. 4, h. 156.
3
Ibid., h. 155.
4
Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: PT RajaGrafindo, 2008), edisi v, h.
231.

10

faktor-faktor samar-samar lainnya yang tidak berhubungan langsung dengan


kegiatan belajar.
Menurut Winkel, Belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis yang
berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan
perubahan-perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, keterampilan, dan nilaisikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstan dan berbekas.5
Lebih lanjut, Degeng menyatakan bahwa Belajar merupakan pengaitan
pengetahuan baru pada struktur kognitif yang sudah dimiliki si pelajar.
Maksudnya adalah peserta didik dalam proses belajar akan menghubunghubungkan pengetahuan yang telah dimilikinya kemudian menghubungkan
pengetahuan baru.6
Sesuai dengan pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa belajar
adalah suatu perubahan tingkah laku yang dihasilkan karena sebuah
pengalaman yang telah dialami oleh peserta didik sehingga menghasilkan
perubahan di mana perubahan itu bersifat konstan.
2. Prinsip-Prinsip Belajar
Prinsip belajar yang pertama adalah berupa perubahan perilaku,
perubahan perilaku sebagai hasil belajar memiliki ciri-ciri 7:
a. Sebagai hasil tindakan rasional instrumental yaitu perubahan yang
disadari.
b. Kontinu atau berkesinambungan dengan perilaku lainnya.
c. Fungsional atau bermanfaat sebagai bekal hidup.
d. Positif atau berakumulasi.
e. Aktif atau sebagai usaha yang direncanakan dan dilakukan.
f. Permanen atau tetap
g. Bertujuan dan terarah.
h. Mencakup keseluruhan potensi kemanusiaan.
5

Yatim Riyanto, Paradigma Baru Pembelajaran, (Jakarta: Prenada Media, 2009), Cet.

1, h. 5.
6

Ibid.
Surantini, Peningkatan Prestasi Belajar Kognitif IPS Melalui Pembelajaran Kooperatif
Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Pada Siswa Kelas IV SDN Nanggulang Sleman, Sripsi :
Universitas Negeri Yogyakarta, Fakultas Ilmu Pendidikan, Yogyakarta, 2012, h. 14
7

11

Kedua, belajar merupakan proses. Belajar terjadi karena didorong


kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Belajar adalah proses sistematik yang
dinamis, konstruktif, dan organik. Belajar merupakan kesatuan fungsional dari
berbagai komponen belajar.
Ketiga, belajar merupakan bentuk pengalaman. Pengalaman pada
dasarnya adalah hasil dari interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya.
William Burton mengemukakan bahwa A good learning situation consist of a
rich and varied series of learning experiences unified around a vigorous
purpose and carried on in interaction with a rich varied and propocative
environment.8 Dari pendapat Burton bisa ditarik kesimpulan bahwa kondisi
belajar yang baik terdiri dari pengalaman belajar yang banyak dan beragam
yang menyatu dengan tujuan yang kuat, kemudian dilanjutkan dengan interaksi
dengan lingkungan yang bervariasi.
Prinsip belajar yang lain yaitu, belajar merupakan bagian dari
perkembangan. Berkembang dan belajar merupakan dua hal yang berbeda,
tetapi berhubungan erat. Dalam perkembangan dituntut belajar, dan dengan
belajar ini individu berkembang dengan pesat. Kemudian, kegiatan belajar
berlangsung pada setiap tempat dan waktu.9
Sesuai dengan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa prinsip
belajar mencakup perubahan perilaku peserta didik yang diperoleh dari hasil
belajar, belajar merupakan proses dari tidak tahu menjadi tahu kemudian
dengan belajar individu mampu mengembangkan dirinya.

3. Unsur-Unsur Belajar
Menurut Cronbach terdapat tujuh unsur utama dalam proses belajar,
yaitu: Tujuan, kesiapan, situasi, interpretasi, respons, konsekuensi dan
reaksi terhadap kegagalan.10 Ketujuh unsur tersebut dapat diuraikan sebagai
berikut :
8

Agus, Suprijono, Cooperative Learning, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2013). hal. 4.


Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya, 2007), Cet. 4, h. 165-166.
10
Ibid., h. 157.
9

12

a. Tujuan. Belajar dimulai karena adanya sesuatu tujuan yang ingin dicapai.
Tujuan belajar tersebut muncul untuk memenuhi sesuatu kebutuhan.
b. Kesiapan. Untuk dapat melakukan perbuatan belajar dengan baik anak
atau individu perlu memiliki kesiapan, baik kesiapan fisik atau psikis,
kesiapan yang berupa kematangan untuk melakukan sesuatu, maupun
penguasaan pengetahuan dan kecakapan-kecakapan yang mendasarinya.
c. Situasi. Kegiatan belajar berlangsung dalam suatu situasi belajar. Dalam
situasi belajar ini terlibat tempat, lingkungan sekitar, alat dan bahan yang
dipelajari, orang-orang yang tersangkut dalam kegiatan belajar serta
kondisi siswa yang belajar. Kelancaran dan hasil dari belajar banyak
dipengaruhi oleh unsur situasi ini.
d. Interprestasi.

Dalam

menghadapi

situasi,

individu

mengadakan

interprestasi, yaitu melihat hubungan di antara komponen-komponen


situasi

belajar,

melihat

menghubungkannya

makna

dengan

dari

hubungan

kemungkinan

tersebut

pencapaian

dan

tujuan.

Berdasarkan interprestasi tersebut mungkin individu sampai kepada


kesimpulan dapat atau tidak dapat mencapai tujuan.
e. Respons. Berpegang kepada hasil dari interprestasi apakah individu
mungkin atau tidak mungkin mencapai tujuan yang diharapkan, maka ia
memberikan respons. Respons ini mungkin berupa suatu usaha cobacoba (trial and error), atau usaha yang penuh perhitungan dan
perencanaan ataupun ia menghentikan usahanya untuk mencapai tujuan
tersebut.
f. Konsekuensi. Setiap usaha yang dilakukan akan membawa hasil, akibat
atau konsekuensi itu apakah keberhasilan ataupun kegagalan, demikian
juga dengan respons atau usaha belajar siswa. Apabila siswa berhasil
dalam belajarnya ia akan merasa senang, puas, dan akan lebih
meningkatkan semangatnya untuk melakukan usaha-usaha belajar
berikutnya.
g. Reaksi terhadap kegagalan. Selain keberhasilan, kemungkinan lain yang
diperoleh siswa dalam belajar adalah kegagalan. Peristiwa ini akan

13

menimbulkan perasaan sedih dan kecewa. Kegagalan ini bisa menurunkan


semangat, dan memperkecil usaha-usaha belajar selanjutnya, tetapi bisa
juga sebaliknya, kegagalan membangkitkan semangat yang berlipat ganda
untuk menebus dan menutupi kegagalan tersebut.

4. Tipe-Tipe Belajar
Gagne mengemukakan terdapat 8 tipe belajar, yang membentuk
suatu hirearki dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling
kompleks, yaitu: Belajar tanda-tanda (signal learning), Belajar perangsangjawaban (stimulus-responds learning), Rantai perbuatan (chaining),
hubungan verbal (verbal association), belajar membedakan (discrimination
learning), belajar konsep (concept learning), belajar aturan-aturan (rule
learning) dan belajar pemecahan masalah (problem solving learning).11
Kedelapan tipe-tipe belajar tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Belajar tanda-tanda (signal learning).
Belajar tanda merupakan tahap belajar yang paling sederhana, setahap
lebih tinggi dari perbuatan refleks. Individu belajar mengenal dan
memberi respons kepada tanda-tanda.
b. Belajar perangsang-jawaban (stimulus-respons learning).
Setahap lebih tinggi dari belajar tanda-tanda. Belajar ini merupakan
upaya untuk membentuk hubungan antara perangsang dengan jawaban.
c. Rantai perbuatan (chaining).
Individu belajar melakukan suatu rentetan kegiatan yang membentuk
satu kesatuan.
d. Hubungan verbal (verbal association).
Kalau dalam rantai kegiatan, hubungan itu berbentuk perilaku maka
dalam hubungan verbal ini berbentuk hubungan bahasa. Yang paling
sederhana dari hubungan verbal adalah hubungan antara benda dengan
namanya, hubungan antara subjek dengan sifatnya. Yang lebih tinggi

11

Ibid., h. 160-161.

14

adalah hubungan antara konsep dengan konsep, konsep dengan perilaku


atau nilai.
e. Belajar membedakan (discrimination learning).
Individu belajar melihat perbedaan dan juga persamaan sesuatu benda
dengan yang lainnya. Atas dasar persamaan dan perbedaan itu individu
bisa mengadakan pengelompokkan. Membedakan di sini bukan hanya
objek-objek konkrit tetapi juga hal-hal yang bersifat abstrak.
f. Belajar konsep (concept learning).
Tipe belajar ini menyangkut pemahaman dan penggunaan konsepkonsep.
g. Belajar aturan-aturan (rule learning).
Individu belajar aturan-aturan yang ada di masyarakat, di sekolah, di
rumah atau pun aturan dalam perdagangan, pemerintahan bahkan ilmu
pengetahuan.
h. Belajar pemecahan masalah (problem solving learning).
Dalam kegiatan belajar ini individu dihadapkan kepada masalah-masalah
yang harus dipecahkannya, baik masalah yang bersifat praktis dalam
kehidupan maupun teoritis dalam suatu bidang ilmu.

B. Model Pembelajaran
Menurut Joyce dan Wail yang dikutip dari Rusman Model
Pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk
membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang
bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang
lain.12
Sedangkan menurut Syaiful Sagala yang dikutip dari Setya Norma
Sulistyani, mengemukakan bahwa model pembelajaran adalah kerangka
konseptual

yang

melukiskan

prosedur

yang

sistematis

dalam

mengorganisasikan pengalaman belajar peserta didik untuk mencapai


12
Rusman, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, (Jakarta:
Rajagrafindo. 2010) h. 133

15

pembelajaran tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancangan


pembelajaran dan guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas
mengajar.13
Berbeda dengan Udin S Winataputra yang dikutip dari skripsi Iin
Hendriyani yang berjudul Pengaruh Model Pembelajaran Tandur Terhadap
Hasil Belajar Fisika Siswa bahwa model pembelajara adalah kerangka
konseptual

yang

melukiskan

prosedur

yang

sistematis

dalam

mengorganisasikan pengalama belajar tertentu, dan berfungsi sebagai


pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam
merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran.14
Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa model
pembelajaran merupakan pola pembelajaran yang sistematis dan terencana
untuk memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik sehingga guru
dapat mencapai tujuan pembelajaran.
1. Ciri-ciri Model Pembelajaran
Menurut Rusman dalam bukunya yang berjudul Modelmodel Pembelajaran menyebutkan bahwa ada enam ciri-ciri model
pembelajaran, yakni:
1) Berdasarkan teori belajar dari para ahli tertentu.
2) Mempunyai misi atau tujuan tertentu
3) Dapat dijadikan pedoman untuk kegiatan belajar mengajar di
kelas
4) Memiliki bagian-bagian model yang dinamakan : 1. Urutan
langkah-langkah pembelajaran (syntax); 2. Ada prinsip-prinsip
reaksi; 3. Sistem sosial; dan 4. Sistem pendukung. Keempat
bagian tersebut merupakan pedoman praktis bila guru akan
melakukan suatu model pembelajaran

13
Setya Norma Sulistyani. Peningkatan Keatifan Belajar Siswa Dengan Penerapan Metode
GUDED NOTE TAKING Pada Mata Diklata Memilih Bahan Baku Busana DI SMK Negeri 4 Yogyakarta,
Skripsi Progaram Studi Pendidikan Teknik Busana. Universitas Negeri Yogayakarta, 2012, h. 10
14
Iin Hendriyani, Pengaruh Model Pembeajaran Tandur Terhadap Hasil Belajar Fisika Siwa,
Skripsi pada Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta, h. 21, tidak dipublikasikan.

16

5) Memiliki dampak akibat penerapan model pembelajaran.


Dampak tersebut meliputi : 1. Dampak pembelajaran, yaitu
hasil belajar yang dapat diukur; 2. Dampak pengiring, yaitu
hasil belajar jangka panjang
6) Membuat persiapan mengajar (desain instruksional) dengan
pedoman model pembelajaran yang dipilihnya.15

2. Pola-pola Pembelajaran
Pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu proses interaksi
antara guru dengan siswa, baik interaksi secara langsung seperti
kegiatan tatap muka maupun secara tidak langsung, yaitu dengan
menggunakan berbagai media pembelajaran.16
Barry Morris mengklasifikasikan empat pola pembelajaran yang
digambarkan dalam bentuk bagan sebagai berikut:17
1) Pola pembelajaran tradisional 1

2) Pola pembelajaran tradisional 2

3) Pola pembelajaran Guru dan Media

4) Pola pembelajaran bermedia

15
16
17

Op. cit, h. 136

Ibid., h. 134
Ibid.,

17

Pola pembelajaran di atas memberikan gambaran bahwa


seiring dengan pesatnya perkembangan media pembelajaran, baik
software maupun hardware, akan membawa perubahan bergesernya
peranan guru sebagai penyampai pesan.18 Dengan begitu, guru tidak
lagi menjadi central class di dalam kelas, namun siswa dapat
memperoleh informasi dari berbagai sumber belajar yang didapat dari
perkembangan teknologi. Sehingga blended learning menjadi salah
satu model pembelajaran yang dapat guru terapkan di dalam kelas
untuk proses pembelajaran.
C. Kajian Tentang IPS
1. Hakikat Pembelajaran IPS
Menurut Saidiharjo yang di kutip dari Surantini menyatakan bahwa
IPS merupakan hasil kombinasi atau hasil pemfusian atau perpaduan dari
sejumlah mata pelajaran seperti : geografi, ekonomi, sejarah, antropologi,
politik dan sebagainya.19
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai
cabang ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik,
hukum, dan budaya. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas
dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari
aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial. IPS merupakan bagian dari
kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang-cabang ilmu-ilmu
sosial.20
Numan Somantri memberikan penjelasan pendidikan IPS adalah
suatu synthetic discipline yang berusaha untuk mengorganisasikan dan
mengembangkan substansi ilmu-ilmu sosial secara ilmiah dan psikologis
untuk tujuan pendidikan. IPS tidak hanya sekedar mensistesiskan
konsep-konsep yang relevan antara ilmu-ilmu pendidikan dan ilmu-ilmu
sosial, tetapi juga mengkorelasikan dengan masalah-masalah
kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan. Pendidikan IPS memuat
18

Ibid., h. 135
Surantini., op.cit h. 18
20
Trianto, Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implemetasi dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2010), h. 171.
19

18

tiga sub tujuan, yaitu; Sebagai Pendidikan Kewarganegaraan; Sebagai


ilmu yang konsep dan generalisasinya dalam disiplin ilmu-ilmu sosial;
Sebagai ilmu yang menyerap bahan pendidikan dari kehidupan nyata
dalam masyarakat kemudian dikaji secara reflektif.21
Sesuai dengan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa IPS adalah
mata pelajaran yang memiliki pendekatan intradisipliner, sehingga dalam
memecahkan suatu masalah harus dari berbagai sudut pandang. Sudut padang
IPS yakni: Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Hukum, Politik dan Sejarah. Untuk
itu, IPS dipelajari guna menghasilkan peserta didik yang memliki tanggung
jawab masalah sosial, berpikir secara rasional dan peduli terhadap keadaan
sekitar.
Konsep Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), terdapat beberap konsep IPS yaitu:
a. Interaksi;
b. Saling ketergantungan;
c. Kesinambungan dan perubahan;
d. Keragaman/kesamaan/perbedaan;
e. Konflik dan konsensus;
f. Pola (patron);
g. Tempat;
h. Kekuasaan (power);
i. Nilai kepercayaan;
j. Keadilan dan pemerataan;
k. Kelangkaan (scarcity);
l. Kekhususan;
m. Budaya (culture)
n. Nasionalisme.22
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa konsep Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS) mencakup konsep interaksi, saling ketergantungan,
kesinambungan dan perubahan, keragaman, dst. Konsep-konsep tersebut yang
21

Rudy Gunawan, Pendidikan IPS: Filosofi, Konsep, dan Aplikasi, (Bandung: Alfabeta,
2013), Cet. 2, h. 19.
22
Trianto, op, cit., h. 173.

19

nantinya akan menambah pengetahuan peserta didik serta berpengaruh dalam


kehidupan peserta didik.

2.

Tujuan Mata Pelajaran IPS


Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial
(IPS) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), meliputi bahan kajian
sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi. Bahan kajian itu menjadi mata
pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Mata pelajaran IPS bertujuan
mengembangkan potensi peserta didik agar peserta didik peka terhadap
masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif
terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi
setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri
maupun yang menimpa kehidupan masyarakat.23
Tujuan Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMP adalah
sebagai berikut :
1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat
dan lingkungannya.
2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin
tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan
sosial.
3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan
kemanusiaan.
4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi
dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan
global.24
Tujuan IPS menurut Nursid Sumaatmaja, adalah membina anak didik
menjadi warga negara yang baik, yang memiliki pengetahuan, dan kepedulian
sosial yang berguna bagi dirinya serta bagi masyarakat dan negara. Oemar
23

Trianto, Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implemetasi dalam


Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2010), h. 193.
24
Sofan Amri dan Iif Khoiru Ahmadi, Konstruksi Pengembangan Pembelajaran,
(Jakarta: Prestasi Pustaka, 2010), h. 105.

20

Hamalik merumuskan tujuan pendidikan IPS berorientasi pada tingkah laku


para siswa, yaitu:
a. Pengetahuan dan pemahaman;
b. Sikap hidup belajar;
c. Nilai-nilai sosial dan sikap;
d. Keterampilan.25

3.

Karakteristik IPS
Mata pelajaran IPS di SMP memiliki beberapa karakteristik antara lain
sebagai berikut:
a. Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi,
sejarah, ekonomi, hukum dan politik, kewarganegaraan, sosiologi,
bahkan juga bidang humaniora, pendidikan, dan agama.
b. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur
keilmuan geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi, yang dikemas
sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik (tema)
tertentu.
c. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai
masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan
multidisipliner.
d. Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar dapat menyangkut peristiwa
dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat,
kewilayahan, adaptasi dan pengelolaan lingkungan, struktur, proses, dan
masalah sosial serta upaya-upaya perjuangan hidup agar survive seperti
pemenuhan kebutuhan, kekuasaan, keadilan dan jaminan keamanan.26

25

Rudy Gunawan, Pendidikan IPS: Filosofi, Konsep, dan Aplikasi, (Bandung: Alfabeta,
2013), Cet. 2, h. 18.
26
Trianto, Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implemetasi dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2010), h. 174.

21

4.

Fungsi IPS
Mata pelajaran IPS berfungsi sebagai ilmu pengetahuan untuk
mengembangkan kemampuan dan sikap rasional tentang gejala-gejala sosial
serta kemampuan tentang perkembangan masyarakat Indonesia dan
masyarakat dunia di masa lampau dan masa kini.27
Sesuai dengan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan
bahwa tujuan mata pelajaran IPS adalah untuk mengembangkan pengetahuan,
pemahaman dan kemampuan untuk menganalisis kondisi sekitar di dalam
kehidupan sehari-hari.

D. Kajian Tentang Blended Learning


1.

Pengertian Blended Learning


Blended learning merupakan istilah yang berasal dari bahasa Inggris
yang terdiri dari dua suku kata, blended dan learning. Blended artinya
campuran atau kobinasi yang baik. Blended learning ini pada dasarnya
merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap
muka dan secara virtual.28
Menurut Moebs dan Weilbelzahi yang dikutip dari Husama Blended
learning sebagai pencampuran online dan pertemuan tatap muka (face to face
meeting) dalam satu aktivitas pembelajaran yang terintegrasi29.
Menurut Sulihin dalam jurnalnya yang berjudul Pengaruh Blended
Learning Terhadap Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Siwa Tingkat SMK
Blended

learning

merupakan

kombinasi

karakteristik

pembelajaran

tradisional dan lingkungan pembelajaran elektronik atau Blended learning.30


Berbeda dengan Sulihin menurut Izuddin Syarif dalam jurnalnya yang
berjudul Pengaruh Blended Learning Terhadap Motivasi Dan Prestasi
Siswa SMK Blended learning merupakan suatu pendekatan yang fleksibel

27
28

Surantini, op. cit., h. 21

Husamah, Pembelajaran Bauran (Blended Learning), (Jakarta: Prestasi Pustakaraya. 2014), h. 11


29
Ibid. , h. 12
30
Sulihin B. Sjukur, Pengaruh Blended learningTerhadap Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Siwa
Tingkat SMK, Jurnal Pendidikan Vokasi, Vol 2, Nomor 3, 2012, h. 371

22

untuk merancang program yang mendukung campuran dari berbagai waktu


dan tempat untuk belajar.31
Sedangkan menurut Hermawanto, S. Kusairi Dan Wartono dalam
jurnalnya yang berjudul Pengaruh Blended Learning Terhadap Penguasaan
Konsep Dan Penalaran Fisika Peserta Didik Kelas X Blended learning
yaitu

pembelajaran

yang

mengkombinasikan

tatap

muka

dengan

pembelajaran online.32
Jadi,

Blended

Learning

adalah

model

pembelajaran

yang

menggabungkan tatap muka dan tidak tatap muka di mana pembelajaran


berbasis online atau E-learning menjadi media yang memiliki peran penting
dalam proses kegiatan belajar mengajar. Sehingga ada perubahan dalam
proses pembelajaran, blended learning juga merupakan pembelajaran yang
mengkombinasikan pembelajaran sistem konvensional dan modern. Dengan
blended learning siswa akan merasakan pengalaman belajar yang baru.

2.

Karakteristik Blended Learning


Pembelajaran jarak jauh bukan hal yang sulit untuk dilakukan karena
perkembangan teknologi informasi semakin pesat. Kemudahan mengakses
internet menjadikan teknologi sebagai pilihan yang tepat dalam kegiatan
pembelajaran sebab peserta didik dapat mengakses internet kapan pun dan
dimana pun. Oleh sebab itu, model pembelajaran Blended Leaarning menjadi
alternatif bagi guru untuk terus dapat terhubung dengan siswa. Menurut
Husamah ada empat karakteristik Blended learning adalah sebagai berikut:33
a)

Pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian,


model pengajaran, gaya pembelajaran, serta berbagai media berbasis
teknologi yang beragam.

b)

Sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung atau tatap muka (face


to face), belajar mandiri, dan belajar via online.
31

Izuddin Syarif, op. cit. , h. 238


Hermawanto, S. Kusairi Dan Wartono. Pengaruh Blended learningTerhadap Penguaaan Konsep
Dan Penalaran Fisika Peserta Didik Kelas X, Jurnal Pendidikan Fiika Indonesia 9, Universitas Negeri
Malang, 2013, h. 68
33
Husama, op. cit, h. 16
32

23

c)

Pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara


penyampaian, cara mengajar dan gaya pembelajaran.

d)

Pengajar dan orang tua peserta belajar memiliki peran yang sama
penting, pengajar sebagai fasilitatator, dan orang tua sebagai pendukung.

3.

Tujuan Blended Learning


Menurut Shibley dkk. dalam buku Husama tentang Pembelajaran
Bauran (Blended Learning) bahwa blended learning difokuskan untuk
mengubah bentuk pembelajaran klasik sehingga peserta didik lebih aktif
mempelajari materi pembelajaran di dalam dan di luar kelas. Tujuan dari
blended learning menurut Husama sebagai berikut:34
a) Membantu peserta didik untuk berkembang lebih baik di dalam proses
belajar sesuai dengan gaya belajar dan prefensi dalam belajar.
b) Menyediakan peluang yang praktis-realistis bagi pengajar dan peserta
didik untuk pembelajaran secara mandiri, bermanfaat, dan terus
berkembang.
c) Peningkatan

penjadwalan

fleksibel

bagi

peserta

didik,

dengan

menggabungkan aspek terbaik dari tatap muka dan pembelajaran online.

4.

Kategori Blended Learning


Dalam prosesnya blended learning memiliki dua katagori utama,
yaitu: 35
a) menggunakan istilah blended learning untuk merujuk pada penggunaan
teknologi informasi dan komunikasi dalam aktivitas tatap muka, baik dengan
memanfaatkan jejaring terikat (web-dependent) maupun
lengkap

(web-supplemented)

yang

tidak

sebagai jejaring

mengubah

aktivitas.Peningkatan bentuk aktivitas tatap muka.


b) Kebanyakan pengajar Pembelajaran campuran (hybrid learning).

34
35

Ibid. , h. 22
Ibid

model

24

Pembelajaran model ini mengurangi aktivitas tatap muka tetapi tidak


menghilangkannya, serta memungkinkan peserta didik untuk belajar secara
online.

5.

Komponen Dalam blended learning


Untuk melaksanakan model pembelajaran blended learning, guru
harus memperhatikan tiga komponen penunjang dalam pembelajaran blended
learning, yakni: 36
a)

Face to Face (Tatap Muka)


Pembelajaran tatap muka adalah kegiatan pembelajaran berupa proses

interaksi langsung antara peserta didik dan pendidik. Metode pembelajaran


merupakan teknik pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan untuk
mencapai tujuan.

b) E-learning
Menurut Kusairi yang dikutip dari Husamah, blended learning yairu
penggabungan pembelajaran berbasis teknologi internet (laboratorium virtual,
modul digital, gambar, audio, dan teks) untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Maka, pembelajaran berbasis teknologi internet memainkan peranan penting
dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis blended learning.
c) M-learning
M-learning merupakan bagian dari electroic learning (e-learning),
sehingga keterlaksanaan pembelajaran berbasis blended learning. Menurut
Riyanto yang dikutip dalam Husamah, salah satu pengertian m-learning
adalah pembelajaran yang dapat mengakses materi pembelajaran, arahan dan
aplikasi yang berkaitan dengan pembelajaran, kapanpun dan dimanapun. Mlearning

memungkinkan

adanya

lebih

banyak

kesempatan

untuk

berkolaborasi secara langsung dan berinteraksi secara informal di antara para


pembelajara37.
36
37

Ibid. , h. 41-43
Ibid. , h. 41-43

25

6.

Kelebihan Dan Kekurangan Blended learning


Sama

halnya

dengan

model

pembelajaran

lainnya,

model

pembelajaran blended learning memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut


kelebihan dan kekurangan model pembelajaran blended learning : 38
a) Kelebihan Blended learning
1) Peserta didik leluasa untuk mempelajari materi pelajaran secara
mandiri dengan memanfaatkan materi-materi yang tersedia secara
online.
2) Peserta didik dapat melakukan diskusi dengan pengajar atau
peserta didik di luar jam tatap muka.
3) Kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik di luar jam
tatap muka dapat dikelola dan dikontrol dengan baik oleh pengajar.
4) Pengajar dapat meminta peserta didik membaca materi membaca
materi

atau

mengerjakan

tes

yang

dilakukan

sebelum

pembelajaran.
5) Pengajar dapat menambahkan materi pengayaan melalui fasilitas
internet.
6) Pengajar dapat menyelenggarakan kuis, memberikan balikan, dan
memanfaatkan hasil tes dengan efektif.
7) Peserta didik saling berbagai file dengan peserta lain.
b) Kekurangan Blended Learning
Menurut Noer yang di kutip dari Husamah ada beberapa kekurangan
blended learningyakni :39
a) Medianya sangat beragam sehingga sulit diterapkan apabila sarana
dan prasarana tidak mendukung.
b) Tidak meratanya fasilitas yang dimiliki peserta didik.
c) Kurangnya sumber daya pembelajaran (pengajar, peserta didik dan
orang tua ) terhadap penggunaan teknologi.

