Anda di halaman 1dari 137

65

Lampiran 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-1)

Satuan Pendidikan

: SMP Negeri 1 Air Putih

Mata Pelajaran

: Fisika (IPA Terpadu)

Materi Pokok

: Zat dan Wujudnya

Sub Materi Pokok

: Zat dan Perubahan Wujudnya

Kelas/Semester

: VII/ I

Pertemuan Ke

: 1

Alokasi Waktu

: 2 x40 menit

I. Standar Kompetensi :

3. Memahami wujud zat dan perubahannya

II. Kompetensi Dasar :

3.1.Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

III. Indikator

Kognitif

1.

a.

Produk:

1. Mendefenisikan pengertian zat

2. Menjelaskan proses terjadinya perubahan wujud zat

3. Menyebutkan contoh perubahan wujud zat

4. Menjelaskan beberapa perubahan wujud zat melalui percobaan

b. Proses:

1. Melakukan percobaan tentang perubahan wujud zat

2. Menentukan perubahan wujud yang terdapat dalam percobaan

3. Mengumpulkan laporan mengenai yang di eksperimenkan

66

2.

Afektif:

 

a.

Karakter

Dalam melakukan kegiatan pengamatan menunjukkan sifat :

1) Jujur : jujur dalam melaporkan hasil pengamatan

2) Tanggungjawab : bertanggungjawab atas penggunaan alat dan bahan 3) Berfikir kritis : berfikir kritis saat mencari pola dan hubungan eksperimen dengan teori.

b.

Ketrampilan social :

Dalam melakukan kegiatan pengamatan dapat berpartisipasi aktif dalam

hal:

 

1)

Bertanya: Bertanya jika memang diperlukan

2)

Menyumbangkan ide atau berpendapat: Menyampaikan ide pendapat

jika hal tersebut dapat menyelesaikan masalah 3) Menjadi pendengar yang baik : Mendengarkan dengan baik jika ada pendapat lain

3. Psikomotor:

a. Melakukan percobaan mengenai perubahan wujud zat IV. Tujuan Pembelajaran

1. Kognitif

a. Produk

1. Secara kelompok, siswa dapat menentukan dan menjelaskan tentang defenisi dari zat, pembagian wujud zat dan sifat-sifat zat berdasarkan wujud zat tersebut.

2. Secara mandiri, siswa dapat membuat laporan percobaan secara tepat dan sistematis.

b. Proses

1. Disediakan alat dan bahan, siswa dapat melakukan percobaan tentang

perubahan wujud zat.

67

2.

2. Afektif

Melalui

pengelompokkan, menyusun dan menggunakan alat dalam percobaan.

percobaan,

siswa

dapat

melakukan

pengamatan,

1. Terlibat aktif dalam pembelajaran dan menunjukkan karakter berpikir kreatif, kritis dan logis, bekerja teliti, jujur, dan berperilaku santun.

2. Bekerjasama dalam kegiatan praktek dan aktif menyampaikan pendapat, menjadi pendengar yang baik, dan menanggapi pendapat orang lain dalam diskusi.

3. Psikomotor

Terampil dalam alat dan menggunakan bahan dalam percobaan wujud zat.

V.

Materi Pembelajaran :

2.4.1. Zat dan Wujudnya

Zat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu padat, cair dan gas. Zat dapat mengalami perubahan wujud, yaitu perubahan keadaan suatu zat dari wujud cair ke gas atau sebaliknya. Dan gari gas ke padat. Bentuk zat padat tidak akan berubah, meskipun dipindah-pindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini terjadi karena zat padat memiliki susunan yang teratur.karena partikel tidak berpindah temapat maka volumenya tidak berubah

tidak berpindah temapat maka volumenya tidak berubah Kita dapat mengetahui sifat zat cair dengan memindahkan air
tidak berpindah temapat maka volumenya tidak berubah Kita dapat mengetahui sifat zat cair dengan memindahkan air

Kita dapat mengetahui sifat zat cair dengan memindahkan air dari satu wadah kewadah yang lain. Terlihat bahwa air mengalir mengikuti bentuk wadah yang ditempatinya. Zat cair memilki susunan yang tidak teratur. Volume zat cair selalu tetap meskipun dipindah-pindahkan.

68

68 Gas merupakan zat yang tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan atau dilihat dampaknya. Seperti balon,
68 Gas merupakan zat yang tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan atau dilihat dampaknya. Seperti balon,

Gas merupakan zat yang tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan atau dilihat

dampaknya. Seperti balon, sebelum diisi udara dia terlihat mengempis, ketika kita

beri udara dengan meniupnya maka lama-kelamaan balon akan berubah menjadi

mengembang. Ini disebabkan bahwa udara dapat mengisi ruangan balon, sehingga

balon dapat berubah menjadi besar dan mengembang. Dan udara yang diberikan

mengikuti wadah yang ditempatinya, sedangkan volumenya tergantung pada

tempatnya.

Tabel 2.2. Sifat-sifat zat padat, cair, dan gas.

Sifat

Padat

Cair

Gas

Bentuk

Tetap

Mengikuti wadah

Mengikuti wadah

yang ditempati

yang ditempati

Volume

Tetap

Tetap

Tergantung pada

tempatnya

Massa

Mempunyai

Mempunyai massa dan menempati ruang

Mempunyai massa dan menempati ruang

massa dan

menempati ruang

2.4.2. PerubahanWujud Zat

Perubahan wujud zat terbagi menjadi dua, yaitu:

a. Perubahan Fisika

Perubahan fisika adalah perubahan wujud zat yang tidak disertai dengan

terbentuknya zat baru. Perubahan wujud zat dapat berlangsung apabila mendapat

pengaruh panas maupun tekanan, baik dari luar maupun dari dalam zat itu sendiri.

Pengaruh panas yang diserap zat dapat mengubah wujud zat dari padat ke cair

maupun langsung ke bentuk gas, dapat juga mengubah wujud dari cair menjadi

gas.

69

69 Gambar 2.2. perubahan wujud zat Tabel 2.3. Perubahan wujud zat dan contohnya. Nama perubahan wujud

Gambar 2.2. perubahan wujud zat

Tabel 2.3. Perubahan wujud zat dan contohnya.

