P. 1
Administrasi Penyelenggaraan Pemerintahan Negara Tahun 2008

Administrasi Penyelenggaraan Pemerintahan Negara Tahun 2008

4.0

|Views: 2,209|Likes:
Dipublikasikan oleh rudi_stifler
Untuk Mendownload Silahkan kunjungi alamat URL ini atau untuk download versi presentasi Kunjungi alamat berikut : http://www.ziddu.com/download/9213065/NISTRASIPENYELENGGARAANPEMERINTAHANNEGARATAHUN2008.ppt.html
Untuk Mendownload Silahkan kunjungi alamat URL ini atau untuk download versi presentasi Kunjungi alamat berikut : http://www.ziddu.com/download/9213065/NISTRASIPENYELENGGARAANPEMERINTAHANNEGARATAHUN2008.ppt.html

More info:

Published by: rudi_stifler on Apr 04, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2013

original

CERAMAH ADMINISTRASI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NEGARA

OLEH

A.M. SINAGA

4 April 2010

1

ADMINISTRASI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NEGARA (PARADIGMA ADMINISTRASI PUBLIK)

PUSDIKLAT SPIMNAS BIDANG KEPEMIMPINAN LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA JAKARTA, 2008
4 April 2010 2

The State in the Great Society, like the private corporation, also rest upon administration (Di negara masyarakat modern, seperti halnya pada perusahaan swasta, sangat tergantung pada administrasi) (Charles A. Beard) Beard)

Bahkan lebih lanjut Beard menyatakan administration not the sword-is the key to swordenduring power in Great Society atau administrasi merupakan kunci kekuatan yang abadi bagi masyarakat modern
4 April 2010 3

Administrasi berasal dari Bahasa Latin : Ad+ministrare artinya : melayani, membantu atau memenuhi.

Oleh karena itu ADMINISTRASI Adalah Melayani (To - Serve) (To Serve)

4 April 2010

4

PENGERTIAN ADMINISTRASI   

Keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya (SP. Siagian) (SP. Siagian) Suatu daya upaya manusia yang kooperatif yang mempunyai tingkat rasionalitas tinggi (Dwight Waldo) (Dwight Waldo) Meliputi kegiatan-kegiatan individu-individu (eksekutif) kegiatanindividudalam suatu organisasi yang bertugas mengatur, memajukan dan menyediakan fasilitas usaha kerja sama sekelompok individu-individu untuk individumerealisasikan tujuan yang ditentukan (Ordway Tead) (Ordway Tead)

4 April 2010

5

HAKIKAT ADMINISTRASI
TIGA FAKTOR

SEKELOMPOK MANUSIA

KERJA SAMA

TUJUAN TERTENTU

ADMINISTRASI (PENATAAN KERJA SAMA)

TERCAPAINYA TUJUAN

4 April 2010

6 

Administrasi Penyelenggaraan Pemerintahan Negara = Administrasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan Negara. Administrasi Penyelenggaraan Pemerintahan Negara merupakan bagian integral dari Administrasi mengenai Penyelenggaraan Negara dan Pembangunan Bangsa. Secara konseptual Administrasi Penyelenggaraan Pemerintahan Negara disebut Administrasi Pemerintahan yang menjadi bidang tugas dan tanggung jawab lembaga ekskutif dalam lingkup kewenangan Presiden selaku Kepala Pemerintahan Negara. Sedangkan Administrasi Penyelenggaraan Negara dan Pembangunan Bangsa disebut juga Administrasi Negara (Public Administration).
7  

4 April 2010

Administrasi Negara (Administrasi mengenai Negara) merupakan Administrasi yang diselenggarakan oleh seluruh lembaga Negara (alat perlengkapan Negara) sesuai kewenangan/tanggung jawab fungsionalnya dan saling hubungan diantara lembaga-lembaga Negara lembagatersebut dalam upaya mencapai tujuan bernegara sebagaimana dimaksud Pembukaan UUD 1945 (alinea 4)

4 April 2010

8

Administrasi Penyelenggaraan Pemerintahan Negara (Eksekutif) dan (Eksekutif) Administrasi Penyelenggaraan Negara (Lembaga-lembaga Negara) melalui LembagaNegara) Administrasi dengan prinsip/kriteria Pokok yaitu :
Rasionalitas  Efektifitas dan  Efisiensi 

4 April 2010

9

LEMBAGALEMBAGA-LEMBAGA NEGARA DALAM SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA menurut UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945

UUD 1945

BPK

Presiden
kementrian negara
dewan pertimbangan

DPR

MPR

DPD

MA MK
Badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan Kekuasaan kehakiman

KPU

bank sentral

KY

TNI/POLRI

Perwakilan BPK Provinsi

Pemerintah Daerah Provinsi Gubernur DPRD

Lingkungan Peradilan Umum Lingkungan Peradilan Agama Lingkungan Peradilan Militer Lingkungan Peradilan Militer 10

Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota

4 April

Bupati/ 2010 Walikota

DPRD

VISI DAN MISI NEGARA REPUBLIK INDONESIA VISI : NEGARA INDONESIA, YANG MERDEKA, BERSATU, BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR MISI : MELINDUNGI SEGENAP BANGSA INDONESIA DAN SELURUH TUMPAH DARAH INDONESIA DAN UNTUK MEMAJUKAN KESEJATERAHAAN UMUM, MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA, DAN IKUT MELAKSANAKAN KETERTIBAN DUNIA YANG BERDASARKAN KEMERDEKAAN, PERDAMAIAN ABADI DAN KEADILAN SOSIAL
4 April 2010 11

VISI DAN MISI PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2025
VISI PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2025 ADALAH : INDONESIA YANG MANDIRI, MAJU, ADIL DAN MAKMUR
Mandiri Mampu mewujudkan kehidupan sejajar dan sederajat dengan bangsa lain dengan mengandalkan pada kemampuan dan kekuatan sendiri. Diukur dari kualitas SDM, tingkat kemakmuran, dan kemantapan sistem dan kelembagaan politik dan hukum. Tidak ada pembatasan/diskriminasi dalam bentuk apapun, baik antar individu, gender, maupun wilayah Terpenuhi seluruh kebutuhan hidupnya, sehingga dapat memberikan makna dan arti penting bagi bangsa-bangsa lain. bangsa12

