Anda di halaman 1dari 3

Perubahan Budaya dan Melemahnya Nilai-nilai Tradisional

(Materi Antropologi SMA kelas XI)


Setiap manusia pasti akan mengalami perubahan dalam kehidupannya, baik perubahan secara
biologis, maupun sosial. Perubahan tak pernah lepas dari kehidupan makhluk. Salah satu
perubahan manusia dalam kehidupan sosialnya adalah perubahan kebudayaan. Perubahan
kebudayaan adalah perubahan yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsurunsur kebudayaan yang saling berbeda, sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi bagi
kehidupan. Definisi perubahan (dinamika) kebudayan menurut para ahli, antara lain sebagai
berikut.
1. Selo Soemardjan
Perubahan kebudayaan adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan
yang memengaruhi sistem sosial, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola-pola perilaku di antara
kelompok-kelompok dalam masyarakat.
2. John Lewis Gillin dan John Philip Gillin
Perubahan kebudayaan adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang disebabkan oleh
perubahan-perubahan kondisi geografis kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi
maupun karena adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat tersebut.
Faktor-faktor internal penyebab perubahan kebudayaan, antara lain sebagai berikut.

Adanya ketidakpuasan terhadap sistem nilai yang berlaku.

Adanya individu yang menyimpang dari sistem nilai yangberlaku.

Adanya penemuan baru yang diterima oleh masyarakat.

Adanya perubahan dalam jumlah dan kondisi penduduk.

Faktor-faktor eksternal penyebab perubahan kebudayaan, antara lain sebagai berikut.

Adanya bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, dan lainlain.

Timbulnya peperangan.

Kontak dengan masyarakat lain.

Adapun penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh kebudayaan asing yang sedemikian
rupa, sehingga menimbulkan perubahan kebudayaan secara besar-besaran dalam waktu yang
relatif singkat. Indonesia yang terletak di antara dua benua dan dua samudra, memiliki peluang
terjadinya proses interaksi sosial dari berbagai bangsa sekaligus membuka proses difusi atau
penyebaran kebudayaan melalui jalur perdagangan, baik lokal maupun antarnegara. Melalui

perdagangan inilah terjadi kontak kebu- dayaan antarsuku bangsa, baik suku-suku bangsa yang
ada di Indonesia maupun dari mancanegara. Pengaruh kebudayaan asing terhadap kebudayaan
lokal secara umum dapat dijumpai dalam bentuk sebagai berikut:
Sistem Religi
Bergesernya sistem religi yang berakar pada kepercayaan tradisional menuju sistem religi yang
berlandaskan ajaran agama, merupakan contoh konkret adanya pengaruh kebudayaan asing
terhadap kebudayaan lokal. Bangsa Indonesia pada awalnya menganut system kepercayaan
kepada roh-roh leluhur maupun kekuatan gaib yang diwariskan secara turun temurun. Namun,
kini telah terkikis dengan adanya ajaran agama yang menekankan kepadasatu tujuan
penyembahan yakni Tuhan Yang Maha Esa. Meskipun demikian bukan berarti sistem religi
tradisional yang merupakan kebudayaan asli bangsa Indonesia telah punah. Hal ini tampak
dalam bentuk upacara adat tradisional yang telah mengalami penyesuaian dengan sistem religi
yang berdasarkan agama. Misal: upacara sedekah laut, merupakan bentuk-bentuk kebudayaan
yang menggabungkan unsure religi tradisional dengan agama, dengan prosesi upacara
menggunanakan kemenyan dan bebungaan yang di bacakan doa-doa dari ayat-ayat Al-Quran
Sistem Pengetahuan
Setiap suku bangsa memiliki sistem pengetahuan yang membentuk unsur kebudayaan lokal.
Sebelum unsure pengetahuan kebudayaan asing memengaruhi kebudayaan lokal, nenek
moyang kita telah mengenal pengetahuan tentang kemaritiman, gejala alam, perubahan musim,
berburu, bercocok tanam sampai kepada pengetahuan tentang pengobatan tradisional.
Masuknya kebudayaan asing dengan membawa bentuk sistem pengetahuan yang lebih modern
telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap keadaan alam sekitarnya. Pengetahuan
tradisional yang cenderung berlandaskan pada kemampuan intuitif yang irasional berubah ke
pola pemikiran yang lebih rasional. Misal: penemuan obat-obatan tradisional merupakan bentuk
pengembangan pengetahuan tradisional terhadap khasiat tumbuhan yang dipadukan dengan
pengetahuan modern (ilmu farmasi), sehingga menghasilkan obat yang alami dan bebas dari
bahan kimia. Demikian halnya pengaruh kebudayaan asing di bidangpengetahuan yang
berkaitan dengan cara bercocok tanam, telah mengubah pola kehidupan petani tradisional
menjadi lebih produktif.
Sistem Teknologi
Teknologi merupakan salah satu unsur kebudayaan yang berkaitan dengan peralatan yang
dipergunakan manusia untuk mengubah keadaan sekitarnya maupun keadaan dirinya demi
terpenuhinya kebutuhan hidup. Sistem teknologi tradisional yang menjadi unsur kebudayaan
lokal menyangkut tentang:alat-alat produksi, senjata, wadah, alat untuk menyalakan api,
makanan dan minuman, pakaian dan perhiasan, tempat berlindung atau rumah, alat-alat
transportasi.
Sistem Kesenian
Dari waktu ke waktu kesenian tradisional sebagai salah satu unsur kebudayaan lokal mulai
ditinggalkan oleh masyarakatnya terutama para generasi muda. Masuknya kesenian