Nama perubahan wujud zat

Contohnya

Mencair (melting)

Es yang berubah menjadi air, lilin yang dipanaskan

Membeku (Freezing)

Agar-agar yang dimasak akan mengeras

Menguap (boiling)

Air yang dipanaskan

Mengembun (Condensation)

Es yang didalam sebuah gelas maka bagian luar gelas akan basah

Menyublim (Sublimation)

Kapur barus yang dipanasi

Mengkristal

Pembuatan Kristal garam

yang dipanasi Mengkristal Pembuatan Kristal garam Air kita tuang kedalam wadah, kemudian campur dengan bubuk
yang dipanasi Mengkristal Pembuatan Kristal garam Air kita tuang kedalam wadah, kemudian campur dengan bubuk

Air kita tuang kedalam wadah, kemudian campur dengan bubuk agar-agar

kedalam wadah, kmudian aduk sampai mendidih. Setelah beberapa lama air yang

tadinya cair akan berubah sedikit mengentadah dan tunggu beberapa menit air tadi

akan mengeras. Ini dinamakam proses membeku , yaitu perubahan zat cair

menjadi padat

70

70 Es batu yang awalnya bentuknya padat ketika diletakkan diatas telapak tangan, maka lama-lama akan berubah
70 Es batu yang awalnya bentuknya padat ketika diletakkan diatas telapak tangan, maka lama-lama akan berubah

Es batu yang awalnya bentuknya padat ketika diletakkan diatas telapak tangan, maka lama-lama akan berubah menjadi cair. Ini dinamakan proses mencair, yaitu padat menjadi cair

cair. Ini dinamakan proses mencair, yaitu padat menjadi cair Ketika air dimasak atau dipanaskan air akan
cair. Ini dinamakan proses mencair, yaitu padat menjadi cair Ketika air dimasak atau dipanaskan air akan
cair. Ini dinamakan proses mencair, yaitu padat menjadi cair Ketika air dimasak atau dipanaskan air akan
cair. Ini dinamakan proses mencair, yaitu padat menjadi cair Ketika air dimasak atau dipanaskan air akan

Ketika air dimasak atau dipanaskan air akan mendidih dan akan akan menguap , air akan menguap ketika ketika dipanaskan. Ini dinamakan proses menguap, yaitu zat cair menjadi gas.

Gelas yang diisi dengan es batu ketika didiamkan lama- kelamaan akan dibagian pinggir gelas akan kelihatan embun yang berasal dari es batu yang mencair, kemudian menghasilkan uap dan embun yang menempel pada bagian gelas. Pada saat mengembun gas yang tadi menguap dan berubah menjadi cair menyimpan titi-titik air disebut mengembun, yaitu proses gas menjadi cair.

Pada saat kapur barus dipanaskan secara terus menerus tidak mengalami fase cair langsung berubah menjadi uap. Ketika sampai di atas permukaan terjadi pengendapan kapur barus dan kapur barus berubah wujud lagi. Ini dinamakan proses menyublim .

Gelas yang berisis air dicampur dengan garam dan diaduk- aduk, kemudian jemur gelas yang berisi air garam tadi dibawah terik matahari. Masukkan benang wol kedalam larutan dengan posisi menjungkit keatas. Larutan garam dan

71

air akan meresap ke dalam benang. Pada saat air yang ada di benang mengering, maka yang tertinggal adalah kristal-kristal garam. Ini lah yang dinamakan proses mengkristal yaitu padat menjadi uap.

b. Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah perubahan zat yang menghasilkan zat baru dengan sifat-sifat baru, disebut juga dengan reaksi kimia. Zat yang berubah tidak dapat kembali ke keadaan semula (irreversible). Adapun contoh dari perubahan kimia yaitu :

1. Apel yang dibiarkan di tempat terbuka dalam waktu yang lama akan busuk. Pembusukan adalah peristiwa perubahan kimia karena mikroorganisme. Pada apel yang membusuk, apel berubah menjadi bau, berlendir, dan mengeluarkan gas. Oleh karena sifat apel setelah membusuk berbeda dengan apel sebelum membusuk, maka peristiwa pembusukan apel dapat dikatakan sebagai perubahan kimia

pembusukan apel dapat dikatakan sebagai perubahan kimia Gambar : pembusukan pada apel 2. Kertas yang dibakar,
pembusukan apel dapat dikatakan sebagai perubahan kimia Gambar : pembusukan pada apel 2. Kertas yang dibakar,

Gambar : pembusukan pada apel

2. Kertas yang dibakar, kertas tersebut mengalami perubahan materi yang menghasilkan zat yang baru, yaitu abu, asap, dan gas. Perubahan materi yang menghasilkan zat baru dinamakan perubahan kimia.

asap, dan gas. Perubahan materi yang menghasilkan zat baru dinamakan perubahan kimia. Gambar : proses pembakaran

Gambar : proses pembakaran kertas

72

3. Peristiwa perubahan kimia karena pembakaran juga terjadi dalam

tubuhmu. Bahan makanan yang telah kamu makan diproses dalam

tubuh dengan cara pembakaran sehingga menghasilkan energi yang

dapat dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

VI. Model dan Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran:

Model pembelajaran Terpadu Webbed

Metode Pembelajaran: Ceramah, Tanya jawab, Diskusi, Eksperimen,

VII. Sumber Belajar :

Pemberian tugas

Sulastri, S, (2006), Fisika untuk SMP/MADRASAH TSANAWIAH, Erlangga : Jakarta

Mangunwiyoto, W. Harjono, (2004), pokok-pokok fisika SMP untuk

kelas VII, Erlangga : Jakarta

VIII. Media Pembelajaran

Kelas Eksperimen

Alat/Bahan :

1. Beker glas/gelas kimia

2. Bunsen/pemanas spiritus

3. Tripot/kaki tiga beserta kasa asbesnya

4. lilin

5. Korek api

6. air dan gelas

7. kapur barus

73

IX. Langkah-langkah Pembelajaran

1. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kelas Eksperimen (Pertemuan 1)

Kegiatan Pembelajaran

 

Fase

Metode

Media

Alokasi

Sumber

Pembelajaran

waktu

Belajar

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

Menyampaikan

tujuan

Mendengarkan dan menyimak penjelasan dari guru

 

Cerama

Spidol

10

menit

 

pembelajaran

h

 

Fase I

Mangunwi

 

Pendahuluan

yoto, W.

Memberikan Apersepsi tentang materi yang akan dipelajari. Mengapa kapur barus dapat habis di dalam lemari ?

Memperhatikan guru

Harjono,

(2004),

dan

mencoba

menjawab

 

pertanyaan

yang

diajukan guru

 

Tanya

jawab

Menyampaikan materi pembelajaran mengenai zat dan wujudnya

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya

Siswa duduk diam dalam kelompoknya menemukan konsep,

prinsip, hukum, persamaan, teori, perubahan wujud zat

 

Cerama

15

menit

Mangunwi

h

 

yoto, W.

Kegiatan Inti

Fase II

Presensi

Harjono,

(2004),

Memberikan

soal-soal

dengan berpedoman dengan LKS melalui eksperimen yaitu :

latihan

Materi

 

1.

Mendefenisikan

     

pengertian zat

2. Menjelaskan proses perubahan wujud zat dalam percobaan

3. Menentukan proses perubahan kimia

4. Membuktikan

 

perubahan

yang

terjadi

pada

kapur barus

5.

