Anda di halaman 1dari 6

PENENTUAN TITIK LELEH

( MELTING POINT )
I.

TUJUAN PERCOBAAN
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa diharapkan dapat :
Menetapkan besarnya titik leleh suatu zat padat dengan alat penentu titik
leleh

II.

ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN


1.
2.
3.
4.
5.

ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN


Pipa kapiler
Pipa gelas
Kaca arloji
Spatula
Alat penentu titik leleh (Digital Melting Point Apparatus)

- BAHAN YANG DIGUNAKAN


1. Asam Oksalat (C2H2O4.2H2O)
2. Asam Benzoat (C6H5COOH)

III.

DASAR TEORI
TITIK LELEH
Titik leleh adalah temperatur senyawa padat dimana benda tersebut akan
berubah wujud menjadi zat cair. Pada senyawa dengan berat molekul hampir
sama, senyawa lebih polar dan struktur molekulnya lebih simetris mempunyai
titik leleh yang lebih tinggi. Titik leleh senyawa murni ditentukan dengan
pengamatan temperetur saat terjadi perubahan padatan dan cairan. Sejumlah kecil
zat padat diletakkan dalam tabung kapiler gelas dan diapanaskan merata.Pertama
diamati temperatur saat mulai terbentuk cairan kemudian temperature saat padatan
berubah menjadi cairan semua.
Rentang temperature yang tidak begitu jauh menunjukan kemurnian padatan
tersebut. Titik leleh yang ada pada literature biasanya dalam bentuk range titik
leleh. Sampel senyawa murni biasanya hanya terdiri atas satu bentuk kristal dan
meleleh pada temperature dengan range kurang dari 1oC. Besar daerah titik leleh
atau range lebih 1oC menunjukan adanya pengotor. Campuran zat padat pada

umumnya menunjukkan daerah titik leleh teoritis pada asam asetat


adalah 101,5oC.
Titik lebur juga diartikan sebagai keadaan dimana terjadi keseimbangan
antara fase padat dengan fase lainnya pada suatu zat.
Suhu lebur adalah suhu pada saat suatu zat tepat melebur seluruhnya yang
ditujukan pada fase padat tepat hilang.Menurut farmakope Indonesia III , jarak
lebur adalah suhu awal dan suhu akhir peleburan zat. Suhu awal dicatat apda saat
zat mulai menciut atau membentuk tetesan pada pipa kapiler, suhu akhir dicatat
pada saat hilangnya fase padat.
Panas yang diabsorbsi ketika 1 g padatan meleleh atau panas yang dilepaskan
ketika cairan itu membeku dikenal sebagai panas peleburan. Pana sopeleburan
dapat juga dianggap nsebagai panas yang dibutuhkan untuk menaikkan jarak
antar atom atau jarak antar molekul dalam Kristal sehingga memungkinkan
terjadinya pelelehan. Suatu kristal yang terikat dengan gaya yang lemah
mempunyai panas peleburan yang rendah dan titik leleh yang rendah. Sedangkan
yang terikat dengan gaya yang kuat mempunyai panas peleburan dan titik didih
yang tinggi.
Panas peleburan untuk air pada 0 C adalah 80 kal/g (1436 kal/mol). Panas
peleburan tidak memberikan penambahan temperature, sampai seluruh suhu
padatang hilang kerena panas ini diubah lagi menjadi energy molekul yang
potensial untuk mengubah seluruh padatan menjadi cairan.
Tinggi rendahnya suhu lebur pada suatu zat pada t dipengaruhi oleh bentuk
zat padat tersebut. Sremakin kuat ikatan yang dibentuk, semakin besar energy
yang diperlukan untuk memutuskannya. Dengan kata lainsemakin tinggi pula titik
lebur unsur tersebut.
Perbedaan titik lebur antara senyawa-senyawa pada golongan yang sama
dapat dijelaskan dengan keelektronegatifan unsur-unsur pembentuk senyawa
tersebut. Elektronegativitas adalah kecenderungan suatu unsur unutk menarik
electron, karena unsur-unsur pembentuknya mempunyai elektronegativitas yang
berbeda yang manjadikan senyawa terpolarisasi. Semakin besar perbedaan
elektronegativitas unsur-unsur pembentuk senyawa, semakin kuat ikatan unsur
dalam senyawa itu. Semakin kuat ikatan senyawa semakin tinggi ikatan titik lebur
itu.
Pada suatu padatan dengan bentuk Kristal dan ikatan kovalen, maka akan
memiliki suhu lebur yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan padatan yang lain
dengan iukatan van der walls walaupun terdiri dari unsur yang sama.
Suhu lebur zat padat adalah suhu pada saat zat padat menyatu dan melebur
sempurna.
Suatu zat dikatakan murni apabila titik lebur yang diperoleh dari percobaan
sama dengan yang ada dalam literature. Tetapi bila zat itu tidak murni atau
terdapat campuran, maka ikatan molekulnya semakin kecil dan ikatannya mudah
lepas, sehingga tidak leburnya akan lebih kecil dari zat murni.

