Anda di halaman 1dari 12

Nama : Guntur Agung Santoso

23010112120077

NIM :

Bangsa-bangsa Kambing:
1. Kambing Boer

Kambing Boer Betina

Kambing Boer Jantan

A. Asal Daerah Pengembangan


Kambing Boer berasal dari negara Afrika Selatan, Namaqua Bushmen dan Suku-suku
Fooku yang dikawin silangkan dengan kambing keturunan India dan Eropa terjadi

pada awal

tahun 1900an di Easter, Cape. Setelah itu kambing boer juga dikembangkan dibeberapa infus
Eropa. Pengambilan nama Boer berasal dari bahasa Belanda yang berarti petani, yang digunakan
untuk membedakan antara kambing lokal dengan kambing angora. Sejak tahun 1970 kambing
Boer dimasukkan kedalam Domba Nasional Mutton dan Skema Pengujian Kinerja Kambing dan
menjadikan kambing ini berkembangbiak pertama dalam produksi pengujian produksi daging.
B. Karakteristik yang Spesifik
Kambing Boer pada umumnya memiliki warna tubuh putih dan pada bagian kepala cokelat
tua kombinasi putih pada bagian moncong. Postur tubuh kambing Boer yang berbentuk seperti
silinder, bulat dengan perototan yang kompak. Kambing ini tidak terlalu tinggi namun tubuhnya
panjang,lebar dan dalam. Selain itu kambing jenis ini memiliki kaki yang pendek, berhidung
cembung, serta bertelinga panjang menggantung. Pada kambing Boer jantan dewasa pada umur
2-3 tahun dengan berat badan 120-150 kg sedangkan pada betina dewasa pada umur 2-3 tahun
dengan berat badan 80-90 kg. ciri khas lain pada kambing ini yaitu suka berjemur di siang hari,
dengan memiliki kulit yang berwarna cokelat dapatmelidungi dirinya dari kanker kulit karena
sengatan matahari secara langsung.

Nama : Guntur Agung Santoso


23010112120077

NIM :

C. Potensi Produksi
Kambing Boer mempunyai tingkat pertumbuhan yang sangat cepat. Kambing ini dapat
mencapai berat dipasarkan 35-45 kg pada umur lima hingga enam bulan, dengan rataan PBB
antara 0,02-0,04 kg/hari. menghasilkan suku penyapihan lebih dari 160 %, pada kondisi
pemeliharaan yang rendah mampu memiliki susu yang cukup dan mampu untuk membesarkan
anaknya. Umur jantan dewasa/ matang bobotnya sekitar 110-135 kg, sedangkan untuk domba
betina sekitar 90-100 kg.
D. Sifat-sifat Unggul
Kambing Boer sangat efektif dalam kombinasi berbagai ternak karena kemampuan dalam
browsing dan dampak penutup rumput. Selain itu kambing Boer memiliki sifat jinak (mudah di
handling) dan mudah dipelihara. Dengan kemampuan pertumbuhan yang sangat cepat kambing
jenis ini dapat dikatakan sebagai kambing jenis pedaging unggulan. Kambing ini mempunyai
kemampuan yang luar biasa dalam hal pertambahan bobot badan, yaitu 200 gram/ hari pada
penggemukan sedangkan standartnya adalah 150-170 gram/ hari. Pubertas/ tingkat kedewasaan
dari kambing jantan sekitar 6 bulan sedangkan pada betina berkisar 10-12 bulan. Tingkat ovulasi
kambing Boer berkisar dari 1-4 sel telur/ doe dengan rata-rata 1,7.
2. Kambing Etawah (Kambing Jamnapari)

betina

A. Asal Daerah Pengembangan

jantan

Nama : Guntur Agung Santoso


23010112120077

NIM :