Maju

Adil

Makmur

4 April 2010

8 (DELAPAN) MISI PEMBANGUNAN NASIONAL SEBAGAI BERIKUT :
1. MEWUJUDKAN MASYARAKAT BERAKHLAK MULIA, BERMORAL, BERETIKA, BERBUDAYA DAN BERADAB BERDASARKAN FALSAFAH PANCASILA 2. MEWUJUDKAN BANGSA YANG BERDAYA-SAING BERDAYA3. MEWUJUDKAN MASYARAKAT DEMOKRATIS BERLANDASKAN HUKUM 4. MEWUJUDKAN INDONESIA AMAN, DAMAI, DAN BERSATU 5. MEWUJUDKAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN DAN BERKEADILAN 6. MEWUJUDKAN INDONESIA ASRI DAN LESTARI 7. MEWUJUDKAN INDONESIA MENJADI NEGARA KEPULAUAN YANG MANDIRI, MAJU, KUAT DAN BERBASISKAN KEPENTINGAN NASIONAL 8. MEWUJUDKAN INDONESIA BERPERAN PENTING DALAM PERGAULAN DUNIA INTERNASIONAL

4 April 2010

13

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 2004VISI PEMERINTAH

Visi Pembangunan Nasional 1. Terwujudnya kehidupan masy, bangsa dan negara yang aman, bersatu, rukun dan damai; 2. Terwujudnya masy, bangsa, dan negara yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan dan HAM; serta 3. Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan

Misi : 1. STRATEGI 1. Mewujudkan Indonesia PENATAAN yang Aman dan Damai INDONESIA 2. Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis 2. STRATEGI 3. Mewujudkan Indonesia PEMBANGUNAN yang Sejahtera INDONESIA

PERPRES Nomor 7 Tahun 2005 Tentang RPJMN 2004-2009
4 April 2010 14

1. STRATEGI PENATAAN INDONESIA
MENYELAMATKAN SISTEM KETATAKETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA BERDASARKAN : SEMANGAT, JIWA, NILAI, DAN KONSENSUS DASAR YANG MELANDASI BERDIRINYA NKRI (PANCASILA DAN UUD 1945)

4 April 2010

15

2. STRATEGI PEMBANGUNAN INDONESIA
MEMBANGUN INDONESIA DI SEGALA BIDANG (TERTUANG DALAM PEMBUKAAN 1945) 1945) TERUTAMA DALAM PEMENUHAN HAK DASAR DAN PENCIPTAAN LANDASAN PEMBANGUNAN YANG KOKOH. KOKOH.

4 April 2010

16 

Administrasi (mengenai) Penyelenggaraan Pemerintahan Negara berlangsung baik ditingkat pemerintahan pusat maupun pemerintahan Daerah dalam wadah NKRI Bagaimana pemerintah meng administrasikan kegiatannya (pemerintahan) dalam mencapai tujuan bernegara (Pusat dan Daerah) dengan mendayagunakan segenap sumberdaya yang dimiliki Negara/pemerintah melalui perangkat/aparaturnya.
17 

4 April 2010

Di Indonesia Administrasi (Administration) dapat bermakna: Administration)
Organisasi dalam berbagai bentuk dan kegiatannya dari penyusunan rencana/kebijakan, pelaksanaan, pengawasan pertanggungjawaban, bahkan juga pengetikan dan penyimpanan surat/dokumen serta menjaga keseluruhannya agar berlangsung secara sistimatis, efisien dan efektif.

- Mengatur

- Mengurus - Menata - Melayani - Mengelola

}

4 April 2010

18

Dalam pendekatan Sistem Administrasi sebagai system , : Tercermin dan ditandai dengan adanya saling hubungan dan berlangsungnya proses kerjasama intra dan antar lembaga yang memuat rangkaian kegiatan yang sistematis, rasional untuk mencapai tujuan bersama. Administrasi Negara dalam lingkup kekuasaan pemerintahan Negara (Administrasi Penyelenggaraan Pemerintahan) baik sebagai disiplin maupun sebagai System mempunyai dua unsur pokok:
1. 2.

Organisasi pemerintahan Manajemen pemerintahan
19

4 April 2010

PRINSIPPRINSIP-PRINSIP PENGORGANISASIAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

Prinsip Tujuan Organisasi yang realistik, Prinsip Pembagian Kerja yang rasional dan logis, Prinsip Penugasan tiap bagian-bagian kerja kepada seorang bagianyang tepat Prinsip Pelimpahan Wewenang yang tepat, Prinsip Hierarki, Prinsip Tanggung jawab, Prinsip Rentang Kendali (Span of Control), (Span Control), Prinsip Kesatuan Arah (Unity of Direction), (Unity Direction), Prinsip Kesatuan Pimpinan (Unity of Command), (Unity Command), Prinsip Integritas (Integrity), Prinsip Disiplin, Prinsip Stabilitas Personel, Prinsip Klasifikasi Jabatan, dan Prinsip Keseimbangan antara Sentralisasi, Dekonsentrasi, dan Desentralisasi bagi organisasi pemerintahan.
(Prajudi Atmosudirdjo)
20

4 April 2010

PRINSIPPRINSIP-PRINSIP YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENYUSUN ORGANISASI
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

Prinsip Kejelasan Visi, Misi dan Tujuan Prinsip Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat Prinsip Pembagian Tugas Prinsip Koordinasi Prinsip Keberlangsungan Tugas Prinsip Proporsionalitas Prinsip Keluwesan Prinsip Pendelegasian dan Penyerahan Wewenang Prinsip Rentang Kendali Prinsip Jalur dan Staf Prinsip Kejelasan Dalam Pembaganan Prinsip Legalitas
21

4 April 2010

ORGANISASI PEMERINTAHAN
Organisasi Pemerintahan Pusat saat ini meliputi a. Kementerian Negara, terdiri dari: 1) Kementerian Koordinator (3) 2) Kementerian Negara (10) 3) Departemen (20) b. Sekretariat Negara, dipimpin Menteri Negara c. Sekretariat Kabinet (1) d. Lembaga Pemerintah Bukan Kementerian Negara(LPND) > (21) e. Lembaga Ekstra Struktural (Dewan/Panitia) Organisasi Pemerintahan tingkat pusat (Lembaga Kementerian) diatur dalam pasal 17 UU 1945 ayat 4 yang berbunyi : Pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementerian negara diatur dengan undang-undang (hingga kini undangundang tersebut belum terbit).
4 April 2010 22

