Anda di halaman 1dari 20

MIKOLOGI

Mikologi berasal dari kata :


Myces : jamur
Logos : ilmu
Jadi Mikologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang jamur.
Sedangkan Mikologi medik adalah Ilmu yang mempelajari jamur dan penyakitnya pada manusia.
-

Sinonim jamur yaitu fungi, mycetes, kapang, kulat, lapuk


Jamur adalah jenis tumbuhan tingkat rendah yang tidak memiliki klorofil
Tidak dapat membentuk makanannya sendiri
Tergantung pada organisme lain (heterotropik) ; tumbuhan yang berklorofil bersifat

autotrof
Berperan sebagai saprofit dan parasit
Ada yang bersifat opurtunistik, jika dalam keadaan lemah jamur tersebut dapat

menyebabkan penyakit
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur :
Kelembaban tinggi
Tersedia bahan organik yang mati yang mengalami pembusukan

Peranan Jamur Dalam Kehidupan Manusia


1. Baik dalam pengembangan industri, makanan, obat-obatan (penisilium natatum)
2. Buruk merusak benda-benda (pakaian,sepatu,buku,makanan)
Ada yang menghasilkan toksin (mikotoksin) seperti aflatoksin yang diduga bersifat
karsinogen (yang dapat merangsang terjadinya kanker)
Struktur dan Morfologi Jamur
-

Makroskopik ; koloni (kumpulan satu jenis jamur yang berasal dari satu sel jamur)
Mikroskopik ; sel secara individu terdiri dari hofa,septa,spora.

Ada 3 macam koloni jamur :


1. Koloni ragi
2. Koloni yang menyerupai ragi, dan
3. Koloni filamentous (seperti serabut-serabut)

Perkembangbiakan
1.

Fungi bersel satu (uniseluler)

Perkembangbiakan secara vegetatif dengan cara membentuk tunas, sedangkan


perkembangbiakan secara generatif dengan cara menggunakan ascus.
contoh : jamur ragi (Saccaromyces sp)
2.

Fungi bersel banyak (multiseluler)


Perkembangbiakan vegetatif pada fungi multiseluler dengan menggunakan spora aseksual
yang terbentuk dalam sporangium atau konidium.
Sedangkan perkembangbiakan generatif dengan menggunakan spora seksual yang terbentuk
dalam ascus atau basidium.

Habitat
Fungi hidup pada lingkungan yang beragam namun sebagian besar jamur hidup di tempat yang
lembab. Habitat fungi berada di darat dan tempat yang lembab. Meskipun demikian banyak pula
jamur yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau di air tawar. Jamur juga
dapat hidup di lingkungan yang asam.
Morfologi Jamur
Sampai saat ini dikenal 200.000 spesies jamur tetapi hanya 50 spesies yang patogen pada
manusia yaitu : 20 spesies menyerang kulit
12 spesies menyerang sub kutis
18 spesies menyerang alat diam dan sistematis
Mikosis spesialis : Jamur yang menyerang permukaan tubuh.
Jamur tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat mencerna makanan sendiri.
Hidup sebagai parasit atau saprofit terhadap organisme lain.

Hifa
Jamur tersusun atas benang-benang filamen yang memanjang
Hifa ada yang dibatasi oleh sekat yang disebut septa. Hifa ini disebut hifa bersepta.
Jika tidak bersepta disebut hifa senosit. Ukuran dan panjang hifa berbeda-beda. Ada yang
berdiameter 10-20 .
Panjang hifa tidak dapat menentukan ciri-ciri khas spesies jamur karena hifa bersifat lentur dan
mudah patah sehingga tampak memendek.

