Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainya atau istilah
yang populer dikenal masyarakat sebagai Narkoba (Narkotika dan Bahan/ Obat berbahanya)
merupakan masalah yang sangat kompleks, yang memerlukan upaya penanggulangan secara
komprehensif dengan melibatkan kerja sama multidispliner, multisektor, dan peran serta
masyarakat secara aktif yang dilaksanakan secara berkesinambungan, konsekuen dan
konsisten. Meskipun dalam Kedokteran, sebagian besar golongan Narkotika, Psikotropika dan
Zat Adiktif lainnya masih bermanfaat bagi pengobatan, namun bila disalahgunakan atau
digunakan tidak menurut indikasi medis atau standar pengobatan terlebih lagi bila disertai
peredaran dijalur ilegal, akan berakibat sangat merugikan bagi individu maupun masyarakat
luas khususnya generasi muda. Maraknya penyalahgunaan Narkoba tidak hanya dikota-kota
besar saja, tapi sudah sampai ke kota-kota kecil diseluruh wilayah Republik Indonesia, mulai
dari tingkat sosial ekonomi menengah bawah sampai tingkat sosial ekonomi atas. Dari data
yang ada, penyalahgunaan Narkoba paling banyak berumur antara 1524 tahun. Tampaknya
generasi muda adalah sasaran strategis perdagangan gelap Narkoba. Oleh karena itu kita
semua perlu mewaspadai bahaya dan pengaruhnya terhadap ancaman kelangsungan
pembinaan generasi muda. Sektor kesehatan memegang peranan penting dalam upaya
penanggulangan penyalahgunaan Narkoba.
B. Rumusan Masalah
Adapaun maasalah-masalah yang dibahas dalam makalah ini yaitu :
1. Apakah yang dimaksud napza?
2. Apa saja macam-macam napza?
3. Apa saja bahaya dalam penyalahgunaan napza?
4. Apa penyebab penyalahgunaan napza?
5. Apa sanksi yang dikenakan pihak penyalahgunaan napza?
6. Bagaimana kiat menghindari penyalahgunaan napza?
7.Apakah yang dimaksud dengan makanan sehat?
1

8. Apa saja zat-zat makanan yang diperlukan tubuh?


9. Apa yang dimaksud dengan minuman sehat?
10. Apa yang dimaksud gizi seimbang?
11. Apa saja gangguan kesehatan akibat gizi tak seimbang?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian dalam pembuatan makalah ini yaitu :
1. Mengetahui pengertian, jenis-jenis, bahaya, serta kiat mengindari penyalahguanaan napza
2. Mengetahui makanan sehat yang diperlukan tubuh untuk diimplementasikan dalah
kehidupan

D. Metode Penelitian
Metode yang digunakan penulis dalam membuat makalah ini adalah metode deskriptif

BAB II
PEMBAHASAN
A. NAPZA
a. Definisi Napza
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain Narkoba.
Istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia
adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Semua istilah ini, baik Narkoba ataupun Napza, mengacu pada kelompok senyawa yang
umumnya memiliki resiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, Narkoba
sebenarnya adalah zat-zat tertentu yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak
dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalah artikan
akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis
maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan
ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam
undang-undang ini atau yang kemudian ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan.
(UU No. 22 Tahun 1997)
a. Narkotika Golongan I : berpotensi sangat tinggi menyebabkan ketergantungan. tidak
digunakan untuk terapi
b. Narkotika Golongan II : berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan, digunakan pada
terapi sebagai pilihan terakhir.
c. Narkotika golongan III : berpotensi ringan menyebabkan ketergantungan dan banyak
digunakan dalam terapi
Psikotropika adalah zat atau obat. baik alamiah maupun sintesis bukan narkotika. yang
berkhasiat psikoaktif mela1ui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan
perubahan khas pada aktivitas mental dan prilaku. (UU No. 5 Tahun 1997)
Psikotropika digolongkan menjadi 4 golongan :
Golongan I : Hanya untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan, tidak digunakan dalam
terapi karena berpotensi ketergantungan sangat kuat
Golongan II : Dipakai pengobatan dan juga pengembangan ilmu pengetahuan. Potensi
ketergantungan kuat.
Golongan III

: Dipakai pengobatan dan juga pengembangan ilmu pengetahuan. Potensi

ketergantungan sedang.
3

Golongan IV

: Dipakai pengobatan dan juga pengembangan ilmu pengetahuan. Potensi

ketergantungan ringan.
Zat adiktif lainnya disini adalah bahan/zat bukan Narkotika & Psikotropika seperti
alkohol/etanol atau metanol, tembakau, gas yang dihirup (inhalansia) maupun zat pelarut
(solven).

b. Macam-Macam Napza
a.) Narkotika
1. Opium (Candu)

Merupakan golongan Narkotika alami yang sering digunakan dengan cara dihisap (inhalasi).

