Anda di halaman 1dari 16

PRILAKU DINAMIK TANGKI BERPENGADUK

(Efek Perubahan Input Secara Bertahap (DS-1) )

TUJUAN UMUM
Setelah melakukan praktikum mahasiswa dapat diharapkan :
1. Mengetahui perilaku dinamis dari tangki berpengaduk yang disusun
secara seri
2. Menentukan respon konsentrasi tangki bersusun seri terhadap perubahan
konsentrasi di tangki pertama.
3. Menggambarkan kurva perubahan respon konsentrasi tangki bersusun.

BAHAN DAN ALAT

Bahan yang digunakan :


Kalium klorida yang dilarutkan dalam air sehingga mencapai
konsentrasi 0,03 M dalam tangki berpengaduk (3 L)

Alat yang digunakan :


- 1 set tangki berpengaduk bersusun seri
- 1 set konduktometer
- Stopwatch
- Gelass kimia 100 mL , 50ml , 500 ml
- Labu takar 1000 ml
- Spatula, pengaduk, botol aquades.

DASAR TEORI
Tangki berpengaduk adalah alat simulasi pengendalian yang bertujuan
menjelaskan simulasi prilaku dari suatu sistem pengendali untuk tangki-tangki

berpengaduk yang disusun secara seri. Tiga buah tangki yang bersusun seri dapat
diketahui waktu konstantanyua dimana suatu proses menjadi konstanta setelah input
diubah setelah periode waktu tertentu.

Namun, apabila input mengalami perubahan secara berulang maka sulit untuk
membentuk waktu konstanta dan karenanya proses akan sulit menjadi stabil dan dapat
mengakibatkan proses menjadi tak terkendali. Praktikum DS3 menstibulasikan suatu
keadaan dimana proses di ketiga tangki mencapai kestabilan, namun kemudian terjadi
perubahan input pada salah satu tangki sehingga kestabilan tangki terganggu.
Salah satu hal yang penting dari pada tangki yang berpengaduk didalam
penggunaanya adalah :
1. Mempunyai bentuk yang pada umumnya digunakan yang berbentuk selinder dan bagian
bawahnya cekung.
2. Dapat dilihat dari ukurannya yaitu diameter dan tinggi tangki.
3. Kelengkapan dari suatu bejana yaitu :
- Ada atau tidaknya buffle, yang berpengaruh pada pola aliran di dalam tangki.
- Jaket atau coil pendingin/pemanas yang berfungsi sebagai pengendali suhu.
- Letak lubang pemasukan dan pengeluaran untuk proses kontinyu.
- Tutup tangki.
4. Pengaduk, biasanya zat cair diaduk dalam suatu bejana yang biasa berbentuk selinder
dengan sumbu terpasang vertical. Bagian atas bejana ini mungkin terbuka saja keudara
atau dapat pula tertutup.

Pada ujung tangki membulat maksudnya agar atau tidak terlalu banyak sudut-sudut
tajam atau daerah yang sulilt ditembus arus zat cair. Kedalam zat cair biasanya hampir
sama dengan diameter tangki, dan di dalam tangki dipasang impeller pada ujung poros
yang menggantung artinya poros itu ditumpu dari atas. Poros tersebut digerakkan oleh
motor, yang kadang-kadang dihubungkan langsung dengan poros itu.
Pengadukan zat cair dilakukan untuk berbagai maksud tergantung dari tujuan
langkah pengolahan itu sendiri. Tujuan dari pengadukan antara lain :
1) Untuk mencampur dua macam zat cair yang mampu campur.
2) Melarutkan padatan seperti garam dan air.
3) Untuk mendispersikan gas dalam zat cair yang menjadi gelembung-gelembung halus
dalam suspensi agar suatu mikroorganisme untuk fermentasi atau untuk proses kerja
Lumpur dalam proses pengolahan limbah.
4) Untuk suspensasi padatan halus dalam zat cair seperti dalam hidrogenesasi katalik,
dimana gas-gas hydrogen didispersikan melalui zat cair dimana terdapat partikelpertikel katalis padat dalam keadaan suspensi di dalam bejana hidrogenasi.
5) Pengadukan fluida mempercepat proses perpindahan panas antara zat cair dengan
kumparan atau mantel kalor dalam dinding bejana, dimana kalor reaksi diangkut
melaui kumparan atau mantel.
Tangki ini termasuk sistem tangki kontinyu untuk reaksireaksi sederhana.
Berbeda dengan sistem operasi batch di mana selama reaksi berlangsung tidak ada
aliran yang masuk atau meningggalkan sistem secara berkesinambungan, maka di dalam
tangki alir (kontinyu), baik umpam maupun produk akan mengalir secara terus menerus.
Sistem seperti ini memungkinkan kita untuk bekerja pada suatu keadaan dimana operasi
berjalan secara keseluruhan daripadab sistem berada dalam kondisi stasioner. Ini berarti
bahwa baik aliran yang masuk , aliran keluar maupun kondisi operasi reaksi di dalam
tangki tidak lagi berubah oleh waktu. Pengertian waktu reaksi tidak lagi sama dengan
lamanya operasi berlangsung, tetapi akivalen dengan lamanya reaktan berada di dalam
tangki. Penyataan terakhir ini biasa disebut waktu tinggal campuran di dalam tangki,
yang besarnya ditentukan oleh laju alir campuran yang lewat serta volume tangki di
mana reaksi berlangsung.
Tangki tipe ini bisa terdiri dari satu tangki atau lebih. Biasanya tangkitangki ini
dipasang vertikal dengan pengadukan sempurna. Pengadukan pada masing-masing