Jamur yang sedang berkembangbiak membentuk hifa-hifa yang membelit panjang sehingga
berupa anyaman berupa suatu massa yang disebut misselium. Misellium dapat dilihat secara
makroskopik.
Hifa terdiri dari 3 kelompok :
1. Dinding sel
2. Cairan sel (protoplasma)
3. Inti sel (nukleus)
Jenis-jenis hifa:
Menurut fungsinya hifa dibagi atas:
1. Hifa vegetatif : menuju ke arah substrat
(bawah) yang berfungsi mengambil zat-zat
makanan
2. Hifa udara : menuju ke atas berfungsi untuk
mengambil O2.
3. Hifa produktif : menjulang ke atas
permukaan substrat, fungsinya membentuk
alat-alat reproduksi.
Menurut bentuk hifa dibagi atas :
1. Hifa bersepta

2. Hifa tidak bersepta (senosit)


3. Hifa semu (pseudohifa) bentuk sel ragi yang menyerupai hifa memanjang.

Spora

Spora merupakan alat reproduksi. Bentuk bulat, kerucut, lonjong, diameter 1-3 . Spora
dalam pertumbuhannya makin lama membesar dan memanjang sehingga membentuk hifa.
Reproduksi jamur ada seksual dan aseksual. Oleh sebab itu spora jamur ada yang spora seksual
dan spora aseksual.
Spora aseksual yaitu :
1. Talospora
2. Konidiospora
3. Sporangiospora
Spora seksual yaitu :
1.
2.
3.
4.

Askospora
Basidiospora
Zigospora
Oospora

Makroskopis

Koloni : kumpulan jamur sejenis yang terdapat dalam ruang yang sama.
Koloni jamur dapat dipergunakan membantu identifikasi jamur,karena bentuk dan warna yang
berbeda-beda.
Bentuk koloni jamur :
1. Koloni ragi : terdiri dari sel-sel ragi dan tidak mempunyai miselium.
2. Koloni menyerupai ragi : terdiri dari sel-sel ragi dan miselium semu.
3. Koloni filamen : terdiri dari hifa sejati yang membentuk miselium dan spora.

Diagnosa mikosis secara


laboratorium
Mikosis : infeksi yang disebabkan oleh jamur

Dermatitis : kelainan pada kulit


Dermatitis kontak : kelainan pada kulit yang disebabkan zat-zat kimia yang kontak

langsung . misalnya terkena sabun.


Dermatomikosis : kelainan pada kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Spesifik
pada kulit yang terinfeksi jamur agak meninggi dan ada pesikel (bintik-bintik kecil
cairan)
*tinea versicolor : warna ulit yang terinfeksi oleh jamur sesuai dengan warna
infeksinya.

Selain dari gejala gejala khas dari masing masing jamur, untuk diagnosa penyakit jamur dengan
beberapa pemeriksaan laboratorium.
1.
2.
3.
4.
5.

Pemeriksaan Preparat langsung (sediaan langsung)


Pembiakan (cultur)
Reaksi immunologik
Biopsi atau pemeriksaan histopatologik
Pemeriksaan dengan sinar wood

Keterangan:
1. Pemeriksaan langsung
Untuk melihat adanya infeksi jamur perlu dibuat preparat dari kerokan kulit,rambut,atau
kuku.
Reagensia yang digunakan : KOH
Untuk Kulit
: 10 % KOH
Untuk Rambut
: 20% KOH
Untuk Kuku
: 40% KOH
-fungsi KOH pada sediaan adalah untuk melarutkan kreatin (zat tanduk) kulit,rambut dan

kuku dengan demikian yang tinggal hanya elemen jamurnya saja.


Setelah dibiarkan 5 menit atau sesudah dipanasi diatas api kecil (jangan sampai
menguap), maka dilihat dibawah mikroskop dengan pembesaran 10 X

Adanya elemen jamur tampak sebagai benang-benang hifa, dan bola-bola kecil sebagai
spora berukuran 1-3
Cara kerja :
1.
2.
3.
4.