38

Ibid. , h. 35-37

39

Ibid

26

Sedangkan menurut Kusni, blended learning

juga menyebabkan

beberapa masalah, antara lain :


a) Pengajar perlu memiliki keterampilan alam menyelenggarakan elearning
b) Pengajar perlu menyiapkan digital yang dapat menjadi acuan
c) Pengajar perlu merancang refrensi sesuai atau terintegrasi dengan
tatap muka
d) Pengajar perlu menyiapkan waktu untuk mengelola pembelajaran
berbasis internet.

7.

Pelaksanaan Blended Learning


Menurut Carman yang dikutip dari penelitian Izuddin Syarif yang
berjudul Pengaruh Blended Learning Terhadap Motivasi Dan Prestasi
Siswa SMK ada lima kunci untuk melaksanakan pembelajaran dengan
menggunakan blended learning, yaitu: 40
1)

Live Event, pembelajaran langsung atau tatap muka secara sinkronous


dalam waktu dan tempat yang sama ataupun waktu sama tapi tempat
berbeda

2)

Self-Paced Learning, yaitu mengkombinasikan dengan pembelajaran


mandiri (self-pace learning) yang memungkinkan peserta didik
belajar kapan saja, dan dimana saja secara online.

3)

Collaboration,

mengkombinasikan

kolaborasi,

baik

kolaborasi

pengajar, maupun kolaborasi antara peserta didik.


4)

Assessment, perancang harus mampu meramu kombinasi jenis


assessmen online dan offline baik bersifat tes maupun non-tes.

5)

Performance Support Materials, pastikan bahan belajar disiapkan


dalam bentuk digital, dapat diakses oleh peserta didik baik secara
offline maupun online.

40

Izuddin Syarif, op. cit, h. 239

27

E. Kajian Tentang Edmodo


1. Sejarah Edmodo
Edmodo sendiri dikembangkan pada masa akhir tahun 2008 oleh
Nic Borg dan Jeff Ohara yang berkeyakinan perlunya dikembangkan
lingkungan sekolah yang terhubung dengan semua aktifitas didunia.
sehingga tidak ada kesenjangan antara kehidupan siswa di sekolah dengan
kehidupan kesehariannya. Edmodo

adalah media social network

microblogging yang aman bagi siswa dan guru. Pada situs ini orangtua pun
dapat bergabung serta berkomunikasi dengan guru dan orangtua siswa lain,
selain tentu saja dengan putra atau putri mereka sendiri. Sekarang Edmodo
sudah berkembang pesat dan sudah memiliki kurang lebih 7 juta akun
yang terdiri dari guru dan murid. Pada tahun 2010 Edmodo meluncurkan
"subjek" dan "penerbit" masyarakat, media digital perpustakaan, pusat
bantuan, dan rekening induk untuk berkomunikasi dengan guru, orang tua,
dan siswa.41

2. Pengertian Edmodo
Edmodo merupakan jejaring sosial untuk pembelajaran berbasis
Learning Managent System (LMS). Edmodo memberi fasilitas bagi guru,
murid tempat yang aman untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berbagi
konten dan aplikasi pembelajaran, pekerjaan rumah (PR) bagi siswa,
diskusi dalam kelas virtual, ulangan secara online, nilai dan masih banyak
lagi akan dibahas dibawah. Pada intinya Edmodo menyediakan semua
yang bisa kita lakukan dikelas bersama siswa dalam kegiatan pembelajaran
ditambah fasilitas bagi orang tua bisa memantau semua aktifitas anaknya
di Edmodo asalkan punya parent code untuk anaknya. 42
Edmodo adalah sebuah situs yang diperuntukan bagi pendidik
untuk membuat kelas virtual. Situs tersebut gratis dan gampang

41

Annur Fitri Hayati dan Rosida Evi Santihosi, E-Learning Dengan Aplikasi Edmodo,
Jurnal Universitas Pendidikan Indonesia, 2013, h. 6
42
Ibid., h. 6

28

digunakannya selama seorang guru dan murid bisa terhubung dengan


internet.

Gambar 2.1
Tampilan awal Edmodo
Edmodo adalah sebuah jawaban bagi sebuah ruang kelas virtual
yang nyaman dan aman, dikarenakan :43
a)

Siswa dapat melakukan interaksi dalam pantauan gurunya (bebas cyber


crime dan cyber bullying)

b)

Guru dapat mengunci siswa, dengan demikian ia hanya bisa membaca


dan tidak bisa berkomentar pada seisi kelas namun tetap ia bisa
berkomunikasi langsung dengan gurunya.

c)

Tidak ada orang luar yang bisa masuk dan melihat kelas virtual yang
dibuat oleh seorang guru tanpa mendapat kode khusus dari guru yang
bersangkutan.

d)

Guru dapat memulai pertanyaan, menaruh foto atau video, menaruh


presentasi bahan ajar, yang kesemuanya bebas untuk diunduh oleh
siswa dan dikomentari.

e)

Murid bisa kembali kapan saja untuk mengulang materi yang diberikan
gurunya, bahkan PR bisa diberikan melalui Edmodo.

43

Ibid.,h. 7

29

f)

Murid juga bisa mengumpulkan PR nya lewat Edmodo, tinggal unggah


saja. Edmodo bisa dipadukan dengan situs lain seperti wall wisher,
glogster dan lain sebagainya.

g)

Guru bisa menaruh nilai dari pekerjaan siswa sebagai acuan bagi siswa

h)

Kelas virtual yang dibuat seorang guru tidak terbatas, guru bisa
menaruh bahan ajar untuk digunakan di angkatan atau tahun ajaran
berikutnya.

i)

Siswa bisa bekerja sama dengan siswa lain dalam grup kecil yang
dibentuk oleh gurunya.

j)

Saat mengerjakan sebuah proyek bersama mereka bisa menaruh semua


dokumen yang diperlukan dalam pengerjaannya.

k)

Edmodo memungkinkan guru menaruh bahan ajar yang sangat berguna


bagi siswa yang tidak masuk atau berhalangan saat melakukan tatap
muka.

l)

Siswa yang pendiam bisa bebas berkata-kata dan berpendapat tanpa


khawatir dipermalukan sementara si anak tipe aktif bisa posting
pertanyaan kapan saja asal ia terhubung dengan internet.

m)

Guru dapat mengajarkan tata cara yang berlaku di dunia maya seperti
cara berkomentar dan sederet tata krama di dunia maya yang perlu
siswanya ketahui.

3. Sistem Kerja Edmodo


Edmodo adalah situs microblogging yang dapat digunakan di
dalam kelas maupun rumah. Edmodo juga dapat membantu guru yang
tidak bisa mengajar di kelas dengan memberikan materi pembelajaran
secara online. Dalam Edmodo, Guru bisa memberikan tugas yang bisa
ditentukan waktu pengumpulannya serta meng-upload materi belajar.
Murid juga bisa berbagi pemikiran atau ide lewat posting-nya di Edmodo
atau jika disamakan dengan facebook, bisa dikatakan Update Status. Lebih

30

tepatnya lagi, Edmodo adalah Facebook Guru dan Murid karena fitur
yang ditawarkan hampir sama dengan facebook.44
Fitur yang ditawarkan adalah :
a)

Bisa meng-edit Profile Picture dan Nama.

b)

Tampilan yang sama seperti facebook.

c)

Assignment yang dapat diposting guru sebagai PR (pekerjaan


rumah) / tugas.

d)

Pengaturan jadwal event-event penting.

e)

Satu anak bisa menjadi murid banyak guru.

f)

Edmodo bisa diakses melalui handphone.


Edmodo sendiri bisa diakses melalui mobile dan sudah tersedia

untuk smartphone Android dan iPhone. Semakin mudah saja untuk belajar
dan semoga saja dengan adanya situs ini dapat menyama ratakan
pendidikan di Indonesia. 45

4. Implikasi Edmodo Untuk Pembelajaran


Edmodo merupakan alat bantu dalam proses pembelajaran,
Edmodo menyediakan fitur yang mendukung pembelajaran jarak jauh
berbasis e-learning seperti penugasan, kuis dan penilaian. Meskipun
memberi kemudahan dalam proses pembelajaran bukan berarti Edmodo
mampu menjadi kelas bagi siswa, Edmodo hana sebagai platform yang
memberikan suasana baru dalam proses pembelajaran.
Platform ini memberikan siswa jalur untuk berinteraksi dengan
rekan-rekan mereka dan guru mereka dalam suasana akademis.
Penggunaan Edmodo dapat mengajarkan siswa untuk berperilaku secara
online dan bertanggung jawab dalam mengatur kegiatan belajar dengan
sistem keamanan yang terjamin. Edmodo menyediakan lingkungan di
mana mengajar dan belajar dapat menghasilkan kegembiraan siswa, siswa

44
45

Ibid.,
Ibid

31

menjadi mandiri, serta menjadi salah satu cara untuk membangun


semangat siswa untuk belajar.46
5. Kelebihan Dan Kekurangan Edmodo
Edmodo

diciptakan

untuk

memudahkan

dalam

proses

pembelajaran dan berbasis sekolah. Fitur-fitur yang disediakan Edmodo


mendukung untuk kegiatan e-learning, tampilan dalam login Edmodo
membedakaan apakah user adalah guru, siswa atau orang tua siswa.
Berikit ini adalah kelebihan dan kekurangan Edmodo :47
a.

Kelebihan
1) User Interface. Mengadaptasi tampilan seperti facebook, secara
sederhana Edmodo relatif mudah untuk digunakan bahkan untuk
pemula sekalipun.
2) Compatibility. Edmodo mendukung preview berbagai jenis format
file sepert: pdf, pptx, html, swf dan sebagainya.
3) Aplikatif. Edmodo tidak hanya dapat diakses dengan menggunakan
PC ( laptop / desktop) tetapi juga bisa diakses dengan
menggunakan gadget berbasis Androis OS and IOS.

b.

Kekurangan
1) Sosial Media. Edmodo tidak terintergrasi dengan jenis sosial media
apapun.
2) Language. Penggunaan bahasa program yang masih berbahasa
Inggris sehingga terkadang menyulitkan guru dan siswa.
3) Video Conference belum tersedia.

6. Langkah-Langkah Membuat Akun Edmodo Untuk Guru


Berikut adalah tampilan Edmodo untuk guru

46
47

https://www.Edmodo.com. Diakses Pada 29 September 2015.


Ibid

32

Gambar 2.2
Tampilan Edmodo untuk guru
Keterangan :
1. Create a group, untuk membuat group atau kelas.
2. Groups, kelas yang sudah terdaftar sebagai anggota.
3. Note, untuk memposting catatan.
4. Assignment, untuk memberikan tugas kepada siswa (anggota
group/member).
5. Quiz, untuk membuat kui
6. Poll, untuk membuat polling bagi siswa
Langkah-langkah pembuatan akun Edmodo sebagai berikut:
a) Buka situs Edmodo di http://www.edmodo.com/

Gambar 2.3
Tampilan registrasi Edmodo
b) Kemudian pilih menu teacher, kemudian masukan alamat email anda
dan juga password

33

Gambar 2.4
Menu tab teacher
c) Lalu klik Sign Up for Free
d) Selanjutnya anda akan diarahkan pada menu pemilihan sekolah,
masukan sekolah sesuai tempat anda mengajar dan lengkapi akun
anda

Gambar 2.5
Pengisian identitas akun
e) Lalu klik next step
f) Pastikan profil anda sudah benar, lalu klik Go to My homepage

Gambar 2.6
Menu aktivasi akun

34

Pendaftaran akun Edmodo guru selesai, guru dapat memberikan kode kelas
kepada siswa anda untuk bergabung.

7. Langkah-langkah Membuat Akun Edmodo Untuk Siswa


Berikut ini adalah langkah-langkah membuat akun akun Edmodo :
a) Buka situs Edmodo di http://www.edmodo.com/
b) Lalu klik menu students

Gambar 2.7
Halaman Registrasi Akun
c) Lalu siswa mengisi form akun

Gambar 2.8
Form akun siswa

35

d) Lalu klik Sign Up for Free

8. Langkah-langkah Membuat Kuis Dengan Edmodo


a) Guru login ke http://edmodo.com
b) Lalu klik Quiz

Gambar 2.9
Menu Quiz
c) Klik creat quiz
d) Kemudian akan diarahkan pada halaman membuat quiz

Gambar 2.10
Halaman creat quiz
e) Klik pada Unititled quiz untuk memberi judul quiz
f) Pilih Type untuk menentukan jenis quiz
g) Klik Time Limit untuk menentukan lama waktu pengerjaan
h) Klik About this Quiz untuk memberikan deskripsi quiz
i) Klik Done
Maka quiz akan muncul pada halaman awal setiap kelas anda,
kemudian siswa akan mengerjakan.

F. Langkah-langkah Pelaksanaan Blended Learning

36

1) Guru meng-upload materi pembelajaran, tugas-tugas serta kuis pada


aplikasi Edmodo
2) Guru menginformasikan kepada siswa untuk mempelajari materi yang
sudah di-upload, baik secara langsung maupun tidak (melalui
Blacberry Massanger)
3) Guru mengecek kehadiran siswa
4) Guru

menjelaskan

materi

ajar

dengan

memaparkan

tujuan

pembelajaran yang akan dicapai siswa dalam materi


5) Guru memotivasi dan membimbing siswa untuk mendapatkan
informasi tambahan, serta memberikan jawaban dari masalah yang
sulit dimengerti siswa
6) Guru mengapresiasikan keberhasilan siswa dalam mengerjakan tugas
7) Guru memberikan evaluasi melalui aplikasi Edmodo dalam bentuk
kuis maupun essay yang telah dipersiapkan
G. Kajian tentang Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertianpengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan. Maksudnya adalah
bahwa hasil belajar merupakan perubahan dari berbagai aspek kemampuan
yang dimiliki oleh peserta didik.48
Dalam teori belajar kognitif, seseorang hanya dapat dikatakan belajar
apabila telah memahami keseluruhan persoalan secara mendalam (insightful).
Menurut Gagne, hasil belajar adalah terbentuknya konsep.49
Merujuk pada pemikiran Gagne, hasil belajar dikategorikan menjadi
beberapa, yaitu berupa:
1. Informasi verbal, yaitu kapabilitas mengungkapkan pengetahuan dalam
bentuk bahasa, baik lisan maupun tertulis. Kemampuan merespons secara
terhadap rangsangan.
2. Keterampilan intelektual, yaitu kemampuan mempresentasikan konsep dan
lambang. Keterampilan intelektual terdiri dari kemampuan mengategorisasi,
48
49

Agus Suprijono, Cooperative Learning, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2013), h. 5.


Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2013), h. 42.

37

kemampuan analitis-sintesis fakta-konsep dan mengembangkan prinsipprinsip keilmuan.


3. Strategi kognitif, yaitu kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas
kognitifnya sendiri. Kemampuan ini meliputi penggunaan konsep dan kaidah
dalam memecahkan masalah.
4. Keterampilan motorik, yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak
jasmani.
5. Sikap adalah kemampuan menerima atau menolak objek berdasarkan
penilaian

terhadap

objek

tersebut.

Sikap

berupa

kemampuan

menginternalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai. Sikap merupakan kemampuan


menjadikan nilai-nilai sebagai standar perilaku.50
Bloom menjelaskan bahwa hasil belajar mencakup kemampuan
kognitif, afektif, dan psikomotorik.51 Hasil belajar kognitif adalah perubahan
perilaku yang terjadi dalam kawasan kognisi. Proses belajar yang melibatkan
kognisi meliputi kegiatan sejak dari penerimaan stimulus eksternal oleh
sensori, penyimpanan dan pengolahan dalam otak menjadi informasi hingga
pemanggilan kembali informasi ketika diperlukan untuk menyelesaikan
masalah. Karena belajar melibatkan otak maka perubahan perilaku akibatnya
juga terjadi dalam otak berupa kemampuan tertentu oleh otak untuk
meyelesaikan masalah.52 Domain kognitif, afektif, psikomotor menurut
bloom adalah sebagai berikut:
1. Domain kognitif mencakup:
a. Knowledge (pengetahuan, ingatan);
b. Comprehension (pemahaman, menjelaskan, meringkas);
c. Application (menerapkan);
d. Analysis (menguraikan, menentukan hubungan);
e. Synthesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk bangunan
baru);
50
51
52

Agus Suprijono. loc. cit.


Ibid., h. 6.
Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2013), h. 50.

38

f. Evaluation (menilai).
2. Domain afektif mencakup :
a. Receiving (sikap menerima);
b. Responding (memberikan respon);
c. Valuing (nilai);
d. Organization (organisasi);
e. Characterization (karakterisasi).
3. Domain Psikomotor mencakup :
a. Initiatory (tahap awal dalam mempelajari keterampilan);
b. Pre-routine (mulai membiasakan gerakan-gerakan yang dipelajari);
c. Routinized (sudah dapat melaksanakan keterampilan);
d. Keterampilan produktif, teknik, fisik, sosial, manajerial, dan intelektual.53
Kemudian, tidak jauh berbeda dengan Bloom, Krathwohl membagi hasil
belajar afektif menjadi lima tingkat yaitu:
a. Penerimaan;
b. Partisipasi;
c. Penilaian;
d. Organisasi;
e. Internalisasi.
Menurut Harrow hasil belajar psikomotorik dapat diklasifikasikan
menjadi enam, yaitu:
a. Gerakan refleks;
b. Gerakan fundamental dasar;
c. Kemampuan perseptual;
d. Kemampuan fisis;
e. Gerakan keterampilan;
f. Komunikasi tanpa kata.54
Hasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata yang
membentuknya, yaitu hasil dan belajar. Pengertian hasil (product)
53
54

Agus Suprijono, Cooperative Learning, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2013), h. 5-7.


Purwanto, op. cit., h. 52.

39

menunjuk pada suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau


proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fugsional.55
Purwanto menyatakan bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku
yang diperoleh seseorang akibat belajar. Perubahan perilaku disebabkan
karena dia mencapai penguasaan atas sejumlah bahan yang diberikan dalam
proses belajar mengajar. Pencapaian itu didasarkan atas tujuan pengajaran
yang telah ditetapkan. Hasil itu dapat berupa perubahan dalam aspek kognitif,
afektif maupun psikomotorik.56
Menurut Sanjaya yang dikutip dari Jurnal karya Sulihin B Sjukur yang
berjudul Pengaruh Blended Learning Terhadap Motivasi Belajar Dan Hasil
Belajar Siwa Tingkat SMK hasil belajar merupakan kemampuan yang
diperoleh individu setelah proses belajar berlangsung, yang dapat
memberikan perubahan tingkah laku baik pengetahuan, pemahaman, sikap
dan keterampilan siswa sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya.57
Sedangkan menurut Sulihin sendiri, hasil belajar adalah suatu penilaian
akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang serta
akan tersimpan dalam jangka waktu lama bahkan tidak akan hilang selamalamanya karena hasil belajar turut dalam membentuk pribadi individu yang
selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara
berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik.58
Menurut St. Hasmiah Mustamin, dalam jurnalnya yang berjudul
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Asesmen
Kinerja. Hasil belajar siswa adalah metode-metode yang dilakukan oleh
guru selama pelaksanaan proses pembelajaran.59
Dalam jurnal yang berjudul Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan
Menggunakan Metode Pembelajaran Active Learning Tipe Quiz Team Pada
Mata Pelajarab Keterampilan Dasar Komunikasi Di SMK Negeri 1 Bogor
55
56
57

Ibid., h. 44.
Ibid., h. 46.

Sulihin B. Sjukur, op. cit, h. 372


Ibid
59
St. Hasmiah Mustamin, Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Asesmen
Kinerja, ejurnal UIN Alaudin, 2012, h. 34
58

40

karya Maisaroh Dan Rostrieningsih menjelaskan bahwa hasil belajar adalah


salah satu indikator yang bisa digunakan untuk mengukur keberhasilan
belajar.60
Jadi, hasil belajaran merupakan tolak ukur yang digunakan untuk
melihat ketercapaian dari proses pembelajaran. Dengan hasil belajar maka
akan diketahui tingkat pencapaian peserta didik selama proses pembelajaran.

H. Hasil Penelitian Yang Relevan


Penelitian tentang blended learning yang dilakukan oleh Fuja Siti
Fujiwati magister pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia pada tahun
2013 dengan judul Pemanfaatan Model Blended learning Berbasis Online
Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Kurikulum
Dan Pembelajaran .61
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang
efektivitas model blended learning berbasis online untuk meningkatkan hasil
belajar. Metode dalam penelitian ini menggunaan kuasi eksperimen dimana
mahasiswa dikelompokan menjadi dua, yakni kelompok ekperimen dan
kelompok konvensional.
Penelitian yang dilakukan oleh Siti Nur Alfath sarjana pendidikan
Universitas Negeri Semarang tahun 2013 tentang Pengembangan Media
Blended Learning Berbasis Web Enhnces Course Pada Mata Kuliah Fisiska
Dasar 2.62
Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research And Development
(R&D). dengan desain penelitian quasi experimen desain. Penelitian yang
merupakan pengembangan penelitian dari pengembangan hasil produk dan
60
Maisaroh Dan Roestrieningsih. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode
Pembelajaran Active Learning Tipe Quiz Team Pada Mata Pelajaran Keterampilan Dasar Komunikasi Di
SMK Negeri 1 Bogor, Jurnal Ekonomi Dan Pendidikan, Universitas Negeri Yogyaarta, Vomume 8 Nomor 2,
2010, h. 157
61
Fuja Siti Fujiawati, Pemanfaatn Model Blended learning Berbasis ONLINE Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Kurikulum Dan Pembelajaran, Tesis Pascasarjana
UPI Bandung, Bandung, h. 57
62
Siti Nur Alfath, Pengembangan Media Blended Learning Berbasis Web Enhanced Course Pada
Mata Kuliah Fisika Dasar 2 Jurusan Fisika UNNEES, Skripsi Universitas Negeri Semarang, Semarang,
2013, h. 29

41

pengujian keefektifan produk tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui media blended learning berbasis web enchanced course dapat
membangkitkan minat mahasiswa untuk mengakses e-learning fisika serta
menimbulkan minat dalam belajar fisika yang akan berpengaruh pada hasil
belajar mahasiswa. Pada penelitian ini blended learning berbasis web
enchances course memberikan pengaruh rata-rata hasil belajar mahasiswa
sebelum diberi tindakan adalah 65,57% kemudian setelah diberikan tindakan
menjadi 76,50% sehingga menghasilkan peningkatan belajar siswa.
Selanjutnya penelitian yang dilakukan Sulihin B. Sjukur dalam jurnal
pendidikan vokasi Universitas Negeri Yogayakarta yang berjudul Pengaruh
Blended Learning Terhadap Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Siswa
Tingkat SMK. Pada tahun 2012. Sulihin mengambil studi kasus pada SMK
Negeri 1 Satui Kab. Tanah Bumbu63.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan
eksperimen semu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Pretest-Posttest Non Equivalen Control Group Desain. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar antar siswa kelompok
eksperimen dan kelompok konvensional serta hasil belajar siswa. Hasil
penelitiannya ternyata ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajarkan
dengan blended learning dibandingkan siswa yang diajarkan dengan
pembelajaran konvensional.
Berbeda dengan Sulihin, penelitian yang dilakukan oleh Izuddin Syarif
dalam jurnal Universitas Negeri Yogyakarta yang berjudul Pengaruh Model
Blended Learning Terhadap Motivasi Dan Prestasi Belajar Siswa SMK.
Pada Juni 2012. Penelitian ini dilakukan pada siswa SMKN 1 Paringin,
Balangan64.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian
kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen desain. Tujuan dari penelitian
ini untuk mengetahui perbedaan motivasi dan prestasi belajar siswa antara
63
64

Sulihin B. Sjukur, op. cit, h. 373


Izzudin Syarif, op.cit, h. 239

42

pembelajaran dengan model tatap muka dibandingkan pembelajaran model


blended learning dan peningkatan motivasi dan prestasi belajar karena
pengaruh penerapan model pembelajaran. Hasil dari penelitian ini adalah
motivasi serta prestasi belajar siswa meningkat karena pengaruh penerapan
model pembelajaran blended learning. Namun tidak terdapat pengaruh
interaksi penerapan model pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi
belajar. Oleh karena itu, peningkatan prestasi belajar bener-benar dipengaruhi
secara signifikan oleh penerapan model pembelajaran.

I. Kerangka Berpikir
Secara umum, kerangka berpikir dalam penelitian ini diilustrasikan
sebagai berikut :

Gambar 2.11
Kerangka berpikir
Berdasarkan gambar di atas, penelitian dilakukan pada SMPN 37
Jakarta. Sekolah tersebut dipilih karena memiliki fasilitas yang menunjang
untuk kegiatan proses pembelajaran blended learning. Sebelum melakukan

43

penelitian, peneliti menganalisis masalah yang menjadikan hasil belajar


siswa rendah. Untuk itu, peneliti menggunakan metode e-learning sebagai
metode pembelajaran dan tatap muka yang dikemas dalm model blended
learning sehingga model tersebut dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.
J. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk
pertanyaan.65 Berdasarkan pengertian hipotesis di atas, maka peneliti
merumuskan hipotesis sebagai berikut:
Hipotesis Alternatif (Ha)
Terdapat pengaruh yang signifikan antara model blended
learning dengan hasil belajar siswa.

65

h. 63

Sugiyono, Metode Penelian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D, (Bandung: Alfabeta.2011), Cet. 14,

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat Dan Waktu Penelitian


Penelitian dilaksanakan di SMPN 37 Jakarta, kelas VIII pada
semester genap tahun pelajaran 2014/2015, yaitu sejak tanggal 2 Februari
hingga 21 Mei 2015.

B. Metode Penelitian dan Desain Penelitian


Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi
experiment atau eksperimen semu. Metode quasi experiment berbeda
dengan eksperimen sebenarnya. Pada metode quasi experiment, memiliki
kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk
mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan
eksperimen.1
Desain penelitian yang digunakan adalah The Nonequivalent
Control Group Design, dalam desain ini hampir sama dengan pretestposttest control group design hanya saja pada desain ini, kelompok terbagi
menjadi

dua

kelompok

eksperimen

maupun

kelompok

kontrol

dibandingkan tanpa melalui randomisasi. Seperti dalam desain kelompok


kontrol

pretest-posttest,

desain

kelompok

nonekuivalen

dapat

merepresentasikan X1 dan X2 daripada X lawan tanpa X dan dapat juga


diperluas dengan melibatkan lebih dari dua kelompok.2 Pola desain dari
penelitian ini sebagai berikut3:

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:
ALFABETA, 2010), Cet. 11, h. 114.
2
Emzir, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kuantitatif Dan Kualitatif, (Jakarta: Raja Grafindo,
2011) Cet. 14, h. 102-104.
3
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta,
2010) Cet. 14, h. 126.