PENGELOMPOKAN LPND
A. DARI ASPEK TUGAS DAN KEWENANGAN 1. LPND YANG MEMPUNYAI TUGAS MELAKSANAKAN URUSAN PEMERINTAHAN (FUNGSI REGULASI) SEPERTI BPOM, BPN DAN BAPETEN LPND YANG MENDUKUNG PELAKSANAAN TUGAS PEMERINTAHAN SEPERTI : LIPI, BPPT, DLL LPND YANG BERTANGGUNG JAWAB LANGSUNG KEPADA PRESIDEN DAN TIDAK DIKOORDINASIKAN OLEH MENTERI TERTENTU SEPERTI : BIN, DAN LEMHANAS LPND YANG BERTANGGUNG JAWAB LANGSUNG KEPADA PRESIDEN DAN DALAM PELAKSANAAN SEHARI-HARI SEHARIDIKOORDINASIKAN OLEH MENTERI
23

2.

B. DARI KEDUDUKAN 1.

2.

4 April 2010

LEMBAGA NON STRUKTURAL    

LNS MERUPAKAN LEMBAGA YANG DIBENTUK UNTUK MELAKSANAKAN TUGAS DAN FUNGSI TERTENTU SESUAI PERINTAH PERATURAN PERUNDANGAN SEBAGIAN BESAR LNS BERKEDUDUKAN DI BAWAH DAN BERTANGGUNGJAWAB KEPADA PRESIDEN LNS BUKAN JABATAN NEGERI, AKAN TETAPI BERANGGOTAKAN DARI UNSUR PROFESIONAL ATAU MASYARAKAT/SWASTA DENGAN SISTEM GAJI TERSENDIRI HINGGA SAAT INI SUDAH TERDAPAT 48 (EMPAT PULUH DELAPAN) LNS DAN BERKECENDERUNGAN AKAN TERUS BERTAMBAH
24

4 April 2010

Organisasi Pemerintahan Daerah a. Kepala Daerah b. Perangkat Daerah : 1) Sekretariat Daerah 2) Dinas Daerah 3) Lembaga Teknis Daerah (Badan/Kantor) 4) Sekretariat DPRD c. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Di tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota Organisasi, (termasuk manajemen) pemerintahan daerah diatur dalam undang - undang yang saat ini berlaku : UU No. 32/2004 sebagai revisi UU No. 22/1999.

4 April 2010

25

ARAH PEMBERIAN OTONOMI (ESENSI OTONOMI)
PERCEPATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PENINGKATAN PELAYANAN PEMBERDAYAAN DAN PERAN SERTA MASYARAKAT PENINGKATAN DAYA SAING

1.

2. 3.

4.

4 April 2010

26

LIMA PILAR PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH
1. 2. 3. 4. 5.

Kewilayahan Urusan Pemerintahan Perimbangan Keuangan Kerjasama Azas Penyelenggaraan Pemerintahan
- Desentralisasi

- Dekosentrasi - Pembantuan
4 April 2010 27

PRINSIP OTONOMI
1.

PRINSIP OTONOMI SELUAS-LUASNYA : SELUASKEWENANGAN MENGURUS DAN MENGATUR SEMUA URUSAN PEMERINTAHAN DI LUAR YANG MENJADI URUSAN PEMERINTAH YANG DITETAPKAN PRINSIP OTONOMI NYATA ADALAH : URUSAN YANG DILAKSANAKAN BERDASARKAN TUGAS, WEWENANG DAN KEWAJIBAN YANG SENYATANYA SESUAI DENGAN POTENSI DAN KEKHASAN DAERAH PRINSIP BERTANGGUNG JAWAB ADALAH : PENYELENGGARAANNYA HARUS BENAR-BENAR BENARSEJALAN DENGAN TUJUAN DAN MAKSUD PEMBERIAN OTONOMI (PEMBERDAYAAN KESRA)
28

2.

3.

4 April 2010

PERANGKAT PEMERINTAH DAERAH (PROPINSI, KABUPATEN, KOTA)
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

SEKRETARIAT DAERAH SEKRETARIAT DPRD DINAS DAERAH LEMBAGA TEKNIS DAERAH KECAMATAN KELURAHAN PEMERINTAHAN DESA
29

4 April 2010

URUSAN PEMERINTAHAN
1.

URUSAN YANG MENJADI URUSAN PEMERINTAH PUSAT : POLITIK LUAR NEGERI, PERTAHANAN, KEAMANAN, MONETER DAN FISKAL NASIONAL, YUSTISI, DAN AGAMA URUSAN YANG BERSIFAT CONCURRENT ATAU URUSAN YANG DAPAT DIKELOLA BERSAMA ANTARA PUSAT, PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA YANG PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHANNYA BERDASARKAN KRITERIA-KRITERIA : KRITERIAa.

2.

b. c.

EKSTERNALITAS ADALAH PENDEKATAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN DAMPAK/AKIBAT YANG DITIMBULKAN DALAM PENYELENGGARAAN URUSAN TERSEBUT AKUNTABILITAS EFISIENSI
30

4 April 2010

KEWENANGANKEWENANGAN-KEWENANGAN MASINGMASINGMASING TINGKATAN PEMERINTAHAN
1.

2.

3.

Pusat : Berwenang membuat norma-norma, normastandar, prosedur, Monev, supervisi, fasilitasi dan urusanurusan-urusan pemerintahan dengan eksternalitas nasional. Provinsi : Berwenang mengatur dan mengurus urusanurusan-urusan pemerintahan dengan eksternalitas regional (lintas Kab/Kota) Kab/Kota : Berwenang dan mengurus urusanurusanurusan pemerintahan dengan eksternalitas lokal (dalam satu Kab/Kota)

4 April 2010

31

HUBUNGAN ANTAR PUSAT DAN DAERAH SERTA ANTAR DAERAH
Prinsip pemberian otonomi daerah, bahwa pelaksanaan otonomi daerah harus sesuai dengan konstitusi Negara, artinya tetap terjamin :

Hubungan yang serasi antar Pusat dan Daerah serta Antar Daerah Merupakan wujud pertanggungjawaban sebagai konsekuensi pemberian hak dan kewenangan kepada Daerah Negara mengakui dan menghormati kesatuankesatuankesatuan Masyarakat Hukum Adat beserta hakhakhak tradisionalnya serta prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 4 April 2010 32

HubunganHubungan-hubungan tersebut adalah :
1. 2. 3. 4. 5. 6.