Menggambarkan diagram

perubahan wujud

zat

sesuai

percobaan

siswa

Membagi

dalam

Membentuk

 

Fase III

Eksperi

25 menit

kelompok.

kelompok

membimbing

men

Membagi Percobaan

LKS

Menerima LKS

pelatihan

Membimbing dalam kelompok

siswa

percobaan

 

siswa melakukan praktikum mengenai wujud zat

 

Mengetahui perubahan wujud zat

 

Mengumpulkan hasil kerja kelompok

   

1.

Beker

   

Meminta lembar hasil kerja kelompok

glas/gelas

kimia

 

2.

Bunsen/pemana

Meminta salah satu

   

Diskusi

s spiritus

   

kelompok

untuk

mempersentasikan hasil kegiatan sesuai dengan LKS

Mempersentasikan hasil kegiatan sesuai dengan LKS

Fase IV

Tanya

3.

Tripot/kaki

15

menit

Mangunwi

Menelaah

jawab

tiga

beserta

 

yoto, W.

Harjono,

Meminta

anggota

 

pemahaman

kasa asbesnya

(2004),

kelompok

lain

dan

menanggapi

hasil

memberikan

persentasi

Menanggapi

umpan balik

kelompok

yang

4.

lilin

presentasi

 
       

5.

Korek api

   

Membimbing

siswa

Menyimpulkan

 

Fase V

Cerama

10

menit

Mangunwi

menyimpulkan

 

h

   

yoto,

W.

Mengembang

6.

air

Harjono,

kan dengan

7.

kapur barus

(2004),

memberikan

 

kesempatan

9.

gelas

   

untuk

   

6. sendok

   

pelatihan

7. apel

lanjutan dan

penerapan

8. kertas

Guru memberikan Tugas kepada siswa

Siswa Mengerjakan Tugas

 

Fase VI:

 

Penugas

5 menit

 

Menganalisis

an

   

dan

Mengevaluasi

 

Jumlah

80 menit

2. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kelas Kontrol

 
 

Kegiatan Pembelajaran

 

Tahap

 

Metode

Media

 

Alokasi

Sumber

   

Pembelajara

waktu

Belajar

 

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

n

 

Memberi salam dan membuka pelajaran, dilanjutkan dengan memeriksa kehadiran siswa Memberikan Apersepsi tentang materi yang akan dipelajari.

Menjawab salam salam guru

 

Ceramah

Spidol

10 menit

 

Papan Tulis

Mendengarkan,

memperhatikan

dan

Menjawab

pertanyaan

77

Mengapa kapur barus bias habis di dalam lemari

yang diajukan guru

Pendahulu

Tanya

   

an

jawab

Meyampaikan

tujuan

Mendengarkan

tujuan

Ceramah

pembelajaran

pembelajaran

Menyampaikan materi pembelajaran mengenai zat dan wujudnya

Mendengarkan penjelasan guru

 

Ceramah

   

Bertanya

Kegiatan

Tanya

60

menit

Mangunwi

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya

Inti

jawab

 

yoto, W.

Mengerjakan soal-

Ceramah

Harjono,

(2004),

Memberikan soal-soal latihan

soal latihan yang diberikan guru

Pemberian

Tugas

 

58

Mendegarkan

Penutup

Ceramah

10

menit

 

Membuat kesimpulan

 

Mangunwi

tentang

materi

yang

yoto, W.

dibahas

Mencatat tugas yang diberikan

Harjono,

(2004),

Memberi

tugas

untuk

dikerjakan dirumah

 

Jumlah

 

80 menit

78

X. Penilaian

Teknik Penilaian

: Tertulis

Bentuk penilaian

: pilihan berganda

Mahasiswa Peneliti

Afifah Yanthi Nasution Nim: 409321001

79

PENILAIAN PRODUK

N

SOAL

Jawaban

O

1

Jelaskan apa yang dimaksud dengan zat ?

Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa

2

Perubahan air menjadi es atau sebaliknya disebut perubahan ?

Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan bentuk baru

3

Ibumu menaruh kapur barus/kamper ke dalam lemari pakaianmu, ternyata Ketika kamu membuka lemari, tercium bau harum di pakaianmu.hal ini menunjukkan adanya perubahan yang terjadi pada kapur barus. Perubahan wujud apakah yang terjadi ?

Padat langsung menjadi gas tanpa melalui zat cair

Tingkat Penugasan

skor yang diperoleh

x100%

skor maksimum

Arti tingkat penguasaan yang di capai :

90

% - 100 % = baik sekali

80

% - 89 % = baik

70

% - 79 % = sedang

60

% - 69 % = cukup

50% - 59 % = kurang

80

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-2)

Satuan Pendidikan

: SMP Negeri 1 Air Putih

Mata Pelajaran

: Fisika (IPA Terpadu)

Materi Pokok

: Zat dan Wujudnya

Sub Materi Pokok

: Gaya Antar Partikel

Kelas/Semester

: VII/ I

Pertemuan Ke

: 2

Alokasi Waktu

: 2 x40 menit

I. Standar Kompetensi :

3.Memahami wujud zat dan perubahannya

II. Kompetensi Dasar :

3.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

III. Indikator

1. Kognitif

a.

Produk:

1.

Menyebutkan pengertian dari kohesi dan adhesi

2.

Membedakan peristiwa adhesi dan kohesi, kapilaritas

3.

Menghubungkan prinsip kapilaritas dalam kehidupan

b.

Proses:

1.

Siswa dapat melakukan eksperimen kohehi, adhesi dan kapilaritas

2.

Siswa dapat menganalisis proses kohesi, adhesi dan kapilaritas yang terdapat dalam eksperimen

3.

Siswa dapat membuat laporan mengenai yang di eksperimenkan

81

3.

Afektif:

a.

Karakter

Dalam melakukan kegiatan pengamatan menunjukkan sifat :

1. Jujur : jujur dalam melaporkan hasil pengamatan

2. Tanggungjawab : bertanggungjawab atas penggunaan alat dan bahan

3. Berfikir kritis : berfikir kritis saat mencari pola dan hubungan

eksperimen dengan teori.

b.

Ketrampilan sosial :

Dalam melakukan kegiatan pengamatan dapat berpartisipasi aktif dalam

hal:

1. Bertanya: Bertanya jika memang diperlukan

2. Menyumbangkan ide atau berpendapat: Menyampaikan ide pendapat jika hal tersebut dapat menyelesaikan masalah

3. Menjadi pendengar yang baik : Mendengarkan dengan baik jika ada pendapat lain

3. Psikomotor:

a. Melakukan percobaan adhesi, kohesi dan kapilaritas IV. Tujuan Pembelajaran

1. Kognitif

a.

Produk

1.

Secara kelompok, siswa dapat menentukan dan menjelaskan tentang peristiwa adhesi, kohesi dan kapilaritas

2.

Secara mandiri, siswa dapat membuat laporan percobaan secara tepat dan sistematis.

b.

Proses

1.

Disediakan alat dan bahan, siswa dapat melakukan percobaan tentang peristiwa adhesi, kohesi dan kapilaritas

2.