Menimbulkan rasa kesibukan (rushing sensation)

Menimbulkan semangat

Merasa waktu berjalan lambat.

Pusing, kehilangan keseimbangan/mabuk.

Merasa rangsang birahi meningkat (hambatan seksual hilang).

Timbul masalah kulit di sekitar mulut dan hidung.

2. Morfin

Merupakan zat aktif (narkotika) yang diperoleh dari candu melalui pengolahan secara kimia.
Umumnya candu mengandung 10% morfin. Cara pemakaiannya disuntik di bawah kulit, ke
dalam otot atau pembuluh darah.

Menimbulkan euforia.

Mual, muntah, sulit buang hajat besar (konstipasi).

Kebingungan (konfusi).

Berkeringat.

Dapat menyebabkan pingsan, jantung berdebar-debar.

Gelisah dan perubahan suasana hati.

Mulut kering dan warna muka berubah.

3. LSD atau Lysergic Acid atau Acid atau Trips atau Tabs

Termasuk sebagai golongan halusinogen (membuat khayalan) yang biasa diperoleh dalam
bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar perangko dalam banyak warna dan gambar.
Ada juga yang berbentuk pil atau kapsul. Cara menggunakannya dengan meletakkan LSD
pada permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit kemudian dan berakhir setelah 8-12
jam.

Timbul rasa yang disebut Tripping yaitu seperti halusinasi tempat, warna dan waktu.

Biasanya halusinasi ini digabung menjadi satu hingga timbul obsesi terhadap yang
dirasakan dan ingin hanyut di dalamnya.

Menjadi sangat indah atau bahkan menyeramkan dan lama kelamaan membuat
perasaan khawatir yang berlebihan (paranoid).

Denyut jantung dan tekanan darah meningkat.

Diafragma mata melebar dan demam.

Depresi.

Pusing

Panik dan rasa takut berlebihan.

Flashback (mengingat masa lalu) selama beberapa minggu atau bulan kemudian.

Gangguan persepsi seperti merasa kurus atau kehilangan berat badan.

4. Barbiturat

Biasa digunakan sebagai obat tidur. Cara kerjanya mempengaruhi sistem syaraf. Efek dari
mengkonsumsi barbiturat dapat terlihat 3 hingga 6 jam.

Sering sembrono
Euforia
Sering merasa kebingungan
Pingsan

5. Kokain

Mempunyai 2 bentuk yakni bentuk asam (kokain hidroklorida) dan bentuk basa (free base).
Kokain asam berupa kristal putih, rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut dibanding bentuk
basa bebas yang tidak berbau dan rasanya pahit. Nama jalanan kadang disebut koka, coke,
happy dust, snow, charlie, srepet, salju, putih. Disalahgunakan dengan cara menghirup yaitu
membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca
dan benda yang mempunyai permukaan datar. Kemudian dihirup dengan menggunakan

penyedot atau gulungan kertas. Cara lain adalah dibakar bersama tembakau yang sering
disebut cocopuff. Menghirup kokain berisiko luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam.

Menimbulkan keriangan, kegembiraan yang berlebihan (ecstasy).

Hasutan (agitasi), kegelisahan, kewaspadaan dan dorongan seks.

Penggunaan jangka panjang mengurangi berat badan.

Timbul masalah kulit.

Kejang-kejang, kesulitan bernafas.

Sering mengeluarkan dahak atau lendir.

Merokok kokain merusak paru (emfisema).

Memperlambat pencernaan dan menutupi selera makan.

Paranoid.

Merasa seperti ada kutu yang merambat di atas kulit (cocaine bugs).

Gangguan penglihatan (snow light).

Kebingungan (konfusi).

Bicara seperti menelan (slurred speech).

6. Ganja

Berasal dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. Pada tanaman ini terkandung 3 zat
utama yaitu tetrahidrokanabinol, kanabinol dan kanabidiol. Cara penggunaannya dihisap
dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.

Denyut jantung atau nadi lebih cepat.

Mulut dan tenggorokan kering.

Merasa lebih santai, banyak bicara dan bergembira.

