Anda di halaman 1dari 5

KODE : PTK.NP02.009Ia.

01

MEMBUAT KONSTRUKSI ALAT


TANGKAP GILLNET

DEPARTEMEN PENGELOLAAN
SUMBERDAYA KELAUTAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Jaring insang (gillnet) adalah salah satu jenis alat tangkap yang
menangkap ikan dengan cara menghadang ruaya ikan secara pasif.
Pada umumnya ikan-ikan yang menjadi tujuan penangkapan ialah jenis
ikan yang horizontal migration dan vertikal migrationnya tidak seberapa
aktif.

Jenis-jenis ikan yang umumnya tertangkap dengan gillnet ini

ialah jenis-jenis ikan pelagis.


Jaring insang sangat baik karena mempunyai ukuran mata
jaring yang sama, juga pasif dalam pengoperasiannya sehingga
selektif dalam proses penangkapan.

Sifat selektif jaring insang

menyebabkan hasil tangkapannya terdiri dari komposisi dan ukuran


dari jenis-jenis ikan tertentu, tergantung ukuran mata jaring yang
digunakan. Hal ini merupakan jawaban yang positif terhadap masalah
penangkapan di Indonesia.
Berdasarkan hal-hal di atas, maka pengetahuan tentang
deskripsi, desain dan teknik alat tangkap ini sangat dibutuhkan. Modul
ini akan membahas Konstruksi pembuatan jaring insang (gillnet).
B. Tujuan
Modul ini dibuat sebagai upaya untuk memberikan informasi tentang
teknik pembuatan kontruksi alat tangkap Gill Net.

C. Ruang Lingkup Pemelajaran


Modul ini mencakup pemelajaran sebagai berikut :
1. Konstruksi Alat tangkap Gill Net
2. Bagian bagian gill net
3. Tahapan pembuatan Gill net

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si


Tanggal : 1 Maret 2009

Edisi Revisi : A
Revisi ke : 1 ; Tanggal : 1 April 2009

Halaman 1 dari 5

KODE : PTK.NP02.009Ia.01

MEMBUAT KONSTRUKSI ALAT


TANGKAP GILLNET

DEPARTEMEN PENGELOLAAN
SUMBERDAYA KELAUTAN

BAB II
LEMBAR INFORMASI

1. Konstruksi Alat Tangkap Gill Net

Gambar 1. Alat Tangkap Gill Net

Jaring insang (gill-net) adalah jaring berbentuk empat persegi panjang


dengan prinsip pengoperasian memotong arah pergerakan ikan (memotong
arus) sehingga ikan yang tertangkap terjerat dibagian insang (single gill-net),
terpuntal khususnya pada jaring insang lebih dari satu webbing (dauble gillnet dan tranmel net).
Metode pengoperasian dari jaring insang pada umumnya dilakukan
secara pasif, tetapi ada juga yang dioperasikan secara aktif. Untuk jaring
insang yang dioperasikan secara pasif umumnya dilakukan pada malam hari,
baik dioperasikan dengan alat bantu cahaya atau tanpa alat bantu cahaya.
Dan untuk jaring insang yang dioperasikan secara aktif umumnya dilakukan
pada siang hari yaitu dengan cara mengaktifkan jaring supaya ikan
tertangkap atau dengan kata lain tidak menunggu supaya ikan memasuki
jaring.
Bagian-bagian jaring insang (gill-net) baik itu jaring insang satu lembar,
dua lembar maupun tiga lembar terdiri dari:
1. Pelampung (Float)
2. Tali pelampung (Float line)

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si


Tanggal : 1 Maret 2009

Edisi Revisi : A
Revisi ke : 1 ; Tanggal : 1 April 2009

Halaman 2 dari 5

KODE : PTK.NP02.009Ia.01

MEMBUAT KONSTRUKSI ALAT


TANGKAP GILLNET

DEPARTEMEN PENGELOLAAN
SUMBERDAYA KELAUTAN

3. Tali ris atas dan bawah


4. Tali penggantung badan jaring bagian atas dan bawah (Upper bolch line
dan under
bolch line)
5. Serampad atas dan bawah (Upper selvedge dan under selvedge)
6. Badan jaring atau jaring utama
7. Tali pemberat (sinker line)
8. Pemberat (sinker)

II . BAGIAN - BAGIAN JARING GILL NET

1. Pelampung (Float)
Pelampung yang dipakai pada jaring insang biasanya terbuat dari berbagai
bahan seperti styrofoam, polyvinyl chloride, gelas plastik dll, yang mempunyai
daya apung dengan bentuk yang beraneka ragam.Jumlah, berat jenis dan
volume dari pelampung yang dipasang dalam satu piece menentukan besar
kecilnya daya apung (buoyancy). Besar kecilnya daya apung yang terpasang
pada satu piece sangat berpengaruh terhadap baik buruknya saat
pengoperasian jaring insang.