Teteskan pada objek glass KOH sesuai dengan sampel,


Kerok sampel dan letakkan pada objek glass yang sudah ditetesi dengan KOH
Panaskan jangan samapi menguap,
Periksa dibawah mikroskop.
Adanya elemen jamur tampak sebagai benang-benang hifa dan bola bola kecil sebagai
spora berukuran 1-3
Cara pengambilan sampel
Kulit
Kulit dipilih dari bagian yang aktif, yaitu daerah pinggir, terlebih dahulu bersihkan
dengan alkohol 70%, lalu dikerok dengan skalpel, sehingga diperoleh skuama (sisik
kulit) yang cukup lalu tuangi dengan larutan KOH 10%
Rambut
Rambut yang dipilih yaitu rambut yang terpu tus-putus atau rambut yang warnanya
tidak mengkilap lagi. Kemudian dituangi larutan KOH 20%
Kuku
Bahan diambil dari massa dibawah kuku atau dari bahan kuku yang rusak. Kemudian
dituangi larutan KOH 40% lalu diperiksa dibawah mikroskop untuk melihat adanya
hifa atau spora jamur

2. Pembiakan (Cultur)
Pembiakan dilakukan pada media sabaroud agar pada suhu kamar 25-30c, setelah 1
minggu lihat perkembangan koloni.
Bentuk koloni:
1. Koloni Ragi
Makroskopis: tampak bulat,lunak,lembek,halus,rata,mengkilat,tidak berpigmen,
kuning seperti koloni bakteri
Mikroskopik hanya didapati sel-sel ragi (tampak seolah-olah mempunyai 2 dinding
sel) kadang-kadang dijumpai adanya budding sel ( sel tunas), misalnya candida
2. Koloni Menyerupai Ragi
makroskopik tampak lembek, permukaan halus, mengkilat, berwarna putih
kekuningan.
Mikroskopik tampak sebagai sel-sel tunggal dan kadang-kadang tampak sebagai
miselium semu (pseudomiselium)
Pseudomiselium tampak sel memanjang tidak khas dan tidak bersekat. Kadang ada
tampak sel bulat dan ada yang bertunas
3. Koloni Filamen

Makroskopik tampak sebagai kapas, berupa benang benang halus, permukaan dan
pinggirannya tidak rata, menonjol diatas permukaan media. Mikrosopik tampak
adanya hifa sejati, berinti dan mempunyai sekat (septum). Kadang-kadang tampak
bentuk campuran
Yaitu pada pembiakan 37C dapat menghasilkan koloni ragi, tetapi pada suhu
kamar akan menghasilkan koloni filamen
3.Reaksi imunologi
Dengan menyuntikkan secara intrakutan semacam antigen (yang dibuat dari koloni
jamur). Bila reaksi alergi positipberarti ada infeksi oleh jamur.
Mis;
a. Reaksi trikofitin. Antigen yang dibuat dari hasil pembiakan trikomikosis. Kalau positif
berarti ada trikofiton sp
b. Reaksi Histoplasmin. Antigen yang dibuat dari pembiakan Histoplasma capsulatum.
Kalau positif berarti ada infeksi Histoplasma capsulatum
c. Reaksi sporotrikin. Antigen yang dibuat dari koloni sporotrichum schenkii. Kalau posisit
berarti ada infeksi species sporotrichum

4. Biopsi dan pemeriksaan histopatologi.


Dari jaringan biopsi dilakukan pewarnaan khusus seperti pewarnaan gram yang
dapat mewarnai elemen jamur dalam jaringan, sehingga tampak lebih jelas.
Gram positif : ungu
5. Pemeriksaan Sinar wood
Yaitu sinar UV yang stelah melewati suatu jaringan wood, sinar yang tadinya bersifat
polikhromatis menjadi monokhro matis dengan panjang gelombang 3600 nm, sinar ini
tidak dapat dilihat.Bila sinar ini diarahkan kekulit atau rambut,yang mengalami infeksi
jamur tertentu, maka sinar ini berubah menjadi sinar yang dapat dilihat dengan memberi
warna yang kehijauan atau berfluoresensi. Apabila pemeriksaan memberikan fluoresensi,
maka sinar wood dinyatakan positif dan sebaliknya . Jamur yang sinar wood positip
adalah Microsporum lanosum, Microsporum audolini, Microsporum canis, Malasezia
furfur
Mikosis terbagi atas:
1. Mikosis Superfisialis
a. Non dermatomikos
b. Dermatomikosis
2. Mikosis Subkutis
3. Mikosis Dalam (Profunda)/Sistematik

