Anda di halaman 1dari 2

kesetaraan dan hubungannya dengan perubahan sosial budaya

(materi antropologi kelas XIII)

Di dalam materi ini dibicarakan mengenai kesetaraan, kesetaraan di sini merupakan segala
sesuatu yang di samakan. Kesetaraan meruapakan semacam sesuatu yang adil, tetapi tidak
berarti semua yang adil dapat disama ratakan. Konsep adil, adil berarti tidak ada diskriminasi,
baik dilihat dari perlakuan, kondisi maupun kemampuan. Banyak sekali tingkatan yang ada di
dalam masyaraat kita yang menunjukkan ketidak setaraan didalam perlakuan setiap individu,
hal itu tentunya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya seperti latar belakang
yang berbeda . setiap individu tentunya memiliki latar belakang yang berbeda-beda dan
tergantung pula dengan penglaman-pengalaman mereka selama hidupnya. Hal seperti itu
tentunya dapat menjadi perlakuan ketidaksetaraan.
Telah kita ketahui bahwa pada jaman dahulu seorang perempuan sangatlah rapuh, perempuan
dianggap lemah dan tidak mampu untuk melakukan sesuatu yang berat untuk dilakukannya,
sehingga seperti yang dikatakan Orang Jawa dahulu bahwa anak perempuan hanya pantas
melakukan aktivitasnya di dapur bukan bekerja diluar maupun beraktivitas di luar. Berbicara
mengenai kesetaraan, tidak lepas dengan budaya-budaya yang ada di sekitar lingkungan
sekitar, karena kesetaraan itu didapatkan tidak jauh dari lingkungan tempat tinggal kita.
Mengartikan kesetaraan tidak berarti harus sama dan harus sejalan, tetapi harus ada keadilan
gender di sana sehingga tidak terjadi penyimpangan atau sebuah diskriminasi diantara
makhluk hidup. Berkaca dari konsep orang dahulu, tentunya banyak sekali ketidaksetaraan di
dalam lingkungan kita, dahulu dalam kajian orang Jawa, masyarakat yang berkalangan
ningrat atau kalangan atas, yang hanya boleh memakai bahasa krama. Orang kalangan elit
tidak boleh mempergunakan gaya bahasa seperti kalangan menengah atas, oleh karena itu
pada jaman dahulu sangatlah jelas ketidaksetaraan yang muncul di dalam lingkungan Orang
Jawa.
Melihat jaman dahulu, ketika diperhatikan, sudah sangatah berbeda, banyak sekali
perubahan-perubahan yang muncul di dalam lingkungan sekitar kita. Sehingga memunculkan
konsep perubahan sosial bahwa semua masyarakat sepakat bahwa kehidupan sosial tidaklah
statis, merka harus menerima kenyataan bahwa setiap masyarakat mengalami perubahanperubahan , termasuk pada masyarakat primitif dan masyarakat kuno sekalipun. Perubahan
tersebut dianggap normal, karena masyarakat itu memanglah bersifat dinamis mengikuti
perkembangan jaman. Perubahan ini terjadi juga dapat dipegaruhi teknologi yang ada.
Kehadiran teknologi tampaknya sangat beragam, meliputi hampir semua sektor kehidupan,
baik dalam ekonomi,pertanian,politik, kebudayaan dan lain sebagainya.
Sebagai contoh dahulu banyak orang yang berkomunikasi menggunakan surat, sekarang telah
tergantikan oleh handphone yang membuat orang-orang tidak perlu bertemu mereka sudah
dapat berkomunikasi. Apalagi teknologi sekarang membuat aktivitas manusia menjadi

dipermudah, ketika ingin mencari informasi hanya mencari di internet dan langsung bisa
mengaksesnya. Hal itu membuktikan adanya kemajuan yang luar biasa di lingkungan kita.
erubahan ini sangat terlihat dalam aspek kebudayaan, terlihat dari pola-pola perilaku
masyarakat kini yang bergaya kebarat-baratan. Bahkan masyarakat Jawa yang dahulunya
berpegang teguh bahwa perempuan tidak boleh bekerja, sekarang menjadi banyak sekali
perempuan-perempuan yang bekerja di luar rumah dan bahkan meninggalkan suaminya dan
anaknya. Hal ini merupakan contoh dari adanya kesetaraan, bahwa wanita juga boleh bekerja
di luar. Selain itu, bahasa Jawa krama lambat laun boleh dipergunakan untuk orang-orang
kalangan menengah ke bawah, sekarang bahasa tidak dipermasalahkan, karena sejatinya di
era modern ini, sesungguhnya bahasa Jawa malah semakin punah karena tergantikan oleh
bahasa-bahasa yang gaul atau bahasa yang dikenal pada jaman sekarang. Begitulah sekarang
konsep kesetaraan sangat berguna di jaman era modern ini, bahwa tingkatan-tingkatan yang
dahulunya melekat sekarang sudah menghilang karena semuanya di tuntut keadaan sosial dan
sangat memerlukan keadilan di dalam lingkungannya.
Kebudayaan merupakan salah satu aspek perubahan sosial yang paling menonjol, karena
kebudayaan sekarang telah berubah menjadi sesuatu yang baru. Hal itu seringkali
menimbulkan pertentangan untuk generasi tua dan generasi muda, sehingga tidak jarang
ketika terdapat sebuah konflik yang hadir diantara keduanya. Perubahan terjadi karena jaman
semakin modern dan orang-orang terdahulu sudah punah. Sehingga di lingkungan yang baru
ini, semuanya diratakan dan menghilangkan kebudayaan yang telah ada. Di dalam jaman
modern ini, sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan yang mengadopsi dari lingkungan
barat, oleh karena itu kesetaraan diberlakukan di jaman modern ini.
Sumber bacaan :
Salim, Agus. 2002. Perubahan Sosial. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya
Handoyo,Eko, dkk.2007.Studi Masyarakat Indonesia.Semarang: FIS Unnes
Suyanto,Bagong; J.Dwi Narwoko. 2011. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta:
Kencana
Koentjaraningrat. 1994. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka
http://blog.unnes.ac.id/ignasiaintan/

Anda mungkin juga menyukai