Anda di halaman 1dari 13

KESEIMBANGAN UMUM

TUGAS
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Mikro Islam
pada Jurusan Ekonomi Syariah
Dosen Pembina:
Ar Royyan Ramly, S.H.I., M.E.K

Oleh:
Kelompok 12 (Unit 1)
Rita Zahara (140602008)
Zia Thahira (140602028)
Almunadia (140602034)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM


UIN AR-RANIRY
BANDA ACEH
2015

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah swt. yang
telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis
mampu menyelesaikan makalah yang berjudul Keseimbangan
Umum ini guna memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah
Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam.
Harapan kami semoga makalah ini dapat membantu
menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah
ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Ar Royyan
Ramly, S.H.I., M.E.K yang telah membimbing kami dalam
penyelesaian makalah ini. Tak ada gading yang tak retak,
demikian juga dengan makalah kami. Oleh karena itu, kami
mengharapkan

kritik

dan

saran

yang

membangun

guna

penyempurnaan makalah ini.

Banda aceh, 12 November 2015

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................ii
DAFTAR ISI..................................................................................iii
BAB I

PENDAHULUAN..............................................................4

1.1 Latar Belakang........................................................................4


1.2 Rumusan Masalah...................................................................4
1.3 Tujuan......................................................................................5
BAB II

PEMBAHASAN...............................................................6

2.1 Riwayat Hidup...........................................................................


2.2 Pemikiran Ekonomi....................................................................
2.2.1 Harga yang Adil, Mekanisme Pasar dan Regulasi Harga...
2.2.2 Uang dan Kebijakan Moneter............................................
BAB III PENUTUP..........................................................................
3.1 Kesimpulan................................................................................
3.2 Saran.........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA........................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada kenyataannya, keseimbangan yang dicapai oleh suatu
segmen

atau

pasar

dipengaruhi

dan

mempengaruhi

keseimbangan pada pasar atau segmen lain. Makalah ini


menjelaskan

secara

umum

mekanisme

tercapainya

keseimbangan antarpasar yang dikenal dengan keseimbangan


umum.

Dalam

pembahasan

awal

dijelaskan

bagaimana

mekanisme terjadi secara umum, diikuti proses pencapaian


keseimbangan umum yang dianalisis oleh ekonomi konvensional.
Pada akhir bab dijelaskan mengenai peran ajaran Islam dalam
pencapaian keseimbangan umum, baik dalam aspek proses
pencapaian keseimbangan umum, hasil keseimbangan dan
faktor-faktor

yang

turut

berperan

dalam

pembentukan

keseimbangan baru dan kesejahteraan ekonomi. Demikian pula


dibahas mengenai peran keseimbangan umum dalam pandangan
kesejahteraan sosial.
Ekonomi islam menawarkan bahwa keseimbangan tidak
dapat dibiarkan berjalan tanpa control. Perlu ada mekanisme
transfer pendapatan dari kelompok sejahtera kepada kelompok
pra-sejahtera.

Dalam

prinsip zakat yang

hal

dapat

ini,

Islam

difungsikan

telah mengenalkan
sebagai

alat

untuk

meridribusikan pendapatan. Dalam kondisi kesempatan kerja


penuh, peningkatan jumlah uang beredar tidak akan berdampak
bagi

keseimbangan

umum

kecuali

menaikkan

harga-harga

umum. Percetakan uang yang tidak disertai dengan peningkatan


kapasitas produksi akan memiliki dampak inflationare.
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan

BAB II
PEMBAHASAN

A. Konsep Dasar Keseimbangan Umum


Analisis keseimbangan umum menjelaskan
keseimbangan
keseimbangan
kemudian

yang
di

bisa

terjadi

di

pasar-pasar
diketahui

suatu

keterkaitan

pasar

lainnya.

Dengan

dampak

adanya

terhadap
analisis

ini

gangguan

keseimbangan (disequilibrium) di suatu pasar terhadap pasar


lain.

Adanya

kenaikan

harga

input

tenaga

kerja

akan

berpengaruh terhadap pasar tenaga kerja dan pasar komoditas,


baik komoditas yang menggunakan banyak tenaga kerja ataupun
yang tidak. Demikian pula, pola analisis keseimbangan umum ini
bisa

dikembangkan

keseimbangan

yang

untuk
terjadi

menganalisis

keterkaitan

antarkomoditas,

antarsegmen

ataupun antarpasar.
Keseimbangan umum mencerminkan harga dan kuantitas
keseimbangan yang terjadi secara simultan pada berbagai pasar.
Misalnya tingkat upah yang berlaku di pasar mencapai Rp.
1.000.000 per bulan dengan jumlah tenaga yang dipekerjakan
sejumlah 20 juta orang. Keseimbangan ini terkait dengan
produksi di setiap pasar komoditas, sandang, pangan, industri
pengolahan, dan sebagainya. Jika terjadi perubahan tingkat upah
misalnya, maka hal ini tidak hanya akan berpengaruh terhadap
pasar

tenaga

memengaruhi

kerja,

namun

produksi

juga

sandang,

secara
pangan,

bertahap

akan

barang-barang

manufaktur, dan seterusnya.