1. Mikosis Superfisialis
7

Hanya menyerang permukaan tubuh, seperti: tanduk kuku, kulit, dan rambut.
Mikosis superfisialis terbagi atas:
a. Non dermatomikosis, infeksi jamur yang menyebabkan kelainan pada lapisan kulit
paling luar dan penyebabnya adalah jamur yang bukan golongan dermatophyta , yakni
jamur yang tidak bersifat keratino filik.
Contoh: Panu( PitriasisVersicolor)
Mikosis yang disebabkan oleh jamur golongan non dermatofita:

Ftriasis Versicolor

Tinea Nigra Palmaris

Onikomikosis

Piedra

Trikomikosis Oksilaris

Otomikosis

b. Dermatomikosis
Infeksi jamur yang menyebabkan kelainan pada kulit, mulai dari stratum korneum
sampai stratum basilis.
Jamur penyebabnya bersifat keratinofilik, yakni jamur yang dapat merusak
keratin/protein kulit.
Kelainan pada kulit mempunyai batas tegas, dasar kemerahan, dilapisi sisik dengan
proses aktif dibagian tepi membentuk vesikel halus
Gejala : gatal-gatal
Tiga (3) Genus Golongan Dermatomikosis:
1. Mikrosporum
2. Trychopyton
3. Epidermophyton
Contoh: a. Tinea Korporis

: jamur yang menyerang daerah yang terjepit karena


memakai yang ketat-ketat

b. Tinea Imbrikata

: menyerang permukaan badan yang pinggirannya


merah dan bentuk pesikel lama-lama menyatu

c. Tinea Kapitis

: menyerang kepala.menyebabkan kebotakan

d. Tinea Pedis

: menyerang kaki, telapak kaki, sela-sela jari kaki,


antara jari ke 3 danke 4.

e. Onikomikosis

: menyerang kuku.

f. Otomikosisi

: menyerang liang telinga, penyerang jamur


aspergillus

Lapisan Kulit yang Digolongkan Dermatomikosis adalah lapisan epidermis:


Stratum Basalis ( Germinativum )
Adalah lapisan sel-sel yang melekat pada jaringan ikat.
1. Stratum Spinosum
adalah lapisan sel tanduk yang disatukan dan tonjolan-tonjolan menyerupai spina.
2. Stratum Granulosum
Terdiri dari tiga atau lima lapisan dengan granula keratohialin yang merupakan
precursor pembentuk keratin.
3. Stratum Lusidum
Lapisan jernih dan tembus cahaya dari sel-sel gepeng tidak bernukleus yang mati
atau hampir mati, dengan ketebalan 4-7 lapisan sel.
4. Stratum Korneum
Lapisan epidermis teratas, yang terdiri dari 25-30 lapisan sisik tidak hidup, yang
sangat terkeratinisasi dan semakin gepeng saat mendekati permukaan kulit.

2. Mikosis Subkutis
Menyebabkan kelainan dibawah kulit, gejalanya seperti abses.Abses pecah menyebabkan
borok/luka dalam, masuk dalam kulit melalui tusukan, misalnya tusukan duri.
Contoh: Nokardosis.

