Anda di halaman 1dari 31

Bakteri Yang Menguntungkan Bagi

Kehidupan

Disusun Oleh :
1 Dhika Rizky Anggraini
2 Izba Aprilia Nurma
3 Nurawantitiani
4 Widi Risgianti
Tingkat

2A

Kelompok

11

D3 ANALIS KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANTEN
TAHUN AKADEMIK 2015/2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
atas rahmat dan karunia-Nya penulis bisa menyelesaikan tugas ini.
Penulis membahas sebuah judul Bakteri yang Menguntungkan
Bagi

Kehidupan

yang

diharapkan

dapat

memberikan

suatu

pengetahuan yang berguna bagi semua pihak. Tugas ini dibuat


untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Bakteriologi Teori Program
Studi D3 Analis Kesehatan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan,
oleh sebab itu saran dan kritik yang membangun kami terima demi
kebaikan makalah ini.
Akhir kata, penulis berharap agar tugas ini dapat dijadikan sebagai
salah satu sumber bacaan dan dapat dipergunakan sebagaiman
mestinya.

Tangerang, September 2015

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1 Latar Belakang
Pembicaraan tentang makluk mini yang biasa disebut bakteri tentu
tidak akan ada habisnya. Karena bakteri merupakan salah stu kajian
dari mikrobiologi yang keberadaannya sangat diperhitungkan baik dari
segi manfaatnya maupun

kerugian yang

dapat ditimbulkan oleh

bakteri. Selain itu bakteri juga merupakan agen hayati yang dapat
dimanfaatkan aktifitas metabolismenya dalam hal segi peningkatan
mutu pangan.
Kajian biologi terapan sangat minim jika tidak menggunakan jasa
bakteri, karena biologi terapan membutuhkan jasa bakteri- bakteri yang
dapat dimanfaatkan dalam hal penerapan konsep biologi seperti sub
bidang mikrobiologi, genetika, ekologi mikroorganisme dan lain
sebagainya. Oleh karena itu keberadaan bakteri tentu sangat berjasa
dalam kajian biologi terapan dalam hal pemanfaatannya dari segi
pangan,

makanan,

minuman,

pertanian,

perkebunan,

dan

lain

sebagainya.Namun disisi lain bakteri juga dapat merugikan manusia


yang dapat menimbulkan berbagai penyakit. Dengan adanya konsep
tersebut diharapkan manusia dapat meminimalisisr dampak negative
dari bakteri.
2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah sebagi berikut:
1 Apa pengertian bakteri?
2 Bagaimana sifat-sifat / ciri- ciri dari bakteri?
3 Apa peranan bakteri dalam kehidupan manusia?
4 Apa saja bakteri yang menguntungkan dalam kehidupan ?

3 Tujuan
Dari perumusan masalah di atas dapat dirumuskan tujuan penulisan
paper ini adalah sebagai berikut:
1 Mendeskripsikan pengertian bakteri
2 Mendeskripsikan cirri-ciri dari bakteri
3 Mendeskripsikan peranan bakteri dalam kehidupan manusia
4 Mendeskripsikan keuntungan bakteri dalam kehidupan manusia.
5 Mendeskripsikan contoh-contoh bakteri yang menguntungkan bagi
kehidupan manusia

BAB II
PEMBAHASAN
1 Pengertian Bakteri
Bakteri adalah suatu organisme yang jumlahnya paling banyak dan tersebar
luas dibandingkan dengan organisme lainnya di bumi. Bakteri umumnya
merupakan organisme uniseluler (bersel tunggal), prokariota/ prokariot, tidak
mengandung klorofil, serta berukuran mikroskopik (sangat kecil).
Bakteri berasal dari kata bahasa latin yaitu bacterium. Bakteri memiliki jumlah
spesies mencapai ratusan ribu atau bahkan lebih. Mereka ada di mana-mana
mulai dari di tanah, di air, di organisme lain, dan lain-lain juga berada di
lingkungan yang ramah maupun yang ekstrim.
Dalam tumbuh kembang bakteri baik melalui peningkatan jumlah maupun
penambahan jumlah sel sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni seperti
ph, suhu temperatur, kandungan garam, sumber nutrisi, zat kimia dan zat sisa
metabolisme.
2 CIRI-CIRI BAKTERI
a Ciri umum bakteri
a Prokariotik
b Monoseluler
c Ukuran 0,4 2 mikro meter
d Reproduksi : amitosis, konjugasi, transformasi, transduksi
e Memiliki dinding sel
f