7.

Hubungan Pengakuan Pembentukan Daerah Hubungan Kewenangan Hubungan Keuangan Hubungan dalam Bidang Kepegawaian Hubungan Pembinaan dan Pengawasan Hubungan Pelaporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, Hubungan Kerjasama dan Penyelesaian Perselisihan

4 April 2010

33

PEMEKARAN DAERAH
Latar Belakang Pemekaran Daerah
a.

b. c.

Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperpendek rentang kendali (span control) khususnya dalam pemberian (span control) pelayanan kepada masyarakat Kuatnya aspirasi masyarakat Alasan lain : 1) Adanya peningkatan status suatu daerah dari kotif menjadi kota dan perubahan nomenklatur dari kotamadya menjadi kota. (Kota Banjar, Ternate, Batam) 2) Adanya perjuangan yang cukup lama untuk menjadi suatu daerah otonom dan perjuangan ini sudah dimulai jauh hari sebelum maraknya wacana pemekaran (Prov. Babel) 3) Adanya dorongan dari tokoh-tokoh masyarakat dan ormas tokohsebagai penggerak pemekaran (inisiator). (Kab. Minahasa Utara) 4) Adanya campur tangan pusat untuk menuntaskan polemik pemekaran. (Prov. Kepri dan Irjabar)
4 April 2010 34

IMPLEMENTASI PROSES PEMEKARAN DAERAH PROSES PEMEKARAN LEBIH BANYAK DILAKUKAN MELALUI DEPARTEMEN DALAM NEGERI BUKAN INISIASI (HAK INISIATIF) DPR

4 April 2010

35

POLITIS : 
 

ADMINISTRASI :
data awal oleh BAPPEDA/Bagian Pemerintah Kabupaten  Penyusunan studi kelayakan oleh Perguruan Tinggi Negeri/Balitbang DDN  Pengajuan berkas usulan Pemekaran dari kabupaten Induk ke Gubernur  Penyampaian berkas usulan pemekaran dari gubernur ke DDN dan tembusan ke DPR RI  Peninjauan kelayakan pemekaran oleh DDN, Badan Pertimbangan Otonom Daerah dan DPR RI 
Penyiapan 

Aspirasi Masyarakat Memorandum DPRD Pembentukan Presedium Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi PertemuanPertemuan-pertemuan antara DPR RI dengan Presedium dalam rangka penyampaian aspirasi dan untuk mendapatkan dukungan dari DPR RI

Pembahasan RUU tentang Pemekaran Wilayah oleh DPR-RI bersamasama dengan DDN serta LO Kabupaten dan LO a. Provinsi Usul inisiatif DPR RI b. Usul dari DDN

Pengesahan UU Pemekaran oleh DPR RI 4 April 2010 36

IMPLIKASI PEMEKARAN DAERAH TERHADAP DAERAH
1) 2) 3) 4) 5) 6) 7)

Pembentukan Kelembagaan Baru Pola Hubungan Kerja di Daerah Pemekaran Politik Sumber daya manusia Pemberdayaan Ekonomi, Pelayanan Publik Lingkungan Hidup Kemiskinan

4 April 2010

37

IMPLIKASI PEMEKARAN DAERAH TERHADAP PEMERINTAH PUSAT
1. 2. 3.

Kelembagaan Kewenangan Keuangan

4 April 2010

38

MANAJEMEN PEMERINTAHAN
Manajemen Pemerintahan (Pusat dan Daerah), adalah : rangkaian kegiatan yang berkenaan dengan pengelolaan kebijakan, pengelolaan sumber daya (manusia, uang, barang/peralatan dan fasilitas kerja, informasi) yang dimiliki pemerintah serta pelaksanaan fungsi-fungsi fungsipengelolaan yang umumnya diselenggarakan seperti : perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan pengendalian, termasuk evaluasi kinerja pemerintahan. Mengingat Negara RI adalah Negara hukum, maka Administrasi Penyelenggaraan Pemerintahan harus dilaksanakan berdasarkan hukum/ketentuanhukum/ketentuan-ketentuan hukum dalam berbagai bentuk dan tata urutan peraturan perundang-undangan. perundangUUD 1945 2. UU/PERPU 3. PP 4. PERPRES 5. PERDA : - PROPINSI - KABUPATEN/KOTA - DESA 4 April 2010
1.

39

KEBIJAKAN PUBLIK ADALAH : SUATU KEPUTUSAN UNTUK MENGHADAPI SITUASI ATAU PERMASALAHAN YANG MENGANDUNG NILAI TERTENTU, MEMUAT KETENTUAN TENTANG TUJUAN, CARA DAN SARANA SERTA KEGIATAN UNTUK MENCAPAINYA

4 April 2010

40

FUNGSI/MAKNA KEBIJAKAN
PEDOMAN DASAR DAN ARAHAN POKOK PENYELENGGARAAN NEGARA BERUPA KEPUTUSAN UNTUK MELAKUKAN ATAU TIDAK MELAKUKAN ACUAN UNTUK MENGHADAPI PERMASALAHAN DEMI KEPENTINGAN PUBLIK PANDUAN UNTUK PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN (PELAYANAN PUBLIK)

1. 2. 3.

4.

4 April 2010

41

STRATIFIKASI KEBIJAKAN PUBLIK
1.

KEBIJAKAN STRATEJIK KEBIJAKAN DASAR DAN ARAHAN POKOK DALAM PENYELENGGARAAN DAN PENGGUNAAN SUMBER DAYA DAN UPAYA BANGSA KEBIJAKAN MANEJERIAL, YANG TERDIRI DARI : MANEJERIAL, 

2.