Melalui percobaan, siswa dapat melakukan pengamatan, pengelompokkan, menyusun dan menggunakan alat dalam percobaan.

82

2. Afektif

1. Terlibat aktif dalam pembelajaran dan menunjukkan karakter berpikir kreatif, kritis dan logis, bekerja teliti, jujur, dan berperilaku santun.

2. Bekerjasama dalam kegiatan praktek dan aktif menyampaikan pendapat, menjadi pendengar yang baik, dan menanggapi pendapat orang lain dalam diskusi.

3. Psikomotor

Terampil dalam alat dan menggunakan bahan dalam percobaan adhesi, kohesi dan kapilaritas

V. Materi Pembelajaran :

Ada dua jenis gaya tarik-menarik, yaitu kohesi dan adhesi. Kohesi adalah gaya tarik menarik antara partikel partikel yang sejenis. Kohesi dipengaruhi oleh kerapatan dan jarak antarpartikel dalam zat. Dengan demikian, kamu pasti tahu bahwa gaya kohesi zat padat lebih besar dibandingkan dengan zat cair dan gas Gaya kohesi mengakibatkan dua zat bila dicampurkan tidak akan saling melekat. Contoh peristiwa kohesi adalah : Tidak bercampurnya air dengan minyak, tidak melekatnya air raksa pada dinding pipa kapiler, dan air pada daun talas.

raksa pada dinding pipa kapiler, dan air pada daun talas. Contoh peristiwa kohesi Adhesi adalah gaya
raksa pada dinding pipa kapiler, dan air pada daun talas. Contoh peristiwa kohesi Adhesi adalah gaya

Contoh peristiwa kohesi Adhesi adalah gaya tarik menarik antara partikel partikel yang tidak sejenis. Gaya adhesi akan mengakibatkan dua zat akan saling melekat bila dicampurkan. Contohnya : Bercampurnya air dengan teh/kopi, melekatnya air pada dinding pipa kapiler, melekatnya tinta pada kertas, dll.

air dengan teh/kopi, melekatnya air pada dinding pipa kapiler, melekatnya tinta pada kertas, dll. Contoh peristiwa
air dengan teh/kopi, melekatnya air pada dinding pipa kapiler, melekatnya tinta pada kertas, dll. Contoh peristiwa

Contoh peristiwa adhesi

83

Contoh peristiwa kohesi dan adhesi dalam fisika, kimia dan biologi Fisika Kimia Naiknya air ketembok
Contoh peristiwa kohesi dan adhesi dalam fisika, kimia dan biologi
Fisika
Kimia
Naiknya
air
ketembok
Kohesi
sehingga
Saat air cuka diteteskan
pada kertas mak lama-
lama kertas habis
terbakar
tembok menjadi
Biologi
Meresapnya air dari
akar
melalui
pembuluh kayu
pada
batang
Fisika Kimia Bercampurnya air dengan teh Bercampurnya air dengan soda kue Adhesi menghasilkan gas Biologi
Fisika
Kimia
Bercampurnya
air dengan teh
Bercampurnya
air
dengan
soda
kue
Adhesi
menghasilkan gas
Biologi
Reaksi
fotosintesis
pada tumbuhan

Kapilaritas Kapilaritas adalah peristiwa naik atau turunnya zat cair di dalam pipa kapiler.

Manfaat kapilaritas Adanya gejala-gejala kapilaritas ternyata bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-hari, misalnya kita dapat memasak dan memperoleh cahaya lampu. Contoh peristiwa kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

1. Naiknya air dari akar melalui pembuluh kayu pada batang tumbuhan.

2. Naiknya minyak tanah melalui sumbu kompor minyak.

3. Naiknya air ketembok sehingga tembok menjadi basah.

4. Meresapnya air pada tisu, kain pel, dan spons.

84

VI. Model dan Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran:

Model pembelajaran Terpadu Webbed

Metode Pembelajaran:Ceramah, Tanya jawab, Diskusi, Eksperimen,

VII. Sumber Belajar :

Pemberian tugas

Mangunwiyoto, W. Harjono, (2004), pokok-pokok fisika SMP untuk kelas VII, Erlangga : Jakarta

Sulastri, S, (2006), Fisika untuk SMP/MADRASAH TSANAWIAH, Erlangga : Jakarta

VIII. Media Pembelajaran

Kelas Ekperimen

Alat dan Bahan

- Aqua Gelas Bekas

- Air Secukupnya

- Saputangan (tissue)

- Daun Keladi

- Piring Kelas Kontrol

Papan Tulis

Spidol

85

IX. Langkah-langkah Pembelajaran

1. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kelas Eksperimen (Pertemuan II`)

Kegiatan Pembelajaran

 

Tahap

Metode

Media

Alokasi

Sumber

Pembelajaran

waktu

Belajar

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

Menyampaikan

tujuan

Mendengarkan dan menyimak penjelasan dari guru

 

Ceramah

Spidol

10

menit

 

pembelajaran

 

Mangunwi

 

yoto, W.

Memberikan Apersepsi tentang materi yang akan dipelajari. Bagaimana jika minyak wangi disemprotkan dalam ruangan ?

Memperhatikan guru

Harjono,

(2004),

dan

mencoba

menjawab

Pendahuluan

 

pertanyaan

yang

diajukan guru

 

Tanya

 

jawab

Menyampaikan materi pembelajaran mengenai adhesi, kohesi dan kapilaritas .

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya

Siswa duduk diam dalam kelompoknya menemukan konsep, prinsip, hukum,

persamaan, teori, perubahan wujud zat dengan berpedoman

 

Ceramah

15

menit

Mangunwi

 

yoto, W.

Kegiatan Inti

Harjono,

Fase II

(2004),

Presensi

Memberikan

soal-soal

dengan LKS melalui eksperimen yaitu :

Materi

latihan

86

86
86
 

1. Menyebutkan

     
 

pengertian dari

kohesi

dan

adhesi

2. Menghubungka

 

n

prinsip

kapilaritas

 

dalam

kehidupan

siswa

Membagi

dalam

Membentuk

 

Fase III

Eksperi

25 menit

kelompok.

kelompok

membimbing

men

Membagi Percobaan

LKS

Menerima

LKS

pelatihan

Membimbing dalam kelompok

siswa

percobaan

siswa

melakukan

 

praktikum mengenai

adhei,

kohesi

dan

kapilaritas

1.

Membedakan

peristiwa

 

adhesi

dan

Meminta lembar hasil kerja kelompok

kohesi,

kapilaritas

 

melalui

87

   

percobaan

         
 

2.

Menentukan

 

1. Daun

 

gejala

talas

kapilaritas

 

2. Piring

3. Air

Mengumpulkan hasil kerja kelompok

4. Tissue

Meminta salah satu

   

Diskusi

5. Aqua

   

kelompok

untuk

gelas

mempersentasikan hasil kegiatan sesuai dengan LKS

anggota

Meminta

Mempersentasikan hasil kegiatan sesuai dengan LKS

Fase IV

Tanya

15

menit

Mangunwi

jawab

bekas

 

yoto, W.