Sulit mengingat sesuatu kejadian.

Kesulitan kinerja yang membutuhkan konsentrasi, reaksi yang cepat dan koordinasi.

Kadang-kadang menjadi agresif bahkan kekerasan.

Bilamana pemakaian dihentikan dapat diikuti dengan sakit kepala, mual yang
berkepanjangan, rasa letih/capek.

Gangguan kebiasaan tidur.

Sensitif dan gelisah.

Berkeringat.

Berfantasi.

Selera makan bertambah.

7. Heroin
9

Merupakan golongan narkotika semisintetis yang dihasilkan atas pengolahan morfin secara
kimiawi melalui 4 tahapan sehingga diperoleh heroin paling murni berkadar 80% hingga 99%.
Heroin murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni berwarna putih keabuan
(street heroin). Zat ini sangat mudah menembus otak sehingga bereaksi lebih kuat dari pada
morfin itu sendiri. Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap.

Denyut nadi melambat.

Tekanan darah menurun.

Otot-otot menjadi lemas/relaks.

Diafragma mata (pupil) mengecil (pin point).

Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri.

Membentuk dunia sendiri (dissosial) : tidak bersahabat.

Penyimpangan perilaku : berbohong, menipu, mencuri, kriminal.

Ketergantungan dapat terjadi dalam beberapa hari.

Efek samping timbul kesulitan dorongan seksual, kesulitan membuang hajat besar,
jantung berdebar-debar, kemerahan dan gatal di sekitar hidung, timbul gangguan
kebiasaan tidur.

10

8. Metadon

Metadon adalah opiat (narkotik) sintetis yang kuat seperti heroin (putaw) atau morfin, tetapi
tidak menimbulkan efek sedatif yang kuat. Metadon biasanya disediakan pada
Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM), yaitu program yang mengalihkan pengguna
heroin pada obat lain yang lebih aman.
Metadon bukan penyembuh untuk ketergantungan opiat: selama memakai metadon,
penggunanya tetap tergantung pada opiat secara fisik. Tetapi metadon menawarkan
kesempatan pada penggunanya untuk mengubah hidupnya menjadi lebih stabil dan
mengurangi risiko terkait dengan penggunaan narkoba suntikan, dan juga mengurangi
kejahatan yang sering terkait dengan kecanduan.
Adapun efek / gejalanya antara lain :

Mengalami sembelit
Sering mengantuk tetapi tidak bisa tidur
Pada wanita hamil dapat mengalami keguguran / bayi premature
Mengalami koma

b.) Psikotropika
1. Ekstacy

11

Ekstacy adalah jenis psikotropika yang memiliki reaksi relatif cepat setelah
digunakan,yaitu sekitar 30 menit setelah menelan pil tersebut maka efeknya akan terasa.efek
yang dirasakan pengguna tersebut adalah perasaan gembira,enegik fisik,tergantung
kemampuan toleran penggunanya,kemudian perasaan gembira tersebut akan hilang dalam 2
jam-6 jam, dan akibat setelah pemakaian tersebut badan akan mudah lemah,cepat tersinggung.

Dampak lainnya pemakaian exstacy tersebut adalah pemakaian extacy tersebut lebih
banyak ditempat-tempat hiburan misalnya discotiq,karaoke,dan menggunakan extasy tersebut
pengguna lebih cenderung bersama-sama agar lebih happy, hingga pada akhirnya membuka
peluang untuk melakukan pergaulan bebas.

2. Sabu-sabu

Sabu-sabu merupakan nama yang dikenal secara luas oleh pengguna di indonesia,zat
psikotropika yang tersusun dari bahan kimia methafetamine.
Bentuk sabu mirip kristal (pecahan kaca) dan apabila dibakar maka sabu tersebut akan
mencair kemudian setelah dingin maka akan kembali membeku.
Pengaruh dari sabu tersebut apabila digunakan adalah akan membuat pemakainya jadi
senang, tenang, susah tidur dan menimbulkan khayalan/halusinasi. Pengguna sabu cenderung
kesulitan keuangan karena harga sabu relatif mahal sehingga pengguna harus mengeluarkan
12

uang yang banyak untuk memenuhi kebutuhannya tersebut,maka tidak jarang pengguna
narkoba melakukan tindak kriminal seperti mencuri barang milik orang lain agar bisa
membeli sabu tersebut dan masih banyak dampak negatif lainnya.

