Anda di halaman 1dari 2

TUGAS FISIOLOGI PASCA PANEN

Kelompok 2:
1. Andi Rohandi (12031002)
2. Novia Trisnawati (12031003)
3. Suhartini (12031019)
1. PADI
A. Penyimpanan Secara Tradisional
Caranya

a) Pengeringan gabah (kadar airnya berkisar anatara 12 14%).


b) Pengarungan gabah dengan memakai karung (karung dibersihkan terlebih
dulu).
c) Disimpan di dalam lumbung yang sudah aman (lumbung di kondisikan agar
bersih dan terbebas dari hewan pengerat).
Kekurangan
:
a) Karung mudah rusak, maka dapat dikatakan relatif mahal karena hanya bisa
dipakai satu atau dua kali saja.
b) Tidak dapat melindungi dari ancaman air, serangga ataupun hama tikus.
B. Penyimpanan Modern
Caranya

a) Memasukkan karung super IRRI tersebut kedalam karung goni.


b) Karung super diisi dengan gabah.
2. CABAI
Sebelum dilakukan penyimpanan, singkong dilakukan sortasi untuk memisahkan
buah cabai merah yang sehat, bentuk normal dan baik dengan yang cacat ,
kecacatan tersebut bisa dikerenakan oleh mikroorganisme.
Penyimpanan dilakukan dengan :
Jika dikemas, diberi lubang angin yang cukup atau menggunakan karung jala.
Tempat penyimpanan kering, sejuk dan cukup sirkulasi udara. Kekurangan
penyimpanan cabai dengan karung adalah daya simpan agak lebih pendek dari
penyimpanan yang lain, karena resiko serangan rodentia tidak dapat diminimalisir.
Adapula kerusakan fisik (patah, lecet) yang dapat terjadi yaitu karena adanya
tekanan, gesekan saat dimasukan ke dalam karung.
Terkadang jika di rumah memiliki kulkas atau lemari pendingin, dan juga cabai
jumlahnya sedikit , maka cabai tersebut disimpang pada kulkas tetapi bukan
dengan suhu beku. Jika terlalu lama cabai berada pada kulkas tersebut, cabai bisa
berair dan menjadikan kemungkinan busuk lebih besar.
3. SINGKONG

Penyimpanan :
a) Singkong segar dipotong sepanjang 5 cm pada tangkainya.
b) Diangin - anginkan supaya getahnya kering.
c) Menjejer rapatkan singkong dalam bak batu bata yang ditumpuk tanpa
menggunakan semen dan dasarnya sudah ditutup pasir kering setebal 5 cm. Bak
batu bata berukuran 1,0 m x 1,0 m x 1,0 m. Jejeran singkong tersebut ditutup lagi
dengan pasir setinggi 5 cm, begitu seterusnya sampai pasir terakhir berjarak 10 cm
dari tepi bahan. Setelah itu di atas pasir ditutup lagi dengan batu bata dan yang
terakhir ditutup seng. Pada penyimpanan seperti ini, bak batu bata harus didirikan
pada tempat yang aman serta tidak terkena air hujan. singkong segar dapat tahan 1
- 2 bulan.
d) Singkong segar dalam keadaan utuh ditumpuk di atas lapisan jerami, rumput atau
daun - daun kering. Diameter tumpukan jerami 1,5 m, tebalnya 15 cm. Sekitar 300
- 500 kg singkong segar ditimbun di atas alas tersebut, kemudian ditutup dengan
lapisan jerami dan ditutup lagi dengan tanah hingga ketebalan 15 cm. Sekeliling
timbunan dibuat saluran drainase agar tidak terendam air. Keadaan cuaca sangat
mempengaruhi daya tahan singkong yang disimpan. Perlu diupayakan agar tidak
terlalu basah dimusim hujan. Daya simpan singkong dengan cara ini dapat
mencapai 3 bulan. ( lihat gambar di bawah ).
Kekurangan :
Jika dalam penyimpanan singkon, ada singkong yang terkelupas atau cacat, maka
pada luka atau kecacatan tersebut dapat mengakibatkan perubahan warna menjadi biru
keunguan dikarenakan HCN yang terdapat pada daging singkong teroksidasi.
Sehingga nilai mutu berkurang.