Menelaah

pemahaman

Harjono,

(2004),

kelompok

lain

 

dan

menanggapi

hasil

memberikan

persentasi

Menanggapi

 

umpan balik

kelompok

yang

presentasi

Membimbing

siswa

Menyimpulkan

 

Fase V

Cerama

10

menit

Mangunwi

menyimpulkan

 

h

 

yoto,

W.

Mengembang

Harjono,

kan dengan

(2004),

memberikan

kesempatan

87
87

88

88
88
   

untuk

         

pelatihan

lanjutan dan

penerapan

Guru memberikan Tugas kepada siswa

Siswa Mengerjakan Tugas

 

Fase VI:

 

Penugas

5 menit

 

Menganalisis

an

   

dan

Mengevaluasi

 

Jumlah

80 menit

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kelas Kontrol

 
 

Kegiatan Pembelajaran

 

Tahap

 

Metode

Media

 

Alokasi

Sumber

   

Pembelajara

waktu

Belajar

 

Kegiatan Guru

 

Kegiatan Siswa

n

 

Memberi salam dan membuka pelajaran, dilanjutkan dengan memeriksa kehadiran siswa Memberikan Apersepsi tentang materi yang akan

Menjawab salam salam guru

 

Ceramah

Spidol

10 menit

 

Papan Tulis

Mendengarkan,

Tanya

memperhatikan

dan

   

jawab

89

dipelajari.

Menjawab pertanyaan

Pendahulu

Ceramah

   

Bagaimana jika

yang diajukan guru

an

air dicampur

 

Mendengarkan

tujuan

minyak

pembelajaran

Meyampaikan

tujuan

pembelajaran

Menyampaikan materi pembelajaran mengenai gaya antar partikel

Mendengarkan penjelasan guru

 

Kegiatan

Ceramah

   

Inti

Bertanya

Tanya

60

menit

Mangunwi

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya

jawab

 

yoto, W.

Mengerjakan soal- soal latihan yang

Ceramah

Harjono,

(2004),

Memberikan soal-soal latihan

diberikan guru

Membuat kesimpulan

Mendegarka Mencatat tugas yang diberikan

Penutup

Ceramah

10

menit

Mangunwi

tentang

materi

yang

 

yoto, W.

dibahas

Harjono,

Memberi

tugas

untuk

 

(2004),

dikerjakan dirumah

 

Jumlah

 

80 menit

89
89

90

X. Penilaian

Teknik Penilaian

: Tertulis

Bentuk penilaian

: pilihan berganda dan essai

Teknik

: Penilaian hasil belajar

Mahasiswa Peneliti

Afifah

Nim: 409321001

Yanthi

Nasution

91

PENILAIAN PRODUK

NO

SOAL

Jawaban

1

Jelaskan apa yang dimaksud dengan kohesi dan adhesi ?

Adhesi adalah gaya tarik- menarik antar partikel yang tidak sejenis

Kohesi adalah gaya tarik- menarik antar partikel yang sejenis

2

Jelaskan mengapa pada saat air diteteskan pada permukaan daun talas air terlihat tidak mau menempel dengan daun talas tersebut ?

Karena kohesi air lebih besar dari pada adhesi antara molekul air dengan daun talas, sehingga menyebabkan air tidak menempel pada daun talas

3

Sebutkanlah macam-macam gejala kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari ?

Naiknya air dari akar melalui pembuluh kayu pada batang tumbuhan.

Naiknya minyak tanah melalui sumbu kompor minyak.

Naiknya air ketembok sehingga tembok menjadi basah.

Meresapnya air pada tisu, kain pel, dan spons.

Tinta cair yang diserap kapur tulis.

92

Tingkat Penugasan

skor yang diperoleh

x100%

skor maksimum

Arti tingkat penguasaan yang di capai :

90

% - 100 % = baik sekali

80

% - 89 % = baik

70

% - 79 % = sedang

60

% - 69 % = cukup

50% - 59 % = kurang

93

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-3)

Satuan Pendidikan

: SMP Negeri 1 Air Putih

Mata Pelajaran

: Fisika (IPA Terpadu)

Materi Pokok

: Zat dan Wujudnya

Sub Materi Pokok

: Massa Jenis

Kelas/Semester

: VII/ I

Pertemuan Ke

: 3

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit

I.

Standar Kompetensi :

3.Memahami wujud zat dan perubahannya

II.

Kompetensi Dasar :

3.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

III.

Indikator

1.

Kognitif

a.

Produk:

1.

Mendefenisikan pengertian massa jenis

2.

Menentukan massa jenis suatu zat melalui percobaan

b.

Proses:

1.

Melakukan percobaan tentang massa jenis

2.

Menentukan massa jenis suatu zat

3.

Mengumpulkan laporan mengenai yang di eksperimenkan

4.

Menginterpretasikan hasil eksperimennya

94

2. Afektif:

a. Karakter Dalam melakukan kegiatan pengamatan diharapkan siswa menunjukkan

sifat:

1) Jujur : jujur dalam melaporkan hasil pengamatan 2) Tanggungjawab : bertanggungjawab atas penggunaan alat dan bahan 3) Berfikir kritis

b. Ketrampilan social :

Dalam melakukan kegiatan pengamatan dapat berpartisipasi aktif dalam

hal:

4)

5) Menyumbangkan ide atau berpendapat: Menyampaikan ide pendapat jika hal tersebut dapat menyelesaikan masalah 6) Menjadi pendengar yang baik : Mendengarkan dengan baik jika ada pendapat lain

Bertanya: Bertanya jika memang diperlukan

3. Psikomotor:

3. Melakukan percobaan tentang massa jenis

4. Mengamati besar massa jenis suatu zat

IV. Tujuan Pembelajaran

1. Kognitif

a.

Produk

1.

Secara kelompok, siswa dapa tmenentukan dan menjelaskan tentang massa jenis

2.

Secara mandiri, siswa dapat membuat laporan percobaan secara tepat dan sistematis.

b.

Proses

1.

Disediakan alat dan bahan, siswa dapat melakukan percobaan tentang massa jenis

95

2.

Melalui

pengelompokkan, menyusun dan menggunakan alat dalam percobaan.

percobaan,

siswa

dapat

melakukan

pengamatan,

2. Afektif

1. Terlibat aktif dalam pembelajaran dan menunjukkan karakter berpikir kreatif, kritis dan logis, bekerja teliti, jujur, dan berperilaku santun. 2. Bekerjasama dalam kegiatan praktek dan aktif menyampaikan pendapat, menjadi pendengar yang baik, dan menanggapi pendapat orang lain dalam diskusi.

3.