KEBIJAKAN UMUM, YAITU MERUPAKAN ALAT PENGATURAN UMUM, DAN PENERTIBAN TATA KEHIDUPAN BERBANGSA, BERNEGARA, DAN BERMASYARAKAT KEBIJAKAN KHUSUS, YAITU : SAMA DENGAN UMUM, NAMUN KHUSUS, DALAM LINGKUP BIDANG FUNGSIONAL ATAU URUSAN PEMERINTAH TERTENTU 

3.

KEBIJAKAN TEKNIS OPERASIONAL, YAITU ACUAN OPERASIONAL, SECARA TEKNIS DALAM RANGKA PELAKSANAAN KEBIJAKAN PEMERINTAH PADA UMUMNYA
42

4 April 2010

STRATIFIKASI KEBIJAKAN BERDASARKAN TINGKAT PEMERINTAHAN

1. 2. 3. 4.

KEBIJAKAN NASIONAL/PUSAT KEBIJAKAN DAERAH PROPINSI KEBIJAKAN KABUPATEN/KOTA KEBIJAKAN DESA

4 April 2010

43

Kebijakan yang mengatur manajemen pemerintahan negara tersebar dalam berbagai peraturan perundangan, antara lain :
a. Manajemen PNS (UU No. 43/1999) b. Manajemen Keuangan Negara (UU No. 17/2003) c. Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (UU No.25/004) d. Manajemen Peraturan Perundang-Undangan (UU No. 10/2004) e. Manajemen Perbendaharaan Negara (UU No. 1/2004) f. Manajemen Pemerintahan Daerah termasuk organisasi pemerintahan daerah diatur dalam Pasal 18 UUD 1945 yang ditindaklanjuti dengan UU No.32/2004.

4 April 2010

44

UNSUR POKOK ADMINISTRASI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NEGARA
Dalam praktek penyelenggaraan pemerintahan Negara RI, Administrasi sebagai sistem disebut Sistem Administrasi Pemerintahan Negara Republik Indonesia, sebagai bagian Indonesia, integral dari Sistem Administrasi (Penyelenggaraan) Negara Kesatuan Republik Indonesia (SANKRI). (SANKRI). SANKRI dikembangkan berlandaskan UUD 1945 sebagai landasan Konstitusional dan Pancasila sebagai landasan idiilnya. Dari sudut keilmuan maupun kesisteman, demikian pula dalam prakteknya Administrasi Penyelenggaraan Pemerintahan Negara mempunyai dua unsur pokok yaitu: Organisasi Pemerintahan Negara dan Manajemen Pemerintahan Negara
4 April 2010 45

UNSUR-UNSURNYA : UNSUR1. UNSUR NILAI SISTEM NILAI, MELIPUTI LANDASAN ATAU DASAR HUKUM 2. UNSUR STRUKTUR MERUPAKAN KELEMBAGAAN YANG DIPERLUKAN DALAM KEHIDUPAN NKRI (VISI DAN MISI) STRUKTUR YANG DIMAKSUD : a. STRUKTUR PENYELENGGARAAN NEGARA b. STRUKTUR PENYELENGGARAAN PEMERINTAH NEGARA PRESIDEN DGN PERANGKAT-PERANGKATNYA (PUSAT & DAERAH) PERANGKAT3. UNSUR PROSES a. PROSES PENYELENGGARAAN NEGARA (LEMBAGA-LEMBAGA (LEMBAGANEGARA) b. PROSES PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NEGARA (PUSAT & DAERAH)
4 April 2010 46

ASASASAS-ASAS UMUM PENYELENGGARAAN NEGARA
Berdasarkan UU No. 28 Tahun 1999, telah ditetapkan asasasas-asas umum penyelenggaraan negara dalam rangka mewujudkan good governance (Pelayanan publik yang effisien, sistem pengadilan yang dapat diandalkan serta pemerintahan yang bertanggung jawab pada publiknya*). 1. Asas Kepastian Hukum 2. Asas Kepentingan Umum 3. Asas Keterbukaan 4. Asas Proporsionalitas 5. Asas Profesionalitas 6. Asas Akuntabilitas
4 April 2010

* Sumber : The World Bank

47

Paradigma Baru Dalam penyelenggaraan pemerintahan negara difokuskan untuk menghasilkan high quality public goods and services . Untuk itu diperlukan birokrasi yang memiliki semangat kewirausahaan.

4 April 2010

48

Sehubungan dengan semangat kewirausahaan (David (David Osborne dan Ted Gabler) dalam Bukunya Reinventing Gabler) Government mengatakan 10 (sepuluh) prinsip :
a. Steering rather than rowing (Pemerintah berperan sbg katalisator) b. Empower Communities to solve their own problems, rather than merely deliver services (Pemerintah hrs memberdayakan masyarakat dlm pemberian pelayanannya) c. Promote and encourage competition rather than monoplies (Pemerintah hrs menciptakan persaingan dalam setiap pelayanan) d. Be driven by missions rather rules (Pemerintah hrs melakukan aktivitas yang menekankan kpd pencapaian misinya drpd peraturan-peraturan) peraturane. Result oriented by funding outcomes rather than output (Pemerintah hendaknya berorientasi kpd kinerja yang baik)
4 April 2010 49

Lanjutan f. Meet the needs of the customer rather than those the bureaucracy (Pemerintah hrs mengutamakan pemenuhan kebutuhan masyarakat, bukan kebutuhan birokrat) Concentrate on earning money rather than just spending if (Pemerintah memiliki aparat yang tahu cara yang tepat dalam menghasilkan sesuatu untuk organisasinya disamping pandai menghemat biaya Invest in preventing problems rather than curing crisis (Pemerintah yang antisipatif) Decentralize authority than build hierarchy (Diperlukan desentralisasi pemerintahan, dan berorentasi hirarki menjadi partisipatif dengan pengembangan kerjasama tim) Solve problem by influencing market forces rather than by treating public program (Pemerintah harus memperhatikan kekuatan pasar)

g.

h. i.

j.

4 April 2010

50

Paradigma baru lainnya dalam Buku Banishing Bureaucracy ( David Osborne dan Peter Plastrik) Plastrik) adalah mewirausahakan birokrasi melalui 5 strategi (5 core strategies. 5 Cs), yaitu :
a. b.

c. d. e.