3. Mikosis Dalam (Profunda)/Sistematik


Menyerang bagian dalam tubuh yang menyerang system imun tubuh.
Contoh: Organ yang diserang yaitu paru-paru oleh histoplasmosis (Pneumonia),
Aspergillosis, Candidiasis oleh Candida.
Intermediet: bisa dalam kulit dan dalam tubuh.
Secara normal Candida ada dalam tubuh, namun apabila ada faktor predisposisi maka
akan menyerang tubuh.
Froalbus normal pada vagina, namun bisa bahaya jika:
- Menggunakan Obat Kontrasepsi
- Defisiensi Vitamin B2
- Kehamilan

Mikosis yang disebabkan oleh jamur golongan nondermatofita


-Fitriasis Versikolor
-Tinea Nigra Palmaris
-Onikomikosis
-Piedra
-Trikomikosis Oksilaris
-Otomikosis

Tinea Nigra Palmaris

Mengenai tangan, berupa bercak-bercak berwarna hitam, kadang-kadang ditemukan pada


kulit telapak kaki, tidak terasa sakit, tidak ada tanda radang, kadang meluas sampai
kepunggung, tangan, leher, dada, dan muka.
Penyebabnya adalah Cladosporium Werneckii atau Cladostorum Mansani
Patologi dan Klinik

10

Menyerang telapak tangan dan kaki, menimbulkan bercak-bercak hitam.Keluhan


penderita adalah alergi kosmetik, dan kadang terasa gatal seperti terkena AgNO3.
Diagnosis
Bahan: Kerokankulit ditempat kelainan, denganmenggunakan KOH 10%
Jamur tampak sebagaihifa dan tunas yang berwarna hitam atau hijau tua. Diagnosis
dapat juga ditegakkan dengan gejala klinis.
Terapi

Pemberian secara lokal salep anti jamur

Onikomikosis
Penyakit jamur pada kuku
Penyebab : candida dan dermatofita, kadang disebabkan oleh aspergilus, skopularpopsis, atau
jamur lain.
Jika disebabkan oleh dermatofita disebut Tinea unguium
Patologi klinik : menyebabkan kuku menjadi tidak rata, mengkilat,rapuh atau mengeras

11

Dermatofitosis (kurap atau tinea)


Penyebab: jamur golongan dermatofita yang dapat mencernakan keratin kulit
Terdiri dari 3 genus:
1. Mikrosporum
2. Trichophyton
3. Epidermophyton ; koloni membentuk filamen.

Pitriasis versikolor (Panu)


Termasuk mikosis superfisialis non-dermatomikosis
Penyebab : Malassesia furfur (pityrosporum orbiculare dan pityrosporum ovale)
Bersifat kronik ditandai bercak putih sampai cokelat bersisik umumnya menyerang badan,
kadang-kadang di ketiak, sela paha, leher,muka,tungkai atas dan kulit kepala.
Patologi klinik :
Menular melalui kulit,kontak dengan hifa atau spora jamur penyebab kelainan tampak jelas
karena pada kulit berwarna menyebabkan bercak berwarna muda atau hypopigmentasi.
Pada kulit putih menyebabkan bercak cokelat atau merah atau hyperpigmentasi.
Bercak-bercak pada kulit ada 2 macam :
1. Bentuk makuler yaitu berupa bercak yang agak lebar dengan skuama halus diatasnya
dengan tepi yang tidak meninggi
2. Bentuk folikuler yaitu bercak seperti tetesan air mata, sering timbul di sekitar folikel
rambut.
Keluhan penderita ,gatal terutama jika berkeringat atau tanpa keluhan sama sekali. Biasanya
keluhan penderita kerena malu.
Diagnosa :

12

Bahan : kerokan kulit yang terinfeksi sebelumnya, kulit dibersihkan dengan alcohol 70% kerok
dengan scalpel steril, tampung dalam lempeng steril. Buat sediaan dengan KOH 10%, panaskan,
tutup dengan objek glass. Periksa dibawah mikroskop.
Elemen jamur tampak sebagai hifa dan spora .
Pemeriksaan sinar wood memberikan perubahan warna. Warna yang terinfeksi berflourecensi
warna emas sampai orange .

Terapi :
Pengobatan lokal dengan salep mikonazol
Jika infeksi luas diberikan oral,dicegah terjadi infeksi ulang.
Epidemiologi:
Terjadi penularan melalui kontak dengan spora dan hifa jamur. Penyebab factor kebersihan
pribadi seseorang.
Mencegah penularan:
1.
2.
3.
4.
5.