Psikomotor

Terampil dalam alat dan menggunakan bahan dalam percobaan wujud zat

V.

Materi Pembelajaran :

6. Massa Jenis

a) Massa jenis sebagai salah satu ciri khas suatu zat Secara matematis, massa jenis dirumuskan :

 
 

Dengan : ρ = massa jenis (kg/m 3 atau g/ cm 3 ) m = massa benda (kg/g) V = Volume benda (m 3 atau cm 3 )

VI.

Model dan Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran:

Model pembelajaran Terpadu Webbed Metode Pembelajaran: Ceramah, Tanya jawab, Diskusi, Eksperimen,

Pemberian tugas

VII.

Sumber Belajar :

Mangunwiyoto, W. Harjono, (2004), pokok-pokok fisika SMP untuk kelas VII, Erlangga : Jakarta

96

Sulastri, S, (2006), Fisika untuk SMP/MADRASAH TSANAWIAH, Erlangga : Jakarta

VIII. Media Pembelajaran

Kelas Eksperimen

Alat dan Bahan

No

Alat dan Bahan

Jumlah

1

Minyak

Secukupnya

2

Air

Secukupnya

3

Gelas

2 buah

Kelas Kontrol

Alat dan Bahan

Spidol

Papan tulis

89

97

IX. Langkah-langkah Pembelajaran

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kelas Eksperimen (Pertemuan III)

Kegiatan Pembelajaran

 

Tahap

Metode

Media

Alokasi

Sumber

Pembelajaran

waktu

Belajar

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

Menyampaikan pembelajaran

tujuan

Mendengarkan dan menyimak penjelasan dari guru

Pendahuluan

Ceramah

Spidol

10 menit

Mangunwi

 

yoto, W.

Memberikan Apersepsi

Memperhatikan guru

Harjono,

(2004),

tentang materi yang akan dipelajari. Bagaimana jika air dicampur dengan minyak

dan

mencoba

menjawab

pertanyaan

yang

Tanya

diajukan guru

jawab

?

90

Menyampaikan materi pembelajaran mengenai massa jenis zat

Siswa

duduk

diam

 

Ceramah

15 menit

Mangunwi

dalam

kelompoknya

Kegiatan Inti

yoto, W.

menemukan

konsep,

Harjono,

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya

prinsip,

hukum,

Fase II

(2004),

persamaan,

teori,

Presensi

perubahan wujud zat

Materi

Memberikan

soal-soal

dengan

berpedoman

latihan

dengan LKS melaui

eksperimen yaitu :

1. Mendefenisika

n

pengertian

massa jenis

2. Menentukan

massa

jenis

suatu

zat

melalui

percobaan

91

98

       

Aqua gelas

 

Minyak

         

siswa

Membagi

dalam

Membentuk

 

Fase III

Eksperi

 

25 menit

kelompok.

kelompok

membimbing

men

Air

 

pelatihan

Membagi

LKS

Percobaan

Menerima

 

LKS

Membimbing

siswa

percobaan

 

dalam kelompok

siswa melakukan

praktikum mengenai massa jenis zat

Mengetahui massa jenis suatu zat

1.

Membuktikan

perbedaan massa

Meminta lembar hasil kerja kelompok

jenis

air

dan

minyakt melalui

 

percobaan

 

92

100

 

Mengumpulkan hasil kerja kelompok

       

Meminta salah satu

   

Diskusi

   

kelompok

mempersentasikan hasil kegiatan sesuai dengan LKS

untuk

Mempersentasikan hasil kegiatan sesuai dengan LKS

Fase IV

Tanya

15

menit

Mangunwi

Menelaah

jawab

 

yoto, W.

pemahaman

Harjono,

(2004),

Meminta

anggota

 

dan

kelompok

lain

memberikan

menanggapi

hasil

umpan balik

persentasi

Menanggapi

kelompok

yang

presentasi

Membimbing

siswa

Menyimpulkan

 

Fase V

Cerama

10

menit

Mangunwi

menyimpulkan

 

h

 

yoto,

W.

Mengembang

kan dengan

Harjono,

93
93
   

memberikan

       

(2004),

kesempatan

untuk

pelatihan

lanjutan dan

penerapan

Guru memberikan Tugas kepada siswa

Siswa Mengerjakan Tugas

Fase VI:

 

Penugas

5 menit

 

Menganalisis

an

   

dan

Mengevaluasi

 

Jumlah

80 menit

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kelas Kontrol

 
 

Kegiatan Pembelajaran

 

Tahap

 

Metode

Media

Alokasi

Sumber

   

Pembelajara

waktu

Belajar

 

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

 

101

104

       

n

 

Memberi

salam

dan

Menjawab salam salam guru

 

Ceramah

Spidol

10 menit

membuka

pelajaran,

Papan Tulis

dilanjutkan

dengan

memeriksa kehadiran siswa

Memberikan Apersepsi

tentang materi yang akan dipelajari.

Mendengarkan, memperhatikan dan Menjawab pertanyaan yang diajukan guru

Pendahulu

an

 

Tanya

Bagaimana

jika

air

jawab

dicampur minyak

Meyampaikan

tujuan

 

pembelajaran

Mendengarkan

tujuan

pembelajaran

Ceramah

Menyampaikan materi pembelajaran mengenai

Mendengarkan

 

Ceramah

 

penjelasan guru

94

 Menyampaikan materi pembelajaran mengenai  Mendengarkan   Ceramah   penjelasan guru 94

103

gaya antar partikel

       

60

menit

Mangunwi

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya

Bertanya

Tanya

jawab

 

yoto, W.

Harjono,

Kegiatan

(2004),

Memberikan soal-soal latihan

Mengerjakan soal- soal latihan yang diberikan guru

Inti

Ceramah

Pemberian

 

Tugas

Membuat kesimpulan

Mendegarkan

Penutup

Ceramah

10

menit

 

tentang

materi

yang

 

Mangunwi

dibahas

yoto, W.

Memberi

tugas

untuk

Harjono,

dikerjakan dirumah

(2004),

Mencatat tugas yang diberikan

 

Jumlah

 

80 menit

95

Harjono, dikerjakan dirumah (2004),  Mencatat tugas yang diberikan   Jumlah   80 menit 95

105

104

X. Penilaian

Teknik Penilaian

: Tertulis

Bentuk penilaian

: Essai

Teknik

: Penilaian hasil belajar

Mahasiswa Peneliti

Afifah Yanthi Nasution Nim: 409321001

106

PENILAIAN PRODUK

NO

SOAL

 

Jawaban

 

1

Jelaskan apa yang dimaksud dengan massa jenis ?

Massa

jenis

merupakan

perbandingan

antar

mass

 

dan

 

volume benda

 

2

Sebuah kubus massanya 62 g dan volumenya 8 cm 3 . Massa jenis kubus tersebut adalah ?