Strategi Inti (Center Strategy) (Center Strategy) Strategi Konsekuensinya (Consequence (Consequence Strategy) Strategy) Strategi Pelanggan (Customer Strategy) (Customer Strategy) Strategi Kendali (Control Strategy) (Control Strategy) Strategi Budaya (Cultural Strategy) (Cultural Strategy)
51

4 April 2010

PRINSIP KARAKTERISTIK GOOD GOVERNANCE
1.

2.

3.

PARTISIPASI Setiap warga masyarakat harus memiliki hak suara yang sama dalam proses pengambilan keputusan, baik secara langsung, sesuai dengan kepentingan dan aspirasinya masingmasing-masing SUPREMASI HUKUM Kerangka aturan hukum dan perundang-undangan haruslah perundangberkeadilan, ditegakkan an dipatuhi secara utuh terutama aturan hukum tentang hak-hak asasi manusia hakTRANSPARANSI Berbagai proses, kelembagaan, dan informasi dapat diakses secara bebas dan informasinya harus dapat disediakan secara memadai dan mudah dimengerti sebagai alat monitoring dan evaluasi

4 April 2010

52

4.

5.

6.

7.

DAYA TANGKAP Setiap institusi dan prosesnya harus diarahkan pada upaya untuk melayani berbagai pihak yang berkepentingan BERORIENTASI KONSENSUS Pemrintahan yang baik akan bertindak sebagai penengah bagi berbagai kepentingan yang berbeda untuk mencapai konsensus atau kesepakatan yang terbaik bagi kepentingan masingmasing-masing pihak EQUITY Pemerintahan yang baik akan memberikan kesempatan yang sama dalam upaya mereke untuk meningkatkan dan memelihara kualitas hidupnya. EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI Kegiatan dan kelembagaan diarahkan untuk menghasilkan sesuatu yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan melalui benarpemanfaatan yang sebaik-baiknya. sebaik-

4 April 2010

53

8.

9.

10.

AKUNTABILITAS Para pengambil keputusan dalam organisasi sektor pemerintah, swasta, dan masyarakat madani memiliki pertanggungjawaban (akuntabilitas) kepada publik. BERVISI STRATEGIS Para pimpinan dan masyarakat memiliki perspektif yang luas dan jangka panjang tentang penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan pembangunan manusia bersamaan dengan kebutuhannya SALING KETERKAITAN Keseluruhan ciri good governance tersebut di atas adalah saling memperkuat dan saling terkait dan tidak bisa berdiri sendiri

4 April 2010

54

PELAKSANAAN PRINSIP KARAKTERISTIK GOOD GOVERNANCE
1. PARTISIPASI
KEGIATAN TUJUAN Mendorong warga menyampaikan pendapat proses pengambilan keputusan/kebijaksanaanmonitoring evaluasipengawasan yang baik a. Meningkatkan keberdayaan lembaga infokom. b. Meningkatakan keberdayaan forum. c. Terbentuknya kelompok-kelompok masyarakat d. Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat.

INDIKATOR KEBERHASILAN a. Terbentuknya lembaga infokom. b. Meningkatkan jumlah masyarakat yang mencapai informasi. a. Terbentuknya berbagai forum. b. Meningkatakan kualitas dan kuantitas untuk pelayanan publik. a. Terebntuknya berbagai pokmas
4 April 2010

SASARAN a. Mass media yang memberikan kemudahan kepada publik a. LSM yang peduli dan memperhatikan publik. a. Adanya forum-forum masyarakat

55

2. RULE OF LAW (SUPREMASI HUKUM)

TUJUAN a. b. c. d. Mewujudkan penegakan hukum Mewujudkan kepastian hukum. Mewujudkan HAM Memperhatikan moralitas

KEGIATAN a. b. c. d. e. Pembenahan perangkat perundangan Sosialisasi peraturan perundangan Pembenahan aparatur penegak hukum Peningkatan kewenangan-kemampuan PNS Menghidupkan nilai/norma masyarakat

INDIKATOR KEBERHASILAN a. Berkurangnya pelanggaran. b. Kemampuan PNS meningkat. c. Proses penegakan hukum cepat. d. Terbenahinya aparatur hukum. e. Berlakunya norma msyarakat

SASARAN a. Kepolisian yang mengatur. b. Mass media dalam penyebar informasi c. LSM dalampemantauan pelaksanaan. d. Jaksa yang adil e. Hakim dalam keputusan yang adil. f. Pemerintah dalam pembuatan peraturan. g. Tokoh masyarakat sebagai panutan

4 April 2010

56

3. TRANSPARANSI
TUJUAN a. Meningkatkan kepercayaan masyarakat-pemerintah b. Penyelenggaraan pemerintah yang transparan. c. Penyedia informasi dan transparan kepada masyarakat d. Menciptakan kemudahan dalam Mendapatkan informasi INDIKATOR KEBERHASILAN a. Bertambahnya pengetahuan dan wawasan publik. b. Masyarakat mengetahui kebijakan pemerintah. c. Semakin meningkat partisipasi masyarakat. d. Berkurangnya pelanggaran terhadap peraturan.
4 April 2010

KEGIATAN a. b. c. d. e. Merumuskan kebijaksanaan Mempublikasikan produk-produk. Penyusunan database yang lengkap. Membentuk lembaga pelayanan informasi Menyempurnakan administarsi

SASARAN a. Pemerintah di semua sektor publik. b. Unit pelayanan informasi dan komunikasi c. Mass media sebagai penyebar dan penyelenggara informasi d. LSM sebagai pressure group.

57

4. RESPONSIVENESS
TUJUAN a. Meningkatkan daya tanggap pemerintah b. Meningkatkan kesadaran masyarakat. c. Menghindari perbuatan anarkhis d. Meningkatakn kemitraan KEGIATAN a. Dilaksanakan public hearing b. Dibukanya akses bagi masyarakat c. Membentuk lembaga yang mengelola aspirasi masyarakat d. Adanya fasilitas kepada masyarakat dan dunia usaha e. Upaya saling pengertian

INDIKATOR KEBERHASILAN a. Meningkatnya partisipasi. b. Meningkatnya pemberdayaan. c. Tumbuhnay kesadaran. d. Meningkatnya kepercayaan terhadap pemerintah.