Kambing Etawa berasal dari daerah Etawah, Utar Prades dinegara India. Banyak
ditemukan di daerah yang hijau di sekitar sungai. Selain dipanggil etawa kambing ini juga bisa
disebut sebagai Kambing Jamnapari, nama ini diambil dari negara asalnya, yaitu India.
B. Karakteristik yang Spesifik
Kambing Etawa memiliki ciri-cirinya postur tubuh besar, telinga panjang menggantung
atau melambai ke bawah serta berekor pendek, bentuk muka cembung, bulu bagian paha sangat
lebat, bentuk kepala sama seperti kambing biasa namun bagian hidungnya condong ke bawah
dengan tanduk yang menghadap ke atas (hingga 26 cm), serta memiliki ambing yang besar
(kambing betina). BB jantan mencapai 90 kg, BB betina 60 kg. produksi susu mencapai 235
kg/ms laktasi. Bentuk badan yang kokoh dan tinggi dengan leher yang kuat dan sedikit
memanjang. Bentuk dan struktur tubuh hewan ini hampir sama dengan kambing pada umumnya,
namun warnanya putih bersih, bulunya pendek (kecuali bagian paha). Kambing Etawa jantan
dapat mencapai tinggi >100 meter dengan bobot 100 kg, sedangkan kambing betina sedikit
lebih pendek dan lebih ringan dari kambing jantan.
C. Potensi Produksi
Kambing Etawa merupakan salah satu jenis kambing perah (penghasil susu) dengan
kualitas yang tinggi. Produksi susunya hingga 3-4 L/hari. Selain itu, Kambing Etawa dapat
digunakan sebagai kambing pedaging karena bobotnya yang tinggi bila dibandingkan dengan
kambing perah lainnya.
D. Sifat-sifat Unggul
Kambing Etawa merupakan jenis kambing yang dapat dimanfaatkan sebagai jenis kambing
perah dan pedaging karena memiliki postur tubuh yang besar dan kambing etawa juga memiliki
tingkat produksi susu yang cukup tinggi dibandingkan kambing perah jenis lainnya. Selain itu
kambing itu sangat mudah beradaptasi dengan kondisi iklim di Indonesia, tidak terlalu memilihmilih pakan sehingga mudah dikembangbiakkan di seluruh wilayah di Indonesia.

Nama : Guntur Agung Santoso


23010112120077

NIM :

3. Kambing Anglo Nubian

Betina

Jantan

A. Asal Daerah Pengembangan


Kambing Anglo Nubian beasal dari wilayah Nubia (Timur Laut Afrika) kambing ini
memiliki nama lain yaitu Nubian (USA), dikembangkan diwilayah Inggris. Kambing AngloNubian merupakan hasil persilangan kambing Afrika dengan kambing yang berasal dari India.
B. Karakteristik yang Spesifik
Kambing Anglo-Nubian mempunyai telinga yang panjang menggantung dekat dengan
kepala, namun telinganya tipis/ tidak tebal. Mempunyai hidung yang terlihat jelas serta
mempunyai bulu pendek yang halus dan mengkilap. Kambing ini mempunyai warna bulu yang
berbeda-beda yaitu hitam, merah dan coklat dengan kombinasi warna putih ataupun dominan
warna putih. Kambing jantan Anglo-Nubian biasanya mempunyai bulu pendek terutama dibagian
punggung dan paha. Ambing pada Anglo-Nubian luas, namun terkadang lebih terjumbai daripada
kambing Swiss. Kepala kambing Anglo-Nubian berkembang dengan baik, dengan profil wajah
antara mata dan moncong sangat cembung.
C. Potensi Produksi
Anglo-Nubian dikembangkan untuk tujuan produksi daging, susu dan produksi yang
tersembunyi. Kambing ini bukan termasuk penghasil susu paling bagus, namun susu yang
dihasilkan mengandung lemak cukup tinggi yaitu 4-5 %.
D. Sifat-sifat Unggul

Nama : Guntur Agung Santoso


23010112120077

NIM :

Anglo- Nubian mampu hidup dalam kondisi yang panas, sering pula dijadikan sebagai
program penelitian di negara tropis untuk meningkatkan potensi penghasil susu dan daging.
Potensi yang tersembuyi dari kambing ini adalah mempunyai badan yang relatif besar untuk
ukuran kambing perah, gagah/ terlihat menyenangkan serta penampilan anggun serta mempunyai
musim kawin yang lebih lama dibandingkan keturunan Swiss, sehingga memungkinkan untuk
menghasilkan susu sepanjang tahun.
4. Kambing Saanen