Diketahui :

2 Sebuah kubus massanya 62 g dan volumenya 8 cm 3 . Massa jenis kubus tersebut
 
 
  8 cm 3

8 cm 3

 

Ditanya

:

  Ditanya : ?

?

Jawab

:

jenis kubus tersebut adalah ? Diketahui :     8 cm 3   Ditanya : ?
 
 
cm 3

cm

3

Tingkat Penugasan

skor yang diperoleh

x100%

skor maksimum

Arti tingkat penguasaan yang di capai :

90

% - 100 % = baik sekali

80

% - 89 % = baik

70

% - 79 % = sedang

60

% - 69 % = cukup

50% - 59 % = kurang

107

Lembar kerja siswa 1 Perubahan Wujud Zat

I. Standar Kompetensi :

3. Memahami wujud zat dan perubahannya

II. Kompetensi Dasar :

b.

sifat-sifat zat

dalam kehidupan sehari-hari

Menyelidiki

III. Indikator

berdasarkan

wujudnya

dan

penerapannya

1. Membuktikan proses perubahan wujud zat dalam percobaan

2. Mdngetahui perubahan wujud zat melalui percobaan

IV. Alat dan Bahan

Beker glas/gelas kimia

\

percobaan IV. Alat dan Bahan Beker glas/gelas kimia \ Bunsen/pemanas spiritus Korek api Sendok Kapur barus

Bunsen/pemanas spiritus

Alat dan Bahan Beker glas/gelas kimia \ Bunsen/pemanas spiritus Korek api Sendok Kapur barus Apel Gelas

Korek api

Alat dan Bahan Beker glas/gelas kimia \ Bunsen/pemanas spiritus Korek api Sendok Kapur barus Apel Gelas

Sendok

Alat dan Bahan Beker glas/gelas kimia \ Bunsen/pemanas spiritus Korek api Sendok Kapur barus Apel Gelas

Kapur barus

Alat dan Bahan Beker glas/gelas kimia \ Bunsen/pemanas spiritus Korek api Sendok Kapur barus Apel Gelas

Apel

Gelas

Alat dan Bahan Beker glas/gelas kimia \ Bunsen/pemanas spiritus Korek api Sendok Kapur barus Apel Gelas

Kertas

.

Lilin

Alat dan Bahan Beker glas/gelas kimia \ Bunsen/pemanas spiritus Korek api Sendok Kapur barus Apel Gelas

Air

108

Kegiatan 1

Langkah Kerja

1. Panaskan beker gelas diatas lilin yang menyala

2. Setelah itu masukkan potongan lilin kedalam tabung

3. Amati apa yang terjadi

4. Keluarkan tabung berisi lilin cair

5. Biarkan lilin beberapa menit

6. Amati apa yang terjadi

 

Kegiatan

Hasil pengamatan

N

percobaan

 

o

Perubahan

Perubahan

 

bentuk

wujud

1

Lilin dipanaskan

   

.

2

Lilin

cair

   

didinginkan

Kegiatan 2

1. Panaskan air dalam sebuah bejana

2. Amati apa yang keluar dari mulut bejana

3. Pasanglah cermin atau lengkungan sendok besi didekat mulut bejana

4. Kemudian jauhkan cermin atau sendok dari mulut bejana ! Amati apa yang

terjadi !

109

Kegiatan

percobaan

Hasil pengamatan

No

Perubahan

bentuk

Perubahan wujud

1.

Air di didihkan

2

Setelah

didihkan

cermin

bejana

air

letakkan

dimulut

di

Kegiatan 3

1. Masukkan kapur barus kedalam tabung reaksi

2. Panaskan tabung reaksi yang berisi kapur barus tersebut

3. Amati apa yang terjadi pada kapur barus tersebut

Kegiatan

percobaan

Hasil pengamatan

No

Perubahan

bentuk

Perubahan wujud

1.

Kapur

dipanaskan

barus

1. Jelaskan proses perubahan wujud zat yang terjadi berdasarkan perobaan di

atas dan sifat-sifat zatnya?

2. Buatlah kesimpulan mengenai percobaan yang kamu lakukan ?

Kegiatan 4

1. Sediakan beberapa kertas yang sudah tidak dipakai

2. Kemudian bakar kertas sampai habis

110

Kegiatan

percobaan

Hasil pengamatan

No

Perubahan

bentuk

Perubahan

1.

Kertas dibakar

Kegiatan 5

1. Sediakan buah apel yang masi segar

2. Kemudian potong buah apel menjadi dua bagian

3. Tunggu beberapa menit, apati apa yang terjadi pada buah apel yang

dipotong ?

Kegiatan

percobaan

Hasil pengamatan

No

Perubahan

bentuk

Perubahan

1.

Buah

dipotong

dibiarkan

beberapa menit

apel

dan

111

Lembar Kerja Siswa II Kohesi, Adhesi, dan kapilaritas

I. Standar Kompetensi :

3. Memahami wujud zat dan perubahannya

II. Kompetensi Dasar :

3.1. Menyelidiki

sifat-sifat zat

berdasarkan

dalam kehidupan sehari-hari

III. Tujuan

wujudnya

dan

penerapannya

1. Membedakan peristiwa adhesi, kohesi, dan kapilaritas melalui percobaan

2. Mampu mengetahui penyebab kohesi, adhesi dan kapilaritas melalui percobaan

IV. Alat dan Bahan :

Aqua Gelas Bekas

melalui percobaan IV. Alat dan Bahan : Aqua Gelas Bekas tissue Air Secukupnya Langkah Kerja :

tissue

percobaan IV. Alat dan Bahan : Aqua Gelas Bekas tissue Air Secukupnya Langkah Kerja : Daun

Air Secukupnya Langkah Kerja

:

Daun keladi

Bekas tissue Air Secukupnya Langkah Kerja : Daun keladi 1. Siapkan alat dan bahan di atas

1. Siapkan alat dan bahan di atas meja!

Piring

: Daun keladi 1. Siapkan alat dan bahan di atas meja! Piring 2. Isi gelas dengan

2. Isi gelas dengan air secukupnya, Perhatikan permukaan gelas kemudian amati peristiwa apa yang terjadi?

3. Tuangkan air di atas daun talas ! Dibagian bawah daun talas tamping piring plastik, agar air tidak menyebar kemana-mana ! (Gambar 2. a)

4. Catat peristiwa apa yang terjadi!

5. Untuk percobaan peristiwa kapilaritas, masukkan air ke dalam gelas dan masukkan ujung saputangan(tissue) kedalam gelas yang telah berisi air tersebut. Seperti pada gambar 2.b

112

6. Bagaimana keadaan air. Apakah saputangan menyerap air? Jika ya,

peristiwa apa yang terjadi?