SASARAN a. Badan Perweakilan Rakyat. b. Kekuatan Sosial Politik. c. Lembaga Kemasyarakatan. d. Lembaga ekonomi bisnis e. Pemerintah termasuk sektor perencanaan dan pengawasan.

4 April 2010

58

5. BERORIENTASI KONSENSUS

KEGIATAN TUJUAN a. Meningkatkan kemampuan dan moral penyelenggaran pemerintahan b. Meningkatkan kemampuan untuk menciptakan konsensus kebijakan. a. b. c. d. e. Perbaikan sistem recruitmen pegawai Peningkatan pola karir. Peningkatan kemampuan manajerial. Pembinaan mental-sikap perilaku-moral Pengembangan sistem pemerintahan transparan

INDIKATOR KEBERHASILAN a. Hasil kerja mencapai kinerja. b. Pelayanan meningkat. c. Komplain masyarakat berkurang. d. Disiplin meningkat. e. Pelaksanaan pemerintahan transparan dalam kebijakan

SASARAN a. Aparat pemerintah (Pusat dan Daerah). b. Lembaga Diklat (Pusat dan Daerah)

4 April 2010

59

6. EQUITY-KESAMAAN/KESETARAAN/BERKEADILAN

TUJUAN KEGIATAN a. Menciptakan kesamaan terhadap masyarakat b. Menciptakan peluang yang sama bagi warga. a. Pembinaan tentang peraturan perundangan b. Pengisian jabatan sesuai kebutuhan

INDIKATOR KEBERHASILAN a. Kasus diskriminasi berkurang. b. Ketaatan terhadap peraturan. c. Pengisian jabatan berdasarkan ketentuan.

SASARAN a. Badan perwakilan-kekuatan sospol menciptakan kondisi. b. Aparatur pemerintah. c. Lembaga-lembaga kemasyarakatan.

4 April 2010

60

7. EFEKTIF DAN EFISIEN
KEGIATAN TUJUAN Menciptakan pelayanan sesuai kebutuhan secara optimal dan arif a. Deregulasi dan debirokratisasi b. Mengacu pada visi dan misi yangjelas c. Mengembangkan kemitraan dan pemberdayaan d. Restrukturisasi kelembagaan e. Menggunakan indikator kinerja. f. Menyempurnakan sistem pembukuan

INDIKATOR KEBERHASILAN a. Meningkatkan nilai tambah. b. Berkurangnya penyimpangan. c. Berkurangnya biaya rutin operasional.

SASARAN a. Aparat pemerintah pusat dan daerah serta BUMN dan BUMD. b. Forum-forum komunikasi.

4 April 2010

61

8. AKUNTABILITAS (TANGGUNG JAWAB-TANGGUNG GUGAT)

TUJUAN Meningkatakn pertanggungjawaban di sektor pemerintah dan organisasi publik kepada publik sebagai pemilik negara

KEGIATAN a. Membuat indikator kinerja pemerintahan b. Menyempurnakan mekanisme Akuntabilitas dan pengawasan c. Menetapkan sanksi yang tegas d. Mempublikasikan hasil temuan.

INDIKATOR KEBERHASILAN a. Meningkatnya kepercayaan terhadap pemerintah. b. Meningkatnya tanggung jawab pejabat pemerintah. c. Berkurangnya kasus KKN

SASARAN a. Pejabat pemerintah (pengambil keputusan). b. DPRD sebagai lembaga perumus kebijaksanaan c. Lembaga teknis pemerintah sebagai penanggung jawab

4 April 2010

62

9. STRATEGIC VISION (BERVISI STRATEGIS)

TUJUAN a. Menciptakan pelayanan publik dilaksanakan berdasarkan visi dan misi b. Menciptakan transparansi

KEGIATAN a. Menyususn renstra sesuai visi dan misi b. Meningkatkan koordinasi penganggaranperencanaan-pelaksanaan-pengawasan ‡ Meningkatkan kegiatan monev

INDIKATOR KEBERHASILAN a. Renstra yang mempunyai kekuatan hukum. b. Frekuensi pertemuan stakeholders meningkat. c. Masukan stakeholder meningkat. d. Konsistensi perencanaan dan pelaksanaan. e. Koordinasi dalam pelaksanaan meningkat. f. Monev meningkat
4 April 2010

SASARAN a. Pemerintah dan perangkatnya. b. Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) c. Kekuatan sospol. d. Lembaga kemasyarakatan

63

10. SALING KETERKAITAN (INTERRELATED)

TUJUAN Menciptakan keterpaduan dalam mewujudkan keseluruhan ciri good governance

KEGIATAN a. Melakukan koordinasi pelaksanaan good governance b. Memperkuat keterkaitan keseluruhan ciri good governance

INDIKATOR KEBERHASILAN a. Informasi semakin mudah diakses. b. Partisipasi semakin luas. c. Proses pengambilan keputusan semakin efektif.

SASARAN a. Pemerintah (pusat dan daerah) dan perangkatnya. b. DPRD. c. Kekuatan Politik. d. LSM, Pers, dan Usaha Bisnis.

4 April 2010

64

11. PENGAWASAN

TUJUAN a. Menciptakan peningkatan pengawasan dengan melibatkan masyarakat. b. Menciptakan peningkatan pengawasan untuk memperkuat akuntabilitas

KEGIATAN a. Melakukan pengawasan yang ketat. b. Meningkatkan profesionalitas PFA c. Meningkatkan kemampuan WASMAS, WASKAT, WASLEG-WASYUD. d. Membentuk lembaga pengawasan

INDIKATOR KEBERHASILAN a. Penyimpangan berkurang atau KKN berkurang. b. Masukan dari masyarakat (WASMAS) maneingkat. c. Temuan hasil pengawasan dan tindak lanjutnya meningkat. d. Akuntabilitas kinerja positif. e. WASKAT meningkat
4 April 2010

SASARAN a. Pemerintah dan perangkatnya. b. DPR sebagai salah satu lembaga pengawasan c. Lembaga-lembaga kemasyarakatan. d. Lembaga PERS sebagai lembaga WASMAS e. Forum masayarakat sebagai lembaga independen.