3. Amfetamin

Amfetamin adalah kelompok obat psikoaktif sintetis yang disebut sistem saraf pusat (SSP)
stimulants.stimulan. Amfetamin merupakan satu jenis narkoba yang dibuat secara sintetis dan
kini terkenal di wilayah Asia Tenggara. Amfetamin dapat berupa bubuk putih, kuning,
maupun coklat, atau bubuk putih kristal kecil.

4. Speed

Speed atau biasa disebut methamphetamine merupakan stimulan sistem saraf pusat yang kuat
dan adiktif. Obat ini berbentuk bubuk dan berwarna putih, tidak berbau, dan berasa pahit.
Cara kerja obat ini adalah dengan merangsang sel-sel otak, meningkatkan mood dan gerakan
tubuh. Methamphetamine merupakan stimulan yang kuat dan tahan lama karena mampu
menembus sistem saraf pusat lebih mudah daripada amfetamin. Cara pemakaiannya bisa
dicampurkan pada rokok, dihisap, ataupun disuntikkan
Efek dari pemakaian :

Menjadi hiperaktif
13

Banyak bicara

Nafsu makan menurun

Libido meningkat

Meningkatnya denyut jantung, suhu tubuh dan tekanan darah

Pupil mata melebar

c.) Zat Adiktif Lainnya


1. Nikotin

Nikotin dapat diisolasi atau dipisahkan dari tanaman tembakau. Namun, orang biasanya
mengonsumsi nikotin tidak dalam bentuk zat murninya, melainkan secara tidak langsung
ketika mereka merokok. Nikotin yang diisap pada saat merokok dapat menyebabkan
meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah, bersifat karsinogenik sehingga dapat
meningkatkan risiko terserang kanker paru-paru, kaki rapuh, katarak, gelembung paru-paru
melebar (emphysema), risiko terkena penyakit jantung koroner, kemandulan, dan gangguan
kehamilan.
2. Kafein

14

Kafein adalah zat adiktif yang bekerja untuk mempengaruhi sistem metabolisme dan saraf pusat.
Kafein digunakan sebagai pengurang rasa lelah serta untuk mencegah / mengurangi rasa kantuk. Bagi
para atlet, kafein biasanya dapat meningkatkan daya tahan agar kuat dalam berlari. Namun zat ini
adalah penyebab asma dan makanan untuk penderita asam lambung yang harus di hindari. Biasanya
terdapat pada teh dan roti.
Adapun beberapa efek yang ditimbulkan zat ini adalah :

Saat pengguna mulai menghentikan pemakaian zat ini, maka dapat menimbulkan

pusing, ngantuk, pemarah, serta timbul kecemasan.


Gangguan mood
Meningkatnya stress
Mempercepat rusaknya tulang
Meningkatkan gula darah
Meningkatnya tekanan darah

3. Alkohol

Alkohol diperoleh melalui proses peragian (fermentasi) sejumlah bahan, seperti beras ketan,
singkong, dan perasan anggur. Alkohol ini sudah dikenal manusia cukup lama. Salah satu
penggunaan alkohol adalah untuk mensterilkan berbagai peralatan dalam bidang kedokteran.
Tanda-tanda gejala pemakaian alkohol, yaitu gembira, pengendalian diri turun, dan muka
kemerahan. Jika sudah kecanduan meminum minuman keras, kemudian dihentikan
maka akan timbul gejala gemetar, muntah, kejang-kejang, sukar tidur, dan gangguan jiwa.
Jika overdosis akan timbul gejala perasaan gelisah, tingkah laku menjadi kacau, kendali turun,
dan banyak bicara sendiri.

c. Bahaya Penyalahgunaan Narkoba


15

a. Bahaya Terhadap Fisik


1.

Depresan. Dalam hal ini para pemakai akan tertidur atau tidak sadarkan diri.

2.

Halusinogen. Dalam hal ini para pemakai akan berhalusinasi (melihat sesuatu yang
sebenarnya tidak ada).

3.

Stimulan. Akibat pengaruh stimulan pada narkotika dan obat-obatan terlarang bagi
organ tubuh antara lain adalah mempercepat kerja organ tubuh seperti jantung dan otak
sehingga pemakai merasa lebih bertenaga untuk sementara waktu. Karena organ tubuh terus
dipaksa bekerja di luar batas normal, lama-lama saraf-sarafnya akan rusak dan bisa
mengakibatkan kematian.

4.