Mengeringkan tubuh dengan handuk hingga benar-benar kering sebelum memakai baju
Jangan malas melap keringat
Tidak berbagi barang pribadi denganorang lain
Menggunakan alas kaki jika berjalan di tempat yang lembab
Membilas tubuh dengan sabun antiseptic setelah selesai berenang

Diagnose Mikosis
Selain dari gejala khas dari masing-masing jamur , namun untuk diagnosa penyakit jamur dengan
pemeriksaan laboratorium sebagai berikut:

13

1.
2.
3.
4.
5.

Pemeriksaan preparat langsung


Pembiakan (cultur)
Reaksi imunologi (alergi)
Biopsi/ pemeriksaan histopatologik(penyakit dalam)
Pemeriksaan dengan sinar wood
Untuk Sinar Woo, Jamur yang positif adalah sebagai berikut :
1. Microscopum Lanosum
2. Microscopum Audolini
3. Microscopum Canis
4. Malaissezia Furfur

Pemeriksaan langsung
Untuk melihat adanya infeksi jamur pelu dibuat preparat dari kerokan kulit, rambut, dan kuku.
Kulit

: kerokan yang diambil bagian pinggir karena bagian pinggir mudah terinfeksi

Ranbut : dipilih rambut yang terputus-putus (warna tidak mengkilat)


Langsung diletakkan pada objek glass dan ditetesi KOH 20% dan diamati diatas
mikroskop
Kuku

: bahan diambil dari masa dibawah kuku atau dari bhan kuku yang rusak kemudian

ditetesi KOH

40%.

KANDIDIASIS (MIKOSIS INTERMEDIATE)


penyebab
spesies lain

: spesies candida, terutama candida albicans


: c.crusei, c.stellatoidea, c. tropicalis, c.pseudotropicalis, c.parapsilosis

umumnya bersifat apatogen.


Ditemukan sapropyt pada alat pencernaan, alat pernafasan, vagina.
Morfologi

Bentuk bulat, lonjong atau bulat.


Ukuran 2-5 x 3-6 sampai 2-5x 5-2
Berkembangbiak dengan
memperbanyak diri, membentuk tunas
disebut Blastospora.
Dalam media sabaroud agar membentuk koloni ragi dengan sifat khas meninjol dari
permukaan medium, permukaan koloni halus, licin warna putih kekuningan dan berbau
ragi.
Candida dalam tubuh manusia sebagai saprophyt dan parasit.
Dalam saluran pencernaan,pernafasaan,vagina orang sehat hidup sebagai saprophyt.
Patogen candidiasis jika ada faktor predisposisi.

14

Faktor predisposisi
a. Endogen
1. Perubahan fisiologi tubuh.
Kehamilan, perubahan didalam vagina.
Obesitas, kegemukan menyebabkan banyak keringat.
Endoktrinopati, gangguan konsentrasi gula darah
b. Faktor Eksogen
Iklim panas dan kelembapan
Pekerjaan yang selalu basah
Kebersihan dan kontak dan penderita

TINEA KAPITIS ( TERDAPAT PADA KEPALA)


Penyebab

: Mcrosporum dan Trichophyton

Penyebaran

: terdapat di daerah tropik maupun dingin, termasuk Indonesia terutama pada


anak-anak.

Patologi Klinik
Kelainan

: pada rambut dan kulit kepala dengan kelainan bersifat akut disertai peradangan
dan pembentukan nanah. Rambut yang terinfeksi tidak mengkilat dan patahpatah, mudah rontok, tidak nyeri bila dicabut. Hal ini mengakibatkan terjadinya
alopesia(botak).

