Anda di halaman 1dari 3

Scaling dan root planing

Scaling merupakan tindakan perawatan untuk menghilangkan plak, kalkulus dan stain
pada permukaan mahkota dan akar gigi. Sedangkan root planing merupakan suatu tindakan
untuk membersihkan dan menghaluskan permukaan akar dari jaringan nekrotik maupun sisa
bakteri dan produknya yang melekat pada permukaan akar (sementum).
Pada kasus periodontitis, scaling dan root planing tidak dapat dipisahkan. Tindakan
scaling perlu diikuti dengan root planing dengan harapan permukaan akar menjadi halus
sehingga menghambat akumulasi plak dan perlekatan kalkulus. Scaling dan root planing
merupakan terapi mendasar untuk perawatan penyakit periodontal. Meskipun perawatan ini
mempunyai keterbatasan, antara lain: tidak dapat mencapai daerah poket dengan kedalaman
lebih dari 3mm dan tidak dapat mencapai daerah bifurkasi yang merupakan cekungan pada akar
gigi, namun scaling dan root planing masih tetap merupakan perawatan utama, karena dapat
mengurangi inflamasi dan mengurangi kolonisasi bakteri di dalam sulkus gingival.
Teknik scaling
1. Teknik scaling kalkulus supragingiva
Kalkulus supragingiva tidak sekeras kalkulus subgingiva. Keuntungan lain adalah pada
kalkulus subgingiva tidak dibatasi oleh jaringan yang mengelilinginya. Hal ini merupakan
kemudahan dalam aplikasi dan penggunaan alat. Sickle lebih umum digunakan untuk scaling
supragingiva, sedangkan hoe dan chisel lebih jarang digunakan.
Tata cara scaling supragingiva diawali dengan penempatan alat pada apikal dari kalkulus
supragingiva, membentuk sudut 450 - 900 terhadap area permukaan gigi yang akan dibersihkan.
Dengan gerakan yang kuat dan dalam jarak pendek arah vertikal (koronal), horisontal maupun
oblique mendorong maupun mengungkit kalkulus sampai terlepas dari gigi. Scaling dilakukan
sampai permukaan gigi terbebas dari kalkulus baik secara visual maupun perabaan dengan
bantuan alat (misalnya: sonde).
Scaling dikatakan bersih jika tidak ada kalkulus pada permukaan gigi dan permukaan gigi
tidak ada yang kasar. Alat dengan ujung yang tajam (sickle) hendaknya digunakan secara hatihati karena lebih mudah melukai jaringan lunak di bawahnya.

2. Teknik scaling dan root planing kalkulus subgingiva


Scaling subgingiva jauh lebih kompleks dan rumit dibandingkan scaling supragingiva.
Kalkulus subgingiva umumnya lebih keras daripada supragingiva, selain itu kalkulus subgingiva

kadang melekat pada permukaan akar yang sulit dijangkau (misalnya daerah bifurkasi). Jaringan
lunak yang membatasi kalkulus subgingiva juga merupakan masalah, karena pandangan operator
menjadi terhalang, terutama jika saat tindakan scaling, darah yang keluar cukup banyak maka
pandangan menjadi semakin tidak jelas. Oleh karena itu operator dituntut menggunakan
kepekaan perasaan dengan bantuan scaler untuk mengetahui keberadaan dan posisi kalkulus
subgingiva.
Pada scaling subgingiva, arah dan keleluasaan menjadi sangat terbatas dengan adanya
dinding poket yang mengelilinginya. Oleh karena itu untuk mencegah trauma dan kerusakan
jaringan yang lebih besar, maka alat scaler harus diaplikasikan dan digunakan secara hati-hati
serta yang lebih penting lagi adalah pemilihan alat dengan penampang yang tipis agar mudah
masuk ke dalam subgingiva. Selain itu operator dituntut untuk menguasai morfologi gigi per gigi
dengan berbagai kemungkinan variasinya. Hal ini penting untuk membedakan antara adanya
kalkulus atau karena adanya bentukan yang variatif dari permukaan akar.
Daerah lain yang sulit dijangkau adalah kalkulus di bawah titik kontak antara 2 gigi, yaitu
daerah batas sementum dan enamel (cemento-enamel junction / CEJ) karena pada daerah ini
terdapat cekungan yang lebih dalam dibanding CEJ pada permukaan fasial maupun
lingual/palatal. Kalkulus pada daerah ini umumnya melekat erat pada cekungan, sehingga
diperlukan berbagai variasi gerakan scaler secara vertikal, oblique maupun horisontal agar
kalkulus dapat terlepas.
Tata cara scaling kalkulus subgingiva mirip dengan scaling kalkulus supragingiva,
hanya ada batasan-batasan tertentu seperti yang tersebut di atas. Scaling subgingiva diawali
dengan penempatan scaler sedapat mungkin pada apikal dari kalkulus subgingiva, membentuk
sudut 450 - 900 terhadap area permukaan gigi yang akan dibersihkan. Dengan gerakan yang kuat
dan dalam jarak pendek arah vertikal (koronal), maupun oblique mengungkit dan menarik
kalkulus terlepas dari gigi.

3. Scaling dengan ultrasonic scaler


Scaling dengan alat

ultrasonic scaler lebih mudah untuk menghilangkan kalkulus pada

permukaan gigi dibanding scaling dengan alat manual. Alat ini mempunyai ujung (tip) yang
dapat ergetar sehingga dapat melepaskan kalkulus dari permukaan gigi. Alat ini dapat

mengeluarkan air sehingga daerah perawatan menjadi lebih bersih karena permukaan gigi
langsung dicuci dengan air yang keluar dari alat ini.
Gerakan alat sama dengan gerakan dengan scaler manual tetapi tidak boleh ada gerakan
mengungkit. Ujung scaler hanya digunakkan untuk memecah kalkulus yang besar dengan cara
ditempelkan pada permukaan kalkulus dengan tekanan ringan sampai kalkulus terlepas.
Selanjutnya untuk menghaluskan permukaan gigi dari sisa kalkulus, maka tepi blade ultrasonic
scalerditempelkan pada permukaan gigi kemudian digerakkan dalam arah lateral (vertikal,
horisontal dan oblique) ke seluruh permukaan sampai diperkirakan halus. Kepekaan alat ini
untuk mendeteksi sisa kalkulus tidak sebagus

manual scaler, sehingga umumnya setelah

dilakukan scaling dengan ultrasonic, maka tetap disarankan scaling dan root planing dengan
manual scaler. Perlu ketrampilan khusus dalam penggunaanya, karena alat ini dijalankan dengan
mesin yang kadang sulit kita kontrol gerakannya.
Pemolesan
Agar permukaan gigi menjadi halus licin dan mengkilat, maka tindakan akhir yang
merupakan rangkaian scaling dan root planing adalah pemolesan. Pada tahap awal pemolesan
disarankan untuk memoles gigi dengan bantuan brush yang dijalankan dengan bur dengan diberi
pasta gigi untuk menghilangkan sisa-sisa jaringan nekrotik. Selanjutnya dapat digunakan rubber
yang juga dijalankan dengan bur agar gigi menjadi licin dan mengkilap. Hal ini perlu dilakukan
untuk menghindari mudahnya perlekatan kembali plak dan kalkulus dalam waktu yang singkat
jika permukaan gigi kasar.
Krismariono,Agung. Prinsip-prinsip dasar scaling dan root planing dalam
perawatan periodontal. Periodontic Journal, Vol. 1 No. 1 July-Dec 2009; 1-5
.