Prinsip kerja dari titik lebur terletak pada penetapan pemberian energy
panasnya. Titik lebur bersifat karakteristiky yang digunakan untuk sifat fisika dari
suatu zat. Karakteristik suatu zat berbeda denga yang lain. Perbedaan tersebuh
dilihat dalam hal kekuatan antar molekul. Kekuatan antar molekul berbeda dengan
struktur kimia dan molekul atom atau molekul unsurnya berbeda.
Dalam bidang farmasi suatu senyawa obat murni dapat ditentukan
kemurniannya dengan jalan penentuan titik leburnya. Selain itu, penentuan titik
lebur dari bahan suatu obat juga digunakan dalam pembuatan sediaan obat,
terutama obat yang diberikan melalui raktal, dan diperlukan dalam cara
penyimpanan suatu sediaan obat agar tidak mudah rusak pada suhu kamar
tertentu.
Alat yang digunakan untuk menentukan titik lebur suatu zat adalah melting
point apparatus.
Prinsip kerja dari pada melting point apparatus adalah pertama menyalakan
melkting point dengan memutar pemutar suhu 20 oC permenit. Kedua, ketika suhu
pada thermometer mencapai 60oC dari titiik lebur atau titik leleh pada suatu
senyawa murni yang telah ditetapkan oleh ilmuan , maka pemutar suhunya harus
diturunkan hingga mencapai 10oC per menit. Ketiga, jika suhunya telah mencapai
suhu titik lebur atau titik pada suatu senyawa murni yang telah ditetapkan oleh
ilmuan, maka pada pemutar suhu harus diputar kekiri hingga 1oC per menit.
IV.

CARA KERJA

A. PENENTUAN MELTING POINT ASAM OKSALAT


1. Menghidupkan alat atau pada posisi on.
2. Memilih menu melting point dengan memutar knop.
3. Menekan method dan kemudian menekan edit.
4. Memasukan harga temp. 103C dengan memutar tombol knop.
5. Menekan next,memasukan harga stop 106C dengan memutar tombol
knop, menekan tombol next.
6. Memasukan temperatur gradian atau kenaikan temperatur 1C / menit
dengan memutar tombol knop.
7. Menekan tombol save.
8. Memasukan pipa kapiler berisi sampel pada tempatnya.
9. Mengamati perubahan yang terjadi.
10. Menekan tombol stop bila percobaan selesai
B. PENENTUAN MELTING POINT ASAM BENZOAT
1. Menghidupkan alat atau pada posisi on.
2. Memilih menu melting point dengan memutar knop.
3. Menekan method dan kemudian menekan edit.
4. Memasukan harga temp. 120C dengan memutar tombol knop.

5. Menekan next,memasukan harga stop 123C dengan memutar tombol


knop, menekan tombol next.
6. Memasukan temperatur gradian atau kenaikan temperatur 1C / menit
dengan memutar tombol knop.
7. Menekan tombol save.
8. Memasukan pipa kapiler berisi sampel pada tempatnya.
9. Mengamati perubahan yang terjadi.
10. Menekan tombol stop bila percobaan selesai
V.

DATA PENGAMATAN

No

SAMPEL

1
2

ASAM OKSALAT
ASAM BENZOAT

VI.

Set 1
(oC)
104,0
121,3

Set 2
(oC)
104,2
121,4

Set 3
(oC)
104,3
122,8

Titik Leleh
(oC)
104,167
122,167

ANALISA PERCOBAAN

Pada percobaan kali ini yaitu penentuan titik leleh(melting point) dimana
bahan yang digunakan berupa padatan. Adapun bahan yang digunakan pada
percobaan ini adalah asam oksalat dan asam benzoat.
Pada penentuan titik leleh harus memperhatikan penempatan senyawa
dalam pipa kapiler. Sampel dimasukkan dalam pipa kapiler dengan salah satu
ujungnya ditutup. Mengupayakan agar sampel dalam pipa kapiler tidak terdapat
ruang kosong. Sampel harus dipadatkan dengan cara menjatuhkan pipa kapiler ke
dalam pipa gelas secara berulang-ulang karena salah satu faktor yang
mempengaruhi titik leleh adalah pengemasan dalam tabung kapiler. Kemudian
kecepatan pemanas diatur pada range 1oC/menit hal ini dilakukan agar lebih teliti
dalam mengamati titik leleh dan suatu senyawa yang dianalisa. Adapun rentang
temperature titik leleh untuk senyawa asam oksalat yaitu 104-106 oC dan asam
benzoate yaitu 121-123oC.
Penentuan titik leleh berguna agar dapat mengetahui titik leleh dari suatu
senyawa yang berguna dalam penyimpanan senyawa tersebut agar disimpan pada
temperatur dibawah titik lelehnya.

VII.
1.

2.
3.
4.

KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan :
Titik leleh adalah suhu dimana suatu padatan berubah menjadi cair, sedangkan
titik nyala adalah suhu terendah dari suatu larutan dimana akan timbul
penyalaan api sesaat, apabila permukaan larutan tersebut didekatkan nyala api.
Titik leleh berguna untuk suhu yang tepat dalam penyimpanan suatu senyawa.
Asam oksalat, titik lelehnya 104,167oC .
Asam benzoat, titik lelehnya 122,167oC.

VIII. DAFTAR PUSTAKA


Jobsheet Penuntun Praktikum Instrumentasi dan Pengukuran. 2015. Melting
Point (Titik Leleh). Palembang : POLSRI.

MELTING POINT

Laporan Tetap Instrumentasi dan Pengukuran


Disusun Oleh :
Kelompok II
ADI AGUSTIANSYAH

(061440411694)

APRIANSYAH

(061440411697)

ENDAH DHITA P

(061440411700)

MUHAMMAD ARIFIN

(061440411705)

NUR AZIZAH YASMIN

(061440411709)

TOMI SUHARNO

(061440411715)

CANDRA PURNA

(061440412034)

KELAS : 3EGC
Instruktur : Ir. Hj. Sutini Pudjiastuti L., M.T.
JURUSAN TEKNIK KIMIA
PROGRAM STUDI S1 TERAPAN TEKNIK ENERGI
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
TAHUN AJARAN 2015