7. Isi tabel kemudian diskusikandengankelompokmu!

terjadi? 7. Isi tabel kemudian diskusikandengankelompokmu! Gambar 2.a Gambar 2.b No   Kegiatan percobaan

Gambar 2.a

7. Isi tabel kemudian diskusikandengankelompokmu! Gambar 2.a Gambar 2.b No   Kegiatan percobaan

Gambar 2.b

No

 

Kegiatan percobaan

Hasilpengamatan

Gejala

Jenis peristiwa

1.

 

Air dituang di atas daun talas apa yang terjadi

…………

…………

2.

 

Saputangan dimasukkan ke dalam aqua gelas yang berisi air

…………

…………

1.

Buatlah kesimpulan mengenai percobaan diatas?

 

113

Lembar Kegiatan Siswa (III)

I. Standar Kompetensi :

3. Memahami wujud zat dan perubahannya

II. Kompetensi Dasar :

3.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam

kehidupan sehari-hari

III. Indicator

1. Membuktikan perbedaan massa jenis air dan minyak

2. Mampu menghipotesis pengaruh besar massa jenis berdasarkan

percobaan

IV. Alat dan Bahan:

1. Gelas ukur

2. Minyak goreng

3. Air secukupnya

Langkah kerja :

1. Sediakan alat dan bahan yang digunakan

2. Letakkan gelas ukur diatas meja, kemudian siapkan minyak goreng dan air

3. Masukkan kedalam gelas ukur yang masih kosong kira-kira 10 mil minyak

goreng, kemudian masukkan air dengan ukuran yang sama . amati apa

yang terjadi.

Kegiatan

percobaan

Hasil pengamatan

N

o

Bercampur

Tidak

bercampur

posisi

1

.

Minyak

dituang

gelas ukur

goreng

kedalam

114

2

Setelah itu minyak goreng dicampur dengan air

2 Setelah itu minyak goreng dicampur dengan air
2 Setelah itu minyak goreng dicampur dengan air
2 Setelah itu minyak goreng dicampur dengan air

1. Lengkapilah table hasil pengamatan diatas ?

2. Apa yang mempengaruhi air dan minyak bensin tidak dapat menyatu

dimasukkan ke dalam satu wadah, sehingga posisi air terletak di bawah

minyak bensin?

3. Buatlah kesimpulan mengenai percobaan diatas ?

115

Lampiran 2

TABEL KISI-KISI TES HASIL BELAJAR

Satuan Pendidikan

Mata Pelajaran

Materi Pokok

: SMP

: IPA (Fisika)

: Zat dan Wujudnya

 

Kelas/ Semester

: VII / Ganjil

N

INDIKATOR

KATEGORI

 

SOAL

KUNCI JAWABAN

O

 

1

Siswa dapat

C

1

1. Massa jenis didefenisikan sebagai

Kunci Jawban : B Pembahasan :

mendefenisikan

 

a. Banyaknya massa yang di kandumg dalam suatu zat

pengertian massa

Banyaknya massa zat per satuan volume

jenis

b. Banyaknya massa zat per satuan volume

c. Banyaknya volume per massa zat

 

d. Volume zat dikalikan massa zat

116

2

Siswa mampu menentukan massa jenis suatu zat

C

3

2. Minyak tanah dan air dimasukkan dalam sebuah tabung kaca, kemudian dikocok- kocok. Setelah didiamkan beberapa lama, ternyata keduanya tampak terpisah, minyak tanah berada di atas permukaan air. Dari peristiwa ini dapat diketahui bahwa ……

Jawaban : D Alasan Massa jenis minyak tanah lebih kecil daripada massa jenis air.

 

a. Minyak tanah membasahi diding

b. Tabung, sedangkan air tidak dinding membasahi tabung.

c. Adhesi antara partikel minyak tanah dan partikel udara lebih besar daripada adhesi antara partikel air dan partikel udara.

d.

Massa jenis minyak tanah lebih kecil daripada massa jenis air.

3

Siswa dapat menyimpulkan tingginya permukaan zat cair dalam pipa kapiler berdasarkan

C

5

3.

Bila bejana berikut di isi dengan raksa maka permukaan raksa pada masing-masing bejana yang benar ditunjukkan pada gambar….

Jawab : B Alasan:

 

Raksa merupakan salah satu contoh meniskus cembung. Oleh karena itu semakin kecil pipa

117

 

gambar

 
a b c d
a
b
c
d

kapiler, semakin rendah pula permukaan zat cair dalam pipa tersebut. Hal ini disebabkan kohesi > adhesi

4

Siswa dapat mengelompokkan contoh perubahan fisika

C

2

4. Perubahan berikut termasuk contoh perubahan fisika, kecuali …

Kunci Jawaban : A Pembahasan :

 

a. Es mencair

Yang termasuk perubahan fisika :

b. kapur barus menyublim

1. Menguap dan mengembun

 

c. gula larut dalam air

2. Mencair dan membeku

d. besi berkarat

3. Menyublim dan deposisi

4. Melarut dan mengkristal

5

Siswa dapat Menentukan perubahan wujud zat cair

C

3

5. Perubahan air menjadi es atau sebaliknya disebut perubahan.

Jawab: C Perubahan fisika

adalah

 

a. Kimia

c. Fisika

perubahan yang tidak menghasilkan bentuk baru.

b. Biasa

d. Alam

6

Siswa dapat menghitung besarnya massa jenis

C

3

6. Aluminium yang massanya 135 gr dan volumenya 50 cm 3 maka besar massa jenis aluminium adalah

Kunci Jawaban : B Dik : m = 135 gr

 
 

118

 

aluminium

   

a.

0,27 gr/cm 3

Dit :

  aluminium     a. 0,27 gr/cm 3 Dit :

b.

2,7 gr/cm 3

Jawab :

 

c.

27 gr/cm 3

c. 27 gr/cm 3 2,7 gr/cm

2,7 gr/cm

d.

270 gr/cm 3

7

Siswa dapat

C

4

7.

Perhatikan ciri-ciri zat berikut:

Jawaban : B Alasan :

 

mengkategorikan

 

1.

Volume berubah sesuai tempatnya.

sifat-sifat gas

2. Bentuk tetap

 

Sifat gas yaitu :

3. Bentuk selalu berubah sesuai tempatnya.

1. Jarak antar partikelnya sangat renggang

4. Volume selalu tetap

Sifat-sifat gas sesuai dengan ciri-ciri di atas adalah

2. Gaya tarik antar partikelnya sangat lemah

a.

2 dan 3

c. 1 dan 2

3. Volumenya berubah

b.

1 dan 3

d. 2 dan 4

4. Bentuknya berubah

8

Siswa dapat mengkategorikan peristiwa perubahan wujud dari padat menjadi cair dalam

C

4

8.

Pernyataan dibawah ini yang termasuk contoh peristiwa perubahan wujud zat dari padat menjadi cair dalam kehidupan sehari-hari

1. Kapur barus yang menyublim

Kunci Jawaban : B Pembahasan :

 
 

Perubahan zat padat menjadi cair terjadi pada peristiwa es batu yang di panaskan dan lilin yang