mancanegara yang dirasa lebih menarik dan mewakili jiwa muda, banyak menggeser ruang
gerak kesenian tradisional. Salah satu upaya untuk mempertahankan kesenian tradisional agar
tetap lestari adalah dengan memadukan unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kesenian
tradisional tersebut. Misal: kesenian music campur sari, merupakan bentuk kesenian yang
memadukan unsur-unsur kesenian tradisional dengan unsur-unsur kesenian modern.
Pementasan seni pertunjukan tradisional, seperti: lenongdan wayang kulit, banyak menyisipkan
unsur-unsur kesenian modern untuk menarik penonton khususnya kalangan anak muda.
Bahasa
Bahasa merupakan sistem perlambang dalam komunikasi. Salah satu ciri suatu suku bangsa
adalah memiliki bahasa daerah yang merupakan bahasa komunikasi antarwarga dalam
kelompok suku bangsa yang bersangkutan. Pengaruh kebudayaan asing terhadap
perkembangan bahasa daerah sangatlah besar. Terutama di daerah pesisir, di mana
penduduknya banyak berinteraksi dengan suku bangsa lain (asing) yang memiliki komposisi
bahasa yang berbeda dengan komposisi bahasa induknya. Misal: bahasa Jawa yang diterapkan
di daerah pesisir berbeda dengan bahasa Jawa yang ada di daerah pedalaman.
Secara umum, pengaruh kebudayaan asing khususnya dalam bahasa, bukan menghilangkan
bahasa lokal, namun justru memperkaya perbendaharaan kata dalam bahasa local tersebut.
Banyak kata-kata dalam bahasa Indonesia yang berasal dari kata-kata bahasa asing yang telah
diserap menjadi kosakata bahasa Indonesia. Namun, dengan semakin majunya zaman dan
segalanya mengalami perubahan maka budaya-budaya ini semakin tersisihkan, bukan dengan
menghapuskan
nilai-nilai
budaya
tradisional
masyarakat
namun
lebih
kepada
mengkolaborasikan kebudayaan baru dan lama untuk menjadi kebudayaan yang lebih dapat
diterima oleh masyarakat.
Daftar Pustaka
Sare, Yuni dan Citra, Petrus. 2007. Antropologi SMA/MA kelas XI. Jakarta: Grasindo.
Drs. Kurnia, Anwar. 2007. IPS Terpadu. Yogyakarta: Yudistira.
Tim Sosiologi. 2007. Sosiologi 3 (Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat). Yogyakarta: Yudistira.
Sutardi, Teti. 2007. Antropologi (Mengungkap Keragaman Budaya). Bandung: PT Setia Purna
Inves.

http://blog.unnes.ac.id/rossyjuliana

Anda mungkin juga menyukai