Autotrof atau heterotrof

g Aerob atau anaerob

Gambar 1. Struktur bakteri


b Penggolongan bakteri
a Berdasarkan cara hidupnya
1 Heterotrof, dibedakan menjadi parasit dan saprofit
2 Autotrof, dibedakan menjadi fotoautotrof dan kemoautotrof
b Berdasarkan kebutuhan oksigennya
1 Aerob (obligat/fakultatif)
2 Anaerob (obligat/fakultatif)
c

Berdasarkan bentuknya

1 Kokus, diplokokus, stafilokokus, streptokokus, tetrakokus, sarkina


2 Basilus, diplobasilus, streptobasilus
3 Koma
4 Spirilum

Gambar 3. Bentuk umum sel dan rangkaian sel bakteri 1) monoko-kokus 2)


diplokokkus 3) stafilokokkus 4) stafilokokkus 5) sarsina 6) bakteri batang 7) spiral
(ulir) dan 8) vibrio (Sumber:Schlegel,1994)

d Berdasarkan tempat dan jumlah flagelnya


1. Monotrik
2. Lopotrik
3. Ampitrik
4. Peritrik

Gambar 3. Beberapa tipe flagel pada sel bakteri


(Sumber: Milton R.J. Salton dan Kwang-Shin Kim, 2001

3 Perkembangbiakan bakteri
a. Amitosis
b. Rekombinasi DNA
1) Transformasi
2) Pemindahan sebagian DNA ke bakteri lain dengan proses fisiologi
c. Konyugasi
Bergandengan dua bakteri dengan mmbentuk jembatan untuk pemindahan
materi genetik (DNA)
d. Transduksi
Pemindahan materi genetik (DNA) dengan perantaraan virus Pada lingkungan
ekstrim

(tidak

menguntungkan),

bakteri

endospora atau selaput lendir (kapsul)

beradaptasi

dengan

membentuk

2.4 Archaebakteria
Archaebakteri: kelompok mikroorganisme yang memiliki karakteristik unik,
memiliki. Kemampuan adaptasi di lingkungan ekstrim seperti pada temperatur
tinggi, asam, kadar garam tinggi, dan metabolisme khusus seperti gas
methanSering ditemukan di lingkungan ekstrim/daerah yang bersuhu tinggi.
1. Ciri Archaebacteria
1) Batang, kokus, spiral, bentuknya tidak tetap, pleomorfik
2) Uniseluler berfilamen sampai aggregate
3) Berukuran mulai 0.1 sampai lebih dari 15 m
4) Mesophiles sampai Hyperthermophiles (tumbuh di bawah 100C)
5) Kebutuhan nutrisi kemolitotrof atau organotrof
2. Pengelompokan Archaebakteria

3. Perbandingan bakteri dengan archaebakteria


Parameter
Dinding sel
Membrane sel

habitat

Bakteri
Peptidoglikan
Polimer asam lemak

Archaebacteria
Pseudopeptidoglikan
Cabang rantai

gliserol yang

hidrokarbon dihubungkan

dihubungkan dengan

dengan gliserol melalui

ikatan ester

ikatan eter dan tidak

Cabang
Kosmopolitan

(Dimana-

ditemukan rantai asam lemak


Hanya ditempat yang ekstrim

mana)

4 PERANAN BAKTERI DALAM KEHIDUPAN

Kali ini kita akan coba membahas Micro organisme lainnya yaitu
Bakteri. Bakteri dengan kata lain Bacterium atau Bacteria adalah kelompok Micro
Organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk dalam
Prokariota dan berukuran sangat kecil (Mikroskopik) tetapi memiliki peranan yang
tidak kecil terhadap Manusia. Bakteri yang jumlahnya bisa mencapai 400 jenis ini,
secara sedernaha dapat dikelompokkan menjadi bakteri penyebab infeksi dan

penyakit (bakteri jahat) dan bakteri bermanfaat (bakteri baik). Struktur sel bakteri
sangat sederhana, tanpa nukleus (inti sel), kerangka sel dan organel-organel lain
seperti mitokondria dan kloroplas.
Sejauh ini kita selalu beranggapan kalau bakteri itu merupakan penyebab
penyakit yang sangat berbahaya. Bakteri yang tidak dapat dilihat langsung oleh
mata telanjang ini dapat dengan mudah menghampiri dan kita tanpa disadari.
Disamping dapat menyebabkan penyakit, bakteri juga dapat kita manfaatkan
untuk kehidupan kita. Berikut adalah beberapa manfaat Bakteri.
1. Bakteri bermanfaat untuk menjaga keseimbangan lingkungan disekitar kita,
misalnya bakteri pengurai. Bakteri jenis ini dapat di manfaatkan untuk
menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati, serta sisa-sisa atau kotoran
organisme. Bakteri pengurai juga menguraikan protein, Karbohidrat dan senyawa
organik lainnya menjadi Carbondioksida, gas amoniak dan senyawa lainnya yang
bersifat sederhana sehingga bakteri ini dapat membersihkan lingkungan dari
sampah. Bayangkan kalau tidak ada bakteri yang dapat menguraikan sampah,
tentunya akan timbul berbagai masalah dalam lingkungan kita.
Bakteri