44

45

Tabel 3.1
Nonequivalent Control Group Desaign

01

03

02
04

Keterangan:
E adalah kelompok eksperimen
K adalah kelompok kontrol
01
: Tes awal Kelompok Eksperimen sebelum
diberikan proses belajar
X1
: Pemberian metode pembelajaran
Blended Learning
02
: Tes akhir Kelompok Eksprimen setelah diberikan
metode pembelajaran Blended Learning
03
: Tes awal Kelompok Kontrol diberikan metode
pembelajaran konvensional
X2
: Pemberian metode pembelajaran konvensional
04
: Tes Akhir yang diberikan setelah proses belajar
metode pembelajaran konvensional
C. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Sampel adalah
sebagian atau wakil populasi yang diteliti.4 Dalam penelitian ini, peneliti
menentukan populasi dan sampel sebagai berikut:
1. Populasi Target
Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh siswa sekolah SMPN
37 Jakarta yang terdaftar dalam semester genap tahun pelajaran 20142015. Berjumlah 285 untuk kelas VII.A-G, 293 untuk kelas VIII.A-I
dan

257 untuk kelas IX.A-I. Total keseluruhan siswa/i SMPN 37

Jakarta sebanyak 835 siswa.

Ibid., h. 173-174

46

2. Populasi terjangkau
Populasi terjangkau dalam penelitian ini yaitu siswa/I SMPN 37 Jakarta
kelas VIII semester genap tahun ajaran 2014.2015, yang terdiri dari
sembilan kelas yaitu VIII.A-VIII.I yang berjumlah 293 siswa.
3. Sampel
Sampel yang dipilih dalam penelitian yaitu VIII.E sebagai kelas
eksperimen sebanyak 33 siswa dan kelas VIII.D sebanyak 33 siswa
sebagai kelas kontrol. Pemilihan kelas VIII.E sebagai sampel
didasarkan pada observasi awal yang menunjukkan bahwa kelas VIII.E
meemenuhi syarat komponen dari pelaksanaan model blended learning
yakni seluruh siswa memiliki mobile ponsel ber sistem operasi android
dan iPhone Opration System (IOS).

D. Teknik Pengambilan Sampel


Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini
adalah cluster sample atau disebut sampel kelompok. Pada tahap ini sering
digunakan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama menentukan sampel
daerah, dan tahap berikutnya menentukan orang-orang yang ada pada
daerah itu secara sampling juga.5 Pada penelitian ini, cluster sample siswa
telah terkumpul dalam sebuah kelas. Pengambilan sampel dilakukan
dengan mengambil siswa dalam satu kelas sebagai sampel penelitian.

E. Prosedur Penelitian
1. Tahap Persiapan :
a. Pengurusan surat izin penelitian dari Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta.
b. Survei tempat untuk uji coba instrumen dan penelitian
c. Membuat instrumen penelitian berdasarkan kisi-kisi soal yang telah
dibuat dengan bimbingan dosen pembimbing, Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP), skenario pembelajaran sesuai dengan model
5

Sugiyono, op. cit., h.122

47

pembelajaran yang diujikan. Kemudian mempersiapkan alat percobaan,


Lembar Kerja Siswa (LKS), desain alat evaluasi serta segala hal yang
dapat menunjang pelaksaaan pembelajaran di kelas eksperimen.
d. Menguji coba instrumen, menganalisis hasil uji coba instrumen dan
memperbaiki instrumen.
2. Tahap Pelaksanaan:
a. Mengelompokan subjek penelitian menjadi dua kelas yaitu kelas
kontrol dan kelas eksperimen
b. Memberikan tes awal (pre-test) pada kelas eksperimen dan kelas
kontrol untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang akan
disampaikan.
c. Melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas eksperimen dengan
menggunakan model pembelajaran Blended Learning.
d. Melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas kontrol dengan
menggunakan model pembelajaran konvensional (ceramah).
e. Memberikan tes akhir (post-tes) pada kelas eksperimen dan kelas
kontrol setelah pembelajaran berakhir untuk mengetahui hasil belajar
siswa.
f. Membandingkan antara hasil pretest dengan posttest untuk menentukan
perbedaan antar kedua kelompok. Jika terdapat perbedaan karena
pengaruh perlakuan yang diberikan.
3. Tahap Akhir :
a. Analisis data
b. Memberikan kesimpulan berdasarkan hasil yang telah diperoleh dari
pengolahan data
Langkah-langkah pada setiap tahap dalam prosedur penelitian dapat
dilihat dari gambar di bawah ini :

48

Gambar 3.1
Langkah-langkah proses penelitian

F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur
fenomena alam maupun sosial yang diamati.6 Instrumen yag digunakan
dalam penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas guru dan tes hasil
belajar.

Ibid., h. 148

49

1. Observasi Aktivitas Guru


Lembar observasi aktivitas guru memuat tentang aktivitas guru
dalam melaksanakan pembelajaran Blended Learning. Dalam lembar
ini, terdapat kolom keterangan yang memuat saran-saran dari observer
terhadap kekurangan-kekurangan aktivitas guru selama kegiatan
pembelajaran.
2. Tes Hasil Belajar
Tes adalah kumpulan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang
digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi,
kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok.7
Dalam penelitian ini tes yang digunakan untuk mengukur hasil belajar
siswa pada ranah kognitif yang meliputi ingatan/pengetahuan (C1),
pemahaman (C2), dan penerapan (C3).
Tes ini berupa tes objektif (short answer test) pilihan ganda
dengan 4 alternatif jawaban yang disusun berdasarkan indikator yang
terdapat pada kompetensi dasar sesuai dengan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP), tes dilakukan sebelum (pretest) dan
sesudah (posttest) pembelajaran. Skor pada pilihan ganda bernilai satu
(1) untuk jawaban yang benar dan bernilai nol (0) untuk jawaban salah.
3. Kisi-kisi Instrumen Tes Hasil Beajar
Desain kisi-kisi instrumen penelitian model pembelajaran
blended learning dilihat pada tabel di bawah ini:

Suharsimi Arikunto, op, cit., h. 193

50

Tabel 3.2
Kisi-kisi Instrumen Penelitian Hasil Belajar Siswa
Kompetensi

Konsep

Uraian materi

Indikator

Dasar

Mendeskripsi

Tingkat
kesukaran

Pajak

Mendeskripsika

kan fungsi

n pengertian

pajak dalam

pajak dan

perekonomian

retribusi

nasional

Mendiskusikan
sifat dan
penetapan tarif

jenis pajak serta


perbedaan pajak

%
Soal

C1

C2

C3

Mendefinisikan
pengertian pajak
dan retribui

1*
3
4
5

2*
7

6*
8

10%

Mengidentifikasi
sifat dan
penetapan tariff
pajak

9
11*
16
44

13
15
17
18
43

10
12*

10%

Membedakan
pajak langsung
dengan pajak
tidak langsung

19
25*

24

20
21
22*
23

10%

Menjelaskan
perbedaan pajak
pusat dan pajak
daerah

26
28

29
45
49

27

10%

Mengidentifikasi
prinsip, fungsi
dan peran pajak
bagi suatu
negara

31

30*
41*

42
50

10%

pajak

Mendiskusikan

Soal

langsung dan
tidak langsung

Mendiskusikan
perbedaan pajak
pusat dan pajak
daerah
Mendiskusikan
fungsi dan
peranan pajak
dalam kehidupan
suatu Negara

51

Mendiskusikan
cara / penerapan
membayar pajak

Mengaplikasika
n kesadaran
membayar pajak
yang berpegang
pada Orang
Bijak Taat
Pajak

32

40*

34

20%

Menghitung
pajak
penghasilan,
pajak
penambahan
nilai serta pajak
bumi dan
bangunan

47*
48*

14
33

35
36
37
38
39
46*

30%

Soal
Persentase soal

30
30
40
%
%
%
Keterangan : *soal yang tidak digunakan dalam penelitian

100%
100
%

G. Variabel Penelitian
Pada penelitian ini, terdapat dua variabel yaitu variabel bebas (X)
dan variabel terikat (Y). Variabel bebas dan variabel terikat itu sebagai
berikut:
1. Variabel bebas/ independent (X) yaitu model pembelajaran Blended
Learning pada mata pelajaran IPS.
a. Definsi Konseptual
Model pembelajaran Blended Learning merupakan suatu
model pembelajaran yang mengkombinasikan pembelajaran tatap
muka dan jarak jauh, dengan model pembelajaran ini diharapkan
merubah pola pembembelajaran konvensional dan menumbuhkan
minat pada siswa dalam mata pelajaran IPS.
b. Definisi Operasional
Model pembelajaran Blended learning adalah kegiatan pembelajaran
yang mengkombinasikan atau mencampurkan pembelajaran tatap
muka dan pembelajaran berbasis komputer.8

Husama, op.cit, h. 12

52

2. Variabel terikat / dependent (Y) yaitu hasil belajar siswa pada mata
pelajaran IPS.
a. Definisi Konseptual
Hasil belajar IPS adalah perubahan pengetahuan dan
keterampilan yang ditunjukan oleh siswa setelah mengikuti
pembelajaran IPS yang mencakup penerapan dalam pajak. Pada
penelitian ini hanya dilihat pada kemampuan kognitif siswa.
b. Definisi Operasional
Hasil belajar IPS adalah skor penguasaan kognisi siswa
setelah

mengikuti

pembelajaran

IPS

yang

diukur

dengan

menggunakan instrumen tes dalam empat aspek yaitu ingatan (C1),


pemahaman (C2), dan penerapan (C3) dan dalam bentuk pilihan
ganda.

H. Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumplan data yang digunakan dalam penelitian ini
untuk memperoleh data empiris. Dalam pengumpulan data ini terlebih
dahulu ditentukan sumber data, kemudian jenis data, teknik pengumpulan,
dan instrumen yang digunakan. Secara lengkap dapat dilihat pada tabel
berikut ini:
Tabel 3.3
Teknik Pengumpulan Data

Sumber Data

Jenis Data

Teknik

Instrumen

Pengumpulan
Data
Guru

Lembar

Observer mengisi

Butir

observasi

Lembar observasi

pernyataan

aktivitas guru

aktivitas guru

yang diisi oleh


observer

53

Kelas

Hasil belajar

Melaksanakan tes

Butir pilihan

eksperimen dan

siswa sebelum

awal (pretes)

ganda

kelas kontrol

diterapkan model
pembelajaran
Blended
Learning

Kelas

Hasil belajar

Melaksanakan tes

Butir pilihan

eksperimen dan

siswa setelah

akhir (posttest)

ganda

kelas kontrol

diterapkan model
pembelajaran
blended learning
dan konvesional

I. Uji Coba Instrumen Penelitian Tes Hasil Belajar


1. Pengujian Validitas instrumen
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat
kevalidan atau kesahihan sesuatu instrument.9 Rumus yang digunakan
adalah korelasi product moment10:

Keterangan :
X
Y
N

= Koefisien korelasi antara X dan Y


= Skor tiap item
= skor total
= jumlah subyek peserta didik

Pada penelitian ini untuk mengetahui valid tidaknya soal dilakukan


pengukuran validitas empiris.

Ibid., h. 211
Ibid., h. 213

10

54

a.

Validitas empiris

Pengukuran validitas empiris soal dilakukan dengan menggunakan rumus


korelasi biserial11:

Keterangan :
Rbis
Mp
Mt
St
P
Q
p

: Koefisien korelasi tiap-tiap item


: Rata-rata skor siswa yang menjawab soal benar
: Rata-rata skor seluruh siswa
: Simpangan baku skor total
: Proporsi siswa
: 1-p
: Banyaknya siswa yang menjawab benar

Mencari simpangan baku

Keterangan:
y2
Y
N

: Jumlah siswa yang menjawab benar


: Skor total siswa yang menjawab benar
: Jumlah siswa

Sebuah soal dinyatakan valid apabila mempunyai harga korelasi


rhitung> r tabel. Tingkatan validitas soal ditentukan dengan kriteria
sebagai berikut:

11

h. 258

Anas Sudijono, Pengantar Statistika Pendidikan. (Jakarta: Raja Grafindo Persada.2014) , Cet.25.

55

Tabel 3.4
Interpretasi Validitas
0,81-1,00

Sangat Tinggi

0,61-0,80

Tinggi

0,41-0,60

Cukup

0,21-1,40

Rendah

0,00-0,20

Tidak Valid

Berdasarkan hasil uji validitas, dari 50 soal yang diuji cobakan


terdapat 37 soal yang valid yakni nomor 3, 4, 5, 7, 8, 9, 10, 13, 14, 15,
16, 17, 18, 19, 20, 21, 23, 24, 26, 27, 28, 29, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37,
38, 39, 42, 43, 44, 45, 49, 50. Namun yang digunakan dalam pre test
dan posttest sejumlah 30 soal, hal tersebut untuk memudahkan dalam
perhitungan. Soal yang digunakan nomor 3, 4, 5, 7, 8, 10, 13, 15, 16,
17, 18, 19, 20, 23, 24, 26, 27, 28, 29, 31, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 42, 44,
49, 50. Jika dilihat dari interpretasi validitasya, 10% soal katagori
sangat tinggi, 2% soal katagori tinggi, 8% soal katagori cukup, 44%
katagori rendah, dan 36% sangat rendah. Untuk lebih jelasnya, hasil uji
validitas butir soal instrumen tes hasil belajar dapat dilihat pada
lampiran 7.
2. Pengujian Reliabilitas
Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan
beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan
data yang sama.12 Teknik yang digunakan untuk menentukan reliabilitas
tes dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus K-R. 20

12

Suharsimi Arikunto. Op., Cit., h. 221

56

(Kuder-Richardson 20) karena instrumen yang digunakan berupa soal


pilihan ganda. Rumusnya sebagai berikut13:

Keterangan :
r11

= realibilitas instrumen

k
t

= jumlah butir pertanyaan


= jumlah varian total
= jumlah varian butir pertanyaan

Varian butir pernyataan dapat dicari dengan menggunakan rumus14:

Keterangan :
V
X
N

= varian butir pertanyaan


= jumlah skor butir
= Jumlah responden

Interpretasi mengenai derajat reliabilitas instrumen yang diperoleh


sebagai beriku15:
Tabel 3.5
Interpretasi reliabilitas

13

Koefisien Korelasi

Kriteria Reliabilitas

0.91-1.00

Sangat Tinggi

0.71 0.90

Tinggi

0.41-0.70

Sedang

0.21-0.40

Rendah

0.00-0.20

Kecil

Ibid., h. 223
Ibid., h. 227
15
Iin Hendriyanti, op.cit, h. 53
14

57

Berdasarkan hasil uji reliabilitas instrumen tes hasil belajar,


didapat nilai koefisien internal seluruh item, sebesar 0.768. jika dilihat
pada Tabel 3.4, maka kriteria reliabilitasnya termasuk tinggi. Untuk lebih
jelasnya, hasil uji reliablitas tes hasil belajar dapat dilihat pada lampiran 8.
3. Pengujian Tingkat Kesukaran
Tingkat kesukaran butir soal adalah proporsi dari keseluruhan
siswa yang menjawab benar pada butir soal tersebut. Tingkat kesukaran
dihitung dengan menggunakan rumus16:

Keterangan :
P
B
N

= proporsi (indeks kesukaran)


= jumlah siswa yang menjawab benar
= jumlah peserta tes

Interpretasi mengenai indeks kesukaran yang diperoleh digunakan


tabel klasifikasi dibawah ini:
Tabel 3.6
Klasifikasi Indeks Kesukaran Soal
Nilai P

Kriteria

0.00-0.25

Sukar

0.26-0.75

Sedang

0.76-1.00

Mudah

Berdasarkan hasil pengujian tingkat kesukaran soal, dari 50 soal


tes hasil belajar yang diujikan, 10% termasuk kriteria sukar, 54%
termasuk kriteria sedang dan 36% termasuk mudah. Hasil perhitungan
pengujian tingkat kesukaran tes hasil belajar dapat dilihat pada lampiran
8.

16

Ibid., h. 54

58

4. Daya Pembeda
Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk
membuktikan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dan
siswa yang bodoh (berkemampuan rendah). Daya pembeda butir soal
dihitung dengan menggunakan rumus17:

Keterangan :
DP
BA

= daya pembeda
= banyaknya siswa kelompok atas yang menjaba
benar
= banyaknya siswa kelompok bawah yang
menjawab benar
= banyaknya siswa kelompok atas
= banyaknya siswa kelompok bawah
= proporsi kelompok atas yang menjawab benar

BB
JA
JB
PA

Tabel 3.7
Klasifikasi Daya Pembeda
Indeks Daya Pembeda

Kriteria Daya Pembeda

Negatif

Sangat buruk, harus dibuang

0.00-0.20

Jelek

0.21-0.40

Cukup

0.41-0.70

Baik

0.71-1.00

Baik Sekali

Berdasarkan hasil uji daya pembeda, dari 50 soal tes hasil belajar
yang diujikan, 10% termasuk kriteria sangat buruk (harus dibuang), 18%
termasuk kedalam kriteria jelek, 56% termasuk kriteria cukup dan 16%
termasuk kriteria baik. Untuk lebih jelasnya, hasil uji daya pembeda dapat
dilihat pada lampiran 9.

17

Suharsimi Arikunto, Op, cit., h. 213

59

J. Teknik Analisis Data


Setelah melakukan uji coba instrumen, selanjutnya dilakukan
analisis data melalui instrumen penelitian. Tujuan dari analisis data untuk
mendapatkan hasil dari pertanyaan penelitian dan menguji hipotesis.
Dalam pengolahan dan penganalisisan data menggunakan statistik.

1. Uji Prasyarat Analisis Data Hasil Belajar


a. Uji Normalitas
Hipotesis yang telah dirumuskan akan diuji dengan Statistik
Parametris, antara lain dengan menggunakan t-test untuk satu
sampel, korelasi dan regresi, analisis varian dan t-test untuk dua
sampel. Penggunaan Statistik Prametris menjelaskan bahwa data
setiap variabel yang akan dianalisis harus berdistribusi normal. Oleh
sebab itu, sebelum dilakukan uji normalitas data.18 Teknik uji
normalitas dalam penelitian ini menggunakan Uji Liliefors, adapun
langkah-langkah pengujian normalitas menurut sebagai berikut19:
1)

Urutkan data sampe dari yang kecil sampai yang paling terbesar.

2)

Tentukan Zi dari tiap tiap data dengan rumus


Zi =
Keterangan
Zi = Skor baku
= Nilai rata-rata
Xi = Skor data ke- i
S = Simpangan baku

3) Tentukam besar peluang untuk masing-masing nilai Zi berdasarkan


tabel Z, dan disebut sebagai F(Zi).
4) Selanjutnya hitung proporsi Z1, Z2, ., Zn yang telah lebih atau sama
dengan Zi jika proporsi dinyatakan oleh S (Zi), maka :
S (Zi) =
18

yang Zi

Sugiyono, op, cit., h. 241


Mutoharoh, Pengaruh Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Learning)
Terhadap Hasi Belajar Fisika Siswa, Skripsi Universitas Islam Negeri Jakarta, Jakarta, h. 55
19

60

5) Hitunglah selisih F (Zi) S(Zi), kemudian tentukan harga


mutlaknya
F (Zi) S(Zi)
6) Ambil nilai terbesar diantara harga-harga mutlak selisih tersebut,
nilai ini disetu Lo.
Lo =
i) S(Zi)
7)
8)

Menentukan Ltabel.
Menguji hipotesis normalitas
Untuk menguji hpotesis normalitas, data Lhitung dibandingkan
dengan data Ltabel

b. Uji Homogenitas
Untuk menguji ke dua sampel homogen atau tidak, maka
perlu diuji homogenitas variannya dengan uji F. dengan rumus20 :
F=

Variabel besar
Variabel kecil

c. Uji Hipotesis
Hipotesisi diartikan sebagai jawaban sementara terhadap
rumusan masalah penelitian.21 Menurut Budi Susetyo dalam
bukunya yang berjudul statistika untuk analisis data penelitian uji
hipotesis terbagi menjadi dua yakni, pengujian dua rata-rata populasi
yang berhubungan (korelasi) dan yang tidak berhubungan.22
1) Pengujuan Perbedaan Dua Rata-Rata Populasi Tidak
Berhubungan
Pengujian rata-rata populasi tidak berhubungan
digunakan untuk suatu penelitian yang menggunakan
eksperimen. Pengujian ini membandungkan metode mengajar
A pada kelas eksperimen dengan metode mengajar B pada
kelas kontrol. Untuk menghitung pengujian perbedaan dua
20

Sugiyono, op. cit ., h. 197


Ibid. , h. 159
22
Budi Susetyo, Statistik Untuk Analisis Data Penelitian, (Bandung: Refrika Aditama, 2010),
h. 201
21

61

rata-rata populasi yang tidak berhubungan digunakan rumus


thitung sebagai beriku23:
thitung =
keterangan :
X1
X2
n
s

= rata-rata kelompok 1
= rata-rata kelompok 2
= jumlah siswa
= simpangan baku

Dengan kriteria pengujian hipotesis : Ho diterima


jika thitung < ttabel sehingga Ha ditolak.

2) Pengujian

Perbedaan

Dua

Rata-Rata

Populasi

Berhubungan
Dalam

situasi

tertentu,

peneliti

tidak

ingin

membadingkan dua kelompok. Penelitian semacam ini


biasanya menggunakan desain pra-eksperimen yang lebih
dikenal dengan desain pre-test post-test (one group pretestposttest desaign). untuk menghitung simpangan baku
perbedaan dua rata-rata digunakan thitung sebagai beriku24:

Keterangan :
D
SD
D

= rata-rata D
= simpangan baku rata-rata D
= pasangan skor X1 X2

Dengan kriteria pengujian hipotesis : Ho diterima


jika thitung < ttabel sehingga Ha ditolak.
Dalam penelitian ini, menggunakan The Nonequivalent Control
Group Design dimana dalam desain ini kelompok terbagi menjadi dua
23
24

Ibid. , h. 203
Ibid. , h. 208

62

yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sehingga untuk


perhitungan uji hipotesis menggunakan pengujian perbedaan dua rata-rata
populasi tidak berhubungan. Lihat lampiran 14.
2. Uji Gain
Untuk mengetahui taraf signifikasi penguasaan materi belajar
antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan digunakan rumus Gain,
yaitu 25 :

Keterangan :
= gain ternormalisasi
Spost

= nilai rata-rata pada post test

Spre

= nilai rata-rata pada pre test

Besarnya faktor (g) atau dikatagorikan sebagai berikut:


Tinggi apabila (g) > 0.70 atau dinyatakan dalam persen (g) > 70
Sedang apabila 0.3 (g) 0.7 atau dinyatakan dalam persen 30(g)70
Rendah apabila (g) < 0.3 atau dinyatakan dalam persen (g) < 30

K. Hipotesis Statistik
Ho

: A = B

Ha

: A > B

Keterangan :
Ho : tidak terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran blended
learning terhadap hasil belajar IPS siswa SMPN 37 Jakarta.
Ha : terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran blended
learning terhadap hasil belajar IPS siswa SMPN 37 Jakarta.

25

Siti Nur Alfath, op.cit, h.57

BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Profil Sekolah
SMP Negeri 37 Jakarta yang beralamat di Jalan Taman Wijayakusuma
Raya, Cilandak Jakarta Selatan (Kode pos Jakarta 12430). No Telp. 0217695272. Sekolah ini didirikan pada tanggal 16 Juli 1969. Pada awalnya
sekolah ini berlokasi di Jalan Bumi, Mayestik. Kemudian pindah ke Jalan
Taman Wijayakusuma Dapur Susu sekitar tahun 1976.
Kepala sekolah yang pernah menjabat di SMP Negeri 37 Jakarta adalah
sebagai berikut :
1.

Bapak Yakub (1969 1977)

2.

Bapak Marsono (1978 1979)

3.

Bapak Tuhali,BA (1979- 1983)

4.

Bapak Ismail Sarmili (1983- 1986)

5.

Ibu Imam S Soejari (1986- 1992)

6.

Bapak Darya Yuda Mulyatna (1992- 1995)

7.

Bapak Didi Soeyardi (1995- 1999)

8.

Ibu Suryatmi (1999- 2002)

9.

Bapak H. Karsono (2003- 2008)

10. Bapak H.Ngadiman (31 Oktober 2008 4 November2011)


11. Ibu Hj R.Sri Hartami (4 November 2011- 2014)
12. Bapak Rusdi (April 2014 sekarang)

1.

Visi dan Misi Sekolah


VISI: Unggul dalam prestasi, santun dalam bersikap dan berbudi pekerti
luhur berdasarkan iman dan taqwa
MISI
1. Menanamkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2. Menghasilkan lulusan yang berkarakter cinta ilmu dan religius.

63

64

3. Meningkatkan mutu pelayanan dengan sikap santun.


4. Menanamkan disiplin dan berbudi pekerti luhur.
5. Menumbuhkan semangat kompetitif dan keunggulan dalam setiap
perlombaan secara intensif kepada seluruh warga sekolah.
6. Melakukan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap
siswa berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki.
7. Menumbuhkan dan mendorong keunggulan dalam penerapan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
8. Meningkatkan mutu keterampilan dan kepedulian sosial antarsesama.

2. Guru dan Tenaga Kependidikan


Tabel 4.1
Keadaan Guru di SMP Negeri 37 Jakarta
No

Bidang Studi

Kesesuaian

JML

Keterangan

Sesuai

Tidak sesuai

1.

Pend,Agama Islam

PNS

2.

PKn

PNS

3.

Bahasa Indonesia

PNS

4.

Matematika

PNS

5.

IPA

PNS

6.

IPS

10

PNS

7.

Bahasa Inggris

PNS

8.

Pendidikan

PNS

9.

Jasmani

PNS

10.

Pendidikan Seni

PNS

11.

BP/BK

PNS

Tekh.
Komp.

Inf

dan

65

Tabel 4.2
Daftar Nama Guru SMP Negeri 37 Jakarta
No
1
2

Nama Guru

NIP / NUPTK

Drs. Rusdi, M.Pd

195812281984031005

Hj. Hamilah,
M.Pd
Dra. Hj. Hazamih,
M.Pd
Denny Setyantoro,
S.Pd

196206131983032004

195808081982032012

195812061978011001

Christina
5

Djumiyem Y.