tangki dilakukan secara kontinu sehingga diperoleh suatu keadaan di mana komposisi
campuran di dalam tangki benar-benar seragam. Tangki tangki ini biasanya digunakan
untuk reaksi-reaksi dalam fase cair, untuk reaksi heterogen cair padat atau reaksi
homogen cair- cair dan sebagainya.
Tiga buah tangki berpengaduk yang disusun secara seri mempunyi respon
berbentuk kurva eksponensial untuk tanki pertama : tempat terjadi perubahan input , dan
kurva sigmoidal (bentuk huruf S) untuk dua tangki berikutnya. Perbedaan bentuk kurva
diakibatkan oleh transfer lag ; kelembapan akibat perpindahan , yang pada akhirnya
akan mencapai konstan pada titik yang sama.
A adalah konsentrasi dalam tangki pertama setelah terjadinya oerubahan input
konsenrasi yang diukur menggunakan alat konduktor, sedangkan E adalah konsentrasi
awal (konduktivitas awal) dan t adalah waktu konstan aau time constant, yang besarnya
2/3 dari total perubahan mencapai konstan (63,2%) .
A = E (1 -

et /T ) dapat disederhanakan menjadi dA/dT = (E/T)

et /T
A = 0,6321 E
Dikarenakan kelambatan ini, maka suatu perubhan terhadap input akan kembali
stabil etelah waktu konstan, dengan menghitung waktu konstan maka dapat
diperkirakan waktu yang dibutuhjjan oleh suatu perubahan untuk mencapastabil suatu
keadaan konstan atau stabil sehingga pengaturan dapat sebelum perubahan tersebut
disarankan oleh suatu proses atau system.
Pengadukan adalah suatu operasi kesatuan yang mempunyai sasaran untuk
menghasilkan pergerakan tidak beraturan dalam suatu cairan, dengan alat mekanis yang
terpasang pada alat di atas. Walaupun pengadukan sering disalahartikan dengan
campuran, dan mereka tidaklah bersinonim. Pengadukan mengacu pada pergerakan
dalam suatu material dalam bentuk spesifik; bagaimanapun, ini merupakan suatu
distribusi secara acak antara dua atau lebih tahap yang pada awalnya terpisah. Pola
aliran yang terjadi dalam cairan yang diaduk tergantung pada jenis pengaduk,