pengurai

merupakan

mendekomposisi organisme lain

yang

kelompok
telah

bakteri

mati

yang

menjadi

mampu

unsur-unsur

penyusunnya yang akan kembali ke lingkungan.Bakteri pengurai ini termasuk ke


dalam organisme saprofit karena kemampuannya untuk menguraikan senyawa
organik yang ada dialam.Bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan
yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.
Kelompok

mikroorganisme

ini

menguraikan protein, karbohidrat dan

senyawa organik lain menjadi karbon dioksida (CO2), gas amoniakdan senyawasenyawa lain yang lebih sederhana. Sebagai contoh, beberapa jenis bakteri
pengurai mampu membentuk senyawa NH3 dari proses dekomposisi biomolekul
protein, melalui proses amonifikasi yang kemudian akan masuk ke dalam siklus
nitrogen dan selanjutnya digunakan oleh organisme lain. Oleh karena itu,
keberadaan bakteri ini berperan cukup besar dalam siklus unsur organik dalam
suatubiosfer. Proteus dan Clostridium merupakan contoh bakteri pengurai yang
umum ditemukan. Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik,
beberapa

kelompok

bakteri

saprofit

juga

merupakan patogen oporunis.

Clostridium tetani pada umumnya ditemukan di tanah sebagai pengurai senyawa


organik, namun dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan menjadi agen
penyakit tetanus.
2. Bakteri bermanfaat untuk memulihkan dan mengatur usus dari kerja berat, jenis
bakteri ini adalah bakteri Lactobacillus Acidophilus dan Bifidobacteria (bifidus).
Bakteri ini juga dapat berfungsi sebagai eleminator racun karena mampu
menonaktifkan senyawa racun seperti nitrat yang dihasilkan oleh mikroorganisme
lain dan makanan, sebagai pelindung sistem imun (kekebalan tubuh) karena
bakteri ini mampu merangsang pembentukan antibodi yang mencegah kelebihan
pertumbuhan bakteri berbahaya, mencegah timbulnya infeksi saluran kemih,
meningkatkan

perlindungan

terhadap

patogen,

virus

dan

bakteri

jahat,

memulihkan keseimbangan usus setelah pemberian antibiotik, kemoterapi,


mencegah pembentukan gas akibat pembusukan dan peragian.
3. Bakteri jenis Escherichia coli berperan untuk pembusukan makanan, Rhizobium
Leguminosarum berfungsi mengikat nitrogen, Lactobacillus Bulgaricus bermanfaat
untuk pembuatan Yogurt, Acetobacter Xilinum bermanfaat untuk pembuatan nata
de

coco,

Lactobacillus

Casei

bermanfaat

untuk

pembuatan

keju,

Methanobecterium bermanfaat pembuatan Biogas dan Streptomyces Griceus


bermanfaat untuk pembuatan antibiotik Streptomisin.
4. Bakteri yang bermanfaat dalam bidang pangan, pertanian dan perkebunan
sebagian besar bakteri sesungguhnya bermanfaat bagi manusia. Bakteri pemurni
nitrogen memungkinkan tanaman mendapatkan nitrat yang perlu untuk sintesis
protein. Bakteri pengurai melepaskan amonia dan nitrat dari materi organik yang
mati ke tanah. Bakteri yang hidup di usus manusia mensintesis beberapa vitamin
dan membantu sintesis enzim pencernaan tertentu. Pabrik cuka, aseton, butanol,
asam laktat, dan vitamin tertentu tergantung pada bakteri dalam proses produksi
produk ini. Pembuatan lena dan rami adalah proses dimana bakteri dipakai untuk
mencerna senyawa pektin yang mengikat serabut selulosa. Saat serabut ini
bebas, mereka dapat dibuat sebagai linen, kain dan tali. Bakteri juga bermanfaat
dalam penyiapan kulit untuk pakaian kulit dan pembersihan tembakau. Pabrik
produk susu menggunakan bakteri untuk memasakkan keju dan meningkatkan
cita rasa keju tertentu seperti keju Swiss. Petani tergantung pada bakteri pada

fermentasi silase yang dipakai untuk makan ternak. Industri farmasi menghasilkan
antibiotik seperti aueromycin, teramycin dan streptomycin dari bakteri juga.

