Anda di halaman 1dari 1

TAWURAN

Suatu pagi, Naris dan Adi tidak sengaja berpapasan ketika berjalan menuju sekolah.
Naris : (Melihat Adi) Eh Adi, tungguin dong!
Adi

: (Menengok ke kanan, memasang muka heran) Naris, tumben lo kok jalan kaki?

Naris : Iya nih, Ayah gua sudah pergi kerja sebelum aku bangun. (Terlihat kesal)
Adi

: Ya sudah tidak apa-apa, sekalian olahraga. (Tersenyum dan mengambil HP di sakunya)

Naris : Bisa aja. Eh lo kemarin nonton berita tawuran di TV nggak?


Adi

: Jam berapa? gua nggak nonton. (Penasaran)

Naris : Kemarin siang. Seru banget! (Bersemangat)


Adi

: Paling-paling tawuran orang-orang kampung karena masalah sepele, itu mah biasa.
(Sibuk memainkan HP)

Naris : Bukan, yang tawuran pada pake jas dan dasi, saat sidang lagi. (Tertawa)
Adi

: (Ikut tertawa) Oh kalau itu sih pasti sidang DPR. Memang begitu, sudah sering gua lihat.

Naris : Benar juga ya. Padahal mereka tebar janji saat kampanye kalau mereka akan mementingkan
keadaan rakyat, tapi buktinya, mereka hanya mentingkan diri sendiri. (Terlihat kesal)
Adi

: Begitu lah politik di negara kita, hanya sedikit yang menjalankan amanah. Sudah
gausah diomongin lagi. (Tertawa)

Naris : Iyaiya kita juga sudah sampai, dah! (Melambaikan tangan)


Adi : Dah (Melambaikan tangan)

Beri Nilai