Kambing Saanen
A. Asal Daerah Pengembangan
Kambing saanen berasal dari lembah Saanen Switzerland, selain itu kambing saanen
merupakan kambing terbesar di Swiss. Kambing Saanen masuk Indonesia pada tahun 1978
melalui perusahaan Tri S Tapos yang mengimpornya dari Australia.
B. Karakteristik yang Spesifik
Kambing Saanen memiliki ciri-ciri warna bulu putih dank rem pucat muda pada hidung
dan telinga. Serta memiliki bentuk hidung lurus, muka berbentuk segitiga, dahi lebar, sedangkan
pada ambing berwarna hitam, Telinganya sederhana dan tegak ke sebelah dan ke depan. Ekornya
tipis dan pendek. Pada jantan dan betina memiliki tanduk. Berat badan janta mencapai 68-91 kg
sedangkan betina 36-63 kg.
C. Potensi Produksi
Kambing Saanen merupakan salah satu jenis kambing perah (penghasil susu) dengan
produksi susu yang cukup tinggi. Produksi susunya dapat mencapai 740 kg/masa laktasi.
D. Sifat-sifat Unggul

Nama : Guntur Agung Santoso


23010112120077

NIM :

Kambing Saanen merupakan kambing yang produksi susunya terbaik di Swiss. Kambing
Saanen memiliki kekurangan yaitu sulit berkembang di wilayah tropis (seperti Indonesia) karena
kepekaannya terhadap matahari sangat tinggi.
5. Kambing Kacang

Jantan
A. Asal Daerah Pengembangan

Betina

Kambing kacang merupakan kambing asli Indonesia, salah satu ras unggul kambing yang
pertama kali dikembangkan di Indonesia.
B. Karakteristik yang Spesifik
Kambing Kacang memiliki tubuh kecil dan pendek, jantan dan betina memiliki tanduk,
tinggi gumba pada kambing jantan 60-65 cm, sedangkan yang betina 56 cm. Bobot pada
kambing jantan bisa mencapai 25 kg, sedang yang betina seberat 20 kg. Telinganya tegak
berukuran sedang, pendek dan tebal, punggung agak melengkung, ekor kecil dan tegak, berbulu
lurus dan pendek (kambing betina) dan agak panjang untuk yang jantan. Warna bulu bervariasi,
dari mulai hitam, coklat dan kombinasi keduanya. Kambing Kacang jantan maupun betina
memiliki dua tanduk yang pendek. leher.
C. Potensi Produksi
Kambing Kacang merupakan jenis kambing tipe pedaging. Daging yang dihasilkan
Kambing Kacang merupakan daging yang bermutu tinggi dan sangat digemari oleh masyarakat
(khususnya masyarakat Indonesia).
D. Sifat-sifat Unggul

Nama : Guntur Agung Santoso


23010112120077

NIM :

Memiliki keunggulan komperatif (sering terjadi kelahiran cempe kembar), memiliki


tempramen gesit, serta terampil dalam mencari pakan (jika digembalakan). Kambing Kacang
dapat tahan hidup terhadap kekeringan dan mempunyai daya adaptasi yang tingi pada padang
pengembalaan yang kurang memadai.

Bangsa-bangsa Domba :
1. Domba Ekor Gemuk (Javanese thin tailed)

Betina
A. Asal Daerah Pengembangan

Jantan

Domba Ekor Gemuk diduga berasal dari Asia Barat Daya yang dibawa oleh pedagang
bangsa Arab pada abad ke-18. Pada sekitar tahun 1731 sampai 1779 pemerintah Hindia Belanda
telah mengimpor domba Kirmani, yaitu domba ekor gemuk dari Persia. Namun domba jenis ini
juga terdapat di Indonesia tepatnya di Madura Jawa Timur, Sulawesi (donggala), Lombok.
B. Karakteristik yang Spesifik
Domba Ekor Gemuk memiliki ciri khas ekor yang besar, lebar dan panjang tetapi kecil
pada ujungnya. Berbulu kasar dan gembel, jantan dan betina memiliki tanduk.Bagian pangkal
ekor membesar yang merupakan timbunan lemak. Warna bulu putih polos dengan jenis wool
kasar. Berat domba jantan dewasa antara 40-60 kg, sedangkan berat betina dewasa 25-35 kg.
Tinggi badan pada jantan dewasa antara 60-65 cm, sedangkan pada betina dewasa 52-60 cm.