karakteristik fluida yang diaduk dan ukuran serta perbandingan ukuran antara tangki,
pengaduk dan sekat. Tujuan dari pada operasi pengadukan terutama adalah terjadinya
pencampuran. Pencampuran merupakan suatu operasi yang bertujuan mengurangi
ketidaksamaan komposisi, suhu atau sifat lain yang terdapat dalam suatu bahan.
Yang dimaksud dengan tangki pengaduk ( tangki reaksi ) adalah bejana pengaduk
tertutup yang berbentuk silinder, bagian alas dan tutupnya cembung. Tangki pengaduk
terutama digunakan untuk reaksi-reaksi kimia pada tekanan diatas tekanan atmosfer dan
pada tekanan vakum, namun tangki ini juga sering digunakan untuk proses yang lain
misalnya untuk pencampuran, pelarutan, penguapan ekstraksi dan kristalisasi.
Pengaduk berfungsi untuk menggerakkan bahan (cair, cair/padat, cair,cair/gas,
cair/padat/gas) di dalam bejana pengaduk. Biasanya yang berlangsung adalah gerakan
turbulen (misalnya untuk melaksanakan reaksi kimia, proses pertukaran panas, proses
pelarutan). Alat pengaduk terdiri atas sumbu pengaduk dan strip pengaduk yang
dirangkai menjadi satu kesatuan atau dapat dipisah-pisah menjadi 2-3 bagian pengaduk
yang dapat dipisah-pisahkan juga dapat dibongkar pasang didalam satu unit tangki
pengaduk.
Pencampuran di dalam tangki pengaduk terjadi karena adanya gerak rotasi dari
pengaduk dalam fluida. Gerak dari pengaduk ini memotong fluida tersebut dan dapat
menimbulkan arus eddy yang bergerak ke seluruh sistem fluida itu. Oleh karena itu,
pengaduk merupakan bagian yang paling penting dalam suatu operasi fase cair dengan
tangki berpengaduk.
Pencampuran baik dapat di peroleh apabila di perhatikan bentuk dan dimensi
pengaduk yang digunakannya karena akan mempengaruhi keefektifan proses
pencampuran, serta daya yang diperlukan.
Zat cair biasanya diaduk di dalam suatu tangki atau bejana biasanya yang
berbentuk silinder dengan sumbu terpasang vertikal. Bagian atas bejana itu mungkin
terbuka saja ke udara atau dapat pula tertutup. Ukuran dan proporsi tangki itu
bermacam-macam, bergantung pada masalah pengadukan itu sendiri.
Didalam tangki itu dipasang impeller pada ujung poros menggantung, artinya
poros itu ditumpuh dari atas. Poros itu digerakkan oleh motor, yang terkadang

dihubungkan langsung dengan poros itu, namun biasanya dihubungkan melalui peti
roda gigi untuk menurunkan kecepatannya. Tangki itu biasanya diperlengkapi pula
dengan lubang masuk dan lubang keluar, kumparan kalor, mantel, dan sumur untuk
menempatkan termometer atau peranti pengukuran suhu lainnya. Impeller itu akan
membangkitkan pola aliran dalam yang menyebabkan zat cair bersirkulasi di dalam
bejana untuk akhirnya kembali ke impeller.
Alat pengaduk dapat dibuat dari berbagai bahan yang sesuai dengan bejana
pengaduknya, misalnya dari baja, baja tahan karat, baja berlapis email, baja berlapis
karet. Suatu alat pengaduk diusahakan menghasilkan pengadukan yang sebaik mungkin
dengan pemakaian daya yang sekecil mungkin. Ini berarti seluruh isi bejana pengaduk
sedapat mungkin digerakkan secara merata, biasanya

secara turbulen.

Kebutuhan daya dan baik buruknya hasil pengadukan tergantung antara lain pada
faktor-faktor berikut :
1.

Jenis alat pengaduk : Bentuk, ukuran, perbandingan diameter daun pengaduk

terhadap diameter bejana pengaduk, frekuensi putaran, posisi dalam bejana pengaduk.
2. Jenis bejana pengaduk : Bentuk, ukuran, perlengkapan di dalamnya, derajat keisian
(degree of fullness).
3. Jenis dan jumlah bahan : Viskositas, jenis campuran (larutan sejati, suspensi kasar,
suspensi halus, dan sebagainya), kerapatan, perbedaan kerapatan dalam campuran, besar
dan bentuk partikel padat yang diaduk.
Ada dua macam impeller pengaduk yaitu jenis pertama membangkitkan arus
sejajar dengan sumbu poros impeller, dan yang kedua membangkitkan arus pada arah
tangensial atau radial. Impeller jenis pertama disebut impeller aliran aksial (axial flow
impeller), sedang yang kedua ialah impeler aliran radial (radial flow impeller ).
Dari segi bentuknya, ada tiga jenis impeler : propeller (baling-baling), dayung
(paddle), dan turbin. Masing-masing jenis terdiri lagi atas berbagai variasi dan sub jenis.
Propeler merupakan impeler aliran aksial berkecepatan tinggi untuk zat cair
berviskositas rendah. Propeler kecil biasanya berputar pada kecepatan motor penuh,
yaitu 1.150 atau 1.750 put/min, sedangkan propeller besar berputar pada 400 sampai
800 put/min. Arus yang meninggalkan propeler mengalir melalui zat cair menurut arah
tertentu sampai di belokkan oleh lantai atau dinding bejana.
Menurut aliran yang dihasilkan pengaduk dapat dibagi menjadi 3 golongan:
1. Pengaduk aliran aksial

