Anda di halaman 1dari 4

PENDEKATAN DIAGNOSTIK EDEMA

Santoso Chandra, dr., SpPD-KGH

Cairan ekstraselular (ECF) terbagi atas 25% berupa plasma di intravaskular dan 75% ada di
ruang ekstravaskular sebagai cairan interstisial dan limfe. Edema adalah akumulasi berlebihan cairan di
jaringan interselular yang disebabkan karena ekspansi volume cairan di interstisial. Cairan di ruang
interstisial dan intravaskular diregulasi oleh perbedaan tekanan hidrostatik dan perbedaan tekanan
onkotik di kedua ruang tersebut. Akumulasi cairan terjadi jika kondisi patologis lokal atau sistemik
mengganggu keseimbangan yang ada, menyebabkan peningkatan tekanan hidrostatik kapiler,
peningkatan volume plasma, penurunan tekanan onkotik plasma (hipoalbuminemia), peningkatan
permeabilitas kapiler, atau obstruksi pada aliran limfe.

Pendekatan diagnostik edema


Anamnesis
Pengambilan anamnesis meliputi waktu terjadinya, perubahan posisi, unilateral atau bilateral,
pemakaian obat-obatan dan adakah terdapat penyakit sistemik seperti penyakit jantung, ginjal, tiroid atau
hati.
Edema diklasifikasikan atas :
1. Edema umum, disebabkan karena penyebab yang sistemik, seperti gagal jantung bendungan
(terutama kanan), hipertensi pulmonal, penyakit hati dan ginjal kronik (menyebabkan
hipoalbuminemia).
2. Edema lokal, disebabkan karena :
a. Peningkatan permeabilitas kapiler, misalnya infeksi, trauma, luka bakar dan alergi.
b. Obstruksi pembuluh limfe, misalnya pada keganasan, filariasis, infeksi kronik.
c.

Obstruksi vena, misalnya trombosis, infiltrasi keganasan atau karena tekanan eksternal.

Edema juga dapat sebagai efek samping beberapa obat. Mekanisme terjadinya edema karena
obat sering kali karena retensi garam dan air menyebabkan peningkatan tekanan hidrostatik kapiler.
Mekanisme lain karena efek vasodilatasi.
Beberapa obat yang dapat menimbulkan edema :
Anti inflamasi non steroid
Anti hipertensi
Klonidin
Metildopa
Penyekat kalsium
Thiazolidinedione
Hormon steroid
Glukokortikoid
Steroid anabolik
Estrogen
Progesteron

Siklosporin
Growth hormon
Immunoterapi
Interleukin-2
OKT3 monoklonal antibodi
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik meliputi penilaian untuk penyebab sistemik seperti gagal jantung (misalnya
distensi vena jugular, kardiomegali, ronkhi basal), penyakit ginjal (misalnya proteinuria, oligo atau anuria),
penyakit hati (misalnya ikterus, asites, asterixis), atau penyakit tiroid (misalnya eksophthalmus, tremor,
penurunan berat badan). Pemeriksaan fisik juga harus mencari adakah pitting, nyeri dan perubahan
warna kulit didaerah edema.
Edema yang pitting disebabkan karena cairan interstisial mengandung sedikit protein, hal ini
disebabkan karena penyakit yang menyebabkan penurunan tekanan onkotik dan peningkatan tekanan
hidrostatik kapiler, seperti trombosis vena dalam, gagal jantung bendungan, kompresi vena iliaka. Edema
non pitting didapatkan pada limfedema, myxedema pada hiper atau hipotiroid.
Nyeri pada palpasi, perubahan warna kulit dan temperatur didaerah edema menunjukkan
penyakit trombosis akut vena dalam, selulitis. Pada insuffisiensi kronik vena ekstremitas akan terdapat
perubahan warna coklat kemerahan terutama pada maleolus medial ekstremitas bawah karena deposit
hemosiderin.

Pemeriksaan penunjang untuk investigasi penyebab edema :


A. Edema umum
Thorax foto tanda-tanda gagal jantung bendungan, kardiomegali
Ekhokardiografi bila dicurigai gagal jantung
Albumin plasma rendah pada sindroma nefrotik, sirosis, malnutrisi
Ureum, kreatinin dan elektrolit serum penurunan eLFG (perkiraan laju filtrasi glomerulus) pada
gagal ginjal atau gagal jantung berat.
Urine rutin melihat adanya kebocoran albumin pada sindroma nefrotik
B. Edema lokal
Thorax foto sindroma obstruksi vena cava
USG atau CT scan pelvis tumor di pelvis atau pembesaran kelenjar getah bening (KGB)
USG doppler trombosis vena dalam (DVT)
Limfangiografi arsitektur pembuluh limfe yang abnormal, tumor yang menginfiltrasi kelenjar
limfe
Venografi obstruksi vena

Gambar 1. Algoritme diagnosis edema ekstremitas bawah unilateral

Gambar 2. Algoritme diagnosis edema umum

Daftar Pustaka
1. Trayes KP : Edema : diagnosis and management. Am. Fam. Physician. 2003;88(2): 102-110.

2. Braunwald E : Edema. In Longo DL, Kasper DL (eds) : Harrisons principles of internal medicine, 18th
ed. New York. Mc Graw Hill Medical. 2012.
3. Beck ER, Francis JL : Tutorial in differential diagnosis. Edinburgh. Churchill Livingstone. 1992.