Gambar. Pelampung Gill net

2. Tali Pelampung (Float line)


Tali

pelampung

adalah

tali

yang

dipakai

untuk

memasang pelampung yang bahannya terbuat dari


sintetis atau bahan lain yag bisa dibuat pelampung.
Untuk menyambungkan antara piece satu dengan piece
lain bagian tali pelampung pada tiap ujung jaring
biasanya dilebihkan 30 - 50 cm, dan salah satu pangkal dikasih splacing
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si
Tanggal : 1 Maret 2009

Edisi Revisi : A
Revisi ke : 1 ; Tanggal : 1 April 2009

Halaman 3 dari 5

KODE : PTK.NP02.009Ia.01

MEMBUAT KONSTRUKSI ALAT


TANGKAP GILLNET

DEPARTEMEN PENGELOLAAN
SUMBERDAYA KELAUTAN

untuk memudahkan membuat simpul dalam proses penyambungan antar


piece. Arah pilinan dari tali pelampung umumnya berlawanan dengan arah
pilinan tali ris atas, kalau arah pilinan tali pelampung arah S, maka arah
pilinan tali ris atas adalah Z, begitu juga sebaliknya dengan tujuan agar dalam
proses pengoperasian tidak terbelit satu sama lain.

3. Tali Ris Atas dan Bawah


Tali ris pada jaring insang umumnya terdiri dari tali
ris atas dan tali ris bawah yang fungsinya adalah
untuk

dipakai

untuk

memasang

atau

menggantungkan badan jaring. Pemasang tali ris


atas dipasang di bawah tali pelampung sedangkan
tali ris bawah dipasang diatas tali pemberat. Arah
pilinan tali ris atas umumnya berlawanan dengan
arah tali pelampung dan juga begitu sebaliknya
dengan arah pilinan tali ris bawah yang berlawanan
dengan tali pemberat. Panjang masing-masing tali ris atas ditambah kurang
lebih masing-masing 30-50 cm untuk menyambungkan piece yang satu
dengan yang lainnya.

4. Tali Penggantung Badan Jaring


Tali

penggantung

badan

jaring

adalah

tali

yang

dipakai

untuk

menyambungkan atau menggantungkan badan jaring pada tali ris. Bahan dari
penggantung badan jaring umumnya terbuat dari bahan sintetis seperti
vinylon, polyvinyl chloride, saran atau bahan lainnya.

5. Serampad Atas dan Bawah (Upper dan Under selvedge)


Serampad adalah susunan mata jaring yang ditambahkan pada badan jaring
bagian atas dan bawah. Tujuan pemasangan serampad adalah sebagai
penguat badan jaring dan untuk mempermudah dalam pengoperasian jaring.
Nomor benang yang dipakai biasanya 2-3 lebih besar dari nomor benang
yang dipakai pada jaring utama.
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si
Tanggal : 1 Maret 2009

Edisi Revisi : A
Revisi ke : 1 ; Tanggal : 1 April 2009

Halaman 4 dari 5

KODE : PTK.NP02.009Ia.01

MEMBUAT KONSTRUKSI ALAT


TANGKAP GILLNET

DEPARTEMEN PENGELOLAAN
SUMBERDAYA KELAUTAN

6. Badan Jaring atau Jaring Utama (Main Net)


Badan jaring adalah merupakan satu lembar atau lebih webbing yang
digunakan untuk menjerat ikan yang menjadi tujuan hasil tangkap. Bahan
jaring utama umunya memakai bahan sintetis seperti nylon twine dan bahan
sintetis lainnya. Diameter dan ukuran benang dari masing-masing mata jaring,
umunya disesuaikan dengan ikan atau habitat perairan lainnya yang akan
dijadikan target penangkapan.

7. Tali Pemberat (Sinker Line)


Tali pemberat adalah tali yang dipakai untuk memasang pemberat yang
bahannya tebuat dari bahan sintetis atau bahan lainnya yang bisa dijadikan
untuk tali pemberat. Untuk menyambungkan antara piece yang satu denga
piece yang lain bagian tali pemberat dari tiap ujung jaring biasanya dilebihkan
30-50 cm dan dikasih splacing, begitu juga dengan arah pilinan berlawanan
dengan tali ris bawah.

8. Pemberat (Sinker)
Pemberat yang dipakai pada jaring insang umumnya tebuat dari tali timah
atau benda lainnya yang mempunyai daya tenggelam dengan bentuk yang
beraneka ragam. Besar kecilnya daya tenggelam (singking force) yang
terpasang pada satu jenis jaring insang, berpengaruh terhadap baik buruknya
hasil tangkapan

III. TAHAPAN MENGKONSTRUKSI ALAT TANGKAP GILL NET


1. Potonglah webbing sesuai dengan desain
2. Sambungkan potongan-potongan webbing dengan cara leshing
3. Pasanglah Selvage atas dan bawah pada badan jaring
4. Pasanglah Tali Ris atas dan bawah pada badan jaring
5. Pasanglah Tali Pelampung dan Pemberat pada badan jaring

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si


Tanggal : 1 Maret 2009

Edisi Revisi : A
Revisi ke : 1 ; Tanggal : 1 April 2009

Halaman 5 dari 5