Adiktif (Kecanduan). Dampak pengaruh negatif kepada para pemakai dalam hal ini
adalah akan merasa ketagihan sehingga akan melakukan berbagai cara agar terus bisa
mengonsumsinya. Jika pemakai tidak bisa mendapatkannya, tubuhnya akan ada pada kondisi
kritis (sakaw).

b. Bahaya Terhadap Kejiwaan


1.
2.
3.
4.
5.

Akal sehat tidak berperan


Cepat memberontak
Penuh rahasia
Sering berbohong dan mencuri
Menjadi sensitive dan kasar terhadap setiap orang

c. Bahaya terhadap Keluarga


1.
2.
3.
4.

Mengganggu keharmonisan keluarga


Membuat aib keluarga
Merongrong keluarga
Hilangnya harapan keluarga

d. Bahaya terhadap Lingkungan Masyarakat


1. Mengganggu keamanan dan ketertiban
2. Mendorong tindak kejahatan
3. Mengakibatkan hilangnya kepercayaan
4. Menimbulkan beban sosial dan ekonomi yang besar
16

d. Penyebab Penyalahgunaan Napza


1.Faktor Diri
a.Keingintahuan yang besar untuk mencoba, tanpa sadar atau brfikir panjang tentang
akibatnya di kemudian hari.
b.Keinginan untuk mencoba-coba kerena penasaran.
c.Keinginan untuk bersenang-senang.
d.Keinginan untuk dapat diterima dalam satu kelompok (komunitas) atau lingkungan tertentu.
e. Lari dari masalah, kebosanan, atau kegetiran hidup.

2.Faktor Lingkungan
a.Keluarga bermasalah atau broken home.
b.Ayah, ibu atau keduanya atau saudara menjadi pengguna atau penyalahguna atau bahkan
pengedar gelap nrkoba.
c.Lingkungan pergaulan atau komunitas yang salah satu atau beberapa atau bahkan semua
anggotanya menjadi penyalahguna atau pengedar gelap narkoba.
d.Sering berkunjung ke tempat hiburan (caf, diskotik, karoeke, dll.).
e.Mempunyai banyak waktu luang, putus sekolah atau menganggur.
3.Faktor Ketersediaan Narkoba.
a.Narkoba semakin mudah didapat dan dibeli.
b.Harga narkoba semakin murah dan dijangkau oleh daya beli masyarakat.
c.Narkoba semakin beragam dalam jenis, cara pemakaian, dan bentuk kemasan.
d.Modus Operandi Tindak pidana narkoba makin sulit diungkap aparat hukum.
e.Masih banyak laboratorium gelap narkoba yang belum terungkap.

e. Sanksi Penyalahgunaan Narkoba


17

1. Sanksi Hukum, baik bagi pengguna dan pengedar/produsen


2. Sanksi Sosial, cenderung dikucilkan dalan pergaulan masyarakat
3. Sanski Moral, sebagai pelanggaran ajaran agama

f. Peran Berbagai Pihak dalam Pencegahan Napza


a. Peran Anggota Keluarga
Setiap anggota keluarga harus saling menjaga agar jangan sampai ada anggota keluarga
yang terlibat dalam penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Kalangan remaja ternyata
merupakan kelompok terbesar yang menyalahgunakan zat-zat tersebut. Oleh karena itu, setiap
orang tua memiliki tanggung jawab membimbing anakanaknya agar menjadi manusia yang
bertaqwa kepada Tuhan.
b. Peran Anggota Masyarakat
Kita sebagai anggota masyarakat perlu mendorong peningkatan pengetahuan setiap
anggota masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan obat-obat terlarang. Selain itu, kita
sebagai anggota masyarakat perlu memberi informasi kepada pihak yang berwajib jika ada
pemakai dan pengedar narkoba di lingkungan tempat tinggal.
c. Peran Sekolah
Sekolah

perlu

memberikan

wawasan

yang

cukup

kepada

para siswa tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika bagi diri pribadi,
keluarga, dan orang lain. Selain itu, sekolah perlu mendorong setiap siswa untuk melaporkan
pada pihak sekolah jika ada pemakai atau pengedar zat adiktif dan psikotropika di lingkungan
sekolah. Sekolah perlu memberikan sanksi yang mendidik untuk setiap siswa yang terbukti
menjadi pemakai atau pengedar narkoba.
d. Peran Pemerintah
Pemerintah berperan mencegah terjadinya penyalahgunaan narkotika dan psikotropika
dengan cara mengeluarkan aturan hukum yang jelas dan tegas. Di samping itu, setiap
penyalahguna, pengedar, pemasok, pengimpor, pembuat, dan penyimpan narkoba perlu

18

diberikan sanksi atau hukuman yang membuat efek jera bagi si pelaku dan mencegah yang
lain dari kesalahan yang sama.