B. Keseimbangan Umum Antarpasar
Analisis
keseimbangan
umum
menganalisis

adanya

perubahan pada satu pasar terhadap pasar lain. Keseimbangan


umum antarpasar menganalisis dampak adanya perubahan

keseimbangan di suatu pasar barang terhadap harga daan


kuantitas keseimbangan di pasar lain. Dengan demikian, bisa
diketahui dampak perubahan di suatu pasar terhadap pangsa di
pasar lainnya.
C. Keseimbangan Umum Antarkomoditas
Keseimbangan
umum
antarkomoditas

menunjukkan

bagaimana perubahan produksi pada suatu barang memengaruhi


produksi komoditas lain dengan jalan mereka harus bersaing
dalam mendapatkan input. Sekilas hal ini hampir sama dengan
keseimbangan umum antarpasar, tetapi terdapat satu hal pokok
yang membedakan. Pada keseimbangan umum antarpasar,
komoditas bersaing dengan komoditas lain untuk mendapatkan
pangsa pasar.
D. Keseimbangan Umum Antarsegmen
Analisis keseimbangan umum dapat juga diaplikasikan untuk
menunjukkan

perubahan

yang

terjadi

antarsegmen

perekonomian. Segmen diartikan sebagai suatu bagian atau


kelompok dalam masyarakat atau perekonomian yang memiliki
karakteristik yang sama. Dalam analisis keseimbangan umum
antarsegemen ini menampilkan bagaimana perubahan pada satu
segmen memengaruhi keseimbangan di segmen lain. Misalkan
bisa diartikan antara segmen perkotaan dan segmen perdesaan
atau segmen kelompok maju dan segmen kelompok terbelakang.
Ketika kedua segmen ini hidup dalam lingkungan ekonomi yang
sama keseimbangan yang mereka dapatkan saling terkait.
Meskipun komoditas yang mereka konsumsi maupun produksi
tidaklah sama namun diasumsikan komoditas yang diproduksi
dan dikonsumsi oleh kedua segmen merupakan komoditaskomoditas yang memiliki tingkat subtitusi yang tinggi.
1. Hukum Kesamaan Harga (Law of One Price)

Di dalam sistem perekonomian yang bebas dari nila, di mana


setiap produsen ingin memaksimalkan keuntungannya, maka
mereka akan menetapkan harga yang sama untuk satu barang di
pasar yang berbeda. Inilah yang dimaksud dengan hukum
kesamaan harga, yang menyatakan bahwa harga suatu barang di
dua pasar yang berbeda, dengan karakteristik yang berbeda,
akan selalu sama. Hal ini disebabkan bahwa jika harga di suatu
pasar adalah lebih tinggi, maka produsen akan menjual barang
lebih banyak di pasar tersebut, yang mendorong naiknya
penawaran barang di pasar tersebut.
2. Dampak Hukum Kesamaan Harga terhadap Distribusi
Komoditas
Berlakunya hukum satu harga membawa implikasi pada
perubahan

distribusi

komoditas

antarkelompok

masyarakat.

Perubahan distribusi komoditas merupakan suatu cerminan


kesejahteraan

masyarakat.

Hal

ini

bisa

dijelaskan

dengan

mengaitkan hukum ini pada keseimbangan umum antarsegmen.


E. Pendekatan Kotak Edgeworth terhadap Keseimbangan
Umum
Pendekatan kotak Edgeworth biasanya digunakan untuk
menunjukkan efiensi dalam suatu perekonomian. Dalam hal ini,
analisis ini digunakan untuk menjelaskan distribusi kesejahteraan
dan

peran

preferensi

masyarakat

terhadap

kesejahteraan.
1. Dasar Analisis Kotak Edgeworth
Diagram
Edgeworth
menunjukkan

distribusi

diagram

yang

mencerminkan distribusi barang/jasa antardua kelompok dalam


masyarakat. Diagram ini bisa digunakan untuk menjelaskan
distribusi

kesejahteraan

kesejahteraan

dimaknai

dalam

dengan

dikonsumsi.
2. Keadilan Distribusi Optimum

masyarakat,

jumlah

barang

dimana
yang

bisa

F. Keseimbangan Umum Dinamis


1. Penurunan Kesejahteraan Kelompok Inferior
Dengan tingginya pendapatan, segmen pendapatan tinggi
memiliki kesempat
2. Peranan Zakat terhadap Distribusi Kesejahteraan
Dalam persaingan untuk meningkatkan kesejahteraan akan
membawa

kondisi

berpendapatan

di

rendah

mana
akan

kesejahteraan

terus

tergerus

kelompok

oleh

adanya

peningkatan kesejahteraan kelompok berpendapatan tinggi. Hal


ini merupakan problem yang serius dalam masyarakat yang bisa
berakibat

adanya

kecemburuan

sosial

yang

akhirnya

bisa

menimbulkan problem sosial yang lebih kompleks.