Pengaduk ini akan menimbulkan arus atau aliran yang sejajar dengan sumbu poros
pengaduk.
2. Pengaduk aliran radial
Pengaduk ini akan menimbulkan aliran yang mempunyai arah tangensial dan radial
terhadap bidang rotasi pengaduk. Komponen aliran tangensial akan menyebabkan
timbulnya vorteks dan terjadinya suatu pusaran tetapi dapat dihilangkan dengan
pemasangan buffle atau cruciform buffle.
3. Pengaduk aliran campuran
Pengaduk ini merupakan gabungan dari dua jenis pengaduk diatas.
Untuk tugas-tugas sederhana, agitator yang terdiri dari satu dayung datar yang
berputar pada poros vertikal merupakan pengaduk yang cukup efektif. Kadang-kadang
daun-daunnya di buat miring, tetapi biasanya vertikal saja. Dayung ini berputar di
tengah bejana dengan kecepatan rendah sampai sedang dan mendorong zat cair secara
radial dan tangensial, hampir tanpa adanya gerakan vertikal pada impeler, kecuali bila
daunnya agak miring.

LANGKAH KERJA
1.
2.
3.
4.

Mengkalibrasi konduktormeter yang akan digunakan sesuai prosedur kalibrasi.


Mempersiapkan 10 liter aquades dalam tangki penampungan dibelakang alat.
Mengisi ke 3 tangki berpengaduk dibagian depan dengan larutan KCl 0,03 M.
Menghidupkan pengaduk dan atur lajupengadukan dengan kecepatan medium. Ukur
konduktivitas ke 3 tangki di depan, pastikan nilai konduktivitas harus sama (matikan

pengaduk saat melakukan pengukuran konduktivitas)


5. Menghidupkan pompa dan alirakan aquadest

dari

tangki

penampungan

ketangkiberpengaduktentukan laju alir ke tangki berpengaduk dengan menggunakan


stopwatch (volume air tertampung/waktu).
6. Memasukkan selang berisi aquadest ke tangki berpengaduk I dan catat waktu sebagai
waktu 0 menit.
7. Mengukur konduktivias di tangki berpengaduk I,II,III bergantian setiap 2 menit .
(matikan pengaduk saat melakukan pengukuran konduktivitas)
8. Mengulangi langkah ke7 hingga didapat harga konduktivitas yang konstan dike3
tangki berpengaduk.

9. Setelah selesai, mengosongkan seluruh tangki penampung dan ke 3 tangki


berpengaduk. Cuci bersih dengan air karena sisa air garam dapat membuat korosi
pada alat.
Kalibrasi konduktometer
1. Memasang sek konduktovitas pada socket Cond Cell dengan socket berwarna
hitam
2. Memasang resistance termometer pt-100 pada socket warna merah
3. Menghidupkan alat konduktometer
4. Mengecek harga konstanta celll pada elektrodaimmension cell, memasukkan harga
1.00 pada cell const dan tekan tombol x 1.
5. Memasukkan harga temperature pada temp dengan menekan tombol tempt
6. Memasukkan harga koef temp, untuk larutan KCL 1,95, sedangkan untuk yang lai
dapat dilihat padaa tabel, jika ada dalam tabel masukkan harga 2.
7. Menggunakan frekuensi 2 KHz ( tombol tidak ditekan)
8. Mengisi gelas kimia 50ml KCL 1 M dan masukkan lektroda kedalamnya,
9. Mengatur temperature larutan KCl sesuai dengan tabel atau menekan tombol
temp.
10. Memasukkan harga K pada suhu larutan untuk menghitung konstanta cell (K)
K= K tabel pada temp t/(K) pengukuran
11. Kalibrasi telah selesai dan mencatat harga konduktivitas larutan KCL 1 M.
12. Menentukan konduktivitas larutan KCL 0,1 M, ),05 M ( sesuai dengan perintah
instruktur)
Alternatif : Ke 3 tangki berpengaduk di isi dengan larutan KCL 0,03 M (3000mL)
sedangkan tangki penampungan di isi dengan air aquades
DATA PENGAMATAN
Tabel . Pengkonstanan Konduktivity Aliran Keluar
Waktu
(menit)
0
2
4
6
8
10
12
14