195504251980032001

S.Pd
6

Dra. Hj. Lilies


Cholishoh H.
Prapti Wahyuni,
S.Pd
Drs. Muan
Suherman

195512221986022001

195707161978032006

Mata
Pelajaran

Ket

PKN

PNS

Bahasa

PNS

Indonesia
Bahasa

PNS

Indonesia
Bahasa

PNS

Inggris
Bahasa

PNS

Indonesia

Agama Islam
Bahasa

PNS

PNS

Indonesia

195812151982031011

Agama Islam

PNS

Sudarmin, S.Pd

195803151983021002

IPS/TIK

PNS

10

Sidik, S.Pd

195906161983031013

Penjaskes

PNS

195903081979032002

IPA
IPA

PNS

Bahasa

PNS

11

Siti Aisyah
Elawati, S.Pd

12

Nursalim, S.Pd

196102181981011001

13

Ismana, S.Pd

195908131983022002

14
15

Drs. H. Ahmad
Ramli T,M.Pd
Elly Safrida, S.Pd

196007171984011001
196204121986022005

PNS

Inggris
Bahasa

PNS

Indonesia
BK/BP

PNS

66

16

Yusrizal Syarief

195704051979031003

IPA

PNS

17

Aay Srihati, S.Pd

195507071980022002

IPS

PNS

196107131983022004

Matematika

PNS

Bahasa

PNS

18

19

20

Maisaroh HM,
S.Pd
Rosmaida Silaban,
S.Pd
Karto Hadianto,
S.Pd

196207201986022001

Inggris

196007121983031019

IPS

PNS

21

Nur Azimah, S.Pd

195911021983032004

Matematika

PNS

22

Syafrudin, M.Si

196008151984031006

Kesenian

PNS

Bahasa

PNS

23

Sri Indriyani SA,


S.Pd

195901021985081001

Inggris

24

Zuniarti, S.Pd

195709041983032003

Kesenian

PNS

25

Saida, S.Pd

196510061988032002

Matematika

PNS

195611151984032002

BK/BP

PNS

26

Suci Sunaryati,
S.Pd

27

Umyati, S.Pd

196404071994032003

Akuntansi

PNS

28

Siti Fatimah, S.Pd

195508051986022001

IPS

PNS

195508251986031002

IPS/PKN

196912281992012001

IPA

195803181995122001

IPS

29
30
31

I Nyoman Santra,
S.Pd
Siti Rahayu, S.Pd
Siti Tirtaningsih
M. S.Pd
Endang

32

Retnaningsih,

PNS

PNS
PNS

PNS
197209191995122001

IPA

196804061998021003

IPA

197205291998022002

PKN

M.Pd
33

34

Muhamad Zainul
Diney, M.Pd
Nur Komariah,
S.Pd

PNS

PNS

67

35

GP. Santoso,
M.Pd

Matematika
IPS

PNS

Bahasa

PNS

36

Rini Hartati, S.Pd

196007241990112001

37

Surtinah, S.Pd

197105181998032003

38

39
40
41

42

Yuyud Subarna,
M.Pd

PNS

196303091986021002

Indonesia
Bahasa

196710211999031002

PNS

Indonesia/TI
K

Hj. Noor Hayati ,


S.Pd
H. Suroso, S.Pd

PNS

196110092007012003

BK/BP

196605142010081001

Penjaskes

PNS

Agama

Honor

Arnadie S. Walas,

S.Th
Aditya Nugroho,

S.Pd

Kristen
Katolik

Honor

Daftar Tenaga Kependidikan (Tata Usaha, Pesuruh dan Keamanan )


No

Nama

Pangkat/ Golongan

Jabatan

Ket

1.

Maryono

196310251986031017

Kepala Tata Usaha

PNS

2.

Sumarna

196204121986021006

Staf Tata Usaha

PNS

3.

Giyati

196002201986022004

Staf Tata Usaha

PNS

4.

Nuraini

Staf Tata Usaha

Honor

Penj. Laboratorium

Honor

Staf Tata Usaha

Honor

Staf Tata Usaha

Honor

5.
6.
7.

Achmad
Safruddin

Sarta

Suroyo,
S.Kom

68

Umiasih
Tri

8.

Supiyani,

Penj. Perpustakaan

Honor

S.Pd

9.

Sulaiman

Keamanan

Honor

10.

Ali Agus

Keamanan

Honor

11.

Wadjiman

Kebersihan

Honor

Kebersihan

Honor

Kebersihan

Honor

Penj. Perpustakaan

Honor

12.

Agus
Mulyadi

13.

Dasimun

14.

Sopiyanto

15.

Dede
Nanang

Honor

Kebersihan

3. Keadaan Siswa
Tabel 4.3
Rincian data siswa per kelas di SMPN 37 Jakarta
Tahun 2014/2015
Kelas VII
VII.A VII.B
35

VII.C

VII.D

VII.E

VII.F

VII.G

VII.H

36

36

36

36

36

35

36

Kelas VIII
VIII.

VIII.

VIII.

VIII.

VIII.

VIII.

VIII.

VIII.

VIII.

33

33

33

33

33

33

33

33

32

Kelas IX
IX.A
29

IX.B

IX.C

29

29

IX.D

IX.E

IX.F

IX.G

IX.H

IX. I

28

28

29

28

28

29

69

4. Sarana dan Prasarana


a. Bangunan dan Gedung
Tabel 4.4
Keadaan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 37 Jakarta
No Nama Ruang

Jumlah Keterangan

1.

Ruang Kelas

26

Tersedia

2.

Mushollah

Tersedia

3.

Pos Satpam

Tersedia

4.

Ruang Kepala Sekolah

Tersedia

5.

Ruang Tata Usaha

Tersedia

6.

Kamar Mandi / WC

Tersedia

7.

Ruang Guru

Tersedia

Tersedia

Tersedia

10. Kantin

Tersedia

11. Ruang Wakasek

Tersedia

12

Tersedia

13. Ruang Lab IPA

Tersedia

14. Ruang. UKS

Tersedia

15

Ruang OSIS

Tersedia

16

Ruang Lab. Bahasa

Tersedia

17

Ruang Musik

Tersedia

18

Dapur

Tersedia

19

Pagar Sekolah

Tersedia

8.
9.

Lap.

Olah

Raga/Upacara
Gudang

Ruang Lab. Komputer

70

5. Lainnya Yang Relevan


a.

Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran


1) Kurikulum
Kurikulum yang digunakan SMP Negeri 37 Jakarta mengikuti
kurikulum yang ditetapkan pemerintah. Pada tahun 2013 lalu, SMPN
37 menggunakan kurikulum 2013, tetapi seiring dengan pengembalian
kurikulum ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada
semester kedua tahun ajaran 2014/2015.
2) Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran yang ditempuh dalam jenjang selama 3 tahun untuk
Kelas Reguler. Kelas terdiri dari Kelas VII, VIII, dan IX. Pembelajaran
setiap mata pelajaran adalah 1 x 40 menit, yang di awali dengan tadarus
bersama yang dipimpin oleh peserta didik sebelum jam pembelajaran
dimulai (06.50 s/d 07.00) setiap hari.

b. Lingkungan Sekolah
SMP Negeri 37 Jakarta merupakan salah satu sekolah yang terletak
di pinggiran Jakarta. Sekolah ini bersebelahan dengan sekolah perawat
dan letaknya tidak jauh dari jalan besar Fatmawati. Sekolah ini juga
memiliki akses yang cukup dekat dengan mall besar seperti Cilandak
Town Square. Banyaknya sekolah-sekolah yang berada di sekitar wilayah
SMP Negeri 37 Jakarta, baik Negeri atau swasta bukanlah hambatan
untuk memajukan mutu pendidikan SMP Negeri 37 Jakarta. Sekolahsekolah yang cukup dekat jaraknya antara lain, MTs Negeri 19 Jakarta,
SMP Negeri 85 Jakarta, High Scope, dan sebagainya.

71

c. Profil Sekolah
1) Data Sekolah
Nama sekolah

: SMP Negeri 37 Jakarta

Nomor Statistik Sekolah (NSS)

: 201016307120

Nomor Pokok Sekolah Nasional

: 20102467

Jenjang Akreditasi

: Terakreditasi A

Tahun Berdiri Sekolah

: 1969

Luas Tanah Sekolah

: 4314 Meter2

Luas Bangunan Sekolah

: 1624 Meter2

Alamat Sekolah
Provinsi

: DKI Jakarta

Kab/Kota

: Jakarta Selatan

Kecamatan

: Cilandak

Desa/Kelurahan

: Pondok Labu

Jalan

: Jl. Taman Wijaya Kusuma

Raya
Telepon

: 021-7695271

E-mail

: smpn37cil@yahoo.co.id

2)

Identitas Kepala Sekolah


Nama Lengkap

: Drs. Rusdi, M.Pd

NIP

: 195812281984031005

Pendidikan Terakhir : S2/IV.A


Universitas

3)

: IKIP Jakarta

Akreditasi Sekolah
Katagori Akreditasi

: A

72

4)

Prestasi Yang Pernah Diraih Sekolah dan Pembagian Tugas Guru


Non Akademik
Tabel 4.5
Prestasi Akademik dan Non-Akademik

No

Jenis Lomba/ Kejuaraan

Lomba Membaca Puisi

Lomba Cipta Lagu

Lomba Story Telling

Bahasa
Indonesia

Bahasa
Inggris

Sekolah

Prestasi

Kesenia

Lomba Cipta Lagu Mars

Bidang

Lomba Futsal

Juara 2

Juara 2

Juara 1

Tingkat/Lingkup
Kecamatan
Cilandak
Jakarta Selatan
Kecamatan
Cilandak

Kesenian

Juara 1

Nasional

Olahraga

Juara 1

Jakarta Selatan

Tabel 4.6
Pembagian Tugas Ekstrakurikuler
Jenis kegiatan

Jadwal

Waktu

Pembina

latihan
Paskibra

Senin

14.00 15.30

Surtinah, S.Pd

Pramuka

Rabu

14.00 15.30

Sri Indriyani SA, S.Pd

PMR

Rabu

14.00 15.30

Siti Aisyah Elawati,


S.Pd

Science olimpiade:
-

IPA

Senin

14.00 15.30

Siti Rahayu, S.Pd

B. Inggris

Jumat

14.00 15.30

Ismana, S.Pd

Senin

14.00 15.30

Aay Srihati, S.Pd

Kesenian:
-

Tari

73

Paduan suara

Marawis

Selasa

14.00 15.30

Syafruddin, M.Si

Senin

14.00 15.30

Dra. Hj. Hazamih,


M.Pd

Keagamaan:
-

Rohis

Jumat

14.00 15.30

Dra. Hj. Lilies C. H,

MTQ

Kamis

14.00 15.30

S.Pd

Jumat

Hj. Noor Hayati, S.Pd

Selasa
Jasmani:

Basket: Jumat

14.00 15.30

Basket: Alumni SMP

Basket

Futsal : Senin

14.00 15.30

Negeri 37

Futsal

Silat : Rabu

14.00 15.30

Futsal : Suroso

Silat

Silat : A. Ramli

5) Lagu -lagu
MARS SMP NEGERI 37 JAKARTA

Tunas-tunas muda harapan bangsa


Pengemban amanah cita mulia
Berjuang belajar dengan ikhlas
Demi masa depan
Putra-putri SMP 37
Giat belajar dan berkarya
Menyongsong hari esok nan cerah
Harapan kita semua
Harumkan nama almamater kita
Di persada nusa
Agar tercipta insan cendikia
Harapan negara
Marilah semua bersatu padu

74

Bergerak melangkah bersama


Semoga SMP 37
Selalu tetap jaya

Cipt: Syafrudin

6) Tata Tertib Siswa SMP Negeri 37 Jakarta


1) Wajib hadir 10 menit sebelum jam pelajaran di mulai
2) Yang terlambat:
a. Tidak diizinkan masuk sebelum mendapat izin dari guru piket
b. Lebih dari 5 (lima) kali dalam sebulan dipanggil orang tua atau
walinya
3) Yang tidak masuk/absen:
a. Harus memberitahukan ke sekolah
b. Sakit 2 (dua) hari berturut-turut harus ada surat dokter
c. Absen 3 (tiga) hari berturut-turut tanpa keterangan dipanggil orang
tua/walinya
4) Tidak meninggalkan sekolah sebelum waktunya tanpa seizin guru piket
5) Tidak meninggalkan kelas setiap pergantian jam pelajaran
6) Setiap hari senin wajib mengikuti upacara bendera
7) Wajib memakai seragam sekolah sesuai ketentuan:
a. Senin

: putih putih

b. Selasa

: putih biru

c. Rabu

: pramuka

d. Kamis

: batik putih

e. Jumat

: koko putih

8) Tidak berkelahi/tawuran baik dengan teman sendiri maupun dengan


sekolah lain
9) Tidak membawa atau memakai obat-obatan terlarang, narkoba, minuman
keras, merokok, senjata tajam, menyimpan buku/CD porni dan sejenisnya
10) Tidak membawa makanan dan minuma ke dalam kelas

75

11) Tidak membawa sepeda motor ke sekolah


12) Tidak membawa HP, apabila masih membawa dan kemudian hilang/rusak,
maka sekolah tidak bertanggung jawab
13) Wajib menjaga kerapihan dan kebersihan baik untuk diri sendiri maupun
untuk lingkungan sekolah
14) Sangsi-sangsi:
a. Teguran langsung
b. Teguran tertulis
c. Pemanggilan orang tua
d. Skorsing
e. Dan dikembalikan kepada orang tua
B. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 6 kali pertemuan pada kelompok
eksperimen maupun kelompok kontrol. Penelitian memberikan perlakuan
yang berbeda kepada kedua kelompok tersebut. Kelompok eksperimen belajar
dengan model pembelajaran blended learning, sedangkan kelompok kontrol
belajar menggunakan model pembelajaran konvensional.
Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data yang terkumpul
dari tes yang diberikan kepada siswa-siswi SMP Negeri 37 Jakarta berupa
pretest dan posttest yang diberikan pada kedua kolompok yaitu kelompok
kontrol dan eksperimen. Pretes diberikan sebelum adanya perlakuan model
blended learning hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal
siswa. Sedangkan posttest diberikan setelah perlakukan dilakukan dengan
model blended learning. Instrument yang digunakan pada pretest dan posttest
dalam penelitian ini meliputi data hasil belajar siswa memalui tes kognitif
sebanyak 30 soal pilihan ganda yang telah divaliditaskan.

76

1.

Hasil Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen dan Kelompok


Kontrol
Berdasarkan hadil pretest dan posttest kelompok eksperimen yang
terdiri dari 33 siswa, disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 4.7
Rekapitulasi Distribusi Data Hasil Pretest-Posttest
Kelompok Eksperimen dan Kontrol
Kelompok Eksperimen

Kelompok Kontrol

Data

Pretes

Posttes

Pretes

Posttes

Nilai Tertinggi

77

90

70

87

Nilai Terendah

37

43

Mean

52,67

71,8

55,2

63,7

Median

53

75,9

49

53,3

Modus

41,5

76,6

50,8

56,25

Standar deviasi

10,91

14,58

14,8

16,04

Berdasarkan

tabel

di

atas,

ukuran

pemusatan

dan

penyebaran data hasil pretest untuk kelompok eksperimen yaitu:


skor terbesar 77 dan skor terkecil 37, rata-rata (mean) sebesar
52.67, median sebesar 53, modus sebesar 41,5 dan standar deviasi
sebesar 10,91. Sedangkan data hasil posttest skor tertinggi 90 dan
skor terendah 43, rata-rata (mean) 71,8, median sebesar 75,9,
modus sebesar 76,6 dan standar deviasi 14,58.
Berdasarkan tabel diatas, untuk kelompok kontrol diperoleh
data hasil pretest yaitu: skor terbesar 70 dan skor terkecil 0, ratarata (mean) sebesar 55,2, median sebesar 49, modus sebesar 50,8
dan standar deviasi sebesar 14,8. sedangkan data hasil posttest skor
tertinggi 87 dan skor terendah 0, rata-rata (mean) 63,7, median
sebesar 53,3, modus sebesar 56,25 dan standar deviasi 16,04.
Berikut rekepitulasi data pretest kelompok eksperimen dan
kontrol dapat dilihat pada diagram batang berikut:

77

Gambar 4.1
Histogram Data Hasil Pretest KelompokEksperimen
dan Kelompok Kontrol
Adapun

rekapitulasi

data

hasil

posttest

kelompok

eksperimen dan kontrol dapat di lihat pada diagram batang berikut


:

Gambar 4.2
Histogram Data Hasil Posttes Kelompok Eksperimen
dan Kelompok Kontrol

78

2.

Analisis Data Hasil Belajar


a. Uji Normalitas
Uji Normalitas dilakukan untuk mengatahui apakah sampel yang
diteliti berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini, uji normalitas
yang digunakan adalah uji Liliefors. Adapun kriteria penerimaan bahwa
suatu data berdistribusi normal atau tidak dengan menggunakan rumus
sebagai berikut:
Jika Lhitung < Ltabel berarti data berdistribusi normal
Jika Lhitung > Ltabel berarti data tidak berdistribusi normal
Tabel 4.8
Hasil Uji Normalitas Data Pretest-Posttest
Kelompok Eksperimen dan Kontrol
Statistik

Eksperimen

Kontrol

Pretes

Posttest

Pretest

Posttest

33

33

33

33

52,67

71,8

55,2

63,7

10,91

14,58

14,8

16,04

Lhitung

0.106

0.136

0.142

0.144

Ltabel

0.154

0.154

0.154

0.154

Normal

Normal

Normal

Normal

Kesimpulan

Dari tabel hasil uji normalitas dapat disimpulkan bahwa data hasil
pretest maupun posttest kedua kelompok berdistribusi normal karena
memenuhi kriteria yaitu Lhitung < Ltabel.
b. Uji Homogenitas
Setelah kedua sampel kelompok dinyatakan berdistribusi normal,
selanjutnya dilakukan pengujian homogenitas. Pengujian homogenitas
dilakukan untuk mengetahui apakah data penelitian memiliki varian yang
homogen atau tidak. Dalam penelitian ini uji homogenitas dilakukan

79

berdasarkan uji kesamaan varian kedua kelas, menggunakan uji Fisher


pada taraf signifikasini () = 0,05 dengan kriteria pengujian yaitu, jika
Fhitung < Ftabel maka data kedua kelompok mempunyai varian yang sama
atau homogeni.

Tabel 4.9
Hasil Uji Homogenitas Data Pretest-Posttest
Statistik

S2

Kontrol

Eksperimen

Pretest

Posttest

Pretest

Posttest

219,04

256,28

119,02

212,57

F-hitung

1,17

1,78

F-tabel

1,84

1,84

Kesimpulan

Homogen

Homogen

Dari tabel di atas, untuk data kelas kontrol didapat Fhitung = 1,170
dan data pada kelas eksperimen didapat Fhitung =1,78, sedangkan Ftabel =
1,84. Dari data kedua data tersebut didapatkan Fhitung < Ftabel, maka dapat
disimpulkan bahwa data hasil belajar dari kedua sampel tersebut
mempunyai varian yang sama atau homogen
3.

Hasil Pengujian Hipotesis


a. Uji-t
Setelah dilakukan uji prasyarat analisis data, diketahui bahwa data
belajar kedua kelompok pada penelitian ini berdistribusi normal dan
homogen, sehingga pengujian data hasil belajar kedua kelompok
dilanjutkan pada analisis data berikutnya, yakni uji hipotesis menggunakan
uji t dengan kriteria pengujian :
Jika thitung < ttabel maka Ho diterima, Ha ditolak.
Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak, Ha diterima

80

Untuk menentukan nilai thitung digunakan rumus sebagai berikut :


thitung =
Tabel 4.10
Hasil Uji Hipotesis
Statistik

Pretest

Posttes

Eksperimen

Kontrol

Eksperimen

Kontrol

33

33

33

33

52,87

55,2

71,8

63,7

S2

119,02

219,04

212,57

256,28

thitung

-0.73

2.171

ttabel

2.036

2.036

Keputusan

Tidak Terdapat
perbedaan

Terdapat perbedaan

Dari tabel 4.4, pada nilai pretest tampak bahwa thitung < ttabel yaitu 0.73 < 2.036 sehingga hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis alternative
(Ha) ditolak. Maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil
pretest kelas VIII D sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII E
sebagai kelompok kontrol. Dengan demikian, kedua kelas memiliki
kemampuan homogen dan kedua kelas layak dijadikan sampel penelitian.
Berbeda dengan hasil perolehan pretest, hasil perolehan posttest
kedua kelompok setelah diberi model pembelajaran yang berbeda yaitu
didapat thitung > ttabel yaitu 2.171 > 2.036 sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak
dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan diterimanya Ha pada
pengujian hipotesis tersebut, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini dapat
menguji kebenaran hipotesis yaitu terdapat pengaruh penggunaan model
pembelajaran blended learning terhadap hasil belajar mata pelajaran IPS
siswa. Hal tersebut menunjukkan rata-rata hasil belajar IPS kelompok

81

eksperimen lebih baik daripada rata-rata hasil belajar IPS kelompok


kontrol.

b. Uji Gain
Pengumpulan

data

penelitian

tes

hasil

belajar

dilakukan

menggunakan alat pengumpulan data berupa tes objektif pilihan ganda.


Desain yang digunakan penelitian ini adalah the nonequivaent control
group desain, maka data yang disajikan untuk kedua kelompok sampel
tersebut digolongkan menjadi data hasil pretest dan posttest. Untuk
mengetahui hasil penelitian yang dilakukan, maka perlu diadakan
perbandingan pretest dengan posttest dari kedua kelompok, serta
membandingkan normal gain dari kedua kelompok. Dari hasil perhitungan
Gain diperoleh data sebagai berikut :
Tabel 4.11
Uji Kesamaan Dua Rata-rata Gain
Keterangan
X
Kesimpulan

Eksperimen

Kontrol

0.404

0.189

Sedang

Rendah

Berdasarkan tabel diatas, perhitungan skor siswa pada kelompok


eksperimen secara umum termasuk sedang (0.404), sedangkan pada
kelompok kontrol peningkatan skor siswa termasuk rendah (0.189).
sehingga, dapat disimpulkan bahwa kelompok eksperimn memiliki
peningkatan pemahaman yang tinggi daripada kelompok kontrol.

C. Pembahasan
Pada penelitian ini, penerapan model pembelajaran blended learning
di SMPN 37 Jakarta merupakan penelitian yang baru sehingga menciptakan
suasana belajar yang berbeda dari biasanya. Tahap proses belajar dengan

82

menggunakan model blended learning berbeda dengan model pembelajaran


konvensional.
Berdasarkan hasil analisis penelitian, perbedaan model pembelajaran
yang digunakan secara keseluruhan menunjukkan bahwa model pembelajaran
blended learning sebagai model eksperimen lebih baik dibandingkan model
pembelajaran konvensional

yang biasa digunakan. Sehingga model

pembelajaran blended learning mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar


siswa terutama pada mata pelajaran IPS.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa nilai rata-rata hasil
belajar pada kelas eksperimen mengalami peningkatan yang cukup signifikan,
dimana nilai rata-rata belajar posttest 71,8 lebih besar daripada nilai hasil
belajar pretest 52.67. sehingga model pembelajaran blended learning lebih
mempegaruhi hasil belajar siswa dibandingkan dengan model konvensional.
Menurut Dodon Yendri, bila blended learning dilakukan dengan baik, maka
paling tidak ada tiga manfaat yang dapat diperoleh salah satunya
meningkatkan hasil pembelajaran melalui pendidikan jarak jauh1. Dalam
penelitian ini terlihat jelas bahwa model pembelajaran blended learning
mampu memberikan perubahan hasil belajar pada siswa, sehingga model
pembalajaran blended learning menjadi salah satu model pembelajaran jarak
jauh yang dapat dilakukan guru untuk kegiatan pembelajaran guna
menciptakan suasana belajar yang baru dengan memberikan kemudahan bagi
siwa melalui pendidikan jarak jauh.
Melalui uji-t yang dilakukan, terdapat pebedaan yang signifikan
artinya perbedaan itu dikarenakan perlakuan dengan model pembelajaran
blended learning. Dengan taraf signifikansi 0.05, daerah penerimaan Ha yaitu
ttabel < thitung atau 2.036 < 2.171, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.
Berdasarkan uji normal gain, diketahu rata-rata normal Gain kelas
eksperimen 0.404 dan kelas kontrol 0.189. Dari nilai tersebut dapat dikatakan

1
Dodon Yendri, Blended Learning: Model Pembelajaran Kombinasi E-Learning Dalam Penddikan
Jarak jauh, Jurnal Prodi Sistem Komputer Universitas Andalas, 2011, h. 4

83

bahwa rata-rata normal gain pada kelompok eksperimen lebih besar jika
dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh guru pamong mata
pelajaran IPS di SMPN 37 Jakarta terhadap peneliti menunjukkan bahwa
aspek yang dinilai sudah sesuai dengan langkah-langkah dan rencana
pembelajaran yang dibuat peneliti. Sehingga, tujuan yang hendak dicapai
dalam rancangan pembelajaran sudah terlaksana untuk itu, model blended
learning mampu mempengaruhi hasil belajar siswa.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan
pada bab sebelumnya, dapat diketahui bahwa hasil belajar dengan
menggunakan model blended learning lebih tinggi daripada menggunakan
model konvensional. Hal ini diperkuat dengan perolehan hasil perhitungan
uji hipotesis posttest dengan melalui uji-t pada tara signifikan 0.05 didapat
hasil ttabel < thitung atau 2.036 < 2.171, sehingga dapat disimpulkan bahwa
Ha diterima. Hasil perhitungan ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh
yang signifikan pembelajaran dengan menggunakan model blended
learning.
Selain itu, keberhasilan blended learning pada penelitian ini
didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang model
blended learning pada SMP Negeri 37 Jakarta dapat diterapkan seperti,
ruang komputer yang memadai, akses internet yang disediakan sekolah
melalu jaringan wi-fi sehingga siswa dapat mengakses internet diarea
sekolah baik di kelas maupun di luar kelas dan siswa-siswi memiliki
gadget yang dapat menunjang pembelajaran jarak jauh. Sehingga, model
blended learning dapat mempengaruh hasil belajar siswa dan memberikan
pengalaman belajar yang berbeda.
Oleh karena itu, model pembelajaran blended learning merupakan
salah satu model pembelajaran yang mampu memberikan perubahan hasil
bagi siswa dan model ini dapat digunakan guru dalam kegiatan
pembelajaran guna menciptakan suasana pembelajaran baru.

84

85

B. Saran
Berdasarkan pada kesimpulan dan pembahasan hasil penelitian
seperti yang dikemukakan diatas, berikut ini beberapa saran yang diajukan
peneliti :
1. Seiring dengan kemajuan teknologi saat ini, ada baiknya jika proses
belajar mengajar melibatkan teknologi didalamnya sebab dengan
teknologi guru dapat memberikan kemudahan dalam memaparkan
materi ajar dan membuat kegiatan belajar mengajar lebih nyata.
2. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran blended
learning dapat memberi pengaruh yang positif dalam meningkatkan
hasil belajar siswa, untuk itu guru bidang studi khususnya IPS dapat
menerapkan pembelajaran IPS dengan model pembelajaran blended
learning.
3. Penelitian mengenai model pembelajaran blended learning ini dapat
dikembangkan lebih luas untuk diteliti mengenai motivasi siswa dalam
belajar IPS, aktifan siswa serta kemampuan berkomunikasi siswa.
4. Penelitian selanjutnya diharapkan dengan menggunakan mata pelajaran
lain, supaya terlihat apakah model pembelajaran blended learning
berhasil juga untuk mata pelajaran lain.

