Anda di halaman 1dari 11

HEMATOLOGI

HITUNG TROMBOSIT

OLEH:
Kelompok II Genap
Luh Kadek Suciari

(P07134014012)

Ni Putu Puri Artini

(P07134014014)

Ni Made Andini Dewi

(P07134014016)

Thalia Anggrea Noor

(P07134014018)

Vitri Anastasia Irianto

(P07134014020)

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR


JURUSAN ANALIS KESEHATAN
TAHUN 2014/2015

HITUNG TROMBOSIT

I.

TUJUAN
a. Tujuan Instruksional Umum
1. Mahasiswa dapat memahami cara menghitung jumlah Trombositdarah probandus.
2. Mahasiswa dapat menjelaskan cara menghitung jumlah Trombosit darah probandus.
b. Tujuan Instruksional Khusus
1. Mahasiswa dapatmelakukan cara menghitung Trombositdarah probandus.
2. Mahasiswa dapat mengetahui jumlah trombosit /mm3 darah probandus secara
langsung.
3. Mahasiswa dapat menginterpretasikan hasil jumlah Trombosit darah probandus.

II.
III.

METODE
Cara Langsung (Rees dan Ecker)
PRINSIP
Darah diencerkan dengan suatu larutan yang mengandung brilliantcresyl blue yang akan
mengenai trombosit menjadi berwarna agak biru muda. Kemudian Trombositnya dihitung
dengan menggunakan kamar hitung.

IV.

DASAR TEORI
Darahmerupakankomponenesensialmakhlukhidup,mulaidaribinatangprimitifsampai
dengan manusia. Dalam keadaan fisiologik, darahselalu beraada dalam pembuluh darah
sehinggadapatmenjalankanfungsinyasebagai:(a)pembawaoksigen(oxsigenkarier);(b)
mekanismepertahanantubuhterhadapinfeksi;dan(c)mekanismehemostasis.(Bakta,2007)
Darah merupakan jaringan cair yang sangat penting bagi manusia yang memiliki banyak
kegunaan untuk menunjang kehidupan. Tanpa darah yang cukup seseorang dapat mengalami
gangguan kesehatan dan bahkan dapat mengakibatkan kematian. Darah terdiri atas dua
bagian, bagian cair yang disebut plasma dan unsur unsur padat yaitu sel-sel darah.Darah
membentuk6 sampai 8% dari berat badan tubuh total, volume darah secara keseluruhan kira
kira 5 liter. Tiga jenis sel darah utama adalah sel darah merah (eritrosit), sel darah putih
(leukosit) dan keping darah (trombosit). Cairan kekuningan yang membentuk medium cairan
darah yang disebut plasma darah membentuk 55% dari volume darah total. Sedangkan 45%
sisanyaadalah sel darah. Eritrosit menempati bagian besar volumenya yaitu sekitar 99%,
trombosit (0,6 1,0%) dan leukosit (0,2%). (Ronald A.Sacher, Richard A.McPherson, 2004;
Evelyn C.Pearce, 1979)

a. Trombosit
Trombosit berasal dari fragmentasi sitoplasma megakariosit, suatu sel sumsum tulang dengan
ukuran paling besar. Megakariosit matang ditandai proses endomitotik inti dan makin besarnya
volume sitoplasma. Setiap megakariosit menghasilkan 2000-4000 trombosit. Diferensiasi sel asal
sampai dihasilkannya trombosit memakan waktu 10 hari.Trombosit matang berukuran 2-4 m
, berbentuk discoid tak berinti. Setelah keluar dari sumsum tulang, sekitar 20-30 % trombosit
mengalami sekuestrasi di limpa(Kosasih, 2008). Umur trombosit pada darah perifer 7-10 hari
(Purwanto, 2007).
Diameter trombosit berukuran 1-4

m , mempunyai dinding mukopolisakarida yang

berfungsi dalam reaksi adesi dan agregasi trombosit. Fungsi utama trombosit adalah
pembentukan sumbat mekanis sebagai respon hemostatik normal terhadap luka vascular. Proses
pembentukan sumbat tersebut melalui adesi, pembebasan, agregasi dan fusi, serta aktivitas
prokoagulannya.
Pembentukan Trombosit
Sel trombosit berasal dari fragmentasi sitoplasma megakariosit sumsum tulang. Prekursor
megakariosit, megakarioblast, muncul melalui proses diferensiasi dari sel induk hemopoetik.
Megakariosit mengalami pematangan dengan replikasi inti endomitotik yang sinkron,
memperbesar volume sitoplasma sejalan dengan penambahan lobus inti menjadi kelipatan
duanya. Pada berbagai stadium dalam perkembangannya (paling banyak pada stadium inti
delapan), sitoplasma menjadi granular dan trombosit dilepaskan.
Produksi trombosit mengikuti pembentukan mikrovesikel dalam sitoplasma sel yang menyatu
membentuk membrane pembatas trombosit.

tiap sel megakariosit menghasilkan 1000-1500

trombosit. Sehingga diperkirakan akan dihasilkan 35.000/ul trombosit per hari. Interval waktu
semenjak diferensiasi sel induk sampai produksi trombosit berkisar sekitar 10 hari. Jumlah sel
trombosit yang bersirkulasi dalam darah tepi sangat tergantung jumlah sel megakariosit, volume
sitoplasma megakariosit, umur trombosit dan sekuestrasi oleh limpa. Progenitor megakariosit
CFU-Mega meningkat atau menurun sebagai respon terhadap megakariosit. Trombopoetin
adalah pengatur utama produksi trombosit, dihasilkan oleh hati dan ginjal. Trombosit
mempunyai reseptor untuk trombopoetin (C-MPL) dan mengeluarkannya dari sirkulasi, karena
itu kadar trombopoetin tinggi pada trombositopenia akibta aplasia sumsum tulang. Trombopetin
meningkatkan jumlah dan kecepatan maturasi megakariosit. Jumlah trombosit mulai meningkat 6
hari

Stuktur Trombosit

Glikoprotein
permukaan sangat
penting

dalam

adhesi

dan

reaksi
agregasi

trombosit. Adhesi pada kolagen difasilitasi oleh glikoprotein Ia (GP Ia). Glikoprotein Ib
dan IIb/IIIa penting dalam perlekatan trombosit pada von Willebrand factor (VWF) dan
subendotel vascular. Reseptor IIb/IIIa juga merupakan reseptor untuk fibrinogen yang
penting dalam agregasi trombosit.Membran plasma berinvaginasi ke bagian dalam
trombosit untuk membentuk suatu sistem membrane (kanalikular) terbuka yang
menyediakan permukaan reaktif yang luas tempat protein koagulasi plasma diabsorbsi
secara selektif. Fosfolipid membran (faktor trombosit 3) sangat penting dalam konversi
faktor X menjadi Xa dan protrombin (faktor II) menjadi thrombin (faktor IIa). Di bagian
dalam trombosit terdapat kalsium, nukleotida (terutama ADP,ATP dan serotonin) yang
terkandung dalam granula padat. Granula alfa mengandung antagonis heparin, faktor
pertumbuhan (PDGF), -tromboglobulin, fibrinogen, vWF. Organel spesifik lain meliputi
lisosom yang mengandung enzim hifrolitik, dan peroksisom yang mengandung katalase.
Selama reaksi pelepasan, isi granula dikeluarkan ke dalam sistem kanalikular
b. Cara Hitung Trombosit
Trombosit sulit untuk dihitung karena kecil, mudah pecah dan sulit dibedakan dengan
zat pengotor. Trombosit juga mudah melekat pada benda asing (adesif) dan cenderung
saling menempel satu sama lain (agregasi). Pemeriksaan harus dilakukan sesegera
mungkin dan dianjurkan memakai peralatan yang dilapisi silicon atau peralatan plastic.
Trombosit dapat dihitung secara langsung maupun tak langsung. Cara langsung
dilakukan secara manual atau otomatis (automatic cell counter). Cara manual dapat

dilakukan dengan metode Rees Ecker atau Brecher-Cronkite. Perhitungan tak langsung
memakai Fonio.
Penentuan kuantitatif trombosit dengan cara otomatis sejauh ini masih dianggap paling
akurat. Hitung trombosit metode otomatis mempunyai koefisien variasi 4%, sedangkan
manual 22%.
Macam-macam metode hitung trombosit, yaitu :
1. Metode Rees Ecker
Darah diencerkan dengan larutan yang terdiri atas BCB (Brilliant Cresyl Blue),
sehingga trombosit akan tercat terang kebiruan. Trimbosit dihitung dengan bilik hitung
mikroskop. Cara manual yaitu dengan cara mengencerkan dan melisiskan eritrosit
dalam darah dengan larutan Rees - Ecker, pengenceran di dalam pipet khusus
kemudian dihitung menggunakan kamar hitung Improved Neubauer pada volume
tertentu (R Gandasoebrata, 1968) Cara pada metode ini menggunakan larutan ReesEcker sebagai pengencer dan mikroskop cahaya biasa untuk perhitungan. Trombosit
tampak refraktil dan mengkilat, berwarna biru muda/ lila, serta berbentuk bulat,
lonjong atau koma tersebar atau bergerombol. darah EDTA diencerkan dengan larutan
yang mengandung Brilliant cresyl blue yang mewarnai trombosit berwarna biru muda.
2. Metode Brecher-Cronkite
Darah diencerkan dengan ammonium oksalat 1% yang melisiskan sel darah
merah. Trombosit dihitung dengan hemositometer dan mikroskop fase kontras.
Penggunaan ammonium oksalat 1% lebih akurat dibanding formol sitrat dalam
melisiskan sel darah merah.
Kedua cara diatas membutuhkan peralatan yang bersih dan kering. Darah dan
reagen yang telah dicampur harus diperiksa sesegera mungkin.Apabila hasil hitung
trombosit rendah, pemeriksaan harus diulang dengan mengurangi pengenceran.
Sebaliknya bila jumlah trombosit tinggi, pengenceran harus ditambah. Plasma kaya
trombosit juga dapat dipakai untuk hitung trombosit yang dicurigai rendah.
Metode Rees Ecker mempunyai kemungkinan kesalahan 16-25%, sedangkan
Brecher-Cronkite 8-10%. Kesalahan pokok dari hitung sel secara manual ini adalah
dalam pengenceran dan perhitungan. Hasil yang telah diperoleh dari kedua cara diatas
tetap harus dikonfirmasi dengan SADT (Sediaan Apusan Darah Tepi).
3. Metode Fonio (cara tak langsung)

Pemeriksaan ini untuk menghitung trombosit tak langsung. Mula-mula darah


kapiler dicampur dengan magnesium sulfat 14%, kemudian dibuat SADT dan
dilakukan pengenceran Giemsa. Jumlah trombosit dihitung dalam 1000 eritrosit. Cara
ini lebih kasar dibanding cara langsung.
4. Metode automatic cell counter
Metode ini memakai prinsip flow cytometry. Prinsip tersebut memungkinkan selsel masuk flow chamber untuk dicampur dengan diluents, kemudian dialirkan melalui
aperture berukuran kecil yang memungkinkan sel lewat satu persatu. Aliran yang
keluar ini akan dilewatkan melalui medan listrik untuk kemudian dipisahkan sesuai
muatannya (cell sorting).
Dua teknik dasar pengukuran sel dalam flow cytometry yaitu impedansi listrik
(electrical impedance) dan pendar cahaya (light scattering).Teknik impedansi listrik
didasarkan pada pengukuran besarnya resistensi elektronik antara dua elektroda.
Trombosit dihitung lalu dikalkulasikan dan variasi ukuran sel ditampilkan dalam
bentuk histogram. Contoh alat yang memakai prinsip ini adalah Sysmex KX-21.
Cara ini juga mempunyai keuntungan, tidak melelahkan petugas laboratorium, jika
harus banyak melakukan pemeriksaan menghitung jumlah trombosit. Akan tetapi cara
ini masih ada kelemahannya karena trombosit yang besar (giant trombosit) atau
beberapa trombosit yang menggumpal tidak bisa terhitung, hal ini menyebabkan
jumlah trombosit menjadi lebih sedikit sehingga perlu dikonfirmasi dengan cara
manual.
Perhitungan trombosit dilakukan dengan menggunakan specimen darah yang baru
memakai antikoagulan EDTA. Darah yang diambil dari pembuluh darah vena
menghasilkan perhitungan yang lebih akrat daripada darah kapiler (Jono dan Ulomo,
2005).
c. Faktor yang dapat mempengaruhi pengamatan trombosit
1. Kemoterapi dan sinar x dapat menurunkan hitung trombosit
2. Pengaruh obat (lihat pengaruh obat)
3. Penggunaan darah kapiler menyebabkan hitung trombosit cnderung lebih rendah.
4. Pengambilan sample darah yang lamban menyebabakan trombosit saling melekat
(agregasi) sehingga jumlahnya menurun palsu.

5. Tidak segera mencampur darah dengan antikoagulan atau pencampuran yang


kurang adekuat juga dapat menyebabkan agregasi trombosit, bahkan dapat terjadi
bahkan
6. Perbandingan volume darah dengan antikoagulan tidak sesuai dapat menyebabkan
kesalahan pada hasil:
Jika volume terlalu sedikit = (EDTA terlalu berlebihan). Sel-sel eritrositnya
mengalami

krenasi,

sedangkan

trombosit

membesar

dan

mengalami

disintegrasi
Jika volume berakibat menurunnya jumlah trombosit.
Penundaan pemeriksaan labih dari 1 jam menyebabkan perubahan jumlah
trombosit.

d. Masalah Klinis
Jumlah trombosit mungkin meningkat ataupun menurun. Penyakit akibat peningkatan
nilai trombosit disebut trombositosis atau trombositemia sedangkan penurunan nilai
trombosit disebut trombositopenia.
Penyebab penurunan trombosit (trombositopenia) : Penyebab utama trombositopenia
dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu kegagalan sumsum tulang untuk menghasilkan
trombosit dalam jumlah yang memadai dan peningkatan destruksi perifer atau sekuestrasi
trombosit. Penurunan jumlah trombosit dapat dijumpai pada leukemia ( limfositik,
mielositik, monositik, dan sel berambut), myeloma multiple, kanker (kanker tulang, saluran
gastrointestinal, kanker otak), anemia (anemia aplastik, defisiensi besi, pernisiosa,
defisiensi vitamin B12 atau asam folat, dan anemia sel sabit), penyakit hati, karsinoma dan
pengaruh obat seperti ntibiotik, sulfamida, aspirin dan quinidin.
Penyebab peningkatan jumlah trombosit (trombositosis atau trombositemia) : Polisitemia
vera, trauma (fraktur, pembedahan), paskasplenektomi, karsinoma metastatic, embolisme
pulmonary, dataran tinggi, tuberculosis, retikulositosis, latihan fisik berat. Pengaruh obat :
epinefrin (adrenalin)
V. ALAT DAN BAHAN
a. Alat

Pipet thoma eritrosit

Kamar hitung Improved Neubauer

Mikroskop

Counter Cell

Cover glass

b. Bahan Pemeriksaan:

Darah Kapiler atau darah Vena dengan anticoagulan (EDTA)

c. Reagen

VI.

Larutan Ress dan Ecker


-

Na citrat 3.8g

Lar. Formaldehid 40% 2ml

BCB 30 mg

Aquadest ad 100 ml

CARA KERJA

1.

Siapkan

pipet

thoma

yang akan

digunakan
2. Hisap darah EDTA dengan pipet Thoma sampai tanda 0.5.
3. Hisap larutan pengencer ke dalam pipet Thoma sampai tanda 101

4. Campur baik-baik darah dan larutan pengencer


5. Buang 4-5 tetes larutan yang ada dalam batang pipet Thoma
6. Masukkan larutan darah dalam pipet Thoma ke dalam kamarhitung sampai mengisi
dengan tepat seluruh area penghitungan, dan Biarkan trombosit yang sudah berada dalam
kamar hitung selama 10 menit dalam suhu kamar

VII.

CARA PERHITUNGAN

Volume bilik hitung pada seluruh kotak bidang kecil. T = 25 x 0,2x0,2x0,1 = 0,1 mm3
Besarnya pengenceran trombosit dengan pipet Thoma= 200 x.
jumla htrombosit=

jumla h sel yang di h itung


x pengenceran
volume bilik hitung

Dengan memasukkan volume bilik hitung dan pengenceran kedalam persamaan diatas diperoleh
rumus sebagai berikut: jumlah trombosit = jumlah sel yang dihitung x 2000
VIII. NILAI RUJUKAN
Rees Ecker

: 200.000 500.000 /mm3

Sumber sumber kesalahan :


Perhitungan angka trombosit dengan metode ini mempunyai sumber kesalahan yang sama yang
menyangkut penyiapan spesimen dan teknik, seperti pada perhitungan angka leukosit.

Sebagai tambahan karena adanya daya agregasi dan adhesi yang dimiliki oleh trombosit, maka
trombosit ini cenderung untuk beraglutinasi dengan cepat dan sangat mudah.
Untuk mencegah aglutinasi, dapat dilakukan dengan jalan:
1. Gunakan EDTA sebagai anticoagulant
2. Buatlah spesimen dengan cepat, terutama bila menggunakan darah kapiler.
3. Guankan alat gelas yang betul betul bersih.
4. Kocoklah spesimen darahnya yang telah diencerkan selama waktu yang telah ditentukan.
5. Apabila dalam menghitung trombosit itu dijumpai adanya pengelompokan trombosit, maka
harus diulang.
Peggerombolan ini mungkin disebabkan kurang baiknya pada waktu mencampur atau
karena teknik yang kurang baik pada waktu mengambil darahnya.

Daftar Pustaka
Anonim.

2012.

Menghitung

Trombosit.

[online].

Tersedia:

http://digilib.unimus.ac.id/download.php?id=7952. [diakses: 13 November 2015. 13:22


wita]
Bakta, I Made. 2007. Hematologi klinik Ringkas. Jakarta. Buku Kedokteran EGC.
Riswanto. 2013. Pemeriksaan Laboratorium Hematologi. Yogyakarta: Alfamedia Kanal
Medika
Soebrata, R. Ganda, 1968. Penuntun Laboratorium Klinik. Jakarata : Dian Rakyat .