Konduktivity (S/cm)
Tanki 1
Tanki 2
Tanki 3
5,05
5,05
5,05
2,42
4,29
4,47
3,9
4,75
4,93
3,45
4,5
4,65
3,15
4,37
4,63
2,86
4,32
4,64
2,81
4,26
4,6
2,57
4,11
4,57

16
18
20
22
24
26
28
30
32
34
36
38
40
42
44
46
48
50
52
54
56
58
60
62
64
66
68
70
72
74
76
78
80
82
84
86
88
90
92
94
96
98
100
102
104
106

2,47
2,32
2,28
2,13
2,11
2
1,813
1,741
1,644
1,573
1,504
1,399
1,378
1,344
1,28
1,225
1,117
1,49
1,067
0,96
0,94
1,07
0,819
0,85
0,81
0,779
0,763
0,75
0,688
0,652
0,581
0,538
0,521
0,51
0,51
0,53
0,524
0,553
0,575
0,556
0,558
0,539
0,494
0,454
0,435
0,407

4,07
3,91
3,8
3,79
3,68
3,58
3,56
3,34
3,3
3,27
3,12
3,09
3,04
2,91
2,61
2,8
2,59
2,64
2,63
2,08
2,23
2,2
2,21
2,16
2,09
2,08
1,914
1,882
1,915
1,493
1,469
1,388
1,347
1,341
1,362
1,408
1,433
1,492
1,381
1,488
1,408
1,306
1,283
1,235
1,136
1,084

4,54
4,47
4,45
4,44
4,44
4,23
4,22
4,13
4,19
4,21
4,15
4,09
4,07
3,77
3,79
3,9
3,82
3,75
3,74
3,12
3,37
3,28
3,18
3,29
3,32
3,23
3,16
3
3,22
2,62
2,48
2,37
2,35
2,34
2,41
2,51
2,47
2,67
2,7
2,74
2,54
2,43
2,43
2,37
2,28
2,22

108
110
112
114
116
118
120
122
124
126
128
130
132
134
136
138
140
142
144
146
148
150
152
154
156
158
160
162
164
166

0,39
0,371
0,346
0,327
0,306
0,28
0,277
0,255
0,242
0,246
0,246
0,227
0,218
0,21
0,205
0,203
0,196
0,19
0,185
0,18
0,178
0,175
0,17
0,164
0,161
0,16
0,16
0,16
0,16
0,16

0,986
0,913
0,831
0,805
0,706
0,648
0,588
0,555
0,51
0,48
0,483
0,456
0,42
0,385
0,38
0,353
0,326
0,309
0,244
0,227
0,208
0,194
0,181
0,168
0,163
0,161
0,16
0,16
0,16
0,16

Grafik PerubahanKonduktivitas padaTangki 1, 2 dan 3

2,01
1,85
1,805
1,604
1,42
1,226
1,258
1,153
1,102
1,079
0,976
0,985
0,903
0,862
0,819
0,676
0,667
0,629
0,454
0,426
0,397
0,363
0,266
0,2
0,172
0,168
0,164
0,162
0,16
0,16

Konduktivity VS Waktu
6

Konduktivity (ms/cm)

Konduktivity (ms/cm) Tangki


1

Linear (Konduktivity
(ms/cm) Tangki 1)
Konduktivity(ms/cm) Tangki
2

Linear (Konduktivity(ms/cm)
Tangki 2)

Konduktivity(ms/cm) Tangki
3

Linear (Konduktivity(ms/cm)
Tangki 3)

0
0

50 100 150 200

Waktu (menit)

PERHITUNGAN
a. Pembuatan Larutan

Larutan KCl 0,03 M dalam1 liter air


gr KCl

= M x V x BM
= 0,03 mol/L x 1 L x 74,55 gr/mol
= 2,2365 gr (dibuat sebanyak 3 liter)

Larutan KCl 0,1 M dalam 100 ml air


gr KCl

= M xV x BM
= 0,1 mol/L x 0,1 L x 74,55gr/mol
= 0,7455 gr

b. Laju aliran masuk


V = 100 ml
t = 191 s

Q = 100 ml / 191 s
= 0,5235 ml/s
c. Volume tangki 1 :
Diameter = 9,4 cm, Jari-jari = 4,7 cm
Tinggi tabung = 11,8 cm
V
= x r2 x t
= 3,14 x (4,7 cm)2 x 11,8 cm
= 818,4787 cm3
= 818,4787 ml

d. Time Constant
secara teori (Kt)
K max = 5,05
Kmin
= 0,16
Kt
= (Kmax Kmin) 63,21%
= (5,05 0,16) 63,21%
= 3,091
secara praktek (Kp)
Kp = 0,16