DAFTAR PUSTAKA

AKBYIN, Hasan. The Effect Of Blended Learning Model On High School


Student;s Biology Achievment And On Their Attitudes Towards The
Internet. The Turkish Online Journal of Educationa Technology, volume 11,
2012.
Alfath, Siti Nur. Pengembangan Media Blended Learning Berbasis Web
Enhanced Course Pada Mata Kuliah Fisika Dasar 2 Jurusan Fisika
UNNEES. Skripsi Universitas Negeri Semarang, Semarang, 2013.
Amri, Sofan dan Iif Khoiru Ahmadi. Konstruksi Pengembangan Pembelajaran.
Jakarta: Prestasi Pustaka, 2010.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta. Cet. 14, 2010.
B. Sjukur, Sulihin. Pengaruh Blended Learning Terhadap Motivasi Belajar Dan
Hasil Belajar Siwa Tingkat SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, Vol 2, Nomor
3. 2012.
Dahar, Ratna Wilis. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga,
2011.
Emzir. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kuantitatif Dan Kualitatif. Jakarta:
Raja Grafindo. Cet. 14, 2011.
Fujiawati, Fuja Siti. Pemanfaatn Model Blended learning Berbasis ONLINE
Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah
Kurikulum Dan
Pembelajaran. Tesis Pascasarjana UPI Bandung.
Bandung, 2013.
Gunawan, Rudy. Pendidikan IPS: Filosofi, Konsep, dan Aplikasi, Bandung:
Alfabeta, Cet. 2, 2013.
Hayati, Annur Fitri dan Rosida Evi Santihosi. E-Learning Dengan Aplikasi
Edmodo. Jurnal Universitas Pendidikan Indonesia, 2013.
Hendriyani, Iin. Pengaruh Model Pembeajaran Tandur Terhadap Hasil Belajar
Fisika Siswa. Skripsi pada Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta, Jakarta, 2010.
Husamah. Pembelajaran Bauran (Blended Learning), Jakarta: Prestasi
Pustakaraya. 2014.
Husamah. Pembelajaran Bauran (Blended Learning). Jakarta: Prestasi
Pustakaraya. 2014.
Kusairi, Hermawanto, S. Dan Wartono. Pengaruh Blended learningTerhadap
Penguaaan Konsep Dan Penalaran Fisika Peserta Didik Kelas X. Jurnal
Pendidikan Fiika Indonesia 9, Universitas Negeri Malang, 2013.
Maisaroh Dan Roestrieningsih. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan
Menggunakan Metode Pembelajaran Active Learning Tipe Quiz Team Pada
Mata Pelajaran Keterampilan Dasar Komunikasi Di SMK Negeri 1 Bogor.
Jurnal Ekonomi Dan Pendidikan, Universitas Negeri Yogyaarta, Vomume 8
Nomor 2, 2010.

86

87

Mulyasa. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik, dan


Implementasi, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.
Mustamin, St. Hasmiah. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui
Penerapan Asesmen Kinerja. ejurnal UIN Alaudin, 2012.
Mutoharoh. Pengaruh Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem
Based Learning) Terhadap Hasi Belajar Fisika Siswa. Skripsi Universitas
Islam Negeri Jakarta, Jakarta, 2011.
Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2013.
Riyanto, Yatim. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media, 2009.
Rusman. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru.
Jakarta: Rajagrafindo, 2010.
Rusman. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru.
Jakarta: Rajagrafindo. 2010.
S. Kusairi, Hermawanto, Dan Wartono. Pengaruh Blended Learning Terhadap
Penguaaan Konsep Dan Penalaran Fisika Peserta Didik Kelas X. Jurnal
Pendidikan Fiika Indonesia 9, Universitas Negeri Malang, 2013.
Sadiman, Arif S., dkk. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan Dan
Pemanfaatan. Jakarta: Rajawali Pers. 2010
Sjukur, Sulihin B. Pengaruh Blended learningTerhadap Motivasi Belajar Dan
Hasil Belajar Siwa Tingkat SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, Vol 2, Nomor
3, 2012.
St. Hasmiah Mustamin. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui
Penerapan Asesmen Kinerja. E-jurnal UIN Alaudin, 2012.
Sudijono, Anas, Pengantar Statistika Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Cet.25, 2014.
Sugiyono. Metode Penelian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung:
Alfabeta.2011. Cet. 14, 2011.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D. Bandung: ALFABETA. Cet. 11, 2010.
Sukmadinata, Nana Syaodih. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya,.Cet. 4, 2007.
Sulistyani,
Setya Norma. Peningkatan Keatifan Belajar Siswa Dengan
Penerapan Metode GUDED NOTE TAKING Pada Mata Diklata Memilih
Bahan Baku Busana DI SMK Negeri 4 Yogyakarta.. Skripsi Progaram Studi
Pendidikan Teknik Busana.Universitas Negeri Yogayakarta, 2012.
Suprijono, Agus. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2013.
Surantini. Peningkatan Prestasi Belajar Kognitif IPS melalui Pembelajaran
Koperatif Tipe TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) Pada Siswa Kelas
IV SDN Nanggulan Sleman. Skripsi: Universitas Negeri Yogyakarta,
Fakultas Ilmu Pendidikan, 2012.
Suryabrata, Sumadi. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo. Edisi v,
2008.
Susetyo, Budi, Statistik Untuk Analisis Data Penelitian. Bandung: Refrika
Aditama, 2010.

88

Syarif, Izzudin. Pengaruh Model Blended Learning Terhadap Motivasi Dan


Prestasi Belajar Siswa SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, volume 2, nomor 2,
2012.
Trianto. Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implemetasi dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: PT. Bumi Aksara,
2010.
Yendri, Dodon. Blended Learning: Model Pembelajaran Kombinasi E-Learning
Dalam Penddikan Jarak jauh, Jurnal Prodi Sistem Komputer Universitas
Andalas. Padang: 2011.
Yonny, Acep. Menyusun Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Familia. Cet:
ke-2, 2012 .
Lampiran peraturan mentri pendidikan nasional nomer 23 tahun 2006 tanggal 23
Mei 2006 h. 342
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor.24 Tahun 2006
Undang-Undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, Pasal 3
https://www.Edmodo.com. Diakses Pada 29 September 2015.

SILABUS PEMBELAJARAN
Sekolah
: SMP Negeri 37 Jakarta
Kelas
: VIII (delapan)
Mata Pelajaran
: Ilmu Pengetahuan Sosial
Semester
: 2 (dua)
Standar Kompetensi : 5. Memahami usaha persiapan kemerdekaan.

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Kegiatan
Pembelajaran*

5.1.Mendeskripsika Perbedaan Perspektif


n peristiwaAntara
kelompok
peristiwa
sekiar
Proklamasi
sekitar
Kemerdekaan
proklamasi dan
Indonesia.
proses
terbentuknya
Menyusun
negara
Kronologis
kesatuan
Proklamasi
Republik
Kemerdekaan
Indonesia

Menggali informasi
tentang perbedaan
perspektif antar
kelompok sekitar
proklamasi
kemerdekaan
Indonesia dengan
referensi dan sumber
lain yang relefan

Indonesia
Menggali informasi
Peristiwa
dengan referensi dan
sumber yang relevan
Rengasdengklok
penyebaran berita
Proses
Penyebaran proklamasi dan
Berita
Proklamasi gambar-gambar
Kemerdekaan
dan peristiwa sejarah
tentang kemerdekaan

Sikap Rakyat
Berbagai Daerah
Menyusun
Kronologis

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Penilaian
Teknik

Tes tulis
Mendeskripsikan
persiapan Indonesia
sebagai Negara
merdeka

Mengidentifikasi
Penugasan
peristiwa-peristiwa Peta
sekitar proklamasi konsep
T es tulis
Penugasan

Bentuk
Contoh
Instrumen
Instrumen
Tes pilihan Perbedaan pendapat
antara golongan tua
ganda
dan muda tentang
kemerdekaan
ialah....
a.teks proklamasi
b. waktu
pelaksanaan
c. tempat
pelaksanaan
d. pembaca teks
proklamasi
Tugas
proyek
Jelaskan bahwa
sidang PPKI tanggal
18,19 dan 22
agustus 1945 berarti
telah terbentuk
negara dan
pemerintah
Republik Indonesia

di

Menelaah proses
terbentuknya negara
dan pemerintahan

Tes Uraian
Tugas

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

10 JP

Buku sumber
Ilmu
Pengetahuan
Sosial Kelas 8

Foto foto dan


gambar
Lembar kerja
siswa

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Proklamasi
Kemerdekaan
Indonesia

Kegiatan
Pembelajaran*

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Penilaian
Teknik

Republik Indonesia
dengansidang-sidang
PPKI;tanggal 18 ,19
dan 22 Agustus 1945

Bentuk
Instrumen
proyek

dan
Pemerintah
Republik Indonesia
Proses terbentuknya
Negara
kesatuan
Indonesia
dalam
sidang PPKI

Sumber
Belajar

8 JP

Buku sumber
Ilmu
Pengetahuan

Diskusikan
bersama
kelompokmu
sebab-sebab
tentang perubahan
isi Piagam Jakarta
dan jelaskan
kronologisnya.
Kemudian
presentasikan hasil
diskusi
kelompokmu.

Dukungan Spontan
dan Tindakan Heroik
dari Berbagai Daerah
terhadap

Membaca buku
referensi dan
mengamati gambar
dukungan spontan dan
tindakan heroik dari
Pembentukan Negara berbagai daerah

Contoh
Instrumen

Alokasi
Waktu

Mengidentifikasi
proses
terbentuknya
negara kesatuan
republik
Indonesia

Hasil sidang PPKI


Pembentukan Komite
Nasional
Pembentukan Partai
Nasional Indonesia
Pembentukan Badan
Keamanan Rakyat
5.2.Menjelaskan
Proses
persiapan

Perang dunia II antara


Jepang dan Sekutu

Membaca referensi
untuk membahas
alasan Jepang

Menjelaskan alasan Tes tulis


jepang membentuk
BPUPKI

Tes Uraian

Jelaskan alasan
Jepang membentuk
BPUPKI

Kompetensi
Dasar
kemerdekaan
Indonesia.

Materi
Pembelajaran

Kegiatan
Pembelajaran*

Kekalahan Jepang dari membentuk BPUPKI


Sekutu
Menelaah dengan
Alasan Jepang
buku sumber proses
membentuk BPUPKI penyusunan dasar dan
konstitusi untuk
negara Indonesia yang
akan didirikan
Terbentuknya PPKI
Sidang PPKI

Karakter siswa yang diharapkan :

Mengkaji dengan
referensi tentang
peranan PPKI dalam
proses persiapan
kemerdekaan
Indonesia

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Penilaian
Teknik

Bentuk
Instrumen

Contoh
Instrumen

Tes tulis
Mendiskripssikan
secara kronologis
proses penyusunan
dasar dan konstitusi
untuk negara
Indonesia yang
akan didirikan

Tes Uraian

Jelaskan peyusunan
dasar dan konstitusi
untuk negara
Indonesia yang akan
didirikan

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar
Sosial Kelas 8

Mendeskripsikan
dibentuknya PPKI
dan
peranannyadalam
proses persiapan
kemerdekaan
Indonesia

Tes tulis

Foto foto dan


gambar
Atlas Sejarah

Tes Uraian

Jelaskan alasan
dibentuknya PPKI
Dan peran yang
sudah dilakukan

Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Mengetahui,
Kepala Sekolah SMP Negeri 37 Jakarta

Jakarta, 6 Februari 2015


Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Dr. Rusdi M. Pd
NIP. 196109101983021003

Siti Alfi Syahrin

SILABUS PEMBELAJARAN
Sekolah
: SMP Negeri 37 Jakarta
Kelas
: VIII (delapan)
Mata Pelajaran
: Ilmu Pengetahuan Sosial
Semester
: 2 (dua)
Standar Kompetensi : 6. Memahami pranata dan penyimpangan sosial.
Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

6.1 Mendeskripsi
kan bentukbentuk
hubungan
sosial

Bentuk hubungan
sosial Asosiatif
Bentuk hubungan
Disosiatif
Jenis hubungan
sosial
Syarat terjadinya
hubungan sosial
Faktor-faktor
pendorong
terjadinya
hubungan sosial.
Dampak-dampak
hubungan sosial.

6.2 Mendeskripsi
kan pranata
sosial dalam
kehidupan

Kegiatan
Pembelajaran*
Diskusi tentang
bentuk-bentuk
hubungan sosial.

Indikator Pencapaian
Kompetensi
Mengidentifikasi
bentuk-bentuk
hubungan sosial.

Penilaian
Teknik
Tes tulis

Bentuk
Contoh
Instrumen
Instrumen
Tes Uraian Sebutkan bentuk-bentuk
hubungan sosial!

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

8 JP

Gambargambar yang
relevan

Tanya jawab tentang


faktor-faktor
pendorong
terjadinya hubungan
sosial.

Buku sumber
Ilmu
Pengetahuan
Sosial Kelas
8

Diskusi tentang
dampak-dampak
hubungan sosial.

Media masa
Mengidentifikasi
Tes tulis
faktor-faktor
pendorong terjadinya
hubungan sosial.
Mengidentifikasi
dampak-dampak
hubungan sosial.

Pengertian pranata Tanya jawab tentang Mendeskripsikan


pengertian pranata
sosial.
pengertian pranata
sosial.
menurut para ahli

Tes Uraian

Sebutkan faktor-faktor
pendorong terjadinya
hubungan sosial.

Tes tulis

Tes Uraian

Jelaskan dampak-dampak
terjadinya hubungan
sosial!

Tes tulis.

Tes Uraian

Jelaskan pengertian
pranata sosial!

Tes tulis

Tes Uraian Sebutkan fungsi pranata

10 JP

Gambargambar yang
relevan

Kompetensi
Dasar
masyarakat

6.3 Mendeskripsi
kan
pengendalian
penyimpangan
sosial

Materi
Pembelajaran

Penilaian

Kegiatan
Pembelajaran*

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Diskusi tetang
fungsi pranata
sosial.
Jenis-jenis pranata Membaca buku
sumber tentang
sosial.
jenis-jenis pranata
sosial.
Pranata sosial
dalam kehidupan
masyarakat

Mengidentifikasi
fungsi pranata sosial.
Penugasan
Mengidentifikasi
jenis-jenis pranata
sosial.
Menentukan sikap
dalam menghadapi
keragaman hubungan
sosial untuk
mewujudkan
keselarasan sosial

Tugas
rumah

Jenis
pengendalian
penyimpangan
sosial (preventif
dan represif).

Menyimpulkan
jenis-jenis
pengendalian sosial.

Mengidentifikasi
jenis pengendalian
penyimpangan
sosial.

Tes Uraian

Berilah contoh
pengendalian sosial yang
bersifat preventif

Peran lembagalembaga
pengendalian
sosial

Menelaah peran
lembaga-lembaga
pengendalian sosial

Mengidentifikasi
Tes tulis
upaya pengendalian
penyimpangan
social
Mendeskripsikan
peran pranata
keluarga dalam
pembentukan
kepribadian
Mendeskripsikan
peran pranata politik
dalam pembentukan
warga masyarakat
yang baik

Tes Uraian

Jelaskan tugas lembaga


kepolisian dalam
pengendalian sosial!

Fungsi pranata
sosial

Teknik

Tes tulis

Bentuk
Contoh
Instrumen
Instrumen
.
sosial!

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar
Buku sumber
Ilmu
Pengetahuan
Sosial Kelas
8

Tulislah pranata-pranata
yang berlaku dalam
keluargamu!

Media masa

7 JP

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Karakter siswa yang diharapkan :

Kegiatan
Pembelajaran*

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Penilaian
Teknik

Bentuk
Instrumen

Contoh
Instrumen

Alokasi
Waktu

Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Mengetahui,
Kepala Sekolah SMP Negeri 37 Jakarta

Jakarta, 6 Februari 2015


Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Dr. Rusdi M. Pd
NIP. 196109101983021003

Siti Alfi Syahrin

Sumber
Belajar

SILABUS PEMBELAJARAN
Sekolah
: SMP Negeri 37 Jakarta
Kelas
: VIII (delapan)
Mata Pelajaran
: Ilmu Pengetahuan Sosial
Semester
: 2 (dua)
Standar Kompetensi : 7. Memahami Kegiata n perekonomian Indonesia.
Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Kegiatan
Pembelajaran*

7.1. Mendeskripsikan
permasalaha
n angkatan
kerja dan
tenaga kerja
sebagai
sumber daya
dalam
kegiatan
ekonomi,
serta peranan
pemerintah
dalam upaya
penainggula
ngannya

Pengertian
tenaga kerja,
angkatan kerja
dan angkatan
kerja

Mendiskusikan
hubungan antara
jumlah penduduk
dengan angkatan
kerja, kesempatan
kerja dan
pengangguran.

Masalah
angkatan kerja
dan tenaga kerja
di Indonesia
.

Tanya jawab tentang


Mengidentidikasi
permasalahan
masalah angkatan kerja
dasar yang
dan tenaga kerja di
berhubungan dengan
Indonesia
tenaga kerja di
Indonesia

Peranan
pemerintah
dalam
mengatasi
masalah tenaga
kerja di
Indonesia

Mendiskusikan
dampak
pengangguran
terhadap keamanan
lingkungan
Mendiskusikan
dampak
pengangguran
terhadap keamanan
lingkungan.

Indikator Pencapaian
Kompetensi
Menjelaskan pengertian
tenaga kerja dan
angkatan kerja

Mengidentifikasi
peranan pemerintah
dalam mengatasi
masalah tenaga kerja di
Indonesia

Penilaian
Teknik
Tes tulis

Tes tulis

Tes Tulis

Bentuk
Instrumen
Tes Uraian
Tes pilihan
ganda
Tugas
rumah (PR)

Contoh
Instrumen
Apakah perbedaan
tenaga kerja dan
angkatan kerja ?

Sebagian penduduk yg
berfungsi ikut serta dlm
proses produksi untuk
menghasilkan
Tes Uraian barang/jasa disebut ....
a. tenaga kerja
Tugas
rumah (PR) c. pencari kerja
b. angkatan kerja
d. pekerja

Tes Uraian Jelaskan 3 dampak


negatif banyaknya
Tugas
rumah (PR) pengangguran di suatu
daerah !
Jelaskan bagaiman cara
meningkatkan kualitas
tenaga kerja
Sebutkan 4 lembaga baik

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

10 JP

Buku sumber
Ilmu
Pengetahuan
Sosial Kelas
8

LKS
Gambar yang
berkaitan

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

7.2. Mendeskripsikan pelakupelaku


ekonomi
dalam sistem
perekonomia
n Indonesia

- Sistem
perekonomian
Indonesia
-Pelaku-pelaku
kegiatan perekonomi di
Indonesia

Ciri-ciri utama
perekonomi-an
Indonesia .
Kebaikan dan
kelemahan
sistem
perekonomian
Indonesia.

Kegiatan
Pembelajaran*

Mendiskusikan
Pengertian
sistem
Perekonomian

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Mendeskripsikan arti
sistem perekonomian
dan macam-macamnya

Penilaian
Teknik

Tes Tertuis

Mengidentifikasi Pelaku Tes Lisan


Tanya jawab tentang
utama dalam
macam-macam
perekonomian Indonesia
sistem
Perekonomian,
Mengidentifikasi cirikebaikan dan
ciri utama
Penugasan
kelemahannya
perekonomian Indonesia
setelah membaca
literatur tertentu
Mengidentifikasi
Membaca buku yg
kebaikan dan kelemahan Tes tulis
relefan dan
sistem perekonomian
menduiskusikan
Indonesia
tentang ciri-ciri
sistem
perekonomian
Indonesia.
Tanya jawab tentang
kebaikan dan
kelemahan sistem
perekono mian
Indonesia.

Bentuk
Instrumen

Contoh
Instrumen
formal maupun non
formal yang turut serta
dalam penyaluran tenaga
kerja !

Tes Uraian

Jelaskan arti sistem


perekonomian

Lembar
pertanyaan

Pekerjaan
Rumah

Tes uraian

Sebutkan dan jelaskan


pelaku utama dalam
perekonomian
Indonesia!
Sebutkan ciri-ciri sistem
perekonomian
Indonesia!
Sebutkan kebaikan dan
kelemahan sistem
perekonomian Indonesia

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

10 JP

Buku sumber
yang relevan
LKS
Gambar yang
relevan

Kompetensi
Dasar
7.3. Mendeskripsikan
fungsi pajak
dalam
perekonomia
n nasional

Materi
Pembelajaran

Kegiatan
Pembelajaran*

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Pengertian
pajak dan
retribusi.

Merumuskan
Mendefinisikan
pengertian pajak dan
pengertian pajak dan
retribusi.
retribusi.

Sifat dan
penetapan tarip
Pajak

Mendiskusikan sifat
dan penetapan tarif
pajak

Perbedaan pajak
langsung
dengan pajak
tidak langsung

Mendiskusikan
perbedaan pajak
langsung dan tidak
langsung

Mengidentifikasi sifat
dan penetapan tarif
pajak.
Membedakan pajak
langsung dengan pajak
tidak langsung.

Penilaian
Teknik
Tes tulis

Daf tar
Pertanyaan

Apa yang dimaksud


dengan tarip pajak?

Penugasan

Tugas
rumah

Apa perbedaan pajak


langsung dan pajak tidak
langsung?

Tes tulis

Tes uraian

Jelaskan perbedaan
pajak pusat dan pajak
daerah

Tes uraian

Jelaskan fungsi pajak


bagi suatu negara

Daftar
pertanyaan

Sebutkan jenis-jenis
pajak yang biasa dibayar
oleh keluargamu

Tes Lisan

Sumber
Belajar

13 JP

Buku sumber
Ilmu
Pengetahuan
Sosial Kelas
8
Internet

Menjelaskan
Mendiskusikan
perbedaan pajak pusat
fungsi dan peranan
dengan pajak daerah
pajak dalam
beserta contohnya
kehidupan suatu
Mengidentifikasi unsurnegara
unsur pajak.
Mendiskusikan
fungsi dan
peranan pajak dalam Menjelaskan fungsi dan Tes tulis
peranan pajak dalam
kehi
kehi
dupan suatu negara.
dupan suatu negara.
Jenis-jenis

Mengidentifikasi jenis- Tes lisan


Mendiskusikan
pajak yang
jenis pajak yang
ditanggung oleh jenis-jenis pajak
ditanggung oleh
yang ditanggung
keluarga.
keluarga.
keluarga
Sanksi- sanksi
Tes tulis
Mengidentifikasi sanksiterhadap wajib Mengidentifikasi
sanksi terhadap wajib
sanksi- sanksi
pajak yang
pajak yang melalaikan
terhadap
wajib
pajak
melalaikan ke
kewajibannya.
yang
melalaikan
ke
wajibannya
wajibannya
Penugasan
Perbedaan pajak
pusat
dengan pajak
daerah
Fungsi dan
peranan pajak
dalam kehi
dupan suatu
negara.

Bentuk
Contoh
Instrumen
Instrumen
Tes Uraian Jelaskan pengertian
pajak

Alokasi
Waktu

Tes Uraian

Tugas

Apakah sangsi yang


diberikan kepada wajib
pajak yang lalai
membayar pajak ?
Coba lakukan
bagaimana kamu

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran
Penerapan
membayar
pajak

Kegiatan
Pembelajaran*

Mendiskusikan cara
/ penerapan
membayar pajak

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Penilaian
Teknik

Mengaplikasikan
kesadaran membayar
pajak yang berpegang
pada
Orang Bijak Taat
pajak

7.4.Mendeskripsi Permintaan
Merumuskan
Menguraikan makna
kan
barang dan jasa pengertian
permintaan barang dan
permintaan
permintaan dan
jasa
dan
mendiskusikan
penawaran
faktor-faktor yang
serta terbenmempengaruhi
tuknya harga
permintaan
pasar
Mendiskusikan
hubungan
permintaan barang
dengan harga barang
yang diminta

Bentuk
Contoh
Instrumen
Instrumen
membantu orang tuamu
Rumah
membayar
Pajak Bumi dan
Bangunan (PBB) atau
pajak kendaraan
bermotor yang dimiliki

Tes tulis

Tes Uraian

Jelaskan pengertian
permintaan dan faktorfaktor yang
mempengaruhi!

Tes tulis

Tes uraian

Bagaimana hubungan
antara permintaan dan
harga barang!

Observasi

Lembar
observasi

Tes tulis
Penugasan

Tes uraian
Tugas
Rumah

Jelaskan pengertian
ceteris
Paribus pada hukum
permintaan

Penugasan

Tugas
Rumah
(PR)

Tes Unjuk

Tes

Coba bandingkan harga


buah-buahan yang ingin
kamu beli dan
jumlahnya banyak
karena sedang
musimnya, dengan buah
yang jumlahnya sedikit

Mendiskusikan cara
membuat kurve
permintaan
Mendiskusikan
tentang ceteris
Paribus Hk.
permintaan
Mendiskusikan cara
menerapkan Hk.
Permintaan dlam
hidup sehari-hari

Buatlah kurva
permintaan berdasarkan
jumlah permintan dan
harga barang tersebut

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

11 JP

Buku sumber
Ilmu
Pengetahuan
Sosial Kelas
8
Gambar
kurva
Media
cetakdan
elektronika
tentang
informasi
harga

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Kegiatan
Pembelajaran*

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Penawaran
Mendiskusikan
barang dan jasa Pengertian
penawaran dan
faktor-faktor yang
mempengaruhi
penawaran.

