Anda di halaman 1dari 2

Pekerja Serang protes PHK sepihak

Serang, Banten (ANTARA News) - Puluhan pekerja yang tergabung dalam FSPKEP-KSPI
mendatangi Kantor Disnakertrans Kabupaten Serang, Selasa, memprotes tindakan PT Multi
Kencana Niaga Tania (MKNT) dan PT Pulung Kabel Indonesia (PKI) yang melakukan PHK
secara
sepihak.
Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan, Konfederasi Serikat
Pekerja Indonesia (FSPKEP-KSPI) Kabupaten Serang, Argo Priyo Sujadmiko mengatakan
PHK yang dilakukan PT MKNT dan PT PKI yang berlokasi di Kampung/Desa Nyompok,
Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, itu alasannya kurang tepat, hanya dikaitkan dengan
masa
kontrak
kerja
yang
sudah
habis.
"Itu bukan alasan yang tepat. PT MKNT dan PT PKI yang berproduksi pembuatan kabel itu
mem-PHK lima karyawannya yang juga ketua pengurus serikat pekerja pada perusahaan
tersebut,"katanya.
Menurut dia, yang paling fatal adalah untuk PKWT (Perjanjian kerja waktu tertentu) sudah
menyalahi aturan dengan sistem kontrak mencapai 2 sampai 7 tahun, dan dilakukan
percobaan
terlebih
dahulu
baru
dikontrak
kerja.
"Masa kerja kontrak 2 sampai 7 tahun. Yang lebih fatal lagi dilakukan percobaan kerja dulu.
Itu sudah masuk tindak pidana yang ancaman hukumannya 5 tahun," katanya.
Menurut Agro pemecatan lima karyawan itu karena pihak perusahaan merasa tidak nyaman
dengan
keberadaan
ketua
dan
para
pengurus
serikat
pekerja.
Padahal Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang serikat pekerja/serikat buruh
memberikan kebebasan bagi para pekerja untuk membentuk dan menjadi anggota serikat
pekerja
dan
pihak
perusahaan
tidak
diperbolehkan
untuk
melarangnya.
Untuk itu, pihaknya menuntut kepada PT MKNT dan PT PKI agar mempekerjakan kembali
lima karyawan yang di PHK. Namun ia menegaskan, meski lima karyawan dipekerjakan
kembali namun untuk proses pidana tetap ditindaklanjuti oleh pihak Disnakertrans
Kabupaten
Serang.
Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Perselisihan Hubungan Industriai Bidang Hubungan
Industrial pada Disnakertrans Kabupaten Serang, Ana Supriatna mengatakan minggu depan
berencana akan memanggil pihak PT MKNT dan PT PKI untuk dimintai keterangan
berkenaan dengan hal tersebut untuk diselesaikan dengan target ketentuan yang berlaku.
"Pekan depan kita panggil untuk dimintai keterangan pihak perusahaan tersebut. Karena
saat
ini
kita
hanya
menerima
pengaduan
sebelah
pihak
saja,"
ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Serang Aef Saefullah

mengatakan seharusnya pihak perusahaan bisa untuk lebih bijak dalam menghadapi semua
permasalahan
antara
para
buruh
tersebut.
"Jika sampai ada pemecatan alasan perusahaan itu pun harus jelas. Jangan sampai hanya
sepihak,"
ujarnya.
Untuk itu, Aef mendesak kepada Disnakertrans Kabupaten Serang untuk segera
menyelesaikan permasalahan tersebut agar tidak ada yang dirugikan baik itu perusahaan
maupun para buruh. (R010/KWR)