C. Potensi Produksi

Nama : Guntur Agung Santoso


23010112120077

NIM :

Domba Ekor Gemuk merupakan salah satu jenis domba tipe pedaging (tipe potong).
Ternak ini dapat mencapai PBBH antara 51-55 gram/hari (dengan pemeliharaan intensif). Domba
Ekor Gemuk memiliki kemampuan menimbun lemak pada pangkal ekornya. Domba jantan
bobotnya mencapai 60 kg dan domba betina mencapai 50 kg.
Indonesia yang memiliki iklim tropis dengan intesitas cahaya matahari yang cukup
berpengaruh terhadap fertilitas yang tinggi, sehingga domba lokal yang ada di Indonesia dapat
menghasil banyak anak. Ditinjau dari faktor genetiknya DEG memiliki produktivitas tinggi
dengan rataan performa reproduksi meliputi angka kelahiran 156 %, fertilitas 75-80 %, dan lamb
crop (panen cempe) 80 %. Hasil penelitian menunjukan DEG yang ada diindonesia dengan jarak
beranak 8 bulan dapat menghasilkan anak 2,34 ekor/tahun, untuk 100 ekor induk DEG dapat
menghasilkan 234 ekor cempe dalam satu tahun.
D. Sifat-sifat Unggul
Sifat Domba Ekor Gemuk suka hidup berkelompok, sehingga mudah untuk digembalakan
(mudah dalam pemeliharaan), lebih rajin dan tekun dalam merumput (ketika digembalakan),
memiliki bulu yang lebih tebal sehingga dapat membantu untuk menahan penguapan air dari
tubuhnya (tahan terhadap panas dan kering) sehingga lebih efisien dalam penggunaan air minum.
Selain itu, kulit Domba Ekor Gemuk memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibanding kulit
dari hewan ternak kecil lainnya. Domba Ekor Gemuk juga memiliki kemampuan adaptasi yang
tinggi, serta daya tahan tubuh yang lebih kuat.
2.

Domba Coburg Fuchsschaf atau Couburg Fox

A. Asal Daerah Pengembangan

Nama : Guntur Agung Santoso


23010112120077

NIM :

Domba ini dikenal domba Coburg Fox, pada abad ke-19 tersebar didaerah perbukitan Eropa.
Pada awal abad ke-20, 60 % dari domba di wilayah Jerman Coburg dari landrace rubah berwarna
merah kepala, tapi sekitar Perang Dunia II mereka hampir punah . Nama dari domba ini
menunjukkan warna domba ini seperti Golden Fox , domba Fox Eisfelder, domba Eifeler,
Ardenais Solognotes, Rousse Tetes. Sejak tahun 1966 di Jerman dipresentasikan dalam
membantu menyebarkan popularitasnya. Ada dua peternak yang terdaftar di negara bagian
Jerman Bavaria, satu peternak dengan 100 domba, dan satu peternak besar di Baden - Baden ada
di awal 1980-an. Pada akhir tahun 1993, 34 peternak yang terdaftar tinggal di Bavaria dengan
1238 ekor kambing dan 51 pemuliaan ekor domba jantan.
B. Karakteristik yang Spesifik
Domba jantan maupun betina mempunyai warna dan kaki seperti emas atau merah
sampai coklat tanpa ditumbuhi wol. Mempunyai telinga yang luas dan panjang. Kepala
berukuran kecil memiliki profil hidung sedikit khas Romawi.
C. Potensi Produksi
Domba coburger Fuchsschaf dapat memproduksi wol panjang. Wol dengan diameter serat
dari 33 - 36 mikron. Domba jantan menghasilkan 4-5 kg wol, domba tumbuh 3-4 kg wol
setahun. Domba dewasa dijual sebagian besar melalui pemasaran langsung karena lezat, lembut,
dan rendah lemak, daging yang dihasilkan setara dengan rasa daging rusa. Pada tahun 1982,
Asosiasi Peternak Bavaria memutuskan pada bobot berikut : domba jantan memiliki bobot 80
hingga 100 kg, domba jantan berumur setahun : 50-60 kg, domba betina : 60-75 kg.
D. Sifat-sifat Unggul
Domba Coburger Fuchsschaf memiliki keistimewaan dari wol panjang. Lambs dilahirkan
dengan bulu merah-coklat gelap yang cerah pada usia 6 - 12 bulan. Bulu berwarna emas (putih
dengan warna merah-coklat atau emas) memberikan sebuah permainan warna menarik dalam
benang dan produk adalah hemat, kuat, dan produktif. Domba ini mempunyai umur panjang dan
tidak mempunyai masalah tentang pakan dan membuatnya menjadi pilihan yang sempurna untuk
dipelihara di daerah perbukitan kasar. Domba Coburger Fuchsschaf mampu berkembang biak
tiga kali dalam dua tahun.