ANALISA PERCOBAAN
Setelah melakukan praktikum kali ini, dapat dianalisa bahwa tangki berpengaduk
adalah alat simulasi pengendalian yang bertujuan menjelaskan simulasi prilaku dari
suatu sistem pengendali untuk tangki-tangki berpengaduk yang disusun secara seri.
Tangki berpengaduk yang disusun secara berseri mempunyai jarak yang berbeda antar
setiap tangkinya. Tangki 1 dan tangki 2 dihubungkan langsung oleh pipa di bagian
bawah tangki tersebut, sehingga saat tangki 1 berisi suatu larutan maka tangki 2 juga
akan langsung berisi larutan dengan tinggi dan volume yang sama seperti tangki 1.
Sedangkan tangki 2 dan tangki 3 dihubungkan dengan pipa dengan jarak tertentu.
Setelah tangki 2 mencapai maksimum, cairan di tangki 2 akan masuk kedalam pipa
yang dipasang berdiri dalam tangki, cairan lalu turun dan masuk kedalam tangki 3

melalui bagian bawah tangki 3. Jarak yang berbeda antara tangki 1, 2, dan 3 tersebut
menyebabkan adanya sifat dinamis pada tangki berpengaduk yang disusun secara
berseri. Pada prinsipnya air yang terdapat dalam bak penampung dibagian belakang
dialirkan menuju ketiga tangki berpengaduk yang sebelumnya telah diisi dengan larutan
KCl, sehingga air yang mengalir ke tangki akan mengisi tangki dan bercampur dengan
larutan KCl sehingga terjadi perubahan konsentrasi pada masing masing tangki. Tetapi
lama kelamaan konsentrasi ketiga tangki akan sama pada waktu tertentu.
Pada setiap tangki tersebut, di isi dengan larutan KCl 0,03 M, konduktivitas larutan
yang semula 5,05 ms/cm lama kelamaan menurun seiring dengan penambahan air dari
tangki belakang. Air pada tangki belakang dialirkan dengan laju alir 0,5235 ml/s. Dari
data pengamatan dapat dilihat bahwa, perubahan konduktivitas pada tangki ke-3 lebih
lama dari pada tangki pertama dan kedua. Hal ini dikarenakan penyusunan tangki
tersebut memiliki jarak yang jauh dan prinsip pemasangannya berbeda dengan
pemasangan tangki 1 dan 2. Larutan pada ke tiga tangki berada pada keadaan konstan
mulai pada menit ke 164 sampai menit menit berikutnya hingga menit ke 166 larutan
tetap konstan.
Dari perhitungan akan didapatkan harga konstanta waktu yaitu, secara teori sebesar
3,091dan secara praktek 0,16.

KESIMPULAN
1. Tangki berpengaduk adalah alat simulasi pengendalian yang bertujuan menjelaskan
simulasi prilaku dari suatu sistem pengendali untuk tangki-tangki berpengaduk
yang disusun secara seri.
2. Tangki berpengaduk yang disusun secara berseri memiliki perilaku dinamis akibat
adanya jarak yang berbeda antara ketiga tangki.
3. Konduktifitas larutan KCl 0,03 M pada tangki setiap tangki lama kelamaan
menurun dengan adanya penambahan aquadest.
4. Larutan pada ke tiga tangki berada pada keadaan konstan mulai pada menit ke 164
sampai menit menit berikutnya hingga menit ke 166 larutan tetap konstan.
5. didapatkan harga konstanta waktu yaitu, secara teori sebesar 3,091dan secara
praktek 0,16.

DAFTAR PUSTAKA
-

Jobsheet. 2015. Petunjuk Praktikum Pengendalian Proses. Palembang: Jurusan

Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya.


http://www.scribd.com/
http://fevzyvielky.blogspot.com/2012/12/tangki-berpengaduk.html

-http://mhimns.blogspot.com/2013/04/tangki-berpengaduk.html

GAMBAR ALAT

Tangki Berpengaduk dengan sususan seri


Keterangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Pengaduk
Tanki
Konduktometer
Tombol on/off
Tombol stirrer
Tombol pump
Selang air masuk
Bak penampung
Selang keluaran

Anda mungkin juga menyukai