Menguraikan makna
penawaran barang dan
jasa

Mendiskusikan
hubungan antara
penawaran dengan
harga barang yang
ditawarkan
Mendiskusikan cara
membuat kurve
penawaran
Mendiskusikan
tentang ceteris
Paribus Hk.
penawaran
Mendiskusikan cara
menerapkan Hk.
Penawaran dlam
hidup sehari-hari
Menentukan
harga
keseimbangan

Merumuskan
pengertian harga
Mendiskusikan
macam-macam
harga dan penetapan
harga oleh
pemerintah

Penilaian
Teknik
Kerja

Jelaskan pengertian
penawaran dan faktorfaktor yg mempengaruhi
Tes unjuk
kerja

Hasil
produk

Tes tertulis

Tes Uraian

Penugasan

Tugas
Rumah

Tes tulis

Tes Uraian

Tes tulis

Tes Uraian

Penugasan
Menentukan harga
keseimbangan

Bentuk
Contoh
Instrumen
Instrumen
Simulasi
karena belum musimnya

Tugas
Rumah

Bagaimana hubungan
antara jumlah barang
yang ditawarankan
dengan harga barang
tersebut ?
Buatlah kurva
penawaran berdsarkan
jumlah barang yang
ditawarankan dengan
harga barang yang
ditawarkan tersebut ?
Jelaskan pengertian
ceterisparibus pada
hukum penawaran
Coba bandingkan harga
buah-buahan yang dijual
dan jumlahnya banyak
karena sedang
musimnya, dengan buah
yang jumlahnya sedikit
karena belum musimnya
Jelaskan pengertian
Harga
Sebutkan macam-macam

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Kegiatan
Pembelajaran*

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Penilaian
Teknik

Bentuk
Instrumen

Contoh
Instrumen

Alokasi
Waktu

harga!
Mendiskusikan
terjadinya kurve
harga keseimbangan

Karakter siswa yang diharapkan :

Buatlah kurva
permintaan dan
penawaran berdsarkan
jumlah barang dengan
harga barang tersebut
dalam satu grafik

Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Mengetahui,
Kepala Sekolah SMP Negeri 37 Jakarta

Jakarta, 6 Februari 2015


Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Dr. Rusdi M. Pd
NIP. 196109101983021003

Siti Alfi Syahrin

Sumber
Belajar

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


SMP/MTs
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator

Alokasi Waktu

: SMP Negeri 37 Jakarta


: Ilmu Pengetahuan Sosial
: VIII (Delapan) / 2 (Genap)
: 7. Memahami kegiatan perekonomian Indonesia.
: 7.3 Mendeskripsikan fungsi pajak dalam sistem
perekonomian Indonesia.
:
Mengidentifikasi pengertian pajak dan retribusi
Mengidntifikasi sifat dan penetapan tarif pajak
Membedakan pajak langsung dengan pajak tidak
langsung
Menjelaskan perbedaan pajak daerah beserta
contohnya
Mengidentifikasi unsur-unsur pajak
Menjelaskan fungsi dan peranan pajak dalam
kehidupan suatu Negara
Mengidentifikasi jenis-jenis pajak yang ditanggung
oleh keluarga
Mengidentifikasi sanki-sanki terhadap wajib pajak
yang melalaikan kewajibannya
Memberi contoh pajak yang ditanggung keluarga
siswa.
: 13 x 40 Menit (5 x pertemuan).

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat:
1. Menjelaskan pengertian pajak.
2. Menyebutkan unsure-unsur pajak.
3. Mengidentifikasi jenis-jenis pajak.
4. mengidentifikasi fungsi pajak.
5. Memberi contoh pajak yang ditanggung keluarga siswa.
B. MATERI PEMBELAJARAN
1. Pengertian pajak dan retribusi
2. Sifat dan penetapan tarif pajak
3. Perbadaan pajak langsung dengan pajak tidak langsung
4. Perbedaan pajak pusat dengan pajak darah
5. Fungsi pajak sebagai sumber utama pendapatan Negara
6. Jenis-jeenis pajak yang ditanggung oleh keluarga
7. Sanki-sanki terhadap wajib pajak yang melalaikan ke wajibannya
8. Penerapan membayar pajak
C. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

1. Ceramah bervariasi pendekatan:

CTL (Contextual Teaching and Learning)

Eksplasit Intruction

Picture and Picture

Problem Solving
2. Metode:
Tanya jawab
Penugasan
Diskusi
Kooperatif.
D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. PERTEMUAN 1-2 (4 JAM)
Materi : Pengertian Pajak Dan Sifat Pendapatan tarif Pajak
a. Pendahuluan
Apersepsi : Tahukah kamu yang dimaksud dengan pajak!
Motivasi : Menjelaskan dengan singkat fungsi pajak dalam system
perekonomian Indonesia.
b. Kegiatan inti
EKSPLORASI
1.
Guru memberikan Pretest kepada siswa
2.
Guru menjelaskan dan memaparkan
pengertian pajak
3.
Guru memberikan contoh yang berkaitan
dengan sifat dan pendapatan pajak
ELABORASI
1. Mendiskusikan tentang pajak, dengan membagi siswa menjadi 10
kelompok.
2. Masing-masing kelompok diberi permasalahan yang berbeda-beda.
3. Membagi siswa menjadi 4 kelompok untuk mendiskusikan tentang:
o Kelompok 1 2 : Berbagai hal tentang pengertian pajak.
o Kelompok 3 4 : Tentang unsure-unsur pajak.
4. Guru meninta siswa mempresentasikan hasil diskusi
5. Kelompok lain memberi pertanyaan
KONFIRMASI
1. Guru memberi penguatan atas jawaban siswa
2. Guru memberikan nilai dari hasil diskusi
c. Penutup
Masing-masing siswa dan kelompok mengumpulkan kesimpulan dari
hasil diskusi.
Memberikan tugas mempelajari materi berikutnya.
PERTEMUAN 3-4 (4 JAM) Picture and Picture
Materi : Perbedaan pajak langsung dengan pajak tidak langsung dan
perbedaan pajak pusat dan daerah
a. Pendahuluan

Apersepsi : guru menankan ke siswa pelajaran sebelumnya untuk


melihat kesiapan siswa
Motivasi : guru menanyakan kepada siswa siapa yang pernah
pergi ke mini market, makan di restauran cepat saji dan pergi
berbelanja ke pusat perbelanjaan? Kemudian pada struk
pembelajaran ada tulisan PPN 5%? Atau siapa yang pernah pergi
ikut ayah atau ibu membayar pajak kendaraan?
b. Kegiatan Inti
Eksplorasi
1. Guru menjelaskan tentang pajak langsung dan tak langsung
2. Guru menampilkan gambar yang berkaita dengan pajak langsung
dan tidak langung
3. Guru menjelaskan tentang pajak pusat dan daerah
4. Guru memberi contoh pajak pusat dan daerah
Elaborasi
1. Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok
2. Setiap kelompok dibagikan gambar yang berkaitan dengan pajak
langsung dan tidak langsung
3. Setiap kelompok harus mengelompokan gambar sesuai dengan
jenis pajak
4. Setelah selesai perwakilan dari kelompok maju mempresentasikan
hasil kerja mereka
Konfirmasi
1. Guru memberikan menguatan dari hasil presentasi
2. Guru memberikan reward kepada kelompok dengan hasil kerja
terbaik
c. Penutup
1. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat
rangkuman/simpulan pelajaran;
2. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
3. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
4. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran
remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan
tugas baik
5. Menugaskan siswa untuk mencari informasi tentang jenis-jenis pajak
yang dibayar oleh keluarganya masing-masing
PERTEMUAN 5 (2 JAM)
Materi : Fungsi Pajak, Jenis-jenis Pajak dan sanki-sanki terhadap wajib
pajak
d. Pendahuluan
Apersepsi : guru menankan ke siswa pelajaran sebelumnya untuk
melihat kesiapan siswa

Motivasi : guru menanyakan kesiswa, pembangunan seluruh


fasilitas yang ada di Indonesia mulai dari pembangunan jembatan,
pembangunan sarana transfortasi dan sarana lainnya yang
menunjang kegiatan orang Indonesia. Uangnya di dapat dari
mana??
e. Kegiatan Inti
Eksplorasi
1. Guru menjelaskan fungsi pajak untuk Indonesia
2. Guru memaparkan contoh penggunaan pajak di Indonesia
3. Guru menjelaskan jenis-jenis pajak di Indonesia dan memberikan
contohnya
4. Guru menjelaskan tentang sanksi bagi pelanggar pajak
Elaborasi
1. Siswa diminta untuk mendiskusikan sanksi pelanggaran pajak
Konfirmasi
3. Guru memberikan penilaian dari jawaban siswa
f. Penutup
1. Bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat
rangkuman/simpulan pelajaran;
2. Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
3. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
4. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran
remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan
tugas baik
5. Menugaskan siswa untuk mencari informasi tentang jenis-jenis pajak
yang dibayar oleh keluarganya masing-masin
PERTEMUAN 6 (2 JAM)
Materi : Penghitungan Penghasilan pajak penghasilan, Penghitungan Pajak
Bumi dan Bangunan Serta Penghitungan Bea Perolehan Hak Atas Tanah
dan Bangunan.
Apersepsi : guru menankan ke siswa pelajaran sebelumnya untuk
melihat kesiapan siswa
Motivasi : guru menanyakan kesiswa, siapa yang pernah ikut ibu
atau ayah membayar pajak bumi dan bangunan?
g. Kegiatan Inti
Eksplorasi
1. Guru menjelaskan tata cara perhitungan pajak penghasilan
2. Guru menjelaskan tata cara perhitungan pajak penghasil
3. Guru menjelaskan perhitungan pajak bumi dan bangunan
4. Guru menjelaskan tata cara menghitung bea perolehan hak atas
tanah dan bangunan

Elaborasi
1. Guru memberikan siswa Lembar Kerja Siswa (LKS)
2. Setiap LKS berisi soal yang harus dipecahkan siswa mengenai
materi yang telah diajarkan
3. Siswa diminta maju menuliskan jawabannya kedepan kelas
Konfirmasi
1. Guru bersama siswa menyampaikan kesimpulan terkait materi
pembelajaran yang
telah dilaksanakan.
2. Guru bersama siswa melakukan refleksi terkait proses
pembelajaran, penguasaan
materi, pendekatan dan model pembelajaran
3. Guru memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya
E. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
SUMBER PEMBELAJARAN
1. Buku paket utama IPS kelas VIII dan refrensi yang relevan.
2. Media cetak dan elektronik.
MEDIA PEMBELAJARAN
1.
Laptop
2.
Proyektor
3.
ATK
F. PENILAIAN
I . Tekhnik penilaian dan bentuk instrumen.
1. Tes tulis
2. Posttest (terlampir)
3. Daftar pertanyaan
4. Isian singkat.
5. Pekerjaan rumah
II. Soal/instrumen.
1. Apakah yang dimaksud dengan pajak?
2. sebutkan unsure-unsur pajak!
3. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis pajak!
4. sebutkan dan jelaskan fungsi pajak!
5. Berikan beberapa contoh pajak yang ditanggung keluarga siswa!

Mengetahui :
Kepala SMP Negeri 37 Jakarta,

Drs. Rusdi M. Pd
NIP. 196109101983021003

Jakarta, 6 Februari 2015


Guru Mata Pelajaran,

Siti Alfi Syahrin

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah

: SMP Negeri 37 Jakarta

Mata Pelajaran

: Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas

: VIII / 2

Standar Kompetensi : 7. Memahami kegiatan perekonomian Indonesia


Kompetensi Dasar
Indikator

: 7.3 Mendeskripsikan fungsi pajak dalam perekonomian


nasional
:
Mengidentifikasikan Pengertian Pajak dan retribusi
Mendefinisikan sifat dan penetapan tarif pajak

Alokasi Waktu

: 4 x 40 menit (2 Pertemuan)

A.

Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mendefinisikan pengertian pajak dan retribusi
2. Siswa dapat mengidentifikasi sifat dan penerapan tarif pajak

B.

Karakter siswa yang diharapkan


1. Disiplin (Dicipline)
2. Rasa hormat dan perhatian (Respect)
3. Tekun (Diligence)
4. Tanggung jawab (Responsibility
5. Ketelitian (Carefulness)

C.

Materi Pembelajaran
1. Pengertian pajak dan retribusi
2. Sifat dan penetapan tarif pajak

D.

Uraian Materi
Terlampir

E.

Metode Dan Model Pengajaran


1. Metode : Ceramah, Online Learning
2. Model : Blended Learning

F.

Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Awal

a. Apersepsi
1) Guru bersama peserta didik menyampaikan salam dan berdoa
2) Guru memeriksa kehadiran siswa dan mengkondisikan kelas
bersama siswa
3) Guru memberikan dan mengajukan pertanyaan secara
komunikatif berkaitan dengan materi sebelumnya
4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
5) Guru memberikan soal pre-test kepada siswa
b.

Motivasi
Pajak merupakan materi pelajaran yang bersifat kontinue
hingga kalian ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan akan
berlaku dalam kehidupan sehari-hari, secara sadar ataupun tidak
kalian pasti pernah membayar pajak.

2. Kegiatan Inti
Tahap
Eksplorasi

No.
1.

Kegiatan Guru
Mengajukan

No.
1.

Kegiatan Siswa
Menjawab

beberapa pertanyaan

pertanyaan

tentang

sesuai

pengertian

pajak

sesuai

kemampuan siswa.

guru
dengan

kondisi

atau

pengetahuan
masing-masing.

2.

3.

Menjelaskan

cara 2.

Mengamati

guru

pembelajaran

menjelaskan

blended learning.

blended learning.

Menjelaskan aplikasi 3.

Memperhatikan

edmodo

guru

sebagai

media pembelajaran

menjelaskan

edmodo.

jarak jauh.
4.

Mewajibkan

siswa 4.

membuat email dan

Membuat email dan


akun edmodo.

akun edmodo.
Elaborasi

1.

Memberi kesempatan 1.

Bertanya/

siswa untuk bertanya

berpartisipasi

aktif

/ berpartisipasi aktif

mengenai

mengenai

pembelajaran

pelajaran

yang

melalui email, BBM

akan

dilakukan

atau edmodo.

melalui email, BBM


atau edmodo.

2.

Meminta siswa untuk 2.

Menanyakan hal-hal

menanyakan hal-hal

yang masih belum

yang

atau

sekiranya

masih

belum

kurang

dimengerti.

dipahami.
Pertanyaan
disampaikan

secara

lisan ataupun melalui


media email, edmodo
atau BBM .

Konfirmasi

1.

Memberikan balikan 1.

Menyimak

(feedback)

(feedback)

secara

balikan

umum

atau

menyeluruh

menyeluruh

atas

kegiatan yang telah

kegiatan

siswa.

Balikan

tersebut

dijawab

melalui

atas

dilakukan.

edmodo atau BBM.


2.

Meminta siswa untuk 2.

Menanyakan hal-hal

menanyakan hal-hal

yang

belum

yang belum terjawab

terjawab

selama

selama

kegiatan

kegiatan

pembelajaran.
Pertanyaan

pembelajaran.

disampaikan melalui
media BBM.
3.
a.
b.

Kegiatan Akhir
Guru bersama siswa menyampaikan kesimpulan terkait cara
menggunakan edmodo dan email dalam kegiatan pembelajaran.
Guru menyampaikan materi pelajaran untuk pertemuan
selanjutnya

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Awal
a. Apersepsi
1) Guru bersama peserta didik menyampaikan salam dan doa
2) Guru memeriksa kehadiran siswa dan mengkondisikan kelas
bersama siswa.
3) Guru menyampaikan tujuan pelajaran yang akan dipelajari
b. Motivasi
Guru menanyakan kepada siswa pengertian pajak dan meminta
siswa untuk menjawab sesuai kemampuan.
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi
1) Guru mengupload materi pelajaran serta soal melalui edmodo
2) Guru meminta siswa untuk mempelajari materi yang sudah diupload baik secara langsung maupun tidak (mengakses edmodo)
3) Guru menjelaskan materi pajak dan retribusi
Elaborasi
1) Siswa dapat mengakses materi pelajaran melalui edmodo
2) Siswa dapat menjelaskan perbedaan retribusi dan pajak
Konfirmasi
1) Siswa mengetahui pengertian pajak dan retribusi
2) Siswa dapat menjelaskan contoh pajak dan retribusi
3. Penutup
1) Siswa dan guru menyimpulkan hasil pembelajaran
2) Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pertemuan
selanjutnya
3) Guru menutup dengan doa dan salam.
G.

Media Dan Sumber Pembelajaran


1. Media : Laptop, Handphone, Papan tulis, Proyektor, Spidol
2. Sumber : Buku IPS Kelas 8
Nanang Herjuanto. IPS SMP Kelas 8. Jakarta: BSE. 2006

H.

Penilaian
1. Teknik Penilain
2. Bentuk Instrumen
3. Bentuk Tes

: Penugasan, tes tulis


: Tes Online
: quis edmodo

Mengetahui,

Jakarta, 5 Februari 2015

Kepala Sekolah SMP Negeri 37 Jakarta

Guru Mapel IPS,

Drs. Rusdi, M. Pd

Siti Alfi Syahrin

NIP. 196109101983021003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah

: SMP Negeri 37 Jakarta

Mata Pelajaran

: Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas

: VIII / 2

Standar Kompetensi : 7. Memahami kegiatan perekonomian Indonesia


Kompetensi Dasar
Indikator

: 7.3 Mendeskripsikan fungsi pajak dalam perekonomian


nasional
:
Membedakan perbedaan pajak langsung dengan pajak
tidak langsung
Menjelaskan perbedaan pajak pusat dan daerah
Menjelaskan fungsi dan peranan pajak dalam
kehidupan suatu Negara
Mengidentifikasi jenis-jenis pajak yang ditanggung
oleh keluarga

Alokasi Waktu

: 4 x 40 menit (2 Pertemuan)

A.

Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat membedakan pajak langsung dengan pajak tidak langsung
2. Siswa dapat menjelaskan perbedaan pajak pusat dan daerah
3. Siswa dapat memaparkan fungsi dan peran pajak dalam kehidupan suatu
Negara
4. Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis pajak yang ditanggung oleh
keluarga

B.

Karakter siswa yang diharapkan


1. Disiplin (Dicipline)
2. Rasa hormat dan perhatian (Respect)
3. Tekun (Diligence)
4. Tanggung jawab (Responsibility
5. Ketelitian (Carefulness)

C.

Materi Pembelajaran
1. Perbedaan pajak langsung dan tidak langsung
2. Perbedaan pajak pusat dan daerah
3. Fungsi dan peranan pajak dalam kehidupan suatu Negara
4. Jenis-jenis pajak yang ditanggung keluarga

D.

Uraian Materi
Terlampir

E.

Metode Dan Model Pengajaran


1. Metode : Ceramah, Online Learning
2. Model : Blended Learning

F.

Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Ketiga
1. Kegiatan Awal
a. Apersepsi
1) Guru bersama peserta didik menyampaikan salam dan berdoa
2) Guru memeriksa kehadiran siswa dan mengkondisikan kelas
bersama siswa
3) Guru memberikan dan mengajukan pertanyaan secara
komunikatif berkaitan dengan materi sebelumnya
4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
b.

Motivasi
Tahukah kalian, pembangunan sarana dan pra sarana yang ada
di Indonesia termasuk sekolah yang kalian nikmati merupakan hasil
dari pendapatan pajak yang dibayarkan masyarakat.

2. Kegiatan Inti
Eksplorasi
1) Guru mengupload materi pelajaran serta soal melalui edmodo
2) Guru meminta siswa untuk mempelajari materi yang sudah diupload baik secara langsung maupun tidak (mengakses edmodo)
3) Guru menjelaskan materi pajak langsung dan tidak langsung
serta pajak pusat dan daerah
4) Guru menampilkan gambar yang berkaitan dengan materi
Elaborasi
1) Siswa diminta untuk menjelaskan perbedaan pajak daerah dan
pusat
2) Siswa dapat menyebutkan contoh pajak langsung dan tidak
langsung serta pajak daerah dan pusat dengan memperhatikan
keadaan sekitar siswa
3) Guru meminta siswa membuat daftar contoh pajak langsung
dan tidak langsung
Konfirmasi
1) Siswa mengetahui yang termasuk kedalam pajak langsung dan
tidak langsung
2) Siswa dapat menjelaskan contoh pajak daerah dan pusat

3) Siswa mengirimkan hasil daftar contoh pajak langsung dan


tidak langsung melalui email

3.
a.

b.

Kegiatan Akhir
Guru bersama siswa menyampaikan kesimpulan pembelajaran
hari ini dan memberikan refleksi terhadap kegiatan yang sudah
dilakukan
Guru menyampaikan materi pelajaran untuk pertemuan
selanjutnya

Pertemuan Keempat
1. Kegiatan Awal
a. Apersepsi
1) Guru bersama peserta didik menyampaikan salam dan doa
2) Guru memeriksa kehadiran siswa dan mengkondisikan kelas
bersama siswa.
3) Guru menyampaikan tujuan pelajaran yang akan dipelajari
b. Motivasi
Coba sebutkan pajak yang pernah kalian bayarkan bersama
orangtua?
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi
1) Guru mengupload materi pelajaran serta melalui edmodo
2) Guru meminta siswa untuk mempelajari materi yang sudah diupload baik secara langsung maupun tidak (mengakses edmodo)
3) Guru menjelaskan materi pajak dan retribusi
Elaborasi
1) Siswa dapat diminta untuk mendiskusikan fungsi pajak dalam
kehidupan
Konfirmasi
1) Guru membagi peserta didik menjadi 6 kelompok, setiap
kelompok diberikan tugas untuk mencari jenis-jenis pajak
langsung dan tak langsung serta pajak pusat dan daerah.
2) Guru mempersilahkan siswa untuk menggunakan ponsel atau
computer untuk mencari melalui internet.
3) Setiap kelompok, mempresentasikan hasil kerjanya dan
kelompok lain mengomentari

3. Penutup
1) Siswa Guru meminta siswa menuliskan hasil diskusi ke dalam
power pont dan mengirimkan melalui email.
2) Bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat
rangkuman/simpulan pelajaran;
3) Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
4) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
5) Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran
remedi,

program

pengayaan,

layanan

konseling

dan/atau

memberikan tugas baik


G.

H.

Media Dan Sumber Pembelajaran


1. Media : Laptop, Handphone, Papan tulis, Proyektor, Spidol
2. Sumber : Buku IPS Kelas 8
Nanang Herjuanto. IPS SMP Kelas 8. Jakarta: BSE. 2006
Penilaian
1. Teknik Penilain
: Penugasan, tes tulis
2. Bentuk Instrumen
: Tes Online
3. Bentuk Tes
: quis edmodo

Mengetahui,

Jakarta, 5 Februari 2015

Kepala Sekolah SMP Negeri 37 Jakarta

Guru Mapel IPS,

Drs. Rusdi, M. Pd

Siti Alfi Syahrin

NIP. 196109101983021003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah

: SMP Negeri 37 Jakarta

Mata Pelajaran

: Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas

: VIII / 2

Standar Kompetensi : 7. Memahami kegiatan perekonomian Indonesia


Kompetensi Dasar
Indikator

: 7.3 Mendeskripsikan fungsi pajak dalam perekonomian


nasional
:
Mengidentifikasi sanksi-sanksi terhadap wajib pajak
yang melalaikan kewajibannya
Mengaplikasikan kesadaran membayar pajak yang
berpegang teguh pada Orang Bijak Taat Pajak

Alokasi Waktu

: 4 x 40 menit (2 Pertemuan)

A.

Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengidentifikasi sanksi-sanksi terhadap wajib pajak yang
melalaikan kewajibannya
2. Siswa dapat menghitung pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan
serta pertambahan niai

B.

Karakter siswa yang diharapkan


1. Disiplin (Dicipline)
2. Rasa hormat dan perhatian (Respect)
3. Tekun (Diligence)
4. Tanggung jawab (Responsibility
5. Ketelitian (Carefulness)

C.

Materi Pembelajaran
1. Sanksi-sanksi terhadap wajib pajak yang melalaikan ke wajibannya
2. Pajak Penghasilan (PPh)
3. Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB)
4. Pajak Pertambahan Nilai (PPn)

D.

Uraian Materi
Terlampir

E.

Metode Dan Model Pengajaran


1. Metode : Ceramah, Online Learning
2. Model : Blended Learning

F.

Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Lima
1. Kegiatan Awal
a. Apersepsi
1) Guru bersama peserta didik menyampaikan salam dan berdoa
2) Guru memeriksa kehadiran siswa dan mengkondisikan kelas
bersama siswa
3) Guru memberikan dan mengajukan pertanyaan secara
komunikatif berkaitan dengan materi sebelumnya
4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
b.

Motivasi
Tahukah kalian jika telat membayar pajak maka akan dikenakan
sanksi?

2. Kegiatan Inti
Eksplorasi
1) Guru mengupload materi pelajaran serta soal melalui edmodo
2) Guru meminta siswa untuk mempelajari materi yang sudah diupload baik secara langsung maupun tidak (mengakses edmodo)
3) Guru menjelaskan sanksi bagi pelanggar pajak
4) Guru menampilkan gambar pelanggaran pembayaran pajak
kendaraan
Elaborasi
1) Siswa diminta untuk menemukan sanksi-sanksi bagi pelanggar
pajak
Konfirmasi
1) Guru mempersilahkan siswa untuk menggunakan ponsel atau
komputer untuk mencari melalui internet.
2) Setiap baris, mempresentasikan hasil kerjanya dan kelompok
lain mengomentari
3.
a.

Kegiatan Akhir
Guru bersama siswa menyampaikan kesimpulan pembelajaran
hari ini dan memberikan refleksi terhadap kegiatan yang sudah
dilakukan

b.

Guru menyampaikan materi pelajaran untuk pertemuan


selanjutnya

Pertemuan Keenam
1. Kegiatan Awal
a. Apersepsi
1) Guru bersama peserta didik menyampaikan salam dan doa
2) Guru memeriksa kehadiran siswa dan mengkondisikan kelas
bersama siswa.
3) Guru menyampaikan tujuan pelajaran yang akan dipelajari
b. Motivasi
Siapakah disini yang pernah melihat orangtua kalian membayar
pajak? Atau kalian pernah pergi makan ke restoran siap saji lalu
memperhatikan struk belanja kalian?
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi
1) Guru mengupload materi pelajaran serta melalui edmodo
2) Guru meminta siswa untuk mempelajari materi yang sudah diupload baik secara langsung maupun tidak (mengakses edmodo)
3) Guru menjelaskan perhitungan pajak penghasilan serta tarif
dasar pajak pengahasilan sesuai ketetapan pemerintah
4) Guru menjelaskan perhitungan pajak bumi dan bangunan
5) Guru menjelaskan perhitungan pajak pertambahan nilai
6) Guru memberikan soal latihan di edmodo dan menampilkan
pada layar, siswa meng-upload soal at
Elaborasi
1) Guru memberi soal dan meminta siswa menjawab soal tersebut
2) Guru memanggil salah satu siswa untuk maju mengerjakan soal
tersebut
Konfirmasi
1) Guru meminta siswa lain untuk memeriksa hasil jawaban siswa
yang mengerjakan soal
2) Guru memberi penguatan atas jawaban siswa

3. Penutup
1) Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal yang telah di
unduh ke www.edmodo.com dengan waktu pengerjaan 7 hari.

2) Bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat


rangkuman/simpulan pelajaran;
3) Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang
sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
4) Memberikan

umpan

balik

terhadap

proses

dan

hasil

pembelajaran;
5) Merencanakan

kegiatan

tindak

lanjut

dalam

bentuk

pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling


dan/atau memberikan tugas baik
G.

H.