2.5 Peranan bakteri secara umum


1 Sebagai Mahluk Pengurai/Saprovor.
Bersama-sama dengan jamur, bakteri berperan sebagai pengurai mahluk-mahluk
yang sudah mati
2 Penghasil Antibiotik.
Dari

bakteri

golongan

Actinomycetes

(bentuk

peralihan

antara

bakteri

dan jamur) dihasilkan bermacam-macam antibiotik.


Misalnya:
Streptomisin >> dari Streptomyces griseus, Kloramfemikol >> dari Streptomyces
venezuelae.
3 Penghasil Bahan Pangan.
-

Yoghurt >> dari Lactobacillurs bulgaricu

Sari kelapa/Nata de Coco >> dari Acetobacter xylinum

Asam cuka >> dari Acetobacter acetil

4 Pengikat N2 bebas di udara:


Bersimbiosis dengan tanaman Leguminosae (tanaman buah polong)
Rhizobium leguminosarum dan R. radicicola.Hidup bebas : Azotobacter, Rhodo
spirillum rubrum,Clostridium pasteurianum.
Bradyrhizobium japonicum adalah bakteri penambat nitrogen yang hidup
bersimbiosis dengan akar tanaman kedelai (Glycine max. L). Spesies ini tergolong
bakteri Gram negatif, berbentuk batang, dan tumbuh dengan memanfaatkan
materi organik dari bangkai makhluk hidup (saprofit) di dalam tanah.
B. japonicum memiliki kemampuan untuk menginfeksi akar tanaman kedelai
dengan membentuk suatu organ yang disebut nodul. Infeksi tersebut diatur oleh
serangkaian gen nodulasi yang akan menginduksi tanaman membentuk nodul.
Selanjutnya, bakteri ini menginvasi tanaman lewat rambut akar dan berpenetrasi
ke dalam jaringan. Simbiosis mutualisme terjadi di mana tanaman akan mendapat

asupan nitrogen yang mampu ditambat oleh B. japonicum. Sementara itu,


tanaman

menyediakan

lingkungan

yang

kaya karbon untuk

energi

bagi

kelangsungan hidup bakteri. Oleh karena itu, B. japonicum kini banyak dipakai
sebagai pupuk hayati untuk meningkatkan produksi tanaman kedelai dengan
mengurangi penggunaan pupuk sintetik.
Bakteri B.

japonicum sering

dipakai

sebagai

organisme

model

untuk

studi enzim pernapasan respirasi. B. japonicum galur USDA110, yang pertama


kali diisolasi dari nodul tanaman kedelai di Florida, Amerika Serikat pada tahun
1957, telah banyak dipakai untuk penelitian di bidang genetika molekuler, fisiologi,
dan ekologi. Hal ini dikarenakan B. japonicum galur USDA110 memiliki tingkat
fiksasi nitrogen yang tertinggi dibanding galur lainnya.

Tabel 1. bakteri dan peranannya


1 Menguntungkan
Jenis

Peranan

1. Azotobacter

Menyuburkan

2. Clostridium pasteurianum

mengikat

3. Rhizobium leguminosum

N2

4. Nitrosococcus dan Nitrosomonas

Membantu pembentukan senyawa nitrat

tanah

dengan

jalan

atau nitrit dalam tanah menjadi subur


1. Acetobacter

Pembuatan asam cuka

1. Streptomyces griceus

Penghasil antibiotik

2. S. Aureofasiens
3. S. Venezuele
4. Streptomisin
1. Escerichia coli

Membantu pencernaan menghasilkan


vit.
K, dan petunjuk pencemaran air.

1. Aetobacter xylinum

Pembuat makana nata de coco

2. Lactobacillus casei

yakult

1) PERANAN MIKROORGANISME DALAM BIDANG BIOTEKNOLOGI


A.Penghasil Bahan Makanan&Minuman
B.Penghasil Single Cell Protein(SCP)
C.Penghasil Energi
D.Penghasil Antibiotik
E.Pencerna Limbah
F.Pemisah Logam Dari Bijihnya
G.Penghasil Asam Amino
H.Meningkatkan Produksi Pertanian
2) PERANAN BAKTERI DALAM BIDANG KESEHATAN
Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan, bakteri juga dapat
memberikan

manfaat

dibidang kesehatan. Antibiotik merupakan

zat

yang

dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan


mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan
suatu penyakit.
Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:

Streptomyces griseus, menghasilkan antibiotik streptomycin

Streptomyces aureofaciens, menghasilkan antibiotik tetracycline

Streptomyces venezuelae, menghasilkan antibiotik chloramphenicol

Penicillium, menghasilkan antibiotik penisilin

Bacillus polymyxa, menghasilkan antibiotik polymixin.