15

Kelainan pada rambut


1. Infeksi Endotrik
Oleh jamur T. Tronsurans, T.violaceum dan T.schoenleine
Pada infeksi ini rambut patah pada permukaan kulit tampak titik-titik hitam (black dots).
Periksaan rambut tampak bentuk spora dibagian dalam rambut.
2. Infeksi Eksotriks
Oleh spesien ini Mcrosporum dan Trichophyton . Rambut patah di atas permukaan kulit.
Pemeriksaan rambut, jamur tampak di bagian luar rambut dan terkadang di bagian dalam
rambut sebagai spora.

Tinea korposis
Penyebabnya

: Mcrosporum ,Trichophyton dan Epidermophyton Floccusum.

Penyebarannya : Daerah tropik, banyak terdapat di Indonesia


Gambaran Klinik
Kelainan pada bagian tubuh yang tidak berambut yaitu, lengan, tugkai, bagian tubuh yang selalu
tertekan. Misalnya oleh tali pinggang yang biasanyadisebabkan oleh tinea rubIum.

16

Tinea Imbrikata
Penyebab

: T.consentricum

Penyebaran

: daerah tropik termasuk indonesia

Gambaran klinik

: kelainan pada kulit dapat meliputi seluruh tubuh. Tampak sebagai


lingkaran-lingkaran bersisik kasar, bila berlanjut lingkaran bersatu
hingga batas tidak jelas.

17

Tinea Kruris
Penyebab

: berbagai spesies trichophyton dan Epidermophyton Flocosum

Penyebaran

: daerah tropik, daerah dingin dan banyak ditemukan di Indonesia.

Gambaran Klinik

: terdapat pada paha dan perineum (lipatan). Kelainan dapat dibedakan


dengan candidiasis yang
biasanta tampak lebih
kemerahan dan basah.

18

Tinea Pedis
Penyebab

: Trycophyton dan Epidermophyton flocosium , dapat juga disebabkan


oleh candida

Penyebaran

: daerah tropik

Gambaran Klinik

: mengenal kulit antara jari kaki terutama jari ke 3 dan ke 4 telapak


Kaki. Yang berupa lubang-lubang pada epitel . Kadang ada infeksi
sekunder oleh bakteri yang menyebabkan rasa nyeri.

Beberapa Gambaran Klinik


Kandidiasis kulit dan selaput lendir pada kulit biasanya pada daerah lipatan pada pantat
dan urogenitalia bayi disebut diapebrash. Kulit biasanya eritem (merah) ,agak gatal,
basah, pada bagian tepi tampak vesikel dan sisik.
Pada vagina menyebabkan vulvo vaginatis dengan gejala flour albus dan rasa gatal.Pada
mulut terjadi stomatis, bentuk khas disebut oral trushperleche terjadi disudut mulut.Pada
alat pencernaan menyebabkan diare.
Paronikla dan onimikosis (Jamur pada kuku)
1. Sering di derita oleh orang-orang yang pekerjaannya berhubungan dengan air. Lesi
berupa kemerahan .Peembengkakan yang tidak bernanah, kuku menjadi tebal, mengeras
dan berlekuku-lekuk. Kadang-kadang berwarna kecoklatan ,tidak rapuh, tetap berkilat
dan tidak terdapat sisa jaringan di bawah kuku seperti pada tinea linguium.
2. Kandidiasis Bronkus (bronchial candidiasis)
Mengenai bronkus dan cabang-cabangnya.
3. Kandidiasis Sistemik
Terjadi akibat adanya penyebaran hematogen dari focus infeksi, keberbagai alat dalam
saluran kemih, endokarditis , meningitis.
4. Candidiasis
Kelainan kulit berdasarkan reaksi alergi dengan membentuk vesikel yang bebas jamur,
sedangkan terdapat di bagian lain badan.Lokalisasinya biasanya pada telapak tangan kaki
dan jari

19

5. Diaper Rash
Sering terdapat pada bayi yang popoknya selalu basah dan jarang diganti.
Pembantu Diagnosa
1. Pemeriksaan langsung
2. Kerokan kulit atau usapan selaput lendir dan kulit diperiksa.

20