Media Dan Sumber Pembelajaran


1. Media : Laptop, Handphone, Papan tulis, Proyektor, Spidol
2. Sumber : Buku IPS Kelas 8
Nanang Herjuanto. IPS SMP Kelas 8. Jakarta: BSE. 2006
Penilaian
1. Teknik Penilain
: Penugasan, tes tulis
2. Bentuk Instrumen
: Tes Tulis
3. Bentuk Tes
: Post-test (terlampir)

Mengetahui,

Jakarta, 5 Februari 2015

Kepala Sekolah SMP Negeri 37 Jakarta

Guru Mapel IPS,

Drs. Rusdi, M. Pd

Siti Alfi Syahrin

NIP. 196109101983021003

Kisi-kisi Instrumen Penelitian Hasil Belajar Siswa

Kompetensi

Konsep

Uraian materi

Indikator

Dasar

Mendeskripsi

Tingkat
kesukaran

Pajak

Soal

%
Soal

C1

C2

C3

Mendefinisikan
pengertian pajak
dan retribui

1*
3
4
5

2*
7

6
8

10%

Mengidentifikasi
sifat dan
penetapan tariff
pajak

9
11*
16
44

13
15
17
18
43

10
12*
13

10

10%

Membedakan
pajak langsung
dengan pajak
tidak langsung

19
25*

24

20
22*
23

10%

Menjelaskan
perbedaan pajak
pusat dan pajak
daerah

26
28

29
45*
49

27

10%

Mendiskusikan
fungsi dan
peranan pajak
dalam kehidupan
suatu Negara

Mengidentifikasi
prinsip, fungsi
dan peran pajak
bagi suatu
negara

31

30*
41*

42
50

10%

Mendiskusikan
cara / penerapan
membayar pajak

Mengaplikasika
n kesadaran
membayar pajak
yang berpegang
pada Orang
Bijak Taat
Pajak

32
40*

14

34

20%

Mendeskripsika

kan fungsi

n pengertian

pajak dalam

pajak dan

perekonomian

retribusi

nasional

Mendiskusikan
sifat dan
penetapan tarif
pajak

Mendiskusikan
jenis pajak serta
perbedaan pajak
langsung dan
tidak langsung

Mendiskusikan
perbedaan pajak
pusat dan pajak
daerah

Menghitung
pajak
penghasilan,
pajak
penambahan
nilai serta pajak
bumi dan
bangunan

32
40*
47*
48*

14
33

34
35
36
37
38
39
46*

Soal
Persentase soal

30
30
40
%
%
%
Keterangan : *soal yang tidak digunakan dalam penelitian

30%

100%
100
%

Nama :

adanya balas jasa

Kelas :

(kontraprestasi) secara

1. SPT adalah
a. Surat Setroran Pajak
b. Surat Pajak Terpadu
c. Surat Pemberitahuan
Tahunan
d. Surat Peringatan
Pertama
2. Nomer yang diberikan
kepada wajib pajak sebagai
sarana dalam administrasi
perpajakan yang berfungsi
sebagai tanda pengenal diri
dalam melakukan kewajiban
perpajakan. Merupakan
pengertin dari
a. Nomor Pokok Wajib
Negara
b. Nomor Pokok Wajib
pajak
c. Wajib Pajak
d. Badan perpajakan
3. Pungutan yang dilakukan
sehubungan dengan sesuatu
jasa atau fasilitas yang
diberikan oleh pemerintah
secara langsung dan nyata
kepada pembayar.
Merupakan pengertian dari
a. Retribusi
b. Cukai
c. Pajak
d. Pungutan
4. Pembayaran atau iuran wajib
rakyat kepada negara
berdasarkan undang-undang
yang dapat dipaksakan tanpa

langsung disebut ....


a. pajak
b. retribusi
c. iuran
d. sumbangan
5. Perhatikan pernyataan
berikut!
I. Retribusi
II. Pungutan
III. Bea Ekspor Impor
IV. Iuran kebersihan
Yang termasuk kedalam
Pungutan resmi selain pajak
adalah..
a. I dan II
b. II dan III
c. I dan III
d. II dan IV
6. Bapak Mukhlis pada tahun
2012 memiliki gaji sebesar
Rp 50.000.000 pertahun dan
dikenakan tariff pajak 5%.
Kemudian karena memiliki
kinerja yang baik, maka
ditahun 2014 gajinya naik
menjadi Rp 120.000.000
pertahun dan pengenaan tariff
pajak sebesar 25%.
Berdasarkan cerita
permasalahan diatas, maka
tariff pajak bersifat
a. Tetap
b. Progresif
c. Propersional
d. Degresif

7. Dalam pemungutan pajak


dikenal dengan Asas Domisil
. artinya
a. Asas yang didasarkan
pada sumber
pendapatan
b. Asas berdasarkan
kebangsaan
c. Asas yang didasarkan
pada domisili tempat
tinggal
d. Asas yang didasarkan
pada pemenungutan
8. Tarif pajak yang ditetapkan
dalam nilai rupiah tertentu
dan tidak berubah-ubah.
Termasuk kedalam
a. Tetap
b. Proporsional
c. Degresif
d. objektif
9. tariff degresif adalah
a. tarf pajak yang
nilainya tetap
b. tariff pajak yang
nilainya memiliki
perbandingan
c. tariff pajak yang tariff
persentasenya
menurun
d. tariff pajak yang
meningkat
10. berdasarkan golongannya
pajak dibedakan menjadi
a. Pajak Langsung dan
tidak langsung
b. Pajak Negara atau
pusat
c. Pajak Daerah dan
Negara

d. Subjektif dan objektif


11. Pajak yang harus dibayarkan
oleh wajib pajak dan tidak
dapat dipindah kepada pihak
lain. Merupakan pengertian
dari pajak
a. Pajak langsung
b. Pajak tak langsung
c. Pajak objektif
d. Pajak subjektif
12. Perhatikan hal-hal berikut!
I. Pajak Pertambahan Nilai
(PPn)
II. Pajak penghasilan (PPh)
III. Bea Balik Nama (BBN)
IV.Pajak Bumi dan Bangunan
(PBB)
Yang termasuk pajak
Langsung adalah
a. I dan II
b. II dan IV
c. II dan III
d. II, III dan IV
13. Cukai termasuk kedalam
jenis pajak
a. Pajak Langsung
b. Pajak tidak langsung
c. Pajak pusat
d. Pajak negara
14. Perhatikan gambar berikut!
Gambar tersebut
temasuk kedalam
a. Benda kena
cukai
b. Benda kena
ekspor
c. Benda kena
potongan
d. Benda kena pungutan

15. Berdasarkan wewenang


pemungutannya pajak
dibedakan menjadi
a. Pajak Negara dan
daerah
b. Pajak langsung dan
tidak langsung
c. Pajak obejektif dan
subjektif
d. Pajak pribadi dan
umum
16. Pajak daerah
pengmungutannya dilakukan
oleh..
a. Pemerintah daerah
Tingkat I dan tingkat
II
b. Pemerintah pusat
c. Dirjen Pajak
d. Pemerintah daerah
tingkat II dan III
17. Sumber-sumber penerimaan
pemerintah pusat dan
pemerintah daerah diperoleh
dari:
1) pajak bumi dan bangunan
2) subsidi daerah otonom
3) pajak pertambahan nilai
4) pajak tontonan
5) pajak penghasilan
6) pajak kendaraan bermotor
Jenis pajak yang termasuk
penerimaan pemerintah pusat,
yaitu
a. 1), 2), dan 3
b. 1), 3), dan 5)
c. 2), 4), dan 6)
d. 3), 4), dan 5)

18. Pajak yang dipungut oleh


pemerintah pusat melalui
Dirjen Pajak dan Kantor
Pelayanan Pajak, dikenal
dengan pajak
a. Pajak daerah
b. Pajak pusat
c. Pajak Barang Mewah
d. Pajak Kecamatan
19. Yang termasuk pajak yang
dipungut oleh pemerintah
daerah adalah
a. Pajak pertambahan
nilai
b. Pajak bumi dan
bangunan
c. Pajak penghasilan
d. Pajak reklame
20. Berikut ini yang termasuk
ciri-ciri pajak, Kecuali
a. Merupakan pungutan
wajib yang harus
dibayarkan kepada
pemerintah
b. Wajib pajak mendapat
imbalan jasa secara
langsung
c. Dipungut berdasarkan
Undang-undang
d. Wajib pajak tidak
mendapat imbalan
jasa secara langsung
21. pajak yang dipotong pada
saat menerima gaji adalah
a. Pajak penghasilan
b. Pajak pertambahan
nilai
c. Pajak bumi dan
bangunan
d. Iuran wajib

22. Tuan Hafiz bekerja sebagai


karyawan dengan gaji
perbulan Rp 2.600.000. ia
sudah menikah dan memiliki
satu orang anak. Maka Pajak
penghasilan yang harus
dibayar Tuan Hafiz adalah
a. Rp 11.875
b. Rp 11. 700
c. Rp 10.000
d. Rp 11.785
23. Kanaya pergi ke mini market
dan membeli :
2 Pensil @ Rp 1.200
1 Buku @ Rp 3.000
3 Pulpen @ Rp 2.200
PPN yang dikenakan sebesar
10%. Maka pajak yang harus
di bayar kanaya sebesar
a. Rp 1.200
b. Rp 1.000
c. Rp 120
d. Rp 110
24. Bapak Ilham bekerja sebagai
seorang mekanik dengan gaji
perbulan Rp 3.500.000
perbulan. Ia menikah dengan
memiliki 2 orang anak. Maka
PTKPnya adalah
a. Rp 30.370.000
b. Rp 20.375.000
c. Rp 30.375.000
d. Rp 20.750.000
25. Haura memiliki tahanh
dengan nilai Rp 25.000.000
dan bangunan senilai Rp
30.000.000. nilai jual objek
pajak tidak kena pajak yang
ditetapkan di daerah tersebut

sebasar Rp 8.000.000.
hitunglah besar pajaknya
a. Rp 47.000
b. Rp 46.000
c. Rp 44.000
d. Rp 45.000
26. Bu mince memiliki tanah
seluas 2000 m2 dengan harga
jual Rp 100.000 Per m2 dan
luas bangunan 500 m2 dengan
harga jual Rp 600.000 m2 .
nilai objek pajaknya sebesar
Rp 8.000.000 nilai jual kena
pjak 20%. Maka pajak bumi
dan bangunan yang harus di
bayar adalah
a. Rp 500.000
b. Rp 942.000
c. Rp 492.000
d. Rp 429.000
27. Sumber utama pendapatan
Negara adalah
a. Retribusi dan
keuntungan BUMN
b. Penjualan migas
c. Pajak
d. Pinjaman luar negeri
28. Tariff pajak adalah
ketentuan
a. Besarnya pajak yang
harus dibayar
b. Nilai barang yang
kena pajak
c. Biaya penarikan pajak
yang harus dibayar

d. Besarnya pajak yang


sudah dibayar
29. Berikut ini objek yang tidak
dikenai bea materai adalah
a. Surat perjanjian
b. Surat kabar
c. Akte notaris
d. saham
30. Pajak digunakan untuk
a. Mencukupi kehidupan
pejabat
b. Kegiataan untuk balas
jasa pembayar
c. Pembelajaan Negara
d. Pembelajaan Presiden

9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33

AZIMA FILDZAH AMELIA

67

77

DEVIA INDRITANY H

47
40
67
67
0
67
67
70
57
57
63
67
67
47
67
53
40
40
63
67
27
70
57
57

77
60
63
77
0
63
60
60
57
57
60
77
60
53
40
77
60
53
87
87
63
87
87
87

DONI PRIYANTO
FATARENZA RAHMAN P
FEBY ANGEL SEPHIANI
FEBYANSYAH SETIAWAN
GINARDI PRASTIA
HABIL RIFQI AL KARIM
IQBAL ALFARAUZI
MARLINA WAHYU LESTARI
MEYDA PUTRI SARIP
MIKHAEL CHARLES RENALDO
MUHAMMAD RAIHAN R
NOPITA DEWI
NURMALITA RACHMAN SARY
RADIFA FAHREJI F
RETNO WIDIASTUTI
RIZKI KURNIAWAN
RIZTI ZAHRA N
SEPTIAN SAPUTRA
SHOFI SUGIARTO
SURYA DWI KUSUMA
SYAIRIKA PUTRI
TAZKYA HAURA
WILDAN NABIL HIDAYATULLAH

Rata-rata

Rata-rata

DAFTAR NILAI PERSERTA DIDIK SMP NEGERI 37 JAKARTA


KELAS : 8D
TAHUN PELAJARAN 2014-2015
PENILAIAN
TUGAS
ULANGAN
Tanggal
Tanggal
NO
NAMA
KETERANGAN
Prt Pst
1
2
3 4
1
2 3
1
ACHMAD
FAUZA
1
27 60
2 ADAM ABDUL HADI
47 63
3 AHMAD NUR JULIANTO S
40 77
4 ANANDA ANASTASYA
63 77
5 ANGGITA APRILIA
63 63
6 ANISA SOFYAN
57 63
ANNISA
NURFADILLA
7
53 77
8 AQILA FADIA AMELIA
47 77

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33

ABGHI FAREIHAN
ANASTASIA ANDINI
ANDELISA BALQIS C
ANUGRAH MUHAMMAD R
ARDHA MEITRI L
ARDIANSYAH
BALQIS LUTHFIYAH P
DESTI VARERA
DINARCO RAHARJO
ELVINA DAMAYANTI
EMHA ILHAMI RAIS
ERI RIYANTO
FARAH KAHIRUNNISA W
HENING FITRIA MULIA
INTANASIA FEBIUTAMI
JASMINE MAURA PANE
KIKI NURFITRIAH
KRISNA DANIL AVIVI S
LAURENSIA DISYA C P
LENNY ANDANI
LIZA ZADYLA
MIFTAH FAAZA HABIBAH
MUHAMMAD RESTU E P
MUHAMMAD RIZKI
MUHAMMAD HABIL A
MULYA SAKTI M
NAUFAL FIRMANSYAH
NURLAILI MAULIANDI
RECHAN BAGUS B
RIDWAN ROHANA
SINDHU YUDHA H
SITI RAFI'AH
TOFAN KURNIA PUTRA

Rata-rata

NAMA

Rata-rata

NO

DAFTAR NILAI PERSERTA DIDIK SMP NEGERI 37 JAKARTA


KELAS : 8E
TAHUN PELAJARAN 2014-2015
PENILAIAN
TUGAS
ULANGAN
Tanggal
Tanggal
KETERANGAN
Prt Pst
1
2
3 4
1
2 3
47 83
57 87
63 43
37 50
57 67
53 50
60 87
43
7
63 73
37 53
60 60
37 47
40 73
77 87
47 63
50 67
43 83
40 77
57 77
53 77
67 73
53 87
83 57
43 83
50 87
50 80
77 90
57 80
67 87
50 87
43 53
77 90
47 83

LAMPIRAN 11
Perhitungan Ukuran Pemusatan dan Penyebaraan Data Hasil Pretest Kelompok
Eksperimen
Perolehan nilai terendah hingga nilai tertinggi berdasarkan hasil pretest yang
didapatkan dari kelompk eksperimen adalah :
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

No
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

Nilai
47
57
63
37
57
53
60
43
63
37

Nilai
67
53
40
43
50
50
77
57
67
50

No

Nilai
60
37
40
77
47
50
43
40
57
53

11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

No
31
32
33

Nilai
43
77
47

Berdasarkan tabel diatas maka diperoleh nilai maksimum (xmax) adalah 77 dan nilai
minimum (xmin) adalah 37. Sehingga dapat dibuat tabel distribusi frekuensi dengan
menentukan terlebih dahulu nilai rentang (R0, banyak kelas (k), panjang kelas (P).
nilai tersebut dapat diperoleh berdasarkan perhitungan berikut :
a.

Rentang (R)
= 77 37

= Skor terbesar Skor Terkecil

= 40
b.

Banyak Kelas (BK)


= 1 + 5.011
= 6.011 ~ 6

= 1 + 3.3 Log 33

c.

Panjang Kelas

= 6.6 ~ 7

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi adalah sebagai berikut :


NO Kelas

1
37-44
2
45-51
3
52-59
4
60-67
5
68-75
6
76-81
Jumlah

Frekuensi Nilai
(fi)
Tengah
(Xi)
10
40.5
6
48.5
8
54.5
6
63.5
0
71.5
3
75
33
353.5

Fi . Xi

Xi2

Fi . Xi2

405
291
436
381
0
225
1738

1640.25
2352.25
2970.25
4032.25
5112.25
5625
21732.25

16402.5
14113.5
23762
24193.5
0
16875
95345.6

Berdasarka tabel distribusi frekuensi tersebut, maka dapat ditentukan


nilai rata-rata ( ), median (Me), modus (Mo), dan standar deviasi (S) nilai
pretes ini. Berikut adalah perhitungan untuk menentukan nilai-nilai tersebut.
a.

rata-rata ( )

=
= 52.67
b. Median (Me)
Nilai median ditentukan dengan rumus statistic berikut ini.

= Data yang terletak di tengah


= Batas bawah kelas median, (kelas yang terdapat data dengan

frekuensi dari total frekuensi)


= Panjang kelas
= Banyaknya data
= Frekuensi kelas median
= Jumlah frekuensi sebelum kelas median

=
= 53
c. Modus

Keterangan:
= Data yang paling banyak muncul
= Batas bawah kelas modus, (kelas dengan frekuensi terbesar)
= Panjang kelas
= Frekuensi kelas modus dikurang kelas sebelumnya
= Frekuensi kelas modus dikurang kelas setelahnya
Mo

= 41.5
d. Deviasi Standar (S)
Nilai deviasi standar ditentukan dengan rumus statistik berikut ini.

S = 10.91
Nilai varian s2 = 119.02
Perhitungan Ukuran Pemusatan dan Penyebaraan Data Hasil Pretest Kelompok
Kontrol
Perolehan nilai terendah hingga nilai tertinggi berdasarkan hasil pretest yang
didapatkan dari kelompk eksperimen adalah :
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

No
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

Nilai No
27
47
40
63
63
57
53
47
67
47

Nilai
67
67
47
67
53
40
40
63
67
27

11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Nilai
40
67
67
0
67
67
70
57
57
No
63

31
32
33

Nilai
70
57
57

Berdasarkan tabel diatas maka diperoleh nilai maksimum (xmax) adalah 70 dan nilai
minimum (xmin) adalah 0. Sehingga dapat dibuat tabel distribusi frekuensi dengan
menentukan terlebih dahulu nilai rentang (R0, banyak kelas (k), panjang kelas (P).
nilai tersebut dapat diperoleh berdasarkan perhitungan berikut :
a.

Rentang (R)

= Skor terbesar Skor

Terkecil
= 70 0

NO Kelas

1
0-12
2
13-15
3
26-38
4
39-51
5
52-64
6
65-77
Jumlah

Frekuensi Nilai
(fi)
Tengah
(Xi)
1
6
0
14
2
32
9
45
11
58
10
71
33
226

Fi . Xi

Xi 2

Fi . Xi2

6
0
64
405
638
710
1823

36
196
1024
2025
3364
5041
11686

36
0
2048
18225
37004
50410
107723

b.

Banyak Kelas (BK)


= 1 + 5.011
= 6.011 ~ 6

= 1 + 3.3 Log 33

c.

Panjang Kelas

= 11.6 ~ 12

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi adalah sebagai berikut :

Berdasarka tabel distribusi frekuensi tersebut, maka dapat ditentukan


nilai rata-rata ( ), median (Me), modus (Mo), dan standar deviasi (S) nilai
pretes ini. Berikut adalah perhitungan untuk menentukan nilai-nilai tersebut.
a.

rata-rata ( )

=
= 55.2
b. Median (Me)
Nilai median ditentukan dengan rumus statistic berikut ini.

= Data yang terletak di tengah


= Batas bawah kelas median, (kelas yang terdapat data dengan
frekuensi dari total frekuensi)
= Panjang kelas
= Banyaknya data
= Frekuensi kelas median
= Jumlah frekuensi sebelum kelas median

=
= 49
c. Modus

Keterangan:
= Data yang paling banyak muncul
= Batas bawah kelas modus, (kelas dengan frekuensi terbesar)
= Panjang kelas

= Frekuensi kelas modus dikurang kelas sebelumnya


= Frekuensi kelas modus dikurang kelas setelahnya
Mo

= 50.8
d. Deviasi Standar (S)
Nilai deviasi standar ditentukan dengan rumus statistik berikut ini.

S = 14.80
Nilai varian s2 = 219.04
Perhitungan Ukuran Pemusatan dan Penyebaraan Data Hasil Posttest
Kelompok Eksperimen
Perolehan nilai terendah hingga nilai tertinggi berdasarkan hasil pretest yang
didapatkan dari kelompk eksperimen adalah :
No
1
2
3
4
5

Nilai
83
87
43
50
67

6
7
8
9
10

No
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

50 No
87
11
87
12
73
13
53
14
15
16
17
18
19
20

Nilai
60
47
73
87
63
67
83
77
77
77

Nilai
73
87
57
83
87
80
90
80
87
87

Berdasarkan tabel diatas


maka
diperoleh
nilai
No
Nilai
maksimum (xmax) adalah
90 dan nilai minimum
31
53
(xmin) adalah 43. Sehingga
dapat dibuat tabel distribusi
32
90
frekuensi
dengan
menentukan terlebih dahulu
33
83
nilai rentang (R0, banyak
kelas (k), panjang kelas (P).
nilai tersebut dapat diperoleh berdasarkan perhitungan berikut :
a.

Rentang (R)

= Skor terbesar Skor

Terkecil
= 90-43
= 43
b.

Banyak Kelas (BK)


= 1 + 5.011
= 6.011 ~ 6

= 1 + 3.3 Log 33

c.

Panjang Kelas

= 7.8 ~ 8

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi adalah sebagai berikut :

Frekuensi Nilai
Fi . Xi Xi2
Fi . Xi2
(fi)
Tengah
(Xi)
1
43-51
4
47
188
2209
8836
2
52-60
7
56
392
3136
21952
3
61-69
0
65
0
4225
0
4
70-78
6
74
444
5476
32856
5
79-87
14
83
1162
6889
96446
6
88-96
2
92
184
8464
16928
Jumlah
33
417
2370
30399 177018
Berdasarka tabel distribusi frekuensi tersebut, maka dapat ditentukan nilai
rata-rata ( ), median (Me), modus (Mo), dan standar deviasi (S) nilai pretes
NO Kelas

ini. Berikut adalah perhitungan untuk menentukan nilai-nilai tersebut.


a.

rata-rata ( )

=
= 71.8
b. Median (Me)
Nilai median ditentukan dengan rumus statistic berikut ini.

= Data yang terletak di tengah


= Batas bawah kelas median, (kelas yang terdapat data dengan

frekuensi dari total frekuensi)


= Panjang kelas
= Banyaknya data
= Frekuensi kelas median
= Jumlah frekuensi sebelum kelas median

=
= 75.9
c. Modus

Keterangan:
= Data yang paling banyak muncul
= Batas bawah kelas modus, (kelas dengan frekuensi terbesar)
= Panjang kelas
= Frekuensi kelas modus dikurang kelas sebelumnya
= Frekuensi kelas modus dikurang kelas setelahnya
Mo

= 76.6
d. Deviasi Standar (S)
Nilai deviasi standar ditentukan dengan rumus statistik berikut ini.

S = 14.58
Nilai varian s2 = 212.57
Perhitungan Ukuran Pemusatan dan Penyebaraan Data Hasil Posttest
Kelompok Kontrol
Perolehan nilai terendah hingga nilai tertinggi berdasarkan hasil pretest yang
didapatkan dari kelompk eksperimen adalah :
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

No
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

Nilai No
60
63
77
77
63
63
77
77
77
77

Nilai
77
60
53
40
77
60
53
87
87
63

11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Nilai
60
63
77
0
63
60
60
57
57
60 No

31
32
33

Nilai
87
87
87

Berdasarkan tabel diatas maka diperoleh nilai maksimum (xmax) adalah 87 dan nilai
minimum (xmin) adalah 0. Sehingga dapat dibuat tabel distribusi frekuensi dengan
menentukan terlebih dahulu nilai rentang (R0, banyak kelas (k), panjang kelas (P).
nilai tersebut dapat diperoleh berdasarkan perhitungan berikut :
a.

Rentang (R)

= Skor terbesar Skor

Terkecil
= 87-0
= 87
b.

c.
anjan
g
Kelas
Distri
busi
Freku

Banyak Kelas (BK)


= 1 + 3.3 Log 33
= 1 + 5.011
NO Kelas
Frekuensi Nilai
Fi . Xi
= 6.011 ~ 6
(fi)
Tengah
P
(Xi)

Xi2

Fi . Xi2

1
0-15
2
16-31
3
=32-47=
4
48-63
5
64-79
6
80-95
Jumlah

56.25
552.25
1560.25
3080.25
5112.25
7656.25
18017.5

56.25
0
1560.25
52364.3
46010.2
38281.3
138272

1
7.5
7.5
0
23.5
0
1 ~ 15
39.5
39.5
= 14.5
17
55.5
943.5
9
71.5
643.5
5
87.5
437.5
33
285
2071.5
ensi adalah sebagai berikut :

Berdasarka tabel distribusi frekuensi tersebut, maka dapat ditentukan


nilai rata-rata ( ), median (Me), modus (Mo), dan standar deviasi (S) nilai
pretes ini. Berikut adalah perhitungan untuk menentukan nilai-nilai tersebut.

a.

rata-rata ( )

=
= 63.77
b. Median (Me)
Nilai median ditentukan dengan rumus statistic berikut ini.

= Data yang terletak di tengah


= Batas bawah kelas median, (kelas yang terdapat data dengan
frekuensi dari total frekuensi)
= Panjang kelas
= Banyaknya data
= Frekuensi kelas median
= Jumlah frekuensi sebelum kelas median

=
= 53.3
c. Modus

Keterangan:
= Data yang paling banyak muncul
= Batas bawah kelas modus, (kelas dengan frekuensi terbesar)
= Panjang kelas
= Frekuensi kelas modus dikurang kelas sebelumnya
= Frekuensi kelas modus dikurang kelas setelahnya

Mo

= 56.25
d. Deviasi Standar (S)
Nilai deviasi standar ditentukan dengan rumus statistik berikut ini.

S = 16.04
Nilai varian s2 = 256.28

LAMPIRAN 12
Uji Normalitas Data Hasil Pretest dan Posttes
Uji normalitas menggunakan rumus liliefors, yaitu :
Lo =
i) S(Zi)
Kriteria pengujian nilai normalitas didasarkan pada ketentuan berikut :
tuan berikut :
a. Jika Lhitung < Ltabel , Maka Ha diterima dan Ho ditolak (data berdistribusi
normal)
b. Jika Lhitung > Ltabel , Maka Ha ditolak dan Ho diterima(data berdistribusi
tidak normal)
A. Uji normalitas data hasil pretest kelompok eksperimen
Tabel bantu uji liliefors nilai pretest kelompok eksperimen

Variabel

Zi
-1.371

F(zi)
0.085

S(zi)
0.030

F(zi) - S(zi)
0.055

37
37

-1.371

0.085

0.061

0.025

37

-1.371

0.085

0.091

0.006

40

-1.112

0.133

0.121

0.012

40

-1.112

0.133

0.152

0.018

40

-1.112

0.133

0.182

0.049

43

-0.853

0.197

0.212

0.015

43

-0.853

0.197

0.242

0.046

43

-0.853

0.197

0.273

0.076

43

-0.853

0.197

0.303

0.106

47

-0.508

0.306

0.333

0.027

47

-0.508

0.306

0.364

0.058

47

-0.508

0.306

0.394

0.088

50

-0.249

0.402

0.424

0.022

50

-0.249

0.402

0.455

0.053

50

-0.249

0.402

0.485

0.083

53

0.010

0.504

0.515

0.011

53

0.010

0.504

0.545

0.041

53

0.010

0.504

0.576

0.072

53

0.010

0.504

0.606

0.102

57

0.356

0.639

0.636

0.003

57

0.356

0.639

0.667

0.028

57

0.356

0.639

0.697

0.058

57

0.356

0.639

0.727

0.088

60

0.615

0.731

0.758

0.027

60

0.615

0.731

0.788

0.057

63

0.874

0.809

0.818

0.009

63

0.874

0.809

0.848

0.040

67

1.219

0.889

0.879

0.010

67

1.219

0.889

0.909

0.020

77

2.083

77

2.083

77

2.083

0.981
0.981
0.981

0.939
0.970
1.000

0.042
0.012
0.019

Langkah-langkah penentuan nilai-nilai pada kolom tabel bantu tersebut adalah


sebagai berikut :
1.
2.