Penicillium

Penicillium sp.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Fungi
Filum:

Ascomycota

Kelas:

Eurotiomycetes

Ordo:

Eurotiales

Famili:

Trichocomacea
e

Genus:

Penicillium
Link (1809)

Tipe spesies
Penicillium expansum
Link (1809)
Spesies
lebih dari 300
Daftar spesies Penicillium
Sinonim
Floccaria Grev. (1827)
Aspergilloides Dierckx (1
901)
Walzia Sorokin (1871)
Pritzeliella Henn. (1903)

Penicillium (/pnslm/) adalah genus dari fungi ascomycota yang sangat


penting dalam lingkungan alam serta produksi makanan dan obat.
Beberapa anggota dari genus menghasilkan penisilin, molekul yang digunakan
sebagai antibiotik, yang membunuh atau menghentikan pertumbuhan beberapa jenis
bakteri di dalam tubuh. Spesies lain digunakan dalam pembuatan keju.
MenurutDictionary of the Fungi (10th edition, 2008), genus luas ini berisi lebih dari
300 spesies.

Various fungi including Penicilliumand Aspergillus species growing in axenic culture

Beberapa kapang penicillium dijeruk mandarin


Spesies terpilih mencakup;
-

Penicillium albocoremium

Penicillium aurantiogriseum

Penicillium bilaiae , yang merupakan inokulan pertanian

Camemberti Penicillium , yang digunakan dalam produksi Camembert dan


Brie keju

Penicillium candidum , yang digunakan dalam pembuatan Brie dan


Camembert . Itu telah dikurangi menjadi sinonim dengan Penicillium
camemberti

Penicillium chrysogenum (sebelumnya Penicillium notatum), yang


memproduksi antibiotik penisilin

Penicillium claviforme

Penicillium commune

Penicillium crustosum

Penicillium digitatum, patogen tanaman

Penicillium echinulatum menghasilkan asam Mycophenolic

Penicillium expansum, patogen tanaman

Penicillium funiculosum, patogen tanaman

Penicillium glabrum

Penicillium glaucum, yang digunakan dalam pembuatan keju Gorgonzola

Penicillium italicum

Penicillium lacussarmientei

Penicillium marneffei , spesies termal dimorfik endemik di Asia Tenggara ,


yang menyajikan ancaman infeksi sistemik pada pasien AIDS

Penicillium purpurogenum

Penicillium roqueforti, digunakan dalam pembuatan Roquefort , Denmark keju


biru , dan Gorgonzola

Penicillium stoloniferum

Penicillium ulaiense

Penicillium verrucosum menghasilkan ochratoxin A

Penicillium viridicatum menghasilkan ochratoxin

3) PENGHASIL BAHAN MAKANAN DAN MINUMAN


Adanya jenis jamur digunakan untuk menghasilkan zat pewarna makanan
yaitu Jamur Neurospora sitophilla (pada oncom) dapat menghasilkan zat warna
merah atau oranye. Merupakan zat pewarna alami bersifat lebih aman
dibandingkan dengan pewarna buatan, karena tidak mengandung bahan sintesis.

Gambar :

Kiri : Neurospora sitophilla yg tumbuh pd pohon bark

Kanan : Neurospora sitophilla melalui mikroskop

Oncom = bahan makanan berupa kedelai yang difermentasikan dengan


menggunakan sejenis kapang Neurospora sitophila. Biasa digunakan pada
sambal oncom, ulukuteuk leunca dan keredok. Banyaknya di pakai di
masakan-masakan sunda.Banyak dijual di pasar tradisional, belakangan ini
juga sudah ada di super market.

Contoh pada pembuatan roti, ragi Sacharomyces ditambahkan pada adonan


tepung gandum sehingga terjadi proses fermentasi, persamaan reaksinya
sebagai berikut:
C6H12O6

-->

C2H5OH

2CO2

21

kal

ATP

Gelembung gelembung gas CO2 yang terbentuk oleh Mikroorganisme


berguna untuk mengembangkan adonan roti, sedangkan alkoholnya dibiarkan
menguap.
Penggunaan jasa mikroorganisme untuk mengubah makanan

Melalui proses fermentasi yang dilakukan mikroorganisme, bahan makanan


tertentu diubah menjadi bahan bentuk lain sehingga cita rasanya lebih menarik
atau mengandung nilai gizi yang lebih tinggi.
Contoh makanan ini ialah

keju, mentega, yoghurt ,roti, alkohol, dan cuka.