65

6 (ENAM) KOMPTENSI YANG HARUS DIMILIKI UNTUK MENJADI PEMIMPIN YANG EFEKTIF (JOSEPH S. NYE, Jr) 

POLICY VISION MAMPU UNTUK MENGARTIKULASI SEBUAH GAMBARAN MASA DEPAN YANG MEMBERIKAN INSPIRASI BAGI PARA PENGIKUTNYA. VISI TERSEBUT JUGA HARUS MENARIK DAN BERKELANJUTAN EMOTIONAL INTELLIGENCE MAMPU MENGUASAI DAN MENGENDALIKAN DIRI SEHINGGA DAPAT MENCEGAH TINDAKANTINDAKANTINDAKAN YANG PENUH BERMUATAN KEPENTINGAN DIMANA KONDISI INI AKAN BERPENGARUH PADA BAKAT KHARISMATIK YANG DIMILIKINYA COMMUNICATION MEMPUNYAI KAPASITAS UNTUK BERKOMUNIKASI SECARA EFEKTIF DENGAN PARA AUDIENCE BAIK DALAM LINGKUP DOMESTIK MAUPUN INTERNASIONAL ORGANIZATIONAL CAPACITY MAMPU UNTUK MENGELOLA STRUKTUR ORGANISASI, MEMFORMULASI DAN MENGIMPLEMENTASIKAN KEBIJAKAN TERMASUK MENGELOLA ALUR INFORMASI SECARA EFEKTIF POLITICAL SKILL MAMPU MENGGUNAKAN CARA YANG EFISIEN DAN LAYAK DALAM RANGKA MENCAPAI HASIL AKHIR SESUAI DENGAN VISI YANG TELAH DITETAPKAN. KEAHLIAN POLITIS HARUS MENCAKUP DIMENSI DOMESTIK MAUPUN INTERNASIONAL, TERMASUK KEMAMPUAN UNTUK MENYEIMBANGKAN HARD AND SOFT POWER    

CONTEXTUAL INTELLIGENCE MAMPU UNTUK MEMAHAMI PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN MENYESUAIKANNYA DENGAN PERKEMBANGAN ZAMAN 4 April 2010 

66

KRISIS MULTIDIMENSI MELANDA INDONESIA
Krisis multi dimensi ini tampak berlarut-larut sehingga berlarutmenyerupai lingkaran setan (vicious circle), Artinya, krisis ini (vicious circle), berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang dan dimensinya saling berkait sehingga tidak mudah ditentukan ujung pangkalnya, seperti
Krisis moral atau etika para elite kita, baik elite politik, pejabat tinggi, birokrat, maupun tokoh informal. 2. Krisis hukum (legal crisis). Ini adalah salah satu akibat (legal crisis). langsung dari krisis moral elite tersebut. Law enforcement tidak jalan. 3. Krisis moneter 4. Krisis ekonomi 5. Krisis kepercayaan antar elite 6. Krisis politik 7. Krisis kepercayaan di kalangan masyarakat 48. 2010 April Krisis kemanusiaan atau krisis moral bangsa 67 1.

POLA PIKIR 1 KONDISI APARATUR NEGARA SAAT INI
1. Kurang efisien dan 2. 3. 4. 5. 

   

PARADIGMA BARU
UUD 1945 Reformasi UU No. 28, 43 Tahun 1999 UU No. 17 Tahun 2003 UU No. 1, 15, 25, 32,33 Tahun 2004
PENINGKATAN KINERJA NEGARA

DARI SEGI MASALAH PROSES ADMINISTRASI NEGARA

6. 7.

efektif Kurang profesional. Produktivitas rendah Banyak Praktek KKN Tidak peka terhadap perubahan lingkungan, politik, hukum, ekonomi, sosial, dll Sistem pengendalian manajemen kusut Sistem akuntabilitas belum terlaksana

1.

2. 3. 4.

5.

Sistem Pengembangan Sikap Mental & Profesionalisme manusia Sistem Perumusan Kebijakan Sistem Perencanaan Sistem Pengorganisasian (Pelaksanaan) Sistem Pengawasan dan Akuntabilitas

PEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE)

PELAYANAN & KESEJAHTERAAN MASY.

1. Ekonomi biaya tinggi 2. Rusaknya sendi-sendi sendi-

berbagai aspek kehidupan 3. Kepercayaan masyarakat kepada pemerintah rendah. Wibawa pemerintah 4 April 2010 rendah

PERUBAHAN LINSTRA GLOBAL & REGIONAL
1. 2. 3. 4. 5. 6.

WTO, AFTA, APEC, dll Modernisasi IT Demokratisasi Humanisasi (HAM) Supremasi Hukum Isu Lingkungan Hidup

68

POLA PIKIR 2 KONDISI APARATUR NEGARA SAAT INI
1. Kurang efisien dan 2. 3. 4. 5. 

   

PARADIGMA BARU

UUD 1945 Reformasi UU No. 28, 43 Tahun 1999 UU No. 17 Tahun 2003 UU No. 1, 15, 25, 32,33 Tahun 2004

DARI SEGI KEBIJAKAN STRATEGIS PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA

6. 7.

efektif Kurang profesional. Produktivitas rendah Banyak Praktek KKN Tidak peka terhadap perubahan lingkungan, politik, hukum, ekonomi, sosial, dll Sistem pengendalian manajemen kusust Sistem akuntabilitas belum terlaksana

PENINGKATAN KINERJA NEGARA
1. 2.

3. 4. 5.

Sistem Kelembagaan Sistem Ketatalaksanaan dan Pelayanan Publik Sistem Kepegawaian Sistem Pengawasan dan Akuntabilitas Sistem Pengembangan Budaya Kerja

PEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE)

PELAYANAN & KESEJAHTERAAN MASY.

1. Ekonomi biaya tinggi 2. Rusaknya sendi-sendi sendi-

PERUBAHAN LINSTRA GLOBAL & REGIONAL
1. 2. 3. 4. 5. 6.

berbagai aspek kehidupan 3. Kepercayaan masyarakat kepada pemerintah rendah. Wibawa pemerintah 4 April 2010 rendah

WTO, AFTA, APEC, dll Modernisasi IT Demokratisasi Humanisasi (HAM) Supremasi Hukum Isu Lingkungan Hidup

69

TERIMA KASIH

4 April 2010

70

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->