Urutkan data sampel dari yang terkecil hingga paling besar.


Menentukan rata-rata dan deviasi standar

rata-rata ( )

=
= 52.67

Deviasi Standar (S)


Nilai deviasi standar ditentukan
dengan rumus statistik berikut
ini.
3.

S = 10.91
Nilai varian s2 = 119.02

Tentukan Zi dari tiap tiap data dengan rumus


Zi =
Keterangan
Zi = Skor baku
= Nilai rata-rata
Xi = Skor data ke- i
S = Simpangan baku

4.

Tentukam besar peluang untuk masing-masing nilai Zi berdasarkan tabel Z,


dan disebut sebagai F(Zi).
5.
Selanjutnya hitung proporsi Z1, Z2, ., Zn yang telah lebih atau sama dengan
Zi jika proporsi dinyatakan oleh S (Zi), maka :
S (Zi) =

yang Zi

Hitunglah selisih F (Zi) S(Zi), kemudian tentukan harga mutlaknya


F (Zi) S(Zi)
7.
Ambil nilai terbesar diantara harga-harga mutlak selisih tersebut, nilai ini
disetu Lo.
6.

Lo =

i)

S(Zi)

8.
9.

Menentukan Ltabel.
Menguji hipotesis normalitas
Untuk menguji hpotesis normalitas, data Lhitung dibandingkan dengan data
Ltabel didapat bahwa Lhitung < Ltabel yaitu 0.106 < 0.154 sehingga Ha diterima
dan Ho ditolaj, maka data hasil posttest ekperimen berdistribusi normal.
10. Perhitungan ini juga berlaku pada kelas kontrol
B. Uji Normalitas data hasil posttes kelas ekperimen
Tabel bantu uji liliefors nilai prosttes kelompok eksperimen
Variabel

Zi

F(zi)

43

-2.175

0.015

F(zi) S(zi)
0.030 0.015

47

-1.892

0.029

0.061 0.031

50

-1.681

0.046

0.091 0.044

50

-1.681

0.046

0.121 0.075

53

-1.469

0.071

0.152 0.081

57

-1.186

0.118

0.182 0.064

60

-0.974

0.165

0.212 0.047

63

-0.762

0.223

0.242 0.019

63

-0.762

0.223

0.273 0.050

67

-0.480

0.316

0.303 0.013

67

-0.480

0.316

0.333 0.018

70

-0.268

0.395

0.364 0.031

73

-0.056

0.478

0.394 0.084

73

-0.056

0.478

0.424 0.054

77

0.227

0.590

0.455 0.135

77

0.227

0.590

0.485 0.105

77

0.227

0.590

0.515 0.075

80

0.439

0.670

0.545 0.124

80

0.439

0.670

0.576 0.094

83

0.651

0.742

0.606 0.136

83

0.651

0.742

0.636 0.106

83

0.651

0.742

0.667 0.076

S(zi)

83

0.651

0.742

0.697 0.045

87

0.933

0.825

0.727 0.097

87

0.933

0.825

0.758 0.067

87

0.933

0.825

0.788 0.037

87

0.933

0.825

0.818 0.007

87

0.933

0.825

0.848 0.024

87

0.933

0.825

0.879 0.054

87

0.933

0.825

0.909 0.084

87

0.933

0.825

0.939 0.115

90

1.145

0.874

0.970 0.096

90

1.145

0.874

1.000 0.126

Langkah-langkah penentuan nilai-nilai pada kolom tabel bantu tersebut adalah


sebagai berikut :
1.
2.

Urutkan data sampel dari yang terkecil hingga paling besar.


Menentukan rata-rata dan deviasi standar
rata-rata ( )

=
= 71.8

Deviasi Standar (S)


Nilai deviasi standar ditentukan
dengan rumus statistik berikut
ini.

S = 14.58
Nilai varian s2 = 212.57

3.

Tentukan Zi dari tiap tiap data dengan rumus


Zi =
Keterangan
Zi = Skor baku
= Nilai rata-rata
Xi = Skor data ke- i
S = Simpangan baku

4.

Tentukam besar peluang untuk masing-masing nilai Zi berdasarkan


tabel Z, dan disebut sebagai F(Zi).
5.
Selanjutnya hitung proporsi Z1, Z2, ., Zn yang telah lebih atau sama
dengan Zi jika proporsi dinyatakan oleh S (Zi), maka :
S (Zi) =

yang Zi

Hitunglah selisih F (Zi) S(Zi), kemudian tentukan harga mutlaknya


F (Zi) S(Zi)
7.
Ambil nilai terbesar diantara harga-harga mutlak selisih tersebut, nilai
ini disetu Lo.
Lo =
i) S(Zi)
6.

8.
9.

Menentukan Ltabel.
Menguji hipotesis normalitas
Untuk menguji hpotesis normalitas, data Lhitung dibandingkan dengan data
Ltabel didapat bahwa Lhitung < Ltabel yaitu 0.136 < 0.154 sehingga Ha
diterima dan Ho ditolaj, maka data hasil posttest ekperimen
berdistribusi normal.
10. Perhitungan ini juga berlaku pada kelas kontrol

LAMPIRAN 13
Uji Homogenitas
A.

Uji Homogenitas Pretest dan Posttest kelas kontrol


Untuk menguji homogenitas standar deviasi kedua kelompok data hasis
pretest digunakan uji F berdasarkan F =
F = Nilai uji F
S12 = Varian terbesar
S22 = Varian terkecil
Data dipereoleh bahwa nilai deviasi standar pretest kelompok
kontrol adalah 219,04, sedangkan nilai deviasi standar posttest kelompok
kontrol adalah 256,28. berdasarkan nilai deviasi kedua data, maka nilai F
hitungnya adalah :
Fhitung =
Fhitung =
Fhitung = 1,17
Untuk menguji homogenitas, maka harus membandingkan Fhitung
dengan Ftabel. Nila Ftabel yang didapat adalah 1.84. terlihat bahwa Fhitung <
Ftabel yaitu 1.17<1.84 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, Maka kedua
data kelas kontrol berdistribusi homogen.

B.

Uji Homogenitas Posttest Kelas Eksperimen Dan Kontrol


Untuk menguji homogenitas standar deviasi kedua kelompok data hasis
pretest digunakan uji F berdasarkan F =
F = Nilai uji F
S12 = Varian terbesar
S22 = Varian terkecil
Data dipereoleh bahwa nilai deviasi standar pretest kelompok
eksperimen adalah 119,02, sedangkan nilai deviasi standar posttest
kelompok eksperimen adalah 212,57. berdasarkan nilai deviasi kedua data,
maka nilai F hitungnya adalah :

Fhitung =
Fhitung =
Fhitung = 1.78
Untuk menguji homogenitas, maka harus membandingkan Fhitung
dengan Ftabel. Nila Ftabel yang didapat adalah 1.84. terlihat bahwa Fhitung <
Ftabel yaitu 1.78<1.84 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, Maka kedua
data kelas eksperimen berdistribusi homogen.

LAMPIRAN 14
Uji Hipotesis
A.

Uji Hipotesis Pretest


Karena kdua data yang akan diuji perbedannya bersifat normal an

homogenitas, maka rumus uji t yang digunakan :

thitung =

Dimana:
1=

rata-rata data kelompok A


2 = rata-rata data kelompok B
dsg = nilai deviasi standar gabungan data kelompok A dan kelompok B
n1 = jumlah data kelompok A
n2 = jumlah data kelompok B
kriteria penentuan keputusan uji t adalah
a.

Jika thitung > ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak

b.

Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan Ha ditolak.

Langkah-langkah menentukan nilai thitung adalah sebagai berikut :


1. Menentukan nilai-nilai yang telah diketahui
1=

52,87
2 = 55,2
V1 = S12 = (10,91)2 = 219,04
V2 = S22 = (14,58)2 = 119,02
2. Menentukan nilai thitung berdasarkan data-data yang telah diperoleh
Dsg

=
=

=
=
=
=13,001
3. thitung

=
=

=
=
= - 0,73
4. Menentukan nilai ttabel pada taraf signifina 5%, diperoleh 2.036
5. Menguji Hipotesis
Karena paada taraf signifikansi 5% thitung > ttabel, maka Ha diterima dan
Ho ditolak.
6. Memberikan interpretasi
Berdasarkan hasil uji hipotesis pada pretest pada taraf keprcayaan
95% memberikan hasil bahwa thitung < ttabel yaitu 0.73 < 2.036
sehingga Hoditerima dan Ha ditolak, Maka tidak terdapat perbedaan
yang signifikan. Hal ini dikarenakan belum adanya perlakuan
yang diberikan pada kelas ekperimen maupun kontrol.
B.

Uji Hipotesis Posttest


Karena kdua data yang akan diuji perbedannya bersifat normal an

homogenitas, maka rumus uji t yang digunakan :

thitung =

Dimana:
1=

rata-rata data kelompok A


2 = rata-rata data kelompok B
dsg = nilai deviasi standar gabungan data kelompok A dan kelompok B
n1 = jumlah data kelompok A
n2 = jumlah data kelompok B
kriteria penentuan keputusan uji t adalah
c.

Jika thitung > ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak

d.

Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan Ha ditolak.

Langkah-langkah menentukan nilai thitung adalah sebagai berikut :


7. Menentukan nilai-nilai yang telah diketahui
1=

71,8
2 = 63,7
V1 = S12 = (14,8)2 = 212,57
V2 = S22 = (16,04)2 = 256,28
8. Menentukan nilai thitung berdasarkan data-data yang telah diperoleh
Dsg

=
=
=
=
=
=15,31

9. thitung

=
=

=
= 2.171
10. Menentukan nilai ttabel pada taraf signifina 5%, diperoleh 2.036
11. Menguji Hipotesis
Karena paada taraf signifikansi 5% thitung > ttabel, maka Ha diterima dan
Ho ditolak.
12. Memberikan interpretasi
Berdasarkan hasil uji hipotesis pada pretest pada taraf keprcayaan
95% memberikan hasil bahwa thitung > ttabel yaitu 2.171 > 2.036
sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, Maka terdapat pengaruh
model pembelajaran blended learning terhadap hasil belajar
siswa.

LAMPIRAN 15
Uji N-gain
Uji gain digunakan untuk membandingkan pretest dengan posttest dengan
insrumen pilihan ganda serta membandingkan normal gain dari kedua kelompok.
Rumus yang digunakan adalah :

Keterangan :
= gain ternormalisas
Spost

= nilai rata-rata pada post test

Spre

= nilai rata-rata pada pre test

Dengan Kriteria sebagai berikut :


Tingg apabila (g) > 0.70 atau dinyatakan dalam persen (g) > 70
Sedangkan apabila 0.3 (g) 0.7 atau dinyatakan dalam persen
30(g)70

A.

Uji gain kelompok eksperimen


1.
Spost = 71,8
Spre = 52.67

= 0.404
2. Kriteria
Berdasarkan katagori, maka 0.404 berada pada katagori sedang.
B. Uji N-gain Kelompok Kontol
1.
Spost = 63,7
Spre = 55,2

= 0,189
2. Kriteria
Berdasarkan katagori, maka 0.269 berada pada katagori rendah.

Lembar Judges Instrumen Penelitian


Pengaruh Model Pembelajaran Blended learning Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Kelas 8 Di SMPN 37 Jakarta
Satuan Pendidikan

: Sekolah Menengah Pertama

Mata Pelajaran

: Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas

: VIII (delapan)

Semester

: Genap

No

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Indikator

No Soal

Mendeskripsikan fungsi
pajak dalam
perekonomian nasional

Mendeskripsik

Mendefinisikan
pengertian pajak
dan retribui

1,2,3,4,5,6,7
,8

Mengidentifikasi
sifat dan
penetapan tariff
pajak

9,10,11,12,
13,14,15,16,
17,18, 43,44

Membedakan
pajak langsung
dengan pajak
tidak langsung

19,20,21,22,
23,24,25

Jenjang
Kemampuan
C1

Memahami kegiatan
perekonomian Indonesia

an pengertian
pajak dan
retribusi

Mendiskusikan
sifat dan
penetapan tarif
pajak

Mendiskusikan
jenis pajak
serta

C2

C3

perbedaan
pajak langsung
dan tidak
langsung

Mendiskusikan
perbedaan
pajak pusat dan

Menjelaskan
perbedaan pajak
pusat dan pajak
daerah

26,27,28,29,
45,49

pajak daerah

Mendiskusikan
fungsi dan
peranan pajak
dalam
kehidupan
suatu Negara

Mengidentifikasi
prinsip, fungsi
dan peran pajak
bagi suatu negara

30,31,42,42,
50

Mendiskusikan
cara atau
penerapan
membayar
pajak

Mengaplikasikan
kesadaran
membayar pajak
yang berpegang
pada Orang
Bijak Taat Pajak
Menghitung pajak
penghasilan,
pajak
penambahan nilai
serta pajak bumi
dan bangunan

14,32,34,40

33,34,35,36,
37,38,39,46

Rubik Pedoman Lembar Observasi


Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Di SMPN 37 Jakarta
No
1.

2.

3.

4.

Aspek yang
diamati
Guru
mempersiapkan
peserta didik
serta memeriksa
kesiapan
peserta didik
Guru
menjelaskan
tujuan
pembelajaran
dan tugas siswa
berdasarkan
materi yang
diajarkan
Guru
memotivasi
siswa terkait
tujuan
pembelajaran
dan materi yang
dibahas
Guru

SS
Guru selalu
mempersiapakan
serta memeriksa
kesiapan peserta
didik

S
Guru sering
mempersiapakan
serta memeriksa
kesiapan peserta
didik

Norma Penilaian
KS
Guru kadang
mempersiapakan
serta memeriksa
kesiapan peserta
didik

Guru selalu
menjelaskan
tujuan
pembelajaran di
awal kegiatan
pembelajaran

Guru sering
menjelaskan
tujuan
pembelajaran di
awal kegiatan
pembelajaran

Guru kadang
menjelaskan
tujuan
pembelajaran di
awal kegiatan
pembelajaran

Guru tidak
pernah
menjelaskan
tujuan
pembelajaran di
awal kegiatan
pembelajaran

Guru selalu
memberikan
motivasi terkait
materi yang
akan dipelajari

Guru sering
memberikan
motivasi terkait
materi yang akan
dipelajari

Guru kadang
memberikan
motivasi terkait
materi yang
akan dipelajari

Guru tidak
pernah
memberikan
motivasi terkait
materi yang
akan dipelajari

guru selalu

guru

guru kadang

guru tidak

TS
Guru tidak
pernah
mempersiapakan
serta memeriksa
kesiapan peserta
didik

STS
Guru tidak
pernah sama
sekali
mempersiapakan
serta memeriksa
kesiapan peserta
didik
Guru tidak
pernah sama
sekali
menjelaskan
tujuan
pembelajaran di
awal kegiatan
pembelajaran
Guru tidak
pernah sama
sekali
memberikan
motivasi terkait
materi yang
akan dipelajari
guru tidak

menjelaskan
materi dengan
memberi contoh
dalam
kehidupan
sehari-hari
siswa
Guru
memberikan tes
awal pada siswa

memberikan
apresepsi diawal
pembelajaran

seringmemberika
n apresepsi diawal
pembelajaran

memberikan
apresepsi diawal
pembelajaran

pernah
memberikan
apresepsi diawal
pembelajaran

pernah sama
sekali
memberikan
apresepsi diawal
pembelajaran

Guru selalu
memberikan
pretest di awal
kegiatan
pembelajaran

Guru sering
memberikan
pretest di awal
kegiatan
pembelajaran

Guru kadang
memberikan
pretest di awal
kegiatan
pembelajaran

Guru tidak
pernah
memberikan
pretest di awal
kegiatan
pembelajaran

6.

Guru
memberikan
materi ajar
melalui online

Guru selalu
memberikan
materi sebelum
pelajaran
dimulai melalui
online

Guru sering
memberikan
materi sebelum
pelajaran dimulai
melalui online

Guru kadang
memberikan
materi sebelum
pelajaran
dimulai melalui
online

Guru tidak
pernah
memberikan
materi sebelum
pelajaran
dimulai melalui
online

7.

Terdapat media
pembelajaran
berbentuk cetak
sebagai alat
pendukung
dalam
pembelajaran

Selalu
menggunakan
media
pembelajaran
cetak dalam
kegiatan
pembelajaran

Sering
menggunakan
media
pembelajaran
cetak dalam
kegiatan
pembelajaran

Kadang
menggunakan
media
pembelajaran
cetak dalam
kegiatan
pembelajaran

Tidak pernah
menggunakan
media
pembelajaran
cetak dalam
kegiatan
pembelajaran

Guru tidak
pernah sama
sekali
memberikan
pretest di awal
kegiatan
pembelajaran
Guru tidak
pernah sama
sekali
memberikan
materi sebelum
pelajaran
dimulai melalui
online
Tidak pernag
sama sekali
menggunakan
media
pembelajaran
cetak dalam
kegiatan

5.

8.

9.

10
.

11
.

Terdapat
penggunaan
media
pembelajaran
bentuk digital
secara online
untuk
pengenalan
peserta didik
Guru
membimbing
siswa
mengemukakan
informasi
tentang masalah
yang terkait
topik
Siswa aktif
mengemukakan
informasi
tentang masalah
yang terkait
topik
Guru
menyampaikan
tugas belajar
siswa baik
secara tatap

Selalu
menggunakan
media
pembelajaran
digitan dalam
kegiatan
pembelajaran

Sering
menggunakan
media
pembelajaran
digitan dalam
kegiatan
pembelajaran

Kadang
menggunakan
media
pembelajaran
digitan dalam
kegiatan
pembelajaran

Tidak pernah
menggunakan
media
pembelajaran
digitan dalam
kegiatan
pembelajaran

Guru selalu
membimbing
siswa
mengemukakan
informasi yang
didapat

Guru sering
membimbing
siswa
mengemukakan
informasi yang
didapat

Guru kadang
membimbing
siswa
mengemukakan
informasi yang
didapat

Guru tidak
pernah
membimbing
siswa
mengemukakan
informasi yang
didapat

Siswa selalu aktif


mengemukakan
informasi yang
didapat

Siswa sering aktif


mengemukakan
informasi yang
didapat

Siswa kadang
aktif
mengemukakan
informasi yang
didapat

Siswa tidak
pernah aktif
mengemukakan
informasi yang
didapat

Guru selalu
memberikan
tugas secara
langsung

Guru sering
Guru kadang
memberikan tugas memberikan
secara langsung
tugas secara
langsung

Guru tidak
pernah
memberikan
tugas secara
langsung

pembelajaran
Tidak pernah
sama sekali
menggunakan
media
pembelajaran
digitan dalam
kegiatan
pembelajaran
Guru tidak
pernah sama
sekali
membimbing
siswa
mengemukakan
informasi yang
didapat
Siswa tidak
pernah sama
sekali aktif
mengemukakan
informasi yang
didapat
Guru tidak
pernah sama
sekali
memberikan
tugas secara

12
.

muka
Guru
menyampaiaka
n tugas belajar
siswa melalui
online

Guru selalu
menyampaikan
tugas melalui
online

Guru sering
menyampaikan
tugas melalui
online

Guru kadang
menyampaikan
tugas melalui
online

Siswa mencari
informasi
tambahan
secara online
terkait masalah
yang dikaji
Siswa bertanya
secara online
terkait materi
yang belum
dipahami

Siswa selalu
mencari
informasi
tambahan secara
online

Siswa sering
mencari informasi
tambahan secara
online

Siswa kadang
mencari
informasi
tambahan secara
online

Siswa selalu
bertanya secara
online terkait
materi yang
belum dipahami

Siswa sering
bertanya secara
online terkait
materi yang
belum dipahami

Siswa kadang
bertanya secara
online terkait
materi yang
belum dipahami

15
.

Siswa meminta
guru mengulang
materi yang
belum dipahami

Siswa selalu
meminta guru
mengulang
materi

Siswa sering
meminta guru
mengulang materi

Siswa kadang
meminta guru
mengulang
materi

16
.

Siswa diberikan
lembar kerja
kelompok
terkait materi

Siswa selalu
diberi lembar
kerja kelompok
terkait materi

Siswa sering
diberi lembar
kerja kelompok
terkait materi ajar

Siswa kadang
diberi lembar
kerja kelompok
terkait materi

13
.

14
.

langsung
Guru tidak
pernah sama
sekali
menyampaikan
tugas melalui
online
Siswa tidak
Siswa tidak
pernah mencari pernah sama
informasi
sekali mencari
tambahan secara informasi
online
tambahan secara
online
Siswa tidak
Siswa tidak
pernah bertanya pernah sama
secara online
sekali bertanya
terkait materi
secara online
yang belum
terkait materi
dipahami
yang belum
dipahami
Siswa tidak
Siswa tidak
pernah meminta pernah sama
guru mengulang sekali meminta
materi
guru mengulang
materi
Siswa tidak
Siswa tidak
pernah diberi
pernah sama
lembar kerja
sekai diberi
kelompok terkait lembar kerja
Guru tidak
pernah
menyampaikan
tugas melalui
online

ajar

ajar

ajar

materi ajar

17
.

Guru bersama
siswa merefleksi
materi
pelajaran

Guru selalu
melakukan
refleksi materi
bersama siswa

Guru sering
melakukan
refleksi materi
bersama siswa

Guru kadang
melakukan
refleksi materi
bersama siswa

Guru tidak
pernah
melakukan
refleksi materi
bersama siswa

18
.

Guru dan siswa


menyipulkan
materi yang
telah dipelajari
disetiap
pertemuan

Guru selalu
menyimpulkan
materi ajar
disetiap
pertemuan

Guru sering
menyimpulkan
materi ajar
disetiap
pertemuan

Guru kadang
menyimpulkan
materi ajar
disetiap
pertemuan

Guru tidak
pernah
menyimpulkan
materi ajar
disetiap
pertemuan

19
.

Guru
memberikan tes
akhir pada
siswa

Guru selalu
memberikan
posttest pada
siswa

Guru sering
Guru kadang
memberikan
memberikan
posttest pada siswa posttest pada
siswa

Guru tidak
pernah
memberikan
posttest pada
siswa

20
.

Guru
memberikan
tugas mandiri
pada siswa
melalui elearning

Guru selalu
memberikan
tugas mandiri
melalui elearning

Guru sering
memberikan tugas
mandiri melalui elearning

Guru tidak
pernah
memberikan
tugas mandiri
melalui elearning

Guru kadang
memberikan
tugas mandiri
melalui elearning

kelompok terkait
materi ajar
Guru tidak
pernah sama
sekali
melakukan
refleksi materi
bersama siswa
Guru tidak
pernah sama
sekali
menyimpulkan
materi ajar
disetiap
pertemuan
Guru tidak
pernah sama
sekali
memberikan
posttest pada
siswa
Guru tidak
pernah sama
sekali
memberikan
tugas mandiri
melalui elearning

LEMBAR OBSERVASI
Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning Terhadap Hasil Belajar
Mata Pelajaran IPS Di SMPN 37 Jakarta
Kompetensi Dasar

: Mendeskripsikan fungsi pajak dalam


perekonomian nasional

Materi

Pertemuan

Keterangan Penilaian

a.
b.
c.
d.
e.
No

SS
S
KS
TS
STS

: Sangat Setuju
: Setuju
: Kurang Setuju
: Tidak Setuju
: Sangat Tidak Setuju

Aspek Yang diamati

Pembelajaran Model Blended


Leaning
SS

1.

2.

3.

4.

5.
6.

Guru
mempersiapkan
peserta didik serta
memeriksa kesiapan
peserta didik
Guru menjelaskan
tujuan pembelajaran
dan tugas siswa
berdasarkan materi
yang diajarkan
Guru memotivasi
siswa terkait tujuan
pembelajaran dan
materi yang dibahas
Guru menjelaskan
materi dengan
memberi contoh
dalam kehidupan
sehari-hari siswa
Guru memberikan
tes awal pada siswa
Guru memberikan

KS

TS

STS

Ket

Pembelajaran Model
Konvensional
SS

KS

TS

STS

Ket

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

materi ajar melalui


online
Terdapat media
pembelajaran
berbentuk cetak
sebagai alat
pendukung dalam
pembelajaran
Terdapat
penggunaan media
pembelajaran
bentuk digital secara
online untuk
pengenalan peserta
didik
Guru membimbing
siswa
mengemukakan
informasi tentang
masalah yang terkait
topik
Siswa aktif
mngemukakan
informasi tentang
masalah yang terkait
topik
Guru
menyampaikan tugas
belajar siswa baik
secara tatap muka
Guru
menyampaiakan
tugas belajar siswa
melalui online
Siswa mencari
informasi tambahan
secara online terkait
masalah yang dikaji
Siswa bertanya
melalui online
terkait materi yang
belum dipahami
Siswa meminta guru
mengulang materi
yang belum
dipahami

16.

17.

18.

19.
20.

Siswa diberikan
lembar kerja terkait
materi ajar
Guru bersama siswa
merefleksi materi
pelajaran
Guru dan siswa
menyipulkan materi
yang telah dipelajari
disetiap pertemuan
Guru memberikan
tes akhir pada siswa
Guru memberikan
tugas mandiri pada
siswa melalui elearning
Catatan :

Jakarta, Mei 2015


Observer

LAMPIRAN FOTO KEGIATAN PENELITIAN


Kegiatan pembelajaran jarak jauh melalui website edmodo

Siswa mengerjakan soal Pretest dan Posttes

Siswa mengerjakan soal melalui ponsel

Siswa mengerjakan kuis dirumah

BIODATA PENULIS
Siti Alfi Syahrin adalah Nama penulis skripsi ini. Penulis
lahir dari orang tua bernama bapak Mukhlis dan ibu
Munawaroh sebagai anak ke-3 dari 4 bersaudara. Lahir
pada tanggal 16 September 1993 di Jakarta Selatan. Penulis
menempuh pendidikan dimulai dari TK Al-Khairiyah lulus
tahun 1999, melanjutkan ke SD Negeri 06 Pagi Rawajati
lulus tahun 2005, SMP Negeri 163 Jakarta lulus tahun
2008, SMA Negeri 51 Jakarta lulus tahun 2011 dan
menyelesaikan pendidikan sarjana pendidikan pada
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2015 dengan judul
penelitian Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning Terhadap Hasil
Belajar Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas 8 Di SMP Negeri 37 Jakarta.