Gambar :Pembuatan Keju dan berbagai jenis keju

Keju berlubang-lubang biasa ditemukan di Swiss, penyebab lubang-lubang ini


adalah karena bakteri propioni.

Bakteri ini umumnya terdapat pada keju balokan, Limburger dan Liderkanz.

Bakteri propioni memberikan rasa manis dan gurih pada keju. Saat keju menjalani
masa pengawetan, bakteri-bakteri propioni mengeluarkan semacam gas.
Gelembung-gelembung gas inilah yang membentuk lubang-lubang bundar pada
keju Swiss.

Gambar kiri :Urat-urat biru yang tampak pada keju Roquefort disebabkan oleh
jamur Penicillium roquefortii. Jamur ini membuat permukaan keju menjadi licin

Gambar kanan : Sedang keju Camemberti ditumbuhi jamur putih kelabu bernama
Penicillium camemberti. Jamur ini menyebabkan warnanya menjadi kekuningkuningan.

Lactobacillus
Lactobacillus adalah genus bakteri gram-positif , anaerobik

fakultatif

atau

mikroaerofilik.Genus bakteri ini membentuk sebagian besar dari kelompok bakteri


asam

laktat,

dinamakan

demikian

karena

kebanyakan

anggotanya

dapat

mengubah laktosa dan gulalainnya menjadi asam laktat. Kebanyakan dari bakteri ini
umum dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Dalam manusia, bakteri ini dapat
ditemukan didalam vagina dan sistem pencernaan, dimana mereka bersimbiosis dan

merupakan

sebagian

kecil

dari flora

usus.

Banyak

spesies

dari Lactobacillus memiliki kemampuan membusukkan materi tanaman yang sangat


baik. Produksi asam laktatnya membuat lingkungannya bersifat asam dan
mengganggu pertumbuhan beberapa bakteri merugikan. Beberapa anggota genus
ini telah memiliki genom sendiri.
Lactobacillus delbrueckii subsp.bulgaricus

Lactobacillus delbrueckii subsp. Bulgaricus

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:

Bacteria

Divisi:

Firmicutes

Kelas:

Bacilli

Ordo:

Lactobacillales

Famili:

Lactobacillaceae

Genus:

Lactobacillus

Spesies:

L. delbrueckii

Upaspesies:

L. d. bulgaricus

Nama trinomial
Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus
(Orla-Jensen 1919)
Rogosa & Hansen 1971
Weiss et al. 1984 (subspecies status)

Lactobacillus

bulgaricus adalah

sejenis bakteri yang

berperan

dalam

pembentukan yogurt. Bakteri ini pertama kali diidentifikasikan oleh seorang dokter
asal Bulgaria bernama Stamen Grigorov, pada tahun 1905.[1] Oleh karena itu
dinamakan menurut Bulgaria.
Bakteri ini hidup dari "memakan" laktosa (gula susu) dan mengeluarkan asam
laktat. Asam ini sekaligus mengawetkan susu dan mendegradasi laktosa (gula
susu) sehingga

orang yang

tidak toleran

terhadap susu

murni dapat

mengonsumsi yogurt tanpa mendapat masalah kesehatan.

Ciri Produk dari susu fermentasi


Produk fermentasi

Mikroorganisme utama yang melakukan


fermentasi

dan

perubahan

yang

dihasilkan
Rum masam yang dibiaki mikroba

Sama dengan yang digunakan untuk


pembuatan susu mentega yang dibiaki
bakteri, yaitu streptokokus, leukonostok
asam dan rasa/ aroma.

Susu Bulgaria

Lactobacillus bulgaricus
Asam dan rasa/ aroma

Susu Asidofilus

L. acidophilus
Asam

Yoghurt

Streptococcus thermophilus
L. bulgaricus
Asam dan rasa/ aroma

Kefir

S. Lactis
L. bulgaricus

Khamir peragi laktose


Asamdan rasa/ aroma
Kumiss

Sama dengan yang dijumpai pada kefir


Asam dan rasa/ aroma

Produk pangan hasil fermentasi


Bahan makanan hasil

Bahan asal

fermentasi
Sauerkraut

Mikroorganisme

yang

berperan
Irisan kubis

(sayur asin kubis)

Tahap awal:
Enterobacter cloacae
Erwinia herbicola
Tahap intermediat:
Leuconostoc
mesenteroides
Tahap akhir:

Acar

Mentimun

Lactobacillus plantarum
Fermentasi awal:
Leuconostoc
mesenteroides
Streptococcus faecalis
Pediococcus cerevisiae
Fermentasi lanjut:
L. brevis