B. MAKANAN SEHAT
a. Definisi Makanan Sehat
Pengertian Makanan sehat adalah makanan yang memiliki mengandung gizi yang
seimbang, mengandung serat dan zat-zat yang diperlukan tubuh untuk proses tumbuh
kembang. Menu makanan sehat harusnya kayak akan unsur zat gizi seperti karbohidrat,
protein, mineral, vitamin, dan sedikit lemak tak jenuh, atau lebih tepatnya disingkat dengan
nama menu 4 sehat 5 sempurna.

b. Zat-Zat Makanan Sehat yang Diperlukan Tubuh

Karbohidrat : Terdapat pada nasi, gandum, singkong, dan lain-lain.

Protein

: Banyak terdapat pada tahu, tempe, telur daging, dll

Mineral

: Banyak terdapat pada sayur-sayuran

Vitamin

: Banyak terdapat pada buah-buahan

Zat lemak

: Banyak terdapat pada daging dan telur

Zat besi

: Banyak terdapat di kangkung

Yodium

: Banyak terdapat di garam

Zat kapur

: Banyak terdapat di kacang-kacangan

Susu

c. Minuman Sehat
Syarat air bersih dan sehat, yaitu :
1.
2.
3.
4.

Harus jernih tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa


Tidak mengandung zat yang membahayakan kesehatan
Tidak mengandung benih penyakit
Cukup mengandung mineral yang diperlukan tubuh

d. Gizi Seimbang
Gizi seimbang adalah susunan menu yang dapat memberikan :
19

1.
2.
3.
4.

Cukup kalori/energi
Cukup protein
Cukup lemak
Cukup vitamin dan mineral

Menu seimbang ini lazim disebut 4 sehat 5 sempurna, yang terdiri atas :
1.
2.
3.
4.
5.

Makanan pokok
Lauk-pauk
Sayuran
Buah-buahan
Susu

e. Gangguan Kesehatan Akibat Gizi Tak Seimbang


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kwashikor (Kekurangan protein


Kerusakan mata (Kekurangan Vitamin A)
Beri-beri (Kekurangan vitamin B)
Pembengkakan kelenjar gondok (Kekurangan yodium)
Mengganggu pertumbuhan tulang dan gigi (Kekurangan zat kapur)
Lemas (Kekurangan karbohidrat)

20

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Napza singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya merupakan
suatu zat yang sebenarnya berguna di bidang kedokteran namun akibat penyalahgunaan oleh
pihak tak bertanggungjawab maka terjadi hal seperti sekarang. Bukan sedikit yang
mengonsmsi narkoba di Indonesia bahkan ada saat usia remaja, ini menunjukkan bahwa
kesadaran masyarakat Indonesia akan bahaya narkoba rendah.
Kemudian dalam kehidupan sehari-hari, kita dituntut mengonsumsi makanan yang
mengandung zat-zat yang diperlukan setiap hari oleh tubuh untuk menghindari gangguan
kesehatan akibat gizi tak seimbang.

B. Saran
Setelah memahami materi ini secara mendalam, penulis harapkan pembaca dapat mengerti
dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-sehari khususnya untuk memakan
makanan yang sehat juga penulis harapkan tidak ada yang mengonsumsi atau langsung
berhenti mengonsumsi napza setelah membaca makalah ini.

21

DAFTAR PUSTAKA
http://tinoberita.blogspot.co.id/2014/12/Bahaya-Narkoba-Bagi-Kesehatan-DanRemaja.html
http://dederatnadewi.blogspot.co.id/2013/03/macam-macam-zat-adiktif.html
http://jauhinarkoba.com/pemicu-terjadinya-penyalahgunaan-narkoba/
http://makanankuyangsehat.blogspot.co.id/2012/10/pengertian-makanan-sehat.html
http://halosehat.com/farmasi/aditif/20-jenis-jenis-narkoba-gambar-efek-dampak-danpengertiannya
http://stopnarkobaa.blogspot.co.id/2014/01/psikotropika-dan-dampak-negatifnyabagi.html
http://dederatnadewi.blogspot.co.id/2013/03/macam-macam-zat-adiktif.html
Buku PJOK Kemendikbud 2014 (Kurikulum 2013)

22

Beri Nilai