Nama : Guntur Agung Santoso


23010112120077

NIM :

3. Domba Dorset

Domba Dorset tidak bertanduk

Domba Dorset bertanduk

A. Asal Daerah Pengembangan


Domba Dorset merupakan domba asli Inggris yang masuk ke Indonesia melalui Australia.
Domba Dorset dibagi menjadi dua jenis, yaitu Polled Dorset (Domba Dorset betina maupun
jantan tidak memiliki tanduk) dan Dorset Horn (Domba Dorset jantan maupun betinanya
memiliki tanduk). Pengembangan Domba Dorset dimulai pada tahun 1880, dengan adanya impor
besar-besaran dari daerah Dorset, Somerset dan Witshire di Inggris.
B. Karakteristik yang Spesifik
Domba Dorset memiliki tubuh panjang, lebar dan dalam serta berbentuk segi empat.
Memiliki muka putih baik strain Polled Dorset maupun Horned Dorset. Bobot badan domba
jantan dapat mencapai 102 kg sedangkan bobot badan betina dapat mencapai 79 kg.
C. Potensi Produksi
Domba Dorset merupakan tipe domba dwiguna, yaitu sebagai penghasil daging dan wool.
D. Sifat-sifat Unggul
Domba ini merupakan salah satu domba yang memiliki tingkat kesuburan tinggi (mudah
beranak), beranak lebih awal (dewasa kelamin lebih awal), dapat beranak sepanjang tahun
(karena domba jantan aktif mengawini domba betina dimusim panas) serta penghasil susu
terbaik. Domba Dorset terkenal dengan karakteristik suka beranak dimusim panas.

4. Domba Merino

Nama : Guntur Agung Santoso


23010112120077

NIM :

Domba Merino
A. Asal Daerah Pengembangan
Domba Merino berkembang di Negara spanyol,inggris dan Australia.
B. Karakteristik yang Spesifik
Domba merino memiliki ciri-ciri fisik badan yang tertutup wol yang halus dan tebal serta
merata. Bobot badan jantan domba Merino mencapai 64-79 kg sedangkan pada betina mencapai
45-57 kg.
C. Potensi Produksi
Domba Merino dapat memproduksi wol dengan panjang 10 cm dan dengan berat 10 kg/ekor.
D. Sifat-sifat Unggul
Kehidupan produktif Merino jauh lebih besar daripada jenis lainnya. Produktivitas yang
tinggi dapat bertahan selama 10-12 tahun. Potensi produksi domba ini adalah wol. Mereka
adalah penghasil wol terbaik di dunia. Tidak ada wol lainnya dapat dibandingkan dengan wol
dari Merino dalam Surat warna, keseragaman, kekuatan, kepadatan, dan kehalusan.
5. Barbados Blackbelly

Domba Barbados Blackbelly


A. Asal Daerah Pengembangan
Domba Barbados Blackbelly merupakan jenis domba yang diternakkan dan dikembangkan
di pulau Barbados Karibia dan Amerika. Ada kemungkinan bahwa domba ini merupakan
keturunan dari Domba Afrika. Domba ini dikembangbiakkan untuk diambil dagingnya.

Nama : Guntur Agung Santoso


23010112120077

NIM :

B. Karakteristik yang Spesifik


Domba ini memiliki rentang warna dari coklat muda sampai merah mahoni gelap, dengan
garis-garis hitam di wajah dan hitam kaki, perut, daerah inguinal, dagu, dan dada serta domba
jantan memiliki mane/rambut di sekitar daerah leher dan dada. Domba Barbados Blackbelly
memiliki bentuk kepala lonjong hingga segitiga dengan hidung "romawi" atau mancung. Kepala
domba jantan terlihat gagah sedangkan kepala domba betina terlihat lebih anggun. Mulut lebar
dan kuat dengan bibir rapat, serta gigi seri yang menyentuh gusi. Selain itu, domba ini memiliki
telinga tegak menghadap ke samping dan saat waspada telinganya tegak dan sejajar dengan
tanah. Panjang telinga sekitar setengah dari lebar kepala. Domba ini juga memiliki mata
berbentuk seperti kacang almond atau lonjong berujung lancip, serta bola mata yang berwarna
coklat/coklat keemasan.
C. Potensi Produksi
Domba Barbados Blackbelly merupakan domba tipe pedaging. Memiliki ukuran badan
sedang dan kemampuan beranak sedang.
D. Sifat-sifat Unggul
Domba Barbados Blackbelly sangat toleran terhadap penyakit dan parasit, serta tahan
terhadap suhu ekstrim. Domba ini merupakan salah satu keturunan domba paling produktif di
dunia.