Anda di halaman 1dari 2

M.K.

Pencemaran Udara
Nama : Anjias Yonatan

Dosen
NIM

: Pak Sobri Effendy


: G24120045

REVIEW JURNAL:
Pencemaran Udara Akibat Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor
(Ismiyati, Devi Marlita, Deslida Saidah)
Jurnal yang ditulis oleh penulis ini mengkaji permasalahan mengenai
masalah pencemaran yang terjadi di kota-kota besar dengan menggunakan metode
kepustakaan dari berbagai sumber. Penulis membagi hasil dan pembahasan
berdasarkan studi kepustakaannya menjadi empat bagian, yaitu pertama proses
terjadinya emisi gas buang oleh kendaraan transportasi; kedua dampak terjadinya
pencemaran udara terhadap kehidupan dan lingkungan; ketiga kondisi existing
pencemaran udara akibat kendaraan transportasi; dan yang terakhir adalah upaya
untuk mengurangi dampak polusi/pencemaran udara.
Pada bagian pertama dijelaskan bahwa emisi gas buang dihasilkan dari
proses pembakaran tidak sempurna berbagai kendaraan bermotor dan
mengandung bahan-bahan seperti timbal (Pb), suspended particulate matter
(SPM), oksida nitrogen (NOx), oksida sulfur (SO2), hidrokarbon (HC), karbon
monoksida (CO), dan oksida fotokimia (Ox). Sementara emisi gas buang yang
paling signifikan dilepaskan oleh kendaraan bermotor ke atmosfer berdasarkan
massanya adalah karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O). Kedua emisi gas
buang ini dihasilkan dari proses pembakaran sempurna kendaraan bermotor,
namun pada kenyataannya, kondisi proses pembakaran sempurna ini masih jarang
terjadi pada mesin-mesin kendaraan bermotor.
Pada bagian kedua dijelaskan bahwa pencemaran udara memiliki berbagai
dampak terhadap kehidupan dan lingkungan terhadap makhluk hidup, terutama
manusia. Meningkatnya populasi manusia membuat pemenuhan kebutuhan
terhadap sektor transportasi pun juga meningkat. Pembangunan di sektor
transportasi yang terus berkembang, secara perlahan telah mendorong terjadinya
bencana pembangunan yang pada akhirnya bermuara menjadi permasalahan
ekologis. Akibatnya, udara yang dapat kita hirup secara bebas menjadi berbahaya
bagi kesehatan manusia dan alam di sekitarnya. Hal inilah yang perlu diperhatikan
dalam pembangunan transportasi oleh para pemangku kebijakan transportasi.
Pada bagian ketiga dijelaskan bahwa transportasi adalah salah satu
perangkat teknologi yang diciptakan untuk memudahkan manusia, namun di sisi
lain, kemudahan yang diberikan oleh transportasi ini justru semakin lama
menimbulkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Emisi gas buang kendaraan bermotor yang mengandung bahan-bahan berbahaya
dapat mengganggu kesehatan bahkan menimbulkan berbagai penyakit yang
mematikan. Pada saat ini, sektor transportasi menjadi alasan utama bagi sumber

pencemaran udara dan memegang peranan yang sangat besar dalam masalah
pencemaran udara di kota, dengan presentase sekitar 60-70%, bandingkan dengan
cerobong asap dari sektor industri yang hanya memiliki kontribusi sebesar 1015% terhadap pencemaran udara di kota. Faktor-faktor yang menyebabkan
dominannya pengaruh sektor transportasi terhadap pencemaran udara perkotaan di
Indonesia antara lain: perkembangan jumlah kendaraan yang cepat;
ketidakseimbangan antara sarana transportasi dengan jumlah kendaraan; pola lalu
lintas perkotaan yang memusat; masalah turun temurun imbas pelaksanaan
kebijakan pengembangan kota; kesamaan waktu aliran lalu lintas; jenis, umur, dan
karakteristik kendaraan bermotor; kurangnya perawatan mesin kendaraan; jenis
bahan bakar yang digunakan; jenis permukaan jalan; siklus dan pola pengemudi;
serta kondisi dan perilaku fenomena meteorologi.
Pada bagian terakhir atau pada bagian keempat dijelaskan berbagai upaya
yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak pencemaran udara. Berbagai
upaya tersebut dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung, yaitu:
mengurangi jumlah kendaraan pribadi berlalu lalang, gunakan alternatif lain yang
lebih ramah lingkungan; merawat kendaraan agar tidak boros bahan bakar dan
asapnya tidak mengotori udara; meminimalkan pemakaian air conditioner (AC);
memilih bensin yang bebas timbal (memilih bahan bakar yang ramah lingkungan);
uji emisi kendaraan bermotor yang dilakukan secara berkala; dan penanaman
pohon berdaun lebar di sisi jalan.

DAFTAR PUSTAKA
Ismiyati, Marlita D, Saidah D. 2014. Pencemaran udara akibat emisi gas buang
kendaraan bermotor. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik. 1(3):241248.