Buah zaitun hijau

Buah zaitun

L. plantarum

Tahap awal :
Leuconostoc
mesenteroides
Tahap intermediat:
L. plantarum
L. brevis
Tahap akhir:
L. plantarum

Sosis

Daging sapi dan babi

Pediococcus cerevisiae
Micrococcus sp

(Pelzcar, 2009: 900-901)


4) PERANAN BAKTERI DALAM BIDANG LINGKUNGAN
Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri
memiliki

peranan

yang

besar

bagi

lingkungan.Sebagai

contoh,

bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa
atau kotoran organisme. Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan
senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain
yang lebih sederhana. Contoh bakterisaprofit antara lain Proteus dan Clostridium.
Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik, beberapa kelompok
bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.

Frankia alni, salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman
membentuk bintil akar.
Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen, seperti bakteri
nitrifikasi. Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun
senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara
aerob di dalam tanah. Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Nitrifikasi terdiri
atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH 4) menjadi nitrit (NO2-)) dan
nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO 3)). Dalam bidang pertanian,
nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan
oleh tanaman yaitu nitrat. Setelah reaksi nitrifikasi selesai, akan terjadi
proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Denitrifikasi sendiri
merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang
lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. Contoh
bakteri

yang

mampu

melakukan

metabolisme

ini

adalah Pseudomonas

stutzeri,Pseudomonas aeruginosa, and Paracoccus denitrificans. Di samping itu,


reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain, seperti dinitrogen oksida
(N2O). Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai
organisme, tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan
rusaknya ozon.Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan
selanjutnya bereaksi dengan ozon (O 3) membentuk NO2- yang akan kembali ke
bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).
5) PERANAN BAKTERI DALAM PERTANIAN
Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu
bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanahuntuk membantu
penyuburan tanah. Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat

nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Bakteri nitrogen adalah kelompok


bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan
mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan
enzim nitrogenase.Kelompok
tanaman kacang-kacangan

bakteri
dan

polong

ini

biasanya

untuk

bersimbiosis dengan

membentuk

suatu simbiosis

mutualisme berupa nodul atau bintil akaruntuk mengikat nitrogen bebas di udara
yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan
organisme.Secara umum, kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia,
termasuk didalamnya genus bakteri Rhizobium, Bradyrhizobium, Mesorhizobium,
Photorhizobium,

dan Sinorhizobium.Contoh

bakteri

nitrogen

yang

hidup

bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum,


yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.
Mikroba yang dapat mengendalikan hama tanaman antara lain yaitu :
1.Bacillus thurigiensis (BT),
2.Bauveria bassiana,
3.Paecilomyces fumosoroseus,
4.Metharizium anisopliae.
Mikroba tersebut mampu menyerang dan membunuh berbagai serangga
hama.Contoh mikroba yang dapat mengendalikan penyakit tanaman yaitu:
-

Trichoderma sp mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh


Gonoderma sp,

Fomes lignosus (jamur akar putih),

Phytoptora sp

Banyak bakteri yang hidup sebagai parasit pada jenis organisme saja dan
tidak mengganggu atau merugikan organisme jenis lainnya. Sifat mikroorganisme
semacam ini dapat dimanfaatkan dalam Bioteknologi pembasmian hama atau
dikenal dengan biological control. Contohnya, adalah bakteri hasil rekayasa yang
disebut bakteri minumes, merupakan keturunan dari Pseudomonas.Contoh
lainnya adalah penggunan bakteri Bacillus thurigiensis bersifat patogen terhadap

ulat hama tanaman.Segi keuntungannya: pembasmian ulat hama dengan


menggunakan Bacillus thurigiensis tidak menimbulkan dampak negatif kepada
lingkungan serta tidak meninggalkan efek residu.
Mikrobra sebagai indikator kualitas air
Pada pemeriksaan mikrobiologis yang rutin terhadap air untuk menentukan
aman tidaknya air untuk diminum, tidaklah cukup bila mendasarkan uji-uji yang
didasarkan hanya terhadap adanya (terisolasinya) mikroorganisme potogenik
karena alasan sebagai berikut:
1 Kemungkinan besar patogen masuk ke dalam air secara sporadis, tetapi karena
tidak dapat bertahan hidup lama maka mungkin saja tidak terdapat di dalam
contoh air yang dikirimkan ke laboratorium
2 Bila terdapat dalam jumlahnya amat sedikit, maka besar kemungkinan patogenpatogen tersebut tidak terdeteksi oleh prosedur laboratoris yang digunakan
3 Hasil pemeriksaan laboratorium baru dapat diketahui setelah 24 jam atau lebih.
Apabila ternyata ditemukan adanya patogen, sementara itu tentunya banyak
orang telah mengkonsumsi air tersebut dan telah tereksposi terhadap infeksi
sebelum dapat dilakukan usaha untuk mengatasi situasi tersebut.
Mikroorganisme indikator
Istilah mikroorganisme indikator sebagimana digunakan dalam analisis air
mengacu pada sejenis mikroorganisme yang kehadirannya di dalam air
merupakan bukti bahwa air tersebut terpolosi oleh bahan tinjadari manusia atau
hewan berdarah panas. Artinya, terdapat peluang bagi berbagai macam
mikroorganisme patogenik, yang secara berkala terdapat dalam saluran
pencernaan, untuk masuk ke dalam air tersebut.
Beberapa ciri penting suatu organisme indikator adalah :
1 Terdapat dalam air tercemar sdan tidak ada dalam air yang tidak tercemar.
2 Terdapat dalam air bila ada patogen
3 Jumlah mikroorganisme indikator berkorelasi dengan kadar polusi.