Proses ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan
suatu kelompok yang berdampak menurunkan kesejahteraan
kelompok yang pendapatannya rendah. Dari situasi ini maka
solusi yang logis adalah dengan melakukan transfer pendapatan
dari kelompok yang pendapatannya meningkat kepada kelompok
yang pendapatannya rendah. Transfer pendapatan berperan
sebagai suatu cadangan kesejahteraan bagi kelompok kedua. Hal
ini disebabkan karena ketika harga pasar menigkat sebagai
akibat adanya kenaikan pendapatan kelompok pertama, maka
kelompok kedua akan mengalami peningkatan pendapatan juga
sehingga transfer pendapatan ini berfungsi menetralisasi efek
negative karena adanya kenaikan harga terhadap kesejahteraan
mereka.
Islam mengajarkan bahwa mekanisme transfer pendapatan
ini merupakan alat untuk menghindari adanya ketidakadilan
sosial dan distribusi kesejahteraan atau pendapatan. Islam telah
mengajarkan hal ini kepada umat Mukmin untuk melaksanakan
amalan

zakat.

Islam

memandang

bahwa

kewajiban

zakat

dibebankan kepada mereka yang kaya dan bukanlah dibebankan


kepada mereka yang miskin. Islam memandang kekayaannya

orang-orang kaya terkandung haknya untuk orang miskin. Hal ini


menunjukkan bahwa orang miskin memiliki cadangan berupa hak
sebagian kecil kekayaannya orang-orang kaya.
Dalam hal ini mekanisme distribusi pendapatan dalam Islam,
zakat misalnya, bisa berperan ganda di dalam meningkatkan
keadilan distribusi:
a. Zakat berfungsi untuk mengurangi tingkat pendapatan yang
siap dikonsumsi oleh segmen orang kaya (muzakkiy). Oleh
karena itu, pengimplementasian zakat diharapkan akan
mampu mengerem tingkat konsumsinya orang kaya sehingga
kurva permintaan segmen kaya tidak menigkat terlalu tajam.
Hal ini pada akhirnya akan memiliki dampak yang positif,
yaitu

menurunnya

dampak

meningkatnya

harga-harga

komoditas.
b. Zakat berfungsi sebagai media transfer pendapatan sehingga
mampu meningkatkan daya beli orang miskin. Dalam hal ini
diharapkan dengan menerima zakat, maka segmen miskin
akan meningkat daya belinya sehingga mampu berinteraksi
dengan segmen kaya.
Hak orang miskin terhadap kekayaannya orang kaya telah
mengundang

diskusi

yang

mendalam.

Argumentasi

yang

menolak hal ini berpendapat bahwa kenyataannya orang kaya


telah memberikan kompensasi atas kekayaan yang diperolehnya
melalui transaksi pasar, misalnya dengan memberikan upah
kepada pekerja, dan harga input kepada penyedia faktor
produksi. Selama orang kaya telah membayarkan upah dan
harga input secara fair (sebagian dari pekerja dan pemilik input
adalah orang miskin), maka tidak ada lagi alasan bagi orang
miskin untuk mengambil haknya dari orang kaya.
Bagaimanapun, terdapat pendapat yang mendukung adanya
hak orang miskin dalam kekayaannya orang kaya. Secara
sederhana dapat dijelaskan melalui penjelasan sebelumnya

bahwa orang miskin mengorbankan kesejahteraannya sebagai


akibat adanya kenaikan harga yang disebakan oleh naiknya
pendapatan orang-orang kaya. Hal ini membawa implikasi bahwa
orang

miskin

menderita

karena

kekayaannya

orang

kaya.

Karenanya cukup masuk akal jika Islam memberikan hak orang


miskin untuk mendapatkan kompensasi atas pengorbanan yang
ia lakukan melalui memperoleh sebagian kecil pendapatan dan
kekayaannya orang kaya. Islam memformalisasikan hal ini
sebagai suatu kewajiban untuk membayar zakat dari orang kaya
kepada orang miskin.
G. Analisis Keseimbangan Umum terhadap Fungsi Uang

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai