P. 1
26. Modul Matematika - Deret Tak Hingga

26. Modul Matematika - Deret Tak Hingga

|Views: 2,300|Likes:
Dipublikasikan oleh Kaseri

More info:

Published by: Kaseri on Apr 04, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/04/2013

pdf

text

original

Matematika Dasar

DERET TAK HINGGA

Bentuk deret tak hingga dinyatakan dengan notasi sigma sebagai berikut :
k =1

ak = a1 + a 2 +...+ ak +...

ak disebut suku-suku deret.

Jumlah Deret Misal Sn menyatakan jumlah parsial n suku pertama deret S1 = a1 S2 = a1 + a2 .................... ..................... .................... Sn = a1 + a2 +...+ an =

k=1

a k . Maka

k =1

n

ak

∞ Barisan Sn disebut barisan jumlah parsial deret n=1

{ }

k=1

ak .

Misal

{ }

∞ Sn merupakan barisan jumlah parsial deret n=1

{Sn} ∞ 1 n=

konvergen ke S. Maka deret

disebut jumlah dari deret

k=1

k=1

k=1

ak

dan barisan

a k dikatakan deret konvergen ke S dan S S=

a k , dinotasikan dengan :

k =1

∑ ak .

Sedangkan bila

barisan jumlah.

{Sn} ∞ 1 n=

divergen maka deret ∑ a k dikatakan deret divergen dan tidak ada
k=1

Danang Mursita Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Bandung

Matematika Dasar

Deret Geometri Bentuk deret geometri yaitu : ∑ a r k −1 = a + a r + ...+ a r k −1 +...
k =1 ∞

dengan a ≠ 0

dan r merupakan rasio. Pandang jumlah parsial n suku deret geometri berikut : Sn = a + a r +...+ a r n −1 r Sn = a r + ... + a r n −1 + a r n .............................................................. − Sn = a 1 − rn 1− r

(

)

Bila r =1 maka Sn tidak terdefinisi. Sedang untuk | r | > 1 maka lim Sn = ∞ atau barisan

n→∞

lim r n = ∞ , sehingga

n →∞

{Sn} ∞ 1 n=

divergen. Oleh karena itu, deret ∑ a r k −1
k =1

a divergen.. Untuk | r | < 1 maka lim r n = 0 sehingga lim Sn = atau barisan 1− r n →∞ n →∞

{Sn} ∞ 1 n=

konvergen

ke

a ( a ≠ 0) 1− r

. Jadi deret

k =1

∑ a r k −1

konvergen ke

a a ( a ≠ 0) atau ∑ a r k −1 = ( a ≠ 0) . 1− r 1− r k =1

Deret Harmonis 1 1 1 = 1 + +...+ +... k 2 k k =1 Pandang jumlah parsial n suku pertama deret : Bentuk deret harmonis yaitu :

Sn = 1 +

1  1 1   1 1 1 1 1 +  +  +  + + +  + ...+ 2  3 4   5 6 7 8 n 1  1 1   1 1 1 1 1 > 1 + +  +  +  + + +  +...+ 2  4 4   8 8 8 8 n 1 1 1 1 = 1 + + + +....+ 2 2 2 n
Danang Mursita Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Bandung

Matematika Dasar

Untuk n → ∞ maka ( 1+ itu, deret harmonis

½ + ½ + … + 1/n )

→ ∞, sehingga lim Sn = ∞ . Oleh karena
n →∞

1 divergen. k k=1

Tes Konvergensi

Misal

k=1

k=1 k→∞

a k merupakan deret positif ( ak ≥ 0 ). Maka lim a k = 0 bila deret
k→∞ ∞

a k konvergen . Hal ini menunjukkan bahwa bila lim a k ≠ 0 maka deret ∑ a k
k=1

divergen. Untuk mengetahui lebih jauh tentang konvergensi suatu deret dilakukan tes konvergensi sebagai berikut :

1. Tes Integral Misal

k=1

a k merupakan deret positif. Maka :
∞ 1 ∞

(i) Deret konvergen bila

∫ ak

dk konvergen

(ii) Deret divergen bila

∫ ak
1

dk divergen

Contoh : Selidiki kekonvergenan deret Jawab :

2 k =1 ek

k

  −1 − k 2 b = − 1 lim  1 − 1  = 1 ∫ ak dk = lim ∫ k 2 dk = 2 lim e 1 2 b →∞ 1 a b→∞ b →∞ eb 2 e  2e   1
b

k

Danang Mursita Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Bandung

Matematika Dasar

∞ k 1 Karena integral tak wajar di atas konvergen ke maka deret ∑ konvergen ke 2 2e k =1 ek ∞ k 1 1 dan ∑ = . 2 2e 2e k =1 ek

2. Tes Deret-p Bentuk deret-p atau deret hiperharmonis : Menggunakan tes integral didapatkan :
∞ p k=1 k

1

dengan p > 0.

dk = lim  − 1 1 − p b →∞  b p −1  kp 1 Bila p > 1 maka karena itu, deret ∑ lim 1

1

1

 1


1 1 = 0 , sehingga ∫ p dk = ( konvergen ). Oleh p −1 k b→∞ b p −1 1 lim 1 1

1 untuk p > 1 konvergen ke . Untuk 0 < p < 1 maka p p −1 k=1 k

1 = ∞ sehingga ∫ p dk divergen. Sedang untuk p = 1 didapatkan deret b→∞ b p −1 1 k harmonis. Oleh karena itu, deret ∑

1

p k=1 k

untuk 0 < p ≤ 1 divergen.

3. Tes Perbandingan

Misal Maka:

k=1

a k dan

k=1

∑ bk merupakan

deret positif dan berlaku ak ≤ bk , ∀k .

(i) Bila deret ∑ bk konvergen maka deret ∑ a k konvergen (ii) Bila deret ∑ bk divergen maka deret ∑ a k divergen
k=1 k=1 k=1 ∞ k=1 ∞

Contoh : Tentukan konvergensi deret berikut
Danang Mursita Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Bandung

Matematika Dasar

a. b.

1 k =2 k − 1 ∞ k

3 k =1 k + 1 ∞ 1 1 1 < dan karena deret harmonis ∑ k k −1 k=1 k

Jawab : a. Pandang :

divergen maka deret

1 juga divergen. k =2 k − 1 k 1 b. Pandang : 3 +1 < k2 k

dan karena deret-p

k =1

2 k=1 k

1

konvergen maka deret

juga konvergen. k3 + 1

k

4. Tes Ratio

Misal

k=1

a k deret positif dan lim

a k +1 = r . Maka : k →∞ ak

(i) Bila r < 1 maka deret

k=1 ∞

a k konvergen a k divergen

(ii) Bila r > 1 maka deret

k=1

(iii) Bila r = 1 maka tes gagal melakukan kesimpulan ( dilakukan dengan tes lain ). Contoh : Selidiki kekonvergenan deret

1 k! k =1

Jawab :

∞ 1 a 1 1 Misal ak = . Maka lim k +1 = lim konvergen = 0 . Jadi deret ∑ k! k! k →∞ a k k →∞ k + 1 k =1

Danang Mursita Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Bandung

Matematika Dasar

5. Tes Akar

Misal

k=1

a k deret positif dan lim k ak = a . Maka :
k →∞

(i) Bila a < 1 maka deret

k=1

a k konvergen

(ii) Bila a > 1 atau a = ∞ maka deret

k=1

a k divergen

(iii) Bila a = 1 maka tes gagal melakukan kesimpulan ( dilakukan dengan tes lain ). Contoh : Tentukan kekonvergenan deret Jawab : Misal
∞ k =1 ∞

 3k + 2  k    2k − 1  3k + 2 3 lim k ak = lim = . k →∞ k →∞ 2k − 1 2

 3k + 2  k ak =   .  2k − 1 konvergen.

Maka

Jadi

deret

k =1

∑  2k − 1   

 3k + 2  k

6. Tes Limit Perbandingan ak = l . Maka kedua k →∞ bk k=1 k=1 deret konvergen atau divergen secara bersama-sama bila l < ∞ dan l ≠ 0. Misal

a k dan

∑ bk merupakan deret positif dan

lim

Contoh : Tentukan konvergensi deret Jawab : Pandang deret-p ,

2 k =2 k − 1

1


k= 2

1 k2

konvergen. Misal

ak =

dan bk = 2 . Maka k2 k −1

1

1

∞ 1 ak k2 −1 = lim = 1. Jadi deret ∑ konvergen. k 2 −1 k →∞ bk k →∞ k 2 k =2

lim

Danang Mursita Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Bandung

Matematika Dasar

Soal Latihan ( Nomor 1 sd 23 ) Tentukan konvergensi deret berikut 1.
k k =1 3 + 5 ∞ 2 k =1 5k − k ∞ k k k =1 3 + 2 k ∞ 2 ∞

∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑
∞ ∞ ∞

1

13.

k ( k + 3) ( k + 1)( k + 2 )( k + 5) k =1

∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑
∞ ∞ ∞

2.

1

14.

1
3 8k 2 − 3k

3.

2 −1

k =1 ∞

15.

1

4.

5 sin k k! k=1 2 k4+ k
k =1 ∞

17 k =1 ( 2 k + 3) ∞

16.

1

5.

3 k =1 k + 2 k + 1 ∞

17.

1 9k − 2 k =1 k
3 k =1 k + 1 ∞

6.

3 1 k =1 k − 4
k =1 ∞

18.

7.

9 k +1 k +1

19.

1

8.

k =1 ( 3 + k ) ∞

2 /5

2 k =1 k − k k =1 ∞

20.

ln k k k=1

9.

1 k+8 k

21.

4

10.

2 k =1 2 + sin k 7 k =1 8 k + k − 8 ∞ k k =1 3 + 1

∑ ∑ ∑

k k =1 2 + 3 k ∞

22.

1

11.

4k − 2k + 6 23.

2

k =1 k ( k + 1) ∞ k

5 +k k! + 3 k =1

12.

5

Danang Mursita Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Bandung

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->