4 Mempunyai kemampuan bertahan hidup yang lebih besar dari pada patogen
5 Mempunyai sifat yang seragam dan mantap.
6 Tidak berbahaya bagi manusia dan hewan
7 Terdapat dalam jumlah yang lebih banyak daripada patogen (hal ini membuatnya
mudah dideteksi)
8 Mudah dideteksi dengan teknik-teknik laboratorium yang sederhana
Beberapa spesies atau kelompok bakteri telah dievaluasi untuk menentukan
sesuai tidaknya untuk digunakan sebagai organisme indikator.Di antara
organisme-organisme yang dpelajari, yang hampir memenuhi semua persyaratan
suatu organisme indikator yang ideal ialah Escherichia coli dan kelompok bakteri
koli lainnya. Bakteri-bakteri tersebut sebagai indikor polusi tinja yang dapat
diandalkan.
Escherichia coli dan bakteri koliform lainnya
Escherichia coli adalah penghuni normal saluran pencernaan manusia dan hewan
berdarah panas. Biasanya tidak patogenik. Anggota lain kelompok koliform ialah
Klebsiella pneumoniae, yang tersebar luas di alam, terdapat di dalam tanah, air,
padi- padian, dan juga dalam saluran pencernaan manusia dan hewan. (Pelczar,
2009: 872-873)

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Bakteri pada umumnya bersifat hetotrof. Hidupnya sebagai safprofit
atausebagai parasit. Namum, demikian, ada pula beberapa jenis yang mampu
mengadakan asimilasi, jadi bersifat autotrof. Berdasar asalnya energy yang
digunakan dalam asimilasi, bakteri yang bersifat autotrof itu dibedakan dalam 2
golongan yaitu kemoautotrof dan autotror. Bakteri berkembang biak dengan cara

rekombinasi genetik dan membelahdiri.Terdapat bakteri yang mengungtungkan


bagi kehidupan dan terdapat pula bakteri yang merugikan bagi kehidupan
manusia. Contoh bakteri yang mengungtungkan kehidupan manusia adalah
Bacillus brevis, menghasilkan terotrisin dalam bidang kesehatan utamanya dalam
menciptakan antobodi.

DAFTAR PUSTAKA
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/196805091994031KUSNADI/BUKU_SAKU_BIOLOGI_SMA,KUSNADI_dkk/Kelas_X/Bab.Bakteri.pdf

http://djradeonelectromix.blogspot.com/2012/04/manfaat-bakteri-untuk-kehidupanmanusia.html
http://www.fkh.unair.ac.id/artikel1/novia..pdf
http://www.faktailmiah.com/2010/09/01/peran-bakteri-bagi-manusia.html
semua situs diacces tanggal 14 April 2012
Elfien Herriyanto.2012. Hand out mata Kuliah Biologi Terapan 2 Peranan
Mikroorganisme. Jember: Unmuh Jember
Elfien Herriyanto.2012. Hand out mata Kuliah Biologi Terapan 2 Mikroba
Merugikan bagi pertanian dan penanggulangannya. Jember: Unmuh Jember
Michael J. Pelczar. Dkk. 2009. Dasar-dasar mikrobiologi edisi 2.Jakarta: UI Press
Anonim. 2008.Bakteri.
http:/id.wikipedia.bakteri/sains.Gembong, Tjirosoepomo. 2003.
Taksonomi Tumbuhan.
Jogja. UGM Press
Kirk, PM; Cannon, PF; Minter, DW; Stalpers, JA (2008). Dictionary of the
Fungi (10th ed.). Wallingford, UK: CABI. p. 505. ISBN 978-0-