Anda di halaman 1dari 3

Instrumentasi

Sebagian besar peralatan mekanik dan proses di PG Semboro tidak didukung


oleh peralatan instrumentasi yang memadai. Sehingga sebagian besar proses
yang berlangsung di Pabrik Gula tersebut dioperasikan secara manual, jikapun
ada peralatan instrumentasi di sana hanya seperti pajangan saja dan sebagian
besar tidak dirawat dengan baik. Namun ada peralatan yang sudah dijalankan
secara full otomatis seperti di CVB D.
1. Cane Preparation
Di cane preparation alat instrument yang ada dan dimanfaatkan yaitu di
timbangan. Timbangannya sudah menggunakan load cell sehingga angka
keluarannya sudah berbentuk digital, dan tidak analog lagi. Sehingga tidak
perlu dilakukan pencatatan dalam merekap jumlah timbangan pada hari
itu.
2. Mill
PG Semboro memiliki 2 baterai gilingan dengan kapasitas yang sama yaitu
3500 TCD, tapi menggunakan penggerak yang berbeda. Yang satu
menggunakan penggerak turbin dan yang lain menggunakan elektro
motor. Sepertinya alat control yang digunakan di stasiun mill ini masih
menggunakan perangkat mikrocontroller, dan belum menggunakan
perangkat PLC.
Indikasi ini dapat diliat di ruang operator, dimana pengoperasian mill
masih menggunakan panel box dengan perangkat yang sangat sederhana
sekali (display rpm, tombol start/stop, tombol naik/turun rpm).
Ada perangkat yang dikendalikan secara semi-otomatis, yaitu di mill 1.
Dimana kecepatan main carrier dan cane elevator diatur oleh level bagas
di chute 1, namun dalam operasionalnya masih banyak campur tangan
dari operator. Karena umpan tebu dari meja tebu di atur secara manual
oleh operator yang berbeda, jadi operasionalnya kadang dijalankan secara
on-off.
Rpm mill sudah ditentukan dari awal (sesuai settingan dan rencana giling).
Penyesuaian rpmnya diatur secara manual, mau dipercepat atau
diperlambat, dengan melihat tinggi ampas di masing-masing chute
melalui cctv. Untuk sistem savety masing-masing baterai sedikit berbeda
indikatornya tapi dengan flow yang sama.
a. Mill dengan penggerak turbin
- Tekanan live steam
- RPM
- Tekanan dan temperatur oli pendingin
- Vibrasi
- Temperatur poros
b. Mill dengan penggerak elektro motor
- Supply listrik
- RPM

Tekanan dan temperatur oli pendingin


Temperatur poros

Untuk interlocknya, secara garis besar sama yaitu bila salah satu
komponen mill trip maka akan menginterlock mill sebelumnya.
Operasional mill tidak dipengaruhi oleh operasional proses, apapun yang
terjadi di proses selama tidak ada komunikasi antara chemiker dan
mekanik maka mill akan tetap berjalan dengan normal.
3. Proses
Sebagian peralatan proses tidak dilengkapi instrument yang memadai,
jikapun ada alat tersebut tidak bekerja secara optimal bahkan ada yang
rusak. Sehingga hampir seluruh proses di pengolahan dijalankan secara
manual.
Beberapa peralatan pengolahan yang masih dilengkapi dengan instrument
yang memadai antara lain :
a. Defekator
Pemberian susu kapur di defekator dikendalikan oleh pH meter, dimana
pH meter akan mengatur besaran aliran susu kapur ke dalam defekator
dengan mengendalikan bukaan dari control valve.
b. CVP D
Proses masak di CVP D dikendalikan penuh menggunakan PLC, dengan
kontinu menjaga brix dimasing-masing kompartemen berdasarkan set
point dan grafik yang diberikan. Brix meter dimasing-masing
kompartemen akan mengatur jumlah bahan yang akan dimasukan
dengan cara mengatur lama bukaan dari kontrol valve.
Selain brix, di vacuum badan juga dikendalikan dengan mengatur
control valve aliran air injeksi. Pengaturan ini dilakukan supaya vacuum
dibadan stabil. Temperatur steam di tromol juga dikendalikan
menggunakan control valve. Dan yang terakhir adalah pengaturan
level bahan dalam badan
c. Stasiun Puteran
Semua puteran kontinu yang dijaga adalah ampere motor penggerak,
dengan cara mengatur besar kecilnya flow masing-masing bahan yang
masuk ke dalam puteran. Untuk puteran C, D1 dan D2 hal tersebut
masih dilakukan secara manual. Akan tetapi untuk puteran A sudah
dilengkapi dengan kontrol valve pada inlet bahan, air dan steam.
Sedangkan untuk diskonti R sudah dikendalikan penuh oleh PLC,
operator tinggal menentukan set point selama operasional.
4. STG
Ada beberapa indikator yang dijaga dan dikendalikan di STG, antara lain :
a. Over speed
b. Under pressure
c. Under temperatur
d. Vibration
e. Suhu poros

f.

Tekanan dan temperature oli pendingin

5. Boiler
Seperti sebagian besar operasional boiler, di PG semboro sepertinya yang
dikendalikan hanya three element saja (flow steam, flow feed water, level
upperdrum). Sedangkan yang lainnya dikendalikan secara manual.
Misalnya tekanan steam droop karena pemakaian steam bertambah, maka
alarm akan berbunyi. Operator akan menambah bukaan bagas feeding
dan bukaan IDF,FDF dan SAF secara manual. Sedangkan airnya akan
mengikuti pengendalian three element tadi. Hal ini dilakukan sampai
tekanan tercapai. Begitu juga sebaliknya, jika terjadi kenaikan tekanan
steam karena pemakaian steam yang berkurang.